Petualangan Fuckboy Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Tamat

Cerita Sex Dewasa Petualangan Fuckboy Part 1 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Petualangan Fuckboy Part 1 – BanyakCerita99

Aku menunggu di kamar sempit yang hanya dibatasi sekat papan sebagai dinding , dan tirai sebagai pintu. Aku bugil , tanpa busana , dengan keringat yang bercucuran karena gugup , dengan kontol perjaka yang mengacung tinggi, tak sabar ingin digigit. Aku berbohong tentang liburanku kepada kedua orang tuaku.

Aku bilang aku berlibur ke Bali , padahal aku berkendara sendirian ke kota demi kota , demi merasakan hal yang aku tunggu-tunggu dari dulu, Sex. Ya , aku membohongi kedua orang tuaku demi sex.

Aku masih di Jakarta. Aku di sebuah PPUT kecil , di daerah utara , yang disarankan oleh sahabatku, yang sudah sering ke sini karena ia lebih tua setahun dariku. Ia bilang aku tidak akan menyesal , namun ketika aku sampai , aku disuguhi foto-foto MILF yang menggoda . Hanya saja , aku tidak suka MILF.

Aku memilih cewek yang paling muda , yang meskipun begitu umurnya hampir sepuluh tahun lebih tua dariku.

“ ya ampun , masi muda banget “

Aku tidak menyangka sosok seperti itu akan aku temui di pput kecil seperti ini. Penisku langsung berdiri ketika melihatnya . Ia mengenakan kaos kuning dengan hotpants hitam. Kulitnya kuning langsat .

Dialah yang akan melayani penisku untuk pertama kalinya. Ia pun agak terkejut melihat bocah 18 tahun , kecil putih , berdiri bugil tanpa busana dengan titit mengacung tinggi. Ia duduk di sampingku, ia letakkan tangan lembutnya tepat di penisku yang mengacung, lalu ia remas sambil mendesah pelan seraya berbisik

“ ke sini mau ngapain? “

Terlalu terburu-buru? Mari kita mundur sedikit.

***

Aku dan sex , sebenarnya sudah berteman sangat dekat. Aku sudah lama mengenal sex , namun tentu saja aku tidak berani dan tidak bisa melakukannya bahkan sampai aku tamat SMU , di umur 18. Banyak temanku yang melakukan sex dengan pacarnya saat mereka Lulus SMU, tapi aku, aku tidak bisa melakukannya.

Bukan karena aku tidak punya pacar. Aku punya pacar bahkan ia anak paling cantik di sekolah dan kami sudah pacaran sejak kelas 1 SMU. Tapi entah kenapa , aku ingin ngentot , pertama kali , dengan seorang profesional . Yang sexy , cantik , dan tidak STW , MILF atau semacamnya.

“ banyak gaya lu Riki ! Bilang aja lu gak bisa ngerayu Gina . Ya kan? Ya kan? “

Dan ini sahabatku Ian , dan aku sarankan kalian jangan mendengarkannya. Ia tiga tahun lebih tua dariku karena dia punya masalah waktu SMP. Ia berkali-kali tidak naik kelas sehingga waktu masuk SMU, ia sudah sering ngentot di PPUT.

Ia menuduhku tidak sanggup merayu Gina , pacarku , yang mana itu tidak masuk akal karena semua orang tahu aku ingin melakukannya pertama kali dengan seorang profesional. Seseorang yang mengerti cara memuaskan titit pria.

“ lu kan sudah pro , bagi-bagi pengalaman lah sama gue yang masih noob ini “

Aku meminta saran dari Ian , saran tempat yang mungkin tempat yang tempat untuk memanjakan tititku pertama kalinya. Tempat di mana cewek-cewek sexy menunggu untuk menggoyang penis cowok-cowok Horny seperti aku. Tapi semua orang punya seleranya sendiri , dan aku mulanya tidak berpikir sampai ke sana.

Masa SMU akhirnya usai. Aku bukan lagi pelajar. Tapi waktu masuk kuliah masih cukup lama. Aku punya waktu banyak untuk liburan , dan aku sudah menabung lama , untuk memanjakan birahiku selama liburan. Aku menabung setidaknya 5 ribu sejak baru masuk SMU dan ketika aku mengecek tabunganku, aku punya sekitar 4,5 juta di tabunganku.

“ So daripada liburan ke Yogya , Bali atau luar negeri , lu pilih wisata kulisex ? “

Ian benar. Dan awalnya , aku hanya akan hunting di Jakarta saja. Tapi aku akhirnya , aku putuskan untuk hunting ke luar kota , demi petualangan yang sebenarnya. Hanya saja , daripada ke timur , ke arah Bali, aku memutuskan ke arah barat , ke pulau Sumatra , dengan harapan aku bisa menyebrang ke negeri seberang , dengan motor.

Aku bahkan berbohong dengan kedua orang tuaku. Mereka bahkan memberiku jajan 5 juta lagi, sebagai uang sakuku. Membuat uangku menjadi 10 juta kurang 500 ribu. Bermodal jalan kaki , aku lari dari bandara dengan mobil Damri , dan jalan kaki menuju salah satu PPUT langganan Ian di daerah Utara.

“ kok malu-malu sih , takut kena marah mama ya?”

Perkenalkan Santi , aku tidak tahu apakah itu nama aslinya , namun dia adalah wanita pertama yang mendapat perjakaku. Ia duduk di atas pinggangku , memberikan pijatan yang lumayan nyaman, dan menyegarkan. Aku sangat grogi saat itu. Aku bahkan tidak mengakatan apa-apa , dan aku sempat gagu waktu dia bertanya

“ jadi , ke sini mau ngapain sayang ? “

Aku tidak menjawab . Dengan nada manja , Santi meremas buah zakarku dari belakang, menyentuh-nyentuh pelan batang penisku perlahan-lahan seraya berbisik

“ ihh sombong banget sih “

Aku menoleh kebelakang sedikit , dan memberikan gestur jempol seraya berkata

“ mbak …. bisa …. gini gak? “

Santi tertawa , dan kurasa semua orang tahu gestur jempol itu.

“ buat kamu , apa sih yang enggak ?”

Godanya. Ia dekatkan wajahnya ke telingaku , dan dengan nada genit , dan desahan yang menggairahkan Santi berbisik

“ ahh mmhhh tapi aku mau segini ? “

Ia menunjukkan ke lima jarinya.

“ lima juta?”

Saking gugupnya aku bahkan mengira ia meminta lima juta rupiah

“ lima ratus ribu sayang “

Aku lalu berbalik sehingga kami kini berhadapan , saling bertatap wajah. Tanpa kain sehelai pun , penisku mengacung tegak di depan matanya. Aku sangat horni , tapi bercampur gugup. Aku pun mengangguk dan menjawab dengan nada gugup

“ tapi… gak pake kondom boleh? “

Santi terkejut bukan main.

“ jangan dong sayang , bahaya. Kamu kecil-kecil nekat ya.”

Aku tidak ingin ada kondom di sex pertamaku , meskipun itu berbahaya. Walaupun kena penyakit aku hanya berbisik dalam hati

“ alah , ujung-ujungnya gue bakalan mati juga. “

Pemikiran yang dangkal bukan. Jadi , aku menjawab

“ ayo dong , mbak , Gak sabar nih , lagian , aku masi bersih kok “

Santi sempat kalang kabut dan hampir marah.

“ heh cabul! Bukan soal bersih gak bersihnya. Aku hari ini main bukan sama kamu saja tahu! Emang kamu mau kena penyakit sampe mama papa kamu malu “

Dengan santai aku menjawab

“ gak…. sih….”

Santi terkejut , namun tiba-tiba ia menggeleng-geleng kepala

“ ini bocah otaknya udah rusak kali ya. Aku minta uangnya duluan”

Entah apa maksudnya itu tapi ia mungkin takut kalau aku ternyata bocah penipu yang tidak punya uang . Tanpa pikir panjang aku raih dompetku dari celana dan memberikan Santi uang lima ratus ribu , langsung. Ia hitung uang itu perlembar demi perlembar lalu ia kembali menyuruhku berbaring.

Santi kembali tersenyum genit . Ia raih kaos yang ia kenakan dengan kedua tangannya , lalu ia buka ke atas , menyisakan bra merah jampunya. Aku melihat buah dadanya , dan mataku langsung menjelit . Penisku kembali berdiri melihat belahan buah dadanya. Dan ketika ia buka bra itu, aku seolah tidak sabar ingin meremasnya. Ia buka hotpants dan celana dalamnya . Lalu ia naik ke atas kasur.

Aku merekam adegan sex itu dengan spycam. Ia menaruh tubuhnya diantara kedua pahaku, lalu ia sentuh penisku dengan jemarinya. Ia remas batang penisku lalu ia mulai mengocok-ngocoknya. Penisku terus membesar dan membesar lebih besar dari biasanya. Dan ia pun mendekatkan wajahku , lalu membuka mulutnya dan langsung melahap penisku.

Mataku menjelit dan aku langsung meremas kasur. Bibirnya langsung mengulum penisku, meratakan liurnya dari kepala hingga pangkal penisku. Kulumannya nikmat, nyaman , tanpa gigi mengganggu kenikmatan itu.

Persis seperti yang aku bayangkan. Aku remas kepalanya, membelai rambutnya , sambil mendesah keenakan. Untungnya aku tidak ejakulasi dini , bertahan cukup lama menikmati blowjob pertamaku itu.

Santi mengibaskan rambutnya yang mengganggu konsentrasinya. Aku semakin terangsang dengan apa yang ia lakukan. Ia melihatku sekilas dan aku juga melihatnya. Ia kulum penisku sekali lagi , dengan liar dan sangat cepat. Lalu berbaring tepat di sampingku di kasur yang sangat sempit ini.

Kami saling berpelukan. Aku memeluknya erat seperti memeluk bantal gulingku. Penisku bergesekan dengan selangkangannya. Kami pun bercumbu, saling mengecup dan saling menghisap mengadu kedua lidah kami. Itu bukan ciuman pertamaku karena sebelumnya aku pernah mencium Gina saat kami baru lulus SMU.

Aku dapat merasakan buah dadanya menempel dan bergesekan dengan tubuhku , menambah nikmat percumbuan itu. Kami menghabiskan waktu cukup lama , mungkin sepuluh menit, mungkin lima belas menit , entahlah aku lupa, sampai kami kembali bertatapan dan kami sadar sudah saat untuk melakukannya.

Ia menyuruhku menungganginya , dan aku menurut. Aku duduk tepat di atas selangkangannya , dengan penis mengacung tepat di depan memeknya. Kuremas buah dadanya dengan kedua tanganku, lalu aku hisap dengan nafsu. Santi tertawa lalu mendesah nikmat. Aku hisap kedua buah dada itu secara bergantian , lalu pelan-pelan , dengan naluriku sendiri, aku serudukkan penisku ke dalam lubang memeknya.

Tanpa dihalangi kondom , penisku menyeruduk masuk , dan aku sangat menikmati jepitan memeknya yang basah dan hangat. Penisku menyeruduk makin dalam , makin dalam , hingga tenggelam seluruhnya. Aku remas buah dadanya , dan sambil menghisap lehernya , aku genjot penisku sekencang-kencangnya. Rasanya seperti ribuan kali lebih nikmat dari coli. Aku seperti kehilangan akal sehat.

Santi terus mendesah , mengerang , diiringi suara kasur yang berdecit-decit. Aku semakin tidak bisa mengendalikan nafsunya. Nikmatnya jauh diatas dari apa yang aku bayangkan .

Santi tidak memintaku berhenti , ia justru memohon agar aku menggagahinya lebih kencang lagi. Ia sangat menikmatinya , kami sangat menikmatinya. Sayangnya ketika aku sangat menikmati adegan ranjang itu , penisku meledak dan aku tidak bisa menahannya.

Aku tidak bisa menahannya. Selama hampir setengah menit penisku berkedut , ejakulasi sebanyak-banyaknya di dalam memek Santi. Aku terlanjur hanyut, menikmati ejakulasi pertamaku di dalam memek seorang cewek seksi. Saking hanyutnya , aku tidak sadar Santi menepuk-nepuk tubuhku, berusaha mendorongnya , dan berteriak agar aku segera mencabut penisku.

“ oh ! Sorry! Sorry! “

Aku mencabutnya namun sayangnya sudah terlambat. Penisku sudah kering dan semua air maniku masuk ke liang memeknya.

“ duh! Gimana sih lu ah ! “

Santi langsung melompat dari kasur , menjongkokkan tubuhnya , berusaha mengeluarkan spermaku dari memeknya. Aku terbaring di atas kasur , lemas , dengan penis terasa ngilu-ngilu enak. Santi terus mengomel tapi aku tidak terlalu mendengarkannya.

“ lo tuh ya! Dasar aneh , gak punya otak! Ihhhh! “

Tapi disamping semua itu , kami bertukar nomor , dan ngentot setidaknya sekali dalam sebulan. Sex dengan Santi adalah awal petualanganku , dan masih banyak lagi petualangan yang akan datang selama aku liburan.

Kami berciuman sekali lagi sebelum berpisah dan ketika aku cukup jauh dari PPUT itu , aku menghubungkan spycam itu ke iPhoneku. Aku menonton kembali adegan ranjang antara aku dan Santi , dan hasilnya sangat bagus meskipun ruangan cukup gelap. Setidaknya aku tidak cupu-cupu amat di video itu , dan aku menontonnya lagi dan lagi sambil makan malam.

Meskipun Cuma ngentot sekali, tititku waktu itu terpuaskan setidaknya sampai 12 jam selanjutnya . Dengan bus aku melanjutkan liburan ke Merak , dan hendak melanjutkan perjalanan ke Lampung.

Aku tidak sabar menanti apa yang menungguku . Aku secara resmi ketagihan dengan yang namanya sex, dan aku siap dengan resikonya. Aku berencana ke bandar Lampung , dan lucunya aku tidak tahu mau menginap di mana . Apakah hotel , atau kos-kosan. Kurasa aku akan pergi ke mana arus membawaku. Dan semoga saja , semua berjalan sesuai kehendakku. Semoga saja.

***

“ Lampung masih ada kosong bang?”

“ penuh dek , kalo mau di depan itu. Kursi tembak “

Semua kursi penuh , tapi aku masih bisa naik kalau aku mau duduk di kursi tembak. Aku tidak menolak karena lebih cepat, lebih baik. Petualanganku pun secara resmi di mulai. Aku langsung tertidur sambil memeluk ranselku karena aku masih lelah setelah beradegan ranjang dengan Santi .

Aku belum pernah keluar Jakarta sebelumnya , kecuali ke Bogor , jadi aku rasa apa yang aku lakukan ini , cukup nekat. Aku berharap ada cewek seksi atau setidaknya , yang enak dilihat di bus itu , sayangnya aku berharap terlalu jauh.

Bus itu penuh dengan orang-orang tua , dan orang-orang yang mau pulang kampung. Tentu saja , cewek-cewek cantik dan sexy pasti naik pesawat. Aku tidur sepanjang perjalanan.

Aku sampai di pelabuhan menjelang tengah malam . Antreannya lumayan panjang , padat , sesak sehingga kami menunggu cukup lama. Aku mengambil roti dari dalam tas. Setidaknya aku diapit mbak-mbak cantik , manis , sexy dari bus lain.

Saking sesaknya , mereka tidak sadar jika aku sudah menurunkan celana dan coli sepuasnya di tengah antrean ( adegan ini dilakukan oleh profesional ) Petualangan ini bahkan membuatku lupa makan malam . Aku ambil Handphoneku , dan langsung mengirim chat ke Ian. Ian rupanya belum tidur. Entah apa yang ia lakukan , tapi setidaknya aku tidak menunggu sendirian.

“ Gimana ‘petualangan’ elo rik?”

“ gue masuk sama Santi. Sekarang lagi di Merak , otw Lampung “

Aku lalu menceritakan detil petualanganku siang kemarin , hingga aku memilih Santi untuk mengambil perjakaku.

“ gue udah tahu lo bakal milih dia lol. Anaknya money oriented. Gue gak suka “

“ ya kalo gak money orient mau dapet duit dari mana kali yan. Masa iya ngentotnya jadi sukarela “

Kami mengobrol lama lewat chat. Aku lalu mengirim link video yang aku rekam dari spy cam , dan Ian sempat tidak membalas lama.

“ bangke lu bro! Udah beneran sakit elo! Gue ngaku kalah sudah”

Ian mengaku kalah waktu tahu aku punya nyali merekam apa yang aku lakukan dengan Santi sore itu. Ia bahkan tidak menyangka aku berani ambil risiko , dengan ngentot tanpa kondom. Aku seketika tertawa di tengah antrean, dan semua orang langsung menatap ke arahku dengan tatapan heran.

“ Sorry , Sorry , saya lagi chat dengan teman saya “ sahutku

“ duh , dasar wong edan “

“ Sudah tolol , gak tahu kesopanan. Gak tahu orang lagi tidur apa “

“ tampangnya aja kayak orang gak tahu tata krama. Anak jaman sekarang mah gitu “

Aku mendapat perlakuan yang gak mengenakkan , bahkan cenderung rasis , karena aksi konyolku. Aku akhirnya menghidupkan musik lewat airpodsku dan tak lama naik ke atas kapal. Semua orang masuk ke ruang kelas 1 , yang sudah sangat ramai. Aku melihat ada ruang VIP , VIP biasa dan red VIP. Aku mendengar musik yang cukup keras dan Lampu kelap-kelip dari ruang red VIP , jadi aku segera membayar tiket, dan masuk ke dalam.

Itu pertama kalinya aku naik kapal Ferry , tapi aku tidak tahu tempat seperti ini ada di sebuah kapal penyeberangan. Ruang VIP itu tidak terlalu besar , dan hanya tiga orang di sana. Ada dua kamar pijat, dan dua kamar karaoke.

Aku melihat seorang biduan , dengan pakaian yang secara teknis hanya sebuah bra , menyanyi lagu dangdut sambil mengumpulkan saweran. Aku memesan sebotol bir , walaupun aku belum pernah minum bir.

Bersambung