True Love Part 16

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Cerita Sex Dewasa True Love Part 16 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerrita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa True Love Part 15

Ah, Nova

Aku terbangun karena merasakan geli yang teramat sangat di bawah sana. Beberapa jenak mataku mengerjap, mengumpulkan kesadaranku dan menatap ke arah penisku. Kepala Nova berada di tengah selangkanganku, terkadang naik turun dengan perlahan, mulut dan lidahnya melumat penisku dengan lembut.

Aku kembali memejamkan mata, kali ini karena rasa nikmat karena oral yang dilakukan Nova. Aku mencoba untuk terus pura-pura tidur, membiarkan Nova bisa menikmati mainannya sepuasnya.

Nova sangat telaten bila mengoral penisku. Dia akan melakukannya dengan lembut. Tak pernah Nova menghisap penisku dengan penuh nafsu, namun Nova betah membenamkan penisku di dalam mulutnya, untuk kemudian Nova mengemut penisku lama-lama, dan berkonsentrasi pada lidahnya membelai penisku.

Sesekali dia akan memaju mundurkan kepalanya, saat itulah Nova agak menghisap penisku untuk kemudian kembali mengemutnya berlama-lama. Aku suka sekali cara Nova memberikan oralsex, geli dan nikmatnya akan bergerak perlahan namun pasti membawaku ke arah ejakulasi secara bertahap.

Mungkin karena sudah cukup lama mengoral penisku tapi tak juga membuatku terbangun, Nova kemudian menghentikan kegiatannya, dan beringsut ke sisiku dan merebahkan kembali tubuhnya. Nova memelukku seperti aku ini guling.

Aku membuka mataku, dan mata kami saling menatap. Rupanya Nova sedang menatapku. Seutas senyum manis menghiasi bibirnya yang indah.

Kok berhenti? tanyaku.

Iiiihh Nakal.. sergah Nova sambil mencubit putingku Udah bangun dari tadi ya.

Aku hanya meringis karena cubitannya. Kemudian aku mencium kening Nova.

Makasih ya , sayang Itu tadi nikmat banget kataku tulus.

Nova hanya tersenyum, lalu kembali memelukku erat. Tanganku membelai punggungnya yang telanjang, sementara tangan Nova terus membelai penisku yang tegak dengan penuh kelembutan. Sesekali jari-jarinya memijit dan menggelitiki penisku, menggaruk lembut dengan kukunya. Nikmat.

Ka

Hmmm.

Masih ngantuk, gak?

Kenapa emangnya?

Nova menatapku tanpa menjawab, kemudia Nova bergerak menindihku. Tangannya yang masih membelai penisku tadi, bergerak mengatur posisi penisku agar tepat berada di belahan kewanitaannya yang ternyata telah basah, setelah posisinya tepat Nova mulai mendudukiku, membuat penisku menempel ketat di belahan vaginanya.

Nova mulai bergoyak perlahan maju mundur, menggesekkan penisku pada vaginanya, menggesek klitorisnya dengan intens. Ini lah posisi akhir kami saat petting, saling menggesek tanpa pernah aku mencoba untuk memasuki Nova.

Nova mendesah karena goyangannya sendiri, karena merasakan nikmat saat penisku menggesek klitorisnya. Cairan kewanitaannya yang mengalir membuat penisku mudah untuk meluncur di sela lipatan vaginanya. Aku mengerang pelan, aku juga merasakan nikmat karena rasanya penisku seperti diurut. Tangan Nova menekan dadaku, menjadikannya tumpuan sementara vaginanya menggesek penisku.

Tanganku bergerak membelai kedua buah dada Nova, memberikan kenikmatan ganda padanya. Penisku yang tegak mengeras terus menggesek klitorisnya, membuat Nova semakin memuncak nafsunya karena kedua titik sensitifnya dirangsang terus menenus. Tanganku meraih telapak tangan Nova, jari-jari kami saling bertaut, saling perpegangan agar aku bisa membantu Nova mendapatkan tumpuan ideal mengimbangi gerakan goyang pinggul Nova.

Mataku menatap cincin emas putih yang tadi aku berikan sebagai hadiah ulangtahunnya.

Selamat ulang tahun, sayang ucapku sambil menatap Nova.

Makasih, sayangku balas Nova sambil tersenyum, sementara pinggulnya masih terus menari di atas penisku. Makasih buat hadiahnya, Nova suka banget lanjutnya tersenyum manis sambil melirik cincin yang melingkar di jari manisnya.

Aku tersenyum, kemudian aku mengubah posisiku agak menyender di kepala ranjang, agar bisa merengkuh Nova dalam pelukanku. Posisi ini membuat Nova bisa merangkulku dan membuatnya semakin mudah bergoyang pinggul. Penisku semakin nikmat tergesek belahan vagina Nova, ditambah cairannya yang semakin membanjir.

Raka Nova juga punya hadiah buat Raka bisik Nova di telingaku.

Oh ya? Apa tuh? tanyaku.

Nova menghentikan goyangan pinggulnya, sehingga kini penisku menempel diam di lipatan vagina Nova.

Tutup mata dulu, dong bisiknya tersenyum menatapku.

Aku memejamkan mataku, tersenyum-senyum melihat tingkah Nova. Aku kemudian merasakan bibir Nova melumat bibirku dengan lembut, kemudian mulai menggesekkan kembali alat kelamin kami dengan perlahan.

Ssrrtttt..

Ooohhh. Aaahhhh.! Nova memekik pelan, saat tiba-tiba dia dia menghentakkan pinggulnya dengan cepat.

Penisku menerobos liang vagina Nova dengan cepat, membuat rasa nyeri aku rasakan pada kulit penisku karena dihentakkan masuk ke dalam liang vagina Nova yang masih perawan dengan tiba-tiba.

Va! teriakku terkejut.

Aku berusaha menahan pinggul Nova, agar penisku tak masuk semakin dalam walau aku tahu hampir semua penisku terbenam dalam liang vagina Nova. Tampak Nova mengernyitkan dahinya sambil menggigit bibir, matanya terpejam erat, dan dari wajahnya tampak jelas kalau Nova sedang berusaha menahan rasa nyeri. Tapi Nova terus memaksa mendesakkan pinggulnya, sehingga tak sampai dua detik Nova berhasil menenggelamkan seluruh penisku dalam vaginanya.

Ini hadiahnya, Ka kata Nova sambil tersenggal diantara rasa perihnya, menatapku dalam-dalam. Ambillah Nova berikan buat Raka karena Nova cinta banget ama Raka

Aku menatap Nova dalam-dalam, seakan tak percaya pada apa yang dilakukan Nova untukku. Nova baru saja sudah memberikan miliknya yang paling berharga. Keperawanannya.

Nova balas menatapku, senyum yang terukir di wajahnya tampak begitu tulus memberikan miliknya yang paling berharga buatku, dan tatap matanya tampak begitu bahagia.

Aku merengkuh Nova, membenamkannya erat ke dalam pelukanku.

Sementara kelamin kami masih bersatu, penisku yang tegak keras menancap dalam liang vagina Nova yang terasa begitu ketat, hangat dan terasa berdenyut. Tak ada gerakan, hanya denyut yang terasa di kedua kelamin kami yang bersatu.

Pipiku menempel di pipi Nova, sementara tanganku erat memeluk tubuhnya. Nova balas memelukku tak kalah eratnya.

Terimakasih, sayangku. Bisikku lembut di telinganya. I love you.

I love you too, Raka bisik Nova sambil mencium leherku.

Jujur, aku sungguh terharu saat ini. Terharu pada pengorbanan Nova. Terasa sekali apa yang dilakukan Nova saat ini dan apa yang baru saja diberikan olehnya adalah tanda bahwa Nova sangat mencintai aku. Aku begitu tersentuh, apa yang Nova lakukan ternyata sukses membelai hatiku sekaligus membuatnya terasa hangat. Aku bahagia.

Lama aku terpejam menikmati moment ini, merengkuh Nova yang balas memelukku erat. Sungguh aku masih tak menyangka pada apa yang dilakukan Nova, pada apa yang diberikannya.

Oh, bukan

Aku masih terpana pada apa yang terjadi pada kami saat ini.

Tiba-tiba aku teringat Pipit, sekilas bayangannya melintas cepat di dalam benakku.

Matanya menatap dingin ke arahku.

Bersambung