Pembokat Muda Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Tamat

Cerita Sex Dewasa Pembokat Muda Part 3 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Pembokat Muda Part 2

Rika merebahkan kepalanya di pangkuanku, denga begitu, otomatis tanganku melingkar di perut dia, sambil terus cerita cerita mata dia memperhatikan acara TV yang kita tonton, dan aku? aku memperhatikan dua tonjolan di puncak bukit dadanya. Putting itu seakan berlomba ingin melompat ke luar dari You can see tipis tanpa BH yang dia kenakan. Naik turun seirama dengan aliran nafasnya yang entah kenapa menurutku masih sedikit kurang teraur.

Sengaja ku pindahkan tanganku dari perut ke dadanya, walau tidak tepat diatas kedua putingnya. Rika masih cuek dan terus bercerita tentang dia dan pacarnya yang seakan ‘kurang mengerti’ kebutuhan dia dan apa yang sebenarnya dia inginkan.

Gairahku kambali naik ke ubun ubun, aku tahu sebentar lagi aku tidak akan dapat menahan gejolah birahi yang selalu mengasaiku begitu ia terbangkitkan. Tangankupun secara otomatis mulai melakukan remasan remsan lembut terhadap payudara adik iparku yang sekal itu. Dan remasan itu semakin keras, semakin keras lalu berubah menjadi gerakan gerakan jari melingkar lingkr di seputar putingnya.

Melingkar dan sesekali mencolek dengan lembut ujung puncak putting yang terasa semakin mengeras itu. Lalu gerakan itu berubah menjadi pilinan terhadap putting rika. Seperti sedang mencari chanel radio, aku memilin milin putting yang semakin keras itu. Kontolku sudah ngaceng 100% entah kenapa, sensasi ini benar banar membakar birahiku, membara panas dan liar.

Rika sendiri seperti tidak ada tindakan untuk menghentikan permainan remasan dan pilinan jari jariku terhadap dadanya. Malah sesekali aku mendengar desahan desahan halus keluar dari mulutnya. walaupun aku orangnya suka tidak control terhadap birahi, tetapi aku dapat menjadi orang yang sangat sabar apabila melakukan tidakan foreplay dan merangsang pasangan.

isa di bilang aku selalu mengerti dimana titik lemah seorang cewek, perlakuan apa yang paling dia sukai dan apa yang dapat membakar birahinya. Masih bermain main dengan keterampilan jariku, dengan tangan kanan meremas dan memilin dada rika, rangan kiriku dari bawah bergerak kearah pangkal lehernya, menyusur belakang telinganya lalu berbali ke depan dan mengusap lembut bibirnya.

Rika mulai lebih jauh terpancing, lidahnya mulai terjulur menyambut jari jariku yang bermain main di bibirrnya. Sejurus kemudian, jariku telah bertarung dengan sengit melawan lidahnya yang menjilat jilat liar. Seiring dengan puntiran putingnya dengan tangan kananku, aku masukkan kedua jariku ke mulutnya dan menjepit lidahnya…

“aghhh…”

Rika menggelinjang lalu tiba tiba mengubah posisinya menjadi terlentang. Ia kangkangkan kedua kakinya, aku tidak menyadari kapan tangannya sudah masuk ke celana hot pants yang ia kenakan dan mengobel memeknya sendiri dengan kedua tangannya.

Aku keluarkan tanganku dari mulutnya, dan kugunakan keduanya untuk memproses buah dada dan putingnya. Rika semakin seperti kesetanan mengobel dalam memeknya. Akupun semakin tidak tahan, dengan nafsu ku tarik U can see nya ke atas, tarpampanglah buah dada adik iparku yang montok itu, lalu dengan segera aku menuduk dan mempermainkannya dengan mulut dan lidahku.

Rika sekamin menjadi jadi, di obelnya sendiri memeknya dengan kedua tangannya dengan RPM tinggi sambil mendesah desah tidak karuan. Jilatanku pun semakin turun, kearah perutnya lalu kusodok sodok pusarnya dan kupermainkan dengan lidahku. Erangan dan lenguhan rika semakin keras, akupun semakin bergerak kearah bawah dari tubuhnya.

Dengan posisi merangkak di atas badannya dalam gaya 69, ku pelorotkan hotpants yang menutupi memeknya tanpa CD itu, aku tercengang tiga jarinya sudah masuk ke lobang memeknya sendiri yang sudah sangat basah itu.

Aku segera mencabut jari jari itu, menyingkirkan tangannya dan menggantikannya dengan mulut dan lidahku. Baru beberapa jilatan dan hispan, rika melejang lejang dengan keras dan menyemburkan cairan orgsmenya beberapa kali ke mulutku. Tanpa menyianyiakan cairan favoritku yang beraroma sangat aku sukai itu,aku menyedotnya habis tanpa ampun. Rika pun akhirnya menggelosoh lemas seusai orgasme.

Terengah engah dia berkata “hehehe..thanks ya mas…”

“it’s OK, kamu enak?”

“banget…”

“good, mau mandi lagi?”

“ah, entar aja degh, masih mau menikmati sisa orgasmeku dulu”

Aku kembali duduk dan memegang kontolku.

“kalo gak keberatan, tetep posisi itu ya, tak pake ngocok bentar”

“he’eh…” jawabnya

Akupun segera mengeluarkan kontolku dan dengan posisi mengangkang di antara kepalanya aku mulai mengocok sambil memperhatikan matanya yang sayu menatap kontolku yang ku kocok dengan tanganku sendiri. Praktis kontolku hanya berjarak beberapa cm dari mukanya.

Lalu sengaja aku menurunkan sedikit posisiku sehingga biji pelirku menggesek hidung dan mulutnya. Aku berharap dia sedikit terangsang lagi lalu membantu ku dengan sedikit menjilat buah pelir maupun batang kontolku, sialnya rika tidak bereaksi.

Aku tahu dia sengaja tidak melakukan itu. Tapi tidak masalah, dengan pemadangan itu, matanya yang tidak berkedip menatap kontolku yang sedang ku kocok, dadanya yang terpampang indah dan memeknya yang masih kelihatan licin mengkilap, tidak butuh waktu lama sebelum aku menyamburkan spermaku.

Aku memang tidak berniat menahannya terlalu lama, walau aku mempunyai kemampuan untuk itu. Dan kecrotan spermaku sengaja aku rahkan ke atas bibir dia. Rika pun tidak protes ataupun mengubah posisinya, sehingga spermaku sukses membanjiri bibirnya.

Dia tersenyum dan menjilat sedikit pejuh yang belepotan di bibirnya itu.

Hanya itu yang terjadi malam harinya, keesokan hari aku mengantarkan dia pagi pagi ke kos. Dan aku yakin kejadian kemarin akan tersimpan rapi di memory kita berdua.

***

Hari bergulir kembali, memang paginya aku merasa ada pandangan aneh di mata latri waktu mengganti sprei ranjangku yang sangat basah karena permainan ku dengan rika. Di sana juga ada sisa sisa cairan memek rika dan sedikit pejuhku. Tapi dia diam dan tidak tanya macam macam. Aku bertanya dalam hati, ancaman apa yang di pakai oleh rika?

But what the hell, aku gak mau memikirkannya lebih lanjut, fakta bahwa rika memang jagonya memanipulasi pikiran orang lain adalah suatu hal yang somehow menakutkanku sekaligus membangkitkan libidoku setiap kali aku memikirkan dia.

Ine kembali dari kampung membawa banyak berita, pertama mbah sudah agak baikan. Lalu masalah kakak keponakan kami, andri yang di gugat cerai oleh istrinya, mbak yuni kecil (kami menyebutnya begitu, karena kakak nya mas andri juga mempunyai nama sama, yuni dan kita menyebutnya yuni gedhe) padahal mereka sudah di karuniai dua anak.

Dan dia bilang mbak yuni gedhe juga pulang kampung. Serta dalam waktu dekat, pas liburan anak kami, istriku pengin main ke rumah mbak yuni gedhe yg ada di kota lain, bersama rombongan dari kampung.

Selain dalam rangka peresmian rumah baru mbak yuni, juga istriku ingin ngajak anakku main di Trans Studio. So be it. Untuk urusan berlibur memang aku selalu memanjakan dan menuruti keinginan istri tercintaku, walau tentunya budget yang harus ku keluarkan tidak selalu sedikit.

***

Malam itu setelah membacakan dongeng kesukaan anakku, aku mengantarkannya tidur, besok adalah hari besar buat dia. Naik pesawat ke rumah budhenya. Dia selalu suka pesawat, dan sedikit terobsesi dengannya. Dari gambar wallpaper di kamarnya, game game kesukaan dia, mainan remote control sampai paper craft kerajinan tangan dia (well dalam hal ini aku yang bikin, atas supervisinya hehehe) semua tentang pesawat.

Dan aku juga selalu encourage apapun yang menjadi passion dia, aku tidak pernah membatasi, malah selalu aku dorong dengan info info dan hal hal yang membuatnya lebih bisa mengekplorasi kreativitas di hal apapun yang dia sukai. Dan di umurnya yang baru 4 tahun itu, dia juga termasuk salah satu penggebuk drum terbaik di tempat les dia. Setiap kali melihatnya, kebanggan selalu mengharuku. Tak bisa aku berhenti bersyukur karenanya.

Malam itu juga, setelah anakku tidur. Sebagai ritual karena akan meninggalkanku seminggu, aku menggenjot dengan semangat istriku di sofa ruang tamu, kita memang sering sembarangan dalam melakukan kegiatan sexual. Mungkin juga karena tampat tempat itu terasa lebih erotis sehingga membuat libido kami lebih terpancing.

Dan seperti kejadian dahulu, latri mengintip kami sambil masturbasi. Kali ini pandangan mata kami bertemu, dan dia hanya tersenyum penuh arti kepadaku sambil mengobel memeknya dengan SHIT!! itu dildo milik istriku! Dildo itu sengaja aku beli untuk variasi sex kami. Anak kecil yang nakal!!

Keesokan harinya, istriku berangkat. Dia akan terbang dari kota S bersama beberapa orang dari rombongan dari kampung. Di antar oleh mas dedy, latri kali ini ikut juga sekalian pulang ke kampung karena dia bilang orangtuanya juga sakit. Heran, banyak banget yang sakit akhir akhir ini.

So here I am, home alone, bukan karena aku tidak bisa mengajukan cuti dari kantor, tapi aku prefer mengambil cuti itu pada hari lebaran. Kurasa itu lebih logis dari pada menghabiskannya di tempat mbak yuni dengan kegiatan yang itu itu aja.

Sebenernya aku mengharapkan rika datang menemaniku pada masa ini, hanya pada detik terakhir dia menginformasikan bahwa permohonan cutinya dari kantor di ACC, so, dia ikut dalam rombongan wisata keluarga tersebut. That makes me really home alone.

Walau, tidak menutup kemungkinan aku mengajak sekertarisku, Umy untuk bobo nemenin aku di rumah, atau sebaliknya di apartemen dia, atau dalam sekali call aku dapat mengundang ABG ABG simpananku kalau sewaktu waktu libidoku bangkit, so its not a big deal for my sexual life actually.

***

Hari ke-2 setelah kepergian anak dan istriku untuk berlibur di rumah mbak yuni. Terus terang aku kangen mereka. Aku bahkan tidak di beri kesempatan bicara agak lamaan oleh anakku pada saat aku telepon, dia masih larut dalam euphoria liburan di kak priya, kakak ponakan favoritnya.

Priya ini anak mbak yuni gedhe, satu tahun lebih tua dari anakku, dan keduanya share interest yang sama: Pesawat. Ya udah, papanya udah gak kepakai dalam tahap ini. Aku hanya tersenyum sendiri waktu nyetir pulang, membayangkan betapa cerita anakku pasti akan sangat heboh kalau dia sudah kembali nanti. Di depan gerbang, aku kaget ada seorang yang mendeprok di depan gerbangku.

mbak yun? sapaku kaget setelah turun dari mobil dan melihat wajahnya.

Mbak yuni inilah istri kakak ponakanku, mas andri yang aku ceritakan menggugat cerai dia karena mas andri sekarang di butakan oleh pihak ke tiga. Ada perempuan lain di bahtera rumah tangga mereka.

dik sapanya lirih

aku kemarin tadi sudah sms sama dik ine, kalau mau datang ke sini, dan dik ine bilang gak papa lanjutnya

naik apa mba? Kok tidak nelpun? Kan aku bisa jemput tanyaku lebih lanjut

enggak papa dik, takute ngerepotin jawabnya cepat

ga papa mba, gak usah sungkan gitu ah mba, kaya dengan siapa aja, aku kan adikmu jawabku

mungkin sebentar lagi bukan desisnya lirih sambil berpaling. Dikiranya aku tidak mendengar.

Setelah memasukkan mobil ke garasi, aku mempersilahkan mbak yuni untuk masuk rumah dan segera membuatkannya minuman dingin. Mbak yuni ini sebenarnya seumuranku, orangnya kecil mungil dangan kulit putih. Pakaiannya selalu rapi, dia mengenakan jilbab, dan menurutku, mas andri beruntung mendapatkan sitri secantik dia.

Sebenernya dia anak orang kaya, hanya papanya mengalami kebangkrutan tidak berapa lama setelah dia menikah dengan mas andri. Karena tidak tahan sama tekanan, papanya meninggal sakit jantung dan mamanya menyusul tidak lama setelah itu. Kasihan juga, sekarang hanya tinggal dia dan kakak kandung dia yang bertempat tinggal di batam.

tadi mba naik apa? kok mbak tidak nelpun, kan saya bisa jemput mba, atau gimana aku mengulangi pertanyaannku yang tadi belum dia jawab dengan penuh.

aku naik bis dik, aku sudah sms sama dik ine, dan dia bilang gak papa aku sementara numpang di semarang, di kampung aku sudah tidak kuat dik, melihat mas andri jawabnya
dan maaf kalau tadi tidak nelepun dik deny (namaku), sebenernya mau nelepun, hanya pulsaku habis lanjutnya lirih

oowg, ga papa mba, hanya seperti aku bilang tadi, kalau mbak nenelpon kan aku bisa jemput di terminal, atau sedikit persiapaneh, anak anak ikut eyangnya berlibur ke rumah mbak yuni gedhe ding ya mbak katanku lagi mengalihkan pembicaraan. Aku tidak mau dia selalu teringat kampung, sementara dia mencoba lari untuk menenangkan pikiran. Well, kliatannya aku selalu tau.

iya anak anak ikut jawabnya pendek

Aku memandangnya dengan sangat iba, bener bener kakak ponakannku, si andri itu memang gila. Aku juga bukan laki laki baik baik, tetapimenelantarkan anak istri jelas tidak ada di dalam kamusku. Kami bertemu pandang, aku sadari betul mata mbak yuni tampak sangat capek dan sayu. Padahal wajahnya manis, mungkin lebih manis dari istriku.

Sebenarnya mbak yuni ini pintar berdandan dan merawat diri, dulu pas pertama kali bertemu (waktu aku melamar ine) dia nampak segar dan energik, sekarang benar benar terbalik 180 derajad, terlihat capai dan layu, aku sadar bebannya pastinya sangat berat.

eh, mbak yun mandi dulu aja ya, tak siapin makanan, aku tadi cuman beli seporsi sih, tapi cukup kok kita makan berdua, nanti aku masak sedikit, atau mau makan di luar? kataku lagi berusaha seriang mungkin.

sudah apa adanya aja dik, tidak usah repot repot jawabnya

OK, mbak yun mandi, aku masak, trus kita makan dulu sebelum mbak yun istirahat, keliahatnnya capek banget kakakku yang paling cantik ini kataku menggoda

mhmm dia hanya tersenyum simpul

nak gitu dunk, senyum dikit, kan tambah manis jangan lesu terus geto ntar cepet tua lho, santai aja mba, ntar juga semua ada jalannya, nah, sekarang mandi aja dulu, tak ambilin handuk sekarang nyonya?? godaku lebih lanjut.

eh, betewe, kok gak bawa tas? Maksudku, baju ganti dll? tanyaku lagi

Dia malah tertawa terbahak bahak, aku sampai kaget, udah stress berat kali mbak ku yang satu ini. Ke arah gila mungkin? Serem juga!

iya, tadi lupa cerita katanya

kelihatannya tasku ketinggalan di terminal, tadi dari rumah aku bawa koper, tapi dasar pikun, pas mau naik bis jurusan ini, cuman tas kecil yang aku bawa lanjutnya

Eh? Aku bengong tapi pernyataannya tadi benar banar menegaskan pikirannya yang kacau dan tidak fokus

eee..yang bener mba? tanyaku masih kurang percaya

sumprit suwer kewer kewer jawabnya masih mencoba sambil bercanda

dan kenapa aku gak nelpun kamu dik karena sampai di bis, aku juga kecopetan, hp dan dompetku ilang lanjutnya sambil menunjukkan tas kecil dia yang robek, seperti bekas disilet.

Eh? Aku tambah bengong sambil garuk garuk kepala ala wiro sableng

hahahahaha tawaku keras keras wedewww dengan begini, aku nobatkan mbak yun sebagai orang ter-sial of the daydeh ntar piagam dan piala menyusul wedew kacawww candaku lebih lanjut

Kami berdua tertawa, mungkin dengan pemikiran yang berbeda di otak kami, jujur aku tidak melihat apa yang membuat dia tertawa, karena yang nampak di mataku hanyalah wajah kosong dan mata sayu yang kehilangan minat akan hidup. Benar benar kasihan.

Aku bilang gak usah di pikirkan, ntar kalo cuman HP gampang, tak cariin lagi, tus masalah surat surat yang di dompet ntar kita urus, tapi katanya Cuma dompet uang yang hilang, semua surat surat ada di tas.

nah apa ku bilang? Kalau rejeki gak akan ke mana kataku mencoba bercanda lagi

trus abis mandi mbak yun mau make baju apa? Jangan telanjang lho, karena di rumah ini cuman ada kita berdua, aku takut kagak nahan lanjutku menggoda dia

yeeya minjem baju ine to, kalau boleh jawabnya masih sambil senyam senyum

boleh lah apa sih yang gak boleh buat mbak yu kita yang paling maniizzz ini? jawabku masih becanda

Dia kembali tersenyum sambil tersipu sipu

Aku masih mengaduk aduk telur orak arik saat mbak yun keluar dari kamar mandi yang ada di kamarku dengan di balut daster tidur cream milik istriku dari sutra tipis tak berlengan yang sedikit kebesaran dengan V neck rendah dan panjangnya hanya sepanjang atas lutut (harusnya ukuran baju itu sepaha, tapi karena mbak yun bertubuh kecil dan pendek, jadinya agak kedodoran di bawah).

Rambutnya basah karena habis keramas. Aku sedikit tercengang, kalau tidak berjilbab, kakak iparku ini ternyata manis beneran. Pandanganku turun ke dada kecil dia, lalu ke pinggulnya.

Kaos tidur ini terbuat dari bahan sutra yang tipis (ya kan buat tidur, jadi biar adem), bisa ku lihat tonjolan putingnya yang mencuat mungil di atas dadanya yang juga mungil dan di pinggulnya tidak ada siluet karet CD, dengan begitu aku berasumsi, mbak yun tidak memakai sepotong baju dalampun di balik kaos tidur istriku yang dia kenakan itu.

Aku menelan ludah. Di dalam otak kepala atasku bilang: jangan den! Jangan! JANGAN ! inget!! Eling !! Nyadar !!
Tapi di dalam otak juniorku: Hmmm, aku gak tau apa yang ada di sana, si junior hanya langsung berdiri. Tegak! 100%! SIAP GRAK!!

duduk mbak, ni sudah siap kataku

Dia langsung duduk dan makan dengan lahap, ku kira dia betul betul lapar. Aku hanya menatapnya sambil tersenyum, aku lega dia sudah tidak canggung dan sungkan denganku lagi karena memang aku sebelumnya tidak begitu dekat dengannya. Habis makan dia langsung berdiri.

biar aku yang cuci piraingnya dik katanya, mungkin khawatir aku masih sungkan dan mencuci piring bekas makan kami itu sendiri.

waduh mbak gak usahgak usah sungkan maksudnya, silahkan tolong di cuciin, sekalian wajan bekas gorang telur tadi ya, dan please jangan lupa juga piring bekas sarapan tadi pagi hehehehe jawabku cengegesan

dasar katanya sambil tertawa sambil membawa semua piring ke tempat cuci piring lalu mulai mencuci.

yep, giliranku mandi kataku sambil melompat dari kursi.

***

Aku keluar dari kamar, sudah mandi dan memakai cologne kesukaan istriku. Ine selalu bilang, bau cologneku ini selalu membuat dia bergairah. Entah kenapa aku reflek mengguyurkannya ke badanku tadi. Aku juga hanya mengenakan baju kebesaranku kalau di rumah. Boxer kain lentur (melar) agak ketat dan kaos dalam berlengan putih.

Aku gak begitu peduliin kata kata ine bahwa juniorku kelihatan terlalu menonjol di balik boxer ini dan selalu mengingatkan ku untuk menggenakan CD, apalagi kan ada latri. Tapi aku cuek abis make CD di dalem boxer kan tidak berperikejunioran, junior jadi sumpek & terpenjara. Dan kaos putih ini juga membuat dadaku yang bidang terlihat sedikit lebih menonjol.

Aku lihat mbak yuni sudah duduk di ruang keluarga sambil nonton TV. Aku notice, mbak yuni mengikuti gerakan ku dari ujung matanya dari mulai aku keluar kamar tadi, memang aku tidak langsung menghampiri dia melainkan menuju ke ruang tamu, mengambil tasku yang tadi aku tinggal di sana sewaktu mempersialahkan dia masuk. Aku mengambilnya lalu berjalan naik ke ruang kerjaku untuk menaruhnya di sana. Lagi lagi aku notice, pandangan mata mbak yuni secara diam diam masih mengikuti gerakanku.

Aku membanting tubuhku, menghempaskannya ke sofa panjang yang juga di pakai duduk mbak yun. Sambil mendesah panjang aku angkat kakiku ke footstool yang memang pasangan dari sofa itu.

capek banget ya dik? katanya membuka percakapan

lumayan mba, kantor membuka cabang baru dan aku yang di minta mengkoordinasikan semua jawabku

dan lagi, beberapa hari ini harus bangun pagi pagi, bersih bersih rumah dulu, kan gak ada ine sama latri, aku gak mau juga ntar kalo ine pulang rumah jadi kotor, ine kan juga sedikit alergi debu, jadi sebisa mungkin kita jaga rumah sedikit bersih

ine beruntung ya? jawabnya lagi

beruntung apanya?

ya itu, punya suami lucu, baik dan perhatian, macam kamu, bahkan alergi dia saja kamu care bener, kalau mas mu, jangankan bersihin rumah

sudahlah lah mbak manisss potongku, aku gak mau mengarahkan pembicaraan ke masalah dia, tidak malam ini. Karena it just not good, tubuh dan pikiran dia perlu istirahat dari masalah itu, perlu berlibur sejenak dari pemikiran pemikiran yang berat itu

every body different, dan percayalah, aku juga gak sebaik itu yach, walo memang benar kalo aku tuh lucu, imut, ganteng, pinter, humoris banyak juga orang bilang aku kharismatik dan sebagian lagi bilang aku tuh sexy, itu belum predikat macho yang selalu mereka gosipkan di balik punggung kutapi, apa boleh buat aku

halah halah sudah sudah, narsis banget nih anak, gak bisa di puji sedikit hihihi kata mbak yun sambil mencubit pinggangku dengan gemas.

Menanggapi cubitan itu, aku cuman tersenyum simpul sambil meliriknya.

eh, mulai ngajakin cubit cubitan? sergahku, dan dia cuman tersenyum

Mata kami bertemu, kulihat matanya meredup. Sinar kepsrahan sekilas memercik di sana. Dalam tahap ini, aku fully aware, berdasarkan pengalaman, dengan sedikit kocekan, wanita manapun akan bisa kamu bawa ke ranjang. Trust me.

Tapi pertanyaannya; apa bener aku mau membawa mbak yun, kakak iparku ke ranjang? Mataku turun ke lehernya yang kecil namun jenjang dengan ukuran tubuhnya, bergerak naik turun berusaha menelan ludah di tenggorokan yang kering tercekat. Satu tanda lanjutan!

Lalu ke dadanya yang kecil dengan putting yang mencuat dari balik kaos daster sutra tipis yang dia kenalkan, dada dan puting yang telah memberikan asi kepada kedua anaknya. Putting yang telah di kenyot abis oleh dua orang anak masing masing selama 8-9 bulan.

Lalu ke pinggulnya yang juga kecil dan ramping, entah kenapa otomatis otakku mengukur, karena pendeknya tubuh mbak yun, jarak di antara pangkal paha, tempat lobang memeknya dan pangkal dinding rahimnya tentunya sangat pendek. Dengan begitu, kalau di terobos kontholku tentunya akan mentok sampai dasar sebelum semua panjang batangku tertelan oleh saluran vaginanya.

Lalu ku lihat kanannya yang dia tumpangkan diatas paha kirinya, keduanya semakin dia tekan, semakin di rapatkan, biasanya hal ini di lakukan wanita untuk menahan sensasi yang ada di bibir vagina mereka apabila mereka mulai terangsang. Satu lagi tanda lanjutan Plus dan di tambah kenyataan yang sudah aku ketahui sebelumnya, kalau mbak yun, kakak iparku yang imut dan mungil ini tidak memakai satu potongpun CD di balik kaos tidurnya.

kenapa dik? Kok lihatnya begitu katanya dengan intonasi yang berusaha dia jaga ketenangannya, namun yang meluncur bukannya kata kata yang tenang, melainkan suara parau tercekat yang seperti menahan sesuatu.

Aku masih kalem, aku adalah laki laki brengsek berpengalaman yang telah malang melintang di dunia perlendiran yang licin dan basah selama bertahun tahun. Menghadapai wanita despered, butuh belaian dan gampang terangsang bukan kali pertamanya bagiku. Memang sebagian besar berakhir di ranjang. Im a jerk, I know!

enggak kok! Eh, mbak kalau di lihat tanpa jilbab dan make up emang beda ya? Maksudku, sebenernya lelaki manapun yang bisa mendapatkan mbak, bisa di bilang sangat beruntung jawabku masih sambil tersenyum

ah, kamu bisa aja dik, menghibur wanita yang sudah di campakkan ini katanya dengan senyum kecut

Aku menggeleng sambil tersenyum, masih dengan mata yang tajam menatap matanya. Dia menelan ludah kembali. Di sini sebenarnya sudah 80% goal kalau langsung aku tubruk. Kemungkinan besar dia pasrah, atau malah memberikan perlawanan yang panas. Tetapi aku masih ingin menahan diri, lagipula dia kakak iparku sendiri, masa adik ipar sudah aku entot, kakak ipar mau aku makan juga?

nggak ada yang namanya mencampakkan dan tercampakkan di dalam suatu hubungan cinta mba, yang ada adalah jalan yang memang harus di tempuh oleh masing masing pihak, jangan menyerah untuk mengarungi hidup mba, aku yakin, suatu saat nanti jalan hidup bisa berganti cerita jawabku

Mata mbak yun langsung memerah, raut mukanya kembali menyiratkan kesedihan yang sulit diukur, dan tangisnya mulai meledak. Bagaimanapun aku mencoba kelauar dari topik pembicaraan itu, nyatanya semua masalahnya masih bergantung di otak dan hatinya, dan belum tersalurkan.

Aku mengulurkan tanganku untuk memeluknya, aku elus pundaknya, lalu punggungnya dan menariknya ke arahku, membiarkannya menggunakan bahuku untuk menagis sepuasnya. Hampir 20 menit aku menyangga kepalanya di bahuku.

Tarikan nafas tersenggal karena tangisannya membuat tubuh kecil itu seperti di hentak hentakkan ke dadaku. Setelah kurasa dia sedikit dapat menguasai diri, dia melepaskan pelukannya. Sambil kelabakan, mba yun menghapus air mata yang masih meleleh di pipinya. Aku meraih tissue lalu membantu mengelapnya.

maksih dik katanya

untuk apa? Untuk telor gorengnya atau?

untuk minjemin bahu buat mbak menangis, rasanya agak lega sekarang

kalo bahuku knock down, dan dapat dilepas seperti robot, tentunya aku rela melepasnya, tak peinjemke ke mbak buat di bawa mbak ke manapun, kali kali aja butuh sewaktu waktu. Asal jangan di tinggal di halte aja

hehehe dia tertawa masih di antara senggalan sisa tangisnya.
dan sorry, bajumu jadi basah gitu tambahnya

gak papa mbak, udah biasasoalnya gak tau kenapa cewe kalau ada di dekat dekat aku pasti bawaannya basah mlulu godaku

hihihibasah yang mana nih? Atas apa bawah? jawabnya sudah mulai agak bisa bicara konyol lagi, walau masih di sela isak tangisnya.

ya atas bawah hehehe candaku lagi

hihihiada ada aja jawabnya sambil masih mengusap air matanya yang masih mengalir.

eh, ini thomas-uber cup, game nya Indonesia lawan mana sih? Ini system group kan? kataku pura pura mengalihkan pembicaraan ke tayangan TV.

nggak tau tuh dik, mba jarang nonton TV akhir akhir ni jawabnya pendek

ya kalo di sini, mba boleh nonton TV sepuasnyaheheheeh, btw, maaf nih kalo terlalu mencampuri, mba cuman make baju luar aja ya? tanyaku menggoda dan becanda lagi

maksudnya? tanyanya balik

maksudnya, kan di lemari ada juga daleman ine, kalau mba mau bisa juga di pakai, biar mba nyaman lanjutku

eh? Dari mana kamu tahu aku tidak memakai daleman? Kamu ngintip ya? selidiknya dengan setengah becanda, sok pura-pura marah sambil menyilangkan tangannya ke dada.

buset, curigation amatya kelihatan lah mba, emang saya anak kecil, enggak maksudnya cuman ngingetin aja, kali aja mba mau make, cuman biar mba nyaman ajajangan berpikiran salah gitu ah mba, sensi amat, macem lagi dapethehehe

maunya sih, cuman ga enak sudah di tolongin masa CD nya mbak pake juga, lagian CD ine bagus bagus, pasti mahal mahal ya?

ya mungkin, ada sih beberapa yang tak beliin buat hadiah pas ada moment special, emang aga sedikit mahal, tapi ga papa, kalo mba butuh di pakai aja, tapi kalau mba merasa ngga nyaman make CD orang, ya terpaksa nunggu besok, baru kita bisa belanja

iya, besok aja, lagian gak pake gini malah sejukhihihieh, btw setahu mba kalo suami sampai perhatian beliin CD istrinya, berarti sayang banget ya?

ya biasa aja mba, sayang ya pasti dunktapi missal ga mau make CD nya, kan BH isa mba pake, daripada nyeplak gitu, bikin cenat cenut yang ngelihat hehehe

maunyatapi BH ine kegedeanpunya mba kan kecil katanya tersipu sambil tangannya secara reflek melintang di dadanya lagi.
lagian kamu juga dik, ngapain liat liat dada mba?

abis imut hihihi

dasar

lagian mba juga lirak lirik ke ini ku kataku nyeplos sambil nunjuk kontolku yang masih ¾ tegang.

abis gede jawabnya gak kalah selebor berapa cm tuh?

mmmga pernah ngukur sih, mungkin sekitar 21cm kalau tegang penuh jawabku santai

sshhhhpppgak muat kata mbak yun sambil membuat mimik muka linu

nggak muat di mana? mana tahu kalau belom pernah di coba?

hehehejangan mancig mancing ah, ntar mbak mau lhohehehe