Petualangan Fuckboy Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Tamat

Cerita Sex Dewasa Petualangan Fuckboy Part 4 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Petualangan Fuckboy Part 3

“ Hai , aku Meng Yan Zhu”

Meng Yan Zhu

“ hai Meng Yan Zhu , aku Riki Wong “

Tentu saja aku berbohong punya marga Wong. Aku mengaku dari Hong Kong karena aku juga bisa bahasan Kantonese. Semunya berkat film , musik , dan les. Ia berprofesi sebagai Model. Ia punya cukup banyak follower di weibo . Ia 11 tahun lebih tua dariku.

“ Nah ini teman-teman aku. Kamu request mereka datang juga kan? “

Aku hanya mengenakan Boxer ketika aku menyambut mereka. Aku membooking dia , dan sembilan temannya. Meskipun hanya tujuh temannya yang datang. Aku harus tahu bagaimana rasanya harem. Apalagi bersama gadis-gadis asing. Mari kita lihat apa aku kena HIV.

Ia mengenakan gaun putih yang memamerkan belahan dadanya. Teman-temannya ada yang ada yang mengenakan gaun hitam dan putih . Karena sudah nafsu , aku mendekat lalu mencium bibirnya. Ia tersenyum nakal , dan langsung membalas ciumanku. Aku dekap dia erat-erat dan kami pun bercumbu. Teman-temannya berteriak kaget

Ia mendudukkanku dipinggir kasur. Ia buka seluruh pakaiannya dan satu persatu mereka melakukannya hingga mereka semua bugil di depanku. Ia pun berlutut lalu menurunkan celanaku. Ia kocok penisku , lalu ia memberiku kuluman yang luar biasa nikmat.

Bibirnya , lidahnya , menjelajah kepala penisku , memompa-mompa naik turun. Setelah beberapa menit, ia lepaskan bibirnya dari penisku, lalu ia mendiri dan mereka pun bergantian melakukan hal yang sama.

Akhirnya aku merasakannya. Merasakan seperti apa harem , dan seperti apa sex dengan cewek asing. Mereka mengerubungiku , dan satu persatu bergantian mengocok dan mengulum penisku. Kadang mereka mengecup putingku , melahap leherku, berebut mengecup bibirku. Zhu mendorongku ke kasur dan teman-temannya langsung mengerubungiku.

Ia kini berada di atasku. Ia peluk tubuhku seperti memeluk bantal guling , lalu kami kembali bercumbu. Sementara jemarinya kembali menggenggam penisku , lalu mengocok-ngocoknya seliar-liarnya. Kami berciuman liar diatas kasur , dan aku sangat menikmati cumbuan bibirnya , permainan jemarinya di penisku. Sementara yang lain , menyaksikan permainan kami liar berdua .

“ ahh ahh ah ah ah ah ah “

Ia menunggangiku dari atas dan menggenjotku dengan kecepatan penuh. Desahannya persis seperti artis di film porno . Kamar itu tiba-tiba ramai dengan suara desahan kami dan tepukan kedua selangkangan kami.

Aku remas buah dadanya , dan ikut menggenjot memeknya dari bawah. Memeknya sangat hangat , dan tidak hanya sempit menjepit , tapi seperti menghisap-hisap , mengulum-ngulum penisku.

Aku ejakulasi deras di dalam memeknya. Sex itu sangat cepat tapi aku sangat menikmatinya. Ia lepas penisku dari memeknya , lalu ia turun , menghisap sisa-sisa air maniku dengan mulutnya. Penisku kembali ejakulasi di dalam bibirnya . Ketika kering , ia memuntahkan semuanya ke telapak tangannya , lalu menggodaku seraya berbisik

“ kok cepet? Masih kuat main sama yang lain? “

Aku mengangguk. Mereka mengerubungiku dan kami pun melakukan sex yang sangat sulit aku gambarkan. Mereka bergantian menggenjotku, bergantian menduduki wajahku , bergantian merasakan permainan jemariku di memek mereka. Aku membayar mereka untuk menemaniku selama tiga hari penuh.

Aku sudah cukup gagah ketika ML dengan Shelly dan Vina , tapi sepertinya aku perlu menyesuaikan diri dengan cewek-cewek di daratan China. Puas ngentot berkali-kali sampai aku lupa berapa banyak kami melakukannya, kami mengenakan kembali pakaian kami , dan aku mengajak Zhu makan sore di salah satu rooftop restoran mewah, sementara yang lain belanja menghabiskan uang kerja keras mereka

Aku tidak tahu dinner di rooftop dengan model China , akan masuk agenda liburanku. Kurasa terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Itu mungkin benar. Jadi aku memutuskan untuk menikmatinya selagi aku bisa.

Aku berbisik kalau ia sangat cantik sore ini , bahkan ia cewek paling cantik yang pernah dinner denganku. Meskipun dari beberapa sisi , kurasa pacarku masih agak lebih cantik.

Ia tertawa dan sepertinya tidak membeli rayuan gombalku. Tapi ia bilang itu usaha yang bagus , namun terlalu opera sabun(sinetron). Ia bilang akan lebih baik jika aku lebih bersikap santai , lebih natural dan tidak dibuat-buat. Dan dari pada gombal gak jelas , ia bilang cewek di sini lebih senang jalan-jalan romantis , seperti Shopping contohnya

Aku akhirnya mengajak dia Shopping usai kami makan malam. Waktu menunjukkan jam 9 malam , namun Suasana sangat jauh dari sepi. Tempat itu sangat ramai. Ia tidak mengajakku ke Mall bintang lima . Ia mengajakku ke tempat jajanan murah , di mana setiap kopel menghabiskan malam berdua disana

“ nah , kalo kamu punya pacar di Shenzhen, Kamu ajak dia ke sini . Ini tempat nge date nomor satu di Shenzhen lho. “

Aku bertemu dia hari ini , dan dia sudah memperkenalkan aku banyak hal tentang Shenzhen . Kami jalan berdua seperti sedang berkencan sungguhan. Kurasa menyewa pacar di China , cukup luar biasa.

Kami belanja cukup banyak , tapi tidak ada yang harganya mahal-mahal banget. Aku berdiri berdua dengannya di salah satu spot yang romantis , dan kami pun bercumbu mesra , seperti dua pasangan yang benar-benar saling mencintai.

Kami kembali ke hotel. Aku langsung memeluknya dan meremas buah dadanya dari belakang. Ia menolehkan kepalanya kebelakang dan kami pun bercumbu. Kuremas gemas buah dadanya , kulumat liar bibirnya , lalu aku lucuti gaun putihnya. Ku tengkurapkan dia diatas kasur , lalu aku lepaskan bra dan celana dalamnya. Dengan nafsu yang terbakar , aku lepaskan seluruh pakaianku.

Dengan penisku mengacung , aku tindih tubuhnya , aku tahan kedua tangannya dari belakang , menggesekkan penisku di belahan pinggulnya. Aku lumat , aku hisap lehernya dari belakang , dan ia mulai mengerang dan mendesah.

Tanganku kembali turun ke bawah , meremas kedua buah dadanya. Aku sangat suka meremas dua buah segar itu , sambil memainkan putingnya. Ia menunggingkan sedikit pinggulnya , dan aku siap melakukan penetrasi dari belakang.

Aku tusukkan penisku hingga tenggelam seluruhnya. Aku menggagahinya , memastikan tubuhnya di bawah kendali penisku. Sesekali aku mencuri kesempatan menciumnya dengan penuh nafsu. Pipinya memerah , dan ia pun meremas kasur dengan kedua tangannya. Aku dekup pinggangnya , menusuk-nusukkan penisku seliar dan sekeras yang aku bisa.

Aku berbaring di sampingnya. Aku angkat sebelah kakinya ke atas dan ia menarik kakiku sehingga berada di antara kedua kakinya. Aku genjot vaginanya dari samping , dan ia membiarkan aku bermain seliar mungkin mengikuti nafsuku. Perlahan-lahan , ia mengubah posisi sehingga ia lah yang kini di atasku. Ia duduk membelakangiku, lalu menggenjot penisku seliar-liarnya , sekencang-kencangnya.

Aku bangkit duduk sehingga kini ia berada di pangkuanku. Aku menggoyang pinggulku membalas serangannya. Aku remas kembali buah dadanya dari belakang dan aku hisap lehernya. Dengan wajah horny ia kembali menoleh kebelakang dan kami kembali bercumbu liar. Ia tiba-tiba menungging dan siap untuk permainan terakhir.

Aku remas pinggulnya , dan terus menggenjotnya tanpa ampun . Ia mendesah , memekik keras bersiap untuk mendapatkan puncak kenikmatannya. Aku tak tahan lagi dengan jepitannya sehingga aku mendesah panjang dan akhirnya ejakulasi lebih dulu.

Tubuhku gemetar , berkedut-kedut hebat menikmati ejakulasi yang luar biasa itu dan tak lama ia ikut orgasme hebat. Kami terbaring lemas dan bernafas lega.

Kami sama-sama lemas namun permainan tidak berhenti sampai di sana. Kami mandi bersama di kamar mandi yang mewah itu . Dan ketika aku duduk bersandar santai dengan air hangat, ia duduk memelukku , dan memberikan serangan yang sulit aku tangani.

Ia menggenjotku dengan seluruh tenaga yang ia punya , dan mendekup wajahku yang menyedot-nyedot buah dadanya. Aku berusaha bertahan. Air bertumpahan keluar dan tak lama aku tak mampu menahan diri dan kembali crot sebanyak-banyaknya di dalam memeknya. Ia tersenyum puas.

Dan kami pun melakukan itu lagi dan lagi sampai kami berdua lelah. Benar-benar lonte paling mewah , paling ahli , dan paling sexy serta memuaskan yang pernah aku entoti.

Sayangnya pagi itu , ketika aku bahkan belum sempat berpakaian , ketika penisku mengacung gagah, ia sudah wangi , berpakaian rapi dan siap untuk pergi. Itu agak aneh karena aku sudah membooking mereka sampai esok pagi lagi. Teman-temannya bahkan tidak kembali lagi setelah mereka pergi kemarin.

Aku segera bangkit dari kasur dan bertanya ada apa. Dengan sambil tersenyum santai , ia menjawab

“ maaf ya , aku ada Job mendadak. Teman-teman yang lain juga. Jadi , Aku harus pergi sekarang “

Dan sambil senyum-senyum sange , aku menyahut

“ terus , bagaimana aku ngatasin ini “

Sahutku sambil menunjuk penisku yang mengacung gagah.

“ aku balikin uangnya setengah bagaimana?”

Aku geleng-geleng kepala

“ sekali lagi ya . Kamu gak perlu kembalikan uangnya “

Dan ia pun langsung menepuk-nepuk pipiku sambil smirk nakal

“ dasar laki-laki mata keranjang kamu ya . “

Dan ia melepas kembali gaun putih dan seluruh dalamannya. Ia mengizinkanku menungganginya asal aku tidak crot di badan atau di wajah. Ia berbaring di atas kasur dan tanpa basa basi. Aku langsung menunggaginya dengan posisi misionaris.

Aku menggenjot vaginanya , aku lahap ganas bibirnya , dan tidak sampai beberapa menit , aku crot di dalam vaginanya. Dia mengulum penisku , menelan habis sisa-sisa air mani dari penisku sampai aku benar-benar puas. Ia meninggalkan id weibo pribadi dan we chat , jika kapan-kapan aku butuh dia.

Lalu ia mengenakan kembali pakaiannya , dan kami pun berpelukan sebelum ia kembali ke Shanghai.

Aku agak kecewa karena rencanaku adalah Harem sepuasnya , terus kembali ke Hong Kong dan mencicipi cewek lain. Sungguh cara yang bagus untuk menghabiskan uang ratusan juta. Tapi sudahlah. Mereka model , bukan WP sungguhan jadi mereka masih harus kerja.

Aku mengirimi salam lewat wechat agar ia hati-hati di jalan dan dia hanya menjawab dengan sebuah smiley. Aku pakai pakaianku , lalu turun dan sarapan di restoran hotel. Aku sadar aku rugi ratusan juta hanya dalam sehari. Tapi aku masih menyimpan banyak uang.

Aku akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan santai keliling Shenzhen. Aku pikir , aku sudah ML terlalu banyak jadi tak ada salahnya aku santai sedikit. Aku mampir ke sebuah kedai kopi , dengan niat bersantai sambil minum sebuah kopi. Dan ketika aku berdiri di meja kasir , di sanalah aku bertemu dia.

Kedua mata kami saling bertemu . Ia terdiam membatu , dan aku pun begitu. Ia mungkin seumuran denganku , atau sedikit lebih tua. Pikiranku seketika lenyap begitu saja. Aku tak tahu mau memesan apa , tak tahu mau mengatakan apa. Ia berhasil membuatku seperti orang linglung.

“ nihao “ “nihao” (permisi)

Kami tiba-tiba mengucapkan salam bersamaan. Pipinya pun memerah dan aku pun malu bukan main

“ ada yang bisa saya bantu ?”

Sapanya.

“ um…. caramel latte ukuran grande “ Sahutku dengan nada gugup

“ atas nama siapa ? “

“ Riki …. “

Namanya Wang Linling. Aku membacanya dari kartu namanya. Aku menunggu sebentar dan sekitar lima menit , temannya menyebut namaku dan memberikan kopiku. Aku selalu mencuri pandang saat menunggu , dan dia , menurutku , sangat luar biasa.

Aku pernah merasakan ini pertama kali aku melihat pacarku , waktu orientasi siswa saat masuk SMU. Aku tidak pandai berpura-pura jadi kurasa ia tahu aku mencuri pandang.

Aku membuka Wechat , dan aku melihat namanya. Aku mengundangnya , dan dalam hitungan detik ia langsung menerimanya. Aku tidak pergi , aku menunggu di Cafe itu , menunggu shift kerjanya usai. Ketika ia keluar dari Cafe itu , aku memberanikan diri menghampirinya , menyapanya lebih dulu.

“ Tadi , kita belum bener-bener kenalan . Aku Riki “

“ LinLing. Wang LinLing “

Dan waktu terasa berhenti ketika aku dan dia , saling bertatap muka , saling berbicara satu sama lain. Senyumnya , tatapan matanya , seolah berhasil menembak hatiku. Berbeda dengan sebelumnya , bukan nafsu yang aku rasakan , tapi sesuatu yang lebih dari itu.

Katakan saja itu , mungkin cinta pada pandangan pertama. Aku tidak tahu , apakah ia merasakan yang sama denganku. Ataukah tidak

“ Mau jalan bareng? “

“ kenapa gak ? “

Aku memesan Taxi , dan mengajaknya jalan-jalan ke tempat yang persis Meng Yan Zhu sarankan. Saran itu benar , ia sangat menyukai tempat ini. Ia masih sangat canggung . Tapi aku melakukan persis seperti yang aku lakukan dengan Zhu. Aku mengajaknya berkeliling melihat stan-stan di sana , lalu aku mulai kencan berdua kami dengan duduk di stan Boba , ditemani jajanan kaki lima yang lezat.

“ Jadi kamu dari Indonesia? “

Aku memberitahu nama asliku , dan tempat asalku karena aku ada niat untuk serius dengannya. Aku tahu itu bodoh , tapi wajahnya , senyumnya , cukup untuk membuatku kehilangan akal.

“ Kalo Indonesia , aku ingin sekali ke Bali. Dan Yogya. Jakarta juga deh “

“ Tapi Shenzhen lebih bagus dari Jakarta kok “

“ Entahlah , aku lahir dan Gede di sini . Jadi aku rasa , aku perlu suasana baru. “

Sayangnya hari ini mungkin hari terakhir aku di Shenzhen. Aku harus kembali ke Hong Kong , lalu kembali untuk mengajukan Visa di Shenzhen. Atau , aku bisa mengajak liburan ke Hong Kong. Ke Disneyland contohnya.

“ bagaimana kalau Hong Kong ? “

Aku berusaha membujuknya untuk ikut liburan ke Hong Kong bersamaku

“ aku selalu ingin ke Disneyland sih “

“ besok aku harus ke Hong Kong karena visaku habis . Kau mau ikut?”

Ia sangat polos dan lugu. Tanpa pikir panjang sambil tersenyum manis , ia mengangguk dan menjawab iya

“ Untung aku punya paspor “

Jika aku berniat jahat , aku bisa saja membawanya Ke Hong Kong , lalu memperkosanya dan menjualnya . Tapi aku bukan orang seperti itu. Untuk sesaat aku bahkan mempertimbangkan ia sebagai pacarku.

Entah apa yang aku pikirkan tapi aku rasa , saat itu , karma sedang menyerangku. Kami kembali berdiri , dan lanjut jalan-jalan berdua.

***

Aku mengantarnya pulang ke rumahnya. Ia tinggal bersama Ayah dan Ibunya. Ia cewek baik-baik , jadi aku rasa dia masih perawan. Aku sangat senang. Aku senang dia tetap menerimaku meski aku orang Indonesia.

Aku pun optimis bisa memulai hubungan serius dengannya. LinLing lebih tua lima tahun dariku, dan ia juga tahu aku baru 18 tahun. Tapi ia tidak keberatan. Dan itu membuatku semakin optimis . Aku pulang ke hotel dengan rasa gembira , seperti aku ingin melompat dan terbang saat itu juga.

Aku menjemputnya jam 9 pagi dengan sebuah taxi premium. Aku melihat dia berdiri di depan rumah . Cantik , imut menggemaskan. Aku tersenyum dan ia membalas senyumanku. Enak sekali rasanya , pagi hari disambut senyuman yang semanis itu. Namun ia tidak sendiri .

Aku melihat satu wanita lagi , berdiri di sampingnya , dengan sebuah koper. Ia juga cantik tapi sudah berumur. Mungkin seumuran Vina dan Shelly. Gayanya pun highclass, berbeda dengan LinLing. LinLing mendekat dan berbisik.

“ gak papa kan kalau kakak sepupuku ikut?”

“ boleh kenapa gak?”

Kami baru kenal sehari jadi aku mengerti itu. Lagipula aku memang tidak ada niat jahat , bahkan aku berniat serius . Hanya saja Kakak sepupunya ini , aku memang tidak tertarik dengannya. Aku sudah puas mengentot memek seumurannya.

Tapi dia , dia memperhatikanku dari ujung sampai ujung kaki , seperti sedang men-scan seluruh tubuhku. Dan aku, aku mulai merasa aneh.

“ Riki , kenalkan kakak sepupuku, Lena “

Lena

Kami berjabat tangan. Ia lebih tua enam tahun dari Linling. Ia dari Shanghai dan sudah tinggal bertahun-tahun di Shenzhen. Ia dan Linling duduk di belakang berdua , sedangkan aku duduk di depan bersama sopir.

“ Kamu orang Indonesia? Pertama kali ke sini? Liburannya bukan ditanggung kantor kan?”

Ditanggung kantor? Apa maksudnya?

“ gak dong. Saya ada bisnis sampingan di Indonesia?”

“Ah gitu. Biasanya orang Indonesia yang liburan ke sini itu ‘ditanggung kantor’ . Saya sering jadi guidenya “

Kakak sepupunya bekerja sebagai tour guide , tapi aku rasa ia tidak terlalu menyukaiku. Atau bisa dibilang , ia mungkin tidak menyukai orang Indonesia. Entahlah , mungkin ia punya masalah sendiri. Ia menanyakan apa bisnis sampinganku , dan aku jawab saja toko online. Dan ia menjawab

“ Toko Onlinenya pasti rame ya, sampe bisa liburan mewah ke sini , ajak cewek lagi “

“ kak Lena , apa-apaan sih?”

“ gak ada apa-apa , kita cuma lagi ngobrol , iya kan Riki?”

Kami sampai di perbatasan . Taxi premium ini memungkinkan kami untuk menyebrang Hong Kong tanpa turun. Aku juga sudah membooking kamar hotel , dan kebetulan aku memang memesan dua kamar , karena aku tahu LinLing ini anak baik-baik. Aku rasa merek mereka berdua bisa sekamar.

“ wow kamu booking hotel? Aku kira kita langsung pulang. Disneyland dan Shenzhen tidak sejauh itu lho “

“ kak Lena?!”

“Lho? Kenapa LinLing sayang?”

Tapi tentu saja aku harus membeli satu tiket lagi ke disneyland. Kurasa Lena tidak menyukai ideku mengakak Linling menginap di Hong Kong.

“ oh , kamu gak perlu-perlu repot-repot kok Riki “

“ ah serius , gak papa kak Lena . “

Kami sampai di Hong Kong. Kami ke hotel untuk menitipkan barang tapi aku rasa , Lena tidak menyukainya. Aku tahu aku seharusnya menyewa mobil sehari untuk langsung pulang ke Shenzhen dan memperbarui Visa , tanpa harus menginap di Hong Kong. Sekarang aku ragu Lena akan memberikan kesan baik kepada ortu LinLing tentang aku.

Kami langsung ke Disneyland. Perjalanan dari Shenzhen sampai ke Disneyland memakan waktu dua jam. Aku menambah satu tiket lagi secara online, dan akhirnya kami pun masuk . Itu kunjungan pertamaku dan aku menyukainya. Apalagi ditemani gadis secantik Linling.

“ yuk kita foto dulu “

“ Kakak gak usah ikut , sini kakak foto “

Aku berfoto berdua dengan Linling. Ia lebih tua dariku namun di foto itu kami tanpa seumuran. Kami bergandengan keliling disneyland dan ia terlihat sangat antusias. Secara mengejutkan , Lena yang mulanya menyebalkan , membiarkan aku dan Linling bebas berduaan seperti orang baru pacaran.
“ kamu kenapa book hotel? Aku kira kita langsung pulang lho. “

“ Sorry , aku Cuma mikir , liburan sehari ke Hong Kong , pasti nge Parmin banget “

“ iya sih. Aku juga yang salah , aku bilang , kita langsung pulang. Makanya dibolehin. Terus , maaf ya soal Kak Lena. Dia orangnya memang gitu “

Aku tidak bisa bilang apakah Lena menyukaiku . Atau tidak . Aku sering tidak sengaja melihat ia menatapku tajam . Lalu ia membuang muka ketika tahu aku melihatnya. Lalu ia kembali menatapku ketika aku asyik atau sibuk dengan Linling.

Sebenarnya kencan hari itu , cukup dan sangat menyenangkan . Apalagi aku dan Linling kami sama-sama sudah lama ingin berlibur ke Disneyland. Hanya saja , kehadiran Linling , seperti memberi sedikit jarak antara kami berdua.

“ Kapan kamu pulang ke Indonesia? “

Dia bertanya kapan aku pulang dan jujur aku agak bingung menjawabnya. Aku punya tiket pulang dari Shelly tapi aku sudah membuangnya dan belum memesan tiket pulang. Rencananya aku ingin tinggal lebih lama lagi sebelum pulang ke Indonesia.

“ mungkin seminggu lagi. “

Jawabku.

“ lama juga ya. Kau menetap di Shenzhen ? Atau di Hong Kong ? “

“ kalau itu , aku tidak tahu. “

Dan tiba-tiba Lena muncul mengganggu percakapan kami berdua

“ hey , lagi ngobrol apa ini?”

“ ah enggak kak “

Jawab Linling

Walaupun menyenangkan kencan di Disneyland itu , terasa sangat cepat. Aku melihat jam dan ternyata kami cuma jalan-jalan tiga jam. Waktu masih menunjukkan jam 3 dan Lena , sudah bertanya

“ jadi kapan pulang ? “

Linling tersenyum tidak enak. Kami masih ingin berdua , bahkan kami merasa kencan baru saja di mulai. Dan pertanyaan itu seperti merusak momen kami. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku masih sangat muda dan rasanya tak sopan jika aku mencegah Lena.

Aku bisa menjawab terserah , seperti menyerahkan semuanya kepada Kak Lena. Kami berjalan keluar dari Disneyland. Kami berfoto lagi berdua sebelum pulang.

“ Jadi , bagaimana? Kita mau pulang sekarang? Atau menginap? “

“ Kak Lena , boleh gak kita nginep sehari saja di Hong Kong “

“ Linling , kita sudah bahas ini kan?”

“ tolonglah…. “

Linling terus berusaha membujuk Lena di depanku. Dan akhirnya setelah berdebat dan berpikir panjang , ia menjawab

“ Iya-iya, lagian kapan lagi kita bisa nginep di four seasons.”

Lena menyingkir sebentar untuk menelepon ortu LinLing di Shenzhen. Lima menit kemudian dia kembali dan mengabari kami jika Linling boleh menginap asal didampingi Kakak sepupunya. Berita bagus untukku karena jika tidak, aku kehilangan 30 juta dalam sehari.

“ malam Hari ini punya kalian berdua “

“ Yay makasi ya kak Lena “

“ Tapi ingat , jangan macam-macam ya Lin. Kamu denger kan Rik ? “

Aku memang tidak berniat jahat. Jika mungkin aku memang ingin memulai hubungan serius . Bukan sekedar one night stand, atau pacaran selama liburan . Tapi aku mungkin akan memutuskan pacarku di Indonesia . Dan memulai hubungan serius dengan LinLing.

“ jadi , mau kemana kalian berdua malam ini? “

“ um, kita mau kemana Rik?”

Aku tidak mengajak mereka ke Mall termahal , dinner di rooftop atau di restoran mahal atau semacamnya. Aku bertanya kepada Linling ia ingin kemana malam ini, dan aku janji aku akan mengabulkannya. Ia sangat ingin ke Victoria Peak , pada saat malam hari , dan aku benar-benar mengajaknya ke sana.

Lena memberi kami waktu berdua saja , sedangkan ia menyingkir ke suatu tempat . Aku memberanikan diri menggenggam tangannya , dan ia sedikit terkejut. Ia pun menggenggam tanganku dan kami pun sama-sama tersenyum.

Pemandangan kota Hong Kong di malam hari sangatlah Indah. Tapi menurutku dia lebih indah. Shelly juga mengajakku dinner di sini , namun saat aku ke sana berdua dengan Linling , kesannya sangat berbeda. Kami selfie berdua , mengabadikan momen itu .

Aku sangat senang malam itu. Aku makan malam di tempat yang sama di mana aku dan Shelly juga makan malam. Itu menyedihkan dan sangat tidak kreatif. Namun senyum bahagia , berkata sebaliknya. Itu sebenarnya ide yang sangat cemerlang.

“ Terima kasih Riki , aku senang sekali malam ini “

“ aku lebih senang lagi “

Aku pegang tangannya , aku tatap matanya serius dan aku pun mengatakannya

“ wo xi huan ni “ (aku suka kamu )

“ wo xi huan ni , Riki “

Kami tidak bercumbu. Tapi tatapan kami berdua malam itu , bahkan lebih bermakna dan lebih indah dari sebuah ciuman. Untuk pertama kalinya , aku merasa sesuatu yang lebih dari sekedar nafsu. Sebuah rasa yang lebih dari sebuah birahi yang berkobar di dalam diriku.

Aku , aku sepertinya benar-benar jatuh cinta, bahkan melebihi cintaku yang sebelumnya. Ia gadis yang benar aku impi-impikan , yang benar-benar aku inginkan. Kami bergandengan tangan dan malam itu menjadi malam pertama kami pacaran. Malam pertama aku benar-benar menduakan pacarku di Jakarta.

Kami pulang ke hotel. Aku memesan dua kamar suite , dengan luas 319 meter persegi , dengan kasur ukuran King dan sebuah kamar mandi yang super mewah. Kamar yang jauh lebih mewah dari saat aku menggenjot Shelly.

Aku berencana menghabiskan uang Shelly saat liburan , dan kembali menjadi diriku sewaktu aku pulang. Aku berbaring di kasurku hanya dengan Boxer , beristirahat dengan hati yang gembira setelah apa yang terjadi hari ini.

Lalu , seseorang menekan bell pintu kamarku. Aku mengenakan kaos dan melihat siapa yang datang. Aku tidak menyangka siapa yang akan berdiri di balik pintu itu. Lena , kakak sepupu Linling , berdiri di depan kamarku.

“ boleh saya masuk?”

Aku mengizinkannya masuk. Ia melihat ke sekeliling kamarku. Kamar yang sebenarnya terlalu luas untuk dua orang . Aku juga memesan kamar yang sama untuk mereka. Ia lalu duduk dan menatapku tajam dengan tatapan khasnya.

“ katakan , apa yang kamu lihat dari Linling , Riki?”

Aku terkejut sekaligus bingung dengan pertanyaan itu

“ maksudnya ?”

“ laki-laki seperti kamu , rela membayar apa saja demi apa yang kalian inginkan. Jadi katakan , apa yang kamu lihat dari Linling ? Apa dia cantik ? Manis? Lugu? “

Aku jawab saat aku bilang aku menyukainya , aku serius . Aku tidak melihat apa-apa , menginginkan apa-apa , kecuali dia . Aku bilang aku bukan tipikal pria yang membeli cinta seorang gadis , dan pergi saat sudah puas .

“ baiklah aku percaya. Tapi bagaimana dengan aku? “

Ia lalu berdiri dan membuka jubah putih panjang yang ia kenakan. Memperlihatkan bra dan celana dalam hitam , dengan belahan buah dada , betis dan paha yang menggoda

“ andai saja kau bisa membeliku, berapa kau akan membayar? “

Aku tidak langsung menjawabnya. Ia berdiri di depanku , menatapku dengan tatapan menantang sambil memamerkan tubuhnya.

“ apa kau akan memberitahu Linling ?”

“ Tidak sayang. Ini hanya antara kau dan aku “

Dengan masih duduk di atas sofa . Aku memulai penawaranku.

“ 1000 Dollar Hong Kong ?”

Ia hanya tertawa

“ coba lagi sayang “

“ 5000? “

“ tidak , coba lagi “

“ 50,000? “

“ wow , aku suka pria seperti kamu “

Bersambung