True Love Part 8

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Cerita Sex Dewasa True Love Part 8 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerrita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa True Love Part 7

Ada Apa Denganmu…?

Aku melangkah turun dari bus, menjejakkan kakiku kembali di Terminal Bus Rajabasa setelah seminggu lalu aku pun berada di sini untuk berangkat menenangkan diri ke rumah kakekku di Bandarjaya. Setelah peristiwa aku diputusin Pipit, aku kabur kesana dan seminggu menghilang. Bagaimanapun, aku hanya manusia biasa. Peristiwa itu benar-benar menghancurkan aku.

Setidaknya, setelah seminggu berada disana dan menyibukkan diri membantu kakekku di pasar, kini aku kembali dengan kondisi yang sedikit lebih baik.

Sesampainya aku di rumah, aku sempat bertemu dengan ibu.

Sudah pulang kamu, Raka kata ibu. Bagaimana kabar Kakekmu?

Sudah, Bu jawabku. Kakek sehat saja, beliau kirim salam buat ibu

Ibu kemudian menyiapkan makan siang untukku. Aku duduk di meja makan dan mulai menikmati makan siangku. Ibu kemudian duduk di hadapanku.

Raka kata Ibu memulai percakapan. Pipit sudah dua kali kemari, dua hari setelah kamu berangkat dan kemarin dia kesini mencarimu

Suapan dan kunyahan di mulutku terhenti. Aku terdiam menatap piringku, tak berani menatap wajah Ibu.

Ibu gak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kalian. Tapi jika itu adalah sebuah masalah, maka temuilah Pipit, selesaikan masalah di antara kalian

Aku mengangguk dan kembali meneruskan makanku. Ibu tidak meneruskan pembicaraannya, karena selama ini jika beliau sedang menasehati kami anak-anaknya, beliau hanya menyampaikan intinya saja, dan membiarkan kami mencerna dengan pikirannya sendiri dan membuat keputusan setelahnya.

Pipit dua kali ke rumahku, pikirku. Aku memang pergi ke rumah kakek hanya pamit pada ayah dan ibu, tanpa memberitahu Pipit. Lagi pula untuk apa lagi aku pamit padanya. Jika dia dua kali datang ke rumahku setelah peristiwa itu, mungkin ada yang ingin Pipit sampaikan atau ingin dijelaskan. Tapi apa? Dan apa pula gunanya?

Padahal saat berada di Bandarjaya aku sama sekali tidak mematikan handphone ku. Kenapa Pipit tidak menelpon atau sms saja aku? Malah memilih datang kemari, dan kedatangan kedua aku yakin Pipit pasti berharap aku sudah pulang. Pertanyaan demi pertanya berputar di kepalaku tanpa mampu aku jawab

-oOo-​

Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah tentang dirimu
Tentang mimpiku

Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah diriku

Entah dimana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah disana kau rindukan aku
Seperti diriku yang selalu merindukanmu
Selalu merindukanmu

Nada sambung pribadi yang terdengar saat aku menelpon Pipit sukses menghempaskan aku kembali dalam sebuah jurang rasa sedih yang sudah selama seminggu ini berusaha aku tinggalkan. Liriknya tepat sekali ya, Pit Sangat tepat buatku. Mungkin juga tepat untuk kamu sehingga kamu memilih lagu ini.

Assalamualaikum

Suara lembut Pipit terdengar menyapaku saat panggilanku di jawab oleh Pipit. Ya Tuhan, aku sangat merindukan suara lembut ini Walau Pipit sudah sangat menyakitiku, tapi rasa cintaku padanya tak pernah musnah. Bahkan kini aku sangat merindukannya

Waalaikumsalaam, Pipit jawabku bergetar penuh rasa rindu.

Kaka. suara Pipit terdengar hampir mirip dengan suaraku, jika aku boleh merasa ge-er aku bisa merasakan nada suara Pipit yang terdengar lega dan, rasanya juga penuh dengan kerinduan.

Kaka apa kabar Kemana aja seminggu ini menghilang kata Pipit lagi.

Kaka ke rumah kakek di Bandarjaya, Pit jawabku.

Lalu kami terdiam sejenak. Tak bisa dipungkiri peristiwa kemarin telah menjadi jurang yang memisahkan kami kini. Jurang dalam yang sama sekali belum terungkap kenapa harus ada di sana, yang memisahkan kami dalam kebisuan yang semakin lama semakin mengiris jiwa.

Kaka. suara Pipit memanggilku dengan lembut. Aku semakin rindu

Iya, Pit jawabku.

Pipit kemarin ke rumah Kaka

Iya Ibu cerita dua kali Pipit ke rumah Ada apa, say.., eh.. Pit? Tuh kan aku keceplosan mau memanggil Pipit dengan kata ‘sayang

Terdengar lirih suara Pipit tertawa mendengarku salah ngomong barusan. Hatiku seketika mulai mengeras mendengarnya tertawa. Paranoid dalam hati mengingatkan aku pada kekejaman yang di perbuatnya minggu lalu.

Ka Pipit sekarang di rumah Anne Kaka ada waktu gak, kalo bisa Kaka nyusul Pipit ke sini

Mau ngapain lagi anak ini Lagi pula kenapa harus di rumah Anne, sih Terbayang peristiwa minggu lalu membuatku bergidik ngeri seakan rumah Anne adalah rumah hantu.

Memangnya mau ngapain sampai Kaka harus kesana kini aku menjawab dengan nada suara yang dingin. Tanpa aku sadari aku membentuk benteng pertahanan diri.

Lama Pipit terdiam.
Ada yang ingin sekali Pipit sampaikan pada Kaka jawab Pipit lirih. Nada suaranya terdengar sangat sedih.

Apa lagi.? Kamu belum puas menyakiti Kaka ya? tukasku tajam.

Bukan, Ka suara Pipit kini terdengar sumbang seperti menahan tangis. Seketika aku luluh, menyesali ucapanku dan nada bicaraku.

Pipit akui Pipit yang salah Izinkan Pipit ketemu Kaka sekali ini saja Setelah ini Kaka silahkan jika mau membenci Pipit kata Pipit. Kini terdengar dia terisak. Tapi izinkan Pipit ketemu Kaka sekali ini Ada hal penting yang harus Pipit sampaikan agar Kaka gak salah paham

Lama kami terdiam, berkubang dalam kecamuk pikiran kami masing-masing. Seberkas harapan terbit dalam hatiku, aku kini sangat berharap jika aku menemui Pipit saat ini, maka yang akan di sampaikannya adalah permohonan maafnya, menyesali apa yang terjadi minggu lalu dan memintaku kembali menjadi kekasihnya. Ah, seandainya saja memang begitu. Tapi itu pun belum tentu. Aku masih tetap belum berani berharap, aku sangat takut harus terluka lagi.

Semua bisa terjadi, sampai aku mendengarkan apa yang akan Pipit sampaikan. Bagaimana pun aku masih sangat mencintai Pipit. Aku masih belum bisa menghilangkan rasa bahwa Pipit adalah yang terbaik bagi hidupku.

Pit

Iya, Ka

Kaka akan kesana sekarang

Terdengar helaan nafas lega Pipit di seberang sana. Kembali terdengar suaranya yang ceria penuh harap di sela sisa isakannya.

Makasih, Ka Makasih kata Pipit dalam isakan bahagianya.

Tunggu sebentar ya, Pit

Iya, Ka Pipit akan nungguin Kaka

Pit

Iya?

Kaka kangen banget ama Pipit

Terdengar suara tawa lirih Pipit.

sembilan belas? tanyanya

sembilan belas banget

Kutrima suratmu
`Tlah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu
`Kan hadirnya diriku
Didalam hari-harimu
Bersama lagi

Kau bertanya padaku
Kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa Melawan gejolak didalam dada
Yang membara menahan rasa
Pertemuan kita nanti
Saat kau ada disisiku

Semua kata rindumu semakin membuatku
`tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang
Melepas semua kerinduan
Yang terpendam…..

Bersambung