Rahasia Pribadi Part 13

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42 END

Rahasia Pribadi Part 13

Start Rahasia Pribadi Part 13 | Rahasia Pribadi Part 13 Start

DUM… TRA… DUM… TRA… DUM.. DUDUMDUMTRA…

Suara Musik DJ. remix Morena & I miss you from Alqin Asan sedang dimainkan oleh seorang Disc Jockey di atas panggung dengan Musik beat yang begitu mengguncang seantero ruangan sebuah Club premium di daerah jakarta pusat.

( Color Of Nite Every Saturday) dengan lampu kerlap kerlip berbagai warna membuat suasana malam ini begitu mampu memacu andrenalin semua para Cluber diclub tersebut.

Di atas Dance Floor yang berbentuk huruf ‘U’ nampak para Dancers berjumlah 6 orang dengan beseragam Lingerie tipis sedang menari meliuk – liukkan tubuhnya yang begitu sexy senada dengan beat musik yang sedang di mainkan oleh DJ. Sedangkan di Bar yang berada di tengah Dance Floor dengan posisi dibawah nampak seorang Bartender memakai topi bermerk Surfing produk sedang meracikkan beberapa Minuman Vodka & Whiskey buat para Clubers.

Tiga orang sahabat pentolan 3MP saat ini sedang menghabiskan waktu dijumat malam setelah seharian suntuk dengan berbagai kerjaan di kantor, mereka memilih tempat VIP yang terletak dipojokan atas dengan sebuah sofa panjang dan juga dua buah sofa kecil menjadi pilihan mereka saat ini.

“Malam mas, mau pesan apa?” Tanya si waiters saat menghampiri mereka bertiga.

“JackD nya 2 yah mas, sekalian Pokka green teanya juga.” Jawab Nostra sambil mengetik sesuatu dilayar HPnya.

“Buset deh nos, lu mau mabuk berat nih ceritanya?” Ujar L sambil menggelengkan kepalanya.

“Iya nih kang, kita kan hanya bertiga doank.” Al menambahin.

“Yaelah kalo lu pade gak bisa habisin, biar gw aje ntar yg habisin… lagian juga bentar lagi kita gak bertiga kok.” Jawab Nos sambil celingak-celinguk menerawang seisi ruangan.

“Kamu nyari siapa kang?” Tanya Al.

“Kali aja ada awewe kesepian Al, hehehe.”

“Bisa aja kamu kang, lagian kalo mau sono turun cari sendiri… aku yakin kamu pasti dapat kok” ujar Al.

“Hahahaha, yuk L turun” ajak Nos tetapi L lebih memilih duduk menemani Al saat ini.

Nostra melangkah ke bawah dengan coolnya sambil sesekali tubuhnya bergoyang mengikuti alunan bit music. Saat ini Nos hanya bersandar di dinding sudut kanan, sambil membakar rokok Djarum filter kesukaannya diapun menelusuri setiap cewek yang lewat disekitarnya.

“Hai sendirian?” Akhirnya Nos mencoba SSI seorang gadis yang malam ini nampak bergoyang sendirian didekat Nos.

“Eh iya bang… abangnya juga sendiri?” Jawab gadis itu.

“Gw Nostra, lu siapa?” Tanya Nostra mencoba peruntungannya mengajak berkenalan gadis itu.

“Bella bang,” balas gadis itu sambil membalas uluran tangan Nos.

“Mau gabung?” Ajak Nos.

“Eh… emangnya abang gak sendirian yah?” Tanya gadis itu.

“Gw bertiga kok… tuh di atas sono” ujar Nos menunjuk tempat mereka bertiga.

“Ohhh… ya udah bella ikut aja bang.” Jawab bella lalu mereka berdua menuju ke tempat Al dan L saat ini.

“Widih baru 5 menit udah dapat juga lu betinanya Nos,” celetuk L saat Nos dan Bella tiba di tempat mereka.

“Nostra gitu loh… hahahaha,”

“Hai… gw L” ujar L mengajak kenalan si Bella.

“Ini Al… ” ujar Nos memperkenalkan Al yang masih saja sibuk dengan HPnya.

“Hai bang Al, aku Bella.”

“Iya,” jawab Al cool sambil menjabat tangan Bella tapi segera kembali ke kesibukannya sebelumnya.

Kedua sahabatnya sudah tau kebiasaan Al, dan merekapun hanya membiarkan si bigboss bermain di dunianya sendiri. L dan Nos saling menatap dan masing-masing mengangkat bahu tanda mengerti akan kebiasaan si bigboss.

“Bang… kok temannya gak nyari pasangan?” Tanya Bella.

“Bentar lagi si L bakalan nyari kok,” jawab Nos.

“Trus bang Alnya?”

“Lu jangan nanya dia… karena dia bakalan diem aja kayak gitu sampai akhir acara,” jawab Nos.

“Loh kok?”

“Udah… gak usah mikirin si Al, karena dia udah kayak gitu dari dulu”

“Aku dengar loh kang apa yang lagi kalian berdua obrolin,” Ujar Al tanpa melepaskan perhatiannya dilayar Hpnya saat ini.

“Hahahahaha… rasain lu Nos,” celetuk L.

“Bang, Bella ada teman 2 orang mau kesini… boleh Bella ajak join gak dengan kita bentar?” Ujar Bella.

“Sok atuh… sekalian biar dua temen gw dapat betina juga”

“Ihhh abang… emangnya hewan” ujar Bella sambil mencubit lengan Nos.

○●○​

“Bang teman Bella udah ada dibawah tuh,” ujar Bella beberapa saat kemudian.

“Ya udah, samperin gih trus ajakin kesini” ujar Nos lalu di iyakan oleh Bella yang langsung turun kebawah menghampiri kedua temannya.

Saat Nos melihat Hpnya tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh sesuatu.

“Njirrrrr…” umpat Nos membuat kedua sahabatnya melihat kearahnya.

“Kenapa lu Nos?”

“Iya kang, kamu kenapa?”

“Nih lihat,” ujar Nos memperlihatkan foto contact Elsya di BBMnya.

“Itukan Hellen tunangan lu Nos?”

“So what kang?” Ujar Al.

“Ini masalahnya Al L… gw tuh lagi PDKT ama si Elsya, sekarang gw kaget kenape mereka foto berduaan yah.” Ujar Nos.

“Sialan juga kamu kang, masa karyawan sendiri di embat juga” ujar Al dan di iyakan oleh L.

“Udang menyindir kepiting… saat di rebus sama-sama menjadi merah” ujar Nos menyindir.

“Ya elah pake peribahasa segala lu Nos,”

“Iya nih… artinya?” Tanya Al.

“Ngaca lu Al… kayak lu kagak aje… hahahahaha,” ujar Nos membuat L seketika berbalik menatap Al yang langsung di skak-mat oleh Nos.

“Wasyem kamu kang, aku kan belum jadian ma si Reva… dan dia aku anggap sebagai adik doank”

“REVA???? Sebuah informasi yang sama skali gw gak ketahui,” ujar L kayak kambing conge.

“Kakak makan adik, liat aja nanti Al… lu bakalan kesem-sem ma si Reva,” ujar Nos sambil mengangkat se-sloki minumannya.

“Hellooowwww… gw kayaknya jadi kambing conge nih”

“Kepo lu L,” ujar Nos membuat Al tertawa dan juga mau gak mau merekapun ikut tertawa atas tingkah kocak mereka.

“Hai maaf lama,” tiba-tiba Bella sudah berada di meja mereka bersama kedua temannya.

“Kenalin teman Bella abang-abang semua”

“Ini Cintya dan ini Yohana,” ujar Bella sambil memperkenalkan kedua temannya.

“Cin, mending lu nemenin si Al tuh… biar gw ama yohana aja” ujar L dan di iyakan oleh mereka.

Mereka berempatpun larut dalam hingar bingar di dalam Club, sebotol JackD dan juga beberapa botol Bir hitam Guinnes kali ini udah mereka habiskan.

“Bel, gw horny banget lihat toket lu say.” Ujar Nos membisikkan ditelinga Bella sambil lengannya memeluk tubuh Bella dari samping.

“Abang Nos mau?” Ujar Bella dengan genitnya.

“Kalo dikasih yah jelas mau banget atuh,” jawab Nos sambil mengusap-usap belahan payudara Bella.

“Masukin aja tangannya bang, tapi jangan terlalu kentara… malu ama yang lainnya”

“Wokeh sayang,”

“Oughttt bang Nos, tangannya nakal banget yah.” Desah Bella saat jemari Nos mulai meremas payudara kanannya.

“Bel, gw nafsuh banget ama lu nih… gw boleh entotin elu gak nih?” Ujar Nos yang masih sibuk beraktifitas di kedua payudara gadis itu.

“Bella juga dah basah banget nih bang, cium gw donk bang.” Jawab Bella sambil menarik wajah Nos untuk berciuman.

“Mmmffffmmmmm…” lidah mereka saling melumat satu sama lainnya, sesekali jemari Nos menggesek selangkangan Bella dibalik mini dressnya.

“Sialan nih Nos, mesum didepan kita-kita.” Ujar L yang juga masih bermesraan dengan Yohana.

“Iya kak L… bikin Yohana nafsuh juga euy” ujar Yohana menarik lengan L kearah gundukan payudaranya.

“Lu mau juga?”

“Hu uh,” jawab Yohana sambil tersenyum dengan mata sendunya mengisyaratkan bahwa diringa sedang dilanda gairah tinggi.

Ke empat pasangan tersebut masih bermesraan dihadapan Al dan Cintya, tetapi tak membuat Al terbawa emosi.

“Kak,” ujar Cintya yang masih duduk di sebelah Al.

Posisi mereka berdua biasa saja, hanya duduk berdampingan hanya saja si Cintya udah menggandeng lengan Al saat ini. Baik Al maupun Cintya enggan memulai sesuatu seperti halnya ke empat temannya.

“Yah, kamu kenapa?” Tanya Al menoleh kesamping.

“Hemm… boleh Cintya nanya sesuatu gak?”

“Silahkan,”

“Emangnya kak Al gak bernafsuh yah dengan Cintya?”

“Kenapa kamu nanya kayak gitu?” Tanya Al balik sembari tersenyum ke arah gadis itu.

“Habisnya… Cintya di anggurin gini,” jawab Cintya sambil menunduk.

“Mau kamu, aku harus kayak gimana?” Tanya Al pura-pura bego.

“Pelukin Cintya donk kak,” ujar Cintya malu-malu.

“Hahahaha… aku tuh gak biasa meluk cewek tau,” ujar Al.

“Huh bo’ong banget kak Alnya,”

“Ya udah kalo gak percaya,”

“Kak… peluk atuh,”

“Ya udah… sini,” ujar Al lalu melingkarkan lengannya ke perut Cintya gadis berdarah pakistan itu.

“Kak Al tampan banget yah,” ujar Cintya sambil menatap wajah Al dari samping.

“Masa sih?”

“Muachhhhh,” Cintya mengecup pipi kanan Al membuat Al hanya tersenyum.

Lain halnya si Nos yang saat ini sudah merubah posisi memposisikan Bella duduk diatas pangkuannya.

“Oughtttt bang, memek Bella dah basah banget nih… udahan dulu yuk ssttttttt,” desah Bella karena Nos menyerang seluruh leher gadis itu dengan jilatan dan kecupan bertubi-tubi, sedangkan jemarinya masih sibuk meremas kedua payudaranya bergantian dibalik dari dalam dressnya.

“Sama sayang… kontol gw juga dah ngaceng banget,” ujar Nos.

“Bang buka aja celananya, kan gelap nih… trus Bella ntar buka gstring pelan-pelan… oughhhtttt,”

“Ya udah sok atuh,” ujar Nos lalu Bella membuka kaitan gstirngnya dari balik dressnya lalu kemudian menaruh disebelah Nos. Sedangkan Nos membuka resleting celananya dan juga menyingkap CDnya maka muncullah Penis bogel milik Nos.

“Oughhhttt bang… kayaknya kontol abang gede nih… kerasa banget nyentuh memek Bella,” desah Bella saat mulai menyentuhkan penis Nos di selangkangannya. Sekali tarik rok belakang Bella tersingkaplah vaginanya yang bersentuhan dengan penis bogel milik Nos.

“Bang… Bella masukkin yah,oughhtttttt”

Srekkkkk….

“Ihkkkkkkgggg” pekik Bella saat penis bogel milik Nos menembus liang Vaginanya.

“Gak usah terlalu digoyang yah, kita bergoyang biasa aja ikutin irama lagu” ujar Nos perlahan-lahan mengoyangkan tubuh Bella sehingga penisnya yang sudah tertanam di liang Vagina Bella hanya keluar masuk dengan pelannya.

“Oughttt bang… kerasa sampe dileher kontolnya abang,”

“Kak L kayaknya mereka berdua udah mulai permainannya” ujar Yohana melihat gerak-gerik nos dan Bella yang sudah sedikit mencurigakan.

“Shit… gila bener tuh nostra, masa iya ngentot di tempat umum” ujar L yang juga tak mau kalah seru dengan Nostra. L mulai menarik wajah Yohana lalu menciumnya dengan bringas.

“Kak L… kita ke toilet wanita aja yuk… biasanya rada sepi”

“Oke siapa takut,” ujar L lalu beranjak dari mejanya turun bersama Yohana.

“Kemana L?” Tanya Al.

“Biasa Al… lagi pengen bersedekah” jawab L.

“Sedekah lendir… hahahaha”

“Yuk,” ajak L ke Yohana lalu segera turun kebawah meninggalkan ke dua pasang muda-mudi tersebut.

Plok… plok… plokk…

“Ups… pelan-pelan Bel, gak enak kedengaran si Al” ujar Nos saat Bella bergoyang di atas pangkuan Nos dan selangkangan mereka beradu dengan cepat membuat suara kulit bersentuhan lumayan keras.

“Oughhttttt… bang, enak banget kontol bang Nostra… memek Bella sampe penuh banget” desah Bella menikmatin kelamin mereka yang lagi beradu mencari sensasi kenikmatan bersama-sama.

“Cintya… kayaknya kita harus ninggalin mereka berdua,” ujar Al menoleh ke Cintya.

“Mau kemana kak?” Tanya Cintya.

“Pokoknya jangan disini deh… masa iya kita jadi penonton orang yang lagi ML” ujar Al sambil menggelengkan kepalanya.

“Kenapa kita gak ngelakuin juga kak?” Tanya Cintya malu-malu.

“Lagi gak berselera Cin, bukan karena kamu gak cantik… tapi emang aku gak mau melakukannya sebelum nikah nanti”

“So sweet… jadi kak Al masih perjaka nih ceritanya?”

“Menurut kamu?”

“Hehehe… meneketehe”

“Udah ah… yuk” ajak Al dan mau gak mau gadis itu mengikuti Al turun kebawah.

“Kita disini aja yah Cin” ujar Al saat mereka tiba dibawah lalu Al menarik tubuh Cintya dipelukannya. Al memeluk Cintya dari belakang dan merapatkan tubuh gadis itu ketubuhnya.

“Beneran kak Al emang pria idaman semua cewek yah,”

“Maksud kamu?” Ujar Al sambil menikmati alunan musik.

“Cintya gak habis pikir, masa iya ada cowok yang menolak ML dengan Cintya sih,”

“Ada… buktinya akukan,”

“Hehehe… iyalah masa iya donk”

“Dasar kamu” ujar Al sambil mengucek-ucek rambut Cintya membuat gadis itu makin merapatkan tubuhnya dipelukan Al.

“Btw kak Al emang belum punya cewek?”

“Belum… kenapa emangnya?”

“Cintya gak percaya, cowok setampan kakak gak punya pacar.” Ujar Cintya sambil menegadahkan wajahnya keatas melihat wajah tampan pria dipelukannya. Tubuh Cintya hanya sebatas bahu Al saja, jadi memungkinkan kepalanya bersandar di dada pria itu.

“Gak ada untungnya juga kan aku bohong,”

“Huhhh dasar,”

○●○​

Ditempat lain yang tak lain di dalam toilet wanita nampak L dan Yohana sedang dilanda birahi tinggi. Yohana mendorong tubuh L ke dinding dalam bilik toilet. Lalu dengan cepat membuka resleting celananya dan juga menurunkannya sebatas lutut.

Gadis itu berjongkong di depan selangkangan L, lalu perlahan-lahan ditariknya kebawah CD L sehingga memperlihatkan penis panjang melengkung milik L membuat gadis itu menelan ludah.

“Wow… gede banget kak L” ujar Yohana sambil jemarinya mulai menyentuh penis tersebut.

“Oughtttt Yo, bibir lu seksi banget,” L mendesah saat penisnya perlahan-lahan dimasukkan di mulut gadis itu.

Slurpp… slurpp… slurpp…

Yohana mengoral penis panjang milik L dengan penuh gairah, kedua matanya menatap sendu ke arah atas. Mata mereka saling pandang mengisyaratkan bahwa mereka saling menikmati kenikmatan yang mereka raih saat ini.

Lidah Yohana dimainkan di ujung kepala penis L, membuat L menjambak rambut Yohana.

“Oughtttt shitttt…”

“Uhukk… uhukk, uwekkk,” Yohana mencoba memasukkan semua penis L akan tetapi hanya 75% saja yang masuk membuatnya terbatuk-batuk karena ingin muntah.

Ditariknya tubuh Yo ke atas sejajar dengannya, lalu segera L melumat bibir tipis gadis itu. Dengan penuh nafsuh mereka mencium seluruh kulit di wajah masing-masing.

“Oughttttt kakkkkk… isapppin toket Yo,” desah Yohana saat L udah mulai membuka seluruh pakaian Yohanna mensisakan Bra dan CD saja. Sekejap L melahap dengan bringasnya kedua payudara Yohana bergantian tanpa membuka Bra, hanya mengeluarkan dari Cup branya.

Slurppp… slurpp… slurppp

“Oughtttt kak… nikmat banget”

L masih saja menguyel-uyel kedua payudara Yohana dan juga kedua putingnya bergantian, sedangkan jemarinya sudah mulai mengocok liang vaginanya dengan cepat.

Sedangkan Yohana masih saja mengocok batang penis L dan bibirnya hanya bisa mengeluarkan suara desahan.

“Oughhtttt kak percepaaaattttt…” erang Yohana dan tiba-tiba L menghentikan kegiatannya.

“Kok di lepas sih kak??” Ujar Yohana dengan wajah memelas dan kecewa.

“Keluarinnya pake ini aje yah,” ujar L sambil mengesekkan penisnya di ujung vagina yohana.

“Oughhhttt kak… cepetan masukin,”

L mendorong tubuh Yohana dengan gaya nungging berpegang di pinggiran closed, akhirnya perlahan-lahan L mengarahkan penisnya ke vagina Yohana.

Srekkkk…

“Sttttttthhhhhhssss….” desar Yohana merasakan tiap inci gesekan batang penis L memasuki liang vaginanya sambil menggigit bibirnya merasakan sensasi kenikmatan yang diberikan oleh L.

“Oughhhttt… keset banget meki lu Yo,”

“Bukan keset kak… tapi kontol kak L yang kebesaran, tuh lihat masih sisa kan batangnya”

“Jangan digoyang dulu kak,” lanjut Yohana sambil memposisikan dirinya senyaman mungkin.

“Udah enakan?”

“Banget kak,”

Plokk… plokk… plokk…

“Ohhhh my gooooodddd kontol kak L luar biasa nikmatnya”

“Sama sayang… oughhttt meki lu bikin gw ketagihan… apalagi tembem banget bikin kontol gw jadi tegang banget”

Goyangan dengan kecepatan sedang membuat keduanya merem melek menikmati sentuhan dan gesekan dikulit kelamin mereka masing-masing, tak mau diam maka kedua tangan L meremas kedua payudara Yohana dari belakang. Sedangkan Yohana menoleh kesamping maka secepat kilat dilumatnya bibir miliknya oleh L.

Plokk… plokkk… plokkk…

“Mmmfffhhmmmm,”

“Hashh… hashh… hashh,”

“Gila… enak banget,”

Di angkatnya kaki kiri Yohana membuat penisnya makin dalam masuk ke liang vagina gadis itu. Yohana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya merasakan sensasi luar biasa yang diberikan oleh L.

“Kak percepaaaatttt… Yo udah pengen pipissssss,”

Plokkk… plokkk… plokkkk…

“Oughhttttt Yo pipiiiissss kakkkkkk,” erang Yohanan sambil kedua kakinya jatuh lemas karena mendapatkan orgasmenya yang pertama.

“Hash… hashh… hashhh,”

“Lu pengen istirahat dulu atau lanjut lagi,” tanya L tanpa mencabut penisnya dari dalam vagina Yohana.

“Yo masih ketagihan dengan kontol kakak… sini kak L duduk di closed,” ujar Yohana dan L hanya menuruti kemauan Yohana.

Gadis itu melepas penis L dari vaginanya, lalu memposisikan tubuhnya mengangkangi L lalu memasukkan kembali penis panjang milik L ke dalam liang vaginanya.

Srekkk….

“Aduuhh… duhh… duhh.. masih keset aja loh kak,”

“Hehehe,”

Plokkk… plokk… plokk…

“Oughhttt gatal banget memek Yo kak,”

“Sstthhhh enaknya memek lu Yo, bentar lu gak usah pulang yah… kita lanjutin di hotel aja… mau gak?”

“Terserah kak L aja, Yohana ngikut aja kemanapun kak L ajak… asal bisa menikmati kontol kak L sepanjang malam”

Plokk… plokkk… plokkk

Beberapa menit kemudian L dan juga Yohanan menpercepat goyangannya karena masing-masing sudah merasakan sebuah orgasme besar yang akan melandanya.

“Oughhhttt kak… Yo udah pengen pipis lagi,”

“Samaaaa… gw juga dah mau keluar,”

“Di dalam aja kak, Yohana safety kok”

Plokkk… plokkk… plokkk…

“Ougghhh argghhhhh Yo pipissssss,”

Croootttt… croootttt… crooottt…

“Gw jugaaaaaaa,”

Beberapa semprotan sperma L kedalam liang vagina Yohana membuat mereka berdua saling berpelukan rapat menikmati sisa-sisa orgasme mereka.

“Hashh… hashh… hashhh… makasih kak L atas kontolnya yang luar biasa, Yohana bakalan ketagihan terus nih.”

“Hehehe… sama-sama Yo, yuk ah kita bersih-bersih”

○●○​

Beberapa saat yang lalu ditempat yang berbeda nampak Nos juga tak kalah bringasnya dengan L.

“Oughhhtttt bang, percepat entotin memek Bella.”

“Njirrr… meki lu toppp dah Bel”

Plokkk… plokkk… plokkk…

“Banggggg Bellaaaaa mau pipisssss,” erang si Bella yang tak tahan akan orgasmenya yang sebentar lagi tiba.

“Oughhttttttt,”

Plokkkk… plokkk… plokkk…

“Bellaaaa sampeeeeee argghhhhhh,” erang Bella saat orgasmenya tiba.

Tubuh gadis itu ambruk dipelukan Nos dengan posisi masih memangkunya, akan tetapi Nos tidak mencabut sama sekali penisnya.

“Gw lanjut yah,”

Plokkk… plokkk… plokkk…

“Oughtttt kak pelan-pelannnnn,”

“Bel bentar mending kita lanjut buka room aja yah… masalahnya maennya gak enak banget kek gini,”

“Terserah bang nos aja,”

“Oughtttt belll… gw dah mau nyampe,”

“Sama bangggg… Bella juga udah mau pipis lagi,”

“Bareng yah,”

Plokkk… plokkkk…. plokkk…

“Banggggg Bellaaaa nyampeee,” erang Bella saat orgasme keduanya tiba disusul oleh semprotan sperma di rahimnya oleh si Nos.

Croottt… croottt… crooott…

“Hashh… hashh.. hash… nikmat banget bang,”

“Sama Bel, bentar lanjut yah”

“Terserah abang aja,”

Beberapa menit kemudian…

“Gimana? Udah puas kalian?” Sapa Al saat tiba ditempat Nos dan disitu juga L telah tiba bareng Yohana.

“Hehehe… kayak elu kagak aja Al” ujar Nostra.

“Emang gak kok,” ujar Al sambil mengajak Cintya untuk duduk kembali.

“Serius kak Al? Emang gak ngelakuin apapun ama Cintya?” Tanya Bella heran.

“Tanya aja sendiri ma Cintya,”

“Yahh gitu deh Bel, dan gw bangga ama Kak Al masih bisa menahan nafsuhnya ama gw” jawab Cintya sambil bermanjaan dilengan Al.

“Bohong banget,” celetuk Yohana.

“Kalo gw mah percaya kalo Al gak ngapa-ngapain ama Cintya” Ujar L dan di iyakan oleh Nostra.

“Serius kak L?” Tanya Yohana sedikit terkejut.

“Serius dah bubar tau,” jawab L, nostra dan Al bersamaan, membuat mereka tertawa.

“Btw yuk bubar ah… udah malam banget nih,” ujar Al.

“Ya udah… lu bawa mobil kan Al?” Tanya L.

“Bawalah… masa iya aku naek angkot kemari,” jawab Al sambil tertawa.

“Oke deh berarti aman,” celetuk Nostra.

Saat mereka tiba diparkiran, tiba-tiba beberapa orang menghadang mereka. Oh iya sekedar info, hampir di setiap hiburan malam saat ini dikuasain oleh sekelompok orang yang berasal dari kota Am*on. Dan saat ini mereka lagi dihadang oleh kelompok tersebut.

“Hei nyong, berhenti sudah.” Ujar salah satunya yang berwajah sangar dengan badan berotot penuh tatto dan juga lumayan gelap (No SARA).

“Eh Al kayaknya mereka negur kita nih,” ujar L menghentikan langkahnya.

“Aduhhh kak L, Yohana takut”

“Udah gak perlu takut,” ujar L mencoba menenangkan si Yohana.

“Kalian su berani skali jaga ambil tuh qt punya bos pu nona he?” Ujar si pria itu lagi. Lalu melangkah mendekat ke arah enam orang yang juga menghentikan langkahnya.

“Oke… siapa cewek yang kalian maksud?” Ujar Al.

“Itu yang ente gandeng lah,” jawab seorang lagi yang agak mirip dengab pria sebelumnya.

“Kamu yah Cin?”

“Eh i… i… iya kak Al, mereka anak buah si bang sempak kak”

“Sempak? Preman asal Am*on yah?” Ujar Nostra nyeletuk.

“Iya kak,”

“Ok 1,2 10 orang euy mereka Al… so?” Tanya Nostra sambil mengepalkan kedua tangannya.

“Kalem aja kang,”

“Nona kemarilah, bos sempak titip salam buat kau”

“Hei bilangin ama bos lu, kalo gw gak mau ngasih lu orang mau ngapain?” Teriak L dengan lantangnya.

“Babi, rupanya mereka melawan yah.”

“Ayo beresin mereka bertiga,”

Tiba-tiba 2 orang tadi mulai menyerang dan memberikan tendangan bersamaan ke arah Nos dan L. Tetapi dengan sigap L menghindar lalu menyambit perut orang pertama dengan kepalan tangannya.

Buggg…

“Auuuwww pukiii ley,” maki orang yang kena pukulan L.

Berbeda dengan Nos, dia malah menangkis tendangan orang ke dua dengan tangan kirinya lalu berputar memberikan tendangan ke wajah orang itu membuatnya tersungkur seketika.

Bugggg…

“Anjingggg… ” umpat salah satu ke delapan orang yang tersisa.

“Hei kalian mau macam-macam dengan kami orang am*on?” Teriak salah satunya yang berwajah gelap dan memakai topi hitam. Dialah bang sempak pemimpin genk tersebut.

“Hemmm… aku orang makassar dan pantang takut oleh siapapun… sirik na pacce bos, anda jual kami beli” ujar Al dengan santainya lalu maju mendekat ke arah kelompok tersebut.

“Orang makassar disini tidak ada apa-apanya nyong, sini biar gw beri elu pelajaran.”

Seketika bang Sempak berlari ke arah Al dan melompat sambil mengarahkan tendangannya ke tubuh Al. Tetapi Al cukup terlatih dengan gerakan serangan seperti ini. Tubuhnya digeser kebelakang sedikit lalu kemudian menangkap kaki bang Sempak, dan sekali tarik dihadiahkannya lah sebuah pukulan telak kewajah bang Sempak. Al memutar tubuhnya dan mencekik leher bang sempak dengan lengan kanannya.

“Jangan coba-coba bos dengan anak kota daeng, kalo gak mau ketemu dengan nenek moyang kalian di akhirat.”

“Duhhh… ampun daeng, arggghhhh sakittttt.” Erang bang Sempak minta ampun.

“Awas sampai aku dengar kelompok kalian buat ulah lagi di sini,”

“I.. iya bos… ampunnnnn,” teriak bang Sempak dan akhirnya Al melepas cekikannya dileher pria itu.

“Udah bubar sana,”

“Siap bos,” ujar bang Sempak lalu kemudian membubarkan anggota gengnya dan seketika meninggalkan areal parkir dengan terburu-buru.

“Ya udah kita pisah yah,” ujar Al saat mereka berpasangan udah tiba dimobil masing-masing.

“See u yah bos,” ujar Nostra dan akhirnya merekapun bubar menuju ke arah yang berbeda.

Saat dijalan tiba-tiba L mendapatkan telfon dari Nostra.

“Yah Nos,”

“Nginap bareng yuk?”

“Dimana?”

“Di appartement gw aja L,”

“Trus ngapain disana?”

“Yah ngentotlah dodol, masa mau mancing sih”

“Njirrr… jadi kita bisa tukeran nih bentar?”

“Tumben lu pinter kali ini”

“Yah udah gw ama Yohana menuju apoartement lu yah Nos,” ujar L dan setelah di ok kan oleh Nostra maka dengan cepat dia memutar arah menuju ke appartement Nos.

Still Continued

END – Rahasia Pribadi Part 13 | Rahasia Pribadi Part 13 – END

(Rahasia Pribadi Part 12)Sebelumnya | Selanjutnya(Rahasia Pribadi Part 14)