Rahasia Gelap Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33

Cerita Sex Dewasa Rahasia Gelap Part 10 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Rahasia Gelap Part 9

TRIP To SEMARANG
I

———————————————
Hari berganti.
Minggu terlewati.
Bulan datang silih berganti.
Tahunpun menghampiri.
Hampir setahun sejak terakhir aku melihat ibu.
Rinduku kepadanya perlahan terobati dengan kehadiran si gadis kecil berlesung pipit.
Sedari awal dia telah menghiasi hari-hariku disini. Ditengah kerasnya latihan. Ditengah keramaian ini.
Gadis kecilku yang setia menemani.
Gadis kecilku.
———————————————

Andri POV.

Huft, makan siang yang kaku.

Pikirku ketika menuju basement. Ketempat mobil jeep frans terparkir.

Kami hanya makan dalam diam walaupun sekali-kali aku mencuri lihat belahan yang mengintip di sela-sela blouse yang digunakannya.

Selalu, yang kelihatan sedikit lebih menarik dari full.

Sampai di parkir kulihat mobil Frans terparkir di sebelah mobil ku.

Well, mobil yang sesuai untuk medan yang sulit sekalipun.

Wrangler Rubicon!

Hmmmm, nyaman juga, ketika kududuk dikursi pengemudi.

Dibelakang terlihat lapang karena Frans memodifikasinya. Jok dihilangkan sehingga terhampar satu ruangan yang cukup luas. Sedangkan dibagian atap, terpasang semacam atap yang bisa ditarik kesamping. Sehingga mobil ini bisa dikatakan seperti sebuah mini tent.

Perlengkapan camping terhampar disudut. Bersama beberapa bungkus mie instant dan smart stove. Terdapat sebuah kasur matras tipis yang menjadi alas.

Wah, lengkap juga peralatannya.
Boleh nih dipinjam sekali-kali.

Drrrtttt…drtttttt

Sebuah sms masuk ke handphoneku
From : Raisa Firmansyah
Jadi mas?
Raisa

Sambil tersenyum kubalas smsnya :

To : Raisa Firmansyah
Jadi Is, aku kesana 1 jam lagi, bisa?
Andri

Beberapa detik kemudian ada balasan darinya.

From : Raisa Firmansyah
Oke mas, jemput aku dikantor ya.
Raisa

Well, perlu ambil beberapa perlengkapan dan pakaian untuk ke Semarang nanti. Dan tentu saja perlengkapan untuk mengambil gambar serta video di Semarang nanti.

Hmmm, pakai google map untuk pemetaan lokasi kesana secara langsung. Jadi perlu bawa powerbank dan embel-embelnya.

Oke, dan sedikit cemilan selama diperjalanan!

Eh,, mungkin ide bagus membawa beberapa perlengkapan “extra” buat Raisa nanti….
Limabelas menit lebih yang kuperlukan untuk mempersiapkan semuanya.

Time to go.

***

Matahari siang ini tampaknya harus meyerah kepada sang awan yang sedari pagi mulai bergerilya menutupi sinarnya. Kota Jakarta yang biasanya selalu identik dengan panas, hari ini sedikit berubah. Bahkan rintik hujan mulai jatuh ketika aku menuju ke lobi dari Alfa Medika.

Di bagian resepsionis aku berhenti.

“Mbak, saya ada janji dengan Mbak Raisa, bisa bertemu dengan beliau” Tanyaku ke mbak yang berjaga di resepsionis.

“Maaf pak, dengan siapa saya berbicara?”

“Dengan Andri, dari G-Team”

“Tunggu sebentar ya pak” Sahut si resepsionis sambil mengambil pesawat telepon.

“Selamat siang mbak, ada Pak Andri dari G-Team ingin bertemu” Kata si resepsionis di telepon.

“Baik mbak, iya mbak”

“Pak, silahkan duduk dulu ya, Mbak Raisa sedang dalam perjalanan kesini” Katanya sambil menunjuk deretan kursi yang tersedia untuk tamu.

“Oke mbak, thanks ya” sahutku sambil duduk di kursi yang ditunjukkannya.

Tak berapa lama Raisa datang sambil menjingjing tas yang lumayan besar.
Mungkin pakaian ganti, pikirku.

“Mari mas, sebelum keburu hujan” Katanya sambil tersenyum. Dengan blouse putih dan rok hitam yang ketat, rambut hitamnya dibiarkan tergerai, hanya sebuah bando kecil yang menghiasai mukanya yang putih.

“Ayo” Seruku sambil melangkah ke mobil.

“Wah, mau perang apa mau kemana ne mas?” Senyumnya melihat mobil yang kupakai.

“Yah,,, biar aman dijalan Is, lumayan jauh, lagian hujan-hujan , so, siap berangkat?”

“Ayo mas” Jawabnya sambil menghempaskan pantat bulatnya ke jok.

Kustarter mobil dan mulai membelah macetnya jalan di ibukota.

“Gimana projectnya mas?”

“Baru mulai hari ini Is, teman-teman mau bikin design dan draft awal nya, sambil nunggu data dariku”

“Ada kendala mas?””Waktunya saja terlalu singkat Is”

“Hmmm,, kalau mas ada kendala?” Tanyanya sambil tersenyum

“Eh, maksudnya”

“Kerja sama Mbak Lidya yang hot itu, ada masalah mas” Lanjutnya masih dengan tersenyum lebar.

“Eh, itu..” Tergagap kudibuat dengan pernyataan Raisa yang to the point.

Kami melanjutkan perjalanan dalam diam, beberapa saat kemudian kami masuk jalan tol Jakarta-Cikampek.

“Mas” Lirih suara Raisa kudengar.

Kulihat wajah Raisa sedikit berubah, raut wajah ceria yang biasanya selalu ada di wajahnya berubah menjadi serius dan sedih.
Sedih?

“Iya Is?”

“Menurut mas aku tipe orang yang gimana?”

“Ceria, easygoing, simple?” Kataku spontan. Nakal?

“Jujur mas” Katanya sambil memandangku dengan tajam.

“Iya Is, ceria, easygoing, simple dan, ehmm,, sedikit nakal?” Kataku ragu.

“Pelacur kan mas?” Katanya tajam dan memandangku dengan lekat.

“Gak kok Is, mungkin nakal lebih tepatnya”

“Gadis apa yang langsung memblowjob pria yang baru dikenalnya pertama kali mas?”

“Eh, kalau ketertarikan seksual, baru pertama langsung bisa kan Is?” Jawabku diplomatis.

“Seperti mas melihat Mbak Lidya ya?”

Alamak. Skak.

“Ehh,, Is, mungkin bisa dibilang seperti itu”

“Terus kalau mas melihatku bagaimana? Tertarik secara seksual juga atau?” Tanyanya mengambang.
Huffftttt…. Jujur saja dah…

“Kalau secara seksual, pasti Is, lelaki normal mana yang gak tertarik sama kamu?”

“Bagus deh mas” Jawabnya sambil tersenyum lebar.

Eh… Maksudnya? ??

Sebuah petikan dari film romantis teringat dikepalaku

A women heart is Deep Ocean of secret

“Bingung ya mas?” Tanyanya melihat ekspresi diwajahku.

Seperti anak SD yang dimarahi ibunya aku hanya bisa mengangguk-angguk saja.

“Hihihi, mas pria yang paling jujur yang Is temuin” Katanya renyah.

“Mas, boleh minta satu hal gak?”

“Iya Is?”

“Bisa singgah ke Pertamina bentar mas? Is kebelet..”

“Oke Is”

Sambil mengemudi kuamati pinggir jalan untuk mencari pertamina. Tak sampai sepuluh menit sebuah pertamina ada di sebelah kiri jalan.

Kuarahkan mobil kami kesana.

“Tunggu bentar ya mas” Pesan Raisa sambil berjalan menuju toilet.

Sambil menunggu Raisa ke toilet, aku mengisi bahan bakar untuk jeep yang kami pakai.

Beberapa menit setelah selesai mengisi bahan bakar Raisa belum juga kelihatan.

“Ne anak kebelet apa kebelet, lama amat di toilet”.

Tik..tik..tik…

“Jiah, isi hujan lagi”

Rupanya awan-awan yang membayangi perjalanan kami dari pagi memutuskan mengeluarkan airnya saat ini. Sinar matahari yang tadi masih sering terlihat mulai tenggelam dalam pelukan sang awan.

“Tok.tok.tok, Mas buka pintunya” Terdengar Raisa disebelah kiri mobil.

Kubuka pintu tepat saat hujan semakin deras.

“Maaf lama mas” Kata Raisa sambil tersenyum simpul.

Matanya bersinar nakal.

Sinar yang sama ketika kami bertemu pertama kali di Alfa Medika.

“Mas, idupin musiknya dong, biar gak boring”

“Iya Is”

Kuhidupkan audio yang ada didalam mobil.

Sebuah lagu dari Ke$ha terdengar diantara hujan…

“Mas, hmm,,, Is punya hadiah buat mas” Seru Raisa sambil tersenyum jahil.

“Apa Is?”

“Ini mas” Kata Raisa sambil menyerahkan sebuah benda hitam, kecil dan berisi tombol.

“Apa ini Is?” Tanyaku keheranan.

“Remote control mas”

“Remote control apa Is?”

“Remote control butterfly vibrator mas”

Bersambung