True Love Part 5

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Cerita Sex Dewasa True Love Part 5 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerrita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa True Love Part 4

Makasih Banget, Ria

Bilang bang Duh ya ampun enaknya Bilang apa rasanya, bang.. desah Ria sambil menatapku sayu.

Rasanya Oooh Rasanya lembut dan basah banget, dek erangku meladeni ocehan Ria yang masih terus aku genjot dengan bertenaga. Memek lo hangat basah tapi hangat banget

Penisku masih terus menghentak vagina Ria dengan penuh tenaga. Ria ribut sekali ketika sedang bersetubuh, tak sekedar mendesah, mengerang atau menjerit. Ria makin bernafsu bila bercinta sambil ngobrol.

Oohh.. Ria Memek lo licin banget kayak ada jus lengket di memek loo.. Enak banget rasanya ngejepit kontol gue racauku. Makin dalem kontol gue dalam memek lo, rasanya makin ngejepit, kontol gue kayak diremes Sshhh Aaahhh

Duh bang Lo bikin gue makin nafsu Ria semakin giat menggoyangkan pantatnya. Posisi misionaris ini membuat kami berbicara sambil menatap, sesekali aku melumat bibirnya atau menjilat payudaranya sementara penisku masih berayun keluar masuk dalam vagina Ria.

Memek gue rasanya penuh banget ama kontol lo Oooh.. Aahhh.. Goyang terus yang kuat bang Ria sampai memekik lirih dan merangkul erat leherku, bibir kami saling melumat. Ooohh enaaak baang Hah.. haah kalo gue giniin makin enak gak lo baang katanya sambil memainkan otot kegelnya.

Aku terus menekan pinggulku menyempurnakan persenggamaan kedua alat kelamin kami. Penyerahan diri yang total dari Ria membuatku berusaha keras untuk membuatnya puas.

Aku menghentak dengan pelan namun penuh tenaga, gaya menggoyang yang paling disukai Ria. Sesekali aku menekan begitu dalam dan lama, sambil aku menggoyangkan pinggulku berputar. Ria sampai melenguh hebat, dan turut menggoyangkan pinggulnya mengimbangiku. Ria akan segera mulai berbicara lagi, mengungkapkan perasaan nikmatnya.

Ya Tuhan, enaknyaaaa Gak apa-apa ya bang Ria ngomong terus. Ria makin horni baang Yah yah Begitu tadi enak bang Lagi.. Lagi tekan yang daleeemmm racau Ria.

Terus Riaaa Makin banyak lo ngomong makin nafsu gue ama elo balasku meladeninya. Gilaaa memek lo ketat banget Riaaa Hangat bangeeett. Basah bangeeettt

Gak enak ya bang Becek banget ya bang tanya Ria khawatir lendirnya yang membanjir malah membuatku merasa gak nyaman.

Malah enak tauuu jawabku. Kontol gue rasanya dihisap ama memek loo

Buah dada kencang dan indah Ria berguncang teratur seiring irama hentakanku. Tak tahan aku mencaplok putingnyanya dengan bibirku, menghisap dan menjilatinya kiri dan kanan. Posisi ini bertahan sampai pada akhirnya Ria mendesah makin keras pertanda orgasmenya akan segera sampai.

Terus baaanng Dikit lagi gue nyampe Duh enaknya ngentot ama lo bangg.. kata Ria hampir menjerit.

Ooohoooh Iya.. iyah.. yah.. yah ooohhh gue nyampe baaannggg pekiknya melepas orgasme. Badannya melengkung, matanya terbeliak hingga hanya tampak bagian putihnya saja. Kakinya erat melingkari pinggulku, menekan lebih dalam menyempurnakan orgasme Ria.

Aku semakin keras menekan, tidak lagi menaikturunkan pinggulku, hanya menekan sambil mencoba terus berputar. Ria sampai gemetar, orgasmenya yang panjang dan lama memberikan sensasi pijatan hebat di penisku.

Begitu belitan kakinya mengendur, aku segera menghentak penisku sekuat tenaga dan cepat mengejar orgasmeku yang sebentar lagi aku raih. Akibatnya Ria semakin tenggelam dalam orgasme susulan yang membuatnya hanya mampu membuka mulutnya tanpa mampu bersuara.

Riaaa gue nyampe Riaaaa. Desahku sambil membenamkan penisku dalam-dalam. Ria kembali membelit pinggulku dengan ketatnya.

Badai orgasme ini, melenakan diriku sesaat. Rasanya yang begitu nikmat membuatku seakan meleleh, mencair memasuki tubuh Ria. Setelah badai itu berlalu, kami saling menatap dan tersenyum.

Makin heboh aja lo kataku menggodanya.

Habiiisss enak banget sih bang jawabnya manja sambil memeluk leherku dan membenamkan kepalanya di sana.

Tubuhku bergulir ke samping tubuh Ria, mengakibatkan lepasnya penisku dari himpitan vaginanya. Kami terus ngobrol sambil melepas lelah, bercanda dan tertawa pelan mengomentari persetubuhan kami barusan. Sungguh, bersama Ria dan seluruh kenikmatan yang dia berikan dari tubuhnya yang indah, benar-benar mampu sejenak melupakan kegalauan yang menderaku sejak pagi.

Ria juga tampak sangat pengertian, saat aku sadari dia sama sekali tak pernah menyinggung lagi soal undangan pernikahan Pipit.

Lalu kami bergerak ke kamar mandi membersihkan diri, dan di kamar mandi kami pun mengulangi permainan cinta ini dengan penuh gelora. Aku menyetubuhinya di bawah siraman shower dengan posisi doggy. Kembali kami memperoleh orgasme yang hampir bersamaan.

Sampai akhirnya hari pun menjelang sore, aku mengantar Ria kembali ke rumahnya dengan mobilku. Sepanjang jalan aku dan Ria masih terus ngobrol, bercanda dan tertawa sambil tak lupa tangan kami yang sering iseng saling meraba bagian tubuh sensitif kami satu sama lain.

Makasih banyak ya, Ria kataku saat kami sampai di depan pagar rumahnya.

Sama-sama abangku sayang balasnya sambil memelukku.
Kaca mobil yang gelap membuat kami yakin akan tetap aman dari pandangan orang luar walau kami bercinta sekalipun.

Ria merangkul leherku erat, memberikan banyak ciuman di wajahku, sampai akhirnya kami terlibat dalam ciuman bibir yang lama dan begitu mesra.

Kalo lo masih kepikiran soal Pipit, lo kabari aja gue bang kata Ria setelah ciuman kami terlepas. Gue akan selalu ada buat nemenin lo..

Iya, Say Makasih banget ya Lo selalu ada buat gue, selalu baik ama gue jawabku tulus.
Gue sayang banget ama lo, Ria kataku sambil memeluknya kembali, dan mencium kening Ria mesra. Perbuatanku itu ternyata mampu membuat Ria terlihat sangat bahagia.

Gue juga bang Gue sayaaaang banget ama lo katanya sambil tersenyum bahagia.
Ya udah Gue pulang ya bang

iya, say

Ria membuka pintu mobil, dan bergerak keluar dari mobilku. Tanganku masih sempat mencolek belahan vaginanya dari belakang saat Ria turun dari mobilku. Ria sampai terlonjak kaget. Matanya mendelik lucu, gak terima dengan seranganku yang diam-diam dan tak sempat dia balas karena keburu turun dari mobilku.

Iiih.. jahat banget sih lo, bang Seenaknya aja nyolek-nyolek bini orang omelnya lucu. awas lo ya.. gue bales nanti

Sambil melambaikan tangan pamit padanya, aku melajukan mobilku kembali ke kost.

Bersambung