Petualanganku Part 2

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Tamat

Cerita Sex Dewasa Petualanganku Part 2 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Petualanganku Part 1

Elixir of Immortal

Menurut penuturan seorang sahabat, untuk pergi ke Nepal atau lebih tepatnya ke pegunungan Himalaya, ada satu rute yang biasa di gunakan oleh para penggila backpacker.

Yaitu Jakarta New Delhi Kashmir dan dilanjutkan dengan naik kuda sampai ke Himalaya.
Namun aku dan Evan tidak akan menggunakan rute itu kali ini. Karena tujuan kami bukanlah untuk berwisata, atau membuktikan kejantanan dengan menaklukkan puncak Everest yang termasyur.

Tujuan penerbangan kami adalah bandara internasional Tribhuvan Nepal.
Entah harus transit dimana, aku tak terlalu mempersoalkan.

Sambil menunggu Evan si tukang ngaret aku sempatkan diri membaca kamus percakapan sehari-hari bahasa Nepal, seraya menikmati segelas cappucino hangat dengan taburan coklat di atasnya. Tidak lucu rasanya jika kami sudah jauh-jauh pergi kesana, akhirnya tidak mampu melakukan apa-apa karena batasan bahasa.

Mungkin karena terbiasa mempelajari bahasa, tidak terlalu sulit untuk menghapalkan percakapan dalam bahasa Nepal bagiku. Tantangan sebenarnya adalah mengucapkannya.

cling………. handphoneku berbunyi. Sebuah pesan singkat masuk dalam daftar unread message.

dimana bro? gua udah nyampe parkiran…
Ternyata sms dari Evan.

setarbak terminal 2 jawabku singkat.
Aku menghela napas ketika melirik arloji yang melingkar di pergelangan tanganku. Setengah jam lagi penerbangan kami akan take-off, namun si gila itu baru saja sampai di parkiran, benar-benar keterlaluan.

Lima menit berselang, Evan dengan koper besarnya terlihat mondar-mandir tidak jelas di depan kedai kopi.
Aku segera bangkit, membayar cappucinoku, dan menghampirinya.

sempak……. bisa-bisanya lo baru nyampe… ucapku menyambut kedatangannya.

hehe…. sory laeee….. macet banget tadi

laeee..laeeee….. kou pikir aku orang batak? aku menimpali dengan logat batak yang terkesan kaku karena ucapannya. salah sendiri kenapa baru nongol…. liat nih udah jam berapa…

yaudah si, ngak usa ngomel-ngomel… mendingan kita buruan masuk…

~***~​

Setelah menjalani proses boarding yang cukup rumit, kini aku bisa sedikit tenang.
Duduk di bangku pesawat yang nyaman, melirik seorang pramugari sexy, seraya duduk di bangku paling pojok dengan kamus yang tetap kubaca.

Penumpang dalam perjalanan ini tak begitu banyak, dapat kulihat beberapa kursi kosong yang tidak digunakan. Mungkin tidak banyak yang sejalan dengan tujuan kami.
Kedua koper kami kini telah berada di bagasi pesawat.

Handphoneku harus dimatikan sejenak, itu membuatku bosan. risih juga kalo gak bisa main candy crush

Bosan sekali rasanya aku menunggu pramugari dengan bahasa tubuhnya memperagakan tentang cara penggunaan alat-alat keselamatan darurat.
Jika bukan karena seorang pramugari cantik yang memperagakannya, mungkin aku lebih memilih menoleh keluar jendela pesawat seraya memandangi mobil gandeng yang mengangkut barang-barang.

hadehhh…… sexy sekali tubuhmu manis…. batinku.

Senyum nakal sesekali tersungging dari bibirku. Tubuh pramugari itu tinggi semampai, mungkin 170cm dengan berat badan yang kutaksir ideal dengan tinggi badannya. Dadanya sedikit membusung tertahan karena seragam pramugarinya yang cukup ketat. Aku bisa menerka dengan baik, mungkin ukuran dadanya adalah cup C, walaupun ukuran lingkar dadanya tak mampu kuterka dengan jelas.

Sesekali, pandangan mataku dengan pramugari itu bertemu.
Wajahnya tersipu merah, mungkin ia sadar aku sedang mengamatinya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya yang hitam tersanggul.

ups……. batinku.

Aku segera memalingkan wajah, kembali menatap kamus yang kubuka.
Debar jantungku mulai terpacu. Pikiran-pikiran mesum itu mulai menjalar.

psstt…. lagi ngelamunin apa lo? Evan berbisik. Namun seringai licik di raut wajahnya menyiratkan bahwa Evan mampu membaca pikiranku saat ini.

Kehidupan remaja kami memang jauh dari kata normal. Meski begitu, kurasa segalanya baik-baik saja, mengingat pergaulan remaja saat ini memang tak lengkap jika tidak dibumbui dengan berpetualang dalam dunia perlendiran.

Pernah satu kali, kami melakukan sesuatu yang lumayan gila.
Mungkin efek samping karena kran yang mengucurkan uang ke kantung-kantung kami tak dapat lagi dibendung.

Malam itu, kami mengadakan pesta kecil di sebuah villa yang terletak di daerah puncak Bogor.
Tak banyak yang hadir dalam pesta kecil kami. Hanya kami, dan delapan orang lainnya. Loh? Gilanya dimana?

Gilanya?

Delapan orang lainnya, semuanya adalah para gadis, virgin, cantik, sexy, dan tidak kami kenal sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang terjaring dalam operasi pemburu perawan yang saat itu di lakukan oleh aku dan Evan. Hahahayyy ini baru party.

Mereka berdelapan, kami kumpulkan dari sudut-sudut kota. Bahkan beberapa ada yang dari desa.
Dengan bermodal sebuah nomor telepon milik seorang mucikari pemilik rumah bordil ternama, kami menjaring mereka semua.

Tak mahal, hanya 5 juta untuk tiap orang, plus tiga puluh persen untuk sang mucikari diluar harga yang harus kami bayar untuk menikmati tubuh ke 8 perawan itu. itu mahalllll woyy

Saat itu, masing-masing dari kami mendapatkan jatah 4 orang gadis untuk kami boyong ke kamar masing-masing. Ahhhhh…. sudahlah, jangan diceritakan lagi.

Menceritakan hal itu semua, sudah membuat ukuran celanaku serasa mengecil beberapa nomor karena sebuah tonjolan yang mulai mengeras di bagian dalamnya.

Aku membetulkan posisi duduk, mencoba menggeser posisi junior yang salah tempat.
Evan menahan tawa ketika menyadari aku melakukannya.

~***~​

Beberapa jam berlalu.

ngiiiinnngggggg……………….. suara mesin pesawat pastilah terdengar nyaring di luar sana.
Pesawat yang kami tumpangi, kini melesat menembus awan putih berarak. Meninggalkan pemandangan bangunan terhampar yang semakin mengecil hingga aku tak dapat menerka bangunan apa itu.

Tiga jam sudah kami lalui sejak pesawat ini lepas landas dari bandara Chek Lap Kok Hongkong.
Rasa pegal telah hinggap di pinggangku sejak tadi, akhirnya aku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar mencari toilet.

mau kemana mas? sapa seorang pramugari dengan nada yang sangat ramah.
mau ke toi….. aku menoleh kearah datangnya suara itu, dan terkejut bahwa yang menyapaku adalah pramugari cantik yang memperagakan alat keselamatan itu let…..

ohh… hehe, toilet si sebelah sana mas… ucap pramugari itu seraya mengangkat tangan kirinya kearah toilet yang dimaksud. mari saya antar…..

ciaaa…ciaaa…ciaaa……. DIANTERIN….. batinku bersorak.

oh… terima kasih hehe…. ucapku sok cool gitu.

Aku melangkahkan kaki, mengikuti pramugari cantik yang berjalan di hadapanku. Bongkahan pantatnya begitu bulat, bergoyang ke kanan dan kekiri dalam tiap langkahnya. Hmm. Mirip apa ya, ah sudahlah.

Pikiran mesumku mulai timbul.

duhhhh…. itu dalemannya seperti apa yakk….? batinku.

Fantasiku membara, mengingat sebuah adegan dalam film Snake on Plane dimana pramugari cantik sedang bersetubuh dengan seorang penumpang didalam toilet pesawat.

stoooppp….. ndak… ndak boleh. ndak boleh batinku.

Aku sadar, seorang pramugari memang ditugaskan untuk melayani para penumpang, namun mereka bukanlah pelayan. Mereka diwajibkan untuk membantu, namun mereka bukan pembantu. Mereka tetaplah wanita terhormat dengan tanggung jawab besar berada di pundaknya.

kok sejak tadi cuma ada dua pramugari mbak? tanyaku basa-basi membuka pembicaraan.

iya nih…. repot juga, teman-teman yang lain sedang cuti mas. Di penerbangan ini cuma ada dua pramugari, satu pilot, dan satu co-pilot jawabnya.

wah… gede juga ya

Pramugari itu mengerutkan dahi memandang kearahku.

gede apanya mas? ia bertanya dengan wajah yang sedikit merona.

eh apa…. ohhh…. gede tanggung jawabnya maksud saya….

ehem… kirain… hehe…., silahkan masuk mas….. ucapnya seraya membukakan pintu toilet.

aduh mbak, jangan repot-repot… saya bisa buka sendiri kok….

apanya yang dibuka mas? kali ini ia bertanya seraya menyuguhkan sebuah senyum penuh arti.

ahhh.damn. jangan menguji ketahanan birahiku manis.

Aku tak langsung menjawab, hanya tersenyum balik menanggapi sikapnya yang sedikit nakal memancing pembicaraan kearah yang lebih kondusif.

ya pintunya maksud saya…. hehehe…. jawabku.

Aku segera masuk dalam bilik sempit yang terdapat gambar laki-laki dan perempuan dua dimensi tertempel di pintunya. Namun setelah kusadari tisu toilet habis, aku memutuskan keluar dari toilet itu.

mbak…. tisu toiletnya habis… kataku.

ehh habis ya….. tunggu sebentar mas.. ucapnya seraya mengambil tisu refill.

Aku kembali masuk kedalam toilet, membetulkan tatanan rambutku yang sedikit acak-acakan dengan bercermin pada cermin kecil yang menempel pada salah satu dindingnya.

maaf menunggu ya mas…. saya lupa ngecek tadi… maaf..

Tanpa dipersilahkan, ia masuk kedalam toilet kecil tempatku berada.

mai goootttt………. batinku. Mataku terbelalak lebar.

Jantungku berdebar cepat. Nafasku mulai tak teratur.

Pramugari cantik ini sedang merundukkan badan mengganti tisu toilet, nyaris membuat bokongnya bersentuhan dengan selangkanganku.

Aku menutup mata dengan tangan kananku, berusaha mengusir pikiran-pikiran kotor yang berseliweran dan berusaha hinggap.

tenang.. cool down man.

gggrrrkkk…..

Badan pesawat terguncang, sepertinya pesawat yang kami tumpangi baru saja mengalami turbulensi.

Beruntung, aku sedang menyandarkan diri di dinding karena menghindari bokong menggiurkan yang berada tepat pada jarak tembakku, hingga aku tak terhuyung jatuh.

brukk… pintu toilet menutup dengan sendirinya.

Sang pramugari terhuyung kebelakang menimpaku. Aku segera menangkap pinggulnya, menjaganya agar tidak terjatuh.

aaaahhh. yes baby.. thats what im talking about

Perjumpaan manis antara bokongnya dan junior yang telah mengeras kokoh di balik celana tak dapat terelakkan lagi.

ups….. maaf mas….. ucapnya.

ohhh… ngak apa-apa…. justru saya yang harus minta maaf…

minta maaf kenapa mas?

ini cewe polos apa bego yak…… batinku. Jelas-jelas penisku yang terbalut celana jeans kini terselip diantara belahan pantatnya.

Menyadari posisi kami yang sudah kelewat benar ia segera menegakkan tubuhnya.

ohhhh…. hehe… maaf mas… maaf banget… jadi ngak enak saya udah bikin itunya bangun… ucapnya.

… hehehe…. berarti saya musti bilang makasih

Pramugari cantik itu berdiri, lalu berbalik menghadap kearahku.

icchhhhh….. masnya nakal deh… ucapnya genit seraya mencubit perutku.

Nah. Inilah yang dinamakan tanda SSI sudah beranjak ke fase-2.

awww……. ehh nantangin.. hehehe….. aku mencoba memasang senyum biasa agar tidak dikira mesum olehnya.

Pramugari itu sedikit salah tingkah, ia lalu meraih pegangan pintu, membukanya sedikit, mengintip keadaan di luar, lalu kembali menutup pintu toilet dan menguncinya.

sssttt…. jangan berisik ya mas…. nanti ketauan kata pramugari itu berbisik.

lahhh…..lahhh………. ini maksudnya apa coba….

ehem……. maksudnya apa? tanyaku berbisik, seolah tak mengerti apa yang dimaksudkannya.

Aku kini merasakan, penisku mulai berdenyut liar saat mataku memandangi pramugari itu membuka kancing bajunya satu persatu, hingga memperlihatkan belahan dadanya.

mas mau ngak? bisiknya.

sstttt…… mau apaan nih? pura-pura bego dulu bro. masa langsung si lahap, kan gak seru.

Pramugari itu meraih tanganku lalu menempelkannya pada payudara kenyal membusung miliknya.

uuuuuooooossshhhhh…….. gua harus apa nihhh? Masa rejeki ditolak? batinku.

Dengan agak malu-malu, aku mulai meremas pelan bongkahan daging yang masih terbalut seragam pramugari yang ia kenakan.

Pramugari itu mulai melepaskan kancing lainnya satu persatu.

Raut wajahnya mulai berubah. Ia menggigit bibirnya sendiri seraya memandangku dengan tatapan menggoda.

perasaan gue kok gak enak ya. Kayaknya gue yg jadi korban pelecehan kalo gini caranya

aku udah seminggu ngak ngerasaian yang enak-enak nih… ucapnya

this is real…. live show broooo………kayak di tipi-tipi….

Batinku kembali bersorak. Entah apa namanya, mungkin khayalan yang menjadi nyata

Seluruh kancing yang ia kenakan telah terbuka, ia lalu menyingkap pakaian dalam yang ia kenakan keatas. Tanganku kini dapat meraih payudaranya yang asli tanpa penghalang.

Aku mendekatkan wajahku di telinganya.

mmhhh….. gede banget mbak…. bisikku.

Ia tak menjawab, namun jemari tangannya dengan cekatan mulai menurunkan resleting celanaku, dan mengeluarkan penisku yang telah mengeras dari sarangnya.

Aku menjulurkan lidahku menyentuh daun telinganya.

Dapat kurasakan jemarinya meremas kuat batang kejantananku saat aku menjilat telinganya.

Tak akan kulepaskan mangsa yang sudah menyerahkan diri.

Pramugari itu mengenakan rok mini yang memudahkanku menyingkapnya ke atas dengan kedua tanganku. Pramugari itu merangkulkan sebelah tangannya di leherku, aku menghentikan jilatanku pada telinganya lalu menoleh memandang wajahnya.

Batang penisku masih tergenggam erat dalam jemarinya, perlahan-lahan nafsu kami bangkit saat libido mulai bergejolak. Bibir kami bertemu, lidah kami saling bertaut. Kami saling menghisap dalam ciuman liar yang menaikan hasrat kami dengan cepat.

Sepertinya ia tak ingin berlama-lama. Maka aku harus cepat menyelesaikan permainan ini sebelum ada yang memergoki kami.

Dengan sebelah tangan, aku mengangkat kaki kirinya agar selangkangan kami dapat bertemu.
Ia melepaskan cengkeramannya pada penisku, lalu menggunakan tangan itu untuk menyibak celana dalam putih yang ia kenakan.

Aku menarik tubuhnya mendekat.

Dapat kurasakan dengan ujung penisku, cairan kewanitaan yang telah membasahi bibir vaginanya.

Ciuman penuh hasrat namun tanpa cinta masih terjalin, sementara bongkahan payudara ranumnya kini menekan dadaku.

Jantungku berdebar, seakan mampu membuat tubuhku melompat-lompat.

Jika sampai ada yang memergoki kami, bisa-bisa aku diadili di mahkamah internasional.

Perlahan, penisku mulai menyeruak membelah lipatan vaginanya.

hangat……..
Dapat kurasakan dengan jelas perbedaan suhu dalam rongga itu dengan dinginnya udara dalam kabin pesawat.

Tak terlalu sulit menembus pertahanannya, vagina milik sang pramugari tampaknya juga tidak begitu sempit. Cukup longgar jika dibandingkan dengan wanita-wanita lain yang pernah kutiduri, dan jauh berbeda dengan vagina milik seorang perawan. udah sering berarti… sial, pantesan aja agresifnya setingkat kayak sales kartu kredit

slepp…..slepp…..slepp……

Kutarik tubuhnya dengan kedua tanganku yang melingkar di pingangnya.

Kerjasama kami sangat apik, aku menariknya mendekat, sedangkan ia mendorong tubuhnya menjauh. Menciptakan sebuah sinergi gerakan kompak penuh nikmat.

Kami sama sekali tak bersuara, bukan hanya karena bibir kami yang saling menghisap kuat. Namun juga karena rasa khawatir jika sampai ada orang yang mendengar desahan-desahan liar dari dalam bilik toilet.

mmmhh…..mmhhh… pramugari itu mendengus pelan dalam pagutan kami.

Gerakan yang kami lakukan semakin cepat, bahkan terkadang terlalu cepat hingga membuat dinding tempatku bersandar sedikit berguncang. Aku sedikit mengendurkan tempo permainan, karena kurasakan vagina miliknya sudah mulai berdenyut. Rupanya pramugari sexy ini cukup mudah untuk ditaklukkan.

mmmmmmmmmmhhhhhhhhhhhh……….. ia melenguh kecil tertahan.

Dapat kurasakan penisku kini semakin hangat, tersiram oleh derasnya cairan kenikmatan yang menyembur dalam rongga vagina miliknya.

Vagina pramugari itu semakin licin, membuat permainan quick-sex ini semakin tidak nikmat.

Aku mulai bosan, dan akhirnya memutuskan untuk mempercepat permainan kami.

slepp…sleeppp…sleppp…sleeeepppp…..

Penisku keluar masuk dengan cepat, berusaha mengejar kenikmatan yang tak kunjung tercapai.

Beberapa lama kemudian, barulah aku rasakan denyutan-denyutan pada penisku.

Rocket launcher ini sudah siap memuntahkan amunisinya.

Aku semakin mempercepat gerakanku, lalu menusuk vagina pramugari itu sedalam mungkin.

croooottt…..croooott…..crrrooottt……….

Tiga…. empat……enam…… tujuh kali semburan spermaku membasahi dinding-dinding rahimnya.

Tak sempat bagiku untuk bertanya apakah aku harus mengeluarkan tembakan beruntun itu diluar. Namun ekspresinya yang tak menunjukkan penolakan sedikitpun seakan bagai lampu hijau yang menyala terang.

Kami segera membersihkan selangkangan kami dari percikan-percikan lendir yang menempel.
Dengan secarik tisu, ia mengelap selangkangannya yang di penuhi sperma.

banyak banget mas? tanya pramugari itu.

lagi jarang main… hehehe….

~***~​

Dengan wajah polos seakan tak bersalah, kami keluar dari toilet satu persatu agar membiaskan kecurigaan.

Aku kembali ke tempat dudukku, dan menemukan Evan tengah tertidur di bangku milikku yang berada di sisi jendela pesawat.

dasar tukang molor………… batinku.

Bersambung