Polwan Part 7

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10

Cerita Sex Dewasa Polwan Part 7 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

 Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Polwan Part 6

Setelah berhasil menggali informasi yang cukup dalam dari Gaby. Aku segera melapor kepada Komandanku Pak Hendri mengenai segala hal yang kuperoleh.

” Gimana Tri, sudah kamu wawancara saudari Gaby?”.

” Siap sudah Komandan”.

” Gimana hasilnya Tri?”.

” Mohon ijin Komandan, setelah mendengar dengan seksama informasi dari Saudari Gaby, kami dapat menarik tiga kesimpulan…”.

” Bagus Tri hebat kamu, sebentar Bapak ambil catatan dulu, mana pulpen Bapak itu..Ah ini dia..silakan Tri bagaimana kesimpulanmu?”.

” Ada tiga kesimpulan Komandan yang pertama Gaby tidak tau dimana keberadaan Cakra. Kesimpulan berikutnya kedua orang itu tidak ada hubungannya dengan Cakra. Yang ketiga tindak pemerkosaan ini murni dilatarbelakangi masalah “nafsu birahi” kedua tersangka dan tidak ada kaitannya dengan motif dendam”.

” Sebentar Tri! Darimana kamu bisa menyimpulkan bahwa Gaby tidak tau mengenai Cakra?”.

Harus kujawab pertanyaan Pak Hendri dengan menjelaskan dari awal detail kisah Gaby seperti yang dituturkannya kepadaku. Kepada Komandan kuterangkan bahwa Gaby sebenarnya adalah sosok istri yang “terjebak” dalam permainan Cakra. Juga kujelaskan mengenai keterlibatan kedua pemerkosa yang sebenarnya mengejar Gaby karena “kelakuannya” sendiri. Terakhir sedikit kutambahkan pendapatku sendiri mengenai dimana kira-kira keberadaan Cakra.

Dari informasi sekilas yang kudengar dari Gaby, Cakra sering menceritakan aktifitasnya untuk “menjarah” truk di sebuah kawasan tertentu. Seringnya nama kawasan ini dikatakan oleh Gaby tentu membuatku dapat menarik kesimpulan.

” Jadi menurutmu kawanan Cakra akan beroperasi disana Tri?”

” Siap komandan, naluri Tantri mengatakan demikian”.

” Ya sudah kami akan mengadakan operasi besok malam di kawasan itu. Terima kasih atas informasimu Brigadir Tantri. Semoga nalurimu benar. Sekarang istirahatlah! Kamu terlihat sangat lelah”.

” Siap Komandan, Brigadir Tantri mohon ijin kembali ke kediaman!”.

” Silakan Tri! Hati-hati di jalan”.

” Siap terima kasih Komandan”.

Akhirnya hari yang panjang ini berakhir juga. Seharian aku mendengar curhatan Gaby dan itu sangat melelahkan. Rasanya aroma bantal dan kasur asrama begitu kurindukan. Pekerjaan sebagai aparat menuntutku mejadikan tugas dan tanggung jawab pada pekerjaan sebagai prioritas.

Lantas bagaimana dengan hubungan asmaraku?. Bukankah sebagai wanita normal aku juga berhak untk mencintai dan dicintai oleh seseorang?. Sejuta pertanyaan seputaran ” masalah hati” tiba-tiba hadir dalam pikiranku. Ahh bagaimana kabar Alex ya? Seharian ini aku tidak mendengar kabar darinya. Ups bukankah itu salahku sendiri yang tidak membuka handphone seharian ini akibat permasalahan Gaby.

Segera kuambil ponsel yang masih dalam keadaan mati untuk kuhidupkan. Bunyi tanda pesan yang begitu banyak mendadak bermunculan setelah hand phone itu menyala, menandakan banyak sekali orang yang berusaha menghubungiku seharian tadi. Kubaca sekilas, ada dari Sinta, dari PakBurhan mau apa lagi pria cabul ini, ada dari teman Polwanku yang lain, dan ini dia yang kutunggu Alex..”. segera kubuka rentetan sms darinya.

” HALO MBAK TANTRI CANTIK APA KABAR??”.

” SAYANG KOK GAK DIBALES?? MASIH SIBUK BANGET YA??”.

” UDAH MALEM NIH?? MASIH TUGAS TERUS YA?? SEMANGAT YA MBAK”.

Kasian kekasihku ini, seharian tidak mendapat kabar dariku. Memang inilah resiko menjadi pacar “Kami” , harus siap menantikan Kami menuaikan tugas dulu buat Negara. Setelah urusan tugas selesai baru sisa waktu kami untuk mereka.

” LEX MAAF YA HP MBAK BARU AKTIF. BANYAK KERJAAN TADI DI KANTOR”.

Jawaban sms singkat untuk Alex yang kuketik sebelum kembali mengendarai motor untuk kembali ke asrama.

Dalam perjalanan aku mulai dilanda kantuk. Sebenarnya wajar karena waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Bagaimana ya caranya agar dapat terus terjaga. Sangat berbahaya mengendarai motor dalam kondisi seperti ini.

Di tengah situasi mengantuk seperti ini seperti muncul “bisikan setan” yang membisik kepadaku untuk “berpikir jorok” saja agar tidak mengantuk. Lucunya mulai kupatuhi bisikan itu dengan mengingat kembali “kenakalan” antara aku dan Alex. Kubayangkan dengan seksama kejadian di dalam stadion, cumbuan-cumbuan kami di dalam asrama, sampai keusilanku kepadanya di dapur.

Ternyata berfikir jorok itu ada manfaatnya. Membayangkan kenikmatan yang kualami dan kekarnya tubuh Alex membuatku kembali terjaga. Mungkin karena keasyikan mikir yang “nggak-nggak” itu membuat perjalananku ke asrama menjadi tak terasa. Dari jauh dapat kulihat rumah dinasku sudah menanti.

Kehidupan asrama memang sangat disiplin. Di tengah malam semua rumah di kompleks ini sudah senyap. Penghuninya pasti sudah beristirahat. Hal ini lumrah karena besok sebelum subuh teman-temanku dari kesatuan Lantas pasti sudah kembali bertugas melayani masyarakat di jalanan. Melayani dan melindungi begitu indahnya semboyan itu.

Setelah kuparkir motor dan menguncinya kubuka pintu rumah yang telah terkunci. Rumah ini mempunyai dua kunci yang satu dibawa oleh Sinta sedang serepnya kubawa. Sudah menjadi kesepakatan diantara kami siapapun yang datang duluan di rumah harus mengunci pintunya demi alasan keamanan. Suasana di dalam rumah begitu sunyi, hanya bunyi jangkrik yang sedang “bersimfoni” hadir menemani kesendirianku. Kubuka pintu kamar Sinta untuk memeriksa keadaan kawanku ini.

” Tidur nyenyak ya Sin besok kamu harus semangat bertugas lagi!”.

Ujarku memberi semangat meskipun Sinta sudah tertidur pulas. Memang sebagai “kaum perantauan” yang hidup jauh dari keluarga kami menjadi sangat akrab satu dengan lainnya. Sinta sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri demikian pula sebaliknya. Kami biasa melewati suka duka bersama. Bila kaum wanita lain hiburannya shoping di mall atau berlama-lama mempercantik diri di salon , buat kami “ngobrol” dari hati ke hati seputar masalah sehari-hari merupakan hiburan yang “mewah”.

Tak terasa ada bunyi getar tanda ada sms masuk.

” MBAK UDAH SAMPAI ASRAMA BELUM?? UDAH JAM 1 NIH ALEX JADI KHAWATIR. MBAK ADA DIMANA ALEX JEMPUT AJA YA??”.
Belum tidur dia rupanya. Wah betapa besarnya perhatiannya padaku.

” GAK USAH KHAWATIR LEX JANGAN LUPA MBAK POLISI LHO”.
Cepat kubalas smsnya.

Rupanya Alex seorang yang sudah terbiasa smsan dengan cepat. Dalam waktu singkat saja kami sudah bergelut dengan hp masing-masing asyik smsan.

” MEMANG MBAK POLISI TAPI TETAP WANITA YANG LEMAH DAN PERLU DILINDUNGI”.

” SEMBARANGAN KAMU! SIAPA BILANG MBAK LEMAH?? KAMU AJA K.O SAMA MBAK”.

” ENAK AJA ALEX GAK K.O CUMA NGALAH DOANK HA HA”.

” O YA?? MBAK BORGOL LAGI MAU??SUPAYA KAMU TAU SIAPA YANG LEMAH”.

” AMPUUUUUUN MBAK”.

” GAK MAU??”.

” MAUUUUUU. KAPAN DONK ALEX DIBORGOL LAGI UDAH KANGEN NIH HE HE”.

” BOLEH! KAMU MAU MBAK BIKIN MONCROT LAGI??”.

” MAU MAU MAUU BANGET”.

” ADA SYARATNYA!”.

” APA MBAK SYARATNYA ALEX JABANIN DEH”.

” KAMU AJAK MBAK LIBURAN KE TEMPAT YANG ROMANTIS. TAKUT KETAUAN ORANG TAU KALO MAEN DI ASRAMA”.

” AYO MBAK KEBETULAN ALEX PUNYA TEMEN DI TRAVEL TINGGAL KAPAN WAKTUNYA MBAK AJA SIAPNYA KITA JALAN-JALAN”.

” ITU MASALAHNYA LEX MBAK GAK PUNYA WAKTU HE HE. KERJA TERUS”.

” YAAAAAAAAAAH”.

” PANJANG AMAT YAAAHNYA??”.

” KECEWA BANGET MBAK PADAHAL ALEX UDAH NGAREP’.

” JANGAN KECEWA GTU MBAK JANJI DEH”.

” JANJI APA MBAK??”.

” KALO MBAK DAPET CUTI KAMU BOLEH BAWA MBAK LIBURAN. TAPI…”.

” WADUH ADA TAPINYA.”

” GAK IKHLAS?”

” IKHLAS BANGET DONK MBAK! APA TAPINYA ALEX JANJI PENUHIN DEH”.

” KAMU YANG BAYAR YA! GAJI MBAK PAS-PASAN SOALNYA”.

” SIAP MBAK JANGAN KHAWATIR TABUNGAN ALEX BANYAK KOK BISA BAWA MBAK KEMANAPUN. O YA MBAK NGOMONG-NGOMONG INI UDAH SAMPE MANA? ALEX JEMPUT AJA YA”.

” UDAH DI RUMAH KOK MBAK LEX!. MAU TIDUR DULU YA BESOK HARUS APEL PAGI LAGI JAM 7″.

” GAK BOLEH BOLOS YA MBAK??”.

” SEMBARANGAN KAMU! BISA DI HUKUM NANTI MBAK SAMA SENIOR”.

” YA UDAH DEH MET TIDUR YA MBAK CANTIK. SLEEP TIGHT. MISS U MUCH”.
Kuakhiri smsan panjang ini dengan mematikan handphoneku.

“Huh Alex kapan ya Mbak dapet libur, terus kita bisa liburan bareng?? Mbak juga udah agak jenuh harus kerja terus”, Sambil bicara sendiri aku segera terlelap menuju mimpi indah menyambut hari esok dengan sejuta persoalannya.

***

Begitu cepat waktu berlalu. Rasanya tepat bila para pujangga mengatakan bahwa waktu itu seperti pisau bermata dua. Bila tidak hati-hati kita bisa teriris olehnya. Hari ini saja tanpa terasa sudah pukul 7 pagi. Irama rutin sirine terompet kembali memerintah kami semua untuk berbaris rapi mengikuti apel pagi di halaman kantor.

Pemandangan khas sehari-hari kembali hadir. Ada anggota yang berlari-lari karena terlambat. Beberapa Polisi tampak asyik bergosip mengenai problema kehidupannya sehari-hari. Ada juga Anggota yang sedang membawa absen sibuk memeriksa kehadiran para anggota.Disiplin memang yang utama untuk kami.

Setelah rutinitas protokoler awal Apel dipenuhi, kini pasukan telah berdiri rapi dalam “saf” dan ” banjar” siap menerima pengarahan dari Pembina apel yang hari ini diambil langsung oleh pak Hendri Kepala Bagian Divisi Kriminal.

” PASUKAN DIISTIRAHATKAN!”.

” UNTUK PERHATIAN, ISTIRAHAT DI TEMPAAAAAAAAT GRAK!”.

Pak Hendri memulai sambutannya dengan mengingatkan para Anggota tentang pentingnya menjaga disiplin dalam bekerja. Kemudian Beliau juga menekankan bahwa setiap Anggota harus mampu memberi contoh kepada masyarakat. Selain itu Beliau mengangkat topik krusial mengenai peran Polisi dalam memberantas kejahatan di tengah masyarakat.

Pak Hendri meneruskan pidatonya.

” ……….Berkaitan dengan pemberantasan “penyakit” di tengah masyarakat. Seluruh anggota Divisi Kriminal setelah apel ini wajib kumpul di ruangan. Ada informasi penting dari “sumber yang dapat dipercaya” yang harus segera ditindaklanjuti….”.

” Pasti yang dimaksud oleh Komandan masalah Cakra”, batinku dalam posisi sikap istirahat di tempat.

” …Akhirnya demikian sambutan yang dapat saya sampaikan. Sebelum mengawali kegiatan hari ini mari kita berdoa kepada Tuhan agar tugas dan pengabdian kita hari ini bernilai ibadah…Amin”.
Setelah apel itu kami berhamburan kembali ke unit kerja masing-masing. Hari itu berlalu seperti hari-hari biasa. Tidak ada yang spesial.

***

Esoknya

” Tantri kamu udah denger belum katanya Komandan Hendri berhasil ” membekuk” kawanan Cakra tadi malam”.

” Yang bener Sinta??”.

” Iya pacarku Tanto yang bilang. Semalem dia ikut dalam operasi itu. Rupanya informasi dari intelijen sangat tepat memperkirakan lokasi kawanan Cakra berada”.

” Terus mereka semua dapat dibekuk?”.

” iya Tri katanya sangat seru upaya penggerebekan itu. Seperti di film-film terjadi baku tembak. Cakra pemimpin rombongan katanya tewas tertembak.”.

” Cakra tewas??wah kasian Gaby..”.

” Siapa itu Gaby Tri??”.

” Ooow bukan siapa-siapa Sinta….bukan siapa-siapa”.

Sejenak aku bersimpati mengheningkan cipta dan mendoakan yang terbaik untuk Gaby.

” Bagaimana ya perasaan wanita itu?. Begitu banyak yang dia korbankan untuk Cakra. Dan kini laki-laki yang dicintainya itu telah tiada. Hidup memang sangat misterius. Kita tidak tau kartu mana yang akan dibuka berikutnya”, batinku.

” Brigadir Tantri anda dipanggil oleh Komandan Hendri untuk menghadap ke ruangannya”.

Panggilan itu membuyarkan lamunanku.

” Ssssiap Senior! Tantri segera menghadap Komandan”.

Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan perkembangan terbaru kasus yang melibatkan Cakra dan Gaby.

Asyik dalam lamunan ruangan kantor Pak Hendri sudah terlihat di mataku.

” Mohon ijin Komandan Brigadir Tantri menghadap”.

” Masuk Tri, bapak harus mengucapkan terima kasih banyak sama kamu”.

Komandan Hendri langsung berdiri dan menjabat tanganku.

” Ijin terima kasih dalam hal apa Komandan??”.

” Operasi semalam berhasil Tri!. Cakra sudah tewas. Kawanan itu berhasil kita tumpas. Semuanya berkat informasimu yang akurat”.

” Siap sudah tugas Tantri Komandan. Tantri juga turut berbahagia dan mengucapkan selamat karena Komandan beserta para Anggota berhasil menyelesaikan kasus ini”.

” Terima kasih Tri. Aku punya hadiah untukmu”.

” Siap Komandan?”.

” Kamu Bapak kasih cuti mulai besok sampai hari minggu. Lumayan kan? Ini baru hari rabu. Kamu bisa pulang ke rumah orang tuamu”.

” Sssiaaap Tantri gak salah dengar Komandan?”.

” Iya Brigadir Tantri kamu gak salah dengar. Kamu dapat cuti mulai besok”.

Ingin aku segera meloncat-loncat kegirangan kalo tidak sedang berhadapan dengan Komandanku yang tampan ini. Rasanya bahagia sekali bisa sejenak “liburan” apalagi..Alex udah janjikan mau mengajakku liburan.

” Terima kasih banyak Komandan”.

” Iya Tri nih Bapak masih punya kejutan buat kamu. Ini kamu ambil buat beli permen!”.

Pak Hendri mengatakan itu sambil memberi selembar amplop berisi uang padaku.

” Aaapa lagi ini Komandan?”.

” udah ambil aja itung-itung buat ongkos kamu naik bus Tri”.

” Terima kasih banyak Komandan”.

Aku langsung maju untuk kembali menjabat tangan Komandanku sebagai ekespresi terima kasih.

” Iya dah sana liburan! Hati-hati dijalan Tri! Jangan lupa pulang kamu!”.

” Siap Komandan”. Jawabku sambil tersenyum penuh kebahagiaan.

“Horeeeeeeeeeee”. Begitu gembiranya hatiku akhirnya aku bisa cutiiiiiiiiiiii.

Selepas dari ruangan Komandan, segera aku menyelesaikan urusan administrasi cuti. Maklum sebagai aparat semua tindak-tanduk kami telah diatur oleh aturan yang jelas dan wajib dipenuhi. Saat tengah mengisi blangko surat cuti, kusempatkan untuk menulis sms untuk Alex mengabarkan kabar gembira ini.

” LEX LAGI NGAPAIN??”.

Kembali kuisi blangko formulir itu dengan cepat kemudian kuserahkan pada bagian Personalia.
Bunyi handphone menandakan ada sms masuk.

” LAGI NYIAPIN BAJU AJA MBAK ADA KULIAH NIH HARI INI. ADA APA SEXY??”.

Segera saja kami kembali bergumul dalam smsan yang mesra.

” EMANG MBAK SEXY LEX?”.

” SEXY BANGET MBAK TIAP MALAM ALEX MIMPI LHO TENTANG BETAPA SEXYNYA TUBUH MBAK”.

” KALO MIMPI GiTU KELUAR DONK LAHARNYA?”.

” KELUAR MBAK BANYAK BANGET LAGI. ABIS MBAK SEXY BANGET SIH.”

” KAMU MASIH INGAT TAWARANMU NGAJAK LIBURAN MBAK KEMARIN LEX?”.

” MASIH BANGET DONK MBAK.”.

” ADA KABAR GEMBIRA BUAT KAMU. MBAK DAPAT CUTI MULAI BESOK SAMPAI MINGGU INI SAMA KOMANDAN. GIMANA MENURUT KAMU?”.

” WAH ASYIIIIIIK YANG BENERRR MBAK?????? JADI LIBURAN BENERAN DONK KITA”.

” TAPI KAMU JUJUR SAMA MBAK LHO LEX! KALO KAMU GAK ADA UANG GAK USAH MAKSA. BIAR MBAK PULANG KE RUMAH ORANG TUA SAJA”.

” JUJUR MBAK ALEX ADA UANG KOK. MBAK TETEP LIBURAN SAMA ALEX AJA YA!! SEKARANG JUGA ALEX TELPON TEMEN ALEX YANG DI TRAVEL BUAT SIAPIN TIKETNYA”.

” KAMU YAKIN LEX? GAK NYESEL???”.

” YAKIN BANGET DONK MBAKK. LAGIPULA NGAPAIN NYESEL?? MAU JALAN-JALAN AMA BIDADARI KOK NYESEL?? “.

” YA UDAH MAU KEMANA KITA LEX??”.

” KE PULAU DEWATA AJA YA MBAK??’.

” WAH YAKIN KAMU. MBAK BELUM PERNAH LHO KESANA. TAPI MAHAL ONGKOS KESANA LEX. KAMU YAKIN PUNYA UANG??”.

” ADA DONK MBAK CANTIK. SIAP-SIAP AJA YA MBAK. KITA AKAN BERPETUALANG KE PULAU DEWATA.

Wah mimpi apa aku semalam bisa liburan ke tempat yang begitu indah seperti itu. Apalagi Alex mengatakan bahwa minggu ini tidak ada kuliah lanjutan untuknya selain hari ini. Kami benar-benar bisa liburan.
Segera aku menyelesaikan semua urusan “tetek bengek” cuti dan beranjak pulang untuk mengepak barang-barangku.

Kubawa semua baju-baju yang kuanggap layak untuk bertamsya termasuk kaca mata hitam yang kuanggap pas untuk perjalananku kali ini.

” Wahhh rasanya tak sanggup menunggu hari esok”.

Malam itu Alex mengabari kalo pesawat akan berangkat jam 7.45 pagi. Maka kami perlu berangkat dari jam 5 pagi agar tidak terlambat tiba di bandara. Alex berjanji akan menjemputku jam setengah lima pagi dengan menggunakan mobil travel yang telah dipersiapkan. Rasanya aku terus saja berkemas sepanjang sore ini untuk memastikan barang penting tidak ada yang tertinggal. Perlengkapan mandi sudah berada di tempatnyai. Sedangkan pakaian dalamku juga sudah terkemas dengan baik. Tak lupa peralatan telekomunikasi seperti charge hp dan juga kamera tidak boleh tertinggal.

” Tantri akhirnya bisa juga kamu pergi ke Pulau Dewata”.

Malam itu aku hampir tidak bisa tidur saking senangnya. Rasanya baru kupejamkan mataku, sebelum jam weker berbunyi menandakan telah pukul 4 pagi. Segera aku berhambur ke kamar mandi untuk mempersiapkan diri dengan cepat. Habis mandi aku langsung berdandan untuk mempercantik diri menjelang perjalanan nan indah ini. Sinta tidak pulang malam ini karena harus patroli malam. Aku sudah berpesan kepadanya bahwa akan berangkat cuti dan mengharap padanya untuk menjaga rumah dulu selama kepergianku. Sinta tentu menyanggupi sepanjang ada oleh-olehnya.

“Waduh Sinta semoga aku punya uang cukup ya untuk membawa oleh-oleh buatmu”.

Tepat jam setengah lima Alex datang bersama travel yang dijanjikan. Kami salat subuh berjamaah dulu sebelum berangkat. Hawa pagi itu begitu dingin hingga aku harus mengenakan jaket. Dalam perjalanan ke bandara ini sebenarnya aku tidak lupa untuk memperhatikan penampilan. Apalagi kami sebagai Polisi wanita memang dituntut untuk tampil trendi, cantik dan sexy dalam setiap penampilan. Hari ini aku mengenakan kaos putih lengan pendek ketat berkerah dibalut dengan celana bahan wana putih yang juga pas badan.

Alex tentu belum bisa melihat penampilanku sepenuhnya karena selain kututupi dengan jaket, suasana pagi yang masih gelap tentu menghalangi pandangannya.
Setelah semua barang masuk dalam bagasi mobil kami berangkat menuju bandara.

Dalam perjalanan mungkin karena memang kurang tidur aku menghabiskan waktu dengan tidur di pelukan Alex. Kami bagai sepasang kekasih yang begitu dimabuk asmara. Alex memelukku mesra sambil membiarkanku tidur bergelayut di dadanya. Hangat rasanya merasakan pelukannya padaku hingga membuatku segera terbuai dalam tidur nyenyak sepanjang perjalanan.

” Mbak cantik ayo bangun kita udah sampai bandara”.

” Ummmm udah nyampe Lex?”.

” Udah Mbak”.

Segera aku bergegas untuk mengambil make up untuk menyegarkan wajah yang baru saja terbangun dari tidur pulas.

” Udah gak usah dipoles lagi Mbak!”.

” Hush muka Mbak masih kayak orang baru bangun tidur gini Lex”.

” Mbak cantik kok dengan atau tanpa make up. Kecantikan Mbak bahkan bertambah setelah bangun tidur”.

Sambil mengatakan itu Alex memegang tanganku dan mencium bibirku cepat.

Terkejut aku sejenak akibat serangannya yang tiba-tiba ini, namun juga sangat gembira dengan perkataannya barusan tentang kecantikanku. Seorang pria yang mencintai kecantikan wajahku tanpa make up menandakan dia menghargaiku apa adanya.

Dengan cepat Alex memanggil para pengangkut troli bandara untuk mengangkut barang-barang kami dan bergerak cepat untuk proses “boarding” karena waktu sudah menujukkan pukul 7 pagi. Akhirnya setelah semua proses selesai kami memasuki pesawat untuk besiap tinggal landas.

Di dalam pesawat kami duduk bersebelahan. Alex telah mengatur perjalanan ini dengan sangat baik.

” Lex makasih banyak ya udah nyiapin semua ini”.

” Sama-sama Mbak cantik. Alex cinta dan sayang banget sama Mbak”. Aku kembali tersipu.

Alex menggenggam tanganku mesra selama dalam penerbangan. Memang betul kata orang bila kita sedang jatuh cinta, dunia ini seakan milik berdua. Banyak penumpang di pesawat ini namun rasanya pesawat milik kami berdua. Sepanjang perjalanan kami saling bertukar canda, tawa, humor-humor segar, sampai obrolan-obrolan nakal yang “menyerempet’ topik- topik dewasa.

” Mbak nanti sesampainya di sana Alex pengen ngajak Mbak ke pantai”.

” Wah ngajak ke pantai Lex? Seru banget donk. Emang kamu tau pantai yang bagus di sana?”.

” Tau donk Mbak disana pantainya bagus-bagus ada yang airnya jernih banget malah. Tapi Mbak, masalahnya para pengunjung pantai itu khususnya para wanita kalo jalan-jalan dipantai disana pada pake

“bikini””.

” Pake bikini?? Gak kayak pantai di kota kita donk , kalo di tempat kita orang ke pantai nyantai aja pake baju biasa”.

” Iya Mbak beda donk sama kota kita. Kalo di Pulau Dewata mataharinya bagus banget buat ngejadiin kulit Mbak jadi sexy dan eksotis”.

” Wah bagus banget buat Mbak yang memang kulitnya eksotis donk Lex?’.

” cocok banget Mbak”.

” masalahnya Mbak gak punya bikini Lex”.

” Gampang Mbak nanti Alex beliin disana, Alex tau kok bikini yang bagus dan cocok ama badan Mbak yang tinggi semampai kayak supermodel gini”.

” Mbak kayak supemodel Lex? Kamu gak ngibul?”.

” Bener Mbak buat Alex hanya Brigadir Tantri supermodel yang paling hot di dunia ini”

” dasar gombal kamu”.

Ujarku sambil mencubit lengannya dan dibalasnya dengan mencubit lenganku. Lama kami saling bermesra-mesraan seperti ini. Perjalanan ke Pulau Dewata ini begitu indah bila dilalui bersama kekasih tercinta. Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan bandara dengan tingkat kunjungan turis tertinggi di negeriku tersebut.

Dalam waktu singkat pesawat itu mendarat di pulau dewata dan kami siap berpetualang di pulau surgawi ini.

bersambung