Rahasia Gelap Part 29

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36

Cerita Sex Dewasa Rahasia Gelap Part 29 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Rahasia Gelap Part 28

LOST IN THE ECHO
Part 3

Andri POV

Hmmmm, apartemenmu kemalingan, laptopmu termasuk barang yang hilang, kata Frans pelan.
Sejenak aku terdiam mendengar perkataan Frans.

Laptop? Hilang?

Jangan bercanda Frans, kataku sedikit ragu.

Aku tidak bercanda Ndri, sekarang polisi masih berjaga diapartemenmu, jawab Frans.

Ah, kamar Andri kemalingan? Kok bisa? Tidak ada security disana? berondong si-nenek-lampir.

Polisi masih menyelidiki, ada unsur kelalaian dari security, namun rasanya pencurian ini terencana dengan baik, lanjut Frans.

Kenapa? tanyaku penasaran.

Hm,,,, itu nanti saja bahas Ndri, istirahat saja dulu, kata Frans.

Sejenak kutermenung.

Kematian Ade. Ledakan mobil. Penembakan.

Dan sekarang pencurian di apartemenku. Apa yang sebenarnya mereka cari? Atau lebih tepatnya apa yang mereka ingin hilangkan. Terbayang semua kejadian yang aku lewati dari awal, semua terasa membingungkan. Namun, yang pasti, pasti ada benang merah dari semua kejadian ini.

Pasti ada hubungannya!

Tapi apa?

Jangan-jangan.

Jangan-jangan, semua ini.

Frans, pinjem handphonemu! pintaku dengan nada sedikit tegas.

Buat apa Ndri? tanya Frans sambil mengambil hanphone dari sakunya.
Tanpa menjawab pertanyaannya kubuka broswer di hp Frans, kucek email Ade yang dikirimnya sebelum kematiannya.

Dan seperti dugaanku.

Emailnya sudah didelete dari emailku.

***

Mbak, bisa lihat ID nya? Tanya seorang petugas security.

Ehhmmm, mas, saya dan teman saya mau ke apartemen pacar teman saya, mau ngasi surprise ulang tahun, tapi gak punya access card nya, boleh pinjam gak mas? Tanya seorang wanita dengan nada yang genit.

Waduh, gak boleh mbak, kalau ada apa-apa saya nanti yang disalahkan, saya baru kerja disini mbak, gak ingin kehilangan pekerjaan saya mbak, kata sipetugas dengan mata yang tak lepas memandang dari celah empuk didada siwanita yang terlihat dari dress berleher rendah yang dikenakannya.

Kalau begitu antar saya kesana ya mas? rayu siwanita sambil mendekatkan tubuhnya kearah sisecurity.

Wah, gak boleh ngajak orang yang tidak dikenal kedalam mbak, eh, saya kerja sendiri mbak, jawab sipetugas dengan dahi yang mulai berkeringat. Celananya terasa sesak melihat tonjolan payudara yang terlihat begitu ketat didress siwanita. Putingnya tercetak jelas di permukaan dress tipis yang dikenakan siwanita cantik dan putih mulus.

Ehmmm, kalau saya yang temenin mas disini, sekarang, temen saya aja yang naik ke apartemen bagaimana mas? Kan saya jaminannya, nanti saya kasi ini deh, kata si wanita sambil menunjuk kearah selangkanganya. Dress yang dikenakannya terangkat dan terlihat paha putih mulus bulat dan menantang dari siwanita. Dadanya yang terlihat begitu bulat dan padat sedikit ditekankan kedepan sehingga terlihat seakan mau tumpah.

Ehmm, mbak itu, itu, saya gak berani mbak, kata sisecurity dengan keringat yang semakin banyak didahinya. Walaupun dia menolak, namun celananya yang semakin sesak berkata lain.

Ehmmmm, cuma sebentar aja mas, gak sampai 30 menit, mas tahan segitu? Tanya siwanita sambil tangannya dengan perlahan meraba tonjolan keras di celana sisecurity.

Tahan apa mbak, Tanya sisecurity dengan nafas yang semakin terengah.

Tahan ini, kata siwanita sambil membuka resleting celana sisecurity.Akses card nya mana mas? rayu siwanita dengan tangan yang membelai penis sisecurity yang sudah membengkak.

Akses card kamar be..rapa mbak? kata si security dengan terbata.

903.

Bersambung