Tiara’s Story S2 Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Tamat

Aku memasuki area cibubur ketika Notifikasi HP ku berbunyi, ada call dari nomer tak dikenal, bukan dari nomor marissa.

“Ya siang, dengan Andre Laksamana”

“Siang Pak Andre dengan Jenny Pak”

“Jenny siapa ya?”

“Saya Jenni, Personal Assistant nya bu Lidia, pak.”

“Iya, ada yang bisa saya bantu bu Jenni?”

“Saya mau konfirmasi jadwal Pak Andre untuk ketemu dengan bu Lidia, pak.”

“Boleh, kira-kira kapan ya? Diluar jam kerja atau hari kerja sih..”

“Bapak nyaman kalau di hari minggu?”

“Boleh aja, minggu kapan?”

“Apakah Pak Andre bisa kalau besok jam 09.00, nanti alamatnya saya kirim?”

“Hhhmmm… Boleh saya confirm dua jam lagi?”

“Boleh pak. Mohon infokan ke nomer ini ya pak Andre”

“Siap bu Jenni”

***

Sama seperti minggu lalu, tiara membongkar pakaian di koperku untuk dicuci.

“Pah, jas mu koq gak ada?”

“Sorry lupa, ada di mobil”

“Emang kamu gk pake?”

“Pake, tapi ud dicuci. ada jatah free laundry”

“Udah mulai jadi special guest ya?”

“Kayaknya, kan bakalan tiga bulan di sana”

“Ya worth buat mereka sih sayang”

“Aku pikir daripada istriku ini yg capek nyuci, kan mendingan dicuci laundry kan..”

“Iya, pinter..”

“Celana dalem kamu koq kurang satu?”

“Hah?! Waduh berarti ketinggalan” kataku sambil berpikir

Pasti dicuci marissa, soalnya itu celdam yg aku pake waktu aku ngentotin dia dan waktu itu buat lap cairan vagina marissa yang kemana-mana.

“Kamu koq ada aja yg ketinggalan sih? Kemarin kamu ketinggalan kaos yang abu-abu”

“What?! Masak sih?” Kataku pura2 kaget

“Iya tau.. Kamu gak care banget sih sama yg kayak gitu. Apa perlu aku ikut biar bisa siapin dan rapiin baju kamu?” kata tiara cemberut

“Hhhmm… Boleh yuks..”

“Trus anakmu sekolahnya gimana?”

“Libur aja tiap jumat hehehehe”

“Kasian tau, pah.. Nggak ah.. ”

“Ya udah.. BTW aku ada offering, minggu pagi jam 09.00, aku ada konsul sama cewek namanya Lidia. Dia direktur finance di PT… Cucunya pak A. Ownernya AAA Group”

“Hhmmm…. Minggu waktu kamu sama anak2 loh pak..”

“Makanya aku blum bilang iya.. Aku mau tanya kamu dulu”

“Cewek, chinese, cucunya konglo, pasti cantik” ada nada cemburu dalam kata-kata tiara barusan.

“Emang sih.. Cantik. Tapi agak chubby gitu”

“Hati hati ya… Dia ud merit blom?”

“Itu aku gak tau sayang.. Gini deh, aku assesment dia dulu besok jam 9. Klo kira-kira aku ada feeling gak beres, aku gak terusin ya..”

“Okey ” kata tiara dingin.

Aku ke halaman belakang, dan chat ke Jenni.

“mbak, aku besok bisa jam 09.00”

“Nice pak. Saya kabari bu lidia dulu, trus nanti pak Andre akan saya update lokasi ketemunya ya..”

“Sip”

“Thanks pak”

“UR Welcome”

Tiara menyusulku ke halaman belakang,

“Pah, jalan2 yuks. Ajak anak2, kamu kan berapa minggu ini sibuk terus” kata tiara masih dengan nada ketus

“Boleh sayang, mau jalan kemana?”

Dan sore itu kami habiskan dengan nongkrong di salah satu mall terbesar di Jakarta di wilayah pondok indah.

Tiara? Dengan pakaian celana panjang jeans ketat sobek2 sampai paha, kaos ketat tanpa lengan, dan makeup tipis seperlunya. Rambut berombak kemerahan alami dibiarkan tergerai. Pasti dong mendapatkan perhatian dari laki2 lain walaupun menggandeng dua cowok kecil yg tengil yang gak bisa diam serta didampingi tukang pukul tinggi besar kayak aku.

Cakepnya sih emang kelewatan biniku ini. Bodynya ituloh, gak beda sama sekali dari waktu gadis. Beratnya masih sama tanpa ada usaha diet sama sekali. Tiara seolah ingin memberikan penegasan kepadaku bahwa ia masih menjadi magnet buat laki-laki lain dengan kondisinya sekarang.

Pastinya kalau aku macam-macam, tiara akan dengan mudah membalasku. Jujur aja sih ada rasa cemburu plus bangga dengan cara mata lelaki lain memandang istriku ini. Dengan segera aku gandengan tangan tiara dan tidak aku lepas sepanjang sore ini.

Aku bayangin jalan ke mall, didampingi marissa dan tiara, dua-duanya bawa anak dari aku. Pasti banyak laki2 akan langsung tanyain aku apa rahasianya hahahahahaha

Malam hari menjelang tidur selesai bebersih, tiara menghampiri aku.

“mas.. “

“iya…”

“Kamu tadi posesif banget sih waktu di mall”

“maksudnya..”

“kamu gandeng aku terus kayak aku bakalan kabur gitu..”

“kamu sadar gak, pakaian kamu tadi jeans sobek2 sampe ke paha?”

“iya. Sadar?”

“trus maksudnya apa?”

“gak ada.. nyaman aja pake jeans itu..”

“trus kamu sadar gak? Tadi kamu sensual banget”

“hhhmmm.. masak sih?”

“iya tau!.. jeans sobek-sobek, kaos ketat tanpa lengan, trus rambut digerai berantakan gitu, itu tuh sensual banget makanya banyak cowok yang liatin kamu”

“kalau soal cowok ngeliatin bukannya udah dari dulu?”

“iya tapi yang mupeng kali ini lebih banyak tau!”

“ish.. kamu cemburu ya mas?”

“nggak”

“klo gitu nanti aku pake super short jeans sama kaos kuntung biar pantatku dan perutku kemana-mana”

“kamu emang mau diliatin mas-mas di mal?”

“biar aja.. biar mereka berfantasi xiixixixi tapi kan dalemannya tetep kamu yang bisa lihat.”

“koq kamu nakal sih…”

“biarin aja..”

“kamu cemburu ya? Aku besok mau ketemu sama lidia?”

“ish.. ngapain juga? Helllbbb” Bibir tiara langsung aku serang dengan kasar…

“Sshhh… kamu koq kasar sih, mas?”

“emang kenapa?”

“Oohhh.. gitu ya..” kemudian tiara membalasku dengan menyerang bibirku juga dengan kasar. Api cemburu yang sebenarnya masih redup sudah cukup membakar kami rupanya.

Aku segera membalas serangannya dengan kasar juga, bibir kamu bertemu saling berpagut dengan kasar, dengan air liur udah tumpah kemana-mana tanpa kami sadari.

Aku menjambak rambutnya dan menarik kepalanya menjauhi aku untuk mengambil sedikit udara, tapi tiara membalas dengan memegang kepalaku dan menghantam bibirku dengan bibirnya. Suasana panas dan mulai membakar api birahi kami. Nafas kami sudah memburu.

Sementara bibirku dengan kasar melumat bibirnya, tanganku juga meremas-remas toketnya dengan kasar.

“aasccchhhh… sakit tau!” kata tiara agak marah tapi kemudian malah kembali melumat bibirku dengan tak kurang kasarnya.

“Acchh… sakit…” kataku ketika dengan nakalnya tiara mengigit bibirku

“Biarin! Aasshchhh sakit mas..” tiara memandangku dengan wajah berapi api, ketika aku memilin putingnya dengan keras dari balik piyamanya. Kemudian dia segera menyambar dadaku dan mengigitnya dari balik kaos ku

“Acchh.. sakit tau, tuh berbekas..” kataku marah sembari kembali menunjukkan bekas di balik kaosku.

Tiara kemudian menjauh, melepas seluruh pakaiannya dan kembali ke tempat tidur lalu mengangkang lebar di atas wajahku yang terlentang.

“nih makan memek ku! Awas jangan berhenti sebelum aku orgasme!!” kata tiara tegas sambil menjambak rambutku dan menekan mukaku ke memeknya lalu menjepit kepalaku menggunakan pahanya.

Aku segera mengeluarkan jurus jilat jepit isap di depan memeknya. Lidahku aktif menjelajah setiap centi vagina basahnya dan sesekali menjepit klitorisnya dengan bibirku dibarengi usapan lembut dengan lidahku. Cairan yang mulai meleleh dari dalam aku hisap tak berbekas.

“masssshhhh… eergggghhh… enak bbaannggeettt…”

“Isep sayang… isep semua lendir aku sayang…”

Pinggulnya bergerak kasar membuat gerakan maju mundur dan bibir memeknya menggesek bibirku.

“ssshhhh… sayang… enaak baannggeettt…. Telan sayang.. telan semua sayang….”

“bentar sayang.. sssshhhh… bentar akkuuu balik dulu, kontol kelihatan enak banget, aku mau isep”

Tiara membalikan badan dan memposisikan kembali memeknya di atas mulutku kemudian segera merunduk melahap kontolku dengan lahap

“Gilaaa.. enak bangget sayang…” kataku gak tahan ketika lidahnya mengitari kepala kontolku di dalam mulutnya. Konsentrasiku melakukan proses jilmek jadi berantakan ritmenya.
Merasakan sensasi cewek secantik tiara doyan ngemut kontol membangkitkan seluruh keliaranku. Tak pernah bisa dibayangkan sebelumnya kalau dia akan sedemikian doyan sama kontol.

Tiara sejenak melepaskan kontolku dari mulutnya,

“Ngapain berhenti? Jilat terus memekku!” katanya galak

“aku gak kuat, sayang.. enak banget”

“ayo jil…aassshhhhh” kalimatnya gk selesai karena aku langsung mencubit klitorisnya dengan bibirku sekaligus memilinnya.

“Nakal ya kamu mas.. bales nih!”

Jarinya menekan aorta balik di kontolku membuat darah yang terpompa gak bisa kembali dan secara otomatis membuat kepala kontolku membesar maksimal dipenuhi aliran darah tanpa tersirkulasi. Kepala kontolku jadi super sensitif, setiap gerakan kecil lidahnya membelai glans di belakang kepala kontolku bagaikan setrum yang membuat kontolku berdenyut kuat, aku menyerah.

“ssshh.. udah.. udah… nanti aku keluar..”

Kataku sambil berguling melemparkan tubuh tiara ke samping.

Tiara tersenyum nakal,

“segitu aja nih, mas andre yang katanya gagah?”

Sialan…

“nungging!” kataku sambil mengatur tubuhnya dengan kasar

“Cewek gak tau malu!!!… cakep cakep doyan kontol !!”

Tiara nungging di depan aku menampilkan pantat putihnya membentuk seperti hati dan membuka memeknya secara otomatis.

“Nih.. lontemu minta dikontolin cepet!! Jangan pelan-pelan!” katanya galak

Aku tampar pantat putihnya sekali langsung menimbulkan bekas tangan kemerahan menodai pantat putih mulusnya dan langsung ku sodokan kontoku ke dalam memek merah merekah yang udah basah dengan lendir wanita ini.

“aaarrgg…hhhhhhhsssss…”

Tiara mengerang, ketika sepenuhnya kontolku masuk dan dengan kasar menabrak batas di dalam memeknya.
Aku langsung memompa kontolku cepat dan kasar. Dan setiap kali menghujam dalam, aku merasa menemukan batas di dalam sana.

“Aassshhhh… aaashhhh…. Assshhh…. “ tiara hanya bisa mendesah, sembari jarinya menjambak sprei tempat tidur merasakah ngilu di dalam rahimya.

Aku terus memacu sodokanku dan semakin lama semakin cepat dan kasar. Gak sampai 10 menit tubuh tiara bergetar, memeknya menjepit kuat dan meremas kontolku.

“mas…ssshhh… mas… sshhhhh… aaakkkuuu keeelllluuaaarrrr…aaarrgggggghhhhh… kata tiara sambil menenggelamkan wajahnya di bantal.

Jepitan memeknya kuat banget, bikin aku gak tahan juga, cuma beberapa gerakan lagi kemudian aku menyusulnya mencapai orgasme.

“Rrrggg….. ara….. ssshhhh… rrrrggggghhhhhhhh…” aku mengerang sambil menekan kontolku sekuat-kuatnya.

“Aaaaaccchhhhhhhh!!!!”

Tiara memekik panjang akibat gerakanku itu, pasti rasa ngilunya maksimal

aku terdiam sejenak membiarkan kedutan kontolku yang memuncratkan sperma dalam memeknya melaksanakan tugas pembenihan ini. Setelahnya aku langsung ambruk lemas di atas tubuh tiara dengan kontolku masih tertancap di dalam memek istriku ini.

Kami terdiam cukup lama mencoba mengatur nafas masing-masing.
Tangan tiara kemudian meraih rambutku dan membelainya…

“enak banget mas… enak banget sayang…” katanya lirih

Aku sibakkan rambutnya, dan ku cium lehernya…

“amote ara….”

“amote mas..”

Aku kemudian menggulingkan tubuhku di sampingnya, membebaskan tiara dari beban tubuhku. Gantian tiara yang naik di atasku.

Matanya menatap mataku, ku usap bibirnya yang merah, kenyal dan basah dengan ibu jariku, tiara bereaksi dengan mengulumnya kemudian tersenyum cantik banget.

“kamu cantik ara…”

“kamu koq gak ganteng, mas.. xixixixi”

“biarin biar gak ganteng bisa bikin cewek cakep doyan ngentot”

“kalau itu bener xixixi….. aku doyan banget ngentot sama kamu mas..
Enak banget tadi dikasarin sama kamu, jarang-jarang loh..”

“udah jadi cewek liar ya ara-ku ini..”

“kamu klo cemburu jadi maksimal banget ngacengnya tau….., udah gitu jadi kasar. Nyodoknya berasa banget makanya tadi aku bentar banget kan..”

“suka ya kamu dikasarin kayak tadi”

“kalau kasar cuma sampai kayak tadi sih, malah bikin tambah enak ya..
Yuks bebersih, trus bobo, klo kontolmu ngaceng lagi aku perkosa ya.. xixixixi
memekku lagi pengen dikontolin terus nih xixixixixi”

Bersambung