The Moon Is Shining Part 17

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Tamat
Masih Hari ke-5/6. Sinta – Santi

Hari itu semuanya berjalan seperti biasanya yang tak lagi sama dengan biasa seminggu lalu.

Jelas ga sama lah…

Minggu lalu biasanya aku sarapan sama ibu doang soalnya…
Minggu lalu bobo sendiri soalnya
Mandi sendiri juga, eh kadang minggu ini mandinya juga sendiri sih.

Ha ha ha

Hari ini hari kamis, eh jum’at ding, dan kebetulan tanggal merah…

Libur deh pake panjang lagi.

Luar biasa…

He he he…

Lagi enak2 malas2an di kamar, sembari tidur….

Brugh….
Lagi2 bantal melayang….

“Hadeww…. Pagi2 dah mau tidur lagi, enak saja, masa Santi didiemin mas ?”

“Lhaa…. Memangnya ada apa Santi sayang ? Sini2 mas kelonin saja deh, dari kemaren dilempar bantal terus mas nya”

“hi hi hi, dasar mas Budi mesum, pagi2 ngajak kelonan hi hi hi”

“Lha enaknya khan kelonan kalau libur gini San, ha ha ha”

Sambil berkata, aku tarik tangan Santi hingga terjerembab di tempat tidur. Kupeluk dia dan kucium bibirnya dalam satu sergapan.

Rupanya Santi sembari kaget membalas ciumanku sehingga lidah kami saling membelit mulut kami seolah menyatu lumer.

Tanganku tak tinggal diam, seolah kelaparan gara2 kentang yang tak berkesudahan dari kemaren yang bagai proses mainjungkat jungkit naik tutun tak tentu arah dan tujuan.

Santi bergetar tubuhnya kala tangan kiriku meremas pantatnya yang sekel dan terawat, apalagi kala tangan kananku masuk dalam bajunya dan mencari gundukan di dadanya….

Lumatan Santi menggila sambil tangannya memeluk leharku kencang.

Tangan kiriku mencari celah di roknya, masuk dan kusibak roknya sebatas pinggang, kuremas2 pantatnya lebih gila lagi…

Jari2ku menyelusup menggesek bibir veginya dari luar celana dalamnya….

Tangaku satunya masuk ke dalam branya menyingkapnya sekaligus dengan kaosnya…

Tampillah susunya yang bulat penuh dengan putingnya yang masih kemerahan….

Luar biasa indah penampilan susunya…

Tak sabar segera ku sedot putingnya….

“Mmmaaasssssss. Aaauuuchhh”

Kerjasama yang ciamik punya antara jari tanganku di bawah sana dan diputingnya dengan cubitan di puting susunya dan rojokan dari luar celana dalamnya serta kuluman, sedotan dan gigitan kecil di puting satunya praktis membuat Santi lebih kencang berteriak….

“Mmassss aaauuxhhh gilaaaaaamasss”

Seperti dugaanku, rupanya Santi dan Sinta adalah wanita yang gampang sekali menerima rangsangan dan memperoleh O hanya melalui sedikit usaha…

Sesekali ggogling saja lah denga keyword “wanita mudah orgasme” akan banyak artikel utk itu. Cobain deh… ha ha ha.

Santi melenting2 menerima O nya yang luar biasa dan diekspresikan secara luar biasa…

Mereka berdua sungguh wanita yang perlu bersyukur, karena Orgasme itu semacam rahasia yang sulit terpecahkan. Sebagian wanita sulit sekali memperolehnya sekalipun dengan usaha gigih, sehingga seumur hidupnya mungkin hanya beberapa kali meraihnya dan menyebabkan perselingkuhan.

Sebagian lagi, dengan prosentasi sangat kecil adalah wanita dengan kelebihan mudah sekali orgasme hanya dengan usaha minimal. Jenis yang ini melahirkan suami2 yang butuh tantangan diluar sehingga selingkuh juga…

Ha ha ha….
Ujung2nya selingkuh…

Yang normal ? Juga banyak yamg selingkuh lah…
Artinya selingkuh itu memang bukan hanya tergantung dari soal orgasme…

Selingkuh ya selingkuh we lah, jangan carinalasan lain sebagai pembenaran lah…
Ha ha ha…

***

Santi masih ngos2an, dengan matanya yang sayu dia memelukku dengan mesra….

“Mas, makasih ya…. Tadi itu enak sekali mas….”

“Iya sayang….. Kelihatan kok sampai kelojotan begitu ha ha ha”

“Iih mass, ngolok2 we…. Tapi Santi suka banget mas dengan perlakuan mas tadi, awalnya saja kaget lihat mas jadi mas Buas, hi hi hi tapi kesininya enak banget….”

“Tadi mau ngajak kemana sih kok bangunin mas, sayang”

“Oh tadi mau ngajak mas jalan2 lihat2 gerai punyaku dan punya Tiara, biar mas tuh punya wawasan feminim, karena nantinya kita khan mau buat “kota wanita” mas…”

“Jam berapa berangkat ?”

“Harusnya tadi berangkat mas, cuma kalau ada enak2 ngapain buru2 mas, hi hi hi”
“Lho jadinya yang lain sudah pada siap pergi?”

“Hi hi hi, yang lain tuh di depan pintu kamar kalli.mas, mungkin sudah bete habis dengar aku menjerit2 disiksa sama mas hi hi hi

Biarin mas, wong 3 hari aku ma Sinta dibikin mumeet juga kok, lha aku khan tidur disebelah, pas mas sama Tiara apalagi Wanda beuh…. Mumet kami mas, soalnya pengen jadi juga sih hi hi hi”

“Balas dendam ini ceritanya ? Ha ha ha”

“Hi hi hi sedikit pengen mereka iri saja mas hi hi hi”

***

Benar saja, begitu aku buka pintu kamar, 4 gadisku diluar sudah menanti dengan wajah2 mupengnya.

Ternyata wanita bisa kentang dan pengen ya…

Ha ha ha
Tambah cantik lho…
Beneran…

Pertama kulihat yang terdekat denganku adalah Tiara, kudekati, kepeluk dan kecium bibirnya mesra…. Cukup lama kami berciuman…. Kubelai pipinya dan kutepuk2 punggungnya…

Kedua Kusergap Wanda, yang membalas tak kalah liarnya…
Tukar menukar air liur kami lakukan juga.
Dari semua gadisku, Wanda memang yang paling ekspresif….

Ketiga, Renata hanya perlu kutenangkan dengan pelukan mesra dan ciuman tipis di bibir.

Keempat ….. Ternyata Santi dan Sinta memelukku bersama2… berciuman bergantian

Luar biasa….
Pagi yang luar biasa….

Entah siapa yang menyangka aku bisa memperoleh rejeki ini….
Rejeki ?
Entahlah, yang jelas aku kepikiran soal ucapan Abah soal yang kelihatan baik belum tentu baik dan sebaliknya itu…

Pesan yg seolah diucapkan sekedarnya itu pastilah punya makna yang dalam, karena setahuku Abah tak pernah aneh2 dalam berkomentar.

Apa yang terlihat baik dan apa yang terlihat buruk ? Atau siapa ?
Ini soal bidadariku kah ?
Kalau iya misalnya ada apa dan kenapa harus terlihat baik atau buruk ?

Atau soal calon bapak ibu mertuakah ?
Atau soal kawan2ku kah ?
Mumet aku…

Daripada mumet ya berangkat jalan saja…

“Yuk ah mumpung masih jam 9 pagi, kita berangkat saja, eh mobil 1 atau 2 nih ?”

“Hi hi hi mobil 2 saja, Santi ma mas Budi lanjutin yang tadi ya mas, biar yang lain iri, hi hi hi”

Oala maakkkkk
Masih saja mau lanjut ?

Bukan apa, soalnya capek lho kentang mulu
He he he…

***

Entah kenapa, akhirnya beneran aku berangkat semobil dengan Santi saja…

Sementara 4 gadisku lainnya semobil, kami meluncur menapaki jalan2 di kota Bandung beriringan.

Tiara menjadi driver di depan, perlahan saja sampai ke jalan Riau…. Berhenti di bangunan yang sangat modern tapi tetap kuat kesan tradisionalnya. Padu padan bangunan yang menggunakan ACP dan aksen2 berunsur tradisional Khas Sunda pada beberapa bagian menampilkan suasana magis yang seolah mengundang orang masuk.

“Luar biasa, ini bangunan yang cantik dan menarik seolah muncul sendiri ditengah2 bangunan2 lainnya, ada ya yang bisa mendisain seperti ini”

“Hi hi hi, ini bangunan milik Tiara mas”
“Haaahhh…. Ita toh ? Mantap betul selera dia kalau begitu.”

“Ya iyalah… gadisnya mas Budi itu semua nya diatas rata2 kebanyakan orang mas, semuanya punya prestasi yang membanggakan, jangan dianggap kami ini sama dengan lainnya ya mas, hi hi hi”

“Lha iya tuh dia San, mas masih ga jelas alasan kenapa kalian berlima masih mau sama mas yang ga jelas ini, ga punya prestasi dan ga membanggakan sih ?”

“Iiih mesti deh begitu, mas Budi sayang…. Mas Budi itu luar biasa, beneran lho mas, kalau biasa2 saja mana mau mas Santi sama mas Budi pake di limain lagi, ga bakalan mau lah….

Masalahnya adalah mas Budi terlalu low profile saja, udah gitu cuek lagi, suka bikin cewek gregeten gitu mas”

“Ha ha ha…. Mana ada cewe gregetan San, sejak kecil cewek2 tuh ga ada yang mau deket ma mas Budi, jangan kata dekat, melirik juga pake sebelah mata ha ha ha ha”

“Iiihhhhh…… mas Budi nih, tanya saja sama Renata, Tiara atau Wanda kalau ga percaya ma Santi atau Sinta, uuuuh sebel.”

“Ha ha ha, tuh khan aku tuh nyebelin khan, kok kamu mau sih?”

“Iiiihhhhhhhh”

“Waaaaadddaaaaooooowww, sakit atuh San….

Tuh sampe biru2 gitu”

“Syukurin …..”

“Ha ha ha….. Duh segitunya marah2 sama mas euy, beneran nih mas mau tanya ke Santi, mas kaga mau tahu orang lain jawab apa, tapi Santi sendiri kok mau sama mas, bahkan mau berebut rame2 lima orang alasannya apa ?”

“Mmmmm… apa ya? Ini khan masalah hati, susah njelasinnya kang, pokoknya Santi mah seneng dan cinta mati deh sama mas Budi”

“Sejak kapan itu neng ? Kalau mas boleh tahu….”

“Sejak kecil sih mas, waktu itu sih kami khan sering ke sini nginep…. Mas tuh gimana ya, meski suka digodain disakiti ma kami berdua, kalau ada apa2 sama Santi atau Sinta, mas tuh kaya ga ada dendamnya sama sekali, masih saja mau sayang sama kami berdua….”

Spechless….
Kaga bisa ngomong apa2 aku nih…

Memang sih aku suka belain Santi dan Sinta kalau ada yang gangguin cuma mereka tuh memang suka menggangguku, dan ibu sepertinya sangat sayang mereka dan menyuruhku mengalah…

Kok bisa mbekas dihati ya…

Ibarat aku nih diauruh ibu maju perang, peranglah, apalagi cuma ngalah sama anak kecil yang dah ga punya ibu…

Punya ibu tiri kaga sayang lagi…

Mereka menemukan sosok seorang ibu ya di ibuku lah, bicara soal budi ya bukan aku sih yang berbudi baik sih. Ibuku lah yang luar biasa, mau2nya ngurus anak orang, disayanginnya kaya anak sendiri.

Ya sih ibu Santi dan Sinta adalah sahabat baik ibuku, begitu dekatnya kaya sudah seperti saudara. Itu juga alasan kenapa ibu dulu mau ngurusin Santi dan Sinta kala bapaknya kerja.

Tiba2 Santi memegang lenganku, mengamitnya dan direbahkan kepalanya di bahuku…

“Mas, Santi tuh dulu pernah kesel sama mas, tiap ke Bandung Masnya selalu ga ada, yang ini lah yang itulah, Santi kangen cuma ga berani bicara…

Ibarat Santi dan Sinta tuh dah sepakat mau jadi istri mas, kok masnya kaga ada mikirin Santi dan Sinta…

Sampai akhirnya Santi memutuskan pengen buat mas cemburu gara2 Santi dan Sinta pacaran. Ga ada rasa apapun sih, cuma pengen saja bikin mas cemburu.

Eh kaga tahunya punya pacar sekali2nya malah mau memperkosa kami mas….
Untung ada mas..”

“Eh….?”

“Santi tahu kok yang nyelametin kita adalah mas, cuma Santi diam saja, ga enak sama Sinta. Santi tahu kok Santi belom diapain..

Lha Sinta….

Cuma Santi tuh berasa bersalah banget sama Mas, juga berterima kasih banget…
Soalnya sampai sekarang mas ga cerita apa2 seolah kaga tahu apa2”

“Eh…?”

“makasih ya mas, sudah nolongin kami berdua, sekalipun Sinta…. Hiks hiks hiks……
Mas ga usah tutupin lagi deh kalau mas yang nolongin kami berdua lewat mang Ajum.

Santi kemaren ketemu mang Ajum nanyain soalnya, begitu tahu dari Renata kalau mang Ajum adalah anak buah mas…”

“Huuufffff….. Gitu ya….
Jadi nih cinta dan sayang bener2 gara2 hutang budi ya….”

“Iiihhhh…. Mas ini ga percayaan bener sih, apan sudah diceritaiin kalau Santi ma Sinta itu sayang dan cinta sejak dduuuuulluuu. Cuma mas ga peka !!!

Soal hutang budi, ngapain hutang2an apan mas calon suami yang wajib nolongin calon istrinya ?”

“Lhaa…. Ha ha ha….
Ya sudah wes….
Iya wes…. Jangan marah2 atuh
Satunya jago mewek, kirain kembarannya jago mewek juga, tahunya jago marah2 ha ha ha…

Sini2 mas cium….. Muacchh”

“Makasih ya mas……”

Kami akhirnya bisa menempati parkir yang enak, dan keluar mobil, langsung menuju pintu masuk/entrance outlet Pakaian Wanita milik Tiara, lah tadi muter2 dulu utk dapat parkir soalnya.

Kalau belum pernah ke bandung apalagi pas libur, sebagai info saja, jalan Riau itu sangat tidak rekomended bagi yg bawa mobil sendiri, sudah habis lahan buat mobil plat B soalnya, ha ha ha

Entrance nya menarik, ga luas2 banget tapi kesannya welcome banget…

Hommy…
Warm…
Mengundang…

Tampak didalam Tiara sedang berbincang dengan seorang gadis cuaantik dan super sexy, apalagi outfitnya memang chick banget….

Kayaknya sih manajer outlet sih atau entah kalau sohibnya Tiara…

Ntah Tiara tuh kawannya siapa saja soalnya Ayu yang super sexy dan luar biasa nakal serta type penggoda tuh, ternyata sohib sejak SMA sama Tiara.

Ha ha ha…

Jadi ingat toketnya si Ayu yang super jumbo serta kencang soalnya…

***

Tahu saya sudah sampai pintu masuk utama, Tiara berteriak memanggil.

“Mas…. Sini mas…
Kenalin ini sohib aku sejak SMA, sohibnya Ayu juga

Carla Antaresti..”

“Hai, kenalkan Carla Antaresti…. Selamat datang mas Gara, hi hi hi, pacarnya eh calon nya ga kurang banyak mas ? Mau dong Carla ikutan…. Hi hi hi”

“Iihh… awas ya kalau godain masku, bisa digigit kamunya, soalnya tuh toket nggemesin sih hi hi hi”

Anjiir, Tiara kalau ngomong ga diatur gitu… ha ha ha, tapi memang toketnya Carla Brutal banget apalagi push up bra half cup lagi… beuh kayak diangkat pake tangan ke atas lah…. Meluap luap… ha ha ha

“Hai… kenalin, Budi Garam Asem, Tiara manggilnya Gara dari Garam biar kelihatan keren saja. Soal calon, hadewww…. Jangan nambahin stress deh. Ha ha ha ha…. Eh hai….. Kok bengong ?”

***

Rupanya Carla bengong lama melihatku….

Air matanya menetes mengalir di pipinya….

Tiba2 Carla melompat memelukku….
“Mas Budiiiiiii”

Bersambung