Terjebak Arisan Part 14

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19

Cerita Dewasa Terjebak Arisan Part 14

Cerita Dewasa Terjebak Arisan Part 14

Episode 14

POV Farah

Si Resty pasti sudah mengetahui kebusukan suaminya. Kasihan sekali sahabatku. Orang sebaik dia harus dikhianati oleh pria busuk yang hampir menghancurkan perusahaan ayahku. Tunggu saja nanti, akan kuhancurkan si Ridwan.

Hari ini salah satu sahabatku mengajak ketemuan di Hotel Gogo. Hotel tempat di mana aku dan Dania berhasil menjebak Ridwan. Ternyata semua lelaki sama saja, akan takluk pada keindahan wanita.

Tiba-tiba ponselku berdering..

[Dina Calling]

“Kak, si Dini baru saja berangkat. Hapenya ketinggalan. Dia tak tahu nomormu. Maka dari itu, aku memastikan supaya kak Farah cepetan berangkat. Dia barusan menghubungi lewat nomor temennya.” ujar Dina

“Baik, Dina. Oke, thank you so much sayang.” aku menutup telepon dari Dina.

Baiklah, karena Dini sudah menunggu di sana, aku harus bergegas menuju ke Hotel Gogo. Aku penasaran dengan rencana Dini kali ini. Dia akan mempertemukanku dengan orang-orang yang bisa membantuku untuk menghancurkan perusahaan PT.SHH. Selain itu, aku bisa membantu Resty keluar dari lubang buaya.

Sebentar lagi kamu akan jadi wanita sesungguhnya, Resty. Dan suamimu akan mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya di masa lalu. Aku akan mempertemukanmu dengan Sanjaya. Aku janji Resty! Walaupun aku juga menyukaimu, aku rela jika kamu bahagia dengan pria yang benar-benar kamu cintai. Maafkan aku, andai waktu bisa terulang kembali mungkin kamu tidak akan berjumpa dengan si busuk, Ridwan.

[Hotel Gogo]

Kusapukan pandangamku ke arah lobby hotel. Seorang wanita cantik mirip sekali dengan rekan kerjaku sedang asyik membaca majalah. Aku tahu, dia pasti Dini.

“Dini.” panggilku lalu menghampirinya.” Sudah menunggu lama?”

“Sista!! Ya ampun kangen banget sama kamu. Tambah cantik banget sih. Pipi glowing terus tiap hari ya??” kami bercipaka-cipiki.

“Ah bisa aja kamu ini. Oh ya, kita ngobrol di mana ini?” tanyaku serius.

“Mau serius apa mau santuy?” tanya Dini sambil mengerlingkan mata.

Aku bisa menangkap pertanyaanya. Dia pasti sudah menyiapkan supprise untuk menyambutku. Penasaran juga nih lihat penampilan Dini yang selalu seksi. Dengan balutan dress hitam tanpa lengan dan bawahan jeans ketat bolong-bolong. Kira-kira kejutan apa yang akan diberikan Dini…

Huft..

“Terserah deh. Tapi aku tak mau sampe mabuk berat. Soalnya aku nyetir sendiri.”

“Selemah itukah sistaku sekarang ??? Hahahaha.”

Sial, Dini meremehkanku. Memang dia adalah si ratu minum. Tapi yang aku heran tubuhnya masih saja kenceng dan indah. Kau memang wanita hebat, Din. Pantas saja Dina selalu mengidolakanmu. Kalian dua bersaudara yang sama-sama gila.

Dini membawaku ke lantai tiga. Kemudian dia berjalan menuju ke sebuah ruangan mirip ballroom. Ada banyak wanita sosialita di sana. Ada acara apa ini ??

Apakah aku terjebak dalam sebuah arisan para madam squad?

***​

Siapa yang membuat acara seakbar ini. Dini pun tak memberitahuku sebelumnya. Kebanyakan para tamu adalah wanita karena tak ketemukan sesosok pria di ruangan ini. Dini menggandeng tanganku menembus kerumunan ibu-ibu yang rata-rata berwajah panlok. Ada beberapa orang pribumi, termasuk aku dan Dini.

“Nah, kita duduk di sana.” Dini menuju ke sebuah table yang masih kosong dengan papan nomor 21.

“Dini, bagaimana kita bisa ngobrol dengan situasi ramai seperti ini?” tanyaku keberatan.

Sumpah, ini lebih berisik daripada EDM di tempat clubbing. Bagaimana tidak, kepalaku serasa mau pecah mendengarkan suara teriakan ibu-ibu berkelakuan bar-bar. Kelas sih sosialita tapi masa kelakuan kea emak-emak di perumahan.

“Ssst… Diem!! Aku sedang menunggu momen ini sejak sebulan yang lalu. Maka dari itu aku ajak kamu untuk merasakan sensasi luar biasa ini. This is Dancing Bear!!”

“Welcome to the Ballroom’s Gogo. Penampilan pertama dari anak terbuang yang memiliki tubuh dambaan kaum hawa. Mari kita sambut…” ucap seornag wanita berkalung mutiara.

“Dimas!!!” imbuh wanita tersebut.

Oh Lord, sepertinya ini bakalan lama. Baiklah nikmatin aja, Rah!

Aku dan Dini duduk berdua di meja nomor 21. Di atas meja sudah tersaji beraneka macam minuman dengan label high quality.

“Kita nungguin siapa lagi?” tanyaku

Dini malah asyik menatap seorang pria dengan kostum beruang. Apa bagusnya coba??

“Kamu pasti heran dengan apa yang aku lihat? Lihat beruang itu. Penisnya sangat panjang sekali. Penisnya hitam mirip orang negro. Wow!!!” kagum Dini.

What??

Wah, seriusan. Beruang itu ternyata sedang menggoyangkan penisnya. Ini adalah pertama kalinya aku menonton pertunjukkan seperti ini.

Ibu-ibu berteriak menyambut beruang yang sedang menari. Beruang tersebut berlari menyalami semua pengunjung di setiap meja.

“Lihat, Rah! Ibu di meja nomor 17 itu nafsunya gedhe banget. Yang baju merah namanya Sandra. Dia adalah jajaran direksi PT. IHH. Aku yakin beruang itu akan lama di meja mereka.” ujar Dini.

Temenku satu ini tak diragukan lagi level investigasinya. Dia itu adalah mantan salah satu agen organisasi berbahaya di Jepang. Ayah Dini dan Dina lah yang membantu orang tuaku hingga menjadi orang hebat seperti sekarang. Aku salut dengan kehebatan Pak Gunawan. Putri-putrinya pun juga cerdik seperti beliau.

“Well, apakah nanti kita akan berkumpul dengan dia?”

“Lihat nanti, Rah. Aku kesini hanya ingin membantu Rio menuntaskan nafsu lamanya.”

“Nafsu lama?”

“Sandra adalah pujaan hati Rio. Dulu mereka pernah berpacaran. Sekarang mereka putus.”

“Trus Sandra?”

“Sandra sekarang jadian sama Reza. Alias Sanjaya. Kamu pasti mengenalnya bukan?”

Sanjaya adalah Reza?? Jadi dia masih hidup? Bukannya dia sudah tewas tenggelam bersama kapal yang meledak beberapa tahun yang lalu? Ini adalah kesempatan terakhirku untuk menyatukan kembali Resty dengan Sanjaya. Aku akan wujudkan kebahagiaanmu, Res. Ini adalah penebusn dosaku kepada keluargamu. Aku janji!

“Tapi kenapa sikap Sandra seperti itu?”

“Semua karena pengaruh dari orang di samping Sandra. Dia adalah Tessa. Aku belum sepenuhnya tahu motif dan orang dibelakang Tessa. Semoga dia bukan ancaman. Aku harap kerja sama kita akan berjalan lancar. Hehehe.” jelas Dini.

“Pusing kepalaku, Din.”

“Yaelah, belum juga minum udah pusing. Aku tahu yang ada di pikiranmu. Sanjaya kan yang kamu butuhkan untuk membantu istrinya Ridwan. So, kita satu tujuan. Aku dengar Sandra dan Sanjaya akan menikah. Kita harus membatalkan pernikahan mereka!” Dini menggenggam erat tanganku.

Dini tahu aja apa yang sedang kupikirkan. Aku sampai kehabisan ide. Bagaimana mempertemukan Sanjaya dengan Resty.

“Lalu rencana kita apa selanjutnya?”

“Ridwan cepat atau lambat akan menemuimu. Jangan takut, dia nggak akan sampai melukaimu. Yang ada di otaknya hanyalah tahta dan wanita. Hati nuraninya sudah kukencingi dengan cairan orgasmeku. Hahaha. Dia itu cepet banget crotnya. Sebel aku, sumpah!” aku cukup kaget dengan pengakuan dari Dini.

“Nanti kita pikirkan. Lihatlah benar kan yang aku bilang. Sandra itu haus kontol!! Anjir!!!” pekik Dini bikin aku malu

Sandra, wanita yang akan menikahi Sanjaya orangnya seperti itu?? Sungguh memalukan!! Padahal Sanjaya itu adalah orang paling baik yang pernah kutemui. Meski gara-gara aku dia sampe menodai Resty.

Sandra dengan riangnya melahap penis panjang beruang itu. Ah.. gila!! Dia sampe mengeluarkan satu payudaranya yang cukup besar. Cantik, tubuh sempurna, tapi kelakuan bar-bar.

“HOY ANJING!! NGAPAIN LIHAT GUE BANGSAT!!!” teriak Sandra ke arahku.

Apakah dia merasa tersinggung? Apa yang harus kulakukan. Aku sampe gemeteran mendengarkan suaranya.

Degh,

Degh,

“Bukan kamu. Tapi wanita di samping pintu itu. Lihatlah, dia adalah DJ terkenal saat ini. Namanya Patricia. Padahal mereka dulu berteman tapi aku tak tahu kenapa mereka bermusuhan.”

“Sandra, you are like bitch! Fuck!” Patricia mengacungkan jari tengahnya. Dia lalu naik ke podium.

Tiba-tiba suara sirene terdengar.

Booooooooouuuuuuummmmmmm….

https://soundcloud.com/patr-cia-lima-15%2Fdj-patricia-paiva-remix-house

“NAH GITU DONG! MAINKAN LAGU TERSEXY MALAM INI! YUHUUUUU!!!” teriak Sandra.

“Yakin mereka bermusuhan?”

“May be yes may be no. Sandra sudah mabuk berat, Rah!” bisik Dini.

Tak lama kemudian beruang itu sampe ke meja sampingku. Aku panik, apa yang aku perbuat nanti? Kutenggak satu sloki Mansion agar aku lebih rilex.

Degh,

Degh,

“Santuy aja sih. Eh, beruangku sayang. Peluk sini dong!!” Dini menarik tangan beruang.

Beruang itu melihat ke arahku. Tapi dia duduk di pangkuan Dini. Tangan Dini langsung mengocok penis beruang itu.

Sumpah! Gedhe bingits!!!

Aku tak bisa berpaling pada bentuk penis beruang itu. Kelihatan keras dan kokoh banget!

“Sumpah, Rah. Dia lembut banget. Aku sange beneran nih. Ih. Lepas aja lah nih baju!!” Dini melepaskan bajunya.

Gila!!!

Dini tak memakai daleman sama sekali. Payudaranya yang indah diremas sendiri. Beruang itu berbalik arah lalu menyelipkan penisnya di antara dua bukit kembar Dini. Kemudian penis itu bergerak maju mundur sedangkan Dini mendesah tak karuan.

“Huahahaha. Geli sumpah!!! Anjay!!!” teriak Dini.

Tak lama kemudian, Beruang itu menghampiriku. Aku gugup, dia duduk disampingku sambil membelai pahaku. Kostumnya yang lembut membuatku geli dan tak lama kemudian dia menempelkan penisnya ke pahaku. Aku masih diam dan bingung mau ngapain. Tiba-tiba dia menduduki pahaku dan mengahadap ke arahku.

“Eh… Geli, jangan…” aku berusaha menepis tangan Beruang itu yang dengan sengaja menekan payudaraku.

Ini adalah gigolo terunik yang pernah kutemui. Baunya, kostumnya, dan caranya yang menggemaskan!!

***​

Aku sudah terhanyut dengan pesta akbar para domina high class. Dini pun sudah bertelanjang dada. Aku masih mempertahankan pakaianku. Di muka umum aku harus bisa mengontrol diri.

Setelah Beruang tadi meninggalkanku. Seorang ibu-ibu berambut pirang naik ke podium. Dia mengambil sebuah kotak yang sedari tadi berada di atas meja podium.

“Baiklah, sekarang kita akan mengundi siapakah ratu kita malam ini. Semua yang ada disini harus tunduk kepada Ratu!!!” wanita itu mengambil sebuah bola dari dalam kotak.

Harus tunduk??

Itu sama saja aku juga harus tunduk pada Ratu?

No!!

“Farah, trust me. Everything is gonna be ok.”

“Tapi, Din… ” sungguh aku merasa resah.

.

.

.

“Sandra!!”

Degh,

Degh,

Sumpah, jantungku rasanya mau copot. Padahal ikut arisan saja engga, tapi efeknya kenapa sampe kepada semua. Ini lebih parah dari arisan yang dibuat oleh Bu Dania. Aku yang awalnya terlibat arisan brondong sekarang jadi terjebak arisan para domina dari 9 naga.

“Yuhuuuuu!!! I am Domina!” sorak Sandra menuju ke podium.

Sebelum naik, kulihat Tessa berbisik sesuatu sambil melirik ke arahku. Ya ampun, kenapa perasaanku tidak enak. Aku ingin keluar dari tempat ini. Tapi Dini…

“Hey, Din?” aku celingak-celinguk mencari Dini.

Kemana Dini???

Degh,

Degh,

Degh,

Degh,

Bersambung,

(Terjebak Arisan Part 13)Sebelumnya | Selanjutnya(Terjebak Arisan Part 15)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game