Polwan S2 Part 11

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Tamat

Cerita Sex Dewasa Polwan S2 Part 11 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Polwan S2 Part 10

Day 6 ; I LOVE YOU JUST THE WAY YOU ARE

THE FLYING SINTA

” PEMIRSA SEKALIAN, BARU SAJA KITA DENGARKAN BERSAMA, LAGU KEBANGSAAN DARI KESEBELASAN NERAKA. BERIKUTNYA KITA AKAN SEGERA SAKSIKAN SIARAN LANGSUNG SEPAK BOLA DARI STADION ” OLD HELL”. PERTANDINGAN ANTARA SEORANG MANUSIA YANG BERNAMA SINTA, MENGHADAPI KESEBELASAN NERAKA, UNTUK MEMPEREBUTKAN SEBUAH JIWA YANG BERNAMA FEBI”.

Dimana aku sebenarnya?? tempat apa yang begitu hiruk pikuk dan panas begini. Rasanya baru tadi aku berada dalam tahanan, kenapa kini sudah berada di tempat paling mengerikan yang pernah kulihat seumur hidup????.

Kalo film-film jaman sekarang senang sekali mempertontonkan cerita horror, maka tidak ada yang lebih mengerikan dari yang kusaksikan sekarang. Percayalah wahai para manusia yang pernah memiliki niat untuk bunuh diri dan tak lagi menghargai kehidupan, ataupun para bos mafia yang hobi menghilangkan nyawa orang lain, seandainya saja kalian mendapat kesempatan diundang ke sini kalian pasti berpikir lima ratus juta kali untuk memilih melakukan apa yang kalian niatkan.

Kengerian tempat ini bukan hanya pada nyala apinya, tapi pada apa yang ditanam oleh para penghuninya di setiap jengkal tanah yang teraliri api yang menjalar. Tanamlah sebiji pohon , kemudian rawatlah dengan baik biji itu dengan sifat penuh keyakinan, penuh kasih dan kesabaran hingga mampu tumbuh besar dan berbuah.

Petiklah buah yang diperoleh dari proses yang penuh kebijakan itu dan cicipilah bagaimana rasanya. Semakin sabar dan penuh rasa sayang kita merawatnya, semakin manis dan lezat rasa buah yang dihasilkannya. Siapa yang tidak mau mencicipi buah yang dihasilkan pohon ini?? bukan hanya manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun berebut untuk menikmati rasanya.

Namun apa yang terjadi seandainya kita menanam satu biji benih pohon . Kemudian kita tumbuhkan benih tersebut dengan sifat keragu-raguan, penuh amarah dan ketidaksabaran. jangankan berbuah, benih tersebut besar kemungkinan tidak akan dapat menjadi pohon yang dapat mendatangkan manfaat apapun bagi lingkungan sekitarnya.

Seandainya benih itu tetap menjadi pohon cicipilah rasa buah yang dihasilkan. Kita akan menjumpai rasa kecut, hambar, pahit, tawar, sepet dan rasa tak menyenangkan lainnya.

Nah buah seperti itulah yang tumbuh subur di tempat yang bernama neraka. Makhluk yang tinggal disini sifatnya suram dan tak menyenangkan. Bukan hanya bentuknya yang abnormal sifatnya juga lebih parah dari watak hewan. Yang lebih parah adalah tidak ada satu benih rasa cinta pun yang dapat tumbuh disini.

Pernah gak sih merasakan hidup satu hari tanpa cinta???. Bukankah manusia itu hidup untuk mencari cinta??. Mereka bergaul baik secara langsung maupun lewat social media demi cinta. Mereka bekerja demi meraih cinta. Ketika cinta tak dapat lagi dirasakan, manusia normal bisa menjadi gila bahkan membunuh dirinya sendiri. Para pembunuh yang tega melenyapkan nyawa orang lain selalu dilatar belakangi oleh ketaksanggupan mereka merasakan cinta.

Semua orang yang Sinta temui disini sama sekali tidak menunjukkan kualitas cinta. Tidak ada senyum, kesabaran, rasa syukur, ketenangan, kedamaian, saling tolong menolong, dan saling menguatkan serta memberi harapan.

Jangankan satu hari, ditawari satu menit saja untuk tinggal disini dan dikasih bayaran berapapun Sinta gak bakal mau. Manusia hidup tanpa cinta pasti pengen bunuh diri terus ujungnya. Terus kalo bunuh dirinya ngulang-ngulang dan gak selesai-selesai siapa yang gak takut coba???.

” PAK PROF, BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA TERHADAP PERTANDINGAN MALAM HARI INI?”.

” WELL, AKAN SANGAT MENARIK BU JOSELYN. SINTA BERADA DALAM SITUASI HIDUP MATI JADI DIA AKAN HABIS-HABISAN UNTUK MENYELAMATKAN FEBI”.

” PELUANG MENANGNYA PROF??”.

” KECIL SEKALI BU. TAPI KARENA DIA DITEMANI OLEH PELATIHNYA TANTRI , BISA JADI DIA TERMOTIVASI UNTUK MENANG”.

Mereka berdua sejak kapan sih alih profesi jadi presenter olahraga??. Aneh banget rasanya ngedenger presenter politik alih profesi ke dunia sportifitas.

Lagipula apakah bisa yang kusaksikan sekarang disebut olahraga yang mengedepankan sportifitas??. Kenapa panas sekali sih hawanya?? kalo gini kayak main bola di daerah gurun pasir. Ada dimana lagi si Tantri???. Kuputar kepala kesekeliling lapangan mencari sosoknya. OOo itu dia sedang mengenakan jas putih dan sedang berdiri di pinggir lapangan sambil bersedakep seperti pelatih profesional.

Dihadapanku berdiri 11 orang pemain bola dari kesebelsan neraka. Mereka sudah siap menghadapi pertandingan lengkap dengan sepatu bola dan seorang kiper yang melindungi gawang mereka.

Ini pertempuran yang tidak adil. Kulihat ke seluruh lapangan dan tidak kulihat seorang pun teman-teman yang akan menjadi rekan satu tim. Masak aku sendirian sebagai wanita akan menghadapi mereka bersebelas???. Dari postur saja sudah jelas kalah. Mereka tinggi besar . Otot-ototnya juga kekar-kekar. Pokoknya bentuk badan mereka begitu bagus dan pasti membuat iri siapapun yang melihat.

” PRRRRRRRRRRRIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT”.

” PEMIRSA PELUIT PANJANG TELAH BERBUNYI PERTANDINGAN DIMULAI! KICK OFF DARI KESEBELASAN NERAKA”.

” Lhoooo apa yang dimulai???? WASIT SAYA MASIH SENDIRIAN, APA YANG DIMULAI????”, aku berteriak kebingungan berlari-lari.

” PEMIRSA SERANGAN PERTAMA DIMULAI, KESEBELASAN NERAKA MEMERAGAKAN UMPAN-UMPAN PENDEK SATU DUA SENTUHAN MENGELILINGI SINTA. MENGELILINGI.. YA KAMI SEBUT MENGELILINGI, MEREKA MEMPERMAINKAN SINTA DENGAN MEMUTAR-MUTAR BOLA TEPAT DIDEPANNYA. LIHATLAH SINTA PARA PEMIRSA BERLARI HILIR MUDIK KE SANA KEMARI TANPA SEDIKIT PUN BISA MENYENTUH BOLA. RUPANYA STRATEGI TIKI TAKA YANG DITERAPKAN OLEH KESEBELASAN NERAKA ADALAH UNTUK MEMPERMALUKAN SINTA DI ATAS LAPANGAN”, presenter wanita melaporkan jalannya pertandingan.

” TERLIHAT DARI AWAL PERTANDINGAN, INI AKAN JADI PARTAI YANG MUDAH BUAT KESEBELASAN NERAKA BU JOSELYN. SINTA SAMA SEKALI TIDAK MENUNJUKKAN DETERMINASI DAN KEMAMPUAN YANG LAYAK UNTUK MENANTANG MEREKA”, si Prof ikut-ikutan nimbrung.

” BETUL SEKALI PAK PROF. KITA KEMBALI KE LAPANGAN. SEBUAH UMPAN SILANG DIBERIKAN OLEH WINGER DARI KESEBELASAN NERAKA, LANGSUNG KE MULUT GAWANG. SINTA BERLARI TERGOPOH-GOPOH MENUJU GAWANGNYA SENDIRI YANG TANPA PENJAGA GAWANG DAN GOLLLLLLLLLL………………. KESEBELASAN NERAKA BERHASIL MENCETAK GOL PERTAMA”.

” Hooohh…..hoooohhhh….hoooohhh……..”, aku memegang lutut sambil ngos-ngosan. Hufffff capenya beneran. Aku yang biasa lari jarak jauh saja begitu ngap-ngapan harus melawan mereka semua.

” Wasit kok bisa satu orang lawan sebelas sih, ini gak adil???”, aku berlari ke arah wasit untuk mendebat keanehan pertandingan.

” Terlalu banyak protes, kartu kuning buat Sinta”, wasit menarik kartu dari bajunya dan mengangkat tangannya ke atas. ” Awas berani protes lagi kamu dikeluarkan dari pertandingan!!”, si wasit mengancam.

” Sinta!!!”, pelatih Tantri mengacungkan tangannya kepadaku sebagai isyarat memanggil. Aku berlari menghampirinya masih ngedumel karena wasit yang berat sebelah..

” Tri, mereka gak adil, masak aku dikeroyok seperti ini?? wasitnya lagi asal main kartu aja. Aku harus protes kemana Tri?????…..”.

” Sinta, seberapa kuat keinginanmu untuk menyelamatkan Febi??”, Tantri memotong ocehanku.

” Sangat kuat Tri. Aku akan mengerahkan apapun untuk menyelamatkan Febi”.

” BUKTIKAN SINTA! tutup mulutmu dan bertandinglah dengan penuh keyakinan. ingat KEYAKINAN! apapun yang mereka lakukan padamu JANGAN PERNAH MENGGOYAHKAN KEYAKINANMU UNTUK MENYELAMATKAN FEBI!! Percuma mendebat wasit dia tidak akan mempedulikanmu”.

Mengingat Febi mengembalikan tekadku, ” baiklah Tri, aku akan berjuang”.

” BUKTIKAN!! Kembali ke lapangan dan hadapi mereka DENGAN KEBERANIAN!!”.

” YAK SEHABIS MENERIMA PENGARAHAN DARI PELATIHNYA SINTA KEMBALI KE LAPANGAN. BAGAIMANA MENURUT ANDA PAK PROF, MASIHKAH ADA HARAPAN BUAT SINTA??”.

” SAYA PIKIR SINTA HARUS MENYERAH BU, PERTANDINGAN INI BUKAN LEVELNYA”.

” PRRRIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTT”.

” PELUIT KEMBALI BERBUNYI. SINTA MELAKUKAN KICK OFF. DIA MENGGOCEK BOLA BAGAI PEMAIN BOLA PROFESIONAL. MUNGKIN DI KEPOLISIAN DIA RUTIN MAIN BOLA PROF. DIA MELAKUKAN GERAKAN ” STEP OVER ” TIGA KALI SEPERTI YANG BIASA DILAKUKAN PEMAIN TERBAIK DUNIA. SINTA BERHASIL MELEWATI SATU ORANG DIA MENDRIBLLE MAJU . TEKNIK YANG BAGUS DARI SINTA, DIA MELUNCUR KE DEPAN, BERGERAK MENYAMPING BERADU SPRINT DENGAN SEORANG GELANDANG BERTAHAN. DIA BERHASIL LOLOS”.

” OOOOOOOWWWWWWW”, suara penonton yang terkesima melihat peristiwa di lapangan.

” SEBUAH TEKEL DARI BELAKANG MENGHANTAM SINTA. GELANDANG BERTAHAN YANG KALAH SPRINT MENGGUNAKAN TEKEL BELAKANG DUA KAKI DAN MENJATUHKANNYA. SINTA BERDIRI MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA MEMPROTES KEPUTUSAN WASIT. APA YANG TERJADI?? WASIT HANYA MENGGELENG DAN MENGISYARATKAN AGAR SINTA SEGERA BANGKIT”.

” MESKI TERLIHAT SANGAT KECEWA. SINTA TIDAK BERLAMA-LAMA DENGAN PROTESNYA DIA BANGKIT DAN MENGEJAR BOLA YANG TELAH DIREBUT. LIHATLAH KINI DIA BEGITU AGRESIF UNTUK MENGEJAR BOLA. BERHADAPAN DENGAN PEMAIN YANG UKURAN TUBUHNYA JAUH DI ATASNYA DIA TAK RAGU–RAGU. BAHKAN DIA JUGA PERCAYA DIRI MELAKUKAN BODY CHARGE TERHADAP PRIA KEKAR DIDEPANNYA. PAK PROF TANGGAPAN MENGENAI PEKEMBANGAN DI LAPANGAN??”.

” SINTA MENUNJUKKAN SPIRIT YANG LUAR BIASA KALI INI BU. LIHATLAH MESKIPUN KESEBALASAN NERAKA MEMEPERMAINKANNYA, DENGAN MEMUTAR-MUTAR BOLA DI HADAPANNYA SELAMA LEBIH DARI LIMA BERLAS MENIT BERJALAN, UNTUK MENJATUHKAN MENTALNYA. DIA SEOLAH TAK PEDULI DAN MAJU TIAP JENGKAL UNTUK MENGEJAR BOLA. STRATEGI INTIMIDASI KESEBELASAN NERAKA MULAI BUNTU MENGHADAPI KEBULATAN TEKAD SINTA”.

” UUUH SEBUAH TACKEL DARI SINTA AKHIRNYA BERHASIL, DIA BERHASIL MEREBUT BOLA DARI KELENGAHAN PEMAIN TENGAH NERAKA. DIA MEMBAWA BOLA DENGAN SANGAT BAIK. BEGITU LENGKET BOLA DIGIRINGNYA. KEMBALI TACKEL DARI GELANDANG BERTAHAN, SINTA BERHASIL MELOMPAT, LALU BERPUTAR MENGECOH SEORANG PEMAIN LAINNYA. DIA MEMBAWA BOLA . SEKARANG DIA DIPEPET OLEH DUA ORANG PEMAIN. SINTA TENANG SEKALI, KESEIMBANGAN TUBUHNYA BEGITU BAIK, DIA BERHASIL MENYUSUP DARI DUA ORANG LANGSUNG MELAKUKAN TENDANGAN KE TIANG JAUH DAN…GOOOOLLLLLLLLL”.

” Yesssssssss……..berhasil!!!, akhirnya aku bikin golllll, hosshh, hossshhh”, aku berlari ke arah Tantri untuk berbagi kebahagiaan.

” Bagus Sinta!!! itu baru yang namanya keyakinan”, kami berjabat tangan.

” Makasih Tri, tapi bagaimana trik selanjutnya agar aku bisa menang melawan mereka”.

” Bekerja samalah dengan mereka!”, kata Tantri sambil menunjuk ke lapangan.

Tampak di lapangan telah muncul pemain-pemain yang berkostum sama denganku. Apakah mereka teman satu timku yang baru muncul??.

” Mereka siapa Tri??”.

” Mereka iman dalam dada yang menjadi nyata karena keyakinanmu kemudian menjadi rekan satu timmu. Sekarang pertandingan ini imbang Sinta. Sebelas lawan sebelas. Kamu tinggal perkuat keyakinanmu lebih kokoh dan tularkan kepada mereka agar tim semakin kuat dan dapat memenangkan pertandingan. MAJU SINTA SEMANGAT!!!!”.

” PAK PROF SAAT INI TELAH MUNCUL TEMAN-TEMAN KESEBELASAN SINTA. APA ITU TULISAN SPOSNOR YANG ADA DI DADA MEREKA???”.

” KEYAKINAN BU JOSELYN. MEREKA PUNYA SPONSOR DARI PERUSAHAAN KEYAKINAN. TUBUH MEREKA TERLIHAT KUAT-KUAT DAN IDEAL. TIBA-TIBA ANGIN PERTANDINGAN INI BERUBAH DAN SINTA PUNYA PELUANG MENANG. ANGGOTA TIMNYA TERLIHAT SAMA KUAT DENGAN KESEBELASAN LAWAN”.

Mendapat bantuan dari teman-teman yang berasal dari keyakinanku sendiri sangat membantu. Mereka bertempur tak kenal lelah melawan anggota kesebelasan neraka yang berasal dari sifat amarah, iri hati, keragu-raguan, hasud, dengki, dan segala elemen negative lainnya. bersama mereka aku berhasil menahan skor tetap 1-1 sampai peluit tanda pertandingan babak pertama berakhir.

” PRRRRIIIIIIIITTTTTTTTTTTTT”.

” AKHIRNYA PELUIT PANJANG BERBUNYI. KEDUA TIM SAMA-SAMA MELANGKAH KE RUANG GANTI UNTUK BERSIAP MENYONGSONG BABAK KEDUA. KITA KEMBALI KE STUDIO UNTUK MENYAKSIKAN PESAN-PESAN DARI RAJA SETAN BERIKUT”.

Di dalam sebuah ruangan sempit stadion kami diberikan ruangan yang pengab, gelap, dan tidak manusiawi. Rupanya sifat-sifat baik manusia betul-betul dipinggirkan disini. Sebagai pelatih Tantri memberikan pengarahan ;

” Baiklah, untuk Sinta dan sifat-sifat baiknya yang tumbuh subur dan menjadi pemain bola. Hanya ada satu hal yang akan bisa saya sampaikan sebagai pelatih ; babak kedua nanti, penonton akan menekan kalian dengan begitu hebat. Wasit juga akan turut serta bermain mengatur pertandingan dengan securang-curangnya.

Kalian akan berhadapan dengan pemain kedua belas dan ketiga belas dari kerajaan neraka. bagaimana cara mengahadapinya?? itu pasti yang kalian ingin tau. Ini trik yang akan sangat berguna untuk mengalahkan mereka ; Hadapilah goncangan-goncangan dari luar dengan tenang. jangan sekali-kali kalian terpengaruh dengan serangan dari luar, hingga merusak kondisi hati kalian sendiri. jagalah kesabaran, jangan ragu-ragu, tidak perlu takut selama kalian memiliki keyakinan akan sifat-sifat baik dalam diri. MENGERTI KALIAN???”.

” SIAP MENGERTI BU PELATIHHHH”.

” Mari kita berkumpul untuk berdoa bersama”, kata Tantri.

Sebagai tim kami meriung untuk sama –sama berdoa. Sekarang baru kulihat penampilan masing-masing dari anggota timku. Mereka begitu indah dan enak dilihat. Ada pemain laki-laki juga pemain wanita yang berpadu dalam sebuah kesetaraan yang harmonis. Berbalut kaos putih cahaya dan aura positif mereka membuat ruangan sumpek ini jadi sejuk dan terang. Rupanya cahaya betul-betul dapat merubah ruangan yang gelap jadi terang benderang.

” Ya Tuhan, kuatkanlah tim kami dengan sifat-sifat baik untuk menghadapi mereka. Kuatkanlah hati kami dan jangan buat kami terpengaruh oleh segala hal buruk dari luar yang mereka sengaja ciptkaan untuk merusak hati kami. Tolonglah kami Amin. Teman-teman AYO KITA HIDUP UNTUK KEMENANGAN!!!!!!!!”

” HIDUPPP TANTRIIIIII”, kami bersorak kompak. Kenapa nama Tantri yang disebut aku juga tak tau dan gak tertarik memikirkannya.

” HIIYAAAAAATTTTTTTTTTT”, kompak kami semua berseru untuk menjalani hidup untuk kemanangan dan melangkah menuju lapangan dengan penuh keyakinan.

” KITA KEMBALI KE STADION PARA PEMIRSA, KITA LIHAT BAGAIMANA KEDUA TIM SAMA-SAMA PERCAYA DIRI MENYAMBUT BABAK KEDUA. PAK PROF KOMENTAR ANDA MENJELANG BABAK KEDUA??????”.

” KEDUA TIM SAMA-SAMA KUAT SEKARANG BU. TAPI PENONTON DI SEKELILING KITA TELAH MENGGILA. IBU RASAKAN SENDIRI ATMOSFER PERTANDINGAN MENJADI BEGITU PANAS, DENGAN PENONTON YANG TAK HENTI-HENTINYA MENGUMANDANGKAN YEL-YEL UNTUK MENDUKUNG TIM KESAYANGAN MEREKA. DUKUNGAN PENONTON INI PASTI AKAN SANGAT BERPENGARUH UNTUK MENDONGKRAK PERFORMANCE TIM NERAKA”.

” BETUL SEKALI PAK PROF. TAPI MESKIPUN DEMIKIAN KITA DAPAT SAKSIKAN JUGA, BAGAIMANA TIM SINTA MENGHADAPI TEKANAN INI DENGAN BEGITU SABAR”.

” PRRRRIIIIIIIITTTTTTTT”, peluit panjang berbunyi pertandingan babak kedua dimulai.

” KICK OFF DARI KESEBELASAN SINTA. MEREKA LANGSUNG MELAKUKAN OPERAN PENDEK. OOH TIDAK BERHASIL! UMPAN DIPOTONG OLEH KESEBELASAN LAWAN. SERANGAN BALIK LANGSUNG DILAKUKAN. PEMAIN NOMER 9 ROBIN VAN AMARAH, MENYERANG DENGAN BRUTAL DAN MAIN SERUDUK SAJA. WASIT MENGANGGAP BUKAN PELANGGARAN. BEGITU CEPAT DIA MEMBAWA BOLA. OPER KE PEMAIN NOMER 10 BARON KEDENGKIAN, BERBAU HANDS BALL UMPAN TADI TAPI WASIT SEKALI LAGI TIDAK MENIUP PELUIT. PEMAIN NOMER 10 BERSIAP MENENDANG KE ARAH GAWANG.

OOOWW APA YANG TERJADI SAUDARA-SAUDARA, RUPANYA SEBUAH SLIDING TEKEL BERSIH BERHASIL DILAKUKAN OLEH FULL BACK NOMER 3 TIM SINTA PAOLO SABAR, DIA BERHASIL MEREBUT BOLA. LANGSUNG OPER KEPADA PEMAIN SAYAP WANITA SINTA NOMER 7 LUNA SYUKUR. GOCEK-GOCEK SEDIKIT DIA . PENONTON TERUS MENGINTIMIDASI LUNA. LUNA SYUKUR GOCEK BOLA DENGAN MENCUNGKIL BOLA MELEWATI SELA KAKI PEMAIN BELAKANG DAN BERHASIL LOLOS. DIA KIRIM UMPAN PANJANG KE DEPAN KEPADA PENYERANG ANDALAN MERAKA SINTA.

OOOOWWW PAK PROF, SINTA BERHASIL LOLOS DARI JEBAKAN OFF SIDE, LANGSUNG BERHADAPAN SATU LAWAN SATU DENGAN PENJAGA GAWANG. BOLA LAMBUNG MASIH MELAYANG DI UDARA, APA YANG AKAN SINTA LAKUKAN??? OOOWW SINTA MELAYANG, TERBANG MENYAMBUT BOLA, KIPER TELAH MENINGGALKAN GAWANGNYA. SINTA BERHASIL MENYUNDUL BOLA DENGAN TEPAT. BOLA MELAYANG BEGITU INDAH MENUKIK MENUJU GAWANG ……DAN APA YANG TERJADI SAUDARA-SAUDARA??????GOOOLLLLLLLLLLLLLL”.

” YEssssssss berhasil lagi!!!satuuu golll ini untukmu Tantri”, aku sprint lari 80 meter menuju arah Tantri. Meski jaraknya jauh aku sangat ingin merayakan gol ini dengannya. Dia menyambutku dengan tangan yang telah siap untuk melakukan tos dan akupun menyambutnya dengan tos yang begitu bersemangat.

” Tosssss”, tepukan tangan kami menggetarkan stadion.

Pasca tos dengan Tantri aku langsung mengepalkan tangan memprovokasi penonton. ” Apapun yang kalian ancamkan KEBENARAN PASTI MENANG!!!!!”, teriakku sambil menunjuk mereka satu persatu. penonton semakin mengamuk melihat provokasiku.

” SEBUAH GOL SPEKTAKULER PAK PROF”.

” BETUL BU. KITA LAYAK MEMBERIKAN JULUKAN THE FLYING SINTA KEPADA BELIAU KARENA GOLNYA YANG BEGITU INDAH. SINTA BETUL-BETUL BISA TERBANG”.

” PENONTON MASIH TIDAK PERCAYA PAK PROF DENGAN APA YANG TERJADI. SINTA BERHASIL MEMBUAT SEISI STADION TERDIAM.

” PRRRRIIIIITTTTTTTTT”.

” KICK OFF KEMBALI BERGULIR. TIM NERAKA FRONTAL MENYERANG. DAVID DENGKI SEBAGAI SEORANG BEK TENGAH SAJA IKUT-IKUTAN MAJU MENYERANG. SEJUMLAH TABRAKAN-TABRAKAN KASAR KEMBALI TERJADI, WASIT TETAP DIAM SAJA. SINTA BERUSAHA MENAHAN PEMAIN SAYAP FERNANDO IRI YANG MELAKUKAN PENETRASI KE KOTAK PENALTI”.

” BRRUUUUUGGGG”, bunyii sikutan.

” UUUHH PASTI SAKIT SEKALI SINTA DISIKUT HINGGA BERGULING-GULING DI TANAH. BUKAN PELANGGARAN!!!. SINTA BANGKIT LAGI! BEGITU KUATNYA KEYAKINANNYA SEBAGAI WANITA DIA SAMA SEKALI TIDAK MANJA DAN BANGKIT SETIAP KALI JATUH. BERAPA KALI PUN DIA JATUH DIA KEMBALI BANGKIT DENGAN GAGAH BERANII”.

” FERNANDO IRI OPER KEPADA DAVID DENGKI YANG MELAKUKAN OVER LAPING. OO APA YANG TERJADI?? DENGAN CERDIK GELANDANG BERTAHAN TIM SINTA, YAITU PEMAIN NOMER 16 BASTIAN DERMAWAN DAPAT MENCURI SEKALIGUS MEREBUT BOLA DARI DAVID DENGKI. BASTIAN MELAKUKAN SERANGAN BALIK. OPER BOLA KEPADA GELANDANG SERANG MEZUT TABAH. MEZUT WALL PASS DENGAN SAMY BESAR HATI, OPERAN SATU DUA LANGSUNG MENGARAH KE SISI KIRI LAPANGAN MENUJU LUNA SYUKUR. LUNA SYUKUR STEP OVER TIGA KALI MELEWATI SATU ORANG BEK, ONE ON ONE DIA DENGAN PENJAGA GAWANG. LUNA SYUKUR LOOP BOLA MELEWATI KEPALA PENJAGA GAWANG, DAN… GOOOLLLLLLLL….”.

LUNA SYUKUR BERLARI SAMBIL MENDADAHKAN TIGA JARINYA KE ARAH PENONTON TANDA BAHWA KEBATILAN AKAN SELALU KALAH.

SERANGAN BALIK CEPAT YANG LUAR BIASA DARI LUNA SYUKUR. PENONTON MULAI MENANGIS HISTERIS TAK MAMPU MEMPERCAYAI APA YANG DISAKSIKANNYA. SKOR 3-1 UNTUK KEUNGGULAN TIM SINTA”.

Aku berlari bersama teman-teman yang lain merayakan gol Luna Syukur. Rasa nyeri akibat diseruduk David Dengki kuhiraukan saja. kata Tantri apapun hal luar yang menghantamu jangan terpengaruh. Berpelukan erat kami sebagai sebuah tim. Alangkah indahnya ketika Luna Syukur, Samy besar hati, Mezut tabah, Bastian Dermawan, serta aku sendiri Sinta o’on dan teman-teman yang lain saling peluk dalam sebuah persatuan yang kokoh. Sebuah persatuan memang akan menguatkan siapapun yang menerapkannya. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Pepatah itu tiba-tiba terbayang.

” PRIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTTTTT”.

” YAK PERTANDINGAN MULAI BERGULIR KEMBALI. ROBIN VAN AMARAH KICK OFF. KEBIMBANGAN MULAI TAMPAK DI WAJAHNYA. OPER DIA KEPADA BARON KEDENGKIAN, BARON OPER KEPADA MATT IRI. PEMAIN SAYAP MATT IRI OPER KEPADA FULL BACK PHILIP RAGU-RAGU . PHILIP TERLALU RAGU-RAGU SEPERTI NAMANYA. DITEKAN OLEH MEZUT TABAH DIA GOYAH. HILANG KETENANGANNYA, OPER SEMBARANGAN DIA KEPADA DAVID DENGKI. AHAYYYY SALAH UMPAN DIA. OPERAN JUSTRU JATUH KE KAKI PENYERANG TIM SINTA ROBERT IMAN. ROBERT TINGGAL BERHADAPAN DENGAN KIPER . DIA TIDAK EGOIS KASIH UMPAN KE SISI KIRI, ADA SIAPA DISANA. OOH ADA SINTA. DIA LANGSUNG MELAKUKAN TENDANGAN LURUS DAN GOLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL”.

Kegembiraanku begitu meluap-luap sehingga aku langsung mengajak semua teman bersujud. Kami bersujud kepada Yang Maha Esa Pencipta segala kebaikan dan membuat kebaikan itu akan selalu menang melawan kejahatan. Dengan khusyuk dan penuh rasa terima kasih kami semua bersujud merayakan gol keeempat. Penonton di stadion yang dinanungi kajahatan semakin menangis melihat sujud kami.

Kami bertahan sebagai sebuah tim menghadapi tekanan demi tekanan dari kesebalasan yang penuh dengan amarah dan angkara murka. Tanpa ragu-ragu, dan penuh ketabahan kami mempertahankan setiap jengkal lebar lapangan untuk memperjuangkan sebuah nyawa.

” PERTANDINGAN TELAH MEMASUKI INJURY TIME, KESEBELASAN NERAKA MASIH MENGURUNG PERTAHANAN TIM SINTA. YA AMPUN APA YANG TERJADI??? ROBIN VAN AMARAH DAN PHILIP RAGU-RAGU MALAH BERKELAHI SENDIRI. MEREKA BETUL-BETUL MEMALUKAN KARENA TAK SANGGUP MENANGGUNG RASA FRUSTASI.

BOLA DIAMBIL ALIH OLEH SINTA. SEORANG PEMAIN WANITA YANG BERUKURAN SEPERTI KUTU DIANTARA PARA PEMAIN NERAKA YANG BESAR-BESAR. SINTA MULAI MEMBAWA BOLA DARI TENGAH LAPANGAN, MENGAHADAPI ROBIN VAN AMARAH,SATU LANGKAH GOCEKAN KE KANAN DIA BERHASIL MELEWATI ROBIN. SINTA SPRINT MAJU KE DEPAN, DIHADANG OLEH BARON KEDENGKIAN DAN KOISUKE HASUT, SINTA MENGARAHKAN BOLA KE BAWAH KAKI BARON DAN DIAPUN LOLOS DARI DUA ORANG SEKALIGUS. HASUT SAMPAI TERJATUH. SINTA MAJU DENGAN YAKIN, DITUBRUK DIA DARI SAMPING OLEH PHILIP RAGU-RAGU, TAPI KESEIMBANGANNYA SANGAT KUAT, DIA MASIH BERDIRI, TINGGAL SATU LAGI KIPER SERGIO DENDAM BERUSAHA MENUTUP PERGERAKANNYA DENGAN SLIDING, SINTA MENAPAK SATU LANGKAH KE KANAN, DIA BERHASIL LOLOS MAJU SATU DUA LANGKAH KE DEPAN GAWANG YANG SUDAH KOSONG, LANGSUNG MELEPASKAN TEMBAKAN YANG.. GOOLLL…GOLLLL…GOLLLLLLLLL, 5-1 UNTUK TIM SINTAA….GOL SPEKTAKULER MELEWATI 5 ORANG PEMAIN PAK PROF.”.

” PRIITTTTTTTTTT”, peluit panjang berbunyi pertandingan berakhir.

” BERSAMAAN DENGAN GOL KELIMA, PELUIT PANJANG JUGA BERBUNYI MENGAKHIRI PERTANDINGAN 5- 1 UNTUK KEMENANGAN TIM SINTA”.

” GRRRUUDUKK….GRRUUDDDUKKKK”, bunyi sebuah gerbang terbuka.

” AHHHH APA YANG TERJADI PAK PROF?? SEBUAH GERBANG DIBELAKANG STADION TERBUKA LEBAR TAPI TAK ADA SATUPUN PENONTON YANG DAPAT MEMASUKINYA”.

” ITULAH GERBANG ” HARAPAN DAN KETAKUTAN” BU JESOLYN. HANYA DAPAT DIMASUKI OLEH ORANG YANG MAMPU MENGHADAPI UJIAN DARI SIFAT JAHAT NERAKA. SINTA SANGAT KUAT DAN SABAR SEHINGGA MAMPU MENGALAHKAN KEKUATAN NERAKA INILAH SAATNYA DIA MELAKSANAKAN NIAT MULIANYA. KITA DAPAT LIHAT COACH TANTRI DAN SELURUH TIM MENDATANGINYA DAN MENGANTARNYA MENUJU GERBANG”.

” Sin sekarang tinggal kamu sendiri yang dapat maju”, kata Tantri kalem memberi arahan.

” Apa maksudmu Tri?? kan ada kalian semua yang akan menemaniku masuk ke dalam”.

” Tidak Sinta hanya ada kamu sendiri. Dan hanya kamu yang dapat masuk, kami semua dan seluruh sifat-sifat baikmu hanya mampu mengantarkan sampai disini. Gerbang harapan dan ketakutan hanya dapat dimasuki olehmu”.

” Lantas bagaimana caraku menyelamatkan Febi kalo kamu gak ikut Tantri??”, tanyaku.

” Buktikan kalo kamu dapat mencintai orang lain sama seperti kamu mencintai dirimu sendiri hanya itu caranya!”.

” Apa maksudnya itu Tri?? aku gak paham???”.

” Percuma mencoba dipahami Sinta! kamu harus mengalaminya sendiri! masuklah ke dalam! kami mendukungmu! di dalam tidak ada lagi suara komentator ataupun penonton berisik yang akan mengkritik atau menyorakimu. Semuanya hanya tinggal keheningan. BERJUANGLAH!”, Tantri dan tim kebaikan melepasku.

*******************

Dengan berat hati aku memasuki labirin gelap gerbang ” harapan dan ketakutan”. Kulirik sebentar pada mereka yang merupakan perwujudan sifat-sifat baikku, kemudian kuberanikan diri untuk memasuki dimensi tanpa ruang dan waktu yang sangat hampa dan sunyi. Benar bila disebut ini adalah gerbang ” harapan dan ketakutan “. Berkali-kali aku begitu ketakutan dan hendak surut ke belakang untuk lari ke pelukan Tantri.

Tapi sebuah harapan untuk bertemu dengan Febi dan berkesempatan untuk menyelamatkannya mengembalikan niatku ke jalur awal.

” Aku takut Sinta, kenapa kita tidak keluar saja dari sini. Begitu gelap tempat ini, tanpa ada satu berkas cahaya pun yang dapat menembus”.

” Betul pikiran, jujur saja siapa sih yang mampu hidup di tempat suram dan gelap begini, masalahnya semua ini kulakukan semua untuk Febi”.

” Kenapa sih kamu harus berjuang untuk dia?? dari orientasi seksualnya saja dia kurang jelas??”.

” Aku tidak pernah menilai orang hanya dari kulitnya wahai pikiran. Setiap orang yang bergaul denganku diperlakukan setara dengan menjaga hati dan perasaannya. Febi sangat lembut juga baik. Kekerasan pendidikan Kepolisian gagal melenyapkan kelembutan di hatinya. Perasaan sayang kepada Febilah yang membuatku terus melangkah maju setapak demi setapak untuk sebuah alasan yang bahkan aku tak mengerti”.

Perjalanan ini terasa begitu jauh tanpa titik akhir. Kerongkonganku kering minta dibasahi oleh seteguk air. Masalahnya air apa yang terdapat di ruang hampa dan gelap??. Ususku merengek minta diisi makanan karena lapar. Sekali lagi pertanyaannya adalah diisi menggunakan apa?? tidak ada penjual makanan di jalan gelap nan begitu sunyi.

Semakin jauh melangkah aku makin gontai. Ruang dan waktu yang kukenal selama ini hanyalah 24 jam sehari semalam. Tak kurang juga tak lebih. Gerbang ini memaksaku merevisi pemahaman tantang waktu. Semakin jauh kumelangkah, semakin tua kumerasa. Jelas terasa punggungku menjadi bungkuk, mataku mulai rabun tak mampu lagi melihat jauh ke depan. Kecantikan kulitku yang begitu kencang berganti dengan kulit kendur yang kehilangan pesonanya.

Dari seorang pemain bola wanita yang begitu bertenaga sebelumnya, aku berubah menjadi nenek-nenek. Jangan-jangan waktu satu menit disini sama dengan 10 atau 100 tahun di dunia. Relativisme waktu mendadak berlaku bagi tubuhku.

” Uuufffffff…..uhukkkk…..uhukkkk….aku lelah pikiran”, nada nenek-nenek terdengar.

” Nafasku kenapa jadi cepat tersengal begini??? pikiran….woooiii pikiraannnn dimanakah kamu??? jangan bilang kamu juga meninggalkanku di tengah penderitaan ini??? ”

” UUffffff”, aku rebah dalam posisi tengkurap. Sudah tak mampu lagi melangkah. Dimensi waktu gerbang ini telah menyerap habis semua pesona kecantikan, sensualitas dan kesexyan tubuhku digantikan ketuaan dan ketidak berdayaan.

Hanya dalam hitungan menit Sinta seorang wanita yang diibaratkan bunga yang sedang mekar-mekarnya dirubah menjadi Sinta yang tua dan hanya menunggu waktu akan gugur lepas dari tangkai pohon dan jatuh kembali ke tanah.

” Sintaaaa….Sinntaaa….tollloongg akuuuu”, suara Febi yang juga sama-sama tuanya menyadarkanku. Berusaha kuangkat kepalaku dengan tenaga seseorang yang tak lagi punya otot di tubuhnya.

Tak jauh dihadapanku, Febi duduk ditengah kobaran api yang hendak membakarnya. Kami berdua merintih, sama-sama tua renta dan tak memiliki lagi pesona yang membuat kagum dunia.

” Tolong aku….”, Febi melambai-lambai minta tolong.

” Huuuhhh”, berusaha kunaikkan tubuhku. Tapi aku terlalu lemah.

” Bruuuggg”, aku jatuh.

“Aggghhhhh”,berusaha kukerahkan semua daya dan upaya.

” Bruuus”, apa daya tak ada tenaga apapun yang tersisa aku terjatuh lagi.

” Hugggghhhhh”, aku berusaha menggerakkan jempol kaki untuk membangkitkan harapan. ” Braaaggg”, tapi itu juga gagal. Hanya kepalaku saja yang naik turun tanpa harapan.

Ketakutanku akan usia tua telah menjadi nyata. Harapanku untuk menyelamatkan Febi dengan tenagaku sendiri juga sudah lenyap ditelaan kondisi seorang wanita tua renta. Di gerbang ketakutan dan harapan aku kehilangan keduanya sekaligus. Sepanjang jalan menuju gerbang aku melangkah optimis dalam usaha mencari Febi, dan ketika menemukannya aku tak mampu melakukan apapun lagi. Bahkan untuk menggerakan jari kaki aku tak sanggup. Sangat tragis.

” HHiikk…hhiiiikkk”, hanya air mata yang dapat keluar dari kedua mataku menghadapi kejamnya kenyataan yang terjadi.

” Hiiikkkk…hikkkkk”, aku terus menangis… menangis….menangis dan terus menangis hingga air mataku habis terkuras.

” ……………”, akhirnya aku hanya bisa terdiam tanpa suara. Harapanku sudah sirna. Ketakutanku juga sudah lenyap. Apalagi yang harus kutanggung di pundak???. beban apa lagi yang harus kutanggung??. Semuanya tinggal tersisa kepasrahan.

Kuangkat kepalaku melihat Febi. Kali ini tidak lagi dengan keinginan menyelamatkan ataupun menolongnya. Sekarang dalam tatapanku yang ada hanyalah sebuah cinta yang murni. Cinta yang tulus untuk memandang seseorang sebagaimana adanya dan mencintainya tanpa harus menginginkan apapun.

Cinta yang memberikan segalanya, tanpa mengharapkan untuk memiliki, apalagi minta dibalas. Dalam pandangan mata hanya ada sebenih cinta yang tak sanggup lagi ditangkap oleh pikiran . Cinta yang murni. Berasal dari hati nurani.

” Buktikan kalo kamu dapat mencintai orang lain seperti kamu mencintai dirimu sendiri hanya itu caranya!”, perkataan Tantri terdengar kembali.

” Inilah jawabannya Tri. Cintaku yang lalu hanya tertuju pada diriku sendiri. Dan itu hanyalah cinta egois yang tak mempedulikan orang lain. Maka caraku untuk mencintai orang lain seperi halnya mencintai diriku sendiri adalah dengan memberikan segalanya untuknya tanpa mengarapkan balasan apapun untukku.

Dengan cinta itu aku tiba-tiba dibangkitkan. Rupanya tubuh yang tua tak sanggup untuk terus menerus tak berdaya dibawah energy cinta yang demikian kuat Energi cinta itu membuatku kembali muda dan menarikku bangkit, masuk kedalam selubung cahya putih gemilang yang menghilangkan semua lelah dan sifat tua. Cahaya putih itu yang kemudian membawaku dengan pasti menembus kobaran api langsung ke hadapan Febi.

Aku tidak berusaha apapun. Hanya bisa pasrah dan tunduk pada kekuatan cinta, kemudian cinta membawaku kehadapan Febi. Panas api tak mampu membakar gelora cinta. Harapan dan ketakutan telah lebur dalam satu sifat yang sejati. Cinta pulalah yang kemudian membawa tanganku untuk memeluk Febi yang telah tua renta dan tak memiliki harapan. Kupeluk dia dengan kasih sayang yang bersih dari nafsu birahi yang sering menipu. Cahaya yang menyelubungi kami kemudian meremajakan Febi dan mengembalikan kecantikannya kembali.

Cinta dengan ijin Tuhan meremajakan kami berdua memulihkan kemudaan kami dan mengembalikan kecantikan kami yang abadi.

Sinar kehidupan yang semula hilang dari wajah Febi kembali bersinar. Febi semakin bercahaya terang dan kami berdua lebur dalam satu cahaya gemilang yang begitu indah.

” ………………………………….”.

” Cprattttt”, bangun pemalas sudah siang!.

Tantri menyipratkan air ke mukaku, serta merta menyadarkanku dari perjalanan panjang dari dimensi tanpa ruang.

” Trii, bagaimana keadaan Febiii???”, itulah pertanyaan refleks yang kunantikan jawabannya di dunia nyata.

” Hidup Sin!!! dokter berhasil menyelamatkannya. Dia pasti disayangi Tuhan. Nafasnya sempat hilang lebih dari lima menit, tapi kemudian kembali muncul dan tiba-tiba dia kembali hidup. Mukjizat terjadi lagi didepan mataku Sinta”.

” Seperti yang kamu lihat dulu menimpa Alex ya Tri???”.

” Benar Sinta”, Tantri menggeleng mengingat peristiwa percintaannya .Dia merenung sesaat kemudian tersenyum penuh optimisme dan berujar ; ” Sekarang bersiaplah Sinta!! kita akan berangkat menuju RAPAT DENGAR PENDAPAT DI POLDA!!! “.

“……………………………”.

BERSAMBUNG