Polwan Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10

Cerita Sex Dewasa Polwan Part 4 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

 Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Polwan Part 3

“NIKMATNYA DI BORGOL”

‘….Segera kuberanjak ke kamar untuk mengambil sesuatu. Lebih tepat sesuatu ini dinamakan “KEJUTAN”. Kumelangkah masih dengan perasaan geli-geli nikmat khususnya di area selangkangan.

“uuuuf…” Desahku sembari menjulurkan lidah akibat sensasi nan tak kunjung henti akibat orgasme lalu.

Kejutan apa yang telah kupersiapkan buat Alex??? Aku tidak menyiapkan hadiah apa-apa. Lantas surprise apa yang harus kuberikan???. Nah otak nakalku bekerja saat melihat seragam dinas yang telah kusiapkan untuk berdinas esok hari.

” Lex sudah dua kali kamu membawa Mbak ke langit ketujuh. Sekarang gilirang Mbak he he” Kataku dengan senyum pada diriku sendiri.

Segera kukenakan seragam harian berwarna coklat dengan atasan berlengan pendek dan bawahan rok ini.

“uuuuuuuuufffff” masih sensitive sekali putingku ketika bergesekan dengan kain baju.

Untuk melestarikan rasa nikmat, aku memilih tidak mengenakan BH lagi didalam kemeja kerja. Ketika perlahan kukancingkan satu persatu kancing baju ini rasanya “wwwuuiiiih” masih begitu cetar. Setelah baju terpasang rapi barulah kukenakan rok kerja yang ketat juga tanpa celana dalam akibat bagian sensitifku masih begitu basah.

Selesai semua terpasang. Beralih perhatianku kualihkan menuju lemari mengambil ” SESUATU” yang merupakan kejutan terbesarku buat Alex.
Sekarang aku berjalan menuju TKP dengan peraasaan seorang wanita yang memendam sejuta kenakalan dalam dirinya. Kenakalan untuk mendatangkan kenikmatan kepada kekasihnya.
Kudatangi perlahan Alex dari belakang.

” SIKAP SEMPURNA SAUDARA ALEX! JANGAN COBA-COBA MENOLEH!!!” Hardikku dengan nada mengancam.

Alex tampak terkejut dan langsung bersikap siap sebisanya. Dia berusaha menoleh namun tidak berani.

“Mmmbak????ada apa Mbak…kenapa tiba-tiba???Alex jadi takut ???”

“ANGKAT TANGANMU!!” Suruhku sambil mengacungkan pistol ke arah punggungnya.

“Iiiiiiiya Mbak ssssiaaap” Jawabya memenuhi perintahku untuk mengangkat tangan penuh kegugupan.

“MERAPAT KE TEMBOK! MBAK MAU GELEDAH KAMU!!!”

Tanpa bersuara Alex memenuhi perintahku.

Dalam posisi menghadap tembok aku menyuruhnya untuk merentangkan kaki untuk mempermudah proses penggledahan. Dengan cepat kutendang pelan bagian kaki dalamnya untuk semakin memperlebar kakinya terbuka. Prosedur resmi penggledahan.

” PEJAMKAN MATAMU LEX!”

“Iiiiiya Mbak”

Mulai kugeledah dia. Sebenarnya bukan menggeledah tapi menggerayangi. Kumulai dari menjamah dadanya yang bidang dari belakang. Bergerak untuk menelusuri simetris bahunya. Turun ke pinggangnya kurasakan begitu kokoh tubuhnya. Figur lelaki jantan yang perkasa.

Alex yang awalnya nampak terkejut dengan perlakuanku mulai terlihat terangsang.
Keringat dingin mulai mengalir dari tengkuknya.

” Mbak main main apa nih serius sih Alex jadi takut….” Ujarnya dengan suara lirih.

” SSSSST GAK USAH BICARA” Kembali kugerayangi tubuhnya.

Sekarang giliran bagian bawahya. Kuremas pantatnya yang cukup sexy hasil rajin berolahraga.
Kuremas perlahan dengan kedua tanganku.

“Plak” (suara Tantri menampar pantat Alex)

“Mbak……???” ujar Alex sambil nampak gelisah.

Kuarahkan kedua tanganku ke bagian depan celananya. Kurasakan benjolan benda dibalik celana. Ini pengalaman pertama sebagai wanita tapi ini sangat mengasyikkan. Pelan kuturunkan resleting penyangga celananya.

“ssssrrrrrrrt…. “(suara resleting diturunkan)

“Mmmmmmbak kenapa celana Alex diturunkan emang apa salah Alex Mbak???”

“Salahmu ??Kamu membawa senjata Lex” ( kedua tanganku bermain di bagian depan CD alex”)

” Senjata apa Mbak??”

“senjata Lex. Peluru tajam lagi. Pelanggaran berat. . Makanya kamu Mbak geledah.”

Pelan kuoles tonjolan penisnya yang masih tersembunyi di balik CD. Masih mengkerut mungkin dia benar-benar ketakutan.

“..ggak ada senjata apa-apa kan Mbak, Alex gak bohong”

” kamu pinter bohong Lex! Kalo gitu kamu harus mbak BORGOL!” Ujarku sambil membawanya bergeser dari tepian tembok ke sebuah tiang jemuran yang ada di dekat situ.

“pegeng tiang di atas kepalamu Lex!”

Alex menurut. Kedua tangannya diarahkan keatas memegang tiang besi yang lebih tinggi sedikit darinya.

“Kreeek” (suara borgol dikunci).

“ampun Mbak kenapa main borgol???”””

“hush diam. Mbak akan buktikan kamu bawa senjata jadi kamu diam saja!”

Dari arah belakang kuturunkan CD Alex hingga tidak ada lagi pelindung bagian bawah tubuhnya.

“Lhooo Mbak Alex kok ditelanjangin begini???”

” Lex..Lex namanya digeledah ya ditelanjangi” Ujarku cuek sambil bergerak masuk ke kamar Sinta yang kosong. Segera kutemukan mini componya yang biasa memutar musik, kemudian kubawa ke dapur untuk menambah rencana nakal ini.

Sampai dengan momen ini Alex belum melihat penampilan terbaruku. Pasti dia masih mengira aku mengenakan baju putih tadi.

“klek” (bunyi tape dinyalakan)
(terdengar lagu romantic ONLY YOU)

Alunan music yang mulai tedengar membuat Alex penasaran. Dia berusaha menoleh ke belakang. Begitu terkejutnya ia ketika melihat diriku sudah mengenakan pakaian seragam lengkap.
Siap bertugas member kenikmatan untuknya.

“Mbak kok pake baju dinas???apa Alex mau ditangkep beneran Mbak???” (Alex gugup)

Kumelangkah maju ke hadapannya .

“Kamu bawa senjata lex dan kamu bohong! Mbak akan buktikan kebohonganmu”

Posisiku berhadap-hadapan dengan Alex. Sambil mengatakan itu Aku mulai menggoyangkan tubuhku seirama dengan alunan musik. Dengan gerakan yang sangat erotis. Masih dengan seragam lengkap kuangkat kedua tanganku kebelakang hingga menyentuh tengkukku.

kugoyang tubuhku perlahan. Alex terkesima menatapku. Semula dia takut. Sekarang????……… Dia bahkan tidak mampu mengedipkan matanya.

Penampilanku yang semula galak kini berubah binal .

Erotis kugoyangkan pinggulku ke kiri dan kanan.

“Mbaaaak…..” ujar Alex nyaris meneteskan air liurnya.

Kubalik badan sambil kuturunkan tubuhku hingga wajahku sejajar lutut. Alex tentu dapat melihat penuh kemontokan pantatku dalam posisi ini. Kembali kuangkat sedikit punggungku dengan posisi pantat yang menonggeng. Menyesuaikan irama aku mulai bergoyang itik dalam tempo lambat. Gerakan pantat yang meliuk-liuk membuatku terlihat hendak mengebor. Begitu nakal suguhan yang kutampilkan ini.

“Pantat Mbak…..sexy sekali……”

” Hush diam!!! Kamu sedang digeledah Lex. TIDAK BOLEH BICARA!!!”

Kembali kuhadapkan tubuhku menghadap ke arahnya. Kugoda dia perlahan dengan melepas satu persatu kancing baju kerjaku sampai terlepas semua. Setelah itu kulepaskan baju kerjaku dan kuletakkan di meja kecil yang ada disana. Tak lupa lirikan dan senyum nakal kuberikan kepadanya untuk semakin membuatnya bergelora.

” Mbakk tetekkmu indah sekali Mbakkkk…”

Reaksi Alex yang baru saja untuk pertama kalinya menyaksikan payudaraku terpampang jelas.

Terus kugoda dia sambil meletakkan kedua tanganku di depan payudaraku. Sambil memelintir pelan kumainkan pelan puting susu berwarna coklat kebangganku.

“montok sekali Mbak……..oouuggh”

Tanpa berkedip Alex terus menyimak aksi nakalku.

Kuangkat tanganku ke atas membuatnya bisa melihat dadaku semakin jelas.
Kudekati dirinya.

” Kamu liat tetek Mbak Lex??” seruku sambil tetap mengankat tangan tinggi sedikit bergoyang nakal.

“iiiiiiiya Mbakkkk…” ujarnya sedikit mengeluarkan air liur.

” sexy gak Mbak Lex?”

“Sangat Mbak……sangat Sexyyy sekali” ujarnya dengan mata melotot ke arah payudaraku.

Kuturunkan tanganku menuju penisnya yang telah terangsang hebat akibat striptease kecil barusan. Kupegang dengan tangan kiri. Alex Nampak terkejut. Kuurut pelan dari helm ujung penisnya yang sudah berwarna merah keunguan terus turun hingga kedua peler yang menyangganya.

“Mbbbaaaak apa yang…??” ( Alex terkejut mengeram menahan nikmat)

“ini senjatamu Lex! Lihat sendiri! Sudah panjang tegak kencang lagi”

Kukocok perlahan terus menjelajahi urat-urat yang telah tegang di batang penisnya.

“iiiiiya Mbaaaaaak …..” ( Alex menahan nikmat)

“masih mau bohong???”

“nggak….. mbaaak ampunnnn”

“kamu ngaku bohong Lex??” tanyaku sembari mengurut lebih cepat batang penisnya.

“iiiiya Mbakkkkk Alex ngaku berbohooong”. Tatapan Alex menatap kalangi- langit. Kedua Pahanya direnggangkan lebar.

Sepertinya dia terangsang hebat.

“Bilang yang keras Lex!!!”

“MBAK TANTRI ALEX NGAKU BERBOHONG”. (katanya keras sembari merem melek menahan nikmat).
Kuhentikan aksiku.

Kubiarkan dia dalam posisi ereksi hebat seperti itu. Tanpa penyelesaian.

” Nah karena kamu sudah mengaku sekarang Mbak harus memberi hukuman buat kamu. Ini supaya gak berani bohong lagi” kataku sembari kembali bergerak membelakangi tubuhnya.

“pluup” ( Tantri membuka kotak lotion beauty cream)

Kebetulan aku masih mempunyai persediaan sabun aroma terapi yang bisa kugunakan untuk semakin memanaskan aksi ini.

“sssrrrt” (Tantri melumuri tangannya dengan sabun)

“oooooh Mbaaaak kok disabuni anuku?????……” Tanya Alex ketika kumilai aksi hand jobku padanya.

Seluruh batang itu kulumuri sabun beraroma wangi lavender. Mulai kupijat secara lebih kencang. Sangat mudah karena permukaannya kini telah licin sepenuhnya.

“ooooouggh Mbaaaak….” Jeritnya menahan gelinya permainan tanganku.

Mulai kuurut perlahan dengan tangan kiriku dari ujungnya sampai dekat perutnya. Tangan kanan kugunakan memainkan kedua kantung pensinya yang juga tampak mengencang mengundang penasaran.

“Mbbbbakk…mbakkkkk aampunnn ampuunn…”

Stimulasi rangsangan gencar kuarahkan ke batang kejantanannya. Alex semakin meracau berusaha melebarkan kakinya agar datangnya rangsangan makin nikmat.

“Mbbbbaaaaakkk jangan cepat-cepat ngocokknyaaaaa……!”

“kenapa Lex??'”. Bisikku nakal.

“Nanti …. Nanti…. Keluar Mbak……”

” Apanya yang keluar Lex?”. Godaku sambil mencium tengkuknya.

“OUUUgf Mbak………”.

Rintihnya, kehilangan suara kala kubentuk ibu jariku bersama jari tengah dan kelingkingku membentuk lingkaran kecil di pensinya. Dengan tekanan yang tepat kutekan penisnya menghadirkan sensasi vagina yang begitu ketat nan hangat.

“oooooougggh god yessssssss”.

Erang Alex dengan kepala tertengadah sembari kaki mengangkang lebar.

” Sekarang gantian kamu ngrasain apa yang tadi Mbak rasakan.” Kataku.

Aku tidak mau buru-buru.

kukalungkan tanganku perlahan membentuk cincin sambil menikmati setiap tekanan coli yang kuberikan di tiap sudut penisnya.

“Mbak….Mbak…Mbak Alex gak kuat Mbak” racaunya sambil bersiap menuju surga kenikmatan.

” Tidak secepat itu Lex” . Bisikku.

Kulepas tanganku dari penisnya. Otomatis membuatnya terkejut dan belingsatan menoleh kiri dan kanan.

“Mbak kenapa berhenti Mbak????Alex belum sampe Mbak………”

Kunikmati wajahnya yang penasaran dengan kenikmatan yang menggantung.

“Kamu mau Mbak apain Lex???”

“Terusin Mbakkk…terusin please….”. Ujarnya penuh harap.

Kuturuti kemauannya.

Kembali penis itu berada dalam genggaman tangan kiriku. Kukocok cepat….semakin cepat… semakin cepat. Tangan kanan kuturunkan ke area antara peler dan anus. Kubaca di majalah dewasa kalo inilah area laki-laki yang bila ditekan mampu menahan ejakulasi.

“Mbakkkk cepetinnn Mbakkk…. Alex nyampe ouuughhh”

Kembali kuhentikan kocokanku. Tangan kiriiku mengenggam lubang kencing penisnya, sementara telunjukku tangan kanan menekan tepat di area “skrotumnya” tepat di saat bersamaan.
Alex bergetar hebat. Kepalanya sampai terangkat-angkat. Cengkraman tangannya yang terborgol semakin kencang.

“Tahan sayangg……….tahan sayang…..jangan cepat-cepat”
Bisikku sambil menghentikan ejakulasinya.

Alex bergetar mengalami orgasme hebat. Tanpa ejakulasi.

“Mbakkk…Mbakkkk…apa yang terjadi…Mbak kenapa????”

Alex penasaran kenapa dia belum ejakulasi. Ini pengalaman baru baginya. Mampu merasakan orgasme tanpa ejakulasi.

” Mau lagi sayang???”. Bisikku sambil menjilat telinganya.

“Mau mau mauu….Mbak”

“Tapi kamu tahan ya….kamu hanya boleh ejakulasi kalo Mbak udah ijinkan” Perintahku kepadanya

Sebenarnya semua pengetahuan ini kuperoleh dari buku dan majalah. Namun hasilnya ternyata luar biasa. Alex betul-betul mabuk kenikmatan.

Terus kubaluri semua batang penisnya sampai licin. Lanjut aku mengocok cepat sekali…dan…. Kembali kutahan ejakulasinya. Alex terus bergetar hebat seperti reaksiku ketika orgasme.
Berkali-kali kubuat dia seperti cacing kepanasan. Multiple orgasme kalo tak salah namanya.

Alex menggeleng-gelengkan kepalanya. Pusing juga dia tampaknya akibat orgasme berkali-kali tanpa ejakulasi. Kantung pelernya juga terus kupijat pelan sambil membayangkan betapa banyak cairan yang ada disini sekarang.

” Kamu mau Mbak keluarin Lex”

“Iiiiiiiya Mbakkkkkk…..Alex udah gak kuat dibeginiin terus Mbak….. Pusinggg”

“janji sama Mbak ya Lex!!!!!…..”

”Janji apa Mbak ???????………………………”

” janji untuk jangan mempermainkan Mbak ya Sayang..please….” Harapku sambil mencium keningnya.

“Iiiiya Mbak…..ALEX JANJI GAK AKAN MEMPERMAINKAN MBAK”

” Kamu Serius sayang???”

“iyyyyyya Mbak. ALEX SERIUS…….”

“Ok Lex. Sekarang Mbak ijinkan kamu ngecrot….Keluarin semua ganteng!!!..jangan ada yang ditahan-tahan..” Ujarku sambil tersenyum penuh kenakalan.

Kini kukocok kencang penisnya membawanya merasakan kenikmatan surgawi.

Tangan kanan yang sedari tadi menghambat kenikmatannya, kuarahkan sedikit naik menuju lubang anusnya untuk membuat rangsangan ejakulasinya semakin meledak. Licinnya jari tanganku mempermudah telunjukku sliding masuk sedikit kedalam anus Alex semakin menambah nikmatnya stimulasi.

“hugh…..Mbak….Hugh…..Mbak….oooooh”

Kupercepat kocokanku sampai Alex tidak mampu lagi berkata kata maupun menggeram.

“……………………(Alex ejakulasi)”

Penis Alex membesar di tanganku untuk kemudian meledak-ledak menghamburkan cairan kental berwarna putih.

“crooot….crooot..crooot” (suara ejakulasi)

“oooogh….Mbak Tantri….” Ujarnya dengan bola mata yang tinggal putihnya saja.

“…………………….”

“Keluarin semua sayang…ayo keluarinn!!!!…..”

Bisikku sambil mempercepat kocokan tangan. Dari bawah kubantu mengurut penisnya hingga naik ke atas menuju saluran kencing. Semakin membuatnya mudah mengeluarkan lahar kenikmatan.

“aaaagggggghhhhhhhhh” . (Alex histeris menumpahkan cairan terakhir)

Tumpah ruah cairan itu di lantai dapurku.

“hah….hah…hah” ( Alex merasakan kenikmatan)

Giliran Alex yang merem melek. Seolah berliter-liter cairan telah tumpah akibat kelakuan nakal tanganku.

“huuuuuff”

Pasca ejakulasinya mereda. Segera Kubuka kunci borgolnya agar dia bisa kembali bebas. Setelahnya kami kembali berpelukan mesra.

“Terima kasih Mbak….. Terima kasih banyak nikmat sekali….”

“sama-sama sayang”. sambil kuelus kepalanya penuh rasa cinta.

Dengan penuh kemesraan kubantu dia memakai celana panjangnya kembali.

Karena waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, kuminta Alex untuk pulang. Bagaimanapun juga kehidupan malam asrama tentu berbeda dengan kehidupan masyarakat biasa.
Sebelum dia pergi diambang pintu kami masih sempat saling berpelukan dan berciuman mesra sangat intim. .

Akhirnya malam itupun berlalu dengan sejuta rasa diantara kami berdua.
Tidur nyenyak dan mimpi indah mengakhiri petualangan kami malam itu.

***
Keesokan harinya
***
“hoshh…hoshhhhh…hoshhhh” (suara Tantri Joging)

‘RRRRT..RRRRRT….RRRRT” (TANDA PESAN SMS MASUK)
Kuhentikan lariku melihat ponsel.
Kubaca isinya dari komandanku dari unit Kriminal.

“Tantri jam 11 Kamu bertugas mendampingi GABY Sseorang KORBAN PERKOSAAN. Harap tepat waktu “

“Huuuuf perkosaan semakin marak terjadi akhir-akhir ini”. Batinku

“…Gaby??? Namamu indah sekali tapi nasibmu……”.

Kuputuskan untuk berhenti berfikir dan kembali berlari.

“hooooshhh….hossshhhhh” (Tantri kembali berlari)

Bersambung