Semua Wanita Ketagihan Dengan Batangku Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Tamat

Semua Wanita Ketagihan Dengan Batangku Part 1

Semua Wanita Ketagihan Dengan Batangku Part 1

Namaku baim. Mahasiswa fakultas ekonomi jurusan manajemen disalah satu universitas kota PLAT BM.
Umurku 24.
Aku mempunyai toko jahit di pekanbaru.

Toko ku di apit 2 toko lainnya, sebelah kanan konter pulsa, dan sebelah kiri adalah tempat ustadzah ikha dan suami bekerja.
Keseharianku bisa dibilang biasa saja. Bahkan orang2 disekitar toko ku menganggap aku pemuda bujang yang mempunyai masa depan cerah dengan kuliah dan toko jahitnya.

Mereka berfikir aku adalah orang baik pemuda baik yg tidak mungkin melakukan hal buruk. Ya memang aku berusaha terlihat baik dan sopan kepada orang2 sekitar.

Berawal dari 1 tahun yang lalu, dimana aku membuka usaha jahitan dengan tetangga toki yang ramah dan menyenangkan.
Sebelah kanan ada konter pulsa yang di jaga 2 orang wanita. Yang 1 bernama Intan yg 1 lagi bernama Fitri

Disebelah kiri ada stir mobil bernama Aswaja jaya stir mobile, dimiliki oleh bang Radi (suami ustadzah), dan ustadzah ikha.
Ustadzah ikha sangat baik, cantik, manis, dan menyenangkan. Asik diajak ngobrol dan sering becanda canda denganku.

Ustadzah ika mempunyai 3 orang anak. Awal kedatanganku aku bersikap biasa saja kepada ustadzah ika.
Karena aku anggap beliau seorang istri yang solehah dan sering mengajar mengaji di musola terdekat.

Semakin hari semakin akrab saja aku dengan ustadzah ika. Bahkan dengan anak nya yang paling kecil masih batita bernama haisya putri.
Belum bisa berjalan dan harus dituntun kalo ingin jalan dan sering aku ajak jalan2 dengan motorku serta aku gendong2 hingga tidur terlelap di pelukanku.

Hari smakin hari aku semakin mengagumi sosok ustadzah ika. Entah apa yang merasuki jiwaku, ustadzah ika semakin terlihat cantik dan menarik. Sering aku berhayal dan beronani membayangkan tubuh molek dibalik gamis oanjang hijab syari nan lebar ustadzah ika. Terkadang itu slalu mengganggu tidur malamku. Disaat aku tertidur..

(ustadzah ika masuk lengkap menggunakan gamis dan jilbab lebarnya membangunkanku, baim, Baim, Baim. Ini ibu, buka kan gamis ibu nak bujang, ibu kepanasan. Sayup2 terdengar suara bu ustadzah, aku terkaget bu ustazah langsung membuka gamisnya terlihat bh dan c-d hitam yang ia kenakan.

Aku benar2 terpana seorang ustazah membuka gamisnya d hadapanku aku tak bisa berkata-kata, kemudian beliau membuka kaitan bH nya lepas lah gundukan tetek yang kira2 ku taksir berukuran 36B nan indah.

Meski sudah menyusui 3 orang anak tetap saja kencang dan tidak kendur tetek ustazah. Ketika ustadzah ingin membuka celana dalam yg ia gunakan…..)

Tiiiiinnn, tiiin.. Tiiiinnnnnn..

Suara klakson mobil diluar toko membuyarkan mimpi indahku. Ku lihat jam pukul 7 pagi. Agak kedalam dan masih tak percaya dengan apa yng baru saja aku bermimpi. Kulihat kontolku tegang maksimal dibalik boxer ku. Segera ku kekamar mandi mencuci muka.

Setelah itu aku pakai kaos dan Ku langkahkan kaki membuka tokoku sedikit dan melihat mobil mana yang membuat mimpi ku hilang begtu saja. Aku keluar toko dan kulihat ustazah ika keluar dari dalam mobilnya sambil menggendong haisya.

Ohh myyy.. Ini orang yg masuk dalam mimpiku. (batinku berbicara)
Pandanganku tak henti menatap setiap gerak gerik ustazah ika.

“Tumben anak lajang udah bangun jam segini, biasanya jam 10 baru buka toko..” Ucap ustazah ika mengalihkan lamunanku

“iya nih bu lagi pengen aja” jawab ku

“bang radi mana bu, ko ga kliatan” tanyaku

“Ibu antar anak2 sekolah, bang radi kalo pagi kan di cabang 1 lagi. Siang nanti kalo anggota udah kumpul semua baru bang adi disini, ibu ngajar ngaji deh, Baim.” Jawab ustadzah

“Oooo.. Gtu ya bu ustadzah..” Celoteh ku

“Yaudah ibu masuk dulu ya iim”

“Oke bu” jwb ku

Tak bisa hilang ingatanku tentang mimpi itu, obsesi ku smakin menjadi untuk melihat sesungguhnya isi di balik gamis panjang dan jilbab lebar ustadzah ika.
Aku masuk dalam tokoku kembali keseduh secangkir kopi. Kembali keluar dan duduk disisi teras toko, kubakar sebatang rokok dan kembali hayalan ku masih tentang sangat ustadzah.

Sedang asik menghembuskan asap rokok ditanganku, ustadzah ika keluar masih menggendong anaknya dengan membawa sapu dan pengki untuk menyapu teras tokonya.
Aku melihat tajam ustadzah pujaanku yang menunduk membelakangiku. Terlihat jelas ceplakan cd nya dibalik gamis dan hijab yang iya kenakan.

Masih ku berfikir keras bagaimana cara nya agar dapat menikmati apa yang ada di balik jilbab lebar dan gamis panjang itu. Pikirku melambung tajam. Namun segera ku alihkan dan membantu ustadzah.

Aku : bu ustadzah, sini haisya baim gendong, ustadzah kan lagi bersih-bersih.

Ustadzah : eh, ga enak im, ngeroptin kamu

Aku : ah, ga kok.. Sekalian main main sama bidadari cantik yang satu ini.

Paksaku sambil menyodorkan tangan ku mengambil haisya. Sengaja kedua jariku agak kedepan agar dapat menyentuh tetek ustadzah. Rencanaku berhasil, jari2ku terasa menyentuh gundukan tetek yang empuk walau masih terhalang hijab dan bh ustadzah ika.

Ustadzah pun merasakannya, dia agak mundur sedikit badannya, namun tak ada raut wajah marah ataupun kesal padaku yang dengan berani menyentuh daerah sensitifnya.

Ustadzah : maaf ya iim. Repotin kamu jadinya. Adek main sama om aim dulu ya. Ibu mau beres beres toko dulu, jangan nakal ya sayang.

Kugendong anaknya ustadzah ika sambil terus mengamati sang ustadzah cantik itu menari-nari dengan sapu dan pengki ditangannya. Tak jarang dia menungging membelakangiku. Semakin terpedaya akal bulusku.

Semakin tenggelam dalam bisikan setan untuk segera melampiaskan aapa yang mimpi ku semalam. Sambil terus menggendong anaknya aku kedalam toko ustadzah karena anaknya ingin minum.

Aku : bu ustadzah, haisya pengen minum kayaknya

Ustadzah : iya iim, tolong ambil aja didalam iim ada botol susu asinya udah ibu siapin

dalam kulkas ya iim botol kecil

Aku : ia bu ustadzah , permisi

Ku masuki toko ustadzah hingga dalam kamarnya untuk ambil susu asi haisya, sampai didalam kamar aku terpana melihat tumpukan baju tersusun rapi dan juga bh cd berrenda milik ustadzah didalam lemarai tanpa pintu. Sepertinya itu dibuat hanya untuk meletakan baju saja. Iseng niatku untuk melihat.

Kuletakan haisya di kasur kecil lalu ku ambil botol asi dalam kulkas. Segera ku berjalan ke arah pojok kamar dan ku daptkan BH dan CD milik ustazah.
Sejenak ku lihat ukura BH nya ternyata 36B. Ku cium aromanya, mmmhhhffftttttt………. Ahhhh….. aku semakin terbang.. membayangkan mimpi yang indah.

Disana juga ada baju2 bang radi dan gamis jilbab ustadzah serta bH cd ustadzah ada warna PINK, CREAM, HITAM, KUNING, PUTIH.
Dan yang membuatku terkejut ternyata ada bh dan cd yang transparan. Omg, aku berfikir sejenak. Inikah ustadzah???

Apa yang kamu sembunyakn dibalik jilbab lebar dan gamis panjangmu ustadzah?.. pertanyaan pertanyaan itu mengacaukan fikirku.

Kulihat terus banyak lingrie2 sexy, tanktop. Tersadar aku tak bias berlama2 menikmati dalaman sang ustadzah.
Segera kembali menghampiri haisya dan bercengkrama seakaan2 tak terjadi apa apa.

Tak lama kemudian ustadzah ika datang. Menuju kamar tempat aku dan haisya bermain disana.

Ustadzah : ehh anak ibu main sama om, anteng syekali.

Aku : ia ni ustadzah.. pinter kali lah haisya ni. Tau ibu nya lagi sibuk, tenang2 dia sama oom.

Ustadzah : pinter anak ibu. Makasih ya iim udah jagain haisya. Ngerepotin jadinya

Aku : ah enggak ppa kok bu ustadzah. Baim juga anggep haisya ini adek baim sendiri.

Ku ambil haisya dan ku kembalikan pada ibunya. Sengaja tangan ku agak ku julurkan. Benar saja lagi lagi aku bias merasakan empuknya tetek sang ustazah. Namun kali ini ustazah cuek dan tak ada menghindari tanganku. Aku kembali ke toko dengan senyum penuh tanda Tanya tentang ustadzah ika.

Serba serbi tentang nya membuat cabuk fikirku semakin melayang tinggi. Hayalanku tak henti membayangkan apa yang ada dibalik jilbab lebar dan gamis itu. Ditambah pakaian dalam yang bagiku sangat mengundang selera dan biasa dipakai oleh wanita2 dengan kehidupan bebas, bukan alat2 yang dimiliki seorang yang dianggap ustadzah.

What…man !!! are kidding me??? Seorang ustadzah mempunyai koleksi BH sm Kancut yang sexy. Ditambah 1 benda yang gw rasa mirip VIBRATOR. REALY??. Apa yang si cantik ustadzah ika sembunyikan..? shitt.. gw jadi makin beringas mikirin dia.. pokoknya gw harus dapetin dia. Ustadzah harus tunduk dan takluk sama gw..

Racau aku, berbicara berbisik sendiri seakan tak percaya apa yang barusan aku lihat didalam kamar milik ustadzah ika. Sambil berlalu menuju kamar mandi segera. Dikamar mandi dengan selang yang sudah kumodif layaknya shower di kamar mandi hotel. Kunyalakan keran air , keluarlah air mengguyur seluruh tubuhku.

Kedua tangan ku memegang tembok yang ada didepan dan kepala ku tundukan seakan aku ingin menghilangkan fikiran2 yang sangat mengganggu ku tentang ustadzah ika. Tak dapat sedikitpun lenyap bayang2 ustadzah ika dalam fikriku.

Ku putuskan untuk beronani dan jelas ustadzahlah yang menjadii objek. BH, CD, LINGRIE, TANK TOP, serta VIBRATOR.. dan mimpiku semalam membuatku lenyap dalam hayalan tentang ustadzah dengan sejuta tanda Tanya dalam benakku.

OH, USTADZAHH IKAAAAA… kau miliiikuuuuuuuu,,, aaaahrrghhhh….!!!!

Ku nikmati setiap detik spermaku mengalir, setiap kedutan yang ada pada kontolku diimbangin dengan sesaknya nafas menahan nikmatnya onani kali ini. Selesai mandi segera kubuka toko jahitku. Segeraku menjalankan aktifitasku seperti biasa.

Siangnya rasa bosan menghantuiku, ku seduh the es manis dan kubakar sebatang rokok lalu duduk didepan teras toko. Ku lihat ustadzah tidak ada di luar.
Kemana ustadzah ya? Batinku. Kuhabiskan rokok ku segera. Lalu ku hampiri toko ustadzah.

Kulihat dari luar jendela tokonya tak ada dia di dalam toko. Dan suara rewel haisya anaknyapun tak ada ku dengar. Apamungkin ustadzah keluar, tapi mobilny ada didepan toko. Karena penaasaran kulangkahkan kaki di depan pintu tokonya.

Kubuka dan… oupss.. ternyata tak dikunci. Berarti ustadzah ada di dalam. Tapi kenapa g ada suara haisya. Hmmffh… ku panggil2 ustadzah tak ada jawaban dari dalam. Akhirnya kuputuskan untuk masuk dan menuju kamar. Pelan2 kulangkahkan kaki. Sesampai dikamar ku ketuk pintu, namun tak ada jawab. Ku buka pintu kamar dan benar.

Ustadzah dan haisya sedang tertidur. Berbaring tenang. Sedang ibunya tidur posisi miring dengan gamis yang tersingkap sepaha… ohhhh mayyyygaad…. That’s my dream.. kulitnya benar2 mulus tanpa gores sedikitpun. Tak henti mataku memandang kearah sana.

Lalu aku terkejut melihat sebelah tetek ustadzah menyembul keluar. Aku simpulkan beliau tertidur ketika sedang menyui anaknya. Ohh god.. ingin rasanya ku remas payudara ustadzah itu.

Namun itu sangat beresiko. Ku ambil hp ku.. lalu ku foto sebanyak2nya. Saking nekadnya aku singkap lebih ke atas gamis ustadzah hingga Nampak bulat pantat nya putih mulus emok dan bersisi. Dengan cd warna hitam yang digunakan. Akal fikirku mengalahkan segalanya, nafsuku sudah diujung.

Tiba tiba ustadzah bergerak, aku terkejut. Ku kira beliau terbangun. Kini ustadzah telentang dengan keduaa kaki terbuka lebar, menambah hot suasan waktu itu. Kusibakan cd agak kepinggir terlihat memek ustadzah yang mulus tidak hitam. Dan bulu nya pun tercukur rapih, aku tak berani menyentuhnya. Sangat beresiko.

Aku hanya mengambil gambar dari kamera hp ku. Susana semakin hening dengan aku yang keringat dingin dengan jantung yang terus berdetak kencang. Karena ini hal terbodoh yang pernah aku lakukan. Diam2 masuk kedalam toko orang lain saat pemiliknya tidur dengan keadaaan buah dada yang terbuka dan gamis yang tersingkap.

Kusudahi aksiku dan kembali ku berjalan perlahan menuju tokoku kembali.

Ku buka HP. Melihat2 isi galery didalam kamar. Ku sandarkan bantal ke punggung bersanding dengan tembok. Mataku tak henti menatap layar HP hasil jepretan ku tadi. Terengah engah seraya menahan nafas. Bagaimana tidak sang ustadzah cantik alim dan sholehah. Bidadari cantik di alam mimpiku kini tubuhnya sedikit terbuka dalam layar hapeku.

Payudara yang menyembul keluar serta puting kuning kecoklatan dengan kacangnya yang besar pertanda sedang dalam masa menyusui itu ada dalam layar hpku. Sejenak aku termenung. Gejolak terasa memenuhi seluruh getar tubuhku. Bisa saja aku mengancam ustadzah dengan foto2 itu.

Namun aku tak bodoh. Melakukan ancaman selemah itu. Bisa saja dia balik mengadu ke polisi dan melaporkan tindakanku. Ku urungkan niatku untuk melakukanya. Kusimpan foto tersebut untuk bersabar serta bersantai memikirkan strategi perang berikutnya.

why me? Its wrong. Arghh.. (Desah batinku) ya gejolak yang terasa begitu setelah semua terjadi. Ustadzah yang lama aku kagumi ku puja karena kelimanya serta ke sholehan nya kini lain dimataku. Kini bagiku, sisi lain dari sang ustadzah hanyalah manusia yang dibalut jilbab lebar serta gamis panjang yang menutupi aib dan sisi binal Hu manisnya.

Namun dia tetaplah seorang ibu yang baik bagi anak2 nya dan istri yang setia, sangat setia. Karena bagiku bang radi suaminya tidaklah tampan ataupun gagah. Hanya pria kurus hitam pekerja keras dan soleh yang mampu menaklukan hati seorang ustadzah. Ku hentikan lamunanku segera kembali bekerja.

Hari demi hari kulewati. Tidak ada tanda2 bahwa ustadzah curiga dengan apa yang ku lakukan tempo hari. Sengaja ku kurangi offensif boddy terhadap ustadzah. Kini hari demi hari berganti minggu, dan berganti bulan. Aku semakin intens dengan ustadzah.

Namun naluri ku belum berani walau hanya sekedar meminta nomor WA nya untuk lebih dalam mengenal watak seorang ustadzah dr cara dia membalas chat.

Aku berfikir sejenak.. Bisa saja aku meminta nmr hpnya ustadzah dengan mudah. Tapi bagaimana caranya agar seakan2 dia yg membutuhkan aku. Bukan aku yang membutuhkan dia. Tetap bersabar kulewati hari2 ku. Hingga akhirnya keberuntungan datang padaku. Saat itu keluarga ustadzah berencana pergi berlibur.

Besoknya 2 mobil tiba. 1 dikendarai oleh bang radi, 1 lagi di kemudikan oleh ustadzah ika. Kebetulan mobil yang ditumpangi bang radi penuh dengan orang tua dan adik2nya sedangkan ustadzah ika kosong hanya ada harinya anknya yg di gendong d depaanya dan Arga anaknya yang masih bersekolah SD.

aku : wuiih bang acara apa ni rame2

bang radi : oia iim. Kamu bisa ikut kami mw liburan ke sungai hijau. Sekalian anak2 minta oom aim ikut katanya. Bisa iim?

Aku : ooh boleh bang..kebetulan kerjaan juga lg kosong, Tp mobil abang penuh

Bang radi : itu sama kak ika aja iim, skalian pegangin haisya. Gpp kan

Aku : oke bang siap

kusiap2 kedalam toko mengganti bajuku. Sambil berlalu ku menuju mobil yang di tempati ustadzah ika. Sayang ke 2 temanku intan dan fitri tidak bisa ikut karena bUkan hari libur mereka. Ku hampiri ustadzah di mobil dan mengambil haisya dari pangkuannya. E

Ntah sengaja atau tidak yang rencana aku hanya ingin menyentuh sedikit gundukan tetek ustadzah, yang terjadi aku sedikit menggenggam tetek ustadzah sebelah kanan. Ustadzah sedikit kaget. Namun tak marah ataupun bertingkah kesal terhadapku.

Perjalanan panjang kami temui hingga Arga tertidur di jok blakang dan hanya tertidur dipangkuan ku. Sedangkan aku dan ustadzah tetap bicara menceritakan tentang berbagai hal.

ustadzah : iim kamu udah punya pacaran?

Aku : ahh ga ada bu ustadzah, belum punya pacaran baim bu

Ustadzah : halah masa anak kampus ga punya pacar, kamu kan ganteng iim, punya usaha sendiri, biaya kuliah sendiri, mandiri banget. Tipe ibu banget lah kamu mah. Cuma solat nya aja yg bolong2.. Hihihihi

Aku : ah ustadzah bisa aja, mana ada cewe yg mau sama org super sibuk kaya aku bu ustadzah.. Cewek jaman sekarang kan maunya d tlp terus.. Slalu ngabarin. Harus ini harus itu.. Ribet deh.

Ustadzah : oloh2 kamu ni merendah aja. Emang tipe cewe idaman kamu ky apa sih.. Masa anak muda seganteng kamu ga pny pcr..?

Aku : ahh bu ustadzah malu lah nyebutnya. Masa jd sama ibu curhatnya

Ustadzah : ya gpp x. Umur ibu masih 38th loh iim. Blm tua2 kali. Anggap aja ibu ni ibu kamu sendiri atau kk kamu. Jd santai aja kalo mw curhat ttg cinta2an. Ibu kan pengalaman dr kamu. Hehehe

Aku : yeeee bu ustadzah.. Hmmmm.. Aku sih ga mlu2 sih bu.. Yg ptg dia setia, baik, ramah, rajin sholat dan ngajar ngaji tiap sore. Hahahaha (ku candakan bu ustadzah ke biasanya ngajar ngaji tiap sore)

Ustadzah : dasar kamu,( sambil Noel pipiku) huh.. Itumah ibu ngajar ngaji tiap sore. Masa kamu suka ibu2 sih aneh.

Aku : lebih suka yang keibuan. Krn kalo cwe jaman sekarang ga ada yg keibuan. Rata2 HP HP HP HP aja diurusin. Ya aku akuin kan aku kagum sama bu ustadzah. selain ibu yang baik. Juga istri yang solehah. Eaaa Aaaaa

Kembali kubuat gurauan pada sangat ustadzah. Beliau hanya senyum2 mendengar pujian ku. Tak terasa hampir sampai kami di tempat tujuan. Sesampainya nya kami disana anak2 langsung menganti pakaian yang telah disiapkan. Begitu dengan bang adi hanya memakai boxer. Dan aku agak terkejut bu ustadzah ternyata membuka gamisnya dan jilbabnya.

Ternyata beliau memakai pakaian ketan yg menutupi seluruh tubuhnya dan jilbab kurung yang hanya sebahu. Aku terperana. Apa yang ada di hadapanku. Seorang ustadzah yang biasa memakai jilbab lebar sampai lengan dan gamis lebar panjang kini berganti hanya jilbab sebahu yang tidak menutupi besar buah dadanya.

Terlihat jiplakan bH yang ustadzah kenakan dan juga segitu c-d yg dipakainya dibalik baju ketat yang dia kenakan. Pantatnya padat berisi. Sedangkan aku masih mengamati keluarga yang mandi di sungai dan aku masih menggendong haisya. Kulihat bu ustadzah segera bergabung dengan kluarganya..

Ustadzah : iim.. Kamu ga ikut.. Mandi disana.?

Aku : nanti deh bu ustadzah, baim pegang haisya dlu.. Segan juga kumpul disana. Gpp kok baim dsni

Ustadzah : oke.. Makasih ya iim.. Baik banget kamu.

Berjalanlah ustadzah ke tepi sungai. Ku amati setiap gerak gerik langkahnya. OHH TUHAN NIKMAT MANA LAGI YANG KU DUSTAKAN.. Itulah kata2 hatiku yang terucap melihat keindahan tubuh ustadzah dibalut baju renang ketat dan tidak tertutup jilbab lebar sehari harinya..

Byuurr..rrr.rrr..

Suara air ketika ustadzah melompat ke sungai.. Ku amati terus pesona indahnya ketika jernihnya air sungai menyelimuti seluruh tubuhnya.
Bahkan cetakan bH dan c-d bgtu sangat semakin jelas ku lihat.. Bahkan ada sedikit rasa cemburuku ketika bang Ardi suaminya memeluknya dari belakang.

“Damn, its mine bang ardi” batinku berkata. Padahal jelas aku bukanlah siapa2 dan mereka adalah sosok suami istri yang sah. Aku tak tau apa yg salah dalam fikir ku. Seakan akan iblis sudah mencampuri diagram2 stiap ventilasi yang ada dalam otaku. segera ku alihkan dan membawa haisya berjalan keliling.

Tak terasa lama waktu berlalu hampir 20 menit aku keliling dan memutuskan untuk berenang. Ku berikan haisya pada pembantu ustadzah. Dan aku segera menanggalkan pakaian ku dan masuk ke sungai dengan menggunakan boxer. Kami bercengkrama 1 sama lain. Yang membuatku agak jengkel 2 anak ustadzah slalu bersamaku mengajak bermain.

Lagi asik bermain aku slalu berjalan mundur di sungai, kemudian berlari lari dikejar anak2 nya ustadzah..tiba2 aku menabrak ustadzah tak sengaja aku menabrak ustadzah sangat kencang.. Bruuaaghhh… Byuurrr…

Kami saling tertabrak dan kehilangan keseimbangan lalu tercebur kedalam sungai.. Wajahku tepat di hadapan ustadzah.. Terasa badanku bersentuhan dengan tetek ustadzah yang besar. Aku peluk ustadzah dan 2 tanganku memegang kepalanya agar tidak terbentur bebaruan didalam air..

Aku : maaf Bu ustadzah.. G lihat baim.. Bu ustadzah gpp kan.

Ustadzah : ia gpp iim..

Sambil ngos2an menarik nafas krn menahan nafas d dalam air.. Aku tak tau apakah ustadzah sadar bahwa badan ku dan badanya sangat erat dan kupeluk d dalam air.. Kurasa tidak.. Karena sikapnya biasa biasa saja..

Waktu punn smakin sore.. Kami memutuskan untuk segera bergegas merapihkan kan dan pulang.. Ustadzah ika masuk di ruang ganti yang hanya bertutup kan papan2 kotak.. Aku berniat untuk mengintip.. Tapi urung kulakukan. Karena banyak orang. Tidak lama ustadzah datang tp masih mennggunakan baju yang dipakai di sungai tadi..

Wait wait.. Tak ada terlihat cetakan bh atau c-d dr ustadzah.. Tp ku lihat jelas pentil ustadzah tercetak disana.. Aku yakin dia menanggalkan bh dan c-d nya di ruang ganti. Sambil mengambil gamisnya di tas.. Ternyata dia lupa membawa baju ganti.. Kemudian berlalu menuju ruang ganti kembali..

Ketika semua sudah siap. Kamu bergegas pulang.

Sepertinya ustadzah terlihat lelah.. Aku disuruhnya untuk mengendarai mobil. Dan dia duduk di jok depan sambil mendekap haisya.
Di perjalanan kulihat ustadzah tertidur bgtu juga dengan kedua anaknya.. Raut wajah kelelahan nampak di muka nya.. Timbul niat jahat ku untuk merasakan apa d balik gamisnya.

Dengan gugup ku coba menyentuh sedikit dengan jariku gundukan buah dadanya.. Dengan beranikan diri. Aku menyentuh tetek ustadzah yang masih dibalut gamis.. Dan what.. Aku terkejut.. tidak ada kurasakan bH didalamnya.. Jemariku lansung menyentuh empuknya payudara ustadzah.. Ku geser sedikit kepala haisya yang menghalangi.

Kubuka sedikit resleting baju gamisnya dan benar.. Ustadzah tidak memakai apapun dibalik gamisnya ku lihat puting nya mencuat, mungkin karena cuaca dingin. Ku hentikan mobil sejenak.. Ku mainkan ustadzah sambil sesekali ku remas..

OOHHH.. BU USTADZAH..

Masih berlama lama aku memainkannya.. Tiba2 sdikit bergerak bu ustadzah.. Aku panik..Segera ku hentikan permainanku dan menutupinya dengan jilbab ustadzah.. Kemudian melanjutkan perjalanan. Tak lama kami sampai di rumah ustadzah.. Dan merka b2 meminta aku untuk menginap hari ini..

Dirumah sang ustadzah. Dengan halaman yang luas dan kolam renang di belakang. Dengan rumah 2 tingkat. Aku diberikan kamar di tengah di antara kamar ustadzah dan juga kamar pembantunya. Sedangkan kamar anak2nya ada tepat di depan kamarku. Waktu menujukan pukul 23:00 wib. Menandakan hari telah malam. Namun rasa kantuk tak kunjung menghampiriku.

Ku langkahkan kaki untuk sekedar mencari angin diluar dan menyalakan rokok.. Ya.. Yang kutuju adalah kolam renang. Sedang asik bas bus bas bus hembuskan rokok ku hingga 2-3 batang. Kulihat samar dari jauh. sang ustadzah??? Kembali fokus ku menyipitkan mata apakah benar sosok berambut sebahu, menggunakan tanktop dan hotpants adalah ustadzah ika.

Pelan2 ku matikan rokok menuju ruang dapur tepat wanita itu berjalan.. Benar saja. Waaawww.. Seorang ustadzah yang biasa aku lihat berjilbab lebar, gamis panjang alim.. Kini dihadapanku disuguhkan pemandangan indah.

Sang ustadzah kini dengan hanya menggunakan tanktop tanpa bH didalamnya krn ku yakin karena tak ada ciplakan bh d dlm tanktop tsb. Hanya kliatan jelas putingnya d balik tanktop. Dan juga hanya memakai Hotpants.. Waw… Tanpa c-d.. Ya karena tak ada cetakan c-d yg ku lihat. Waww…

Keindahan alami oval wajah cantiknya, dengan tinggi 157cm serta buah dada berukuran 36c yang tak sanggup ditutupi oleh tanktop. Kini ada dihadapanku. Namun sepertinya ustadzah agak murung, apa ustadzah abis ngentot sm bang radi?? Timbul niat iseng ku.. Pura pura seperti orang tidur berjalan.. Dengan degdegan ku jalankan aksiku..

:: Intan, intan.. Kamu dimana, ::

Sambil aku meraba2 depanku agar tak terjatuh.. Ku goyang2kan tangan ku layaknya org yg tidur berjalan. Ku panggil2 nama pacarku agar tak curiga. Tiba di dekat ustadzah. Ustadzah terkejut sambil menutupi teteknya dengan kedua tanganya ditingkatkan.

Ustadzah : iim.. Ngapain ka…. (Kata2 ustadzah terhenti. Mungkin heran dengan tingkahku.. Sedikit senyum dibibirnya)

Ustadzah : oalah.. Ngigau dia.. Sampai2 tidur jalan

Aku : Intan aku sayang kamu.. Kamu di aman sayang (tetap dalam kondisi tidur berjalan)

Ustadzah : Intan dsana lah iim.. Di konter.. Ngapain kamu cari disini.

Dengan cekatan krn aku merasa ustadzah sudah merespon dan menganggap aku ngigau. Aku sentuh mukanya dengan lembut. Ustadzah sedikit kaget. Tantangan menggenggam tanganku namun tak menahan atau menariknya.

Ustadzah : iim.. Ini ustadzah iim.. Bukan Intan !!!

Tak ku hiraukan. Ku lingkaran tanganku yang tadinya menyentuh pipi ustadzah dengan mengelus2 agar memberikan sensasi geli dan nikmat.. Kini tanganku menggengam kepala bagian blakang ustadzah.. Ku majukan sedikit pelan2. Kemudian kami berciuman.

Aku : Intan, i love you!!!

ustadzah diam, kukira akan ada penolaknya. Namun dia hanya diam mengikuti alur yang kuberikan padanya. Kini ciuman ku dibalasnya. Tak kusangka dia akan membalasnya. Tak sampai disitu.. Tanganku yang 1 memeras pantat nya yang hanya dibalut hotpants. Dia tak ada penolakan sedikitpun.

Mungkin muka mesem dan kesalnya tadi krn habis bergumul dengan bang radi namun tak terpuaskan. Aku yakin dia masih dalam keadaan horny. Dan baru juga ku sadari vibrator yang ada di toko itu untuk memuaskan nafsunya yang tak terpuaskan. “Hahah thats you card ustadzah.”

Masih ku genggam bokong yang sexy itu. Sambil tetap kami berciuman. But.. Ku hentikan. Terlihat raut kesal tapi bingung oleh ustadzah. Ku tinggalkan ustadzah dan kembali ke kamar diatas masih dalam keadaan tidur berjalan.

ku berbaring di tempat tidur dengan kedua tangan masih terangkat sambil mengunggah dan menyebut2 nama gF ku. Sekilas ku mengintip. Ternyata ustadzah mengikutiku ke kamar dan berdiri tepat d depan pintu ku. Ustadzah menyalakan lampu kamar.

Aku sudah dalam posisi tenang dan terbaring di kasur. Rasa penasaran membuat ku ingin melihat dengan jelas tubuh bugil ustadzah yang hanya d balut tanktop dan hotpants..

ustadzah : oalah anak lajang ternyata tidur berjalan.. Sempat2 nya cium2 istri orang (sambil ustadzah tersenyum, memegang teteknya)

Kemudian ustadzah berlalu.. Mematikan lampu kamar. Aku yang dalam keadaan tegang dan deg degan menghela nafas sejenak. Kembali ku ingat berapa indahnya tubuh itu. Yang biasa kulihat dengan hijab yg lebar serta gamis yang panjang.

Kini dapat ku melihatnya dalam keadaan setengah bugil yang hanya memakai tanktop dan hotpants yang panjangnya 20cm diatas lutut. Seandainya dapat ku abadikan moment itu.
shit.

Ga ada ustadzah marah atau teriak waktu gw buat hal yang tidak senonoh sama dia. Bahkan dia menikmati. Ini aneh.. Ini bener2 aneh.. Gw harus segera bisa dapat nikmatin ustadzah ika. ( batinku berbicara)

waktu berlalu, tak ada hal yang terjadi. Aku pun tertidur dengan sejuta mimpi yang belum terwujud. Mendapatkan tubuh ustadzah adalah mimpi2 aku sang pemuja keindahan dibalik sholehah nya ustadzah ika. Tapi semua butuh proses. Yang jelas aku sudah menemukan kartu As untuk mewujudkan mimpi2ku.

Esoknya, ku dengar mobil bang radi tepat pukul 5 subuh. Aku terbangun dan segera mencuci muka. Kemudian memakai kaus lalu ke bawah untuk melihat apa yang terjadi. Ku lihat bang tadi sudah dengan pakaian rapi sedang memanaskan mobil dan ustadzah berdiri di depan pintu.

But wait. Ustadzah hanya memakai mukena dan samar2 ku lihat bH hitam dibalik mukena itu. Ku dekati ustadzah dan benar saja hanya bh yang ia gunakan dibalik mukena itu.

bang radi : ehh baim.. Udah bangun.. Iim abang titip kkak ika sama anak2 ya.. Abang ada panggilan privat 1 minggu di padang lumayan penghasilannya.

aku : ooh gt ya bg.. Siap bang ga masalah.

bang radi : makasih iim.. Maaf repotin kamu

aku : gpp bang.. Anak2 juga baim anggep adek sndiri.. Lucu2 lagi mereka.

bang radi : makasih iim.. Skali lagi.. Baik banget kamu.

ustadzah : ia iim.. Baik banget kamu lo padahal udah sering kami repotin.

aku : iya bu ustadzah dsini kan baim merantau. Ya baim anggap bang radi sama ustadzah spt orang tua baim.

bang radi : yaudah mii, abi berangkat ya.

ustadzah : iya bii.. Hati2 dijalan.

Bang radi berlalu meninggalkan kami. Sementara itu ustadzah ika kembali ke kamarnya. Aku pun kembali ke kamarku dan bergegas mandi. Pukul 08:00 aku bersiap kembali ke toko ku. Membuka toko dan bekerja. Sekitar pukul 10:00 ustadzah ika datang. Membuka tokonya.

Aku : loh ustadzah, buka juga tokonya?

ustadzah : ga iim. Ini pgn ambil barang2 yg tinggal aja.

aku : ooh gt.

Tak lama ustadzah masuk toko ku. Dan menyerahkan kunci toko padaku.

uustadzah : iim. Titip kunci ya. Dan juga klo ada pelanggan nanya bilang aja ttup 1 minggu ada acara.

Ni nomor ibu.. WA juga.. Kalo ada apa2 telpon ibu aja.. Nanti makan siang datang ke rumah aja ibu masak untuk kamu. Jadi g usah beli2 makan d luar ya iim.

aku : iya ustadzah.. Jadi ngerepotin nih.

ustadzah : yaudah ibu pulang dulu ya iim.

aaku : iya ustadzah hati2

Kini ustadzah sudah pergi. Timbul niatku untuk melihat2 dalam kamar toko ustadzah.. Ku buka toko dan kututup. Lalu berjalan menuju kamar. Ku periksa2 lemari baju. Masih ada tumpukan baju tersusun rapi serta bh dan c-d ustadzah.

Aku ambil bh dan c-d ustadzah 1 pasang. Namun aku tak menemukan vibrator yang tempo hari aku lihat. Apa jangan2 tadi ustadzah mengambil vibrator nya ya. Setelah ku ambil bh dan c-d. Aku keluar dan mengunci kembali toko.

siangnya tepat pukul 12 terasa lapar melanda. Segera ku pacu motorku menuju rumah ustadzah ika. Sesampainya disana aku tak melihat tanda2 ada ustadzah didalam. Ku panggil2 ustadzah tak juga keluar. Ku buka pintu ternyata tak terkunci. Kulihat disana hanya ada Arga sedang bermain.

Ku tanya Arga dimana ibu. Dia bilang tidur dikamar. Segera ku menuju kamarku. Melewati kamar ustadzah ku lihat pintu agak terbuka sedikit. Dan terdengar jelas suara2 getaran2 serta desahan2. Karena penasaran aku intip kamar ustadzah. Dan wawww. Sang ustadzah dibalut jilbab lebar sedang bertelanjang ria dengan vibrator menusuk vagina nya.

Nghhhh… Sstt.. Ahhhh…. Terusss.. Ahhhh…….

Desahan2 sang ustadzah membuat kontolku tegang dibalik levis yg ku pakai. Melihat seorang ustadzah dengan jilbab lebarnya tanpa pakaian sedang meremas buah dadanya dan menusuk2 vaginanya dengan vibrator. Terlihat daerah itu basah akibat cairan2an serta membuatku takjub terperana bulu halus yang tercukur rapi.

Tak tahan. Aku buka celanaku sedikit dan ku keluarkan kontolku kemudian mengocoknya

ustadzah : ahhh gg hhh… Ssttt.. Nikmat bii.. Kontolmul sangat lemah.. Aku sangat nikk.. Maatt. dengan.. Iniii.. Ahhhh.. Tuhaan.. Ahh.. A arghhh hhh akuuu.. Aahhhh keluaarrrr…. Arghh

bersamaan dengaan orgasme ustadzah ika.. Akupun mempercepat kocok kan kuu

Arghhh… Ustadzah hhhh…

Crott.. Crooottt croott..

Kutahan sperma ku d tangan dan kemudian bergegas menuju kamar mencari tisu. Adegan demi adegan kunikmati. Kini terbayang2 dibenak tentang sisi binal sangat ustadzah yang menurutku sangat kurang terpuaskan oleh suaminya.

Dikamar aku termenung. terdiam dan terpaku. hanya dapat terbaring lemah sehabis kejadian yang kualami barusan. sisa sisa tenaga kugunakan unuk mengatur nafas sedemikian rupa. USTADZAH (batinku berbisik) ..

Sosokmu nan anggun menyerupai bidadari langit ke tujuh, indah dipandang, elok rupa, berbalut hijab nan lebar dan gamis panjang. yang menutupi selruh tubuh indahmu. Bagai sang bulan yang ditemani ribuan bintang2. Sunyi nya malam nan gelap bahkan menjadi terang hanya karena senyummu seorang. Alim perangaimu, sholehah kebaikanmu, setia prinsipmu..

Kini dihadapanku dirimu tak lebih dari seorang wanita yang butuh kepuasan batin yang tinggi. Vibra itu, teriakan itu, desahan, serta raut wajah yang kau suguhkan sungguh seperti engkau membutuhkan seseorang yang mengerti keinginanmu. Dan suamimu, suami lemahmu itu tak tau apa yang sesungguhnya engkau butuhkan ustadzah.

Tinggalkanlah.. dan dekaplah aku.. biarkan mimpi mimpi sang pemujamu ini terwujud bersamamu ustadzah. Aku masih tertahan, karena aku anggap engkau adalah wanita baik yang terlalu kejam jika ku nodai. Bibir tebal dilapis warna lipstick merah meronamu, selalu tercetak jelas dalam dinding2 kaca mimpiku.

Buah dadamu yang indah membulat dan membusung tepat dihadapan mimpuku, vagina tebalmu, bulu halus yang mengelilingi lubang syurgamu selalu tertata rapih dan menggairahkan. Bokong besarmu laksana angsa menari berjalan mengelilingi tepi-tepi alam mimpiku. Ustadzah, kumohon.

Lepaskan jeratan godaan mu.. seluruh indahmu.. meski ku tau tak ada niatmu untuk menggoda aku.. aku hanyalah pemuda yang mengaggumi sosok dibalik gamis dan hijabmu.