Yang Pertama Dan Terakhir Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Tamat

Cerita Sex Dewasa Yang Pertama Dan Terakhir Part 3 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Yang Pertama Dan Terakhir Part 2

” Ko. Terima kasih yo! Kamu mau anterke aku sampai kosan.”

” Iya. Sama-sama. Dan kamu ndak perlu sungkan gitu. Sesama teman kan harus saling tolong-menolong.” hibur Eko saat ekspresi Tyo menuju rasa menyesal. Menyesal karena telah merepotkan orang lain. Perlahan, senyum mulai merekah dari balik bibir Tyo hingga Eko ikut meresponnya. ” Ya sudah, aku pamit dulu ya!”. Tyo anggukan kepala setelah Eko pamit. Perlahan, Eko meninggalkan Tyo dan menembus dalam keheningan malam.

***

Tyo langsung menghamparkan dirinya di kasur yang sangat empuk dan lembut. Merasakan setiap aura kelelahan yang perlahan terlepas satu persatu. 10 menit berlalu, meja belajar memanggilnya hingga ia hampiri. Namun bukan buku teks tujuannya, melainkan sense book miliknya.

Buku itu selalu menemani Tyo kapanpun meski ia tidak menulisnya setiap hari. Setiap ada peristiwa yang sangat mengena dalam hidupnya, entah baik maupun buruk, ia akan menulisnya. Perlahan, tangan meraih buku itu secepat ombak di pantai.

Hingga ada sesuatu yang terlepas, yaitu 8 foto yang selalu diselipkan di sampul belakang buku tersebut. Saat pandangan Tyo teruntai menuju benda itu, masa lalu memanggilnya. Membawa Tyo kepada sesuatu yang takkan pernah ia lupakan.

Dan masa lalu berhasil menculiknya…………………………

***

Jakarta, 14 Februari 1991. Rumah Sakit Daerah menjadi saksi atas lahirnya seorang bayi yang kelak akan mengalami sebuah peristiwa memilukan. Peristiwa yang akan mengubah hidupnya hingga akhirnya, kebahagiaan ia dapatkan dengan indah.

Agustinus Bimatama Prasetyo, itulah nama pria yang menjadi temanku ini. Pria ini lahir di hari yang selalu diperingati sebagai hari kasih sayang. Orang tuanya berharap agar anak ini menjadi anak yang kuat namun selalu setia pada sesuatu yang baik.

Selain itu, orang tuanya berharap agar ia selalu mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang sayang padanya.

Perjalanan hidupnya dimulai di Rawalumbu. Disana, untaian hidup Tyo dirajut. Saat masih balita, ia dikagumi lingkungan sekitar karena perawakan yang gemuk dan menggemaskan. Tidak ketinggalan untuknya, doa dan harapan terlontar indah dari mereka yang kagum. Meski harapan itu tersemat dari bibir indah orang tua dan orang di sekitarnya, perjalanan hidupnya tidak semulus yang ia harapkan.

Masa SD adalah kenangan yang menyenangkan bagi setiap yang mengalaminya. Namun berbeda dengan Tyo. Pada masa-masa itu, ia sering menjadi sasaran bully anak-anak angkatannya. Mulai dari pemalakan hingga kekerasan verbal seperti disebut bencong atau kata-kata sejenis yang amat menyakitkan bila didengar.

Jika aku tuliskan perlakuan ini, rasanya sangat memilukan. Beruntungnya, ada teman-teman yang membelanya meski sebagian besar adalah wanita.

Pada masa itu, ayahnya Tyo meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Tepatnya terjadi saat ayahnya dan rombongan karyawan sedang berlibur di Puncak. Akibat peristiwa itu, Tyo sangat sedih. Namun ibunya berusaha untuk tegar sekaligus menenangkan Tyo dan Dina. Sejak saat itu, Tyo menjadi lebih mandiri meski ia terus dibayangi ancaman keamanan dirinya. Selain itu, ia jarang berkomunikasi dengan ibunya akibat kesibukan kerja.

Masa SMP setali tiga uang dengan masa SD. Bedanya, perlakuan mereka pada Tyo lebih memilukan. Selain dibully akibat perilakunya, ia pernah dikeroyok sampai dirinya berhias lebam hingga mengeluarkan darah hanya karena ia tidak mau dipalak. Peristiwa ini membuat pihak sekolah mengeluarkan pelaku kejahatan itu dari sekolah sekaligus memulihkan kondisi kesehatan Tyo.

Ibunya Tyo pernah memperkarakan ke meja hijau namun pihak orang tua pelaku terus memohon karena mereka tidak ingin nama baik anaknya menjadi makin buruk. Selain itu, mereka berasal dari keluarga tidak mampu. Untungnya, ibunya Tyo mau memaafkan mereka setelah mereka sepakat akan mendidik anak-anak mereka dengan benar.

Akibat peristiwa itu, orang-orang yang terbiasa mem-bully Tyo mulai meminta maaf. Namun, hal itu tidak bertahan lama karena peristiwa yang paling memilukan bagi dirinya sekaligus cukup membahagiakan akan menghampiri bagai tamu misterius yang tidak ia undang ke rumah.

Saat kertas putih bersih ternoda oleh air got berwarna hitam pekat berbau busuk, maka kertas itu akan ternoda olehnya dan terkena bau busuk. Begitu pula yang dialami Tyo. Di masa kelas 6 SD, ia pernah mengalami pelecehan seksual. Saat itu adalah waktu istirahat.

Ketika ia menuju toilet, ia didekati sekelompok anak-anak angkatannya yang terkenal bengal. Salah satu dari mereka menarik paksa Tyo menuju kamar mandi. Kemudian, mereka melucuti pakaiannya hingga memerkosa Tyo dengan sangat kasar dan tidak manusiawi.

Setelah perbuatan biadab itu terlaksana, mereka mengancam Tyo agar tidak menceritakan hal yang sudah mereka lakukan. Hingga tamat SD, 6 kali perbuatan itu terjadi. Perbuatan itu takkan berhenti menghujam padanya meski ia sudah lulus SD dan dilakukan oleh orang yang berbeda.

Pada masa SMP, perbuatan biadab itu terjadi. Namun tidak dilakukan teman-temannya saat SD, melainkan oleh seorang temannya pada saat ia di kelas 3. Saat aku tanyakan apakah yang melakukannya anak berandalan yang pernah mengeroyoknya, Tyo menjawab bukan mereka.

Dia akui, di sekolahnya, terdapat 2 kubu geng yang saling bermusuhan, yaitu kubu Garong dan kubu Loreng. Yang mengeroyoknya adalah kubu Garong. Meski pentolannya sudah dikeluarkan, namun sebagian dari kelompok itu masih bersekolah disana. Sedangkan kubu Loreng adalah lawan dari kubu Garong.

Yang membedakan dengan kubu Garong adalah ideologi kelompok, cara penyelesaian masalah dan cara mendidik kelompok mereka. Kubu Garong menggunakan kekerasan, sedangkan kubu Loreng menggunakan kekerasan dan seks.Mereka yang sering memerkosa Tyo berasal dari kubu Loreng. Dan cerita itu menjadi pembuka atas alasan mereka melakukan perbuatan biadab itu.

Malam 3 November menjadi saksi kelam bagi kehidupannya. Saat ia selesai kerja kelompok, ia diculik dan dibawa ke sebuah rumah yang ia ketahui sebagai rumah seseorang yang akan selalu memerkosanya. Saat disekap, ada 9 orang yang menahannya, termasuk Faruq, ketua geng tersebut.

Alasan mereka menculik Tyo hanya karena mengingatkan atau menasihati Rian, seorang atlet bulutangkis andalan di sekolahnya sekaligus pacar dari Anisa, sepupunya Faruq, agar bisa menyeimbangkan waktu latihan bulu tangkis dengan waktu belajar.

Bagi mereka, nasihat Tyo adalah cara untuk menjegal usaha Rian untuk meraih prestasi olahraganya sekaligus dianggap sebagai pelecehan bagi kelompok mereka. Akhirnya, Tyo “dihukum” dengan cara diperkosa oleh kelompok barbar itu.

Namun ada salah satu anggota kelompok yang mengusulkan agar dia saja yang memerkosanya, yaitu Fahmi. Awalnya, Faruq dan yang lainnya keberatan dengan usulan itu. Namun Fahmi berhasil meyakinkan merekahingga mereka menyatakan setuju.

Fahmi membawa paksa Tyo ke kamarnya. Dalam keadaan kamar terbuka, ia langsung mendekap Tyo. Kemudian mereka lanjut dengan melucuti pakaian Tyo. Fahmi ikut melepas pakaiannya dan langsung memerkosa Tyo.

Dalam sorot pandang mereka, perbuatan biadab itu terjadi hingga Tyo terus meneteskan air mata. Rasa tangis Tyo terkalahkan oleh tawa ceria mereka karena telah berhasil menghancurkan kehormatan orang yang mereka anggap musuh.

***

” Tyo. Dari hati gue paling dalem. Gue mau minta maaf atas apa yag gue lakuin ke elo.”

Di kamar Tyo, keheningan mulai menyesak dada Fahmi. Perbuatan biadab yang ia lakukan telah membuatnya terhantui dosa. Ia sadar, melakukan perbuatan itu karena untuk menyenangkan anggota kelompoknya meski ia tidak mau melakukan itu pada awalnya namun ia tidak ingin anggota geng yang lain memerkosanya.

Air mata mulai menghiasi wajah Fahmi dan Tyo. Balon yang terisi udara akan meletus bila udara yang dihembuskan tidak cukup menampung setiap sisinya. Tyo mulai kesulitan menahan rasa sakit ini meski sudah 1 minggu dirasakannya. Dengan linangan air mata yang berusaha ia tahan, ia mendekat ke Fahmi. Tyo langsung mencium bibir Fahmi. Fahmi langsung mendorongnya secepat kilat menyambar pohon.

Tyo yang masih berlinang kesedihan mulai memberi ucapan. ” Kenapa lo dorong gue? Bukannya lo seneng kalo gue sudah alamin kayak gini. HAH!!!!”

Bentakan Tyo menjadi penanda atas rasa sakit yang ia alami. Sakit karena kehormatannya telah dirusak oleh salah satu anggota kelompok geng yang secara fisik terlihat tampan dan atletis tersebut. Dan landak akan segera mengeluarkan jarumnya bila ia diganggu.

” Tyo. Please, maafin gue. Gue gak mau lakukan itu lagi.” Fahmi terus memohon pada Tyo agar menghentikan perilaku yang menurutnya aneh.

” Maaf!!!!………..MAAF LO BILANG!!!!!!!” Bentakan Tyo mulai meledak seperti gunung yang meletus dengan gemuruh sangat keras hingga ia lanjutkan untaian kata pedasnya.

” Lo minta gue maafin yang udah lo lakuin itu. Dasar binatang, tahu gak!”

Fahmi yang berlinang air mata langsung memegang tangannya dan manaruh di wajahnya. ” Kalo gitu, lo tampar gue sekarang!”

PLAAAKKK!!!!!!

Tamparan itu langsung mendarat di wajahnya. Air mata Tyo terlukis perasaan menyakitkan. Bahkan duri tajam kalah menyakitkan.Fahmi terus meminta Tyo menampar wajahnya.Dalam linangan air mata, Tyo terus menampar Fahmi 20 kali.Rasa lelah langsung menghentikan Tyo.Saat panasnya hati Tyo mereda, Fahmi langsung mendekap Tyo.Dan rahasia itu terbuka.

” Lo harus tau. Sejak gue pertama kali ketemu sama lo. Gue suka sama lo. Bahkan saat tau kalo lo dikeroyok oleh Garong itu, gue langsung samperin mereka, gue tonjok mereka itu meski pada akhirnya, gue dikeroyok habis dan masuk rumah sakit pula.Gara-gara itu, kelompok geng gue bentrok dengan garong.Rama yang menjadi ketua geng Garong telah dikeluarkan, digantikan Prayud. Gue juga tau, lo gak mau cari urusan sama mereka.

Tapi ada satu hal yang membuat geng gue kasar sama lo. Sebenarnya, alasan mereka jahat ke lo itu bukan karena lo nasihatin Rian, melainkan kelompok geng gue, geng Loreng selalu liat lo deket banget sama Rian dan Anisa, sepupu Faruq.

Gue juga tahu, lo deket karena urusan akademik.Tapi mereka gak terima lo deket terus.Saat itu, mereka susun rencana agar lo diberi pelajaran.Dan perlakuan yang lo dapatkan itu berasal dari idenya Faruq.Gue nyiasatin agar gue yang lakuin itu, bukan mereka.Gue gak mau lo dinodai mereka.Makanya gue inisiatif untuk lakuin ini.Please,maafin gue!”

Tyo seperti tidak bisa menerima alasan itu.Batin Tyo seperti menemui persimpangan jalan.Di satu sisi, iatidak terima dengan perbuatan itu. Namun di sisi lain, ia juga tertarik dengan Fahmi. Meski Fahmi terkenal berandal karena merupakan anggota geng itu, tapi Tyo kagum dengan parasnya yang terlihat Indo.Ditambah dengan fisiknya yang atletis. Dan luka itu perlahan menjadi aroma yang manis.

” Apa yang lo suka dari gue?”

” Wajah lo semanis cewek. Meski lo adalah cowok, tapi jika diperhatikan, lo terlihat cantik.Dan gue gak bisa nahanin perasaan ini. Bahkan teman-teman yang lain mengakui itu. Gue gak peduli kalo ada yang bilang lo itu gendut atau apapun. Gue tetep suka sama lo.”

Tyo langsung menyadari hal itu.Mungkin inilah jawaban mengapa dirinya selalu diperkosa saat SD dan SMP. Mereka mengakui kalau ia adalah seseorang yang cantik meski predikat itu tidak pantas ia sematkan.Perlahan, dekapan itu berakhir dan Fahmi dekatkan wajahnya sembari meminta sesuatu.

” Gue siap kalo lo mau pukul gue sampe bonyok. Kalo itu yang bikin lo puas.Gue terima itu.”

Dalam keheningan kamar Tyo, Tyo langsung mengecup pria itu.Awalnya, Fahmi sungkan menerimanya, namun Fahmi menerimanya.Perlahan, Fahmi mengecup Tyo lebih dalam.Meski secara fisik, Tyo itu gembul, namu parasnya mengaburkan kondisinya.Fahmi dan Tyo sama-sama menikmati hingga mereka saling melepas pakaian yang mereka kenakan.

Dan kedua orang ini menemui keindahan yang tidak terbayangkan.

***

Dalam naungan selimut yang menutupi tubuh mereka, rasa itu telah tumpah.Amarah yang awalnya menyelimuti sanubari Tyo perlahan padam oleh dekapan Fahmi.Kamar yang semula rapi berakhir berantakan.Berhiaskan untaian pakaian yang mereka kenakan.Sentuhan lembut tangan Fahmi meneduhkan segalanya.

” Tyo, I love you so much.”

Tidak ada satu kata yang terpatri dari Tyo. Fahmi yang tahu akan kondisi perasaan Tyo langsung mendekap erat dirinya. Air mata membasahi paras Fahmi. Memadamkan dosa yang ia lakukan pada Tyo.

……………………………………………………………

Fahmi semakin akrab dengan Tyo meski ia masih menjalin hubungan pergaulan dengan kelompok geng Loreng. Namun, ia cukup pandai menyembunyikan hal ini.Fahmi sering main ke rumah Tyo meski dengan alasan belajar bersama.Saat kamar Tyo tertutup, Fahmi manfaatkan kesempatan untuk menjalin bunga melati dengan tali yang ia bawa dari hatinya. Tyo akhirnya mendapat rasa yang paling indah dalam interaksi ini.

3 hari menjelang tahun baru 2006, Fahmi mengajak Tyo untuk merayakan tahun baru di Bandung.Dengan izin ibunya Tyo, mereka berangkat dengan naik bis.Perjalanan melewati rangakaian perbukitan di Purwakarta mengiringi ketenangan hati yang sedang mereka rajut. 6 jam dalam meraih Bandung, Tyo dan Fahmi sampai di hotel. Meski hanya berbintang 1, tapi tidak mengurangi kedekatan mereka.

” Tyo. Gue mau mandi.Lo mau ikut gak?”

” Gak deh. Lo aja dulu.”

Saat Tyo membereskan pakaiannya dan Fahmi,iamemanggil Tyo. Betapa terkejutnya saat tahu kalau ia tidak mandi. Melainkan mempertontonkan tubuhnya yang tidak tertutup kain sehelai benangpun.Fahmi lalu mendekat perlahan.Fahmi melucuti pakaian Tyo dan menikmati tubuhnya.

Seperti kupu-kupu yang menikmati bunga kembang sepatu yang indah, Fahmi resapi setiap aroma tubuh Tyo.Meski hawa AC menyebar dalam ruangan kamar, Tyo merasakan kehangatan karena dekapan Fahmi.

5 jam berlalu, Fahmi dan Tyo memadamkan rasa tidur itu dengan mandi.

Fahmi sabunkan tubuh Tyo yang terlihat putih bersih meski fisiknya terlihat gemuk. Tyo ikut melakukan hal yang sama. Fahmi menyandarkan Tyo di dinding dekat bak mandi.Fahmi mulai menguntai kata indahnya.

” Sayang, meski kamu gemuk, tapi keindahan wajahmu telah menghipnotisku. Kalau saja kita bisa menikah, aku akan lakukan itu. Tapi sayangnya, kita sama-sama pria.”

” Fahmi,aku juga suka sama kamu. Tapi masa SMP akan berakhir nanti. Apa kamu akan terus mencintaiku sedangkan ada yang membatasi kita.”.

Tyo terus mengusap wajah Fahmi dengan busa sabun yang melekat di tangannya.Kemudian, Tyo lalu menguntai kata untuk merendahdirkan dirinya.

“Kamu adalah anggota geng sekolah.Selain itu, kamu sangat tampan. Pastinya cewek-cewek akan suka sama kamu. Lalu kenapa kamu mau dengan seorang cowok gemuk, penakut dan lemah sepertiku?”

” Tyo. Meski aku anggota geng di sekolah, aku berbeda dengan mereka. Kalau Faruq bisa menikmati 30 cewek dan anggota yang lain antara 10-20 cewek. Aku hanya bisa menikmati 5 cewek.Itupun telah membuatku sangat menyesal.

Cewek-cewek itu memiliki tubuh yang sangat indah sehingga aku bisa tahu setiap sisi dari yang mereka miliki. Sayangnya, mereka hanya senang dengan uangku karena anggota geng-ku sering memalak orang lain.

Dan aku terkenal paling banyak menghasilkan uang hasil memalak. Sejak aku dekat sama kamu, aku mulai mengurangi aktivitas di kelompok geng-ku.Mereka paham kalau aku sedang fokus untuk UN.Kamu juga tahu kalau aku punya prestasi akademik rendah.Mereka pun tidak memaksaku untuk main pada akhirnya. OK.

Soal kamu itu gemuk, penakut dan lemah, aku akui memang benar.Tapi kamu perlu tahu, aku kagum dengan wajah indahmu.Tidak peduli kamu gemuk atau punya payudara seperti cewek sekalipun, aku tetap mencintaimu.Sedangkan sifat penakut dan lemah di dirimu bisa menjadi alasan untuk melindungi dirimu sekaligus merasakan setiap jengkal tubuhmu.

Buktinya, tidak ada yang mengganggumu kan? Jadi, jangan khawatir atas apa yang kamu khawatirkan. Kamu adalah milikku. Aku akan selalu menjagamu.”.Fahmi terus mengusap tubuh Tyo.Dari wajah, badan hingga pangkal pahanya.Perlahan Fahmi mendekap Tyo dan memberi bisikan indahnya.”You’re beautiful person I have, tinny bird.”

Tyo langsung membalas bisikan indahnya.”Thank you, handsome.” Tyo eratkan dekapan dan melanjutkan untaian katanya.”Ngomong-ngomong, lo bisa puitis dan formal kayak gini. Belajar dari mana?”

” Hei!!! Kita kan sering belajar bahasa Indonesia. Gimana cara ngomong puitis sehingga orang lain menaruh hati pada kita dan……..”

Belum selesai Fahmi untai penjelasan.Tyo langsung mengecup bibir indahnya.Fahmi sangat menikmati sajian ini.Guyuran air menjadi penanda kalau mereka telah membersihkan diri.Bersih dari masa lalu yang kelam.

Hawa dingin menyelimuti tubuh Fahmi dan Tyo yang tidak ditutupi kain sehelai benang.Fahmi ambil kesempatan dengan mengecup pundak dan leher Tyo sambil tangan Fahmi menikmati alat vital Tyo.

***

Malam hari, Fahmi ajak Tyo ke Dago.Menikmati es krim kesukaan mereka.Canda tawa menerangi kesenangan yang mereka jalin sejak Fahmi menodainya. Uniknya, selama jalan di Bandung, Fahmi terus merangkul pundah Tyo. Sesekali, saat tidak ada orang lain di sekitarnya, Fahmi ambil kesempatan untu mencicipi bibir Tyo yang terlihat merah merona.

Setelah mereka di kamar, Tyo dan Fahmi langsung merebahkan diri mereka di tempat tidur. 5 menit kemudian, mereka beranjak. Tiba-tiba,Fahmi memberi ide cukup gila.

” Tyo lo mau gue ajarin nari striptease gak?”

Tyo sangat terkejut lalu mulai menolak. Bukan Fahmi namanya kalau tidak bisa menaklukan orang lain. ” Ayolah. Gak akan berbahaya, kok!”

” Emang lo belajar dari mana?” tanya Tyo dengan ragu.

” Gue kan sering main sama tante-tante.”. Jawaban Fahmi yang awalnya membuat Tyo terkejut berubah menjadi pembuktian.

” OK! Gue mau liat nih!” tantang Tyo pada Fahmi.

Fahmi mulai melepas kaus oblongnya hingga tubuh atletis tertampak indah. Setelah kaus, pakaian yang ia kenakan dilepasnya. Ia meliukkan tubuhnya bak ular yang sangat licin. Dan handuk ia gunakan untuk adegan menutupi tubuhnya. Perlahan, ia memeragakan gaya sebagai wanita penggoda.

Dan diakhir acara, ia merenggangkan kakinya saat duduk di kursi meja rias. Menantang Tyo untuk mencicipi tubuh atletisnya.Tyo langsung melepas pakaian satu persatu dan menikmati Fahmi.Fahmi langsung membawanya ke tempat tidur dan mencicipi setiap jengkal aroma tubuhnya.

Jam 6 pagi, Fahmi menindih tubuh Tyo dengan cukup indah. Dekapan hangat dan kecupan manis selalu datang bertubi-tubi pada Tyo. Bahkan mereka membersihkan badan bersama-sama.Dalam balutan busa sabun, mereka untai kata dengan indah.

” Usia kita kan 14 tahun, tapi lo bisa sekotor ini pikirannya. Kayaknya lo cepet dewasa banget!”

” Iya dong. Gue kan diajarin geng gue. Apalagi gue main sama tante-tante.”

” Apa enaknya?”

” Gue bisa dapet duit sampingan. Jadi gue gak minta dari orang tua. Tapi sekarang gue gak mau main sama tante-tante lagi. Soalnya ada kamu.Kamu kan pacarku.”

” Ah! Bisa aja.”.Tyo langsung mencubit hidung Fahmi dan dibalas Fahmi dengan mencubit pipi Tyo yang terlihat gembul.Dalam suasana teduh, Fahmi bagaikan kupu-kupu yang menghisap saripati bunga yang Tyo hasilkan.Tawa canda di kamar mandi menghiasi rasa yang saling mereka berikan.Kebahagiaan mulai menampakan pelangi terindahnya.

***

Kembang api di perayaan tahun baru yang berlokasi di lapangan Gasibu menjadi penanda masuknya tahun 2006. Semua bersuka cita dan bersuka ria. Fahmi dan Tyo ikut merasakan suasana hingga tanpa sadar, Fahmi mencicipi bibir Tyo meski disana banyak kerumunan massa. Meski ini hal yang sangat tabu, tapi rasa ini sulit ditahan.Setelah perayaan selesai, mereka kembali ke hotel.Fahmi langsung mencicipi tubuh Tyo dengan indah.

***

Hasil UN telah diumumkan, semua siswa di sekolahnya lulus 100%.Selain itu, Tyo dan Fahmi mendapat nilai UN tertinggi di sekolahnya.Suka cita mewarnai alam rasa siswa di sekolah atas keberhasilan ini, termasuk pada Fahmi dan Tyo.Acara ini menjadi awal sukacita sekaligus akhir dari pertemuan mereka. Ya! Mereka harus berpisah, melanjutkan pendidikan SMA di tempat baru.

***

” Tyo. Makasih atas kebersamaan ini.”

Suasana makan malam antara Fahmi dan Tyo mulai mendinginkan suasana hingga Tyo bisa menjawab santai.”Sama-sama. Lo mau main bareng gue. Dan gue…..”

Fahmi langsung memberikan sebuah kejujuran.”Tyo, Gue diminta bokap untuk lanjutin sekolah di Serang.Mungkin hubungan kita harus berakhir sampai disini.”

Petir menggelegar hingga tanah terbelah.Perlahan, air mata mulai merekah membasahi wajah Tyo yang terlihat indah di matanya.Fahmi langsung pindah posisi dan mendekap erat.”Maafin gue jika gak beritahu dari dulu.Bokap gue pengen gue sekolah di kampung biar gue bisa benerin akhlak gue.Mereka udah tahu kalau gue ikut geng yang mereka sebut berandalan.Makanya, mereka pindahin gue ke Serang.”

Tyo seperti sulit untuk menerima kenyataan pahit ini. Perlahan,ketegaran Tyo mulai menemukan bentuknya.

” Gak pa pa kok. Mi. Gue seneng kalo lo bisa sukses di masa depan meski gue harus jauh dari lo. Gue gak akan masalahin hubungan kita yang udah putus ini. Mungkin saja lo akan dapet cewek yang lebih baik dari gue.”

Fahmi hanya diam sembari menetes air mata sebagai pertanda sulit meninggalkan pacar yang sudah ia nikmati. Senyum Tyo menjadi penawar terindah baginya saat Fahmi menatap wajahnya.Tanpa rasa malu, Fahmi langsung mengecup bibir Tyo.Meresapi keindahan yang sudah terhias dan menuntaskan yang belum selesai.

5 menit setelah berada dalam dekapan bibir indah Fahmi, Tyo menatap wajahnya.

“Fahmi.Kamu cowok baik-baik. Jangan kamu dekati orang yang akan merusak masa depanmu. Carilah teman dan kekasih yang akan membawamu pada kebahagiaan terindah. Semoga kamu berhasil.”

Nasihat Tyo membuat air mata Fahmi menetes indah hingga ia mencicipi bibir Tyo kedua kalinya. Malam itu, bunga mekar dalam diri mereka.Keindahan telah tampak dalam naungan mustika mereka. Dan mustika itu akan Tyo rasakan lebih dalam di kehidupan berikutnya meski dengan orang yang berbeda.

***

Pada masa SMA, aroma bullying sedikit ia dapatkan. Kelompok ekskul Basket dan Cheerleader adalah yang paling sering mem-bully-nya. Meski pada akhirnya, mereka hanya melakukan itu di kelas 10 saja. Pada saat itu, ia di-bullykelompok basket dan cheers karena dekat dengan seseorang.

Menurut Tyo, sebagian peristiwa ini persis dengan yang ia alami saat SMP. Saat SMA, ada seorang anggota cheers yang ingin diajarkan matematika, namanya Inai. Sebagai teman yang baik, ia pun membantu Inai agar paham dengan matematika. Namun, kesalahpahaman telah berbuah manis.

Teman-teman Inai di cheers menduga kalau Tyo ingin dekat dengan Inai. Selain itu, status Inai sebagai pacarnya Hilman sejak SMP menjadi senjata ampuh teman-teman Hilman di basket dan Inai di cheers untuk menghasut Hilman agar ia menekan Tyo untuk menjauhi Inai. Dan yang mereka inginkan itu terwujud. Namun ini menjadi pembuka atas hubungan yang akan ia untai.

***

” Gue kasih tau ya! Jauhin Inai atau lo terima akibatnya!”

Ancaman Hilman kepada Tyo yang kerah lehernya ditarik paksa ini seperti alarm peringatan untuk menjaga jarak dengan Inai. Ruang kelas 10-3 yang sore itu awalnya sunyi berubah panas dan seram. Bukan hanya karena ancaman Hilman saja, namun hasutan Roni, Karin, teman-teman ekskul basket dan cheers semakin memperkeruh keadaan. Tyo heningkan pandangan, lalu untaian kata menemani pandangan ke Hilman.

” OK! Gue jauhin Inai. Tapi lo perlu tau. Dia minta tolong gue karena dia belum paham materi matematika. Posisi gue disini adalah teman aja. Gue gak punya niat untuk deket sama dia. Apalagi berniat untuk nembak dia. Gue yakin, seorang Ganindra Hilmansyah bisa berpikir bijak. Mungkin, lo perlu bujuk Inai agar ia bisa minta tolong ke temen-temen lain yang paham matematika, seperti Arin, Nabila atau Vina.”

Hasutan teman-teman ekskulnya terus mencemari pikiran Hilman. Tyo yakin, Hilman bisa berpikir lebih bijak dan hati-hati. Hilman bertanya balik terkait kebenaran ucapan Tyo. Tyo bisa menjamin 100 persen ucapannya adalah benar. Dan ucapan Hilman memupuskan harapan yang sudah ia semai.

” OK. Gue pegang janji lo. Lo masih deket sama Inai, HABIS LO!!!!” ancam Hilman dengan emosi yang menggelegar laksana Merapi yang meletus keras. Anggukan kepala Tyo menjadi sebuah kesepakatan yang akan Hilman pegang dan sebagai alat menekan Tyo bila ia masih dekat dengan Inai.

***

6 bulan setelah peristiwa itu, Tyo mulai ambil jarak dengan Inai. Namun ia senang karena Inai bisa memahami setiap materi matematika. Semua berkat bantuan Arin. Selain itu, Tyo tidak mendapat bully dari kelompok basket dan cheers. Ia pun bisa fokus untuk menuntut ilmu.

Selama di kelas 10, ia termasuk yang jarang bergaul. Bukan karena tidak suka bergaul, namun khawatir bila peristiwa di ruang kelas 10-3 itu terulang kembali. Baginya, buah jambu tidak akan berbuah indah bila lebah dan kupu-kupu tidak menyerbukan bunga.Namun apa jadinya bila yang menyerbukan adalah kupu-kupu yang memiliki sayap terindah?

***

Istirahat pagi berhiaskan aroma hujan. Nasi Goreng dan Es Teh menemani Tyo sambil mempelajari bab Animalia. Dalam ketenangan mempersiapkan tes harian, seorang pria meminta izin padanya.

” Gue boleh gabung?”

Anggukan Tyo menjadi persetujuan yang membuat pria itu duduk berhadapan dengannya. Saat menikmati makanannya, pria itu memulai untaian kata.

” Sendirian aja, Tyo.”

” Iya nih. Tapi kan sekarang ada temennya!” jawab Tyo santai hingga untaian kata berlanjut. ” Kenalan dong. Nama lo siapa? Soalnya gue sering liat di ekskul basket.”

Pria itu langsung sodorkan tangannya secepat angin berhembus di pantai. ” Gue Kamal. Kamal Ghifari.”

Kamal Ghifari, itulah namanya. Nama yang akan mewujudkan sebuah kesempurnaan dalam sejarah hidupnya. Tyo dan Kamal menguntai obrolan sepanjang waktu istirahat. Namun waktu istirahat tidak memuaskan Kamal untuk menguntai pengetahuan tentang pribadi Tyo. Dan Kamal menemukan bentuknya saat pulang sekolah.

” Tyo. Mau bareng gak?”. Tawaran Kamal direspon Tyo dengan hangat.

Hawa AC mobil Kamal menjadi pemicu Kamal untuk mengetahui Tyo lebih dalam. Sepanjang perjalanan, Kamal bercerita tentang interaksi dengan dunia basket. Cerita itu memberi secercah pengetahuan kalau Kamal sangat senang dengan dunia basket.

Basket adalah ruh dirinya sejak SD. Dunia basket pula yang membuatnya senang nge-gym hingga lebih dari 12 jam pada saat akhir pekan dan 3 jam saat hari bersekolah. Saat obrolan teruntai indah, hujan lebat terus mengiringi perjalanan mereka.

Saat Tyo bertanya alamat rumah Kamal, rasa terkejut memulai atraksinya. Kamal tinggal di Jalan Bina Marga, sebuah jalan di daerah yang disebut Kampung Atas. Sedangkan Tyo tinggal di Jalan Telaga Sarangan 5.

Kamal antar Tyo ke depan rumahnya. Di dalam mobil, kehangatan persahabatan mulai menumbuhkan tunas meski hanya bermodalkan hawa AC mobilnya.

” Kapan-kapan, gue boleh main ke rumah lo kan?”

” Boleh! Asal lo mau ngabarin gue dulu.”

” Yaelah, kayak orang penting aja.”

” Ya harus gitu. Kecuali kalau lo mau nunggu lebih dari seperempat hari di saat gue pergi ke tempat lain.”

” OK, boy! Gue beritahu lo dulu ya!”

Saat ingin beranjak dari mobilnya, Kamal meminjamkan payung untuknya. Awalnya Tyo menolak. Namun Kamalseperti batu karang yang sangat kokoh hingga akhirnya, Tyo menerima payung itu. Dalam hiasan hujan lebat, lambaian tangan Tyo menjadi perajut senyum pada diri Kamal. Mobil pun melaju pelan dari jalan di depan rumah Tyo. Melintasi harapan sebuah pertemanan yang indah.

***

” Tyo. Mbakku kan lagi pulang kampung ke Wonogiri. Kamu mau gak, nginep di rumahku?”.

Pertanyaan Kamal mulai menjawab semua yang ingin diketahui Tyo. Sejak ia bertemu Kamal 1 bulan lalu, rasa kagum Tyo merekah seindah bunga mawar merah. Kagum akan pesona paras dan fisiknya hingga rasa itu sampai terbawa mimpi. Tyo akui, paras timur tengah ditambah bentuk tubuh atletis dirinya membuai untai pandang Tyo seperti kalung berwarna-warni.

Hal ini yang membuat perasaannya campur aduk. Selain itu, kesedihan saat Fahmi meninggalkan dirinya demi melanjutkan sekolah inipun membuat Tyo ingin mencari teman yang bisa berkarakter melebihi Fahmi ditambah dengan sifat Kamal yang selalu menemani Tyo saat ke perpus, kantin hingga aktivitas berangkat pulang. Tanpa menunggu matahari terbenam, tawaran Kamal diterima Tyo dengan baik.

1 hari setelah tawaran Kamal tersebut, Tyo bergegas memasukan 1 tas besarnya ke mobil Kamal. Usai sekolah, Kamal membawa Tyo ke rumahnya. Saat pertama kali menjejakan kaki ke rumahnya, megah dan simpel adalah kata kunci untuk rumahnya.

Meski desain bangunan bergaya Eropa, namun tata ruangan terlihat simpel dan tidak banyak hiasan rumah, entah lukisan, pajangan dan foto. Hanya kaligrafi dan foto keluarga yang menghiasi setiap ruangan. Selain itu, piala yang terpajang di sudut kiri ruang tamu menjadi penanda nama yang terukir. Nama seorang yang bisa membawa prestasi sempurna.

Kamal persilahkan Tyo untuk masuk ke kamarnya. Mengizinkan kesantaian Tyo di kamar meski awalnya, rasa sungkan terpatri dalam benaknya.

” Tyo. Gue bikin minum dulu ya!”

Kamal menuju dapur setelah Tyo setuju dibuatkan minum. Hawa AC menghiasi kamar Kamal dan membuat Tyo melepas rasa kantuk dengan nyaman. Tangannya seperti tanaman yang merambat ke segala arah. Sampai ia menemukan sesuatu yang ia raba di bawah bantal. Saat melihat sesuatu di balik bantal, rasa terkejut segera menghiasi sanubari Tyo.

Sebuah majalah porno dengan sampul depan berupa foto pria yang hanya mengenakan g-string ia temukan. Tyo tidak menyangka, Kamal suka berlangganan majalah porno khusus kaum gay tersebut. Sayangnya, Tyo tidak mengembalikan ke tempat semula, melainkan ia ikut membacanya.

Halaman demi halaman hanya disuguhkan foto pria dengan busana yang minim hingga tanpa busana. Tyo seperti terbuai dengan pemandangan yang bagi sebagian besar masyarakat di negeri ini dianggap tabu. Di tengah perjalanan untai pandang tersebut, suara pria menghentikan perjalanannya.

” Itu majalah gue, Tyo.”

Tyo langsung menengok kepalanya secepat angin bertiup dari gunung. Kamal langsung ambil majalah tersebut dan menyimpan di lemari yang ia kunci.
Kamal lalu mengambil kursi dan duduk berhadapan. Dan cerita itu dimulai dengan nada berat.

” Tyo. Sebenarnya, gue gay. Seperti yang lo lihat, gue banyak mengoleksi majalah seperti itu. Ada 20 majalah. Gue tahu, seorang gay pasti ditolak di lingkungannya. Mungkin aja, lo juga akan ambil jarak setelah pengakuan ini. Tapi, lo perlu tahu, gue kayak gini bukan tanpa sebab.”.

Kamal terhenti saat melanjutkan ceritanya. Dalam lubuk hati terdalam, ia tidak mau orang menjauhi dirinya hanya karena ia seperti itu. Perlahan, tangan Tyo memegang tangannya Kamal. Memberinya semangat untuk tetap bercerita.

Diketahui, Kamal pernah memiliki masa lalu yang kelam terkait perempuan. Ibunya meninggalkan Kamal saat berusia 4 tahun. Disaat keluarga tersebut masih berstatus keluarga kurang mampu. Ibunya lebih memilih pria selingkuhannya, seorang pengusaha muda terkenal daripada ayahnya yang hanya seorang staf junior bidang pemasaran di sebuah bank swasta.

2 bulan setelah peristiwa itu, ayahnya menikah dengan sahabat ibunya yang kasihan dengan kondisi ekonomi ayahnya. Ia pun berkenalan dengan saudara tirinya, Sila atau Sahila Hasyim. Sila cepat akrab dengan Kamal dan menganggap Kamal sebagai kakaknya. Ibu tirinya sangat baik pada Kamal.Namun itu tidak menghilangkan rasa kelamnya terhadap perempuan.

Saat SMP, Kamal pernah berpacaran 3 kali. Namun semuanya berakhir dengan kata putus. Cewek pertama diketahui selingkuh setelah ia tertarik dengan cowok yang lebih atletis dibandingkan dirinya. Cewek kedua selingkuh dengan bintang basket di sekolahnya.Cewek ketiga juga selingkuh dengan om-om kaya.Akibatnya, Kamal trauma dengan pacaran.Dan tentunya, peristiwa itu mengubah perilaku dirinya terhadap pria.

Kamal mulai mengenal dunia fitnesssaat kelas 3 SMP.Saat masih pacaran dengan cewek ketiga nya. Pertama kali, ia mencoba treadmill sebagai pelatihan fisiknya. Satu bulan disana, ia intens dengan angkat beban. Personal trainer pembimbingnya yang berusia 21 tahun, Rizal kagum dengan usaha Kamal membentuk badannya.

Kamal pun menyertainya dengan menganut pola makan vegetarian, meminum suplemen pengembang otot dan mengonsumsi susu setiap hari. Bentuk tubuh atletis pun ia raih dalam waktu empat bulan. Rizal mulai angkat topi padanya hingga kekaguman itu berlanjut dengan situasi yang tidak Kamal duga.

Suatu ketika, Kamal dengan membawa handuk menuju kamar bilas. Tiba-tiba, iatidak sengaja melihat Rizal sedang mandi. Kamal merasa, Rizal lupa menutup kamar bilas dengan sempurna hingga membuat orang diluar bisa melihatnya mandi.

Namun hal ini seperti memberi kembang api di malam yang gelap. Kamal terpesona dengan tubuhnya yang terlihat atletis hingga ia terus melihat keindahan yang tersaji seperti ayam bakar yang dihidangkan di restoran Eropa.

Kamal terkejut saat Rizal menoleh ke belakang.Ia merasa ketahuan dengan perbuatan itu lalu meminta maaf dan menutup dengan tirai.Saat memalingkan badannya, Rizal memegang lengan tangannya dan ditarik masuk ke kamar bilas.Dalamruangan yang tertutup penuh itu, Rizal mengucapkan sebuah kalimat pada Kamal dengan tatapan menggoda.

” Kamal, I love you!”

Kamal terkejut.Di satu sisi, Kamal merasa bersalah dan ingin sekali meminta maaf. Namun di sisi lain, Kamal kagum dengan tubuh Rizal yang tidak tertutup sehelai benang. Kamal yang berada dalam posisi di ujung tanduk pun meminta maaf karena melihat Rizal yang sedang mandi.Saat berbicara, Rizal menguntai sentuhan pada Kamal.Kepala,dada, perut hinggga kemaluan sudah dikunjunginya.Pengakuan pun meluncur bebas dari ucapan Kamal.

” Kak Rizal. Dari awal kakak bertemu saya, rasa kagum muncul dengan indah. Aku tahu, kakak tidak akan suka karena kita sama-sama laki-laki. Dan……”

Rizal langsung menutup bibir Kamal dengan kecupannya.Kamal pun menikmati sajian indah yang Rizal berikan dengan hati terindah.Untaian kata Rizal memberi sambungan serupa.

” Kamal, kakak juga merasa kagum saat pertama bertemu. Kalau kakak tidak ada rasa itu, mungkin kamu akan habis di tangan kakak. Tapi kakak bukan seperti itu.Kamal mau melihat tubuh kakak sedang dibersihkan ini?”

” Iya, Kak!”

” Kalau gitu, Kamal tidak keberatan kalau kakak melepas pakaian Kamal?”. Pertanyaan Rizal seperti angin lembut yang membawa Kamal pada sebuah situasi yang mengharuskannya menerima.

Perlahan, pakaian Kamal terlepas dengan tangan indah Rizal.Tubuh Rizal yang masih basah tersebut mendekap Kamal hangat.Merasakan aroma tubuh pria yang sangat lihai dalam merancang strategi permainan basket ini.Tidak jarang pula, strategi ini mulai Kamal terapkan dalam menikmati Rizal.

Tidak berapa lama, Kamal telah dihiasi busa sabun yang Rizal berikan, begitupun dengan Rizal.Air pancuran meluluhkan busa yang melekat mereka disertai kecupan hangat dua insan yang mulai memekarkan rasa yang sudah mereka tanam di hati mereka.

Dengan handuk yang menutup tubuhnya, Kamal dan Rizal menuju loker untuk mengambil pakaian mereka.Saat Kamal membuka loker, Rizal menarik handuk Kamal dengan cepat.Kamal langsung menutup kemaluannya dengan tangan.Perlahan, Rizal menarik tangan dengan pelan lalu mendekapnya.

” Kamal, kamu adalah cowokku. Saat ada yang melihat tubuhmu, akulah yang harus menutupimu.Tubuhmu terlalu berharga untuk dilihat orang lain. Biarkan aku menutupimu.”

Kamal terdiam.Perbuatan usil Rizal ini memberi isyarat bahwa ia benar-benar memiliki rasa. Bahkan lebih memilikinya dibandingkan dirinya.Ruang loker mendadak hening, tanpa ada yang mengganggunya.

***

Kamal dan Rizal semakin sering merajut tali kasih yang sudah ia jalin selama 8 bulan. Tawa, canda bahkan keindahan tubuh menjadi senjata ampuh dalam memperkuat hubungan.Selain itu, Kamal sering diajak ke rumah Rizal untuk menemani dirinya meski berakhir dengan terlucutinya pakaian mereka.

Dalam balutan selimut yang menutupi tubuh indah mereka, kisah cinta itu terrajut elegan. Dan tentunya, kecupan manis Rizal mewarnai semuanya. Keindahan ini yang akan membuat Kamal bagaikan bunga yang selalu merindukan angin. Saat angin berhenti berhembus, bunga tidak akan diserbukinya.

Ada salah satu kebiasaan Rizal, yaitu bermain dengan fleshlight.Kamal yang awalnya hanya melihat aksi tersebut justru ikut mencobanya.Kamal pun menikmati permainan itu.Bahkan Rizal ikut bersamanya.Selain itu, Rizal juga mengoleksi majalah porno hingga Kamal penasaran dan ikut membacanya.Kedua benda itu menjadi alat Rizal untuk menikmati Kamal.

Di atas ranjang, kecupan panas menghiasi aroma kisah cinta pria ini. Bahkan, Kamal selalu memberi kata-kata yang membuat Rizal harus meyakinkan Kamalkalau ia adalah yang ia inginkan.

Bersambung