Pacar Binal Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Tamat
Dibantuin Kerjain Tugas

Disuatu malam saat di kostku, pacarku tiba-tiba terbangun setelah sebelumnya kami bercinta beberapa jam yang lalu. Malam ini dia nginap dikosku dengan alasan ngerjain tugas, sengaja nginap untuk menuntaskan birahi kami yang sudah seminggu tak terlampiaskan karena kesibukan masing-masing.

Dia lalu mencari telpnya dibawah bantal dan menelepon seseorang. Aku yang juga terbangun, hanya menguping saja pembicaraan mereka.

“Rendy…..masih bangun lu?” Aku ga bisa dengar apa kata suara diseberang sana. Hanya suara pacarku yang aku dengar.

“Gue belum selesai tugas Pak Ahmad ini. Baru ingat kalau besok dikumpul. Mana les pertama lagi”

“Ga bisa…laptop gue dirumah”.

“Gue lagi nginap di kost cowo gue…hehehe…” Anjis…pakai ngaku segala lagi pacarku kalau lagi nginap dikostku.

“Apaaan sih. Dasar mesum lu”.

“Iya gue mau minta tolong dong….Bantuin buatin tugas gue ya Rendy baik…” Kata pacarku membujuk…

“Imbalannya? Apa ya? Ya gue trktir lu makan steak deh..”

“Ayo dong bantuin buatin tugas gue. Gue bisa ngulang ini kalau sampai ga ngumpulin. Tahu saja lu si Ahmad killer itu please Rendy baik….”

Aku tak bisa mendengar cowo diseberang telpon sana nego apa ke pacarku.

“Jadi apa?” Kata Pacarku kemudian.

“Ah ga ah…..”

“Ga mau…..”

“ehhh….ehhh…tunggu-tunggu….lu kesempatan banget sih….” Sepertinya cowo itu membuat pacarku ga punya pilihan lain.

“iya…iya…aduh bagaimana sih….”

“Ya sudah kalau cuman itu saja. Ga boleh yang lain ya”.

“Tapi kasih dulu tugasnya besok…..”

“sip..sampai ketemu ya”.

Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Aku hanya pura-pura tidur saat pacarku mendekat dan memelukku untuk melanjutkan tidur.

Kejadian-Kejadian yang Mencurigakan

Sesi Foto?

“Yankk…… fotografer yang di diskotik kemarin ajak aku foto session. Katanya dia butuh model. Boleh ga yank?” Begitu whats up pacarku disuatu sabtu pagi, saat aku baru bangun.

Aku belum balas. pacarku kembali wa : “Aku sesekali ingin foto. Lumayan buat ganti profile di IG juga. Gratis ini ada fotografer profesional”

Nyawaku belum sepenuhnya sadar, langsung aku jawab: “Ya sudah boleh saja. Asal kamu senang saja yank”

“Makasih sayank. Aku wa Delvin ya. Katanya mau jemput. Kamu ga usah repot antar aku. Nanti aku kabari ya. Muachh”

Aku akhirnya tahu nama mas mas fotografernya adalah Delvin. Baru ingat kalau dulu sehabis difoto di diskotik, fotografer itu minta no wa pacarku untuk dikirim foto. Kata pacarku mas Delvin nih mau jemput dia dari rumahnya. Seingatku hari itu kebetulan rumah pacarku lagi kosong karena papa mama pacarku keluar kota sampai besok.

Malah Si fotografer ini minta dimasakin sarapan dulu katanya. Dasar modus, pikirku. Tapi aku bolehin saja, daripada aku larang dan akhirnya pacarku main belakang, mending ijinin saja. Asal dia jaga diri dan dengan syarat dia kasih tahu kemana saja nanti sama fotografer itu.

Aku lanjut tidur karena memang ngantuk berat. Tadi malam sudah begadang sampai pagi. Begadang karena skripsi yang ga kelar-kelar. Mumpung weekend ya aku bantai begadang aja.

Aku baru bangun lagi sekitar jam 4 sore. Itupun karena perutku sudah keroncongan. Gila, sudah kayak orang mati saja tidur selama ini.

Aku lihat wa ku ada 3 miscall dari pacarku. Aku buka wa:

Jam 11.00 :

“Yank…baru kelar sarapan ini dirumah. Kita jalan ya”

“Belum dikabari kemana. Katanya rahasia”

“Aku kabari nanti ya”

Jam 12.00 :

“Yank ini fotonya di apartemen. Kostumnya sudah disiapkan”.

“Kamu sudah bangun?”

Jam 12.15

“Yank kalau foto sexy begitu bisa ga?”

“fotografernya konseonya begitu katanya”

12.17

“Yank…jawab dong……”

miscall
miscall

“Yank…”

“Ya sudah deh”

Jam 15.00

“Baru kelar ini fotonya”

“Aku langsung balik ya”.

“Capek.

“Kamu juga pasti masih bobo”

Aku lalu telp pacarku. Tapi Hp nya sudah off. Aku coba telp lagi tapi ga bisa. Wah dia kesal kali karena aku tidur sampai sore begini. Bakalan gagal malam mingguan ini. Ya sudah aku mandi dan cari makanan disekitar kost. Sehabis makan aku coba telp pacarku tetap ga aktif. Sudah hampir jam 7 malam.

Aku wa pacarku: “Kamu dimana?”

Tapi hanya centang 1. Aku lalu baca lagi dari atas semua wa pacarku. Perhatianku ke wa jam Jam 12.15 : “Yank kalau foto sexy begitu bisa ga?” Wah ini maksudnya foto sexy seperti apa. Apalagi sama fotografer, pasti punya konsep (atau modus). Enak benar fotografer itu bisa foto sexy pacarku. Apakah foto sexy yang dimaksud adalah pakai lingerie? Atau bikini? Atau jangan-jangan…sampai toples.

Kepalaku langsung pusing membayangkan itu. Membayangkan pacarku yang cantik berpose sexy dihadapan fotografer kampret itu. Pasti ga akan tahan. Selama dia lelaki normal, pasti horny lihat pacaraku berpose sexy. Dijamin.

Kemudian aku telp sahabat pacarku si Sherry. Cukup lama akhirnya diangkat.

“Shery…lu sama cewe gw ga? Hp nya off”

“Ehhh….. Ga ….ehhhh…”

“Lu kenapa sih? Sakit?” Tanyaku karena dia seperti mendesah begitu.

“Eh ga kok. Gw ga sama Marsha….”

“Lu dimana?”

“Gw di kost nih” JAwab Sherry, tapi suaranya seperti ga biasa. Seperti ada yang ditahan.

“Gw ksn ya.”

“Jangan….gw lagi ada acara…auuuuwww…”

Kudengar sangat jelas sherry bicara, walau sepertinya menjauh dari telp karena suaranya pelan, tapi cukup jelas: “pelan-pelan dong sayang. Ini gw terima telp dulu…nakal deh…” Kemudian aku dengar suara-suara desahan pelan dan bunyi ranjang yang berderit-derit.

Pikiranku langsung kemana-mana membayangkan Sherry lagi ML di kostnya. “Ya sudah deh. Kabari ya kalau ketemu pacarku”. Ga dijawab Sherry, tapi langsung dimatikan HP nya.

Lumayan konak juga membayangkan Sherry yang sexy itu lagi digenjot di kostnya. Mana pakai angkat telpon segala lagi. Sepertinya memang mau buat sensasi dalam bercinta. Hebat ini Sherry. Bitchy abis.

Maka aku aku langsung kerumah pacarku. Sesampainya disana rumahnya kelihatan sepi. Bahkan lampu teras tidak hidup. Aku coba telp tapi ga bisa, termasuk telp rumahnya ga ada yang angkat. Ingin aku memanjat gerbang, tapi aku urungkan takut dikira maling.

Aku akhirnya pulang ke kost. Dengan banyak pertanyaan. Apakah benar pacarku pulang kerumah? Atau jangan-jangan pergi dengan fotografer itu? Apakah pacarku menyembunyikan sesuatu. Banyak pikiran berkecamuk dikepalaku. Sampai akhirnya aku tertidur.

Besok paginya aku terbangun karena pacarku datang. Dia membawakan sarapan. Aku hanya diam saja sambil menikmati nasi kuning yang dia bawakan sampai habis. Dia sepertinya tahu aku lagi bete. Belum sempat aku mengintrogasinya, dia duduk disebelahku dan langsung menjelaskan dengan lengkap kenapa kemarin HP nya off.

Katanya dia kemarin kecapean dan kehujanan sampai rumah, habis mandi langsung tidur dikamarnya. Lupa charge HP, makanya off. Dia minta maaf. Ingin aku percaya, tapi susah karena sepertinya dia ga jujur. Harus aku inspeksi ini. Inspeksi seluruh tubuhnya, apakah ada jejak-jejak yang mencurigakan.

“Terus foto sexynya jadi?” Selidikku.

“Ga jadi. Habis kamu ga balas wa aku”

“Oh begitu”

“Iya sayank….” Jawabnya dengan senyum manis. Sambil menggoda, tentunya.

Aku yang dari tadi malam sudah menahan konak, langsung mendorongnya keatas tempat tidur. Tanpa penolakan berarti dia aku telanjangi. Dia pasrah saja karena mungkin merasa bersalah, sehingga pasrah adalah kompensasi.

Di minggu pagi nan cerah ini aku pun menuntaskan hasrat seks, sambil “meneliti” setiap inchi tubuh pacarku apakah ada jejak yang mencurigakan. Tidak ada bekas cupangan di payudaranya yang membusung indah itu.

Pun begitu di lehernya yang jenjang. Berbagai gaya kami coba posisikan. Mulai misionris, pangku-pangkuan, berdiri dengan aku himpit badannya ke tempok dekat kamar mandi. Vaginanya masih tetap kencang, meremas batangku yang pagi itu memang sedang mengeras. Dia sampai menggigit bahuku untuk menahan desahannya saat aku sodok dengan frekuensi cepat.

Aku kemudian membaringkan diri diatas tempat tidurku. Dan saat pacarku berada di atasku dia dengan cepat menaik turunkan tubuhnya yang sexy tanpa sehelai benang itu, payudara indahnya mengayun dengan bebas, itu menjadi sebuah pemandangan yang erotis sekali, membatku berkali kali harus menahan agar tak cepat crottt.

Pacarku nampak sangat bernapsu sekali menggoyangkan pantatnya diatas batangku. Posisi ini memang salahsatu favorit pacarku, karena dia yang mengedalikan permainan. Aku sampai menutup mulutnya agar tidak berisik. Takut membangunkan tetangga.

Akhirnya akupun tak bisa menahan lagi, aku segera mau tuntaskan, maka aku buat posisinya menjadi menungging, dengan posisi doggy style aku genjot pacarku dari belakang dan kutarik rambutnya. Pacarku pun membantu dengan menggerakan maju mundur pinggulnya sambil meremas toket nya sendiri.

Ahhhhhh… lenguhan panjangku sambil buru buru menarik batangku dari liangnnya. Desahanku diiringi Semburan sperma ku diatas pantatnya. Aku pun terkapar lemas, pacarkupun ikut terkulai sambil menjatuhkan tubuhnya. Aku rebahan disampingnya sambil aku peluk dari belakang. Kami tertidur dengan lemas.