Skandal Di Sekolah S3 Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S3 Part 2 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S3 Part 1

Sebuah Keingintahuan

Ari

Hari ini setelah aku menyelesaikan urusanku di kampus, aku langsung memacu mobilku menuju rumah kontrakannya ika sesuai janjiku beberapa hari lalu padanya.

Setibanya aku di depan rumah kontrakan ika, “Assalamualaikum” ucapku.

“Wa’alaikumsalam” sahut seorang wanita seraya membukakan pintu untukku.

Ternyata nia, bukanlah ika. Aku sempat kaget karena mengingat kejadian yang aku lihat beberapa hari yang lalu, namun aku berusaha untuk tidak salah tingkah.

“Saya nia, temannya ika” sapa nia padaku.

“Iya saya kenal mbak, mbak biasa ngisi materi di kajian kampus kan?” ucapku.

“Iya benar masnya ikut forum dakwah juga ya?” tanya nia.

“Iya mbak” ucapku enggan menatapnya, karena kalau dilihat-lihat mbak nia ini manis juga.

“Yowes deh mas, saya ke dapur dulu, sebentar lagi ika juga selesai kok, pamit mas” ucap nia seraya meninggalkanku.

Dan benar saja, tak berapa lama ika keluar dari kamarnya mengenakan jilbab merah muda dipadukan dengan baju dan celana panjang berwarna biru tua.

Ika tampak menawan walaupun tak mengenakan rok panjang seperti biasanya,

“Mas ari oo mas ari…kok melamun?” tanya ika menyadarkan lamunanku.

“Eh eh iya, maaf, indah banget sih?” aku memujinya.

“Mana indah? Ini ika mas” ucapnya seraya tersenyum.

“Bukan si indah, tapi neng ika yang terlihat indah” ucapku menggodanya.

“Ah gombal, yuk kemana kita?” ucapnya.

Akupun membuka kan pintu untuknya, “Silahkan tuan putri” ucapku.

“Mas ari kebanyakan gombal nih” ucapnya seraya tersipu.

Kamipun pergi ke sebuah restoran di kota ini yang menyajikan makanan laut, saat menunggu makanan, aku menanyakan beberapa hal pribadi kepada ika dan ia menjawab tanpa rasa curiga. Entah aku yang kepedean atau bagaimana, aku merasa sepertinya ika juga memiliki ketertarikan padaku.

Akhirnya dalam perjalanan pulang ketika terhambat macet di jalan, aku mencoba menyampaikan perasaanku padanya, dan benar dugaanku diawal bahwa benar ia ternyata juga menyimpan rasa padaku,

“Ya ika bersedia menjadi teman wanitanya mas, tapi mas janji ya bakal terima semua kekurangan ika” ucap ika menatapku dalam.

“Ya ika, mas akan terima semua kekuranganmu” ucapku seraya menggenggam tangannya, sama sekali tidak ada penolakan darinya.

Rini

Sejak malam itu, aku benar-benar penasaran dengan kejantanan abang iparku sendiri, akhirnya aku memutuskan untuk membeli sebuah kamera pengintai kecil, dimana kamera tersebut kuletakkan di kamar mandi yang bersama-sama kami gunakan. Sudah sekitar 3 hari, kamera itu terus merekam aktifitas di kamar mandi. Sore ini saat aku pulang dari kuliah, dengan lekas aku mengambil kamera tersebut hendak melihat hasilnya menggunakan hpku.

Satu persatu video kuperiksa hingga akhirnya ada sekitar beberapa file yang merekam tubuh telanjang abang iparku, mas boby. Betapa kagumnya aku melihat batang penis mas boby yang dalam keadaan lemas saja panjangnya melebihi milik kekasihku dulu, kulihat mas boby membasuh centi demi centi dada bidangnya dan tiba saatnya ia mulai mengurut-urut penisnya, terlihat penisnya mulai sedikit menegang, namun ia biarkan seperti itu hingga akhirnya ia menyelesaikan mandinya.

Aku tidak tahu apakah hal ini salah ataupun benar, yang kutahu adalah aku memang harus memenuhi rasa penasaranku dengan cara, setelah mengetahui bentuk kejantanan mas boby, aku tidak serta merta puas begitu saja, video tersebut aku ulang berkali-kali sehingga menimbulkan gejolak birahi pada diriku, aku mulai menggerayangi tubuhku sendiri seraya menyaksikan video telanjang mas boby.

“Betapa beruntungnya kamu kak bisa mendapatkan suami segagah mas boby” ucapku dalam hati.

Mataku benar-benar terfokus pada batang penis mas ari, yang walaupun hanya setengah tegang namun terlihat urat-urat kecil menyelimuti batangnya. Ahh aku benar-benar birahi saat ini, dan akhirnya aku mengakhiri malamku dengan menuntaskan birahiku sendiri

Bersambung