Petualangan Fuckboy Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Tamat

Cerita Sex Dewasa Petualangan Fuckboy Part 2 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Petualangan Fuckboy Part 1

POV Linda​

“ Udah jam segini , rokok gue masih gak ada yang laku. Sial banget gue hari ini “

“ sabar Linda. Baru juga jam 12. Jangan gampang nyerah gitu dong. “

“ Gimana gue gak sabar Mona . Nenen gue , pantat gue , Abis semua ditoel-toel ama om-om mesum! Boro-boro kasih tips , beli rokok sebungkus saja gak .”

“ makanya lu pepet dong Linda. Jangan jual mahal. Lu kibulin kek , lu rayu-rayu , terus lu porotin. “

“ Tahu gini mending gue balik Open BO aja di twitter. “

“ ntar dulu! Tuh liat ada cowok ganteng ! Kayaknya tajir tuh. Buruan lu tawarin! Siapa tahu rejeki.”

“ bocah gitu dibilang cogan . Mesum lagi . Liat saja tititnya ngaceng gitu waktu ngelirik kita Ihh “

“ bocah-bocah yang penting punya titit loh Lin. Ngerti kan? “

“ diem! Tunggu sini. Kalo gue dimarahin nyokapnya , elu yang nanggung “

Aku melihat dua SPG rokok , yang berbicara cukup kuat , sampai-sampai aku mendengar apa yang mereka katakan. Mereka tepat di sebelahku , dan menurutku pakaian mereka terlalu sexy. Mereka memakai , bra Sporty berwarna merah , dengan sebuah hot pantas hitam super ketat.

Aku dapat melihat belahan dada mereka , putih dan sexy , jadi menurutku pakaian itu terlalu sexy bahkan untuk tempat seperti ini.

“ malam kakak , boleh minta waktunya bentar? “

SPG itu berdiri tepat di depanku , sehingga aku dapat melihat lebih jelas buah dada dan belahannya. Putih sexy , bahkan jauh lebih putih dari Santi.

“ oh iya , iya . Silahkan mbak “

Aku mengizinkan ia menawariku rokok , ya , walaupun aku tidak suka rokok.

“ Linda mau nawarin rokok nih kak. Produk terbaru , premium berkualitas tinggi dengan harga terjangkau . Linda juga mau nawarin produk vape kita nih . “

Buah dadanya bergoyang memantul-mantul ketika ia berbicara. Aku tidak bisa berpikir lurus. Saat itu juga libidoku naik, dan penisku langsung mengacung setinggi-tingginya seperti menara Eiffel di Paris. Linda sadar aku melihat dadanya dengan nafsu , dan dia melirik ke arah penisku yang mengacung di balik celana. Ia perlahan mundur

“ saya ambil semua mbak “

Jawabku , mencegah ia mundur. Aku tak mau ia melihatku sebagai bocah mesum yang kere dan tak punya modal.

“ ambil… semua? Boleh-boleh. Semuanya jadi 550 ribu. “

Untuk empat rokok dan sebuah vape. Aku merogoh kantongku dan mengambil 750 ribu.

“ nah ini buat barang-barangnya. Ini buat mbaknya “

Dan aku pun menyusupkan uang 250 ke belahan toketnya, secara sekilas merasakan buah dadanya bulat dan kenyal. Linda teriak terkejut dan tertawa malu-malu. Temannya tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi nekatku. Jika aku sedang sial ia bisa saja menamparku dan menuntutku.

“ makasi ya kak. Boleh kita tanya-tanya dulu, buat lengkapin data. “

Dan tiba-tiba jarinya sudah masuk ke dalam celana dan meremas batang penisku. Linda melakukannya sambil tertawa genit.Linda pun duduk satu meja denganku. Kami belum melakukan sex , tapi aku seperti bisa membayangkan buah dadanya menjepit penisku , lalu mengguncang-guncangannya sampai ejakulasi di antara keduanya.

Temannya masih tertawa sampai terbatuk-batuk melihat aksi mesum kami berdua. Ia lepaskan jemarinya dari batang kemaluanku. Ia menanyai data umum seperti namaku , nomor WA , tempat tinggal dan umur, dan aku pun menjawabnya tanpa pikir panjang.

“ santai saja adek nya , ga usah nerves gitu dong. Biasanya pake rokok apa sih?”

Aku mengarang kalau aku memang merokok , dan aku tidak tahu apakah Linda benar-benar percaya , atau bisa jadi tidak mau tahu. Tidak terasa ia sudah mewawancaraiku selama setengah jam lebih , lalu Linda berdiri dan mengucapkan

“ terima kasih ya Dek . Ada lagi yang bisa Mbak bantu?”

Wajahnya sangat kusut waktu dia menghampiriku dan sekarang ia tampak lebih baik walaupun aku meremas buah dadanya dengan sengaja. Tidak mungkin ia tidak tahu aku sangat sange , karena dari tatapanku saja , sangat kelihatan jika aku sudah mupeng berat. Aku bersalaman dan Linda berbalik , berjalan kembali menuju di mana temannya menunggunya.

“ dia mau pergi? Ayo Riki! Ayo!”

Dan naluriku membuatku berdiri dengan sendirinya lalu memanggil Linda dengan nada gugup

“ mb…mbak “

Linda pun berhenti. Ia pun berbalik dan dengan manja menyahut

“ Iya … ada apa adek? “

“ aku…. aku mau tanya nomor WA boleh?”

Saking gugupnya pertanyaanku melenceng dari niat mau ssi , mengajaknya ML sepuasnya , ke pertanyaan konyol seperti menanyakan nomor WA.

“ oh , boleh , sini mana Handphonenya, mbak aja yang misscall”

Aku mendapatnya nomornya dan ia terkejut saat melihat Iphoneku yang saat itu masih sangat baru. Ia mengembalikan Iphone itu ke tanganku sambil lagi-lagi tersenyum manja.

“ boleh ML gak?”

“ hah?”

“ Pak!!!”

Dan dibayanganku , ia langsung menamparku sekeras-kerasnya. Kurasa aku hanya terlalu takut. Linda sempat terdiam lama. Lalu ia tersenyum selebar-lebar.

“ tergantung sih. Aku pengen denger tawaran kamu dulu. “

Aku seperti ingin melompat kegirangan. Aku harus berpikir jernih , dan melempar tawaran yang tepat agar ikan segar ini tidak lepas dari tali pancingku.

“ 800 mbak? 850? “

Linda dengan santai menggeleng kepalanya.

“ tambah dong adekku. Tadi banyak yang nawarin segitu. “

Dan ternyata sudah banyak om-om yang menawar Linda tapi dia tolak.

“ satu mbak?”

“ tambah dong sayang”

“ satu setengah ?”

Dan ia langsung menghimpit penisku dengan pahanya , mendekatkan wajah dan bibirnya ke telingaku , seraya berbisik

“ aku mau … tapi syarat terakhirnya kamu harus coli di depan temen aku, Mona “

Tanpa pikir panjang aku berdiri di depan Mona , lalu kuturunkan celanaku , dan mulai coli , mengocok-ngocok penisku di depan mata temannya. Mona melongo kaget. Linda tertawa terpingkal-Pingkal dan aku pun crot di depan mata Mona. Ia memekik geli waktu aku ejakulasi di depan temannya

“ Linda… elo sama bocah ini sama-sama cabul “

Aku membayar ruang karaoke selama dua jam . Aku juga memesan beberapa soda dan air putih , dan Linda langsung meminumnya. Ia benar-benar haus. Linda juga memesan makanan , dan kami sempat makan ringan sebelum memulai permainan.

“ sumpah , tadi adek mbak kira bocah kere yang gak punya duit gitu. “

Aku menjawab dengan nada santai

“ ya enggak dong mbak , masa iya aku liburan gak bawa uang. “

“ oh jadi liburan, rencananya mau kemana memang? Bengkulu ? Palembang? “

Kami mengobrol sebentar sambil menunggu penisku bangkit. Aku bilang aku belum punya rencana , atau dengan kata lain backpacker. Tentu saja aku tidak bilang kalau tujuanku berwisata kulisex ke pulau sumatra. Karena , itu pasti terdengar konyol.

Linda lalu menyarankan aku untuk liburan ke bandar lampung , ke pahawang , bahkan ia menyindir kalau ia tidak keberatan kalau aku mengajaknya. Lima menit kemudian , entah bagaimana kami sudah berdekapan tanpa busana , diatas sofa , diiringi musik dari karaoke.

Dan kami pun bercumbu. Kami berdekupan erat , berciuman di luar di atas sofa. Sesekali bibirku turun mengecup menghisap gemas lehernya , sesekali kedua tanganku meremas buah dadanya. Tidak hanya indah , namun keduanya sangat nikmat dan memabukkan.

Aku seolah ingin meremasnya , lagi dan lagi. Jemarinya tiba di batang penisku , dan ia pun mulai mengocok-ngocok , selagi terus mencium , melumat, menghisap bibirku.

Kami sama-sama tenggelam dalam nafsu. Aku merasa nyaman mencium , mendekap , dan meremas buah dadanya. Linda pun terus menciumku seolah tak mau melepaskan bibirnya. Jemarinya terus memompa kemaluanku naik turun , dan aku sangat menikmati sentuhan ajaibnya itu. Ia melepaskan bibirnya dari bibirku , jemarinya dari penisku , lalu ia pun turun ke antara kedua selangkanganku.

Ia menjepit penisku dengan kedua buah dadanya. Ia selipkan penisku di belahan dadanya , lalu ia jepit dengan buah dadanya , dan ia tahan dengan kedua tangannya. Rasanya aku seperti hampir ejakulasi saat itu juga .

Benar-benar mimpi jadi nyata . Ia goyangkan payudaranya , mengguncang-guncang penisku yang hampir meledak.

Penisku berdenyut-denyut hebat seolah akan meledak. Aku mendesah keenakan dan Linda ikut mengerang nakal memancing birahiku. Aku sering menonton adegan ini di Iphoneku , namun kali ini aku merasakannya sendiri. Dan rasanya luar biasa. Saat penisku hampir ejakulasi di buah dadanya , Linda melepaskan penisku.

Saatnya permainan inti. Linda naik tepat ke atas penisku , siap untuk menunggangiku. Kulitnya yang begitu putih bersih , buah dada yang indah dan nikmat , dan memeknya yang Tembem tak berbulu, membuatku ragu aku akan bertahan lama.

Seolah siap dengan apa yang akan terjadi , Linda ternyata telah menyiapkan kondom di tas kecilnya. Ia pasangkan kondom itu dengan bibirnya , sampai terpasang sempurna di penisku.

Memeknya kini menempel langsung dengan penisku. Ia tidak langsung memasukkannya. Ia menggoyang tititku yang nyaris meledak dengan bibir memeknya , dan sambil tersenyum menggoda ia berbisik

“ santai aja dek. Gak perlu buru-buru . Titit kamu kecil-kecil cabe rawit juga ya. “

Penisku menyeruduk masuk ke lubang memeknya. Ia membuka bibirnya lebar-lebar , lalu mendesah panjang menikmati serudukan tititku di memeknya. Aku hanya terbaring pasrah , dan Linda pun mulai menggoyangku tanpa ampun. Ia mendesah sekeras-kerasnya , sementara aku terbaring pasrah sambil meremas buah dadanya dengan gemas.

Linda menunggangiku, menggoyang-goyang pinggulnya dengan kencang. Kedua selangkangan kami bertepuk-tepuk diiringi musik karaoke. Linda mulai mendesah panas , sambil mempercepat goyangannya.

Sex dengan Linda terasa lebih nikmat daripada dengan Santi , meskipun kali ini aku memakai kondom. Memek beceknya terus mengobok-obok penisku dan kami pun kembali berdekapan dan berciuman dengan liar.

Aku tak percaya aku masih bisa bertahan cukup lama. Dengan nafas terengah-engah dan keringat bercucuran , kami sempat berganti posisi sehingga kini Linda menungging di atas sofa , dan aku berlutut siap menggenjot memeknya dari belakang , dengan posisi Doggy Styles. Aku pegang pinggulnya lalu aku tusuk memeknya , dan dengan nafsunya aku genjot memek becek itu tanpa ampun.

“ ahhh ahh ahh iya dek terus dek. Terus sayang. Terus . Ahhhh ahhh ahhhh mmmmhhh goyang terus dek. Ahhh “

Linda mendesah sambil memekik-mekik liar. Aku menggenjotnya lebih cepat lagi, secepat yang aku bisa. Rasanya nikmat sekali , dan aku seolah ingin menggenjotnya lebih keras lagi jika aku bisa .

Air maniku menyembur hebat , dan kami pun memekik berbarengan . Ejakulasi itu jauh terasa lebih enak , lebih memuaskan , dari sex yang sebelumnya.

***

“ waw banyak banget sayang. Kalo Malam pertama bisa langsung jadi anak ini “

Hanya beberapa jam setelah ML dengan Santi, aku ML yang kedua dengan Linda , dan aku sangat puas. Kami duduk di atas sofa , dan Linda membantuku melepaskan kondom yang penuh air maniku. Dengan alas tisu, Linda kembali mengocok-ngocok sisa-sisa sperma keluar dari penisku , hingga benar-benar kering. Rasanya ngilu-ngilu segar dan aku menyukainya.

“ sering-sering dong WA gue. Kadang gue itu bosan tahu jadi SPG di tempat kayak gini. Jarang-jarang ketemu cowok kayak lo. “

Tentu saja jika aku punya banyak uang , bahkan tiap hari pun aku siap. Sayangnya , mungkin saat ini aku punya , mungkin nanti tidak. Tapi demi sex yang memuaskan seperti tadi , kurasa aku akan sering memanggil Linda.

Aku pun keluar , dan kapal sudah hampir berlabuh di Bakauheni. Aku kembali ke bus , mendengarkan lagu , lalu tertidur ketika menunggu turun dari kapal. Lagi-lagi aku merekam semuanya dengan spy cam , dan aku tidak sabar menunjukkannya pada Ian besok.

Kami keluar kapal sekitar jam 3 pagi. Aku terbangun sebentar lalu tertidur lagi. Aku terbangun sekitar jam 5 pagi , dan tiba-tiba saja aku sudah tiba di bandar Lampung.

“ Sampe, sampe , sampe”

Kernet bus membangunkan semua orang. Aku turun dengan tas ranselku , dan aku masih sangat mengantuk . Aku berjalan kaki menuju sebuah mesjid , dan tidur di pinggirnya. Ajaibnya mereka tidak menggangguku , atau menyuruhku tidur di tempat lain. Aku tidur lumayan nyenyak , dan terbangun tiga jam kemudian, di jam 8 pagi.

Aku mengambil roti dari tasku, dan mulai sarapan. Aku sengaja membawa bekal demi menghemat , lagipula aku mudah sekali terkena diare. Aku minum air putih, lalu mengisinya kembali di dispenser gratis dari mesjid. Aku menumpang mandi lalu ketika selesai Aku duduk di tempat lain. Aku harus ke suatu tempat , tapi aku tidak bisa menginap di hotel karena terlalu pagi.

Aku berpindah ke sebuah Indomaret. Aku sudah kembali rapi dan wangi karena sudah mandi di mesjid. Setidaknya aku agak PD kalau ingin PDKT dengan mangsa baruku. Aku mulai mencari-cari memek baru untuk memuaskan tititku hari ini, setelah Santi dan si SPG panlok , Linda .

Apakah mbak kasir Indomaret yang putih , langsing , dengan pantat indah ini? Tidak , kurasa aku tidak suka hijaber. Atau sekumpulan cewek alay yang kecanduan tik tok? Nah , aku belum begitu tertarik ML dengan cewek seumuranku. Astaga , apa tidak ada mangsa menarik di sekitar sini? Atau setidaknya cewek kuliahan yang sexy dengan body yahud?

“ ntar dulu , kenapa gue gak coba APP Fender saja?”

“ Fender , pilih siang ini , ML sore harinya “

Fender , aplikasi biro jodoh di dunia kami. Aku langsung membukanya dan ternyata ada banyak pilihan di sekitarku. Aku berlangganan premium dengan kartu kredit ayahku jadi kurasa aku bisa melihat siapa saja yang tertarik denganku.

Pertama , kasir Indomaret yang aku lirik barusan. Namanya Siska dan aku tidak keberatan jika ia memberiku blowjob sekilas.

Kedua, Linda . Tapi enam jam yang lalu jadi kurasa dia memang sudah tertarik ML denganku sebelum aku mupeng ingin meremas toketnya.

Aku tidak tertarik dengan cewek ketiga sampai ke delapan , sampai berbelas-belas lainnya . Kebanyakan akun palsu bermodal foto sexy, dan beberapa cewek yang belum masuk seleraku. Karena sekali lagi tujuan utamaku adalah ML , bukan pacaran terus nikah.

Lalu aku sampai ke salah satu sosok yang sangat asing di mataku. Sosok yang aku tak percaya tertarik dengan bocah mesum seperti aku. Aku kira akun itu akun palsu karena fotonya sangat sexy , dengan hanya sebuah bikini di kolam renang. Tapi aku harus tahu. Aku langsung klik ‘tertarik’ dan sebuah notifikasi besar muncul

“Selamat , kamu berjodoh “

Aku langsung berdiri dari tempat dudukku, dan langsung menulis pesan

“ maaf , ini mbak Shelly ? “

Aku tak perlu menunggu lama. Entah apa karena masih pagi , sebuah pesan langsung mendarat ke dm-ku

“ Riki beneran baru lulus SMU? “

Aku menjawab ya , dan bilang kalau bulan lalu aku baru saja perpisahan dengan temanku. Aku membalas lagi

“ kapan bisa ketemuan mbak”

Dan Shelly menjawab

“ jangan panggil mbak dong. Panggil Shelly saja. Siang ini bisa? Sekalian makan siang “

Kami bertemu di sebuah restoran di Mall bumi Kedaton bandar lampung. Aku berganti kostum , mengenakan kemeja putih punya dan celana jeans biru Giordano. Dua-duanya dibelikan ayahku dan untung sekali aku membawanya. Aku meletakkan tas ranselku di sebelah tempat dudukku dan menunggu Shelly.

Shelly

Dan dia datang. Gayanya sangat berbeda dari orang lain. Sexy , glamor dan sangat elegan. Bahkan harga tasnya saja jauh lebih mahal dari seluruh baju yang kubawa keseluruhan , ditambah seluruh uangku, bahkan ditambah Iphoneku. Aku berdiri dan kami berjabat tangan

“ Shelly, kamu Riki kan?”

“ iya bener mbak . Aku Riki , dari Jakarta “

Kami duduk berseberangan dan langsung memesan makanan. Di Fender tertulis jelas , under 19 only , yang artinya ia mungkin hanya tertarik dengan cowok di bawah 19. Dan aku sempat melihat ada lagi kategori , No pribumi , yang mana itu sangat rasis karena sebenarnya aku juga pribumi. Tapi untuk sekarang , siapa peduli , biarkan saja ia mengira aku seperti yang ia pikirkan.

“ oh , jadi ceritanya Riki liburan backpacker nih ke Lampung . Udah ada rencana nginep? “

“ belum sih , rencana mau cari kos drive thru gitu. “

“ aduh jangan , gak aman lho. Nginep di condo aku aja mau? “

Dia sangat agresif tapi aku menyukainya. Ini pertama kalinya aku diundang menginap ke tempat tinggal cewek lain. Aku bahkan belum pernah masuk ke rumah pacarku sendiri. Tentu saja aku menerima ajakannya , dan aku tidak sabar tiba di sana.

Kami makan siang bareng, dan dia mentraktirku. Itu agak aneh bagiku karena biasanya , aku yang mentraktir pacarku. Tapi siapa peduli. Ia lalu mengajakku nonton. Shelly jauh lebih tua dariku tapi seleranya hampir mirip dengan pacarku.

Aku sudah menonton film itu di bioskop , tentu saja dengan pacarku , tapi aku menonton lagi dengannya dan mengaku aku belum pernah menonton film itu. Aku menemaninya ke supermarket belanja kebutuhannya , dan akhirnya , setelah matahari terbenam , ia mengajakku pulang ke kondomonium pribadinya.

“ Santai saja Rik , anggap saja rumah sendiri “

“ iya Shel. Makasih ya “

Hanya ada satu kamar utama di apartemen itu jadi kurasa , kami tidur satu kamar , seperti pengantin baru. Wow , apa itu artinya aku resmi kumpul kebo dengan cewek high class seperti Shelly, tanpa biaya serupiah pun?

“ kamu mau mandi duluan Rik? “

“ Boleh Shel . Aku duluan ya “

Aku membuka bajuku dan mandi lebih dulu. Ia duduk di depan kaca sambil menghapus maka upnya. Aku memasang spy cam cadangan di kamar mandi Shelly , agar aku merekam apa yang terjadi. Spy cam utamaku sudah aktif dan mulai merekam sejak aku baru masuk kondo pribadinya.

Ketika selesai semuanya , aku lalu keluar , dan aku langsung di suguhkan pemandangan tubuh Indah Shelly yang hanya dibalut handuk. Buah dadanya sangat luar biasa besar , padat , seperti sepasang bola basket menempel di dadanya.

Belahan dadanya saja berhasil membuatku hampir pingsan. Aku bahkan tak sadar handukku terlepas dan penisku meninggi-meninggi dan terus meninggi sampai lebih besar dan keras dari biasanya

“ wow “

Bisik Shelly.

Ia berjalan mendekat , menunduk mengambilkan handukku yang jatuh sehingga aku dapat melihat buah dadanya dengan jelas. Batang kemaluanku semakin mengeras dan aku mulai gerah . Wajahnya hanya selisih beberapa centi dari pedang panjangku itu .

“ handuknya lepas sayang “

Aku merasakan tangan lembutnya di penisku saat ia memasangkan handuk itu. Rasanya nyaman , enak , dan aku tak sabar merasakan jemari-jemari itu mengocok-ngocok , memompa penisku. Shelly kembali berdiri

“ aku mandi ya Rik “

Ia lalu masuk kamar mandi dan aku langsung mengambil handphoneku. Sambil mengenakan baju, aku menghubungi Ian , dan mengirim Link video adegan ranjangku yang sebelumnya. Yaitu adegan bersama Linda di atas kapal Ferry.

“ Ian. Oi”

Dan tidak lama Ian membalas

“ Anjir ini anak udah kayak anak ayam lepas. Ngentot lagi lu waktu di Merak?”

“ lebih tepatnya di selat Sunda cuy.”

“ Anjir nih bocah kalah gue “

Aku lalu memberi tahu Ian kalau aku baru saja dapat mangsa dari Fender. Seorang wanita karir dari Lampung , yang tajir melintir , dengan toket raksasa yang indah , tapi entah bagaimana Jablai dan kesepian. Aku juga memberinya foto Shelly yang hanya pakai handuk , yang aku tangkap dengan spy cam rahasiaku.

“ Anjing! Parah lu parah . Selama ini ternyata elo itu kayak pura-pura doang cupunya. Ternyata , FUCKBOI TINGKAT LAKNAT KAU BUJANG”

Aku tertawa . Dan tiba-tiba Shelly keluar dari kamar mandi.

“ kamu ketawa kenapa Rik? “

Aku kembali tertawa dan menunjukkan sebuah meme lucu ke Shelly. Dan ia pun tertawa terbahak-bahak termakan tipuanku.

“ kamu itu lucu banget ya ternyata . “

Bahkan ia pun mencubit pipiku. Shelly lalu membuka handuknya , menunjukkan Toket , bokong indah , dan belahan memeknya ke depan mataku , dan tentu saja spy cam rahasiaku. Tentu saja birahiku terbakar dan aku tak sabar ingin menjantaninya. Tapi aku harus sabar. Aku harus tetap berwibawa atau dia akan ilfeel

“ Yuk Rik , kita dinner dulu. “

Shelly membuatkanku makan malam. Aku merasa aneh , karena ibuku sendiri bahkan jarang membuatku makan malam. Aku biasa makan malam masakan mbok Darma , atau terkadang memesan domino atau burger King. Selain Cantik, Sexy dan Modis , kurasa Shelly sosok yang sudah siap menjadi seorang Istri. Hanya saja , lucu jika ia hanya tertarik dengan bocil sepertiku

“ Makan malamnya siap . Jangan lupa doa dulu sayangku “

“ sa…yang? “

Dan dia langsung mengecup bibirku. Otakku seperti meledak. Aku meracau , mengucapkan bahasa-bahasa alien karena terkejut

“ kan sudah aku bilang anggap saja ‘ rumah sendiri ‘ “

Kurasa itu artinya aku harus cosplay menjadi suami berondongnya.

“ Okay makasih ya sayang “

Jawabku santai sambil mengecup bibirnya. Kami berpelukan cukup lama , lalu ia melepaskannya dan menatapku dengan tatapan yang penuh kasih sayang. Seperti tatapan istri ke suaminya

“ Yuk kita makan “

Makan malam itu sangat lezat. Shelly sangat pintar memasak. Tubuh sempurna , Toket besar bulat dan Indah , bokongnya sempurna , aku heran cowok bego mana yang gak mau sama cewek ini. Minusnya hanya dia sepertinya agak rasis dan cuma ML dengan berondong 18 tahun.

“ Riki sayang suka clubbing”

Aku anak gamer tulen 100 persen yang sangat tidak suka menghabiskan uang dengan cara seperti itu. Jadi aku jawab aku tidak suka clubbing. Meski aku pernah masuk ke diskotik mini di dalam kapal Ferry kemarin dan ML dengan SPG panlok. Tapi tentu saja aku tidak cerita padanya

“ belum pernah minum bir sayang?”

“ belum. Nge rokok saja aku enggak “

Jawabku

“ iihhh kamutu bener-bener cowok idaman aku banget siiii “

Sahutnya sambil mencubit pipiku

“ tapi kayaknya kamu suka main game sama agak cabul nih. Bener kan?!”

Aku tertawa dan menjawab itu mungkin benar. Kurasa semua orang tahu aku sangat suka game , tapi tidak semua menyangka kalau aku ini sebenarnya memang cabul.

“ tapi yang penting belum pernah ‘gitu’ kan sayang?”

Aku jawab iya dan dengan bodohnya Shelly percaya. Ia sepertinya benar-benar percaya kalau aku perjaka , bahkan ia mungkin mengira kalau aku belum pernah pacaran. Kesalahan utamanya adalah Shelly sangat menghormati privasi sehingga kesalahan utamanya adalah tidak pernah mengecek Iphoneku.

Ia tatap mataku , dan dengan wajah serius , ia duduk di pangkuanku sambil mengatakan

“ mulai malam ini , kami gak boleh nonton bokep lagi , atau lirik cewek lain. Anggap aku sebagai artis bokep pribadi kamu. Aku tahu ini terlalu cepet tapi aku ingin kapan pun kamu butuh , kamu bilang aku dan kamu boleh jadiin aku sebagai pelampiasannya.

Aku tercengang, tapi otakku tiba-tiba membuatku malu dengan memaksa bibirku kembali meracaukan kata-Kata alien. Shelly tertawa geli. Ia kalungkan kedua tangannya di leherku , lalu kamu kembali bercumbu , tapi kali ini cukup lama dan cukup erotis.

Kami tidak langsung ML , walaupun aku sudah sangat sange. Sama seperti di rumah , aku Cuma pakai boxer tipis , sehingga ia pasti dapat melihat jelas jika monasku berdiri gagah. Ia pun hanya mengenakan Lingerie tipis , tanpa bra dan CD sehingga aku bukan cuma melihat belahan dadanya , tapi seluruh buah dadanya termasuk putingnya. Shelly sangat suka drama korea jadi aku menemaninya nonton drakor beberapa episode sampai jam 11 malam.

“ aku puas banget hari ini say. Makasih ya “

Kami pindah ke kamar. Kami sudah saling berhadapan dan ia tiba-tiba berbicara seperti itu padaku.

“ aku juga say. Aku yang makasih “

Dan kami pun berciuman. Ia lumat bibirku , ia lilit lidahku , lalu ia hisap dengan liar. Cumbuannya sangat liar dan sangat lihai. Ia lepaskan ciumannya , ia tuntun kedua jariku membuka baju lingerie itu. Dengan nafsu kuremas kedua buah dadanya , lalu kupelintir putingnya gemas dengan jemariku.

“ ohhhh sedot sayang ohhh isep ohhh “

Aku menghisap buah dadanya dengan bibirku. Kuremas-remas liar buah dadanya, aku hisap dengan liar , lalu aku mainkan lidahku di putingnya. Jemariku menyusup ke lubang memeknya , lalu aku colok keluar masuk sehingga ia memekik keras , dan melolong keenakan.

“ ahhh Riki ahhh “

Memeknya bertambah becek. Tubuhnya menggelinjang tak karuan , membuatku semakin nafsu melanjutkan aksiku. Aku hentikan remasanku, aku lepaskan bibirku dari toket indahnya , lalu sambil terus mengocok memeknya , aku hisap lehernya dengan penuh nafsu. Tubuhnya makin menggelinjang dan ia pun seketika mendekup dan mencakar-cakar kecil punggungku. Aku naikkan bibir dan lidahku menuju telinganya , lalu Kukecup liar seraya berbisik

“ I Love you “

“ ahhhh “

Dan Shelly mencapai puncak kenikmatannya. Jemariku langsung penuh dengan cairan orgasmenya dan aku tidak menyangka akan secepat itu. Ia melolong panjang , mendekup tubuh erat-erat dan orgasme cukup lama. Aku turunkan wajahku ke antara kedua pahanya , lalu aku jilat , aku cumbu bibir memeknya seliar-liarnya.

“ Riki mmhh Riki …. ahhh ahh “

Ia menjepit kepalaku dengan kedua pahanya. Ia remas kepalaku , dan tubuhnya masih terus berkedut-kedut menggelinjang. Pekikannya semakin kuat dan sexy , dan aku semakin bertambah nafsu untuk menjelajah lubang memeknya.

Shelly melepas kedua pahanya dari kepalaku. Aku mencabut lidahku dari memeknyaa dan kami pun berganti posisi. Aku berdiri di atas kasur dan ia pun bangkit , lalu duduk memposisikan wajah sexy beberapa centi dari penisku. Ia turunkan boxerku lalu ia dekatkan lagi wajahnya sehingga penisku menampar pelan wajahnya bahkan menyentuh dan melintasi pipinya.

Ia menggosok-gosokkan pipinya dengan penisku sambil tersenyum sange , lalu ia buang boxerku ke luar kasur. Ia pegang penisku dan sambil mengocok-ngocoknya pelan , ia posisikan wajahnya di bawah penisku lalu mencium , melumat bagian kepalanya.

Ia julurkan lidahnya dan mulai menjilatinya. Ia tuntun kedua tanganku untuk mendekup kepalanya , lalu ia telan seluruh penisku , hingga tenggelam sepenuhnya di dalam mulutnya.

Aku mendongakkan kepalaku , menahan rasa nikmat teramat sangat yang ia berikan hari itu. Aku dekup kepalanya erat dan aku genjot dengan liar . Aku menggenjot bibirnya dengan liar dan Shelly hanya pasrah. Ia peluk pinggulku , mengizinkan aku memuaskan nafsuku di bibirnya.

Kami berganti posisi lagi. Aku tidak percaya ia akan menuntunku melakukan posisi sex yang sangat aku idam-idamkan. Shelly kembali berbaring dan kini aku di atas, memposisikan wajahku di depan bibir memeknya lagi. Aku kembali menghisapnya , sambil terus menggenjotkan penisku di bibirnya.

Itu adalah pengalaman 69 ku yang pertama dan luar biasa. Tak lama penisku meletup di dalam bibir Shelly , memuntahkan air mani sebanyak-banyaknya di dalam mulutnya. Ia pun mencapai orgasme yang kedua , membuat wajahku penuh dengan cairan kenikmatannya.

Bersambung