Teman Kerja Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Tamat

Teman Kerja Part 3

Teman Kerja Part 3

“Btw aku udah di enakin, kamu mw di enakin gak?” Rani menawariku.

Tanpa pikir panjang akupun melucuti semua pakaianku. Sejujurnya agak rishi sih aku telanjang di depan seorang wanita. Tapi ternyata nafsu bisa mengalahkan akal sehatku.

“Duduk di kasur Rav”

Akupun duduk dikasur sesuai dengan instruksi Rani. Rani berjongkok di depanku. Tangannya membelai lembut kedua paha kaki ku sambil mengangkangkan kaki ku.

“Jem**tmu rimbun banget Rav”
“eh..iii…iiya Ran, gak ada persiapan, kirain gak bakalan kayak gini…hehehehehehe”.

Kemudian diusapnya junior secara pelan – pelan. Lembut sekali tangannya membelai junior. Buah zakar ku pun dibelai nya dengan lembut. Ah nikmat surgawi menurutku. Tak lama kemudian juniorku dimasukkan kedalam mulutnya dan tangannya sambil membelai buah zakarku.

“Aaaaahhhhhhhh” sampai tak sadar aku melenguh.

Mendengar lenguhanku Rani tampak semakin bersemangat. Mulut Rani mengulum kepala junior. Lidahnya menari – nari menuju lubang kencing, sedangkan tangannya mengusap – usap dari buah zakar menuju ke lubang anus ku. Busyet rasanya dunia ini mau meledak buatku. Semakin lama Rani semakin menambah kecepatannya, aku pun seakan – akan sudah akan keluar, namun secara tiba – tiba Rani menyudahi nya.

“Aku kencing dulu Rav, dari tadi udah kebelet”
“i..i..ya Ran” jawabku terbata – bata sambil mengatur nafas.

Malam ini mungkin akan menjadi salah satu malam terindah yang tak akan pernah kulupakan. Tak lama kemudian Rani menghampiriku kembali.

“Kamu sering nonton JAV y Rav? Siapa yang kamu suka?”
“Oh…eh…aku suka sama Tsukasa A*I dan Eimi Fuku*a”
“Itu kan toket nya kecil Rav, kenapa gak suka yang gede – gede? Cowok kan biasa nya suka yang gede – gede”
“Aku gak suka yang gede, yang pas – pasan aja kayak punya kamu ini”

Aku pun merebahkan diri di kasur. Rani mulai menjelajahi tubuhku. Pertama – tama dijilatinya putingku sambil tangannya mengelus – elus buah zakarku. Kemudian digigitnya pelan – pelan putingku, rasanya enak – enak gima gitu. Hehehehehe sambil dia mengocok pelan juniorku. Sekitar 10 menit dia melakukan kegiatan itu sambil bergantian menggigit putingku yang kanan dan yang kiri. Aku hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan surgawi ini.

Kemudian sambil menjulurkan lidahnya, Rani mengusap dari putting menuju pusar. Rasa nya geli – geli enak. Kemudian dia turun kebawah menjilati rambut kemaluanku. Digigitnya rambut kemaluanku sambil tangannya tetap naik turun di juniorku. Sensasinya sangat nikmat sekali.

Setelah 5 menit kemudian Rani menjilat buah zakarku hingga basah. Pintar sekali Rani melakukannya seakan – akan dia sudah sering melakukannya bersama suaminya. Tetapi Rani mengatakan dia sama suami hanya melakukan hubungan badan dengan cara konservatif. Nah, ini yang membuatku bertanya – tanya.

“Ah….enakhh bangethhh Ranh…” erangku.

Mendengar eranganku, Rani Nampak tambah semangat. Setelah buah zakarku basah, dia mulai menjilati batang junior hingga keatas. Tangannya beralih ke kaki ku. Tangannya menuntun kaki ku agar mengangkang lebih lebar lagi.

“Terus Ranhhh….enakhhh bangethhh”

Rani kemudian memasukkan juniorku ke mulutnya. Tangan kirinya memelintir puting kiriku secara pelan – pelan sedangkan tangan kanannya mengelus – elus buah zakarku. Mulutnya kemudian naik turun secara cepat. Karena juniorku sudah basah dan licin sehingga menimbulkan bunyi kecipak.

“Ah… terus Ranh…Ah….Ah…Ah…yes…Ah…terush…”

Tubuhku pun mulai bergetar, semakain lama getaran itu semakin terasa seperti akan meledak. Akhirnya setelah 10 menit akupun mengerang dengan kencang.

“Aaaaaaahhhhhhhhh….aahhhhhhh….aaaahhhhh….aaahhhhhhh…..aaaahhhhh”

Juniorku berkedut sebanyak dengan jumlah erangku. Ranipun diam sejenak. Setelah juniorku selesai berkedut, Rani melepaskan mulutnya dari juniorku. Tampak mulutnya basah menelan cairan kenikmatanku. Kemudian Rani menelan cairan itu.

“Eh, Ran emang kamu gak jijik?”
“Justru itu Rav, aku pengen ngerasain katanya buat obat awet muda. Apalagi kepunyaan dari orang pribumi”

Wah maniak juga ini si Rani pikirku.

“Sama punya suami enakan mana Ran?”
“Aku malah belum pernah ngrasain punya suami, suami jijik katanya kalo aku giniin”
“Lah, kayak kamu udah professional banget ini mainnya”
“kan aku juga sering nonton film Rav, jadi aku coba praktekin ke kamu”

Wah, aku jadi kelinci percobaan sama Rani nih pikirku. Tapi tak masalah, kalo percobaannya enak – enak gini.

“Ran, kamu gak takut ketahuan sama suami kalo kita ginian?” Selidikku.
“Ya enggak lah Rav, kan rencana awal kita kamarnya misah. Aku juga bilang ke suami kalo kita udah dipesenin kamar beda lantai sama perusahaan”
“Wah nakal juga kamu Ran”
“Hehehehehhehehehe”

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

“Rav, tidur yuk besok kita masih ada training”
“Ayok Ran”

Kamipun kemudian tidur di kasur masing – masing.

Bersambung…