Terjebak Arisan Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19

Terjebak Arisan Part 6

Start Terjebak Arisan Part 6 | Terjebak Arisan Part 6 Start

Episode 6

Saat aku terbangun kurasakan badanku terasa pegal-pegal. Aduh, gara-gara digenjot Kevin semalaman nih. Ahh … Kevin..

Kulihat jam dinding sudah menunjukan pukul 10.00. Untung hari ini hari libur, hoooaam. Aku masih ngantuk. Kuraih bantalku, lalu kubenamkan wajahku. Tapi.. ihh..

Bau banget!!

Enggak mungkin aku ngiler. Tapi bau ini kok nggak asing. Semacam aroma lelaki. Ah.. jangan-jagan..

Engga salah lagi..

Ini sperma!!

Tapi milik siapa ini. Kevin ngga mungkin melakukan ini..

Pasti Mang Kardi nih..!!

Duh.. dia macem-macem nggak ya tadi…

Aku langsung buang bantal itu ke rak pakaian kotor. Dih.. sopir itu pasti cari kesempatan. Awas saja kalo berani. Kupecat tau rasa tuh sopir! Bikin kesel aja…

Setelah mandi aku membuat indomie goreng. Malas sekali mau masak. Apalagi Mbak Tini sedang sibuk banget membersihkan rumah. Hari ini aku belum bertemu Mang Kardi, si sopir mesum itu. Aku harus ketemu dia dan minta penjelasan dia kenapa ada sperma di bantalku. Kalo bukan dia siapa lagi. Kevin juga tak mungkin, orang dia aja sudah puas nggejot tubuhku semalaman. Awas saja kalo dia memang pelakunya. Tapi gak mungkin juga aku membahas sperma. Duh…

Sebenernya aku kasihan melihat dia yang sudah tua, apalagi dia jarang pulang. Mungkin aku harus kasih dia cuti biar dia bisa ketemu istrinya. Dan tak coli sembarang tempat lagi. Tapi, dia aja sudah bisa dapetin Tini masa aku kasih cuti sih . Nggak!! Pokoknya aku gamau kalo dia cuti. Biarin tahu rasa, akan kubuat kentang terus tuh sopir. Dan tak akan kubiarkan dia dan mbak Tini bisa bercinta seperti kemaren-kemaren. Hello!! Kalian kira ini hotel buat pasangan mesum seperti kalian! Oya, soal Mbak Tini aku harus ngasih dia perhitungan. Dia juga sudah membantu Mang Kardi saat bikin bubur perangsang kemaren. Well, kalian akan menerima akibatnya. Jadi, jangan sekali-sekali membuatku marah!

Setelah makan Indomie aku menemui Mbak Tini. Aku mau tahu ceritanya. Bagaimana dia bisa bercinta dengan Mang Kardi. Mumpung Mang Kardi
ngga ada aku langsung menuju ke kamar Mbak Tini.

“Mbak Tini. Aku mau ngobrol.” kataku.

“Eh.. ibu.. ngo.. brol apaa bu..” balasnya terbata-bata.

Akhirnya terungkap sudah siapa Mang Kardi. Ternyata dia mantan residivis , dan satu hal yang membuatku kaget adalah dia dulu pernah tertangkap mencuri pakaian dalem wanita. Sungguh mesum sekali. Kenapa pakaian dalam ? Duh..aku jadi malu pernah ngintip celana dalam Mang Kardi. Oke, aku khilaf saat itu.

“Baiklah. Mulai sekarang aku tak mau tau. Mbak Tini harus nolak ajakan Mang Kardi. Kalo dia maksa lapor ke saya. Kalau Mbak Tini masih ingin kerja di sini patuhi perintah saya. Jika mau cowok, nanti saya carikan yang lebih muda. Apalagi Mbak Tini kan cantik, kok mau sih sama Mang Kardi. Heran deh!”

“Iya, bu. Saya khilaf, Bu. Jangan pecat saya. Suami saya jarang pulang. Dia jadi TKW dan empat tahun nggak ada kabar. Hiks..”

“Udah jangan nangis. Aku nggak akan pecat mbak Tini asal nurut perintah saya. Paham?”

“Paham bu.”

“Good! Sekarang ceritakan bagaimana cara mang Kardi menggodamu?” tanyaku serius.

“Jadi, gini Bu. Jujur saya juga salah. Abis Mang Kardi orangnya lembut dan dia juga memperlakukanku dengan baik. Saat itu padahal ada ibu juga.” dia mulai bercerita.

“Sudah jangan berbelit-belit. Aku mau kamu the to point saja.” tegasku.

“Seperti yang saya bilang tadi, bu. Saat itu saya hendak masak mang Kardi membantuku mulai dari mencuci piring, pasangin gas, dan lain sebagainya. Akhirnya kami jadi semakin deket dan banyak obrolan di antara kami. Tepatnya saat sebelum pulang kampung kemaren saya dan Mang Kardi hendak beli oleh-oleh buat di kampung. Di hari itu juga Mang Kardi ngajakin aku nonton bioskop. Kemudian kita ke pantai. Dan tiba-tiba Mang Kardi mengajakku ke hotel.”

Duh kok mirip aku sama Kevin ya. Apakah Mang Kardi juga seromantis Kevin. Hmm..

“Aku bahagia banget saat itu Bu. Tanpa menolak aku ikuti kemauannya. Dan benar saja kami bercinta semalaman. Dan ternyata hanya Mang Kardi yang sanggup memuaskanku. Maafkan saya, Bu . Jika boleh, jagan larang hubungan saya dan Mang Kardi. Saya janji akan mematuhi semua peraturan ibu.”

“Tapi kalian.. “

“Penisnya gedhe. Ibu pernah lihat sendiri kan. Dan mungkin ibu juga sudah pernah pegang. Mang Kardi sudah cerita semua. Jujur, saat diceritain aku cemburu. Oya, sebenarnya Mang Kardi tidak seburuk ibu kira. Meski terkadang agak mesum kupikir iti normal karena sering lihat ibu pakai pakaian seksi di rumah Tapi di sisi lain sebenarnya Mang Kardi kasihan sama Ibu. Ibu sering ditinggal bapak. Dan dia juga cerita kalo bapak ternyata diluar sana sudah banyak berubah. Dan yang paling saya kaget adalah ketika Mang Kardi cerita tadi pagi. Ibu tadi diantar lelaki lain.”

“Apa..?” aku sangat malu sekali. Ternyata Mang Kardi cerita semua ke Mbak Tini. Dan mereka tahu aku antar oleh Kevin.

“Tapi tenang saja Bu. Hanya aku dan Mang Kardi yang tahu rahasia ibu. Terutama seorang pemuda yang nganter ibu kemaren. Aku tahu ibu hanya ingin membalas perbuatan bapak. Cukup fair. Sebenernya tidak jauh beda dengan kisah saya, Bu. Saya juga mengalami saat di tinggal suami. Hingga suatu ketika Mang Kardi datang dan memberikan segalanya. Dan ternyata selingkuh itu indah. Jadi kumohon, maafin dia Bu.”

“Huft.. baiklah aku maafin kalian. Karena kalian sudah tahu rahasiaku. Aku mohon kalian jaga rahasia itu baik-baik. Dan jangan sampe bapak tahu. Terserah kalian mau bercinta kapan pun aku tak peduli. Sekarang tolong buatkan kopi.” aku sudah tak bisa mikir lagi. Aku yamg tadinya pengen ngasih perhitungan justru terpojok oleh cerita Mbak Tini. Sial!! Dan keadaan malah berbalik. Ahsiaaaal !!!

“Kalo ibu bersedia. Ibu harus cobain penisnya Mang Kardi. Di jamin puas bu. Aku rela jika harus membaginya dengan Ibu Resti. Karena saya juga mengagumi kecantikan ibu resti.” ucap Mbak Tini membuatku membayang penis sopirku itu lagi.

Ouuhh.. kenapa sih otak ini sukanya mikir jorok melulu!!

Tangan Mbak Tini memengang tanganku. Aku tak bisa membalas ucapanya. Tapi pikiranku sudah melayang penis Mang Kardi yang katanya bisa membuat dia klepek-klepek.

“Ibu sedang bayangin kan?” tanya Mbak Tini membuyarkan lamunanku.

“Ohh.. iya. Eh. Enggaklah.. aku tidak akan sudi! Sudah sana buatin kopi!” sanggahku.

Setelah mendengar cerita Mbak Tini. Aku jadi merasa bersalah karena sudah membuat penis Mang Kardi kemaren terkena air kopi panas. Duh.. aku harus minta maaf. Semoga dia memaafkanku. Aku tak mau mereka memanfaatkanku. Aku harus bersikap baik kepada mereka.

Bertahanlah Resti!! Setidaknya setahun ini saja. Semua gara-gara arisan! Huh!!

***

Siang ini aku hanya memakai kaos oblong dan bawahan hotpant kain. Karena aku gak suka gerah jadi kalo dirumah aku lebih sering memakain pakaian agak terbuka. Tapi ternyata pakaianku ini sering mengundang syahwat Mang Kardi. Ohh..

Kulihat Mang Kardi sudah tiba dan langsung ngopi di gazebo depan. Kulihat dia hanya memakai singlet dan sarung. Duh.. jadi kebayang itunya lagi kan. Udah dong, Res!!

“Mang Kardi sini.”

“Iya bu.” Mang Kardi langsung berdiri lalu menaruh kopinya.

“Nanti anterin saya ke rumah Bu Farah. Ada arisan.”

“Siap Bu. Oyah tadi saya coli di depan ibu. Tapi saya nggak macam-macam. Oyah. Pemuda itu Kevin ya namanya. Dia nitip pesen ini ke saya.”

Degh..

“Ingat, Mang Kardi harus jaga rahasia saya!”

“Tentu Bu. Tapi, ada syaratnya kalo ibu pengen rahasia ibu benar-benar terjaga. Jujur saya kemaren kecewa. Saya tidak terima jika ibu memperlakukan saya tidak baik. Saya sudah baik kepada ibu. Harusnya ibu juga sama baik ke saya. Bukan sebaliknya.”

“Engg.. soal kopi itu saya minta maaf.”

“Denger ya, Bu Resti. Saya bisa menghancurkanmu dengan mudah. Tapi saya masih punya hati dan merasa kasihan kepadamu. Jika bukan karena ortumu baik ke saya, sudah dari dulu saya perkosa kamu!!” ancam Mang Kardi.

Jujur, aku terkejut. Aku tak menyangka Mang Kardi bisa seberani ini. Jadi, benar yang dikatakan Mbak Tini. Jika dulu Mang Kardi adalah seorang residivis. Aduh.. aku harus bagaimana..

“Syaratnya satu. Jangan pernah pakai pakaian dalem mulai sekarang. Jika kamu tak mampu memenuhi syarat itu. Silahkan pecat saya dan tunggu saja kehancuran keluarga kamu.”

“Mang Kardi??”

“Jika ibu tak segera memberi jawaban, saya terpakasa angkat koper sekarang juga. Dan satu hal yang perlu anda tahu. Mungkin Bapak akan menceraikan ibu jika tahu semuanya. Lagipula selingkuhan bapak lebih baik dari ibu Resty. Dan saya akan kembali ke sini juga sebagai hadiah dari bapak karena telah membantunya nikah dengan istri yang lebih muda.”

“Oke , Deal!! Tapi berpihaklah padaku. Aku tal mau cerai! Aku masih mencintainya.”

“Bagus. Mulai sekarang anda harus nurut semua perintah saya. Sudah kuduga kamu sepertinya takut miskin. Hahahaha. Semoga kau tak menyesalinya Resty.”

“Hasssh!!!”

Kenapa keadaan jadi berbalik. Duh.. Mang Kardi sungguh kurang ajar. Dia ambil semua pakaian dalamku di almari. Setelah itu aku di suruh memijati tubuhnya. Di sini akulah majikanny kenapa aku yang disuruh-suruh!!

***

Sepanjang hari ini aku hanya melamun tentang masa depanku. Sesuram inikah jalan terjal yang harus aku lewatin. Kenapa jadi seperti ini keluargalu. Suamiku sudah memiliki selingkuhan. Tapi aku tak ada bedanya dengan dia yang kini terbuai dengan perselingkahanku dengan Kevin. Mengapa ini terjadi ? Haruskah aku menggugat cerai Kevin. Tapi bagaimana masa depan Gadis nantinya. Aku bingung! Hikss..

Sambil menyeruput kopi kuambil hapeku. Yah semua medsos error. Payah ah.. jadi gabisa kepoin IG-nya si Kevin. Huh!! Tiba-tiba ada iklan tentang aplikasi live streaming. Aku cukup tertarik dengan iklannya. Tapi tiba-tiba aku dikagetkan kehadiran Mang Kardi yang berada di depanku. Duhh mau apa lagi dia??

“Sore Bu. Sesuai janji ibu. Saya mau ngecek apakah ibu sudah memenuhi janji saya??”

“Mang!! Pliss. Kok aneh-aneh sih, Mang!!” protesku.

“Oh. Jadi begitu. Oke, mau saya cek paksa atau lihatin ke saya? Atau siap nerima konsekuensinya??” ancam Mang Kardi.

Daripada dia memegang tubuhku. Aku angkat tanktopku separo dada. Matanya melotot ke arah payudaraku. Aku cukup kesal dengan cara liciknya dia.

“Sudahkan? Sana pergi. Jangan ganggu saya!” kataku.

Braaaaakk

“Bagus. Sudah cukup segitu. Jangan bentak saya. Akulah di sini yang berkuasa! Mau rahasiamu kubongkar!!” ancamnya sambil menggebrak meja.

“Eh.. iya Mang. Maaf.” nyaliku ciut.

“Hari ini saya sedang tak mood menjamahmu. Oya, saya hari ini mau pergi sama Tini, malmingan kita. Mobil saya bawa. Kalau mau pergi order ojol saja. Oyah, Tini sudah saya suruh membuang pakaian dalammu. Saya tadi hanya memastikan jika kamu sudah tak memiliki pakaian dalam lagi.” kata Mang Kardi.

“Iya, Mang.” aku hanya bisa berkata iya tanpa membalas pandangannya. Karena aku takut melihat sorot matanya yamg seperti membunuhku.

Duh.. hari ini ada Arisan pula. Masa aku harus pakai jasa ojol tanpa pakaian dalam? Duuh..

BERSAMBUNG

END РTerjebak Arisan Part 6 | Terjebak Arisan Part 6 РEND

(Terjebak Arisan Part 5)Sebelumnya | Selanjutnya(Terjebak Arisan Part 7)