Rahasia Pribadi Part 23

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42 END

Rahasia Pribadi Part 23

Start Rahasia Pribadi Part 23 | Rahasia Pribadi Part 23 Start

Dikantin kantor pusat 3MP sudah ramai para staf maupun jajaran para Manager telah berkumpul untuk makan siang bareng, sebagian ada yang masih sekedar ngobrol dan memesan kopi tak lupa menghabiskan sebatang rokok sebelum makan siang. Ada juga beberapa staf perempuan sedang ngerumpi bareng. Nampak siang ini ke tiga pentolan 3MP lebih memilih untuk makan siang bareng dikantin. Mereka bertiga memang membuat ruangan khusus untuk jajaran direksi dikantin tersebut.

Mereka bertiga sedang menikmati makan siang sambil sesekali mengobrol mengenai beberapa strategy bisnis kedepannya.

“Oh iya Al, hampir lupa. Gue mau nelfon Menteri Perindustrian dan Perdagangan nih… kan beliau nanti yang akan meresmikan pembukaan pabrik baru kita” ujar L setelah menghabiskan makanannya.

“Ya udah, telfon aja” jawab Al.

“Kayaknya ACnya kurang dingin yah Al, bentar” celetuk Nos lalu mengambil remote AC dan menekan tombol remote untuk menambah suhunya.

Setelah merasa suasana diruangan sudah kembali sejuk, Nos kemudian melanjutkan setelah makan siangnya habis mengambil sebatang rokok untuk dinikmatinya after Lunch.

“Kebiasaan kamu kang, ngerokok di ruang ber-AC” ujar Al sambil menggelengkan kepalanya.

“Elah bos, kek gak tau gue aja” ucap Nos tak menghiraukan si Al.

“Sttttt… jangan berisik dulu” ucap L saat menelfon pak Menteri.

“Selamat siang pak Wildan, saya Lara pak dari 3 Mandiri Perkasa” ucap L saat pak Menteri mengangkat telfonnya diseberang.

“Siang juga Pak Lara, ada yang bisa aku bantu pak?” ucap Pak Wildan diseberang.

Nos dan Al hanya memperhatikan L saat ini yang sedang menelfon, mereka menunggu keputusan dari pak Wil apakah beliau bisa hadir atau tidak di peresmian pembukaan pabrik baru 3MP.

“Gini pak, mohon maaf sebelumnya. Beberapa hari yang lalu surat dari kami apakah sudah diterima atau belum pak?” Tanya L.

“Oh iya sudah pak, mengenai acara peresmian pabrik barunya kan?” Jawab Pak Wil.

“Betul sekali pak, apakah bapak tidak keberatan untuk menghadiri acara tersebut?”

“Wah gimana yah Pak, sebetulnya sih aku juga lagi ada urusan kerjaan yang kebetulan bertepatan dengan waktu acara pihak perusahaan bapak.”

“Oh gitu pak, apakah bapak gak bisa memberikan sedikit waktu walau hanya sekedar memberikan beberapa kata-kara sambutan di acara kami?” Nos dan Al yang mendengar ucapan L barusan seperti tak senang. Apalagi Mr.Nos yang langsung merubah mimik mukanya. Karena jelas mereka berdua tau, bahwa Pak Menteri tidak bisa menghadiri acara mereka.

“Wah, mungkin biar wakil aku aja pak yang mewakiliku di acara bapak nanti” ujar Pak Menteri dan L langsung meloadspeaker Hpnya dan didengar oleh Nos dan Al.

“Hemm… ada cara gak biar bapak bisa hadir?” Tanya L memancing.

“Hemm… bisa diatur sih pak sebenarnya, asal” ujar Pak Menteri menggantung membuat Nos gerang.

“Udehh L, kalo menteri indonesia gak bisa datang… ntar kita undang menteri USA aja. Gitu aje kok repot” celetuk Nos karena gerang mendengar obrolan L dan Menteri.

“Sia Lu Nos,” ujar L.

“Ok pak Lara, aku akan usahakan bisa hadir di acara perusahaan bapak nantinya.”

“Terima kasih banyak pak Wil, kami tunggu kedatangan bapak nanti. Dan sampai ketemu lagi Pak Wil” ujar L dan di iyakan oleh pak Menteri lalu ia pun menutup telfonnya.

“Dasar, ya udah biar nanti gw yang atur yah Bos” ujar L setelah menutup telfonnya lalu meneguk soft drinknya.

“Aku serahin sama kamu dah L,” ujar Al

“Oh iya, lu udah liat semua final persentasi kita?” Tanya Nos ke Al.

“Udah kang, ok banget menurutku… so, kita tinggal persentasikan aja nantinya ke pihak manajemen SatuLever” jawab Al.

“Ya udah kalo gitu, berarti ntar yang ikutan siapa aja?” Tanya Nos.

“Kita bertiga lah, ntar biar aku yang persentasikan mengenai Company Profile dan kamu yang persentasikan mengenai Business Strategy Plannya, dan biar L yang handle masalah Preparation Financenya” jawab Nos dan cukup membuat Nos dan L lega.

“Rebes lah bos”

“Wokehhhh… so?” Tanya Nos.

“So, aku sangat berterima kasih sama kalian semua yang sudah bekerja secara maksimal dan menyajikan data yang sangat luar biasa. Dan semoga saja tender proyeknya jatuh ditangan kita. Amin”

“Amiiinnnn…. smoga aje yah bos” ujar L menimpali.

“Elah Al, itukan emang udah jadi tugas dan tanggung jawab kita semua. Karena biar bagaimana perusahaan ini kan menjadi bagian dari hidup kami” ujar Nos.

“Ya udah, mungkin ada baiknya malam ini kita merayakannya sebelum acara intinya nanti dimulai” ujar Al.

“Boleh juga tuh bos, jadi kita kemana malam ini?” Tanya Nos.

“Yah mungkin kita bertiga makan barenglah dimana gitu, kan udah lama juga kita gak dinner bareng kek dulu lagi” jawab Al membuat Nos terlihat seperti merencanakan sesuatu.

“Makan bareng doank? Ya elah gak seru Al. Yang lain nape.” Jawab Nos seperti mempunyai pilihan lain.

“Gw mah ngikut aje yah” ujar L.

L terlihat saat ini seakan menjaga kata-kata yang dia keluarkan saat berdampingan dengan Al. Seperti menjaga agar supaya pertunangan dia dan Citra gak dibatalin lebih tepatnya sih. Hehe.

“Kamu punya opsi lain gak kang?” Tanya Al.

“Wokeh, serahin semua ama gw yah. Biar gw yang atur semuanya” jawab Nostra yang sudah punya rencana lain dan terlihat senyuman aneh diwajahnya. L yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan sudah bisa menebak saat ini apa ide yang sedang menari-nari di isi tempurung kepala si Mr.Nos.

“Hemm… sepertinya gw bentar gak bisa ikut dah Al, nos. Karena gw tiba-tiba inget ada acara dadakan” ujar L setelah mengetahui apa yang Nos rencanakan.

“Kampret lu L, kita ntuh mati bareng, makan bareng, hang out bareng dan bahkan tidur bareng. Masa iya lu gak bisa ikut malam ini. Apa karena si Citra?” Celetuk Nos yang cukup membuat L terkejut dan juga Al yang hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.

“Lu aje kali tidur bareng ama si bos… lu pikir gw maho ape… lagian kok si Citra dibawa-bawa, gak ada hubungannya kale ama calon bini gw” ujar L.

“Syet dah… sopan nape L, abangnya ada disini… hadehhhh”

“Bruuaaakakakak… sudah-sudah, ini gak ada hubungannya ama Citra. Dan kamu juga L, kalo gak bisa hadir maka hubungan kalian perdetik ini aku anggap udah bubar” ujar Al yang langsung membuat Nostra ngakak.

Plakkk!…

Nostra yang ngakak langsung menabok kepala L dari belakang membuat L hanya bisa cengengesan.

“Kakak ipar mah gitu deh, kan kan kan gw ntuh tau ape yang si Nos rencanakan. Masa iya, bandel-bandelan didepan calon kakak ipar gw” ujar L membela diri.

“Bruuaaakakakaka… muke lu jauh L, lagian bobrok lu udah ketauan sejak jaman sebelum masehi dodol” celetuk Nos.

“Hahahaha… udah L, mau kamu nakal kek, mau kamu PK kek, mau kamu hancur kek. Aku gak peduli saat ini, karena kamu masih single dan semua orang bisa memiliki kamu. Beda ceritanya kalo kamu udah resmi jadi suami si Citra, yang seperti aku bilang sebelumnya. Cukup sudah masa lajang kamu yang amburadul dan mending kamu hentikan saat kamu udah berkeluarga.” Ujar Al menjelaskan ke L dimana memang Al tidak memperdulikan apa yang saat ini dilakukan oleh sahabatnya. Karena, dia memang sangat mengetahui dengan jelas kelakuan L selama ini.

“Hehe… Nah kan, udah dapet ijin dari si bos… jadi gw anggap lu gak ada masalah bentar yah. Wajib harus ikut.” Ujar Nos masih tertawa.

“Serah lu deh Nos, asal lu senang.” Jawab L.

“Gitu donk… sini gw cipok dulu” ujar Nos sambil menarik wajah sahabatnya yang sontak membuat L berontak.

“Anjirrrr… woi woi woi, lu kira gw mahoo ape… sialan lu nos. Cuihhh cuihhh cuihhh” ujar L yang cukup menggelitik perut Al dan Nos yang tertawa terpingkal-pingkal.

“Wkwkkwkwkw…”

“Bruuuakakkakakakkaka… udah cukup, bentar isi makanan dalam perutku bisa keluar lagi nih. Hahahaha” ujar Al yang sudah memegang perutnya menahan tawanya.

“Deal yah… kalo gitu bentar kita semobil aja” ujar nos memastikan ke Al dan L untuk merealisasikan acara mereka malam nanti.

“Serah lu dah Nos,”

“Silahkan diatur kang”

Akhirnya setelah selesai makan siang dan mengobrol bentaran, merekapun kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan aktivitas mereka yang sempat terhenti sejenak.

Didalam ruangan Nos nampak mempunyai kesibukan sendiri, yaitu mengatur semua acara untuk sebentar malam.

Ia masih sibuk berkutak dengan Lepinya, dimana layarnya masih menampakkan page suatu forum yang sangat fenomenal di segmen Underground. ‘Forum S3mprot’, adalah forum favorit Nos selama ini. Bahkan saat ini dia sudah menjadi salah satu ‘Donatur + di forum tersebut.

Setelah mendapatkan informasi dari salah satu admin di forum dan juga melihat foto ke 3 orang gadis cantik yang menurutnya sudah sesuai dengan standar yang dia inginkan. Akhirnya ia pun dengan bermodalkan Mobile Banking, langsung melakukan transfer dana untuk biaya booking ke 3 gadis tersebut ke salah satu pemilik lapak di forum dan kemudian menginformasikan via PM bahwa transfer dana sudah selesai.

Biaya yang dikeluarkan oleh Nos lumayan banyak, dimana masing-masing TO seharga 1 unit motor bebek khusus untuk LT, karena mengingat event kali ini jauh berbeda. Dan juga ia ingin memberikan sebuah kejutan kepada si Al maupun si L.

Setelah memastikan semua transaksi dan waktunya telah beres, maka ia-pun menelfon salah satu kenalannya yang bekerja di salah satu tempat karaoke private di daerah bilangan Jakarta. Dan tak butuh lama, Nos mendapatkan ruangan VVIP yang memang dikhususkan buat orang-orang yang ingin melakukan Private Party dan tidak terganggu oleh orang lain.

○●○​

Malamnya dengan kesepakatan bersama menggunakan mobil Mr. Nos. Akhirnya mereka bertiga meninggalkan gedung 3MP menuju sebuah Hotel mewah dibilangan Jakarta.

Nos memarkirkan mobilnya di parkiran basemen Hotel, kemudian merekapun berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai 5 dimana terdapat tempat Karaoke yang sepertinya tidak banyak orang mengetahui tempat tersebut. Hanya beberapa orang saja yang mempunyai duit berlebihan. Karena mengingat harga perjamnya diroom standarnya saja sudah lumayan mahal.

Al dan L cukup mengikuti yang empunya acara, dan terlihat Nos yang super sibuk mengurus semuanya. Saat tiba didepan resepsionis, Nos langsung menghampiri salah satu resepsionis yang malam ini tampil dengan busana minim yang sangat seksi.

“Mau karaoke mas?” Tanya resepsionisnya.

“Iya neng. Pak Ian ada? Kebetulan tadi gw udah konfirmasi ke dia.” Ujar Nos mencari sang manager salah satu kenalan si Nos.

“Bentar yah pak, saya panggilkan dulu” ujar resepsionis tadi.

Tak lama Ian yang dimaksud oleh si Nos muncul dari dalam ruangan khusus staf. Lalu melempar sebuah senyuman ke arah Nos.

“Pak Nostra, lama tidak berjumpa” ujar Ian sambil mengulurkan tangannya mengajak Nos berjabat tangan.

“Biasa pak, lagi banyak kerjaan… oh iya nih kenalin temen-temen gw” ujar Nos memperkenalkan Al dan L.

“Al”

“L pak”

“Silahkan duduk pak” ujar Ian mengajak mereka duduk sebentar di sofa lobby.

“Oh iya, apa yang menarik nih Kang Ian?” Tanya Nos memulai obrolan.

Kemudian Ian pun mulai menjelaskan tentang harga-harga, paket-paket dan fasilitas yg didapat. Khususnya Room VVIP terdapat 2 buah room yang dilengkapi dengan spring bed dan lamar mandi dalam yang memang dikhususkan buat tamu yang ingin melakukan eksekusi terhadap lawan jenisnya.

Nampak L hanya mangguk aja, karena biar bagaimana ia masih menjaga wibawanya didepan Al yang akan menjadi calon kakak iparnya.

“Gw milih paket platinum aja yah Kang, tapi exclude ladiesnya. Kebetulan gw udah booking dari luar. Paling setengah jam lagi mereka tiba” ujar Nos.

“Oh gitu, ya udah gak masalah sih Pak Nos. Berarti milihnya yang Room VVIP dengan paket 2 botol JW dan 1 botol Chivas dan waktunya sampai jam 4 pagi. Untuk pesanan lainnya diluar paket mungkin pesannya di room aja pak. Sekalian mungkin capsnya kalo mau” Ujar Ian menjelaskan kembali paket yang dipilih oleh Nos.

“Oh iya, apakah semua sudah di sterilkan pak Ian?” Tanya Al memastikan semuanya.

“Beres semuanya pak,” ujar Ian.

Akhirnya tak begitu lama mereka dipersilahkan untuk masuk kedalam Room Karaoke VVIP. Saat mereka masuk, nampak Al melihat keseluruhan ruangan dan sedikit menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia puas dengan desain dan interior dalam room. Di Lavida Karaoke memiliki room yang dirancang khusus untuk memanjakan anda, selain mempertimbangan faktor artistik dalam penataan interior desain, pihak Manajemen juga merancang room yang sangat nyaman untuk berkaraoke, salah satunya yaitu dengan mempertimbangkan faktor akustik ruang yang disesuaikan dengan spesifikasi sound system, luas/dimensi ruangan dan juga faktor ergonomis yang memberikan rasa nyaman kepada anda. Penggunaan TV Flat layar lebar pun 52 inch menyajikan kepuasan tersendiri bagi anda dalam berkaraoke.

“Not bad” ujar Al setelah memperhatikan keseluruhan ruangan.

Nostra dan L langsung duduk disofa yang berbentuk huruf U dan didesain khusus untuk kenyamanan para tamu yang hadir. Dimana berhadapan dengan sofa terdapat sebuah meja dan LCD TV yang langsung menerangi ruangan saat Ian meng-onkan energy elecrtical yang terdapat di sudut kanan samping pintu masuk.

“Selamat bersenang-senang yah pak, oh iya kalau tamunya udah datang suruh nemuin saya aja dibawah.” Ujar Ian.

“Oke thanks yah kang,” ujar Nos lalu manager itu meninggalkan mereka bertiga diruangan.

“Woi L kok lu diem aja?” Tanya Nos melihat L hanya duduk menyandar disofa sambil memainkan HPnya.

“Kepo lu Nos” jawab L tanpa menoleh ke Nos sedikitpun.

“Oh iya kang, kamu mesen ladies juga?” Tanya Al.

“Iye, masa iya kita bertiga doank disini. Yang ada ntar kita maen pedang-pedangan donk” jawab Nos membuat Al tertawa.

“Hahahah, ya udah kalo kalian mau happy silahkan aja. Aku gak yah,” ujar Al.

“Yaelah Al, gw dah bayar 3 cewek dodol. Mana harganya mayan lagi.”

“Loh kan itu salah kamu Kang, gak konfirmasi ke aku dulu sebelumnya” ujar Al membela diri.

“Woi L, besok ganti duit gw ye. Mayan 12jta atu cewek euy… kan lu bagian pegang duit. Hahaha” celetuk Nos tak menghiraukan perkataan Al.

“Hahahaha, cemen lu Nos. Masa iya duit segitu harus kudu diganti sih. Kan lu baru gw transferin jatah bulan ini. Mayankan, udah check belom?” Ujar L.

“Belom sih brad, habisnya di rekening gw udah kebanyakan duitnya. Kayaknya gw mau nambah deposit lagi nih” jawab Nos.

“Masing-masing kalo gak salah dapat gope kan?” Tanya Al memastikan.

“Iye bos, gw ama Nos kemarin udah beres sesuai hitungan lu kapan hari” jawab L.

“Iya makanya. Kalo yang lain silahkan kalian atur aja” ujar Al.

“Sipp dah bos”

“Woi lu berdua, ngapain ngomongin duit disini. Urusan kantor silahkan kalian berdua bahas diluar. Hahahaha” celetuk Nos yang sudah memilih satu lagu dan menambah volume suara sound diruangan.

“Gw kepret lu ru tau rasa Nos” celetuk L.

“Hahahahahah… ya udah, selamat bersenang-senang yah brad” ujar Al kemudian Nos sudah mulai menyanyikan lagu andalannya “Viva La Vida from Coldplay”.

“Viva La Vida”

I used to rule the world

Seas would rise when I gave the word

Now in the morning I sleep alone

Sweep the streets I used to own

I used to roll the dice

Feel the fear in my enemy’s eyes

Listened as the crowd would sing

Now the old king is dead long live the king

One minute I held the key

Next the walls were closed on me

And I discovered that my castles stand

Upon pillars of salt and pillars of sand

I hear Jerusalem bells a-ringing

Roman cavalry choirs are singing

Be my mirror, my sword and shield

My missionaries in a foreign field

For some reason I can’t explain

Once you’d gone there was never

Never an honest word

And that was when I ruled the world

It was a wicked and wild wind

Blew down the doors to let me in

Shattered windows and the sound of drums

People couldn’t believe what I’d become

Revolutionaries wait

For my head on a silver plate

Just a puppet on a lonely string

Oh who would ever want to be king?

I hear Jerusalem bells a-ringing

Roman cavalry choirs are singing

Be my mirror, my sword and shield

My missionaries in a foreign field

For some reason I can’t explain

I know St Peter won’t call my name

Never an honest word

But that was when I ruled the world​

.

Saat Nos masih sibuk menyanyi, tiba-tiba pintu diketuk.

Tok… tok… tok…

Kemudian muncul Ian dan seorang cewek yg sedikit berumur, mungkin umurnya sekitar 35 tahun.

“Malam Pak, maaf udah nunggu lama” sapa cewek itu yang sepertinya pemilik lapak di forum.

“Sist Farah yah?” Tanya Nos yang sudah mengecilkan volume suara sound system.

“Iya Pak, ini saya udah bawa pesanan bapak tadi” ujar Farah yang memang pemilik lapak yang sudah bertransaksi dengan Nos.”bentar yah Pak” lanjutnya kemudian pamit keluar bentar untuk memanggil ke 3 gadis pesanan Nostra.

“Mantap pak Nos, PANLOK euy… pasti mahal tuh” celetuk Ian dan di iyakan oleh si Nos.

Kemudian Sist Farah kembali masuk kedalam ruangan dan diikuti ke 3 gadis yang mampu membuat L dan Nos menjadi nafsu melihat ke tiganya. Ke 3 gadis itu memakai gaun-gaun yang sangat menantang mereka. Roknya sangat pendek, sampai hampir celana dalamnya kelihatan kalau mereka membuka sedikit pahanya, berdada terbuka sampai memamerkan belahan dadanya, tanpa lengan semua jadi hanya seutas tali yang melingkari lehernya atau di pundaknya sehingga memamerkan lengan mereka yang mulus-mulus.

“Malam semuanya, nih kenalkan anak-anak saya yah. Ini angel, ini Rini dan ini Diah” ujar Farah memperkenalkan anak-anak didikannya.

“Gile, gw pilih yang mana nih?” Celetuk Nos tapi sepertinya pandangannya saat ini lebih ke arah si angle yang terlihat lebih sensual dengan belahan dada yang agak terbuka.

“Asli masih tersegel pak” ujar Farah.

“Oke brad, lu berdua pilih duluan dah… oh iya tema kita malam ini Opening New Area… hahahaha” celetuk Nos membuat Al geleng-geleng kepala.

“Area gundul lu Nos” celetuk L. “Btw serius lu mesennya yang masih segel Nos?” Lanjut L sambil berbisik.

“Yoai L,”

“Eh Nos, gw milih si Rini yah… tapi bentar dulu. Biar situasi aman dulu. Lu tau sendiri gw sungkan ama si Al,” bisik L pelan membuat Al yang juga mendengarnya langsung menoleh ke dia.

“Aku denger loh L, apa perlu aku jelasin yang tadi lagi?” Ujar Al membuat L hanya cengengesan sendiri.

“Rasain lu L” celetuk Nos.

“Ya udah, gw ama si Angel, Rini ama temen gw yg make kaca mata. Dan biar si Diah ama gw juga” ujar Nos membuat semuanya menoleh ke dia.

“Nah loh, rakus amat lu Nos” ujar L.

“Ya kali aje si bos kagak mau, kan lumayan buat gw dua-duanya” jawab Nos.

“Hemm… biar dia bareng aku aja” ujar Al membuat L dan Nos kaget saat Al menunjuk Diah untuk menemaninya malam ini.

“What? Wahhhh si bos udah mulai nakal nih” celetuk L yang langsung dikeplak kepalanya oleh Nos.

“Diem lu L, mumpung bos lagi mau. Bentar kalo dia berubah pikiran hayo?” Ujar Nos.

Ketiganya akhirnya dipersilahkan oleh Farah untuk duduk menemani ketiga pentolan 3MP, tak lama wanita itu pamit untuk meninggalkan ruangan dan juga Ian pun ikut pamit.

Tak lupa sebelumnya Nos juga menambah pesanan mereka yaitu beberapa snack dan juga soft drink sesuai yang direquest oleh ke 3 gadis yang berada di samping mereka masing-masing.

Kemudian merekapun berkenalan, awalnya Nos yg pertama, “hai gw Nos,”

“Saya Angel mas” jawab Angel sambil menjabat tangan.

Angel mempunyai wajah yg sangat kental orientalnya, sepertinya memang kental banget keturunan Chinanya. dan wajahnya manis banget. Kulitnya putih bersih, bodinya langsing, tapi tak lebih tinggi dari si Nos. Dan ukuran branya juga sekitar 34B.

L juga saling berkenalan dan diikuti oleh Al.

“Aku Rini mas”. Yang ini facenya Jawa banget, cantik, kulitnya putih, dan bra nya sekitar 36A. Tapi masih ada turunan Chinese nya.

“Al…”

“L”

“Dulnya mana mas?” Celetuk Angel yang membuat ketiganya tertawa.

“Tuh Dulnya tapi udah ganti nama jadi Nostra” jawab L.

“Nama kamu siapa?” Tanya Al kepada gadis disampingnya yang kelihatan malam ini sedikit kurang bergairah. Ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis itu, wajahnya seperti gadis jepang dan tentu saja diantara ketiganya Diah lah yang paling cantik, dan tubuhnya sangat proporsional, dan branya sekitar 34B.

“Diah Mas,” jawab Diah pelan sambil tersenyum ke Al yang agaknya agak dipaksakan.

Mereka semua akhirnya pamit sebentar untuk berganti pakaian. Yang awalnya mereka hanya memakai gaun yang jauh di atas lutut sehingga sangat memamerkan kemulusan paha masing-masing dan berdada rendah sehingga sangat jelas terlihat belahan dada mereka. Sudah cukup membuat Libido Nos maupun L langsung naik, begitu juga penisnya yang mulai berontak dibalik celana. Ingin rasanya Nos menarik Angle kedalam kamar. Tapi sepertinya ia masih ingin bersenang-semang dahulu.

Tak lama mereka bertiga muncul dengan hanya menggunakan lingerie tipis berwarna hitam dan menampakan gstring dan bra mereka dari balik lingerie yang sangat transparan yang mereka gunakan saat ini.

Tak lama dua orang pelayan masuk kedalam ruangan dan mengatur beberapa pesanan mereka di atas meja, terdapat 2 botol JW, 1 botol Chiva dan 1 pitcher cola, sekeranjang buah, dan 6 buah gelas. Tak lupa juga beberapa snack dan rokok. Setelah pesanan mereka selesai diatur kedua pelayan tadi meninggalkan ruangan.

“Ayo diminum dulu,” ujar Nos yang memulai membuka acara mereka dan menuangkan minuman digelas Angel.

“Loh kok udah dituangin mas. Ini kan tugas kita” kata Angel lalu mengambil alih botol ditangan Nos dan Rini bersama dengan Diah membantu Angel mempersiapkan semuanya.

“Ayo kita minum” ujar Nos setelah semua gelas mereka ter-isi sembari mengangkat gelasnya. Dan mereka pun mengangkat gelas masing-masing tak terkecuali Al juga ikut mengangkat gelasnya kemudian meneguk minuman masing-masing. Nampak Nos langsung membalikkan gelasnya memperlihatkan bahwa gelasnya bersih tak ada sedikitpun minuman yang tersisa.

“Ahhhhhh… huh” ujar Nos.

Selagi kedua sahabatnya sibuk dengan kedua gadis cantik yang menemani mereka berdua, Al mencoba membuka obrolan bersama Diah yang dinilainya saat ini sedang dalam masalah dan sebetulnya ia gak berniat melakukan pekerjaan ini sebelumnya. Sepertinya gadis itu sedang dalam masalah.

“Kamu aman di samping aku, dan terserah kamu mau ngapain. Aku ikut aja” ujar Al membuat Diah terkejut.

“Maksud Masnya?” Tanya Diah.

“Al aja, gak perlu pake kata Mas. Karena aku bukan orang jawa.” Ujar Al tersenyum.

“Hehehe, ya udah. Panggilnya Kak Al aja yah” ujar Diah yang mulai nyaman dengan pria disampingnya.

“Ya udah terserah kamu aja.” Jawab Al lalu Diah mulai menuangkan minuman ke gelas Al.

“Silahkan minum kak”

“Taruh aja dimeja. Karena aku gak kuat minum, kamu juga kayaknya gak kuat minum kan?”

“Hehe… kok kakak tau sih, btw kak boleh Diah meluk gak?” Ujar Diah merasakan makin nyaman mengobrol dengan Al.

“Sini,” ujar Al lalu menarik tubuh gadis itu merapat dipelukannya.

“Kak mau nyanyi apa?” Ujar Diah yang sepertinya masih senang berada dipelukan Al.

Emang sih Diah sejak awal sudah menilai kalau Al adalah seorang pria baik. Dan menurutnya pria itu sangat menghargai seorang wanita walaupun pekerjaannya bisa dibilang sangat kotor. Andai saja ia mengenal Al dua hari yang lalu saat dirinya belum terkena masalah. Mungkin malam ini ia gak akan melakukan pekerjaan ini.

“Gak usah, biarin aja mereka berempat yang menghibur kita berdua. Hehehe” ujar Al.

“Kak,” ujar Diah pelan.

“Yah”

“Makasih yah,” ujar Diah merasakan sebuah kehangatan berada disamping Al.

“For what?”

“Semuanya, Diah merasa kalo kakak itu sebetulnya tidak menyukai hiburan kek gini. Benerkan?” Tanya Diah.

“Hehe… kadang aku ngikutin mereka aja. Toh juga gak ada salahnya selama aku belum berkeluarga”

“Ohhh jadi kakak belum punya istri?” Tanya Diah.

“Belom,”

“Hehehe… kalo orang lain mengatakan kayak gini mungkin Diah gak percaya. Tapi kok kalo kakak yang ngomong sepertinya Diah percaya aja yah,” ujar Diah merasakan sebuah kejujuran didiri Al saat ini.

“Hei lihat tuh si Nos ama teman kamu, kayaknya bentar lagi mereka ngamar” ujar Al mengalihkan obrolan mereka yang sudah mencoba masuk kedalam sebuah obrolan intim.

Nos dan Angel sudah mulai melakukan kemesraan yang disertai dengan nafsu. Dimana Nos mulai menyerang titik-titik sensitif gadis disampingnya dan dibalas juga dengan pelukan dan kecupan-kecupan penuh nafsu ke tubuh Nos.

Kayaknya Al merasa kalo Diah ini sebetulnya gadis baik-baik yang terpaksa harus melakukan pekerjaan kayak gini malam ini. Ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan, itulah yang ada dibenak Al saat ini.

“Hehe, emang kak Al kayak gak aja… hehe, paling bentar ngajakin Diah juga” ujar Diah keceplosan tapi ada sedikit keraguan setelah mengucapkan kalimat barusan.

“Siapa yang bilang? Aku dari awal udah bilang ama mereka. Kalo aku gak mau ikutan ngambil cewek, biar mereka berdua aja.” Jawab Al.

“Trus kenapa kakak milih Diah?”

“Karena tadi aku lihat diwajah kamu sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu. Dan aku gak tega kalo kamu jatuh ke pelukan sahabatku si Nos” jawab Al membuat Diah makin salut dengan si Al.

“Kalo Diah mohon ke kakak untuk tidak melakukannya, kak Al keberatan?”

“Emangnya kita mau ngapain?” Tanya Al tersenyum.

“Apalagi coba kak? Kan udah bayar mahal buat Diah. Masa iya mau rugi sebanyak itu tapi gak ngapa-ngapain” ujar Diah tapi sebenarnya harapannya memang sangat besar agar Al tidak mengambil keperawanannya saat ini.

“Emang aku kelihatan kayak gitu? Rugi? Gak juga kok… anggap aja secara tidak langsung aku membantu kamu keluar dari masalah yang saat ini mungkin sedang kamu alami” jawab Al membuat Diah makin merapatkan tubuhnya ke tubuh Al. Bahkan ia sudah memeluk erat sambil tanpa sadar ia merasakan sebuah perasaan aneh terhadap Al.

“Makasih yah Kak, jujur Diah bangga ama kakak. Tapi, Diah juga gak mau ngecewain kak Al. Kalo misalnya kakak mau ngelakuin itu, biar Diah minum yang banyak dulu yah kak” ujar Diah lalu mengisi gelasnya kembali dengan minuman dan sepertinya Al langsung menahannya.

“Kalo gak kuat, jangan dipaksa” ujar Al menahan tangannya dan menyuruh gadis itu untuk berhenti minum.

“Mau nyanyi apa lagi nih mas?” Ujar Angel Setelah beberapa lagu mereka habiskan bersama.

Kemudian Nos dan Angel yang paling banyak menghibur dengan suara-suara merdu mereka. 1 lagu… 2 lagu… 3 lagu… sambil menghabiskan minuman yang ada. Sudah hampir habis setengah botol lebih, gaya-gaya mereka terlihat semakin panas.

“Wah mulai mabok neh mereka” bisik Nos ke L dan terlihat sebuah senyuman diwajah Nos. Dan dijawab dengan anggukan kepala oleh L.

Goyangan-goyangan mereka semakin erotis, dan tak jarang baik Nos maupul L bergoyang bersama bergantian, kadang kedua pasangan L dan Nos, mereka juga menari memperlihatkan tarian yang sangat memancing gairah. Sedangkan Al dan Diah masih duduk dan menikmatinya. Keduanya saling berpelukan dan terlihat begitu sangat mesrah seperti halnya pasangan kekasih.

“Huuuuuuuuuuu…” teriak Angel lalu kemudian mulai memutar lagu-lagu mix dugem, dan ia menarik lengan Nos untuk bergoyang di atas.

“Ayo mas ikut jogged dong, jangan duduk aja” ajak Rini sambil menarik lengan Mr.L. Kemudian mereka ber-empat berjoged.

Nampak Angel sedang membelakangi Nos sambil menggoyang-goyangkan pantatnya tepat didepan penisnya. Dan Nos pun ikut bergoyang sambil sedikit mendekatkan penisnya ke pantat Angel yang masih terhalang dengan lingerienya dan gstring.

“Wah mas payah neh, segitu aja dedeknya udah bangun” kata Angel.

“Wah, ini namanya normal neng. Masa iya lu dah seksi gini gw gak ngaceng sih” ujar Nos yang sudah memeluk tubuh Angel dari belakang.

“Tapi kayaknya Angel gak yakin kalo Masnya bentar kuat diranjang.” Ujar Angel membuat Nos makin bernafsu.

“Ohhh jangan salah… mau berapa rondepun gw jabanin dah. Asal lu tau, nih dia udah bikin banyak cewek pingsan loh neng” ujar Nos menarik tangan Angel untuk memegang penisnya dari balik celananya.

“Auuwww… gede banget mas” pekik Angel saat memegang senjata bogelnya si Nos.

“Hayooo… masih mau ledekin gw gak” ujar Nos yang tangannya sudah meremas kedua bongkahan payudara gadis itu.

Kemudian L dan Rini juga bergabung bersama Nos. Mereka berjoged bersama menikmati irama remix diruangan itu. di belakang mereka Al dan Diah kelihatannya masih normal-normal aja. Masih saling diam-diaman dan sepertinya Diah saat ini merasakan sebuah perasaan aneh kepada pria disampingnya.

Disaat lagu yang diputar oleh Nos makin kencang, nampak Angel makin hanyut dalam gairahnya saat ini saat Nos sudah menggelitik vaginanya dari balik gstringnya. Kemudian saat mulutnya melotot masih dalam posisi berdiri dan berpelukan dengan Nos. Gadis itu segera merangkul tubuh Nos karena sebentar lagi ia akan orgasme. Tak disangka Nos yang mengetahuinya segera menghentikan kegiatannya membuat Angel menjadi kesal.

“Uhhhhh kok berhenti sih Mas,” ujar Angel masih ngegantung.

“Keluarinnya bentar aja kalo udah dikamar” jawab Nos lalu Angel kemudian mencium bibir pria itu dengan penuh nafsu.

“Wah kayaknya udah ada yang gak tahan nih” celetuk Rini yang melihat keadaan Angel dan Nos.

Sambil bergoyang dan saling merangkul, ini kesempatan dalam otak mesumnya Nos untuk mengerjain gadis itu lagi. Nos mulai mengangkat dagu Angel lalu mengecup bibirnya sehingga Angel nafsunya makin naik.

“Udaaahhhh mas… hash… hash… yuk ah, memek Angel udah gatal banget nih. Pengen banget diperawanin ama masnya” desah Angel membuat Nos mengangguk lalu tanpa bertanya lagi. Angel menarik lengan Nos untuk masuk ke salah satu kamar didalam ruangan tersebut. Sudah tak tahan nafsu mereka, khususnya Nos yang memang sejak tadi tak sabar ingin melampiaskan gairahnya ke gadis itu. Maka Nos langsung merebahkan tubuh gadis itu diatas ranjang yang ada didalam kamar sehingga Angel langsung merasa lebih nyaman.

Nos kembali menciumi bibir Angel, dan tubuhnya langsung menindih tubuh gadis itu yang masih memakai lingerie. Nos menggesekkan selangkangannya yang sudah berdiri ke selangkanyan gadis itu.

“Oughhttttt” Angel melenguh, dan Nos segera menciumi lehernya terus turun ke dada sampi ke perut. Dan sepertinya Angel makin mendesah yang jelas menambah gaira Nos.

Segera Nos membuka lingerie Angel sampai terlihat toketnya yang besar dibungkus bra warna hitam, Nos kemudian memainkan tangannya untuk melepas kait branya sampai terlepas.

Ceklekkk…

Benar rupanya bayangan Nos tadi saat pertama kali melihat si Angel. Dimana payudara sekal dengan putingnya yang masih ranum dan berwarna kemerahan sepertinya memang jarang disentuh.

“Uhhhhhh… maaasssss”

Nos langsung melumat dan memainkan dua puting payudara milik Angel bergantian dengan lidahnya sampai Angel mengerang menikmati permainan lidah Nos di puting payudaranya.

Kemudian Nos memainkan jemarinya di selangkangan gadis itu yang masih tertutup gstring berwarna hitam. Sentuhan jemari Nos di selangkangan Angel membuat Angel menggelinjang dan mengeluarkan teriakan.

“Mmmmhhhh ahhhhhhh” kemudian tangan Angel mernagkul leher Nos dan dilumatnya bibir pria itu dengan permainan lidahnya.

Nos menyelipkan tangannya didalam gstring gadis itu lalu ia pun memainkan jarinya diklitoris gadis itu. Sekejap tubuhnya langsung naik turun menikmati permainan jari Nos, kemudian Nos mulai menyentuh Vaginanya yang sudah sangat basah dan memainkannya didalam, teriakan Angel semakin menjadi gila.

“Aghhhh Mhhhhhh” matanya meram-melek dan pinggulnya bergoyang, kemudian Nos menarik mengait gstringnya dan terlepaslah sudah kain satu-satunya yang menutupi tubuh seksi gadis itu. Kemudian Nos mulai mempercepat permainan jarinya sampai akhirnya angel mengangkat pantatnya lalu mengerang menandakan sebentar lagi ia akan orgasme.

“Arggghhhhhh” terasa cairan hangat di jari Nos menandakan gadis itu sudah mendapatkan orgasme pertamanya.

Setelah Angel mengatur nafasnya yang baru saja menikmati orgasme pertamanya. Nampak Nos hanya mengusap-usap lembut payudara gadis itu dan masih sabar menunggu sampai Angel siap lagi ke babak nerikutnya.

Kemudian Angel manatap penuh gairah ke arah Nos yang masih memainkan kedua payudaranya. Lalu tangannya mulai meraba-raba dada Nos kemudian turun ke bawah sampai ke selangkangan Nos. Angel tersenyum saat merasakan ketegangan yang maksimal sesuatu yang panjang didalam celana Nos. Iapun meremas penis Nos yang masih tersembunyi didalam celana sambil dia memandang wajah Nos dengan tersenyum.

Nos yang tak sabar, langsung mencium bibirnya dan tiba-tiba saja tangan Angel merosot masuk ke dalam celana Nostra.

“Ups…” ujar*Angel saat memegang penis Nos.

“Uhhhhh…” desah Nos saat Angel meremas-remas batang kemaluannya yang sudah sangat tegap berdiri. “Bentar… deehhhh” lanjut Nos yang merasa tak nyaman dengan penisnya yang berdiri didalam celananya. Ia pun kemudian melepas celananya dengan tergesa-gesa dan dibantu oleh Angel yang sudah duduk samping Nos lalu berjongkok di depan selangkangannya.

Tak butuh lama, celana jeans dan CD Nos terlepas dan dilempar ke lantai oleh Angel. Maka tampaklah sebuah batang penis yang lumayan panjang dan bogel berbentuk melengkung ke atas membuat Angel bergidik.

“Uhhh gede banget Mas, muat gak yah bentar” ujar Angel lalu perlahan-lahan jemarinya menyentuh penis milik Nos. Nos merasakan sebuah kehangatan dipenisnya saat ini.

“Oughhtttt..” desah Nos saat penisnya mulai masuk ke rongga mulut gadis itu. Cukup 1/3nya saja yang masuk didalam mukut Angel sudah mampu membuat Nos merasakan kenikmatan.

Angel menggerakkan kepalanya naik turun mengulum penis Nos dan dibantu dengan tangan kirinya mengocok lembut batang penisnya yang tersisa sampai kepangkalnya.

Slurppp… slurpp…

“Uhuukkk… uhukkk…” karena kepanjangan, Angel mencoba memasukkan lebih dalam lagi dan akhrinya ia pun merasa seperti keselek dan membuatnya terbatuk-batuk.

Angel mulai menjilati seluruh selangkangan Nos, dan sepertinya Nos tak mau kalah. Ia pun menyelipkan tangannya di belahan pantat gadis itu dan memainkan kembali jemarinya yang menyentuh bibir vagina gadis itu. Karena perlakuan Nos seperti itu membuat Angel kali ini menghisap penis Nos dengan sangat Hot. Ditambah lagi goyangan tubuhnya yang sangat terangsang akibat perlakuan jemari Nos di vaginanya membuat Nos menjadi sangat bernafsu.

Nos menarik tubuh Angel dan mengangkatnya sehingga posisi mereka menjadi 69 dengan Angel berada diatas Nos tanpa melepas hisapan mulutnya terhadap penis Nos. Nampak Angel belum puas dengan mainannya saat ini.

Nos mulai menjulurkan lidahnya menyentuh clitoris milik Angel, saat tersentuh tubuh Angel langsung merespon sentuhan tersebut. Ia pun tak mau kalah dengan menambah kecepatan kocokannya dipenis Nos.

“Mmfffhhhhhhhhhh”

Sluurrppp… sluurpp…

Nos menguyel-uyel vagina merah merekah milik Angel dengan menggunakan lidahnya dan mencoba menusuk-nusuk lubang vagina gadis itu yang masih sangat rapat.

“Sekarang saatnya gw pecahkan perawan lu yah” ujar Nos yang sudah menindih tubuh gadis itu lalu membuka lebar-lebar kedua pahanya.

Nampak Angel mulai memejamkan matanya menunggu detik-detik ketika penis Nos menerobos vaginanya. Menyadari kalau Angel masih perawan, Nos yang sudah berpengalaman tak hanya melebarkan kedua pahanya. Namun dengan jari jemari tangannya Nos kemudian membuka kedua bibir vagina Angel, kemudian dengan perlahan dipandunya batang penisnya yang sudah tegang kearah lubang vagina Angel yang sudah terbuka.

“Siap yah Neng” ujar Nos Setelah dirasa posisi ujung penisnya sudah tepat berada di bibir vagina Angel, perlahan Nos pun menekan pantatnya kebawah.

“Auuw… Akhh… auuww..!” Angel memekik kesakitan sambil meronta ketika batang penis Nos mulai memasuki lubang kewanitaannya. Keringat Angel bercucuran membasahi tubuhnya sendiri yang telanjang bulat.

Srekkkk….

“Arghhhhhh… ” teriak Angel saat pertahanan terakhirnya akhirnya jebol juga. Keperawanan yang selama ini ia jaga mulai ditembus oleh penis panjang milik Nos tanpa sanggup ia cegah. Angel masih sedikit meronta-ronta kesakitan, tapi nampak Nos yang sudah berpengalaman tak ingin serangannya gagal karena rontaan gadis itu segera tangannya menahan pantat Angel, lalu dengan cepat Nos menelan pantatnya kembali kedepan sehingga separuh batang kelakiannya pun amblas masuk kedalam Vagina gadis itu.

“Aakkhhh… !”

Batang penis Nos terus menerobos masuk mengkoyak-koyak sisa-sisa Perawan milik Angel.

Terlihat sedikit di kedua mata Angel sangat lembab, mungkin karena rasa sakit yang saat ini ia rasakan. Dan tentu saja keperawanannya telah tiada dan harus ikhlas di ambil oleh seorang pria yang bernama Nostra Ajie Prasetyo.

“Gak perlu menangis yah neng, lu sudah gw perawani saat ini, lebih baik nikmati aja” ejek Nostra sambil mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur perlahan-lahan. Penis Nos sepertinya tidak muat karena terlalu besarnya dan Angel hanya merasakan rasa sesak saat ini di Vaginanya.

Setiap gesekan penis Nos memang saat ini masih menimbulkan rasa nyeri yang membuat Angel merintih rintih, tetapi buat Nos terasa nikmat luar biasa karena Penisnya terjepit erat oleh vagina Angel yang masih rapat dan baru ditembus perawannya. Inilah nikmatnya makan gadis perawan muda yang selama ini membuat Nos jadi ketagihan.

Plokkk… plookkk… plokkk…

“Oughhhhttt njirrrr Neng, meki lu enak banget” desah Nos.

Semakin lama batang Penis Nos Semakin lancar keluar masuk menggesek Vagina milik Angel karena cairan pelumas Vaginanya mulai keluar secara alamiah, rasa sakit dikemaluannya semakin berkurang, rintihannya pun perlahan mulai hilang berganti dengan suara napas yang berirama dan terengah-engah.

Ternyata Nos memang sangat pintar membangkitkan nafsu gadis itu. hisapan- hisapan lidahnya pada puting payudara milik Angel menyebabkan dua bukit indah dan sekal itu makin mengeras saja.

Bagai manapun juga Angel adalah manusia normal yang juga punya napsu birahi, sadar atau tidak Angel mulai terbawa nikmat oleh permainan Nos, dan rasa sakit yang di awal tadi telah hilang berganti rasa nikmat diliang vaginanya.

Plokkk… plokkk…

“Ooooh… , oooouugh… , aahhmm… , ssstthh!” erangan panjang keluar dari mulut angel yang mungil. Akhirnya ia sekarang sudah terbuai kembali dan larut dalam goyangan birahi Nos. Angel memejamkan matanya berusaha menikmati perasaan itu. Kenikmatan di vaginanya sudah menggantikan rasa sakitnya saat pertama tadi.

Penis Nos kini mulai meluncur mulus sampai menyentuh rahim gadis itu. Nampak Angel mengerang setiap kali dia menyodokkan penisnya makin dalam. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuat Angel terbuai dan semakin menikmati persetubuhan ini.

Darah perawan Angel mulai mengalir keluar membasahi seprai dibawah pantatnya. Rasa sakitnya sudah sudah tak dirasakannya lagi. Sambil bergoyang menyetubuhi gadis itu, bibir Nos tidak henti-hentinya melumat bibir dan puting payudara milik Angel, tangannyapun rajin menjamahi tiap lekuk tubuh gadis itu sehingga membuat Angel menggeliat-geliat kenikmatan. Rintihan panjang ahirnya keluar lagi dari mulut Angel ketika mulai merasakan sesuatu diujung bibir vaginanya. Seperti merasakan ia akan mencapai klimaks, sekujur tubuhnya mulai mengejang beberapa detik.

“Oughhhttt… maaaasssss keluaaaarrrr” teriak Angel saat orgasmenya tiba. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya yang polos itu sehingga kulitnya yang putih bersih kelihatan mengkilat membuat Nos semakin bernafsu menggumulinya.

“Ahhhhhh… bentar dulu Mas” ujar Angel karena saat ini Nos masih menaik turunkan pantatnya tanpa memberi waktu untuk Angel beristirahat. Birahi Nos semakin menggila melihat tubuh Angel yang begitu cantik dan mulus sudah tergeletak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang mungil itu menjepit dengan ketat batang penis Nos yang panjang dan bogel itu.

Tanpa memberikan kesempatan beristirahat Nos merubah posisi bersetubuh. Tubuh Angel ditarik untuk duduk berhadapan muka sambil mengangkang pada pangkuannya, Dengan sekali tekan penis Nos yang besar kembali menembus vagina gadis itu dan terjepit erat dalam liang kewanitaannya, sedangkan tangan kiri Nos memeluk pinggulnya dan menariknya merapat pada badan Nos, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti penis Nos kembali menerobos masuk ke dalam kemaluan Angel. Tangan kanan Nos memeluk punggungnya dan menekannya rapat-rapat hingga kini pinggul gadis itu melekat kuat pada pinggul Nos .

Plokkk… plokkk…

“Oughhhtttt enak banget meki lu neng”

“Ouughh..oohhh… ooohhhh… ” Angel mulai merintih halus ketika merasakan batang penis Nos amblas 3/4 hingga menyentuh rahimnya. Rintihan Angel semakin keras saat Nos mulai melumati buah dadanya sehingga menimbulkan perasaan geli yang amat sangat setiap kali lidah Nostra memyapu-nyapu puting susunya. Kepala Angel tertengadah lemas ke atas, pasrah dengan mata setengah terkatup menahan kenikmatan yang melanda tubuhnya saat ini sehingga dengan leluasanya mulut Nos bisa melumati bibirnya yang agak basah terbuka itu. Setelah beberapa saat puas menikmati bibir gadis itu yang lembut dia pun mulai menggerakkan tubuh Angel naik turun.

“Hmm… Jepitan Memek lu nikmat banget euy… beda bange dengan cewek lain yang sering gw setubuhi… ” suara sayup-sayup Nos.

“Oughttttt Mas, memek Angellll diapaaiinnn… nikmattttnya kontol Mas Nos” erang Angel yang saat ini tubuhnya tengah terguncang-guncang hebat oleh goyangan pinggul Nos yang semakin cepat. Terkadang Nostra melakukan gerakan memutar sehingga vagina Angel terasa seperti diaduk-aduk. Angel dipaksa terus mempercepat goyangannya karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan erangan gadis itu pun makin tidak karuan menahan nikmat yang luar biasa.

Plokkkk… plokkkk… plokkkk…

“Oughhhh shiiitttt” desah Nos.

“Masssss Angelll pengen pipis lagi” erang Angel ketika klimaksnya kembali sebentar lagi sampai.

Angel menjerit histeris sambil mempererat pelukannya. Kali ini Nos membalikkan badan Angel hingga posisi tubuhnya menungging lalu mengarahkan kemaluannya diantara kedua belah paha gadis itu dari belakang. Dengan sekali sentak Nos menarik pinggul Angel ke arahnya, sehingga kepala penis tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan gadis itu.

“Oooooouh… ouuuhhgh… piipissssss” untuk kesekian kalinya penis laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang Angel dan akhirnya membuatnya merasakan orgasmenya yang berulang-ulang.

Tapi tampaknya Nos tidak memperdulikannya dan makin menggenjot pantatnya dan penisnya makin menerobos keluar masuk diliang vagina licin milik Angel.

Selanjutnya dengan ganasnya Nostra memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan penisnya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang vagina milik Angel yang masih rapat itu. Inilah pengalaman pertama Angel dijamah oleh laki laki yang sudah sangat berpengalaman dalam bersetubuh, Walaupun berusaha bertahan ahirnya gadis itu kewalahan juga menghadapi Nostra yang ganas dan kuat itu.

Pria itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir 2 jam ia menggoyang dan menyetubuhi Angel tetapi tenaganya tetap prima. Tangannya terus bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuh Angel.

“Oughhhttttt… Angellll mintaaaa ampuuunnnn… uhhhhhhhh nikmaaaaattttnyaaaaa” erang Angel yang sudah sangat mengakui sungguh hebat pria yang saat ini menyetubuhinya karena dia dapat bertahan begitu lama dan membuat Angel orgasme berkali-kali.

Plokkkk… plokkk… plokkkk….

“Oughttttt neeeengggg gw udah mau nyampeeee nih” erang Nos yang merasakan sebentar lagi pertahanannya akan pecah.

“Saaammmaaaa Angel juga mau pipisss lagi”

Nos mendorong tubuh Angel lalu membaringkannya dengan posisi ia menyetubuhi tubuh gadis itu di posisi ia sedang menindihnya. Angel seperti kerasukan setan. Dan juga Nos makin kuat dan kencang menggenjot vagina gadis itu.

“Oughhhhhtttt pipissss”

“Oughhhttt gw jugaaaaa nyampeee”

Crooottt… crroooottt… croooottt…

Keduanya mencapai klimaks bersamaan. Semburan sperma Nos yang beberapa kali menembak didalam liang vagina mikik Angek yang terasa seperti menyembur dimulut rahimnya.

Keduanya saling berpelukan erat dan mengatur kembali nafas mereka yang sudah tersengal-sengal. Baik Nos maupun angel saat ini sangat puas atas persetubuhan mereka.

Still continued

END – Rahasia Pribadi Part 23 | Rahasia Pribadi Part 23 – END

(Rahasia Pribadi Part 22)Sebelumnya | Selanjutnya(Rahasia Pribadi Part 24)