Pacar Binal Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Tamat

Sore itu hujan deras mengguyur kota bandung. Sudah seminggu ini selalu hujan turun di kota kembang yang sejuk ini. Suara petir menyambar-nyambar diatas genteng kostku yang terletak di kawasan bandung utara.

Bandung sore itu sebenarnya terasa sangat dingin sekali. Tapi dinginnya Kota bandung tidak aku rasakan sama sekali, justru aku keringatan didalam kamar kost yang berukuran 3×4 M ini.

Aku telentang diatas kasurku dengan peluh di dahi. Tubuhku telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Diatas tubuhku seorang gadis yang sama telanjangnya juga sedang asik menaik turunkan tubuhnya mengendarai penisku. Tubuhnya yang putih mulus bak pualam juga penuh keringat.

“Ahhh….ahh…..ahhh…..” Desah gadis itu, dengan semangat menaik-turunkan pantatnya. Derasnya hujan membuat desahannya tidak terdengar sampai keluar kamar kost.

Aku menatap wajahnya yang cantik yang dilanda horny itu. Dia dengan semangat aku biarkan mengejar kenikmatan sendiri dengan posisi woman on top. Posisi favorit sebagian kaum hawa. Wajahnya yang kemerahan karena nafsu menambah kesexyan.

Aku hanya meraba-raba pantatnya yang sekal itu, sambil sesekali membantu mengangkat pantatnya agar lebih dalam masuk ke batangku.

“Aduh sayang……enak bangeet……” desahnya lagi.

“Ayo goyang terus sayang. Kamu sexy banget kalau lagi horny gini” Sahutku.

Sambil berkata begitu aku raih sepasang payudara indah berukuran 34B itu. Aku remas putingnya sehingga membuatnya mendesah makin kencang. Ini memang titik sensitifnya.

“Terus….jilat aja sayang….” desahnya, dengan tetap semangat memompa batangku.

Maka aku majukan wajahku ke dada indah itu, lalu jilatin payudara kanannya, tangan kananku memainkan dadanya yang kiri. Hal itu membuat dia makin mendesah kuat. 3 menit aku melakukan itu, di menit keempat dia tambah cepat menaik turunkan tubuhnya, menghujamkan penisku ke vaginanya. Kadang-kadang dia memutar pinggulnya, untuk menemukan titik-titik nikmat vaginanya sendiri.

Tak lama dia menjerit panjang. “Ahhhhhhhhhhhhhhh…………”. Kurasakan vaginanya mengeluarkan cairan yang sangat banyak. Dia orgasme dengan sangat suskses, lalu ambruk ke dadaku.

“Aduh yang enak banget……aku keluar…..” katanya ngos-ngosan. Bandanya tak bergerak, lemas diatas tubuhku. . Kubiarkan dia istirahat sejenak.

Gadis cantik itu tak lain adalah Marcha, pacarku. Dia adalah mahasiswi semester 2 di sebuah PTS di bandung, kami baru 6 bulan menjalin hubungan. Tapi urusan making love sudah sering kami lakukan. Akulah orang pertama yang memecahkan perawannya 3 bulan lalu. Sejak itu, kami sering melakukan hubungan sex, terutama di kostku seperti saat ini.

Untuk diketahui Marcha memiliki bentuk badan yang proporsional, tinggi badannya sekitar 165 dan badannya sangat sexy dengan bentuk lekuk tubuh yang ideal dan dada yang ranum menggoda. Kulitnya putih halus dan rambutnya hitam lurus panjang penuh terawat.

Wajahnya yang cantik terkesan lugu seperti boneka, karena matanya yang kemayu dihiasi bulu mata lentik dan alis mata yang indah. Marcha pun gemar menggunakan pakaian yang terbuka dan sering mengenakan celana rok pendek yang memperlihatkan kemulusan pahanya dan betisnya yang menurutku sangat sexy. Baju ketat ala mahasiwi dan kemeja dengan kancing atas terbuka (dengan belahan dada yang sesekali terbuka) adalah fashion dia tiap hari. Benar-benar gadis idalam kaum hawa.

Aku sangat menyayanginya dan sungguh bahagia bisa mendapatkannya, karena selain cantik wajahnya, diapun sangat baik dan ramah yang menarik perhatian semua cowok. Sebelum akhirnya ada suatu kejadian yang mengubah semua pandanganku dan mengubah caraku memperlakukannya sebagai pacar.

“Sayang, kontolku masih keras nih. Aku tuntaskan ya…” Kataku sambil menggeser tubuhnya dari atasku.

Dia tidak menjawab, tapi tidak menolak juga. Matanya masih terpejam. Kini dia aku atur posisi tertidur telungkup dengan posisi kepala terbenam di bantal. Aku berdiri diujung tempat tidur, menatap pantatnya yang putih mulus menggemaskan itu. Aku tak tahan, lalu menaikkan pantatnya sehingga posisinya menungging dengan kepala masih diatas bantal. Akupun langsung memasukan penisku ke vaginanya yang masih basah dengan sisa orgasmenya.

Penisku menusuk liang kewanitaannya dari arah belakang, pantat sekal gadis ini bergetar. Kudengar desahannya yang tertahan bantal. Kini dengan cepat pantatku bergoyang maju mundur menyetubuhi kemaluannya.

Mencari kenikmatan yang tadi sempat terhenti sejenak. Suara petir diluar bersahut-sahutan dengan desahanku karena nikmatnya. Walau sudah sering mengenjot liang pacaraku ini, tapi aku selalu suka dengan sensasi vaginanya yang masih sempit ini. Batangku seperti disedot-sedot. Aku harus memainkan tempo, kalau tidak bisa cepat crottt. Beruntung sekali aku bisa punya pacar secantik ini, yang selalu menurut disuruh ngapain saja. Dan tentunya ini semua gratis. hehe.

“Ehhhh….ehhhh…” Kudengar dia mendesah. Wajahnya masih terbenam dibantal.

Tubuh pacarku sesekali terhentak-hentak kedepan. Pantatnya yang sekal itu aku remas dengan kuat. Tak berapa lama kemudian:

“Aaaaahhh….. sayang aku keluar…….” kataku sambil mencabut penisku dari vaginanya dan menyemprotkan spermaku ke bokong dia sampai habis.

Aku lalu ambruk disampingnya, mengumpulkan sisa-sisa tenaga.

Demikianlah aktifitas sex kami sore itu kala hujan. Aktifitas yang kami sering lakukan, apalagi dengan kondisi mendukung seperti ini. Marsha pacarku benar-benar penurut. Pasti kalau dia mampir kekost dia akan dengan hati melayaniku.

Walau awalnya kami dikamar hanya mengerjakan tugas atau nonton DVD atau sekedar tiduran menghilangkan penat, pada akhirnya kami ML. Pacarku lambat laun sepertinya menyukai sex yang mengebu-gebu.

Namaku Billy, aku seorang mahasiswa tingkat akhir di kampus swasta di bandung. Aku pindahan dari kota Medan. Sedangkan pacarku adalah gadis asli bandung. Aku di Bandung kost tidak jauh dari kampus. Aku satu satu kampus dengan pacarku.

Bahkan kami satu jurusan. Dia adalah juniorku. Aku sudah mengincarnya sejak pertama kali penerimaan mahasiwa baru. Wajahnya yang cantik khas gadis sunda membuatnya menjadi incaran para senior. Tapi aku beruntung karena akhirnya dia melabuhkan cintanya padaku. Bahkan bisa jadi orang pertama yang merasakan kenikmatan vagina mudanya.

Usahaku selama 6 bulan untuk PDKT akhirnya berhasil. Aku beruntung karena punya otak sedikit encer, sehingga menjadikanku asisten dosen. Itulah awal kedekatanku. Berawal dari asistensi mata kuliah, mengjarinya asistensi kuliah, kemudian jalan berdua (nonton, makan, hangout), sampai akhirnya pacaran.

Pada awalnya, seperti bisanya orang pacaran, jika dia datang kekostku kami biasanya ciuman. Aku suka bibirnya yang lembut, dan nafasnya yang harum. Lama kelamaan ciuman kami berubah jadi cumbuan dan juga remasan di dada dan pantatnya.

Sampai suatu saat aku berani memintanya melepaskan branya, agar aku bisa mencumbunya dengan lebih bernafsu. Aku sampai terkesima saat pertama kali melihat payudara telanjang pacarku. Benar-benar sempurna. Benda itu adalah benda favoritku sejak saat itu.

Sejak saat itu kami petting berkali-kali. dan Hanya 3 bulan pacaran, aku akhirnya bisa mendapatkan keperawananya. Aku mengeksekusinya pertama kali dikamar ini (mungkin lain kali aku ceritakan). Itu pengalaman yang tak terlupakan.

Setelah itu, kami sering mengxplore kenikmatan duniawi, baik di kostku atau dirumahnya saat sepi atau pas liburan bersama. Jiwa muda yang penasaran akan berbagai gaya sex kami tuntaskan bersama. Dan aku beruntung sekali pacarku ini sangat penurut.

Apalagi pacarku memang sering datang kekostku karena dekat dengan kampus. Jadi sambil menunggu kuliah atau sepulang kampus, dia sering mampir kekostku. Bahkan dia punya kunci kamar kostku. Karena kostku terbilang bebas, jadi dia bebas kapan saja mampir.

Demikian sekilah perkenalannya.

Aku terbangun sekitar jam 7 malam setelah ML tadi sore dengan pacarku. Kulihat pacarku sudah tidak ada disampingku. Aku lalu kekamar mandi, membersihkan badan lalu pakai baju untuk mencari pacarku.

Baru saja aku mau buka pintu kamar kost untuk keluar, aku dengar suara pacarku lagi ketawa terbahak-bahak di depan kost. Aku lalu mengintip dari jendela kamar. Kulihat pacarku lagi ketawa cekikikan dengan teman satu kostku bernama Johan. Mereka berdua asik bercanda. Kulihat Johan sangat senang ngobrol dengan pacaraku yang sexy ini.

Memang beberapa kali sebelumnya aku lihat tatapan mata Johan ke pacarku saat berkunjung ke kost. Demikian juga beberapa penghuni kost lainnya. Lagian siapa sih yang tidak suka dengan pacarku yang sexy ini?!

Harus kuakui bahwa pacarku memiliki banyak kelebihan sehingga sering membuat banyak lelaki menelan ludah setiap kali melihat liuk tubuhnya.

Ntah kenapa aku senang jika ada yang menatap tubuh pacarku. Menjadi kebanggan tersendiri bagiku. Sama seperti saat ini, saat Johan curi-curi menatap ke dada pacarku, apalagi saat Marsha ketawa kencang, yang membuat dadanya yang montok itu tergoyang dengan indahnya.

Dari posisiku mengintip aku bisa melihat puting pacarku menonjol di kemeja kuning yang dia pakai. Aku kaget menyadari kalau pacaraku ternyata tidak pakai bra. Aku lihat ke ranjangku, memang benar, bra merahnya ada disana yang kubuka tadi pas ML. Demikian juga dengan CDnya yang warna senada, tergeletak diatas lantai. Berarti saat ini ia tidak memakai pakaian dalamnya baik BH maupun celana dalam.

Ingin aku segera keluar untuk menegurnya, tapi ntah angin apa, justru aku malah diam dan tetap mengintip. Penasaran.

“Hahahahahahaha……” Pacaraku ketawa saat Johan memberi joke.

Baju putih yang agak transparant membuat payudaranya membayang, apalagi saat dia tertawa, goncangan badannya membuat dirinya makin terlihat sexy, karena payudaranya bergoyang goyang naik turun, ditambah lagi ada saat dimana kulit payudaranya terlihat di sela sela kancing bajunya. Aku yakin Johan bisa melihat payudara pacaraku dari sela-sela kancing itu. Aku yang melihat pemandangan ini jadi semakin panas dingin.

Ternyata tadi saat aku tertidur selesai bercinta, Johan mengetok pintu kamarku. Aku yang tertidur pulas tidak dengar dia yang mau meminjam mobilku untuk beli makan karena hujan masih deras. Pacarku yang mendengar ketukan itu terbangun dengan kaget, dikira juragan kost yang gedor.

Maka dengan buru-buru dia pakai rok dan kemejanya dengan cepat tanpa memakai pakain dalam. Johan pun tidak pergi beli makan, malah ngobrol sama pacarku di depan, berhubung aku masih tertidur telanjang dikamar.

Dan sekarang aku masih berdiri setia melihat Johan dengan nafsu melihat tubuh pacarku. Aku tidak tahu apakah pacarku menyadari tatapan lelaki itu. Buah dada pacarku memang tergolong favorit kebanyakan lelaki, dengan ukuran cup yang cukup besar digabung dengan lingkar dada nya yang kecil, membuat aku akan langsung membenamkan wajahku disana.

Pahanya yang mulus hanya bisa ditutup setengah oleh roknya. Posisi duduk pacarku agak miring sehingga paha mulusnyalah yang terpampang bebas di hadapan Johan. Aku lihat Johan terus menatap tubuh pacarku dengan leluasa. Tentunya dengan pandangan mupeng penuh nafsu. Aku bertanya dalam hati apakah pacarku sadar kalau dia sedang dipandangi cabul oleh teman kostku itu, tapi dia malah berlagak cuek.

Harus kuakui bahwa sekarang ada perasaan cemburu melihat dari jarak dekat begini kalau ada lelaki bernafsu pada tubuh pacarku. Tapi aku justru membiarkan. Rasa cemburuku, berbalut juga dengan…..horny. Ntah kenapa aku horny melihat tubuh sexy pacarku ditatap lelaki lain. Perlahan batangku mengeras.

Aku rasa Johan mulai sadar kalau pacarku tidak memakai apapun lagi di balik kemeja itu. Aku yang melihat dari balik jendela saja bisa langsung tahu kalau pacarku tidak memakai apapun lagi dibaliknya, apalagi oleh Johan yang tepat duduk di depannya.

Aku horny. Benar-benar horny membayangkan ini. Ntah kenapa fantasi seksual ku mengarahkan agar pacarku juga ikut dinikmati oleh lelaki lain. Gila memang, namun terdapat suatu kenikmatan membayangkan tubuh pacarku yang begitu sensual ikut dicumbu, dijilat, dan dinikmati oleh lelaki lain terutama oleh pengagum-pengagum setianya. Membuat penisku makin lama makin mengeras.

Aku antara rela dan tak rela saat ini. Batangku makin mengeras maksimal. Perlahan-lahan aku buka celana dan CD ku, lalu aku kocok batangku yang sudah mengeras. Ini benar-benar sensasi yang luar biasa yang baru pertama aku rasakan. Kubayangkan tiba-tiba Johan nekat menerkam pacarku, lalu memperkosanya dengan brutal didepan kamar ini. Fantasi aneh memang.

Aku makin cepat mengocok batangku saat mebayangkan pacarku menaik turunkan tubuhnya diatas Johan yang duduk diatas kursi itu. Aku benar-benar nafsu, membayangkan pantat mulus pacarku naik turun diatas Johan, tepat dikursi diatas kamar kosku.

Aku makin kuat mengocok batangku. Aku benar-benar nafsu. Dan ini harus segera dituntaskan. Batangku harus dipuaskan, tidak lain dan tidak bukan oleh liang sempit pacarku.

Maka segera aku menghetikan onaniku, lalu rapikan celana, kemudian keluar kamar, menyapa mereka berdua. Setelah basa basi sebentar, Johan akhirnya pamit dan bawa kunci mobil untuk untuk beli makan. Tak lupa aku nitip juga untuk makan malam.

Segera kutarik pacarku kedalam kamar. Setelah menutup pintu, segera aku cium bibirnya dengan buas, dan aku raba dadanya dengan penuh nafsu. Dia kaget dan minta berhenti, tapi aku bilang horny banget. Seperti biasa, walau awalnya menolak, dia akhirnya hanya pasrah saja menuruti melayani nafsuku. Benar-benar pacar menurut. I love you.

“Pelan-pelan sayang….” Hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Tanpa menunggu lama segera kubalikkan tubuh pacarku menghadap dinding kamar dan segera kuturunkan rok yang dikenakannya. Dia memang sudah tidak pakai celana dalam. Sejenak kutatap bokong yang menantang itu, lalu menamparnya.

Dia sempat protes sebentar, tapi dia kembali mendesah saat kuusap vaginanya dan bagian klitorisnya agar basah. Vagina pacarku memang sensitif terhadap sentuhan, sehingga cepat basah.

Aku tak menyangka bisa se-horny saat ini setelah menyaksikan tadi pacarku “pamer” tubuh indahnya. Dengan segera kubuka reselting celanaku untuk mengeluarkan Penisku yang memang sudah membesar sejak melihat pacarku diluar tadi.

Kuarahkan ke liang vaginanya, dan dengan sekali dorongan keras penisku pun masuk menembus kedalam liang vagina pacarku yang sempit itu. Dia hanya menjertit kesakiatan sebentar, sebelum kembali mendesah.

Gesekan gesekan hangat bercampur dengan rasa cemburuku membuat gairahku semakin memuncak.

“Sayang kamu kenapa? Kok semangat banget?”tanya pacarku sambil mengarahkan pandangan ke belakang menatapku.

“Aku horny sekali sayang….ouhh….” Jawabku dengan terus menghujamkan penisku kedalam vaginanya

“iya tapi pelan-pelan dong sayang..” Kata pacarku.

“Oughh bitch u make me jealous…U are so naughty bitch”umpatku dalam hati. Ya dalam hati.

“Aghhhhhh……agghh……” pacarku sambil memekik tertahan menahan nikmatnya tusukan penisku.

“Aku tadi horny lihat kamu ngobrol sama Johan…ah..ahhh…” Kataku.

“Kamu benar-benar sexy saat ga pakai bra dan CD…uhhh…Uhhh……Dan Johan bisa menikmati pemandangan tubuhmu sayang……..”

“Really? I dont know that….” Jawab pacarku. “So you jealous honey?”

Semakin dia berkomentar yang membuatku cemburu semakin aku cepat dan keras menghujamkan penisku ke dasar vaginanya. Aku meraba kedepan membuka kancing-kancing bajunya, lalu meraba payudara mulus itu.

“Kamu ga marah kan sayang? Aku ga tahu. Maaf ya….” Ujaranya ditengah goyangku.

“Gpp. Justru itu yang buat aku horny” Kataku Sambil batangku tetap bermain keluar dan masuk di dalam liang vaginanya, tanganku yang tak pernah berhenti meremas dan memilin payudara pacarku yang menggantung bebas.

Kemudian aku minta dia baring diatas tempat tidur. Aku mau menuntaskan dengan gaya konvensional.

“Jadi kamu horny melihat pacarmu dilihat cowo lain? Nakal kamu ya…hihihi…” Kata dia sambil berjalan ke ranjang.

Pacarku lalu melepaskan kemejanya hingga telanjang bulat. Dengan gaya menggoda dia berbaring diatas tempat tidur dengan mengangkangkan kakinya yang mulus.

Dengan kesetanan, aku lalu mengarahkan kembali batangku ke liangnya yang sudah banjir. Dengan penuh nafsu aku gempur vagina pacarku. Kupermainkan pinggulku, menyodok liang senggama pacarku, berkali-kali, sambil tubuhku menindih tubuh pacarku.

Payudara pacarku yang berukuran 34B, tak henti-hentinya ku hisap dan ku permainkan saat aku mulai menggenjot tubuhnya. Aku benar-benar penuh nafsu.

“Sshhh… ahhh… ohhhh…enak banget memekmu sayang…ohhh…ohhhh…..” berulang-ulang aku bilang begitu kepadanya sambil memompanya dengan cepat.

Dia juga mengikuti iramaku, tak lagi ada rintihan yang keluar dari mulutnya, “ahhh..ahhh” hanya desahan lembut yang mengalir deras dari mulutnya.

Matanya kadang terpejam, kadang menatap lembut kearahku, sambil tubuhnya mulai dibanjiri keringat, begitu juga denganku.

Sesaat kemudian badannya berkelonjotan, terasa ada cairan yang keluar dari liang kewanitaannya, tak lama kemudian tubuhnya melemas, namun aku terus memacu tubuhku, memompa vagina milik pacarku, seakan-akan aku tak rela melepaskan batang penisku dari liang milik pacarku, aku memompa cepat tubuhnya.

Kali ini aku mencoba melakukannya sambil setengah berdiri, tubuh pacarku setengahnya tergeletak di kasur, kakinya melingkar ke pinggangku, aku kembali menghujami penisku ke dalam vagina milik pacarku.

Hingga akhirnya terasa batang penisku akan menyemprotkan sesuatu.

“Ohh sayank….Sayang aku keluar….aku keluar sayang…aghhh”erangku.

“Jangan didalam…sayang….sshh” Katanya.

Lalu aku tarik batangku tepat sebelum menembakkan sperma. Biasanya ku menumpahkan spermaku di perutnya, tapi kali ini kuarahkan ke wajahnya. Aku kocok-kocok batangku yang kemudian memuntahkan lahar putih yang berlomba-lomba menembaki wajahnya. Dia kaget sampai menutup mata dan mulut.

Tubuhku berkelejotan meresapi gelombang orgasme yang melanda. Tampak begitu banyak lelehan sperma di wajah pacarku, sebagian kena rambut dan beberapa tercecer ke dagunya, juga menciprati leher dan dadanya.

Benar-benar nikmat, apalagi bisa menumpahkan sperma diwajah innocent pacarku ini. Aku lalu ambruk disebelahnya. Dia buru-buru ke kamar mandi untuk cuci muka. Dari kamar mandi kudengar dia teriak: “Bau banget sayang…. lengket nih sperma kamu…kamu asal semprot aja….huek…”

Aku hanya ketawa melihatnya keluar dari kamar mandi dengan cemberut. “Rambut aku kena….hiksss…….kamu mau asal tembak aja…bete…” Katanya.

Ini memang pengalaman pertama bagi dia merasakan aroma sperma, karena biasanya aku crott di perut atau bokongnya. Kedepan aku akan lebih sering menumpahkan spermaku diwajahnya seperti tadi. Karena ada sensasi tersendiri. Mungkin aku terpengaruh film bokep. Dan aku akan mulai merayunya agar bisa crot di mulut.

Aku lalu mendekat dan memeluknya, lalu berbisik “Ya udah besok aku traktir kamu ke salon deh Jangan bete ya”

Bersambung…