Petualangan Fuckboy Part 5

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Tamat

Cerita Sex Dewasa Petualangan Fuckboy Part 5 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Petualangan Fuckboy Part 4

Aku berdiri , merogoh tasku , memberikan satu gepok uang 500 dollar Hong Kong. Ia menyimpan uang itu di jubahnya . Lalu ia buka jubah itu , dan membuka seluruh dalaman yang menutupi buah dada dan vaginanya. Ia kini bugil di hadapan mataku. Tubuhnya sangat sempurna sehingga penisku berdiri tegak , setegak-tegaknya , dan aku tidak sabar menggenjot vaginanya.

Aku membuka kaosku , dan ia berlutut menurunkan celana pendekku. Penisku mengacung di depan matanya. Ia genggam penisku itu , lalu ia kocok-kocok perlahan-lahan. Ia pijat buah zakarku dan selama beberapa detik aku merasakan ke nyaman yang tiada tara.

Penisku terus berdenyut-denyut dan bertambah besar digenggaman tangan Lena. Ia julurkan lidahnya , dan sambil menyapu-nyapu kepala penisku dengan lidahnya , ia mempercepat kocokannya.

Ia mulai mengulum penisku. Ia pompa penisku naik turun, mengulum penisku dengan irama yang pelan dan nyaman , tanpa terburu-buru. Ia membuatku senyaman mungkin , sehingga aku dapat bertahan lama menikmati kuluman bibirnya.

Aku lalu duduk di pinggir kasur , dan masih berlutut diantara kedua pahaku. Memberikan kuluman yang luar biasa nikmatnya. Ia lalu melepas kulumannya , dan menjepit penisku dengan kedua buah dadanya.

Ia mendesah liar sehingga birahiku semakin terbakar hebat. Jepitan buah dadanya sangat nikmat , nyaman dan aku tidak sanggup menahannya. Aku mendongakkan kepalaku , lalu memejam dan bersiap untuk salah mengakhiri ronde pertama.

Penisku ejakulasi dahsyat di buah dadanya , membuang air maniku sebanyak-banyaknya di belahan dada , leher hingga wajahnya. Spermaku memuncrat deras tanpa aku sanggup menahannya. Ia lepaskan buah dadanya dari penisku lalu ia kembali mengulum-ngulum penisku , memuncratkan sisa-sisa spermaku ke dalam mulutnya. Ia menghisap habis hingga penisku mengempis layu di dalam mulutnya. Aku sangat terpuaskan namun permainan malam itu masih sangat panjang.

***

Lena duduk menunggangi wajahku , menghadap penisku. Ia tempelkan vaginanya di bibirku , membuat lidahku menjilatinya. Ia jepit wajahku dengan selangkangannya dan aku mulai melakukan tugasku menjilat-jilat , menghisap-hisap vaginanya.

Ia remas buah dadanya sendiri dengan kedua tangannya dan tubuhnya pun menggelinjang hebat. Ia memekik , mendesah-desah liar lalu sambil terus menggelinjang diatas wajahku , ia arahkan tangannya meraih penisku yang masih layu. Ia menunggangi wajahku seperti menunggangi seekor kuda, sambil mulai mengocok-ngocok penisku.

Ia bertambah liar. Jemarinya tanpa menyerah terus bermain-main dengan penisku , sementara tubuhnya terus bertahan dari serangan lidahku yang liar. Desahannya semakin besar dan jemarinya bertambah lincah. Gemas , ia dekatkan wajahnya ke batang penisku , lalu mulai mengulumnya seliar-liarnya.

Perlahan-lahan penisku mulai bangkit kembali dan kami pun mulai saling hisap-menghisap dengan posisi 69.

Lena masih bergoyang diatas wajahku. Lidahku terus menjilati vaginanya namun tubuhku mulai berontak karena kuluman bibirnya. Aku menikmati setiap detik dari permainan itu dan aku sangat menikmati sensasi 69 dengan Lena.

Kami bertambah nafsu sehingga kami segera berganti posisi dan mulai memasuki permainan selanjutnya. Aku menerbabnya liar , membaringkan tubuhnya dia atas kasur , lalu mulai menusukkan penisku ke dalam vagina sempitnya.

Dengan posisi misionaris aku angkat kedua pahanya dan menggenjotnya keras tanpa ampun. Ia menggeleng-geleng ke kanan ke kiri sambil mendesah-desah liar. Tanganku meremas kasur dan ia pasrah membiarkan penisku mengggagahinya dari atas. Kami pun bercumbu liar dan sambil meremas buah dadanya , aku mempercepat genjotan penisku sekencang-kencangnya.

Ia mendekap leherku laku sambil bercumbu liar , ia bangkit dan duduk dipangkuanku. Ia duduk di pangkuanku , membalas ciuman liarnya , menggoyang-goyang pinggulnya membalas genjotanku. Selama beberapa menit aku menggenjot-genjotnya tanpa ampun dipangkuanku. Lena memekik panjang dan akhirnya orgasme hebat dipangkuanku.

Aku cabut penisku , lalu berdiri diatas kasur. Lena duduk di atas kasur , masih menghadapkan wajahnya ke arah penisku yang masih mengacung. Keringatnya bercucuran dan tubuhnya masih berkedut-kedut menikmati orgasme panjangnya.

Ia tatap penisku dengan kedua bola matanya , membiarkan aku mengocok-ngoroknya di depan wajahnya. Spermaku memuncrat membasahi wajahnya , dan terus memuncrat beberapa kali hingga tumpah ke buah dada, rambut , hingga ke perutnya. Ia pejam matanya , lalu ia raih penisku dan mengocok-ngocok keluar spermaku dengan tangan kirinya.

Kami terbaring diatas kasur , berkelonan cukup lama untuk memulihkan stamina kami. Ia membersihkan wajahnya lalu membersihkan penisku yang masih merah dengan tisu basah. Ia lalu berbaring di sampingku dan kami kembali berciuman mesra. Kami lalu berpindah ke kamar mandi , dan ia pun memberiku kehormatan untuk menggenjotnya di dalam bathup.

Dengan posisi doggy , dia menungging di pinggir bathup , dan aku menggenjotnya dari belakang. Ia terus mendesah nakal , mengikuti irama genjotan penisku. Tanpa kondom aku menggenjotnya keras melampiaskan nafsuku.

Ia lalu berbalik sehingga kami saling berhadapan dan ia pun memelukku erat. Aku angkat kedua pahanya lalu kembali menusuk vaginanya sekeras-kerasnya dengan nafsu berapi-api. Aku ejakulasi hebat di dalam memeknya dan ia membiarkan setiap tetes air maniku mengalir ke dalam rahimnya.

Aku lalu duduk di dalam bathup , dan membiarkan membasuh memanjakan tubuhku.

Ia menjatuhkan tubuh polosnya yang indah sempurna kepelukanku. Kami kembali bercumbu liar dan ia meremas penisku dengan tangan kanannya dan mulai mengocoknya. Ia arahkan kepalaku ke buah dadanya dan aku pun mulai menjilatinya dan menghisap putingnya.

Ia dekup wajahku dengan sebelah tangannya dan terus mengocok-ngocok penisku. Aku kembali ejakulasi . Lena menahan wajahku sehingga tidak terlepas dari buah dadanya, dan jemarinya pun terus mengocok-ngocok keluar spermaku , tanpa memberi ampun.

Ketika selesai , kami keluar dari kamar mandi , mengeringkan tubuh kami , dan kembali ke atas kasur untuk melakukan satu sex singkat lagi sebelum tidur.

Lena membiarkan aku tidur dipelukannya sebelum kembali ke kamar Linling. Aku bangun sekitar jam 9 , dan aku segera menyapa Linling dan kami sarapan bersama. Linling tidak tahu apa yang terjadi dan Lena bertingkah seolah tak terjadi apa-apa.

Aku masih bisa merasakan hangatnya jepitan memeknya , keindahan dan kenikmatan buah dadanya , dan desahan liarnya. Tapi disisi lain semua itu terasa seperti mimpi.

“ sayang , kamu kenapa? Kok melamun ? “

“ eh? Tidak apa-apa. Bagaimana sarapannya?”

Pengalaman seranjang dengan Lena memang luar biasa dan sulit dilupakan . Tapi kurasa hubunganku dengan Linling lebih penting. Kami sarapan berdua , sebelum kami kembali ke kamar dan bersiap untuk jalan-jalan terakhir sebelum pulang ke Shenzhen. Hari itu hari pertama kami kencan sebagai pacar. Aku menunggu lebih dulu di Lobby , tapi ketika ia turun, ia menyambutku dengan wajah murung

“ sayang , ada apa? “

“ Riki , aku mau ngomong serius “

Pagi ini , Linling memasang status di weibo jika ia pacaran denganku , seorang remaja dari Indonesia. Banyak yang memberikan like , tapi tak berapa lama ia ditelpon oleh kedua orangtuanya.

“ mama papa aku tidak setuju kita berdua bersama. Aku sayang kamu Rik , walaupun kita baru kenal. Kamu , kamu itu cowok yang sudah aku tunggu-tunggu dari dulu . Aku ngerasa kita banyak kecocokan dan aku betah. Tapi …. tapi aku ngerasa , aku pun tidak bisa ngelawan keputusan orangtuaku. “

Aku tidak bisa apa-apa lagi. Mereka orangtua Linling dan sangat kasar jika aku menentangnya.

“ kadang , meskipun sayang , kita gak harus memiliki. Pulanglah ke ortu kamu. Perasaanku buat kamu gak akan berubah. Aku masih akan sayang sama kamu. Cinta sama kamu. Seperti itulah cinta aku buat kamu “

Dengan wajah berair mata , ia menatapku dan menjawab

“ benarkah? Tapi , apa kita akan bertemu lagi ?”

Aku pun langsung memeluknya

“ kalah berjodoh , kita pasti akan bersama lagi “

Dan kami pun berpisah. Lena bilang akan lebih baik jika mereka pulang sendiri. Aku membayari mereka taxi , yang dapat menyebrang sampai mengantar mereka pulang ke rumah mereka. Dan aku, aku pun sendiri. Kurasa cerita ini tidak menginginkan kami bersama.

Aku membaca berita dari Iphoneku dan sepertinya , kondisi politik saat itu seolah membuat mustahil bagi orang Indonesia untuk memulai hubungan dengan orang China. Aku pun sendiri . Dan selama beberapa jam , aku bingung harus apa.

Aku memesan hotel murah dan diam di sana berjam-jam. Hubungan itu bahkan tidak sampai 24 jam . Situasi politik atau sebut saja beberapa omong kosong , membuat kedua orangtuanya tidak setuju dengan hubungan kami. Aku masih bingung harus apa , dan aku sempat berpikir.

“ apa sudah saatnya aku pulang? “

Masalah cinta seperti ini sangat klasik. Ortu tidak setuju karena beda agama , ras bahkan status , itu sudah sangat klasik. Tapi aku seperti tidak menyangka dan tidak menerima bahwa hal itu akan terjadi kepadaku.

LinLing adalah gadis idaman yang sangat aku idam-idamkan. Tapi ternyata cerita ini , bukanlah cerita kami berdua. Kami akhirnya berpisah , meski dengan cara seperti ini.

Keesokan harinya. Aku terbangun dari tidurku sendiri , di negara orang, jauh dari rumah. Aku melihat keluar dan aku masih bingung apakah aku harus pulang , atau tidak. Aku keluar sendirian , menuju sebuah kedai kopi , dan bersantai seharian di sana.

Aku ingat aku dan Linling bertemu di kedai kopi seperti ini , dan ia sangat manis hari itu. Aku tidak menghubunginya lagi lewat wechat. Aku sudah sangat rindu , meski baru sehari , tapi aku sadar akan lebih baik jika aku tidak menghubunginya lagi.

Baru beberapa hari di Hong Kong dan China tapi banyak sekali yang aku lalui. Menipu dan lari dengan uang pacar. Ngentot sepuasnya dengan supermodel China. Dapat pacar idaman, astaga liburanku kali ini benar-benar di luar kendali. Atau mungkin sudah terlalu jauh. Aku memutuskan untuk pulang , mengakhiri liburanku di negeri orang

Aku tidak bisa menemukan tiket terakhir ke Indonesia , tapi aku menemukan tiket malam ini juga ke Singapura. Aku memesannya. Aku kemas seluruh barangku dan aku lihat aku masih mempunyai dua gepok lagi uang pecahan 500$.

Bermodal nekat aku pergi ke bandara , dan secara mengejutkan , aku dapat melewati imigrasi tanpa mendapat masalah besar. Aku pikir Shelly mungkin tidak melaporkanku karena jika dia melakukannya , mustahil aku bisa lari dari Shenzhen apalagi Hong Kong. Aku melihat Hong Kong untuk terakhirnya , dan aku mendikte diriku sendiri

“ apa yang terjadi di Hong Kong. Akan tetap tinggal di Hong Kong “

Aku naik pesawat, dan terbang menuju Singapura. Aku tidak pernah bertemu Linling lagi. Aku pejamkan mataku dan tertidur. Aku harus merelakannya. Hidup harus terus berjalan. Kurasa ia akan menemukan yang lebih baik dan aku pun mungkin begitu. Entah berapa lama aku tertidur , namun ketika aku bangun , pesawat hampir tiba di Singapura.

Aku turun dari pesawat, dengan wajah tanpa dosa. Tidak sedikit pun aku takut apakah aku akan mendapat masalah saat di imigrasi atau tidak. Aku berjalan lalu berbaris mengikuti antrean seolah tidak terjadi apa-apa.

Aku melewati imigrasi tanpa masalah , dan langsung mengambil bagasi. Bandara itu sangat luas jadi aku istirahat. Aku tidak tahu harus apa tapi aku rasa aku hanya ingin pulang dan melupakan apa yang terjadi selama liburan.

Aku tidak bisa menemukan tiket ke Jakarta saat aku membooking tiket di Hong Kong, jadi kurasa aku hanya menunggu penerbanganku ke Palembang. Dari Palembang , aku akan terbang ke Jakarta dan pulang ke rumah.

Sebenarnya itu kunjungan pertamaku ke Singapura. Tapi apa yang terjadi , membuatku seolah tidak peduli. Aku naik MRT , lalu pagi itu aku berdiri di dekat patung Merlion. Aku memfoto patung itu tapi aku tidak berselfie di sana.

Aku lalu bersantai , termenung melihat laut. Aku diam cukup lama , lalu aku mengambil dua gepok 500 dollar Hong Kong dari jaketku. Aku mungkin sudah kehilangan akal, tapi aku akhirnya membuang uang itu karena aku pikir aku tidak membutuhkannya lagi.

Aku lalu berbalik dan melangkah pergi. Aku berdiri di dekat tong sampah , dan membuang semua yang aku dapat selama liburan ke dalam tong sampah , menyisakan pakaian-pakaian , barang-barang , yang benar-benar aku bawa dari Jakarta.

“ Riki ….. “
Dan aku pun berbalik. Aku tak percaya , apa yang aku lihat. Aku melihat dia , di Singapore , jauh dari rumahnya.

“ kamu…. kenapa kamu bisa di sini?”

“ Status weibo kamu. Aku langsung booking pesawat dari Shezhen malam itu juga. “

Dan ia pun mendekat. Aku pun ikut mendekat dan aku melihat jelas air mata jatuh dari matanya.

“ aku… kurasa aku belum siap kehilangan kamu , Riki “

Dan kami pun berpelukan. Ia menangis sejadi-jadinya dan aku tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan saat itu. Mungkin lebih tepatnya , aku bingung. Senang karena aku dapat melihatnya lagi , namun sedih karena pertemuan itu mungkin tidak akan mengubah apa-apa.

“ Linling , aku mau ngaku. Aku bukan Riki yang kamu kenal. Aku cuma cowok brengsek dari Jakarta Selatan. Aku gak punya apa-apa. Semua yang kamu tahu tentang aku, itu semua palsu. “

“ aku gak peduli lagi Riki . Aku cinta kamu , bukan karena semua itu. Setidaknya, aku ingin kita berdua saja , sehari lagi “

Andai dia tahu kalau aku sudah punya kekasih di Indonesia.

“ aku sudah ada yang punya Lin. Lihat dia, dia pacar aku di Indonesia. “

Terkejut dan tak percaya dengan apa yang dia lihat, Linling menggeleng-geleng kepala

“ Tapi kenapa sekarang Riki? Kenapa saat aku datang sejauh ini Cuma untuk kamu ? “

Aku menunduk malu.

“ Kurasa , kurasa aku cuma cowok bodoh yang brengsek “

Dan dia pun menamparku. Aku pantas mendapatkannya. Aku hanya ingin dia tahu siapa aku yang sebenarnya , dan aku siap dengan apa yang akan aku dapatkan. Lalu, dia tiba-tiba memelukku kembali. Kurasa cinta sudah membuat kamu berdua menjadi gila. Ia tatap wajahku serius , dan dengan wajah sembab ia memohon

“ aku sudah datang sejauh ini Riki. Aku mohon. Tinggalkan saja dia . Seperti yang aku katakan, aku belum siap kehilangan kamu.”

Aku tahu ia akan kecewa setelah mengenal aku yang sebenarnya. Tapi aku tidak tahu ia akan masih memohon seperti ini. Aku kehabisan kata dan tidak dapat bicara lagi. Aku dekap dia dan ia pun mendekapku. Ia tahu siapa aku sebenarnya dan ia masih menerimaku. Entah apakah aku harus senang atau sebaliknya. Perasaanku saat itu benar-benar campur aduk.

“ Wo ai ni , Riki “

Bisiknya pelan.

“ aku pun begitu. Aku tidak akan pergi lagi. Aku janji “

Dan aku tidak tahu apa yang baru saja aku katakan saat itu.

***

Linling

“ Aku sayang kamu , tapi aku gak mau kamu meninggalkan orang tua kamu , cuma gara-gara aku. Aku ingin kamu pulang . Ke Shenzhen “

“ aku akan pulang, setelah aku yakin kau benar-benar milikku “

Aku lalu memberinya gelang pemberian ibuku yang hampir selalu aku kenakan. Ibuku pernah bilang gelang itu cukup berharga dan aku tidak boleh menghilangkannya. Aku ingin ia memilikinya karena aku ingin ia tahu aku serius.

“ simpanlah gelang ini . Ini gelang pemberian ibuku. Suatu saat , aku akan kembali ke China. “

Ia lalu mengambilnya dan mengenakannya. Kami pun berpelukan . Aku punya penerbangan ke Palembang jadi aku tidak bisa berlama-lama di Singapura . Saat itu juga aku membelikannya tiket pulang ke China, yang harganya setengah dari uang tabunganku. Aku lalu mengajaknya jalan-jalan berkeliling Singapura.

Aku mengajaknya ke patung merlion, berfoto di Marina Bay, jalan-jalan di taman , dan jalan-jalan di Universal studio. Kami sempat belanja kilat di Bugis dan di Orchard lalu kami kembali ke bandara, empat jam sebelum penerbangan. Aku memesan kamar peristirahatan yang dapat di sewa perjam. Kami pun bercumbu mesra dan saling melucuti pakaian kami.

Kami sudah sama-sama polos di atas kasur. Ia polos tanpa busana di pelukanku , dan kami masih terus bercumbu dengan mesranya. Ia balik tubuhnya sehingga ia berada di bawahku dan aku menindihnya. Aku hisap lehernya, lalu bibirnya turun ke antara kedua pahanya. Aku julurkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya perawannya.

Lidahku masuk menjelajah vaginanya yang masih sangat sempit. Basah dan masih sangat menjepit. Pipinya memerah malu dan kedua tangannya meremas kasur. Ia tertawa sambil mendesah , dan berbisik mengatakan kalau aku sangat liar dan nakal. Tubuhnya menggelinjang hebat dan tak lama , ia pun mencapai puncak kenikmatannya.

“ kamu nakal Ih “

Aku lalu berdiri diatas kasur. Ia duduk , memposisikan wajahnya di dekat penisku yang mengacung tegak , dan dengan malu-malu ia mulai mengocoknya. Jemarinya maju mundur mengocok penisku, dan ia pun tertawa geli.

Aku akhirnya melihat sisi lain Linling , yang perlahan mulai menemukan sisi liarnya. Ia buka mulutnya dengan sambil memejamkan mata , ia mulai mengulumnya.

Sungguh kuluman yang luar biasa dan sempurna meski ia baru pertama melakukannya. Lidahnya menjelajah penisku , meratakannya dengan air liurnya. Bibirnya memompa-Mompa penisku dengan irama yang teratur , membuat permainan ini menjadi sangat pelan dan nyaman namun tetap menggairahkan.

Aku bertahan cukup lama dan ia pun melepaskan penisku dari mulutnya dengan nafas terengah-engah.

Aku menindihnya, dan dengan posisi misionari , aku siap merenggut keperawannnya. Ia memejamkan matanya . Aku tusukkan penisku dan menggeseknya di bibir vaginanya. Ia mendesah pelan dan pinggulnya kembali menggelinjang.

Aku tusukkan penisku ke dalam vaginanya dan mulanya , penisku sempat kesulitan menemukan jalan masuk. Namun ketika batang kemaluanku menyeruduk masuk mengoyak keperawannya, aku bahkan bingung menjelaskan kenikmatan yang aku rasakan saat itu.

Darah perawannya menetes membasahi kasur. Ia merintih sekejap ketika penisku mengoyak keperawanannya. Aku tusukkan penisku sedalam-dalamnya . Ia memelukku dan aku pun memeluknya. Aku mulai menggenjotnya dengan irama perlahan , namun pasti. Menikmati jepitan memeknya yang luar biasanya

Kedua selangkangan kami saling bertepuk-tepuk . Ia mendesah keras , terbaring pasrah membiarkan aku menikmati tubuhnya. Buah dadanya yang mungil berguncang , bergesek-gesekan dengan tubuhku. Kasur itu mulai berdecit karena permainanku yang mulai brutal. Ia memekik dan tiba-tiba saja ia orgasme hebat saat penisku masih mengobok-obok vaginanya.

Ia makin pasrah. Tubuhnya lemas dan aku masih menggenjotnya dari atas. Kami berganti posisi sehingga kini ia tengkurap di atas kasur dan aku menggenjotnya dari belakang. Aku tusukkan kembali penisku dan ia pun kembali mendesah keras , serta memekik

“ ahhh terus sayang ahhh terus Riki ….iyahh Riki … terus Riki ahhh “

Itu benar-benar pengalaman sex paling nikmat seumur hidupku. Desahannya , pekikannya , dinding memeknya , benar-benar sangat tak ternilai. Aku mendapat apa yang aku inginkan dan aku impikan. Aku terus menggenjot-genjot vagina dan pinggul indahnya , lalu tak sadar , air maniku memuncrat sederas-derasnya di dalam vaginanya.

“ sakit sayang?”

Linling menggeleng kepalanya

“ jujur , aku justru sangat menikmatinya “

Kami bercumbu sekilas lalu berpelukan. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Kami lalu berpelukan dan beristirahat beberapa menit di atas kasur yang sempit itu. Ia bangkit , kembali menempatkan wajahnya di antara kedua pahaku , dan kembali memberikan blowjob yang sangat luar biasa nikmatnya.

Aku hanya bertahan semenit, lalu aku ejakulasi di dalam mulutnya. Kami melakukan sex berulang-ulang kali hingga tak terasa saatnya berpisah.

Pesawat kami di gerbang yang berbeda sehingga kami harus berpisah. Kami berpelukan dan ia menangis. Banyak yang kami lalui namun semuanya terasa begitu cepat. Aku pegang tangannya lalu aku tatap wajahnya serius. Ia hanya menundukkan wajahnya

“ Linling , sudah saatnya “

“ aku tahu… rasanya , terlalu cepat “

“ memang terlalu cepat Linling . Kita bahkan belum melewati sehari bersama. “

Dengan mata berkaca-kaca, ia menatapku sedih

“ kita , akan bertemu lagi kan?”

Aku langsung memeluknya seraya berbisik

“ Pasti. Kita pasti bertemu lagi “

Dan seperti itulah perpisahan kami. Aku berjanji kami akan bertemu lagi. Ia melambaikan tangannya dan perlahan menjauh, dan menghilang dari penglihatanku. Aku tidak bisa mengirim email, wechat atau apapun untuk mengabarinya jika aku sampai di Indonesia. Namun akhirnya kami tahu kami dapat bertemu melalui fitur pesan video game.

Malam itu , aku tiba di Palembang. Aku naik ke LRT, lalu berjalan kaki dari stasiun ke hotel. Aku belum bisa membuang Linling dari kepalaku. Aku merasa dia masi disisiku. Aku berguling di atas kasur , lalu mengiriminya pesan dari Game.

Tentu saja ia belum membalasnya karena ia masih diperjalanan pulang ke negaranya. Aku tertidur. Aku bangun jam 3 pagi , dan belum ada pesan darinya. Aku tidur lagi , dan terbangun jam 8 pagi.

Masih belum ada pesan dari Linling. Aku sarapan di hotel , duduk-duduk di Cafe , sambil menikmati kopi. Namun tidak ada notifikasi pesan di hpku dari Linling, dan aku mulai khawatir. Aku akhirnya mencari kabar tentang penerbangan itu.

Pesawat berhasil mendarat dengan aman dan tidak ada kecelakaan . Aku berpikir ia mungkin masih dimarahi orang tuanya dan belum diperbolehkan memakai HP. Aku akhirnya kembali ke kamar dan bersantai. Dan hingga siang , aku masih belum mendapat kabar darinya.

Aku mencari cara untuk membuka weibo , dan ternyata masih bisa meski hanya mengandalkan VPN. Aku mengunjungi akun Linling dengan akun weiboku , namun ia bahkan tidak mengupdate statusnya. Status terakhirnya masih sama seperti sebelum aku pulang ke Hong Kong. Namun ia tidak menghapus , kalau ia punya pacar orang Indonesia.

Aku liburan berkeliling Palembang sendirian. Aku naik LRT ke jakabaring , berjalan di Mall , lalu naik LRT lagi ke benteng kuto besak , dan aku berdiam cukup lama di sana, sampai akhirnya , aku mendapat pesan dari Linling, dari weibo dan dari inbox game

“ maaf baru ngabarin. aku baru buka HP. Aku dimarahi mama papa tapi aku gak peduli. “

Aku langsung membalas pesannya. Ia terkejut aku membalasnya dengan akun weibo dan aku bilang aku masih bisa membuka dengan VPN . Seharian penuh kami saling berkirim pesan dan aku mengirimnya banyak gambar tentang Palembang. Aku mengiriminya banyak foto tentang diriku dan kami terus berkirim pesan sampai tengah malam.

Pagi itu menjadi hari terakhir liburanku. Pagi itu juga aku pulang ke Jakarta setelah kurang lebih 14 hari liburan dan mencicipi banyak memek bahkan sampai dapat perawan. Sesuai janjiku dengan Linling aku akan mengakhiri hubunganku dengan pacarku , dan kurasa itu bukan masalah karena kami tidak terlalu dekat dan punya perasaan.

Aku mencoba menggunakan VPN dan terhubung. Namun entah bagaimana aku tidak bisa membuka weibo lagi. Apapun cara aku lakukan namun aku tetap tidak bisa membuka weibo. Aku mencoba VPN lain dan hasilnya sama .

Aku akhirnya mengirim pesan lewat inbox game dan ternyata , bahkan game itu tidak bisa dibuka lagi meski dengan VPN sekali pun.

Pemerintah menghapus segala cara untuk berkomunikasi dari dan menuju China sehingga aku tidak bisa menghubungi Linling lagi. Aku sangat terpukul. Saat itu aku sedang di AirPort dan aku sangat kesal, politik jadi tembok besar yang memisahkan aku dan kekasihku.

Sakit sekali karena aku tidak bisa menghubungi Linling tepat saat aku akan pulang ke Jakarta. Dan pada akhirnya

“ apa yang terjadi selama liburan, tetap di masa

Liburan , tak bisa dibawa pulang “

Satu minggu kemudian

Waktu terasa begitu cepat. Liburanku telah usai. Aku membuka semua file yang aku rekam dengan spycam, dan menyimpannya di laptopku. Mulai dari lonte PPUT , SPG rokok di kapal Ferry , Wanita karir , cewek Gym , sampai ke , super model China , kakak sepupu pacarku , dan pacarku sendiri. Aku segera mencari kabar tentang mereka semua.

Santi masih menjadi lonte , dan rencananya aku ingin kesana , melakukan deep sex sepuasnya dengan Santi. Linda masih menjadi SPG rokok , dan ia baru bisa ke Jakarta Sabtu ini. Aku sudah memesan hotel , dan aku akan menggenjotnya tanpa kenal ampun.

Shelly benar-benar kehilangan ratusan juta dan entah kenapa ia hanya share di facebook dan tidak pernah melaporkannya dengan polisi. Aku merasa jahat. Aku menggenjot memeknya berulang-ulang kali , bahkan terlalu sering sampai aku bosan dengannya. Ia memberi segalanya dan aku lari. Aku memang fucboi tingkat laknat , tapi sudahlah aku beruntung dia tidak memenjarakanku.

Selanjutnya Vina. Sayangnya nasib Vina berakhir bahagia. Ia menikah dengan pengusaha alim , masuk Islam dan akhirnya menjadi hijaber panjang. Aku ikut bahagia , dan salut kepada pria yang mau menerimanya. Mereka pindah ke Dubai dan tidak pernah kembali lagi.

Mei Yang Zhu tetap menjadi supermodel . Namun sangat sedikit informasi yang dapat aku gali tentang dia karena aku tidak bisa mengakses segala sesuatu dari China. Aku mendapat info dari situs-situs dewasa dan forum-forum dewasa dari luar negeri.

Melihat foto , video dan sampul-sampul majalahnya , aku tidak menyangka aku pernah menggenjot memeknya sepuasnya , bahkan sempat kencan berdua dengan Supermodel seperti dia. Kurasa aku tidak mungkin bisa ML dengan supermodel lagi.

Lena. Aku tidak bisa menemukan info tentang Lena. Jika pun bisa , kurasa itu artinya aku juga bisa mencari kabar tentang Linling. Aku hanya berharap , di seberang sana , Linling tidak pernah tahu jika aku pernah tidur dengan kakak sepupunya. Karena jika ia tahu , tentu saja hubungan kami bisa berakhir.

Dan yang terakhir Linling . Aku sempat terdiam waktu aku melihat fotonya. Tidak ada video karena aku tidak terpikir untuk merekamnya dengan spy cam. Yang aku punya hanyalah video dan foto , saat kami berkencan berdua di Hong Kong , lalu Singapura.

Aku melihat video-video itu , foto-foto itu dan aku mulai menangis . Aku selalu menangis . Aku heran akhir-akhir ini aku bisa jadi sangat cengeng

Sama seperti dia , aku belum sanggup kehilangan Linling. Setelah apa yang terjadi, aku hanya bisa berdoa , aku hanya bisa berharap jika kami masih bisa bertemu lagi , masih bisa berpelukan lagi , sambil mengatakan

“ Aku mencintaimu “

Sekali lagi. Aku sempat berpikir jika jalan cinta kami berdua cukup Tragis , namun akhirnya aku sadar , jalan cinta kami mungkin lebih tepatnya

“ NGENES”

Karena bukan dipisahkan oleh orang ketiga atau semacamnya , tapi Politik konyol yang dilakukan oleh pelawak-pelawak kelas dunia.

Karena liburan ini, Ian benar-benar tidak pernah menegurku lagi. Begitu juga seluruh teman-temanku. Aku tidak tahu dan tidak peduli apakah ia menceritakan semuanya dengan semua orang tapi kejadian itu , ketika aku menipu Shelly , membuat Ian seolah memandangku sebagai tokoh antagonis di cerita ini.

Aku tidak sepenuhnya tidak setuju. Bahkan bisa dibilang ia benar.

Aku melanggar janjiku dengan Linling. Aku masih pacaran dengan pacarku , meski tidak semesra seperti aku dan Linling. Kami jarang bertemu , kami jarang kencan bareng , tapi kami selalu chatting dan saling berinteraksi di media sosial. Ya kurang lebih seperti gaya pacaran anak-anak pada umumnya. Yang pasti hubungan kami tidak terlalu serius , bahkan sampai ke kasur.

Sebagian besar diriku memang berharap aku bisa bersama lagi dengan Linling , tapi ada sebagian kecil diriku yang ingin ‘move on’ dan melanjutkan hidupku seperti biasa . Seperti pacaran dengan pacar lamaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi , tapi kurasa lebih baik jika aku membiarkan hidupku berjalan sebagaimana mestinya. Setidaknya sampai aku menemukan cara untuk menghubungi Linling lagi.

***

Masa kuliah pun tiba. Aku tahu ini sudah melenceng jauh dari 14 hari. Aku tidak satu kampus dengan Gina , tapi kami masih satu kota. Jadi kami tidak harus memulai hubungan jarak jauh dan kami masih bisa bertemu setiap minggu.

Sudah berbulan-bulan sejak liburan , dan benar-benar tidak terkendali. Aku tidak berniat pacaran dengan cewek sekampus , tapi kalau untuk sekedar one night stand , sex sekilas , kurasa aku buat pengecualian.

Aku masuk di jurusan yang bisa dibilang cukup mudah dan banyak cewek cantiknya. Akuntansi. Tamat kuliah aku bisa jadi akuntan dan ibuku sangat ingin aku masuk jurusan ini.

Aku sudah ML dengan cewek cantik di angkatanku seperti Shandy , Samantha , Diana . Sedangkan di apartemen, aku kumpul kebo dengan kakak tingkatku, yang juga anak dance dan juga personal trainer, Ana.

Shandy (atas) Samantha (bawah) Diana (kanan)

Seperti biasa aku tinggal di kondomonium mewah milik Kak Ana, dan mendapat uang yang banyak. Ditambah bisa ML kapan pun aku mau. Aku benar-benar menjadi Fucboi. Hebatnya aku masih selingkuh dengan tetangga Kak Ana , Alis , yang kebetulan mantan model asal Thailand.

Aku tidak berteman lagi dengan Ian karena kami beda kampus. Tidak ada teman satu SMU ku yang masuk ke kampus ini jadi aku mendapat teman-teman baru.

Kak Ana
Siang itu , aku menelanjangi Kak Ana , menuntunnya menungging di atas sofa , lalu dengan nafsunya aku tusuk penisku , menggenjotnya dari belakang. Tanpa kondom aku genjot penisku dengan kecepatan penuh sambil memegang pinggulnya sekuat-kuatnya.

Kak Ana sangat sensitif dengan posisi Doggy sehingga ia menjerit kuat , mendesah-desah keras berulang kali. Selangkanganku menepuk-nepuk kuat pinggulnya.

Aku angkat sedikit tubuhnya , mendudukkannya di pangkuanku. Aku dekup buah dadanya dari belakang , aku remas dengan liar sambil terus menggenjotnya. Ia menoleh kebelakang dan kami pun bercumbu. Bibir kami saling menghisap satu sama lain dan lidah kami saling beradu. Aku percepat genjotanku , menusuk memeknya tanpa ampun.

Aku cabut penisku dan dia pun orgasme hebat di atas sofa. Aku berdiri sementara ia duduk lemas di atas sofa. Aku dekup kepalanya dan menggenjot bibirnya dengan liar. Aku sangat suka ketika ia mengizinkanku menggenjot bibir manisnya.

Dengan pasrah ia kulum penisku secara paksa dan aku pun menggenjotnya dengan liar. Aku cabut penisku dari mulutnya, lalu aku kocok dengan kasar di depan wajahnya hingga tak lama , aku ejakulasi deras. Air maniku memuncrat membanjiri wajah kak Ana, hingga ke leher , lalu ke perut dan buah dadanya.

Dengan masih telanjang bulat di kondomonium mewah itu. Kami bermabuk-mabukan. Ia baru saja membelikanku pc Gaming yang harganya hampir 100 juta , cuma untuk hadiah anniversary bulanan kami.

Kak Ana bukan hanya sangat sexy , sangat cantik , tapi juga sangat kaya. Aku beruntung aku dapat memperkosanya kapan pun aku mau. Aku menggenjot memeknya berulang kali di sore itu , lalu di jam 7 malam , aku membiarkan dia tidur di kasur sementara aku turun ke Gym untuk bertemu selingkuhanku.

Aku bertemu Alis di Gym apartemen di lantai dasar. Ia langsung tersenyum ketika melihatku dan kami pun berpelukan. Ia tidak mengenakan bra , hanya sebuah tank top karena aku dapat merasakan buah dadanya. Aku pun tidak mengenakan boxer. Aku remas buah dadanya dan ia pun menepuk pelan pundakku.

“ genit kamu! Ntar diliatin orang tahu !”

Kami pun latihan bersama-sama. Seperti biasa aku mulai sesi latihan itu dengan pemanasan , lalu threadmill , lalu bermain berbagai macam alat , hingga sampai ke kesukaanku, angkat beban. Kak Ana yang membayariku Gym ini jadi secara teknis ia mengongkosiku selingkuh dengan Alis.

Alis

Aku suka angkat besi karena ketika aku melakukannya, Kak Alis akan duduk membelakangiku tepat diatas penisku. Aku dapat merasakan pijatan pinggulnya di penisku yang mengeras sambil mengangkat-angkat beban membesarkan ototku. Ia hanya melakukannya kalau Gym sedang kosong.

Kami naik ke kondo pribadi Alis. Tidak sebesar kondo kak Ana tapi cukup nyaman. Kami saling menanggalkan pakaian hingga sama-sama bugil di kamarnya. Alis lalu berlutut dan memberiku blowjob yang luar biasa. Ia jilat penisku dari kepala turun ke batangnya , turun ke buah zakarnya , dan naik kembali , hingga kembali kepalanya.

Ia mulai mengulum penisku sambil mengocok-ngoroknya dengan jemarinya. Ia memejamkan matanya dan semakin konsentrasi. Ia sangat menikmatinya dan aku pun begitu. Aku remas kepalanya hingga tak lama aku ejakulasi di dalam mulut Alis. Ia menelan semua air manismu , dan sambil mengocok-ngocoknya , ia telan habis sisa-sisa air mani dari penisku.

Kami pun mandi bersama. Ia basuh tubuhku dan aku menikmati sensasi layaknya film-film porno di Jepang. Kami lalu berkelonan bersama di dalam bathup. Kupeluk buah dadanya dari belakang dan sambil tersenyum mupeng, Alis sangat menikmati momen-momen mesra kami di dalam bathup.

Kami pindah ke kasur dan masuk ke babak final. Seperti biasa tanpa kondom , ia menggenjotku dari atas , dan aku ikut menggenjot dari bawah sambil meremas buah dadanya. Tepukan selangkangan kami menjadi musik yang mengiringi permainan liar itu. Ia menundukkan wajahnya dan kami pun bercumbu seliar-liarnya.

Aku pun duduk dan kami masih terus bercumbu liar. Aku percepat genjotanku sambil menghisap liar bibirnya. Aku lepaskan ciumanku lalu kulahap liar lehernya. Aku percepat genjotanku , dan ketika aku semakin geregetan , aku dekup erat tubuhnya lalu aku berdiri diatas kasur sambil menggendongnya. Alis terkejut. Aku genjot memeknya seliar-liarnya dan tak lama kami pun keluar bersama-sama.

Puas bermain-main dengan Alis , aku pulang dan bermain dengan pc baruku. Aku menelepon pacarku dan kami mengobrol lama di rumah Kak Ana sambil bermain game. Aku mempertahan hubungan dengan pacarku dengan sering menelepon , chat dan sesekali bertemu.

Kak Ana tidak tahu jika aku punya pacar karena anak kampus pun tidak ada yang tahu. Kurasa jika ada ilmu menjaga rahasia Playboy aku cocok menjadi dosennya. Ketika puas menelepon dan bermain game, aku membangunkan Ana yang sudah mulai sadar , menggenjotnya sekilas sebelum aku tidur.

Seperti itulah hidupku setelah liburan. ML dengan Kak Ana di pagi hari. Lalu berbohong buat bertemu dengan pacarku. Lalu selingkuh dengan memek tetangga dan ketika Kak Ana pulang ke rumahnya , aku mengajak teman kuliahku menginap dan kami pun ngentot berhari-hari , bermalam-malam sampai kak Ana pulang.

Mereka mengira kondo itu milikku karena aku selalu menyembunyikan foto kak Ana setiap kali mereka menginap. Aku beruntung tidak menghamili salah satu dari mereka. Itu benar aku makin tidak terkendali.

Aku masih menyimpan seluruh video yang aku rekam selama liburan . Aku bahkan masih merekam video adegan ranjangku dengan cewek sekampus, dengan Kak Ana dan Kak Alis. Terkadang aku menontonnya dan itu sudah menjadi hiburanku.

Namun ketika aku tidak sengaja melihat Linling , aku terdiam. Aku bisa mendapatkan semua yang kumau , tapi tidak dengan yang satu ini. Terkadang aku tarik nafas panjang-panjang dan berusaha merelakannya, namun terkadang juga aku tak rela dan aku rasanya ingin bertemu dengannya sekali lagi.

Di luar dugaanku , Indonesia benar-benar perang dengan China , meski hanya di China selatan, dan hanya melibatkan AU dan AL. Puluhan ribu orang Indonesia menjadi korban, ribuan TNI gugur dan nyaris seluruh kapal AL. Perang berhenti dengan sendirinya setelah China kehilangan enam destroyer . Perang itu seolah mengubur harapan kalau aku dan Linling akan bersatu lagi. Aku benci perang . Aku benci konflik. Dan aku benci orang yang menyukainya.

Beberapa bulan kemudian, aku kembali liburan. Dengan uang yang aku raup dari Kak Ana. Aku sudah berusaha mengajak beberapa kak Ana , teman-teman ngentotku , Kak Alis , namun mereka tidak tertarik liburan di luar negeri.

Aku terbang sendirian ke negeri singa , ke negeri di mana kenangan terakhirku bersama Linling. Sama sepertinya Shelly , Kak Ana memberiku terlalu banyak uang , walaupun ia tidak bisa pergi karena saat itu orang takut berpergian ke luar negeri

Saat di Singapore, aku pergi ke pinggir jalan , ke tong sampah di mana aku bertemu kembali dengan Linling. Aku berharap aku bertemu lagi dengannya. Tapi ini bukan sinetron. Tentu saja aku tidak akan bertemu dengannya lagi di sini. Aku bisa membuka weibo kembali karena aku di Singapura. Aku mengunjungi akun Linling , dan aku melihat kehidupannya sekitar enam bulan tanpaku.

Ia juga berusaha menghubungiku tapi tidak menemukan cara. Ia sempat nekat ke Indonesia tapi tentu saja orang tuanya melarangnya. Akhirnya di status terakhir aku membaca jika ia berencana bekerja dan menetap di Singapura .

Namun itu status terakhir di weibo Linling. Tidak ada status lagi setelahnya. Aku tidak tahu apakah ia benar-benar pindah ke Singapura atau tidak. Jika memang benar ia di Singapura , tentu saja bukan mudah mencarinya karena Singapura sangat luas

Aku akhirnya membuka Wechat. Meski sudah dilarang di banyak negara , wechat masih beroperasi di Singapura , meski penggunanya sedikit , dan kebanyakan lonte yang mencari mangsa. Aku membukanya , Cuma berharap aku menemukan Linling. Tentu saja aku tidak menemukannya. Aku tertawa geli menertawakan diriku sendiri. Dan ketika aku berbalik

“ Ocean apart , day after days , and I slowly go insane “

Dan dia menemukanku. Kurasa cintanya lebih besar dan serius. Ia tersenyum manis , dan aku langsung berlari memeluknya

“ I hear your voice , out of loud , but it doesn’t heal the pain “

Dia menemukanku sejak beberapa jam yang lalu. Ia melihatku di stasiun MRT dan berusaha Memanggilku. Aku tidak mendengar jadi ia membuntutiku dan berencana memberiku kejutan

“ wherever you go , whatever you do , I’ll be right here waiting for you “

Dan di sanalah semuanya berakhir. Kami pulang ke apartemen kontrakannya , dan langsung melakukan sex seharian meluapkan rasa rindu kami. Selama berhari-hari kami berdua saja , seperti sepasang pengantin baru. Tapi ia tidak berani mengikuti hingga ke Indonesia. Aku pun tidak menyuruhnya.

Ketika aku pulang ke Indonesia , aku akhirnya meminta izin orangtuaku untuk pindah kuliah ke Singapura. Mereka setuju. Pada akhirnya selama beberapa bulan selama persiapan aku masih mengentot dengan Kak Ana, Kak Alis dan teman-temanku, lalu ketika saat pindah tiba , aku pergi menghilang tanpa tanda-tanda apapun. Aku hanya putus baik-baik dengan pacarku , namun sisanya , sepatah kata pun aku tidak mengabari mereka .

Aku benar-benar pindah ke Singapura , sendirian , dan lanjut kuliah di sana. Seperti sebelumnya aku membawa lari uang pemberian cewek yang aku tiduri dan menghilang bak ditelan bumi di negeri sebelah.

Seluruh gadis yang aku tiduri tentu saja kecewa teramat sangat namun yang paling kecewa tentu saja Kak Ana dan Kak Alis. Aku dan Linling tinggal bersama bertahun-tahun sampai akhirnya aku tamat kuliah di Singapura dan kami pindah ke Jepang dan ikut mengadu nasib di sana.

Kami tidak pernah kembali ke rumah kami di China dan Indonesia. Kami hidup bahagia di sana , dan tidak peduli dengan dunia luar lagi. Aku pun berhenti dari gaya hidupku sebagai fucboi yang aku lakukan kurang lebih setahun setelah 14 hari liburan.

Tamat