Pembokat Muda Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Tamat

Cerita Sex Dewasa Pembokat Muda Part 2 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Pembokat Muda Part 1

Dua hari berlalu

Jumat siang itu, aku di kantor sedang membaca laporan laporan dari staff, juga menandatangani permohonan purchasing dan mutasi gudang. Blackberry ku berdering. Istriku, batinku.

Halo, papa? terdengar suara di seberang.

iya ada apa babe? jawabku.

mama rencana mau balik ke kampung sore nanti, mama tau ini mendadak, barusan di telepon bapak, eyang sakit cerocosnya.

iya, tapi kan mama tau kalo papa ga bisa kemana mana week end ini babe, besok ada stuffing jawabku.

iya makanya, mama balik sendiri aja sama anake, papa di rumah jelasnya lagi. terus, mau bawa sendiri? Ato naik travel aja? tanyaku lebih lanjut.

ga pa, mepet ga sempet pesen ticket, mama sama mas dedy aja, juga lebih save jawabnya.

Dedy sebenarnya adalah driver kami, yang juga sudah kami anggap sebagai saudara, sementara dia jadi driver, aku percayakan juga kepadanya usaha rental mobilku.

ok kataku lagi, si latri di ajak aja, sekalian pulang kampong. Tentunya hal itu adalah yang paling logis aku sarankan, mengingat libidoku kepada dia yang udah ada di ubun ubun, sedangkan aku sendiri (saat ini) tidak mau kejadian kalau aku sampai tidak bisa menahan diri ngentotin dia.

udah mama ajak, dia gak mau, katanya bulan kemarin sudah pulang kampong, dia mau ngumpulin dulu uange, katanya kalau di bawa pulang kampong pasti abis, anak itu memang agak boros jawab istriku.

Deg! Semerta merta jantungku seperti berpacu Well? Semoga aku di beri kekuatan, batinku.

yawdah, mama ati ati, sampein salamku ke eyang dan bapak ibu, Im gonna miss you babe kataku lagi.

Ill gonna miss u too, luv u pa jawab istriku.

luv u too, take care ya hunny.

ok, see u. clik. Telepon terputus.

Aku terbengong. Ini artinya aku bakalan dua hari dua malem di rumah berdua bersama latri, si pendiem imut yang ternyata nakal banget itu. Seketika konsentrasi kerjaku buyar berantakan.

Sore itu telah selepas mahrib, ketika aku memasuki garasiku. Aku masuk sendiri, tanpa ada yang bukain, pintu depan rumahku dan garasi memang aku bikin otomatis, di operasikan menggunakan remote yang selalu ada di mobil ku maupun istriku. Harganya lumayan mahal, istriku sempet sewot ketika aku memasangnya.

Aku bilang ini biar gak merepotkan orang rumah, kan bisa sendiri. Tapi istriku membantah, halah, alasan ! katanya, ni pasti buah dari keisengan papa. Buang buang duit aja, tambahnya, emang duit tinggal gunting sendiri apa?.

Aku hanya tertawa, aku memang selain orangnya iseng, aku juga gadget and electronic freak. I just cant hold my self kalau liat sesuatu yang berbau otomatis, pasti segera ku kuras tabungan buat membelinya. Ini yang sering bikin istriku sewot.

Dengan santai aku masuk rumah. Langsung menuju ke kamar. Ku lempar tas kerjaku ke ranjang dan melucuti bajuku. Penat setelah kerja seharian, membuatku cuman punya satu pikiran setelah sampai rumah. Berendam!. Dengan telanjang bulat aku berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarku yang memang aku pasang jacuzzy. Astaga. Kaget hampir lepas jantungku. Di jacuzzy aku lihat sesosok telanjang di terlentang.

rika! teriak ku sambil kalap menutupi kontolku yang telanjang, Rika, adalah adik iparku, sekilas tentang rika, dia berumur sekitar 25 tahunan, 2 tahun lebih muda dari istriku, single, kalau istriku kecil, dan bisa di bilang mungil, rika sebagai adik, berbody sebaliknya, bongsor, sedikit chubby tapi gak gemuk, model yang bertulang besar. Dadanya lumayan gede, hampir dua kali lipat dibanding dengan dada istriku, dan yang paling menarik, dari rok mini yang sering dia pakai, pantatnya kelihatan bulat dan padet banget.

Rika tetap tidak bergeming dengan mata terpejam dan headset di telinganya. Ealah, ketiduran di jacuzzy ni anak, pantes aja dia gak denger aku masuk. Pelan pelan aku beringsut mau masuk ke kamar lagi.

EH, MAS!! aku mendengar dia menjerit kaget melihat aku yang hamper beringsut, telanjang bulat di hadapan tubuh bugilnya.

iya aku! Kamu ngapain berendem telanjang di jacuzzy ku? jawabku sambil menutupi kontolku yang jadi setengah tegang melihat tubuh putih cubby adik iparku itu.

hehehe sorry, aku minjem jacuzzy nya, abis penat banget pulang kerja, lagian yang namanya berendem ya bugil lah katanya lagi.

mbak ine tadi pulang kampung, eyang sakit, aku gak isa pulang makanya mbak ine minta aku mampir sekalian beliin makan buat mas, soalnya pastinya makan gak bakalan kepikir di otak mas kalo mbak ine pergi, aku datang, mas belum pulang, jacuzzy kosong ya daku manfaatkan cerocosnya lagi dengan hanya melintangkan tangan kirinya ke dada untuk nutupin puting susunya, yah paling gak putingnya ketutupan, dan tangan kanannya untuk menutup memek tanpa berusaha untuk bangun, alias masih dengan cueknya terlentang.

Rika ini anaknya emang selebor, selain seenaknya sendiri sebenarnya dia orangnya asyik dan terbuka dan berwawasan luas. Aku sangat cocok ngobrol ama dia. Ya tapi maksudnya gak ngobrol dalam keadaan bugil. Aku sendiri kalang kabut nutupin kontolku yang semakin membesar dan mengeras di depan tubuh bugilnya.

udah, gantian kalo gitu, aku juga pengen berendem sahutku ketus.

ya elah, pelit amat sih, masih PW nih, kalo mas cuman mau berendem aja napa harus ribut, jacuzzy luas ini katanya lagi.

Aku garuk garuk kepala menyadari maksud dari ucapannya, tanpa sadar ngelepasin tangan yang aku pakai menutup kontol ku.

gak, kamu kaluar, aku mau berendem kataku lagi.

elah, pelit amat sih? Tinggal masuk aja, kan muat berdua dan tu konti di tutup dunk, lagian beringas banget sih junior?.

Aku kembali teringat kontol ku yang memang sudah 60% menegang. Dengan reflek aku kembali membekapnya dengan kedua tanganku.

rik, please dunk, aku gak isa nih berendem berdua kataku lagi.

ya itu derita mas, kalo mau berendem ya harus mau berbagi jawabnya santai sambil benahin headset nya dengan tangan kanannya, dan mulai menutup matanya lagi, nerusin tidur, alhasil itu memek kembali terlentang di hadapanku. Aku jadi bingung, sebenernya yang punya jacuzzy ini sapa sih?

geser! kataku ketus, ketika akhirnya aku menyusul juga ke jacuzzy.

Dia hanya melenguh dan menggeser sedikit posisinya ke kiri. Aku berbaring di kanannya, jacuzzy itu cukup besar tapi pada dasarnya adalah single jacuzzy, jadi kami tetap berhimpitan. Bagian kiri tubuhku bersentuhan dengan bagian samping kanan tubuhnya. Aku lirik susunya yang kurang berhasil ditutup dengan tangan kirinya. Menggelembung naik turun seiring tarikan nafasnya.

jangan liat liat, ntar nafsu lagi katanya sambil masih memejamkan mata.

Jembret, batinku, ketahuan!.

prêt, emang aku ni manusia gak bermoral? sanggahku.

mas sih aku yakin bermoral, juniornya yang nakal, tu masih beringas banget katanya.

lha, berarti kamu juga perhatiin kontolku dunk kataku lagi.

Sengaja aku langsung sebut kontol biar terdengar vulgar dan kasar sekalian. Nyindir kata kata sarkasme dia yang barusan.

hahaha dia malah tertawa.

lha kontol mas besarnya segitu, masak ga menarik perhatian, aku kan normal mas katanya lagi dengan menekankan kata kontol, membalas sindiranku sambil berbalik, sekarang dia terbaring miring memunggungi aku.

Aku ikutan miring menghadap ke dia, tanpa pengahalang, mau tidak mau kontolku menempel di belahan pantat chubby dia.

eh, sekarang malah nempel di pantat nih kontol katanya masih selebor.

alah, bentar aja, mau pijat punggung nih kataku lagi salah siapa ngotot berendem bareng, dah tau jacuzzy sempit.

Jacuzzy ku emang ada water jetnya, yang berfungsi untuk memijat.

aduuuh, nganjel banget sih ni kontol keluhnya lagi.

iiiihh, jangan di gerak gerakin dunk, ntar bisa masuk ke lubangku, soalnya kepalanya pas di tepinya katanya lagi.

Karena struktur kontolku yang panjang dan agak bengkok ke dalam, posisi ini tentu saja riskan, soalnya kepala kontolku langsung berhadapan dan nempel di mulut memeknya. Kami manusia bukan patung, tentu saja bergerak, minimal kontolku pasti berkedut kedut nempel di memek seperti itu. Tidak memakan waktu lama, kepala kontolku sudah menyeruak di pangkal bibir memeknya dari belakang, membuka kelopak memeknya dan bersentuhan dengan ujung jalan masuk ke relung vaginanya.

Di tambah licinnya air jacuzzy yang di campur dengan aromatherapy soap. mas, mundur dikit dunk, kepala batang mas dah mulai masuk di lubangku nih, geli banget katanya. iya, bentar kataku, tapi aku tidak juga segera mundur, aku sengaja membiarkan kontolku dalam posisi itu, abis enak juga.

rik, kamu masih perawan ga? tanyaku, karena memang adik iparku itu belum menikah.

Nggak, kan dulu aku dah pernah cerita ke mas jawabnya.

oo iya juga, nakal juga kamu ya, ternyata sambungku

kalo gini, lebih nakal sapa? Aku ato mas? jawabnya sambil cekikian

hehehe aku emang ga pernah bilang kalo aku orangnya alim hehehe

Bless pelan tapi pasti, karena licinnya lobang memeknya, mungkin juga karena cairan memeknya yang sudah mulai mengalir, dari belakang kontolku meluncur semakin dalam ke relung memek adik iparku.

aaagghh erangnya lembut.

jangan di masukin mas, cabut dooonkkk aarrgghhh erangnya lagi, tapi tanpa reaksi penolakan apapun dari gerakan tubuhnya.

Tak seberapa lama, tanpa dorongan pinggul pun, kontolku sudah masuk setengahnya ke lobang kewanitaan dia.

Masih tidak ada reaksi penolakan, hanya dia jadi diam, tidak banyak bicara seperti tadi. Pelan tapi pasti aku mencoba menggoyang pinggulku naik turun. Di dalam kepalaku memang seperti ada teriakan penolakan, gila apa yang aku lakukan? Masa aku ngentotin adik iparku sendiri

Tapi kalau di lihat dari awal muasal kejadian ini, kan dia yang memulai, dia juga sudah nggak perawan, lagipula, juga tidak ada pemaksaan maupun ada penolakan, jadi ini bukanlan sebuah perkosaan. Hanya dua insan dewasa yang menyalurkan kebutuhan, pikirku mencari pembenaran dari tindakanku ini.

Selang beberapa lama aku menggoyang goyang pinggul setengah hati, terasa seperti ada empotan di dalam liang vagina rika. Gila, pikirku empot ayam aku memejamkam mata menikmati sedotan sedotan erotis dari liang vagina adik iparku itu, hingga pada satu titik aku tidak tahan lagi, sambil bilang sorry rik! aku memeluk pinggangnya dan menghujamkan kontolku sedalam mungkin.

Arrrgghhh maaassss!!! erangnya.

Dengan posisi miring tersebut aku genjot dia sejadi jadinya. Air memercik kemana mana, sedangkan rika menggelepar lepar seiring genjotanku serta tanpa canggung mengerang erang dan berteriak arrghh maaasss oogghhh myy goooddddd aghh agh agh aaaccgghhh

Karena di jacuzzy aku merasa kurang bebas menyetubuhi adik iparku, sedangkan nafsuku bener bener meledak ledak (entah kenapa) aku cabut kontolku lalu berdiri. Aku bopong dia dari jacuzzy, masih tanpa penolakan, ku lemparkan tubuh bugil dan basah kuyup dia ke ranjangku.

Dengan nafsu, aku sosor mulut dia yang sedari tadi mengerang erang. Sambil French kiss, ku tindih dia dan kembali ku arahkan kontholku ke lobang memek dia. BLESS kali ini, karena posisi MOT, dengan mudah kontolku menerobos memek chubby dia yang sudah basah kuyup.

achh ackhh arrggghhh mmmpppfftt .mmppfttt

Setengah jam aku menghajar memek dia dengan posisi MOT, memang aku sengaja tidak berganti posisi, di samping aku canggung juga mau berganti posisi, aku juga sangat menikmati ngentotin memek chubby dia yang istimewa sambil tak henti hentinya memFrench kiss bibir dan lidah dia yang nggemesin. Hingga sudah terasa lahar pejuhku hamper meledak, aku lepasin French kiss ku dan bertanya rik, boleh ku keluarin didalem kamu?

agghh…aghhh gaa paa paa aku lagi ammannn dan aku juga mau dapet laaagii

kalo gitu kita keluar barengan arrrrgghhhh !!!

Tak berapa lama kemudian, aku muntahkan sperma panasku di rahim dia, aku hujamkan dalam dalam kontolku ke memeknya adki iparku itu. Rika juga mengerang keras sambil mendekap erat dan mencakar punggungku. Setelah bergoncang goncang hebat, akhirnya tubuhnya terhampas ke kasur dengan lemas. Masih dengan posisi menelungkup, aku biarkan kontolku masih menancap di memek dia.

Aku bergeser ke samping agar adik iparku itu bisa bernafas, dengan masih memeluk dia, sesekali aku sosor bibir nya yang nggemesin itu, seakan tak ada puasnya aku mem French kissnya. Dia dengan hanya tertawa tawa kecil, melayani setiap hisapan bibirku dan kecupan kecupan nakalku.

udah ah katanya sambil beranjak dari ranjang lalu menuju ke kamar mandi lagi

mau berendem lagi rik? tanyaku

ga ah mas, mo mandi aja, trus makan yuk? ajaknya

ayuk, aku juga dah laper, mana lemez lagi

hihihi, abis, mas goyangnya kaya kesetanan jawabnya

abis, memek kamu enak banget, dapet berapa kali O kamu rik? tanyaku menggoda

tiga jawabnya selebor

Aku menyusul dia ke shower, kita mandi bareng. Hampir aja aku gak tahan lagi, mau ku entot lagi dari belakang. Abis pantatnya putih dan montok bener, hehehe

***

Kami makan makanan yang tadi di bawa ama rika di ruang makan, sambil makan aku liahatin mulut sexy adik iparku itu mengunyah makanan. Dan belahan dadanya yang mengintip nakal Dari kaos U can See istriku yang dia pinjem dan sedikit kekecilan.

Sedangkan pinggul montok cubby dia hanya di bungkus hot pants ketat dan kekecilan yang juga punya istriku, tanpa memakai CD, jadinya memeknya nampak nyeplek dan sedikit basah, mungkin sisa spermaku yang masih sedikit demi sedikit mengalir keluar dari memeknya.

“kamu tadi ke sini naik apa rik?” tanyaku memecah keheningan

“di antar temen” jawabnya

“pulang apa mo bobo sini?” tanyaku sambil masih jelalatan ngelihatin tubuh adik iparku itu

“balik ah, besok masuk pagi, ga bawa sragam lagi” jawabnya

“lagian, kalo di sini, alamat ga isa bobo sampe pagi..hihihihi…”tambahnya lagi

“prêt, macam sexy aja kau” kataku sok berlogat batak, sambil ngeloyor ke depan TV, karena aku emang dah selese makan.

“mo minta anter pulang?” lanjutku lagi

“ya iyalah, masa tega biarin aku naik taxi malam malam gini, ntar kalo di perkosa orang gimana?” Jawabnya mulai selebor

“weks!” balasku

Rika masih beres beres piring bekas makan kita tadi, lalu di bawanya ke tempat cuci piring dan mulai mencucinya. Adik iparku ini walau selebor tapi rajin orangnya, untuk urusan kecil seperti nyuci piring dll, di paling ogah kalau harus ngerepotin pembantu. Padahal latri…LATRI…!!!

“latri…” pikirku, tadi kami bertempur cukup seru, dan rika pun teriak teriak semau sendiri, mustahil kalau latri sampai gak denger. Gaswat bin syahwat! Kalau sampai di laporin ama istriku, bisa ancur ancuran aku.

Sambil berfikir, aku melirik adik iparku yang masih cuci piring. Dari belakang, karena lampu dapur, celana hot pants kekecilan milik istriku yang dia pakai hamper tidak dapat menutupi benda apapun yang ada di baliknya. Pantatnya nampak nyeplak penuh, bergoyang goyang seiring kegiatan dia mencuci piring. Kekhawatiran ku tentang latri yang mungkin mendengar aktivitas kami tadi seolah langsung musnah, seiring libidoku yang terbakar dengan cepat melihat body adik iparku yang baru saja aku entotin tadi.

“satu ronde lagi yuk rik” aku tiba tiba sudah di belakangnya, menempelkan kontolku yang sudah ¾ tegang ke belahan pantatnya dan berbisik tepat di telinga. Aroma rambut yang habis keramas menusuk sekali ke hidungku membuat libido ku tambah gak karu karuan.

Rika menoleh ke arahku, menempelkan bibirnya di bibirku menggigitnya kecil, lalu sambil masih menempel dia berkata “ogah ah, aku merasa bersalah banget ama mba ine”

“ayolah, kalau kita simpan ini di antara kita aja mana ada yang tau?” sanggahku sambil bibir kita masih menempel.

“gak mau” katanya pendek, sambil menjulurkan lidah hangat dia, menyentuh ujung lidahku.

Libidoku tambah terbakar abis abisa, aku nyosor bermaksud untuk French kiss dia dalam dalam, tapi rika lebih cepat menarik kepalanya kesamping berlawanan, sehingga aku nyosor angin. Melihat aku menyosor angin begitu, dia cekak cekikik sambil menjulur julurkan lidahnya, mengejek.

Tangannya lalu menjulur meremas kontholku dan bilang “mbok coba kendaliin ni junior sedikit to mas, kan kasihan mba ine, mas selain sama aku pasti sudah ngesex ama puluhan wanita selama pernikahan dengan mba”

“hayo ngaku ma rika, dah berapa wanita mas entot selama nikah ama mba ine?” katanya lagi

“mmm” aku gak langsung menjawab, cuman manyunin mulut.

“emang ine pernah cerita, apa aja?” tanyaku lanjut, perbincangan ini terjadi dalam posisi aku masih belum melepaskan pelukanku dari belakang kepada adik iparku itu. Dan kontolku juga masih dalam kondisi setengah tegang, menempel erat di belahan pantatnya yang hanya di alasi oleh celana hotpants ketat, tanpa celana dalam.

“jawab dulu, pertanyaan rika, dah berapa cewek mas entotin?” dia mendesak

“well, cuman ama kamu” gurauku

“wekksss…” katanya sambil menggoyang goyangkan pantatnya yang masih di tempeli sama kontolku, membuatnya semakin keras menegang.

“berapa?” desaknya lagi

“napa sih?” aku masih mencoba ngeles

“say it straight like a man, berapa?” rika terus mendesak

“jujur ma rika, kalo mas jujur, gak akan merubah pandangan rika ke mas, malah rika akan membantu mencari jalan keluar, kalau memang libido adalah masalah mas selama ini”

“ok, gw akan jujur, tapi jawab dulu tiga pertanyaan mas dengan jujur pula” kataku menantang.

“ok, tanyakan langsung ke tiga pertanyaan itu di awal, rika ga mau pertanyaan berikutnya adalah pengejaran dari pertanyaan sebelumnya” jawab rika.

Sudah aku certain dari awal kan kalo adik iparku ini emang cerdas, dan dia adalah salah satu tempat curhatku (dan istriku, mungkin). Dan tentunya gak pernah terlintas sedikitpun di otakku bahwa akhirnya aku entotin juga dia…well, let’s call it a human error.

“fine” kataku “pertama: apa pandangan kamu tenatang aku? I mean, selama ini, sampai…emmm, ok deh, including sampai aku ngentotin kamu barusan” lanjutku.

“ok, itu yang pertama” jawab rika

“yang kedua?”

“yang kedua; ine pernah cerita ke kamu ga, dia pernah ato belum selingkuh…emmm, ok deh, gw frankly aja, ML sama cowok lain, selama kita menikah?”

“trus yang ke tiga; apa pertimbangan kamu kok sampai mau ML sama aku tadi, soalnya aku tau kamu orang yang selalu penuh pertimbangan” dah itu aja.

“hihihi…” rika ketawa kecil

“pertanyaan mas, gak seperti biasanya, kurang tajam, kurang berbobot, cuman seputaran ngentot aja, agak susah ya mikir pas horny?” lanjutnya sambil masih ketawa tawa sambil goyang goyangkan pantatnya menggoda.

“ok rika jawab; pertama, pandangan ku tentang mas…ma situ orangnya sebenernya penyayang, bertanggung jawab, sedikit ganteng, jangan GR lho, tapi mas punya masalah besar, mas gampang horny, dan masalah lanjutannya, waktu mas horny, mas selalu berhasil mendapatkan pelampisan instant dengan memanfaatkan kecerdikan, kata kata manis mas, pesona, bahkan uang mas, walau mas akhirnya menyesalinya tapi toh siklus ini berulang tanpa mas mampu menghentikannya, entah kenapa, jadi di mataku, mas bukan orang yang harus di benci, melainkan harus di tolong”

“Kedua; yup, mbak ine pernah ML sama cowo lain, selain mas selama pernikahan, rika harap mas tidak egois dan tetap mencintai dan menerima mba ine apa adanya, selain mas juga harus introspeksi, juga mba ine menyesal…menyesal krena BEBERAPA cowok yang pernah dia goda, dan tiduri tidak ada yang seberingas mas…heheheh…”

“sumpe lo?” tanyaku menyela.

“ga juga, aku cuman ngarang kok, jangan langsung GR gitu kenapa sih, makanya besok lagi kalo ngentotin mba ine, tunjukin kalo mas jantan perkasa dan unforgettable, jadi mba ine cuman ML ama co lain kalo butuh variasi, bukan ngejar butuh..hihihi…”

“omongan lo mulai ga enak rik!, ni kita bicarain istriku lho, kakak kamu lho…”

“justru itu, makanya kita harus membicarakannya secara terbuka dan apa adanya, kebutuhan kebutuhannya, kelebihan dan kelamahannya, mengingat dia adalah orang yang sama sama kita sayangain”

“ic…ic…” jawabku sekenanya

“dan yang ke tiga?” tanyaku lagi

“o? apa tadi pertanyaan ke tiga?” katanya

“ngeles lo, pertanyaan ke 3: pertimbangan lo mau ngentot ama aku tadi? Gak mungkin kalau kamu khilaf, I know u too well…” jawabku

“lha ini, baru berbobot…percaya apa ga, kalau aku sudah minta ijin mba ine buat menguji mas, apa sampai hati ngentotin aku, adik ipar sendiri, dan kalau memang mas tega dan sampai hati, ini menjadi pertimbangan buat dia ngajuin gugatan cerai…dan…ternyata…mas sampai hati…”

“sumpe lo? Boong abis! yang bener? loe…” sergahku…

“hahahaha…takut niy…” banyolnya selebor

“kurang ajar lo rik!” sergahku

“hihihi…ok, yang tadi boong…sejujurnya, aku emang khilaf, aku lagi punya masalah ama cowoku, ngelihat junior mas, body mas lalu nempel nempel, masuk separo, akhirnya ya sudahlah…ngentot ngentot dah…lumayan dapet kuda gratisan…hahahaha…” rika ketawa terbahak bahak.

“gila lo rik, ampir aja aku jantungan ma jawaban kamu sebelumnya, kalo sampe bener seperti itu, bisa mati beneran aku, aku gak ngebayangin hidupku kalo mbak mu sampe ninggalin aku”

“mmm, aku seneng mas masih mikirin keutuhan pernikahan ama mba ine”

“Ya iyalah! Gila apa, mbak kamu itu masa depanku, satu satunya yang aku mau untuk tua dan mati, ya cuman di samping dia”

“dan kelihatannya mba ine gitu juga, aku ngiri sama kalian berdua” kata rika lagi “walo kalian ni gila gilaan soal ngentot sama orang lain hahaha…” lanjutnya

“so…” katanya lagi

“kalo, aku bilang, demi mba ine, aku ga mau satu ronde lagi, apa mas masih mau maksa, bujuk atopun seduce aku?” kata dia lagi. smart move girl!

“nope” kataku sambil mencium kilat pipi dia lalu mundur, dan mau berbalik ke depan TV lagi. tetapi tangan rika tiba tiba menjulur kea rah kontolku dan bilang

“trus ni konti, mau di biarin berdiri tersiksa gini aja? Beneran ni isa nahan? Ntar latri lagi jadi pelampiasan…” godanya.

“gila lo! dia emang kalo udah berdiri susah di suruh duduk, tapi biarin aja, ntar di bawa tidur juga dah kalem sendiri” jawabku. Rika tersenyum penuh misteri.

Rika menyusulku ke sofa.

“kliatanya rika bobo sini aja deh, sembari ngawasin, jangan sampe mas nakal nakalan ama latri…hihihi…”

“prêt, tai lo!” kataku ketus

“eh, menurutmu latri tadi denger kita gak ya?” tanyaku

“denger, tadi dia sempet nanya aku, tapi dia sudah ku kondisiin untuk tutup mulut dan di makanannya yang tak kasih ke dia tadi sudah ku campur sesuatu, dia pasti sudah tidur pulas sekarang” jawabnya

“rika…rika…bisa aja lo sis, trus katanya lo ga bawa baju seragam?” sambungku

“ya besok pagi aja anterin ke kost pagi pagi…”

“iye, princess!! eh btw emang kamu tau apa tentang latri? Maksudnya, kelakuan asli dia kalo di kampung? Kan dia dari kampung lo yang nun jauh di mato…hehehe…”

“mmm…kalau masalah latri di kampung, aku ga gitu tau, soalnya kan beda desa, cuman satu kecamatan doang…tapi kalau tentang dia sama ‘manusia hornian’ yang ada di sini…hmmm…” katanya sambil nyolek kontolku dan melirikku binal

“maksudlo???!!!” kataku tanggap atas sindiran dia dan menepiskan tangan dia yang dah mulai akan meremas kontolku.

“please deh mas…seakan mas bisa sembunyiin ini dari aku…”

“ine tau soal ini?” tanyaku lagi dengan sangat gugup

“nah kan bener! Gila lo mas! Masa latri sih? Dia kan masih anak anak!!” teriaknya sambil melotot ke arahku

Sadar telah masuk ke dalam jebakannya, aku gak berusaha ngeles lagi…What did I tell u? she’s damn freaking smart. Shit!!

“ga terjadi apa apa, jujur !!…aku mergokin dia nonton bokep di kompi ku, trus terjadi sedikit pembicaraan, lalu tiba tiba dia ato aku entah siapa yang mulai, kita French kiss, but that’s all, saat itu aku bener bener bisa kendaliin diri…entah malaikat apa yang masih menjaga ku…dan serius, aku nyesel seribu nyesel…” jelasku panjang lebar seakan malah curhat.

“Gila lo mas…I don’t know, apa yang kamu punyain mas, tapi kliatannya kok hampir semua cewe bertekuk lutut di depan kamu, makanya kamu jadi gede kepala trus jadi brengsek gini…”

“hus, jaga bicaramu” sergahku

“serius! Saat kamu apel pertama kali, aku sempet minta ke mba ine, buat iklasin kamu buat aku, tapi mba ine bersikeras, padahal dengan cowo2 dia yang lain, mba ine asik asik aja”

“eh? Ngomong apa sih kamu rik? Jadi…halah, boong banget lo! I’m not your type kale…”

“hmm” rika hanya menjawabku dengan senyuman

“hehehe, cuman mo ngetes sePD apa mas…” lanjutnya ngeles

“prêt!”