Polwan Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10

Cerita Sex Dewasa Polwan Part 3 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

 Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Polwan Part 2

Menjelang malam masih dalam suasana pikiran yang berkecamuk, aku mengurung diri di kamar. Kuputar musik grup band lokal papan atas untuk membunuh suntuk yang menyerang. Namun bahkan alunan musik merdupun tak membantu. Aksi bullying atasanku tadi siang benar-benar meninggalkan trauma psikologis tersendiri.

Aksi tangan bandot itu untuk menggerayangi pantatku benar-benar bejat. Jijik diriku membayangkan perbuatannya. Apalagi kata-kata kasarnya itu jalang, sundal kata-kata macam apa itu? . Layakkah seorang atasan mengucapkan kata serendah itu?.

Satu-satunya pelipur lara hari itu adalah rencana kedatangan Alex nanti malam. Sudah lama aku tidak berjumpa dengannya. Sebenarnya baru 2 minggu tapi serasa sudah sangat lama. Hadir perasaan dag dig dug, antara malu, cemas, rindu maupun penasaran berbaur menjadi satu. Mungkin inikah rasanya seorang wanita jatuh cinta?

Dibalut perasaan campur baur aku beranjak mempersiapkan diri. Seperti layaknya seorang gadis ABG remaja aku mulai bersolek. Kupandang diriku berkali-kali di cermin untuk memastikan apakah diriku sudah cukup cantik untuk menerima kedatangannya. Pengalaman di stadion membuat diriku merasa harus menghias diri luar dalam.

Sudah tiga kali rasanya sore ini aku mandi. Iya ada perasaan kurang percaya diri jangan-jangan badanku masih bau. Ah jatuh cinta berjuta nikmatnya. Kupandang tubuh ini yang masih berbalut handuk berhadapan dengan cermin besar yang setia mendampingiku di kesunyian asrama. Kuturunkan handuk itu meninggalkan ketelanjangan total tubuh sexyku polos tanpa busana.

Kuangkat kedua tanganku tinggi , perlahan kukangkangkan kedua kakiku untuk memastikan semua sudah bersih tercukur. Kupalingkan tubuhku kanan kiri untuk melihat apakah semuanya sudah terawat dengan baik. Dari laci lemari rias kuambil bedak pengharum warisan racikan leluhur. Di taburi tipis-tipis pada wajah, leher, serta sela-sela ketiak untuk semakin meningkatkan kepercayaan diri.

Bagaimana dengan busana yang akan kukenakan?? wah ini cukup menyita pikiran. Maklum sebagai Anggota, jarang kami dihadapkan dengan acara yang mempertontonkan kecantikan kami sebagai wanita.

Paling banter asap debu knalpot, teriknya matahari berbalur raungan speaker para demonstran adalah kondisi paling sering kami hadapi. Untungnya ada satu stel baju yang pernah kubeli di sebuah pusat perbelanjaan yang menurutku sangat layak untuk dikenakan. Sebenarnya kala membelinya diriku tidak tau akan pernah mengenakannya atau tidak. Tapi kencan malam ini menjadi ajang peluncuran baju terusan ini untuk mementaskan dirinya.

Baju terusan ini berwarna putih mengkilat dengan belt coklat menyangga pinggul. Menurutku baju ini cukup anggun dan cenderung sexy. Bentuk V di bagian leher membuat kalung hadiah Alex terpasang anggun untuk membei r kesan menghargai pemberiannya. Baju sexy ini menutupi area tubuh bagian bawahku sampai 10 cm diatas lutut. tentu hal ini membuat jenjangnya kendahan kakiku yang jangkung menjadi terlihat jelas. Hal yang paling kusenangi dari baju ini adalah mampu menonjolkan keeksotisan kulitku yang coklat menggairahkan.

Mulailah ritual wanita yang sangat ingin terlihat cantik. Kukenakan gaun ini. Berawal dari mengenakan CD dan BH berwarna senad . Mengenakan BH? Ah sepertinya tidak. Keberadaan rumbai-rumbai di dekitar dada pada gaun ini rasanya cukup. Apalagi tampak tak lucu bila aku menenakan BH dan talinya mengintip diantara bahu gaunku yang terbuka lebar. Selesai semua urusan daleman berhasil terpasang pada tempatnya tibalah giliran baju terusan ini.

Nah Tantri kamu cantik, sexy dan wangi sekarang
Kataku pada diri sendiri setelah memasang belt coklat untuk semakin mempertegas rampingnya tubuhku.
sssrtsrrrtsrrrt ( Tantri menyemprotkan pewangi)
Kesemprotkan parfum beraroma sensual, pada beberapa bagian tubuhku untuk memberi kesan sexy sebagai penutup rangkaian acara berhias seorang gadis yang sedang dimabuk cinta..

****

toktok.tok( suara pintu diketuk)

selamat malam Mbak Tantri

Akhirnya tiba juga dia padahal belum jam 7 .

Segera kubukakan pintu untuk menyambut kedatangannya.

Krek ( suara pintu dibuka)

akhirnya kamu datang Alex, Mbak sudah menunggu lama sekali

Demikian sambutku dengan memasang muka ketus dipenuhi kekecewaan ( inilah seni yang hanya dimiliki oleh kaum wanita dalam menyembunyikan perasaan) .

AA.A.

Tanggapan Alex tanpa bisa mengucap satu patah katapun. Dalam hati aku senang luar biasa persiapan yang begitu panjang untuk berdandan terbayar tunai. Alex terkesima, terpukau dengan sosok wanita dihadapannya.

M..M.. Maaaf Alex terlambat Mbak..

Ujarnya sambil menatap penuh kebingungan pada arlojinya. Pasti dia berpikir ini bahkan belum jam 7..

UNTUK KALI INI SAJA MBAK MAAFKAN! Kamu telat lagi, jangan pernah berani datang kesini!
Kataku dengan nada tegas.

Ss.sss..sssiap Mbak maafin Alex

Ujarnya demikian gugup sambil tertunduk sambil menyeka keringat dingin dari dahinya. Sebenarnya hatiku terbahak. Bagaimana bisa seorang pria berbadan kekar, berpostur lebih tinggi dariku, bersikap begitu grogi. Rasanya tidak sesuai dengan perawakannya. Tapi, he he bukankah dia tidak berurusan dengan jenis wanita biasa yang dapat diperlakukan seenaknya.

Laki-laki ini sedang berurusan dengan seorang anggota polisi wanita. Urusannya bukan masalah sepele tapi masalah berat yaitu hati. Untuk masalah ini tes yang kuberikan sangat berat dan hanya bila dia lulus barangkali ia bisa memiliki hatiku. Bisakah Alex bersikap sopan dan hormat kepada wanita? sebuah pertanyaan yang merupakan tes tersulit yang harus dia lewati. jawabanya tidak cukup dengan kata-kata khas buaya darat. Tapi harus dapat dibuktikan dengan sikap nyatanya dalam memperlakukanku.

masuk Lex!
Perintahku sambil membuka lebar pintu rumah.

Sangat kik-kuk Alex melepas sepatunya kemudian melangkah masuk ke ruang tamu.

Duduk!

iya siap Mbak

Hening. Lama kami terdiam. Dalam diam kulirik Alex mencoba melirik glamornya dandananku.

Mmmbak mohon ijin Alex mau minta maaf yang sebesar-besarnya
Ucapnya terbata

Atas kejadian di stadion. Semuanya di luar kendali Mbak. Alex khilaf dibakar cinta.

Dalam diam aku mendengarkan tanpa berusaha memberi jawaban. Kehadiran laki-laki ini membangkitkan gairah beberapa hari lalu ketika sosoknya kugunakan sebagai khayalan seksual.

Kusandarkan tubuhku pada bantalan sofa, sembari kubentangkan tangan kanan menyangga telinga dan sisi kepala bersikap seolah-olah sedang serius mendengarkan . Siapa sangka sikap cuek ini malah membuatku tampak semakin sexy.

Mungkin ini pengaruh baju terusan dengan bawahan yang sangat mengekspose kaki jenjangku. Sembari kusilangkan kedua kakiku bertumpuk yang kanan diatas yang kiri, kesexyan pahaku jelas sangat merangsang laki-laki manapun yang melihat. Ditambah tangan yang sedang membentang menyangga kepala membuat keindahan ketiakku dapat terlihat jelas oleh Alex.

Gerakan yang kusuguhkan sangat sensual , sangat mengundang birahi. Bagaimana reaksi Alex? dia benar-benar gugup. Berulang kali mengambil nafas panjang entah untuk apa barangkali untuk mengendalikan nafsunya.

Mmmmm. Alex bener-bener mohon maaf Mbak

Katanya sembari melirik kalung pemberiannya yang menempel indah di leherku.
Sepertinya sikap tubuhku yang cuek membuat lidahnya kelu.

Sambil kumainkan rambut yang menempel ditelinga aku berucap ketus , TRUS??

Kembali kupalingkan wajahku dengan angkuh ke arah televisi.

Mbak.mungkin Alex dianggap laki-laki nakal yang hanya mau mengambil keuntungan dari Mbak.

( Bisa jadi ) ujarku dalam hati sambil tetap bersikap malas.

..trus ninggalin Mbak setelah mendapat apa yang Alex inginkanlanjutnya

( awas saja kalo sampai terjadi Lex. Mbak buat jadi dendeng kamu) geramku dalam hati

sumpah Alex bukan pria seperti itu Mbak. Jujur Alex cinta ama Mbak dan Aku tipe laki-laki yang bertanggung jawab kok Mbak.Sebentar lagi Alex lulus. Habis itu

(Habis itu????) mulai kuhadapkan seluruh wajahku menghadapinya.

..Alex berencana melamar Mbak. ujarnya penuh ketegasan . Selepas mengatakan itu dirinya kembali menundukkan wahahnya memandang lantai.

(Rasanya meragukan) batinku. Merasa masih sulit percaya dengan ucapannya.

Sebagai Anggota tentu sinyal Curiga sangat kuat memancar dari naluriku .

mungkin Mbak tidak percaya dengan omonganku. Tapi waktu juga yang akan menjawab.

Kembali kupasang modus cuek untuk mendengarnya. Berpaling kembali wajahku menyimak tayangan televisi. Untukku ucapanya masih meragukan. Ibarat pengakuan maling yang membela diri saat ditangkap.
sebagai bukti awal Alex mau buktikan dengan menjaga Mbak!…..

(DEG)

Sejenak degup jantungku terhenti. Kuarahkan kembali tatapanku kehadapannya. Kupandangi lekat wajahnya. Mungkin karena peristiwa tadi siang kata MENJAGA menjadi sangat berarti. Keberadaan seorang pria yang aku cintai untuk menjagaku. Melindungiku dari para hidung belang.

Alex ingin ngelindungin Mbak. Memang Alex gak punya pistol. Tapi tubuh aku bisa dijadikan tameng untuk Mbak. Biar Alex duluan yang kena bila ada penjahat yang berniat jahat kepada Mbak.

Kamu siap mati untuk Mbak Lex?? tanyaku mengakhiri puasa bicara yang sedari tadi kulakukan.

sangat siap Mbak. Bukan hanya Mbak saja lho yang bisa bilang siap! KAMI ORANG BIASA SERING LEBIH IKHLAS SIAPNYA..Alex SIAP MATI BUAT MBAK
Demikian ujarnya penuh keyakinan. Api keyakinan untuk pertama kalinya terlihat memancar jelas dari kedua bola matanya.

Bagaimana kalo ada atasan yang jahatin Mbak? tanyaku terbayang peristiwa tadi.

Ada atasan yang berani jahatin Mbak????? ALEX PASTI AKAN CARI DIA MBAK!! LARI SAMPAI MANAPUN DIA ALEX KEJAR

BERANI kamu Lex?

SANGAT BERANI MBAK.

Apa yang buat kamu berani Lex?? Bisa jadi dia punya POWER KEKUASAAN bahkan senjata??

Alex punya CINTA Mbak. Kekuasaan atau senjata apalah artinya ketika berhadapan dengan cinta Alex yang tulus kepada dirimu Mbakku sayang

Kalimat terakhir itu tanpa dapat kutahan telah menyentuh kedalaman hati nuraniku. Alex PERCAYA DENGAN KEKUATAN CINTA. Kenapa aku selalu meragukan cinta??? Kenapa Aku tidak mencoba yakin pada laki-laki ini???.

Perlahan butiran air mata menetes dari sudut mataku. Butiran itu kemudian berubah menjadi linangan air mata yang membasahi gaun putih ini. Inilah lembutnya hati seorang wanita. kami sanggup berakting begitu sempurna, namun saat hati sudah tersentuh wanita bisa bersikap sangat emosional. Penuh air mata.

Tanganku yang semula menyangga leher sedikit kuusapkan ke mata untuk menyembuyikan air mata yang telah mengalir. Namun terlambat karena Alex telah melihatnya. Dia bergegas maju mendekatiku.
(ssssssst) suara jempol tangan kanan Alex menyeka air mata yang menetes.

Mbak jangan nangis bisiknya sambil menyeka air mataku sambil menarik wajahku agar mendekat ke wajahnya.

Bukannya berhenti aku malah menjadi sesengukan

Huhu..hu.Lex.

Alex terus mengusap kedua mataku.

jangan nangis Mbak ada Alex. Yakin sama cinta Alex. Yakinlah cinta Alex begitu besar untukmu ucapannya sangat menenangkan.

Sambil memeluk, bibir Alex mulai mencium bibirku yang berbalut lipstick warna merah. Begitu menentramkan hati ciuman yang diberikannya. Sangat memberi kedamaian. Seolah melepaskan beban yang semula begitu berat membebani. D alam kondisi mata berlinang kubalas kulumannya dengan bergelora.

Kami saling berpagut bagai sepasang kekasih yang telah lama terpisahkan, saling memeluk tak ingin terpisahkan. Lama ciuman berlangsung dengan kedua bibir kami saling menghisap, mencium, dan bertukar rasa. Kami para wanita sangat menghargai ciuman. Bagi kami itulah momen emosional yang membawa persatuan hati dengan sang kekasih.

Sambil tetap berciuman. Alex merebahkan tubuhku ke sofa kuning yang berada di ruang tamu. Posisi kami kini aku ditindih oleh dirinya di sofa panjang. Pintu rumah masih terbuka. Takut diriku menutupnya agar menghindari kecurigaan dari para anggota lain yang rumahnya bertetangga denganku. Alex seakan tak peduli dengan pintu yang masih terbuka. Dia begitu kusyuk menciumi leherku yang jenjang. Dia ciumi , jilati, bahkan sering menghisap bahkan menggigit kecil.

Kuangkat kedua tangan untuk menahan gempuran badai kenikmatan yang mulai menyapu seluruh tubuhku. Sambil menciumi leher, tangan Alex mulai nakal memegang kedua payudaraku yang semakin menyembul dalam posisi tangan terangkat. Kubiarkan saja dirinya karena kenikmatan ini terasa begitu nikmat.

Alex terus menyerang leherku, sambil tangannya mulai beranjak menyentuh dan membelai ketiakku yang terpampang jelas dikarenakan model gaun yang kukenakan. Disingkirkan dengan mudah rumbai-rumbai baju yang sedikit menghalangi akses ke arah ketiakku.

Mbak tidak pakai BH ya?? Mbak nakal deh tapi Alex suka

bisikknya sambil tangan kirinya mulai memilin-milin puting susuku yang sebelah kanan.

oooow

desahku tertahan mengharapkan Alex segera menyerang bagian payudara yang telah tegang itu.

ooooouuwLex apa yang kamu lakuuuAhhhhhhh
Jeritku keras tidak menduga Alex akan menyusup ke ketiak tangan kiriku yang sedari tadi memang dia belai.

huhhhh..oooooohhhhhhhhh
Jeritku tidak kuat menahan sensasi yang ditimbulkan oleh gempurannya.

Kepala Alex masuk ke dalam sela ketiakku dengan tangan kiri yang menahan tanganku sehingga tak dapat kugerakkan. Diciuminya, disedot-sedot dan dijilat ketiakku yang mulus itu dengan gerakan melingkar untuk kemudian dijepitnya dengan bibir dan dihisapnya.

oooouuuughh

Daguku langsung tertengadah disertai mataku yang langsung berubah menjadi putih bersih seperti orang teler. Aku memasuki kemabukan orgasme. Alex yang menyadari hal ini justru semakin mempercepat serangan yang dia lakukan dengan jilatan yang semakin liar. Tangan kanannya seolah bekerja sama membantu peluncuran orgasmeku. Tangan itu membuka terusan rok gaun yang kukenakan dengan sangat mudah untuk kemudian menjarah organ intimku yang tersembunyi disana.

..uuuuuuuuuuuuuughhhh.

Meledaklah diriku akibat ketiak yang terstimulasi secara sensual oleh rangsangan Alex. Kenapa ketiakku begitu sensitive? Apakah bagian ini salah satu kelemahan tubuhku??? Aku tak sempat befikir lagi. Dengan mulut Alex yang begitu gencar aku orgasme.

Tubuhku tegang melintir ke arah kiri dengan pantat terangkat penuh keatas.

hggghhhhhh

Hilang kata, hilang nafas, lenyap semuanya berganti bintang-bintang kenikmatan.

Lama lentingan tubuh ini terjadi sebelum ambruk mencium sofa dengan Alex yang menghentikan serbuannya dan beralih mencium bibirku. Disibaknya rambutku yang berantakan akibat badai orgasme. Dipandanginya dengan penuh senyum wajahku nan merah merona. Sangat malu aku dibuatnya. Alex sangat menikmati pemandangan wajahku yang merah padam terbakar api birahi.
Mbak semakin Cantik kalo orgasme bisiknya tepat ditelingaku.

Yakin sama Alex!Mbak itu cantik

.iiiya Lex

Bilang Mbak!!! perintahnya

Aaku cantik Lex

Sambil mendengar ocehanku Alex kembali melanjutkan permainan yang telah dimulainya. Kedua tangannya kembali nakal membuka terusan rokku dan mencari pinggulku. Dicarinya kaitan celana dalam putih yang menempel disana lalu diturunkannya. Kali ini tidak ada perlawanan dariku. Kedua bola mata kami saling bertemu, memandang penuh cinta begitu mesra dengan deru nafas yang sama sama memburu.

hahhahhah.

Nikmat mbak??

(Aku mengangguk)

Mbak cantik sekali kalo begini

(kuelus pipi imut Alex)

Mbak masih kuat??

(aku kembali mengangguk)

aku mau kebawah Mbak ( sambil menatap bawahan rokku)

hahhah..kamu Yakin Alex??

(Alex ganti mengangguk)

Kembali dia arahkan kedua tanganku keatas kepala untu menyentuh pinggiran sofa.

lepaskan saja Mbak apapun yang akan Mbak rasakan

(Aku mengangguk)

Alex beringsut menuju kebagian bawah tubuhku. Dia lepaskan dengan tidak sabar belt coklat yang telah acak-acakan menahan pinggangku.Kemudian diangkatnya gaunku smpai ke pusar.
Untuk pertama kalinya, aku mengijinkan seorang laki-laki mendapat akses menyaksikan bagian intim tubuhku yang merupakan harta karun kenikmatan yang selalu kurawat. Kulihat sekilas tatapan Alex yang begitu berbinar menyaksikan area kewanitaanku yang telah bersih mulus dari rambut disekitarnya.

Indah sekali Brigadir Tantri..indah sekali

Kupejamkan mataku menahan malu.

Mendadak
ooouuuuuugh

Seperti cetar membahana, Alex mulai menyerang paha dalam kaki kananku terlebih dahulu dengan hisapan dan jilatan yang penuh nafsu. Kemudian beralih dirinya menyasar paha luar, kemudian beranjak naik ke paha belakang yang berbatasan dengan pantat. Semuanya dia jilat dengan penuh nafsu birahi.

ooough

aaah aaaah aaah

uuuuh

Jeritku berulang ulang tak kuat menahan sensasi geli-geli nikmat yang mulai merayap menyerang seluruh pori-pori tubuhku.

Alex begitu memuliakan kedua kaki jenjangku yang terawat. Bahkan dia jilati setiap jempol kakiku dengan lahap seperti sedang menjilati permen lollipop.
Kemudian Alex mengangkangkan kedua kakiku. Yang kiri dia letakkan dahulu naik di bahu sofa. Menyusl yang kanan diturunkannya sampai terjuntai menyentuh lantai. Akhirnya terkangkang lebarlah kedua kakiku dengan kepala Alex berada diantara keduanya.

huffff ( Alex meniup Vagina)

oooow

segera kurapatkan tanganku. Bahkan hembusan anginnya saja begitu nikmat.
sssslurrg ( gerakan Alex menjilati perlahan memutar di sekeliling vagina)

oooooow

oooooow

(jilatan Alex terus melingkar searah jarum jam di area klitoris Tantri)

Uuuuugh ampun..ampun

Desahku. Rasa jilatan di kemaluanku begitu cetar. Menyambar sarafku melebihi apa yang pernah kualami.

Brigardir Tantri!

Panggil Alex dari sela-sela kakiku.

Huh

kuangkat kepalaku merespon panggilannya. Tatapan sayu penuh kenikmatanku menjadi pemandangan yang Alex liat sebagai jawabannya seruannya.
Nikmati kenikmatan yang akan kuberikan sayang!!

iya.

sssssssslrrrg ( Alex memulai jilatannya)

oooooooooooooouhhhh ooooo my godddddddddd

Cetar cetar cetar cetar badai orgasme itu datang bertubi-tubi seiring dengan jilatan, hisapan, ciuman dan permainan tangan Alex di area itu.
(Tantri kehilangan nafas).

ouugh hah hah ha..haggh

Aku orgasme!!!

huggggh yesssssss

Ter-angkatlah pantatku keatas sebagai puncak ledakan orgasme. Demikian hebat letupan ini hingga turut meledakkan segala stress, beban kehidupan, pelecehan, maupun permasalahan apapun itu.
Alex begitu mahir.
D

itahannya pantatku agar tetap terangkat dengan kedua tangannya. Sambil trus lidahnya menjilat terfokus pada area klitoris yang telah menebal. Dijilatnya area itu lima menit lamanya sejak titik awal orgasmeku. Puncak kenikmatan ini membuatku mengeden menumpahkan cairan .kembali mengeden.kembali crotcrot terus demikian berantai sampai dua menit lamanya.

Jangan tanyakan bagaimana rupaku. Rambutku acak-acakan. Semua make up dari sore luluh beratakan. Lama Alex baru menghentikan hisapannya meninggalkan tubuhku dalam kondisi bergetar bergetar dan bergetar hebat. Dia peluk diriku yang masih berguncang..

hhhhhhhhhh.Alex oooooh

Seruku berusaha menghentikan efek orgasme yang terus terjadi, bahkan ketika pelakunya tidak lagi ada disana.

hhhhgh.hgggh

Ada tiga menitan rasanya aku terus bergetar sambil dipeluk oleh Alex.

Ketika badai itu berhenti aku betul-betul lelah. Alex mengelus alisku, membelai hidung mancungku, dan memainkan jarinya di bibirku sebagai bentuk pemujaannya terhadap kecantikan wajahku.
Mbak Tantri kamu cantik katanya sambil memasukkan telunjuknya pelan kedalam mulutku agar kuhisap seperti anak kecil dengan permennya. Kuturi kemauannya dengan menghisap jarinya. Hal itu rupanya sangat menenangkan hatiku ibarat obat anti mabuk yang menyadarkan.

Lama aku dalam pelukan Alex sebelum dia mendudukkanku kembali. Ketika didudukkan pantat ini kembali bergetar. Alex sangat mengerti hal ini dan kembali memelukku. Dia bantu rapikan rambutku yang acak-acakan agar kembali rapih. Inilah enaknya memiliki rambut pendek, cukup dengan belaian tangan, rambut itu kembali rapih seperti sedia kala.

Dimana tempat air minum Mbak? tanya Alex

Kuangkat tanganku menunjuk ke arah dapur masih dalam kondisi tidak mampu berkata apa-apa.

Alex beranjak dan kembali tak lama kemudian sambil membawa segelas teh manis yang dibikinnya sendiri.
Minum ini ya Mbak biar cepat segar!.

Dengan romantis dia menyuapi mulutku yang dehidrasi akibat banyaknya cairan yang terbuang. Begitu telaten dia menyuapiku sebelum kuambil gelas itu dari tangannya dan kuminum sisanya sendiri.
tttertima kasih ya Alex.

Kataku masih bergetar

sama-sama Mbak cantik. Alex cinta sama Mbak hiburnya sambil memelukku.

Merasa cukup pulih kulepaskan pelukannya.

Lex Mbak punya sesuatu untukmu. Sebentar Mbak ambil dulu kamu tunggu di dapur saja Pintaku.

Iya Mbak siap. Sesuatu apa ya Mbak??

Kamu tunggu saja!

Pintaku seraya berdiri merapikan gaun terusan putih yang telah berantakan menjadi saksi kenikmatan yang baru saja kureguk.

Bersambung