Terjebak Arisan Part 8

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19

Terjebak Arisan Part 8

Start Terjebak Arisan Part 8 | Terjebak Arisan Part 8 Start

Episode 8.

Aku berjalan mengikuti langkah Farah, Bu Rosita, Bu Dania, dan Dina. Sementara di belakangku ada Galang, Kevin, dan Dion. Hatiku berdebar kencang karena orang misterius yang menungguku di atas. Dalam perjalan tangan Dion jahil meremas pantatku. Hmm.. kutengkok kebelakang, dia nyengir sambil memamerkan penisnya yang masih menegang. Aku tersenyum dan mencubit pinggangnya.

“Dasar mesum.” bisikku pelan.

“Tapi kamu suka kan? Di atas sana ada fans kamu tuh. Kasih hadiah spesial lah buat dia. Apa kamu berani?” tantang Dion.

“Tergantung. Kalo dia lebih ganteng dari kamu, aku akan berikan kalian tontonan langka. Hihi..” jawabku.

Entah dari mana aku mendapatkan kata-kata binal seperti ini. Aku merasa hepi dengan permainan gila ini. Niatnya arisan malah dientotin anak-anak muda ganteng. Ahh.. dosa ini terlalu indah.

Akhirnya kami sampai di atas. Tapi tak ketemukan sesosok misterius itu. Wah, si Farah bohong. Hemm..

“Resty udah nggak sabar yah. Kita minum dulu sini. Kamu tentu tidak akan menolak bukan? Tenang saja. Dia sedang on the way kok. Kita tunggu dia sambil minum-minum dulu. Gimana semua ?” ucap Farah.

Aku hanya mengangguk dan menerima segelas vodka dari Galang. Aku nggak menyangka akan kembali ke dunia seperti ini. Alkohol memang mengahancurkan segalanya. Galang orangnya pendiam tapi tapi dia murah senyum. Dan penisnya itu lho kok bisa bengkok gitu yah.. ihh gemes.

“Makasih Galang. Oyah, si Dina mana?” tanyaku basa-basi

“Dina turun lagi. Ngambil hape.”

“Ohh..”

Kulihat Bu Rosita dan Bu Dania sedang berbincang serius. Sementara Kevin dan Farah berdansa dengan mesranya. Ahh.. kenapa aku nggak rela jika Kevin sama si Farah terus. Padahal kan… Ah.. lupakan. Sekarang kan ada Galang yang tak kalah manis dari si Kevin. Pipinya dekik mirip Afgan. Hmm..

“Mbak Resty mau dansa?” ajak Galang.

“Hmm. Boleh..” balasku menerima uluran tangannya

Tangan Galang meraih pinggulku. Ah.. dalam sekejap tubuhku menempel dengan tubuhnya. Aku belai perutnya yang sixpack. Pria ini tangguh pikirku. Hmm.. dia membelai punggungku sambil menatap wajahku. Cara memandangnya sungguh membuat hatiku meloncat-loncat. Ahh. Dia manis banget sih.

“Rahasianya apa sih kok cantik banget. Hidung kamu, kulit kamu, hampir tak ada cacatnya sama sekali. Dan gigi kamu rapih. Hmmff.. ” Galang malah balik memujiku. Seolah dia bisa membaca pikiranku.

Dia langsung melumat bibirku. Hmmmm…mmmh.. Ciuman Galang tak seagresif Kevin. Tapi caranya sungguh memanjakanku. Dia kecup pelan seperti permen lalu memutarkan lidahnnya ke dalam mulutku. Ashhh… Ooohhh…

Lidah Galang turun ke leherku. Disitu aku merasa tubuhku kesetrum saking nikmatnya. Ahh.. lidahnya naik lalu masuk ke dalam lubang telingaku. Aku raih penis Galang. Dia semakin kesetanan dan memeremasi pantatku dengan kencang.

“Mmmmhhh…” kami kembali berciuman hingga ludah kami menetes.

Galang semakin beringas. Dia mendorong tubuhku ke matras. Di sampingku sudah ada Kevin dan Farah yang saling mengulum bibir masing-masing.

“Auuuhh…”

Sialan si Galang. Dia langsung menyergap vaginaku dengan lidahnya. Aku mengerang sambil meremas rambutnya yang gondrong. Asshh….

“Ouuuuhh… Terus Galang!!!” rintihku.

Vaginaku sudah sangat becek. Sesekali Galang mencolok vaginaku dengan tiga jarinya hingga terdengar bunyi kecipak. Aaaaahh… Aku nggak kuat lagi!!

Plak.. plak.. plak..

“Ayo mendesahalah lebih kencang. Masa kalah sama Farah.” pancing Galang lalu meremas payudara kananku.

“Oyyyesssss!! Masukin yang dalam Kevin!!!” erang Farah.

Farah menungging sambil menepuk pantatnya, Kevin lalu melesatkan penisnya ke dalam vagina Farah. Sesekali Kevin menjambak rambut Farah yang panjangnya sebahu itu. Gila mereka.. ahh.. Sedangkan aku sendiri sudah tidak bisa menahan badai orgasmeku. Galang mempercepat kocokannya pada vaginaku.

“Kyyaaaaahhhhh!!!” aku melolong panjang.

Aku orgasme hebat. Aku sampai kejang-kejang gara-gara jari Galang. Ouuhh .. kunikmati sisa orgasme dengan meremas dua payudaraku. Setelah itu Galang mengahampiri Bu Rosita dan Bu Dania. Mereka melanjutkan acara minum-minumannya. Ahh… aku lemas tapi aku masih bisa berdiri kemudian ikut bergabung bersama mereka.

Galang yang belum puas menyodorkan penisnya ke arahku. Aku raih penisnya lalu mengocoknya perlahan. Galang tersenyum kemudia meraih kepalaku. Aku tahu apa yang ia inginkan. Kudetkan mulutku lalu mengulum penisnya yang gedhe. Ahhhmmm..

“Wah, Resty kamu pandai sekali blowjobnya.” puji Galang.

Kuperlihatkan kemampuan maksimalku. Aku gerayangi puting galang sambil mencaplok kedua mangganya. Area ini adalah area yang kusuka. Lucu dan menggemaskan. Tapi area ini katanya adalah kelemahan para pria. Hihi..

Farah dan Kevin mulai memanas. Kevin menggejot tubuh Farah dari belakang. Sementara itu Bu Rosita dan Bu Dania sedang memperkosa Dion. Mereka bergantian mengulum penis Dion di sofa sebelahku.

“Cukup. Ayo minum dulu.” Galang menyodorkan kembali gelas demi gelas.

Kemudian aku disuruh bergabung bersama Bu Dania dan Bu Rosita. Dion dan Galang tersenyum sambil melihat kami. Bu Dania menarik tanganku hingga aku berada di tengah.

“Aku mau kalian berdua menari striptis dan menggoda kita.” ujar Bu Rosita sambil menunjuk Dion dan Galang.

“Ahsiiiap tante!!” seru Galang.

“Baiklah. Lakukan sekarang!” imbuh Bu Dania.

Dion dan Galang menari dan meliukkan pinggul mereka. Kemudian mereka menggoyangkan penis yang sudah tegang-tegang. Aooow … Ini sungguh menakjubkan. Penis Dion berkali-kali di pantulkan ke hidungku. Baunya yang khas semakin membuatku bergairah.

Sementara itu Farah kini berada di atas tubuh Kevin. Suara mereka tak mau kalah dengan bisingnya musik EDM yang menggema di ruang atas sini. Aku kembali meneguk gelas yang diberikan Bu Dania. Sesekali aku jilat penis Dion. Kemudian meminum lagi vodka. Jilat lagi dan seterusnya hingga kepalaku semakin pusing. Tubuhku serasa ringan .

*Resty. Inilah surga dunia..*

Tanpa kusadari Dion si perkasa sudah berada di antara aku dan bu Dania. Dia bergantian mencaplok payudaraku lalu ke payudara Bu Dania yang lebih nesar dariku. Ahh.. Aku yang sudah tergerus nafsu membalas Dion dengan meremas putingnya sesekali kuciumi pipinya. Begitu pula Bu Dania yang lebih suka terhadapa penis Dion. Sementara di sampingku Bu Rosita mengulum penis Galang. Tapi tangan Galang justru menjamah paha dan dia kembali menyarang lubang vaginaku. Ossshh….

“AAAAAAHHHHH… KEVIN. FUCK ME HARDER BABY!!!! IYYYYESSSS FUCK!!!”

“HOOOAMMMM”

PLAK

PLAK

PLAK

PLAK

PLAK

Di bawah lantai Farah berteriak histeris menerima hujam demi hujaman penis Kevin dengan gaya doggy. Mereka sering bergonta ganti gaya. Aku pun tak tanggung menyahut jeritan histeris Farah yang kemudian disusul oleh Bu Dania dan Bu Rosita.

“AAAAACCCHH.. MASUKIN PUNYA KAMU GALANG!! PUASIN AKU SAYANG!!! AAAAAAAHHHHHHH!!!” jeritku

“AYOOO KAMU JILATIN MEMEK AKU GALANG!!” Bu Dania melangkahiku lalu berdiri di atas sofa sambil memajukan pinggulnya tepat di depan kepala Galang.

“Oooohhhhh.. aku juga mau dimasukin Dion!!” susul Bu Rosita.

Sungguh pengalaman yang tak mungkin bisa kulupakan bercinta dengan orang banyak lebih memuaskan. Ahhhh.. nikmatnya. Sodokan Galang semakin membuatku melayang. Aaahh…

Plak

Plak

Plak

Plak

Plak

“Ohhhhh… !!!”

Kami berganti posisi. Kini giliran Dion yang mengahajarku. Dion menyuruh satu tanganku untuk bertumpu pada leher sofa. Kemudian dia mengangkat satu kakiku. Asssh… Dion memasukkn penisnya. Oh.. shit.. mmmmmmppphhhhh…

Dion menciumku…

Ohh..

Plak

Plak

Plak

Plak

“Aaaahh… Terus terus.. oh….!!” desahku.

“Sini aku cupang susumu yang putih ini!!” sergap Dion langsung menghisap dada kiriku.

Srruuuuuuuuphh..

“Kyyyyaaaaahhhhhhhh!!!!!”

“Hooooooohhh… Ohhhh.ohhh…” desah Dion.

Tangan Dion meremas pantatku semakin rekat. Dan.. ahh.. ahh.. jilatan demi jilatan kembali menyerang leherku. Ashhhhh…

“Ayo rebahan sayang. Kita tuntasin ronde kita.” ujar Dion.

“Aku pasrah sayang. Ahhh..” aku terlentang di samping Farah. Kevin tersenyum padaku.

“Hay. Manis. Hari ini kamu luar biasa. Sisakan untukku yah.. hehehe.” ujar Kevin.

“Selalu ada waktu untukmu sayang.” balasku.

Tiba-tiba..

Farah tiba-tiba mengecup bibirku. Ahhhmmmmmm…. Bibir wanita ternyata lebih lembut. Aku pun tak peduli lagi jika aku dan Farah dibilang lesbi. Ahhm. Dia sungguh menggairahkan. Kubalas lumatan bibir Farah.

Di satu sisi Kevin kembali menghujami vagina Farah sama halnya dengan Dion yang menghujami vaginaku. Aaahh…

Plak

Plak

Plak

Plak

“Kyaaaaahhh… hmmmmpph” sempat kuberteriak tapi bibir Farah kembali mengunci mulutku.

Tangan Farah juga aktif meremas payudaraku. Aku membalasnya. Dan baru kali ini aku meremas payudara wanita. Rasanya kenyal dan seukuran denganku. Bedanya punya Farah lebih kendur.

“Ohhhmmmm…”

Plak

Plak

Plak

Plak

Ternyata Kevin bertukaran dengan Dion. Kini Kevin yang menyetubuhiku. Ahhh.. sayang. Inilah yang kutunggu sayang. Ahhh.. entah mengapa rasanya beda jika Kevin yang menyetubuhiku.

“Ooooggghhh!!!” punya Kevin yang paling gedhe sampe mentok di dalam vaginaku.

Farah berganti gaya. Dion menyuruhnya untuk duduk di pangkuan si perkasa.

“Ohhh.. FUCK!!” erang Farah.

Kini aku lebih fokus pada Kevin. Kevin menjamah tubuhku dengan lidah liarnya. Ahhh… Berkali-kali aku merasakan sengatan demi sengatan yang semakin memicuku untuk segera menjemput kenikmatan. Assshh…

“Terus Kevin..!!” racauku

Kevin meraih kedua tanganku kemudia merekatkan jari-jarinya. Dia mulai menaikkan tempo genjotannya. Ahhh…

Slap

Slap

Slap

Vaginaku sudah sangat becek. Aku tak kuat lagi. Ahhh.. aku hampi sampe. Mataku mendelik ke arah Kevin. Dia mengangguk seolah tahu aku hampir tuntas.

Slap

Slap

Slap

Slap

Slap

“Aku mau keluar.”

“BARENG”

SRAAAAPPPHH..

BUUUUUUMMMMMMMM

“KYYYYYYYAAAAAAAAHHHH!!!!”

CROOOTS

CROOOTS

Sperma Kevin membanjiri vaginaku. Aku sampe lemas di samping Farah yang juga hampir final dengan si Dion.

Plak

Plak

Plak

Plak

“Kyaaaaaaaaahhhh!!” lolong Farah panjang

Croooootttsss

Sementara itu Galang juga baru menumpahkan spermanya di pantat Bu Rosita dan Bu Dania. Aku tak begitu memperhatikan mereka. Aku pejamkan mataku lalu Kevin memapahku ke sofa.

Farah dan Dion pun juga sudah udahan. Wajah Farah tampak berlumuran sperma. Banyak sekali sperma Dion.

***​

Aku sudah sangat mabuk. Aku sudah tak mengingat berapa banyak gelas yang sudah kutenggak. Akhirnya, Dina naik ke atas bersama seseorang yang tak kukenal. Orang itu memakai masker dan kelihatannya dia masih sangat muda. Siapakah dia ???

“Hello, Si Tampan sudah tiba. Pesta belum usai kawan!!” seru Dina.

Pria itu berjalan sembari melucuti semua pakaiannya. Penisnya super jumbo. Bahkan ukurannya melebihi penis-penis lainnya. Aku cukup terkesima ketika dia membuka maskernya. Astaga, dia macho sekali.

“Namanya adalah Arok. Dia adalah gigolo high class. Saat aku kasih lihat foto kamu, dia tampak senang sekali bahkan istimewanya kita mendapatkan diskon 50 % membayarnya. Oyah, perlu kamu tahu Res, kamu harus berterima kasih kepada Bu Rosita. Arisan Bu Rosita sebagian disumbangkan hanya untuk memanggil pria ini. Arok, silahkan puaskan kami semua.”

“Dengan senang hati, Domina.”

Arok, mendekat kepadaku. Dia membelai pipiku lalu turun ke leher. Aku bagai kepiting rebus merasakan kegelian yang luar biasa dari sentuhan tangannya yang begitu lembut dan membuat tubuhku seperti kesetrum. Astaga, dia mengemut daun telingaku.

“Seuuupp”

“Nikmatilah hadiah istimewa dariku, Resty. Welcome to my paradise!” sorak Bu Rosita sambil menepuk pantatku.

Bu Rosita menuju ke arah Dion. Mereka kemudian bergumul. Farah dan Bu Dania menyusulnya. Sementra si Kevin memilih Dina sebagai pasangannya. Gila, si Dion melawan 3 wanita.

“Jangan hiraukan yang lain. Kamu sungguh manis sekali. Aku sampe rela dibayar setengah harga demi ngelonin kamu malam ini.” ucap Arok.

“Ahh.. aku milikmu sayang.” balasku.

Aku sudah tak mengenali diriku lagi. Aku hanya butuh kenikmatan. Sungguh aku merasa hidup jika bersama mereka. Aku bebas, aku bahagia, aku melayang.

“Achhh..” Arok membawaku ke sofa.

Aku memungging, tanganku bertumpu pada leher sofa. Dari sini aku bisa melihat pergumulan Dina dan Kevin. Mereka berdua bercinta dengan gaya misionaris. Sementara itu, Dion diserbu oleh Bu Dania, Bu Rosita, dan Farah. Bu Dania dan Bu Rosita berubatan penis. Sedangkan Farah bebas menciumi bagian atas Dion.

“Langsung yah. Aku masukin dari belakang.”

Plak..

Sesaat sebelum melesatkan penisnya ke dalam vaginaku, Arok menampar pantatku berkali-kali. Ahh.. penis Arok serasa sesak di dalam vaginaku. Kemudian dia mulai bergerak memajukan pinggulnya.

Plak

Plak

Plak

Plak

Setelah 15 menit, kami berganti gaya. Arok duduk di sofa. Sedangkan aku duduk di pangkuannya. Tubuhku naik turun di atas rudal jumbonya. Asssshh.. ini penuh banget. Tak pernah aku seliar ini. Aku ciumi kedua puting Arok, dia mengerang keenakan.

“Oohh. Shit. Lidahmu sungguh membuatku bergairah. Asssh..!!”

Jarang sekali aku mendengar pria sereaktif Arok. Dia tak sungkan untuk mendesah. Aku semakin bersemangat memberikan service vakum yang jarang kuberikan kepada siapapun. Aku bisa jika penisnya sekenceng ini.

“Tahan yah. Aku berikan sesuatu yang membuatmu akan berteriak.” kataku no

“Gila!! Dia bisa empot ayam!! Ahhhhh!!” sorak Arok.

Aku diam dan membuat Arok geleng-geleng. Sesuatu yang jarang sekali aku keluarkan. Bahkan sama suamiku pun tak pernah kuberikan. Kuharap Arok tak cepat keluar. Dia malah tersenyum lalu meremas patudaraku.

“Ohh.. thanks. But i am strong, Baby.”

“Ohh.. enak sayang.”

Kini Arok membalikkan tubuhku. Arok menguasai tubuhku. Lidahnya menari di wajahku. Mulai dari hidung telinga kemudian bermuara di mulutku. Kami berciuman cukup lama. Nafsuku semakin melayang jauh tinggi ke langit ke tujuh. Assshh…

Arok kembali memasukan penisnya ke dalam vaginaku. Kali ini dia yang bekerja. Aku hanya pasrah menikmati sodokan penisnya. Ah….

Plak

Plak

Plak

Plak

Plak

“Keluarin di dalem yah?” tanyanya

“Terserah kamu! Aaahhhh!!”

Aku tak bisa lagi membendung badai oragasme yang luar biasa ini. Aku melolong kencang hingga semua menjadi gelap. Aku melayang jauh ke langit. Aku .. ahh..

Entah untuk keberapa kalinya aku mendapatkan orgasme malam ini. Tiba-tiba hapeku berdering.

“Suamimu Calling.” seru Bu Dania.

“Sini aku bantu ke sofa.” Farah mengulurkan tangannya.

Aku tak peduli. Kubiarkan hapeku. Aku malah sibuk dengan camilan dan kembali meminum alkohol. Hoeeek.. perutku merasa mual. Aku terlalu banyak minum. Tapi aku masih ingin.. ah .

“Wait. Aku ambilin.”

“Hahahahahaha. Dina lihatin tuh. Dia sampe nangis. Dasar cengeng. Hahahahahahahaha!!” seruku tertawa.

Sumpah gila tuh bocah. Aku yang mabuk gini aja nggak sampe nangis. Dia sampe mewek. Huahahahahaha..

“Huhuhu. Ampuuun. Arok. Ahhhh!!!”

Tapi Arok sungguh luar biasa. Aku juga dibuat KO oleh dia. Kini giliran Dina merasakan genjotan super si Arok. Maut!! Cadas!! Metal!! Hoeeek!!

“Resty. Sudah jangan minum lagi. Entar kamu kena jackpot loh!” Bu Dania menahan tanganku.

PYAAAAARR

“HAHAHAHAHA.. YA AMPUN IBU DANIA SAYANG. KOK DI PECAHIN SIH!! ADUH JADI TUMPAH KAN MINUMNYA. AKU BERSIHIN SINI BU..!!!”

Aku merangkak di atas tubuh Bu Dania. Dia malah ketawa sambil teriak histeris. Oh.. tidak. Aku tahu. Ternyata spot Bu Dania di bagian pinggul kirinya. Ahaaaa.. mampos!!

“Resty sudah sayang..ahhh… Udah stop!!”

Aku benamkan kepalaku di antara dua paha Bu Dania. Rasanya seperti apa sih vagina itu. Uhhmm.. baunya gini ternyata. Ahhmm.. becek. Apakah ini minumn tadi??

“Resty!! Ahhhh!!”

“Ohhmm nyaman sekali. Kea permen.”

Aku merasa nyaman sambil memejakan mata. Kurasa kesadaranku semakin memudar. Ah.. ouhh…

“Res…”

“Cukup…”

“Re..”

“..”

Gelap

“Res..”

***

POV FARAH

Sungguh gila tadi malam. Acara yang sudah kususun secara matang akhirnya pecah. Sebuah hadiah untuk sahabatku Resty. Maafkan aku sayang. Sudah menjerumuskanmu dalam kenikmatan seperti ini. Kulihat Resty sudah KO sekali ronde oleh Arok. Tapi dia masih bisa berdiri. Kuberi dia minuman hingga dia semakin menggila. Kita berjoget hingga subuh. Aku juga sudah mabuk berat bahkan saat kuterbangun hanya tinggal aku dan Resty yang masih telanjang. Tapi kulihat banyak sekali sperma yang sudah mengering di tubuh kami. Aku lalu memapah tubuh Resty ke kamarku. Aku mandi lalu menyiapkan makan untuk dia.

Mungkin ini satu pelajaran untukmu Ridwan! Akan kubuat Resty sebinal mungkin. Dan selanjutnya aku akan menghancurkanmu Ridwan!!

Kukirim video rekaman berbentuk Zip ke nomor Ridwan melalui hapeku. Jika kemaren dia sempat VC ke nomor istrinya. Betapa bahagianya aku melihat wajahnya yang naik pitam. Rasakan itu! Istrimu ternyata lebih buas sebelum aku meliarkannya.

Hahahahahahahaha…

“Resty. Tubuhmu indah sekali. Tapi sayang suamimu sungguh bodoh. Dia telah bermain api dengan kami.” bisikku ke telinga Resty yang sedang terlelap. Aku tidur di sampingnya sambil meremas payudara kenyalnya.

Jika aku pria mungkin aku juga jatuh hati padamu, Resty. Love you baby!

“Oohhmm.. love..”

BERSAMBUNG

END – Terjebak Arisan Part 8 | Terjebak Arisan Part 8 – END

(Terjebak Arisan Part 7)Sebelumnya | Selanjutnya(Terjebak Arisan Part 9)