Natalie’s Story Part 9

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Tamat
Perjalanan Menuju Threesome
Pesta Birahi
Berbalut Dendam Lama
(bagian 2)‚Äč

-FLASHBACK JEFFRY-

“Jeff! Gimana sih cara kerja anak buah lo?? Kerja kaayak gitu aja nggak bener!”

“Kalo gini terus kerjaan anak buah lo, rugi gue bisa-bisa Jeff!”

“Lo tau gak? Jangan diem aja elo bisanya!”

“Gue baru mulai bisa dapet untung, udah lo bikin rugi gini!”

“Sialan lo emang! Udah lo balik deh sono! Kerjaan nggak bener masih minta komisi aja lo bisanya!”

Gue masih inget banget kejadian dimana gue bener-bener dipermalukan sama orang yang dulu pernah gue bantuin usahanya. Waktu dia baru mau coba jalanin bisnis showroom dulu, dia dateng ke gue buat minta bantuan gue buat ngehandle kalo ada kredit macet yang dihadapinya.

Karena kebetulan gue punya channel kenalan yayasan debt collector, maka gue pikir nggak ada salahnya gue bantuin dia. Setelah gue berdiskusi sama orang yayasan tersebut, gue memutuskan menghandle sendiri jasa penagihan khusus untuk melayani showroom Nicko.

Gue sampai meng-hire beberapa orang debt collector dan bagian administrasi buat ngurus usaha jasa penagihan gue ini. Setelah gue dan Nicko tanda tangan kerjasama, gue mulai menghandle beberapa kasus kredit macet yang dialami showroom milik Nicko tersebut.

Cukup lama kita jalanin kerjasama ini dengan lancae dan tanpa masalah berarti. Bahkan gue sempet datang waktu Nicko dan Natalie menikah karena hubungan kami masih sangat baik.

Tapi waktu salah satu kolektor gue bikin kesalahan karena saalah prosedur kerja sehingga sampai berurusan deengan pihak kepolisian, Nicko dengan semena-mena memaki gue dan memutuskan kerjasama secara sepihak.

Bahkan fee penagihan yang udah jalan dari awal bulan, sama sekali nggak dibayar sama dia sampai gue harus pake uang pribadi buat membayar fee para collector yang kerja sama gue, juga gue harus masih keluar duit cukup banyak karena harus berurusan dengan hukum.

Gue bukan nggak usaha buat ngejelasin ke dia duduk masalahnya, tapi dia tiba-tiba sulit banget gue hubungi. Nomer pribadi gue diblock sama dia, dan gak pernah ada di showroom waktu gue dateng buat nemuin dia.

Gue dibikin bener-bener stress dan frustasi gara-gara si bajingan itu. Gue bener-bener dendam sama dia! Duit gue udah ilang banyak, dan harga diri gue diinjek-injek seenaknya waktu dia maki-maki gue dulu.

Keberuntungan gue ternyata ketemu istrinya waktu gue ada project di Semarang sini. Waktu gue inget-inget wajah wanita ini tadi siang, gue langsung inget muka si bajingan itu.

Dan keinginan bales dendam gue muncul lagi, siang tadi otak gue langsung berpikir untuk memanfaatkan istrinya yang ternyata punya hubungan gelap sama si Ricko buat ngebalesin dendam gue sama suami sialannya itu!

Untung si Ricko mau gue ajak kerjasama buat manfaatin Natalie. Dan gue gak nyangka kalo istrinya Nicko ternyata berpotensi buat dijadiin sex slave. Gue makin seneng ngeliat kesempatan bales dendam gue bisa bertambah seru dan nikmat karena gue juga bisa ngentotin istrinya.

Lo tunggu aja Nicko sialan! pembalasan gue bakal bikin lo menyesal karena perlakuan elo ke gue!!

-FLASHBACK END-

 

POV Orang Ketiga

“Ayoo kita lanjut lagi!” ucap Ricko memberi aba-aba yang dengan tiba-tiba menghentikan lamunan Jeffry tentang masa lalunya bersama Nicko.

“Jeff, gantian ya. Gue pengen ngentotin memeknya Natalie sekarang. Lo gantian ngentotin mulutnya aja.” Ricko memberi perintah tanpa meminta pertimbangan Natalie sama sekali sambil mengambil ponsel yang tadi diletakkan di meja samping sofa yg sedari tadi merekam persetubuhan mereka bertiga. Dia ingin mengambil gambar dengan angle lain menggunakan tangannya sendiri.

“Ayoo saayangg… Kamu nungging gih. Udah gak sabar pengen aku sodok memek kamu lagi kan?” ucap Ricko sambil menarik tubuh Natalie dan menepuk pantatnya serta memposisikan tubuhnya merangkak di atas sofa dengan pantat yang langsung diletakkan di depan batang kejantanan Ricko dan mulut di depan penia Ricko.

“Aaaarggghh… Pelaan sayang kontol kamu gede..” ucap Natalie ketika merasakan Ricko mulai melesakkan batang kejantanannya ke lubang surgawinya.

“Ploook…plok…ploookk…” suara benturan pinggul Ricko dan pantat Natalie mulai terdengar.

Natalie juga sudah mengisap batang kejantanan Jeffry di mulutnya sambil menatap wajah Jeffry yang keenakan karena servis oralnya dengan tatapan binal. Jeffry yang baru merasakan servis oral Natalie kali ini benar-benar merasa dimanjakan oleh hisapan mulutnya dengan rabaan di kantung zakarnya memberikan rasa yang nikmat pada batang kejantananya.

Sesekali Natalie hanya menghisap ujung kepala penis dan meliukkan lidahnya memutar serta menggelitik lubang kencing milik Jeffry sehingga menjadi tidak tahan akan rangsangan yang diterimanya.

Jeffry lalu menarik rambut di kepala Natalie hingga dirinya menghadap keatas kearah Jeffry dan menahannya di posisi itu selama beberapa saat dengan tubuh yang terus bergoyang menerima hujaman penis Ricko di kemaluannya dan tangannya masih mengocok penis milik Jeffry.

Tangan Jeffry bergerak merogoh mulut Natalie dan mengorek seperti mencari sesuatu lalu menarik rahang bawah Natalie sehingga mulutnya menganga secara penuh, air liurnya mulai menetesi sofa dibawahnya. Jeffry melakukan itu bukan tanpa alasan.

“Bangsat emang lo Nick! Gara-gara lu gue dulu rugi banyak. Sekarang rasain, bini lo yang harus menanggung akibat kelakuan elo dulu ke gue!” umpat Jeffry dalam hati sambil terus memasukan seluruh telapak tangan kasarnya ke dalam mulut Natalie. Jeffry merasa puas ketika dilihatnya wajah Natalie seperti tersiksa karena perbuatannya itu.

Tapi ternyata lain yang dirasakan Natalie, ketika dia menerima perlakuan yang sedikit kasar dari Jeffry di mulutnya. Dia justru merasakan sensasi yang lain, dia merasa makin terangsang karena menerima perlakuan Jeffry tersebut.

Dalam hati terdalamnya dia menyukai perlakuan kasar dari kedua pria yang sedang menggarap tubuhnya ini. Disaat Jeffry mengobrak-abrik mulutnya dan Ricko menghajar kemaluannya dengan kasar juga.

Natalie semakin kencang mengocok penis Jeffry yang digenggamnya daritadi, dan mengencangkan otot vaginanya untuk memijat peenis Ricko yang sedang keluar massuk di vaginanya.

Lalu Jeffry mengeluarkan tangannya dan menjambak rambut Natalie sambil tangan satunya membuka rahang Natalie kembali dan mendekatkan mulutnya ke mulut Natalie. Kemudian Jeffry menumpahkan air liurnya yang sudah dikumpulkan dimulutnya lalu meneteskannya masuk ke dalam mulut Natalie dalam jumlah yang cukup banyak.

Spoiler: Jeff is Spit on Natt

“Ahhh… Air liur Jeffry enak sekali yaa tuhaaan.”

“Aku ingiiin lagi…!!Akuu jadi saangat hauus…aku ingin meminumnya lagi….” Jerit batin Natalie yang hanya bisa terpancar dari raut wajah pasrah namun penuh hasrat.

Melihat ekspresi wajah pasrah yang ditunjukkan Natalie, Jeffry menjadi sangat bernafsu untuk kembali menghajar mulut Natalie dengan penisnya. Kemudian kedua tangannya memegang kepala Natalie lalu dengan brutal kembali disodok berulang kali oleh batang kejantanannya sampai tertanam sempurna di dalam mulut Natalie.

“AHHH… MAKAN NIH KONTOL…!!!”

“MULUT BINI LO ENAK BANGET NICK DIENTOT..!!!”

“MULUT BINI LO GUE HAJAR PAKE KONTOL GUE NIH NICK..!!”

“LO HARUS LIAT KALO BINI LO ITU DOYAN KONTOL..!!!”

“BINI LO DOYAN SAMA KONTOL GUE SIALAAN..!!”

Jeffry berteriak meracau memaki Nicko di hadapan Natalie dan menyebutnya sebagai istri yang doyan kontol, dia melakukan itu sambil terus menyodok kasar mulut Natalie sehingga menyebabkan beberapa kali Natalie tersedak seperti tadi ketika batang kejantanan Jeffry menyentuh ke dalam kerongkongannya.

Wajah Jeffry yang terlihay mendapatkan kepuasan dalam membalaskan luka masa lalunya melalui Natalie terekam jelas di ponsel milik Ricko.

“Gimana Rick rasa memek bininya si Nicko? Enak?”

“Hajar sepuasnya Rick mumpung si Nicko gak tau kalo bininya kita garap sekarang!”

“Rekam yang bagus Rick! Liatin kalo istrinya lagi dientot sama kontol kita berdua!”

“Suaminya harus liat kalo istrinya sekarang udah doyan kontol Rick!”

Jeffry yang juga dalam kondisi sedikit terpengaruh sisa alkohol mulai memprovokasi Ricko. Ricko yang mendapatkan provokasi dari Jeffry juga melakukan hal yang sama.

Ricko kemudian menyerahkan kamera ponselnya kepada Jeffry lalu menarik kebelakang kedua tangan Natalie yang digunakannya untuk menopang tubuhnya itu sehingga sekarang Natalie hanya bertumpu di kedua lututnya.

Sodokan Ricko menjadi semakin terasa masuk lebih dalam lewat posisi ini karena otomatis bokong Natalie jadi mendorong penuh ke arah Jeffry. Mulut Natalie tidak lebih baik dari kondisi lubang kewanitaannya yang sedang disodok dengan kuat oleh Ricko.

Kepala Natalie sampai terpantul-pantul ketika ditabrak oleh pinggul Jeffry yang dipaksa sampai menyentuh pangkal penisnya.

Jika dilihat, kondisi Natalie sekarang sangat berantakan namun menggairahkan. Namun berbeda yang dirasakan Natalie, dia menjadi semakin ingin disetubuhi dengan lebih kasar dari ini.

Kenikmatan disetubuhi dengan kasar seperti ini justru mengantarkan Natalie mendapat klimaks untuk entah yang kesekian kalinya. Tubuh Natalie pun mengejang hebat ketika berhasil mendapatkan orgasme karna persetubuhan yang kasar dan liar ini.

Ricko dan Jeffry pun melepaskan begitu saja tubuh Natalie yang sedang menikmati orgasmenya sehingga Natalie jatuh tersungkur diatas sofa yang empuk itu. Nafasnya berkejaran ketika tubuhnya masih tersungkur lemas, namun kenikmatan yang didapatnya dirasa sebanding dengan apa yang baru dilaluinya.

Jeffry mengarahkan kameranya mengcloseup wajah Natalie yang baru saja merasakan orgasme, wajah yang tadinya innocent berubah menjadi wajah wanita binal doyan penis terekam jelas di ponsel milik Ricko.

“Aku ingin lagi dientot lebih kasar oleh kedua pejantanku seperti tadi!”

“Tubuhku enaak… Memekku enaak…Aku ingin lagi.” bathin Natalie berteriak menginginkannya lagi, namun tidak bisa diucapkannya karena masih terlalu lelah untuk berbicara.

Dia merasakan tubuhnya menjadi sangat seksi dengan keringat dan air liur yang melumuri tubuh dan wajahnya. Dia menikmati diperlakukan kasar dan direndahkan seperti ini, di dalam penglihatannya ini terasa sangat seksi maksimal.

“Gimana sayaang? Mau lanjut apa istirahat dulu?” tanya Ricko yang masih mengocok pelan penisnya kepada Natalie yang masih berusaha memulihkan kondisinya.

“A…A…Aku masih kuat dientot kalian lagi!” ucap Natalie malu-malu sambil bangkit dari sofa dan menuju kearah Ricko.

“Kamu suka ya dientot kayak tadi?” tanya Jeffry

“Uhm….i….iyaa..” jawab Natalie

“Kamu suka dientot kasar kayak tadi itu? Kamu mau lagi, iyaa?” tanya Ricko

“Eh…hmm… i..iyaa mau yaang…” jawab Natalie.

“Kalo gitu sayang harus ikutin perintah kita berdua ya?” tanya Jeffry.

“Haah..?? Akuu mau disuruh ngapain emangnya sayaang?” tanya Natalie.

“Pokoknya ikutin apa yang kita bilang deh. Jangan nolak pokoknya. Pasti kamu suka!” jawab Jeffry menegaskan posisi Natalie saat ini, bahwa dia sedang berada di bawah kendalinya dan juga Ricko. Lalu Ricko merebahkan tubuhnya dan menarik Natalie untuk naik ke atas tubuhnya dan ingin bercinta dengan gaya Woman On Top.

Setelah Ricko memegang ponselnya kembali, dia pun rebah bersandar di sofa sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Natalie yang sedang mengangkangi penisnya,

Natalie pun menaiki paha Ricko dan memegang batang kejantanan Ricko yang masih keras seperti tongkat itu dan menaruh tepat di lubang surgawi dan secara perlahan melesakkan ke dalam vaginanya.

Natalie mulai menggenjot penis Ricko dengan menaik-turunkan pinggulnya sehingga batang kejantanan Ricko tertelan sempurna di vaginanya. Ricko tidak tinggal diam, diapun menghentakkan naik-turun pinggulnya menyambut goyangan pantat Natalie. Dan juga menarik puting Natalie untuk dihisapnya sehingga posisi Natalie menindih tubuh Ricko dengan tangannya yang diletakkan disamping tubuh Ricko untuk menopang tubuhnya.

Jeffry yang melihat pantat Natalie terekspose bergerak naik turun dengan erotisnya segera menghampiri Natalie dan Ricko yang sedang berpacu birahi, mereka berdua mendesah saling menyahut meresapi birahi yang melingkupi villa ini.

Jeffry lalu mengelus-elus lubang anus Natalie dengan telapak tangannya yang kasar itu.

“Hehehe saayang… Nicko udah pernah ngentotin pantat kamu belum?” ucap Jeffry sambil mengelus daerah sekitar lubang anus Natalie. Tiba-tiba karena merasa lubang anusnya disentuh Natalie terkaget dan mendesah keras karena diserang rasa geli yang aneh. Dan menghentikan pinggulnya dan hanya bergerak memutar seperti mengulek penis Ricko.

“Be…be..belum perrnah… Ouughss.. Sshhh…” Jawab Natalie saambil mendesah.

“Kenapa sayang? Geli yaa? hehehe” goda Jeffry sambil tetap mengelus lubang anusnya Natalie.

“Aaachh…Ucchh…. Geliii banget sayaang…” jawab Natalie mendesah dan merubah gerakan pinggulnya maju mundur karena ingin menggaruk dinding vaginanya yang semakin gatal dengan menggunakan batang kejantanan Ricko yang masih terbenam di dalamnya.

“Wahh… Aku perdana dong nih yang merawanin pantat kamu?” jawab Jeffry antusias dan senang karena Natalie belum pernah dianal sebelumnya.

“Sayaaang…Kamu nggak kasian suami kamu, pantat istrinya sendiri malah diperawanin cowo lain kayak gini?” Jeffry sengaja menyebut-nyebut tentang Nicko untuk memancing gairah Natalie yang sedang disetubuhi pria selain suaminya dan sebentar lagi akan merasakan anal pertamanya.

“Uuughh… iyaa… Maaf ya Nicko sayang, pantat istrimu gatel banget ini aaahhss… Pengen digaruk pake kontol sayaang..Eghhssstt… Boleh yaa sayaaang lobang pantat aku digarukkin pake kontolnya Jeffry…? Pantat akuuhhss ahhs… pengen dientot pake kontolnyaaa sayaang…Aaaahhsss” Natalie meracau liar membayangkan anusnya akan segera diperawani oleh Jeffry.

Natalie merasa ketika Jeffry mengelus dan kadang menekan lubang anusnya itu, dia menjadi makin kegelian. Dia baru menyadari bahwa anusnya juga merupakan salah satu weakspot nya.

“Padahal baru aku elus doang lho ini dari luar..hehheh” ucap Jeffry semakin menggoda Natalie. Lalu Jeffry malah menjilati lubang anus milik Natalie sehingga menyebabkan dirinya semakin belingsatan.

“Aaahhh…Aduuh… Geliiii saayaangh… aahh…terusssh…enaak..” Natalie mendesah keenakan karena lubang anusnya dijilati oleh Jeffry. Semua dialog mesum dan ekspresi binal Natalie terekam jelas di kamera ponsel milik Ricko yang sedang diarahkan mengambil ekspresi wajah Natalie sampai sekarang.

“Aachh…Ooouch…Kontol guee enaak banget… Kayak diremes-remes…”

“Anjiiing aahhhssss… Terus sayaang… iyaah..teruuss…” Ricko yang juga merasakan efek reaksi dari rangsangan Jeffry di lubang anusnya sehingga menyebabkan otot dinding vagina Natalie menegang sehingga penis Ricko yang ada di dalamnya seperti diremas-remas.

Karena melihat Natalie semakin belingsatan, Jeffry mulai mencoba mendorong masuk satu jarinya ke dalam lubang anus Natalie yang sempit. Diludahinya lagi untuk mempermudah jarinya keluar-masuk lubang anus itu.

“AAAACHHH…SSSTTTS…. Pelaaaan sayaaaang… sakiit..” Natalie menjerit sambil mendesah karena merasakan jari tangan kasar Jeffry mulai masuk kedalam anusnya.

“Tahan sebentar yaa sayaang…” ucap Jeffry sambil terus menekan jari tengahnya masuk seutuhnya ke lubang anus Natalie. Natalie hanya bisa mendesah karena dirasakannya lubaang anusnya seperti berkedut menyambut jari tengah Jeffry yang saat ini bersemayan di dalam saluran pembuangannya.

Setelah dirasa lubang anus Natalie mulai bisaa menerima jari yang ada di dalamnya. Jeffry mulai menggerakkan jarinya, mulai dikeluar-masukkan sambil sesekali diputar menjelajah dinding anus Natalie. Natalie mulai terbiasa dengan gerakkan-gerakkan yang ada di anusnya dan bahkan menikmati sensasi permukaan kasar jari tengah Jeffry yang menggosok liang anus bagian dalamnya.

Karena yang dirasa oleh Ricko, Natalie tidak begitu konsentrasi memuaskan penis miliknya, maka Ricko langsung menghentak-hentakkan dengan kasar pinggulnya keatas mendorong vagina Natalie untuk mencari kepuasannya sendiri. Natalie yang menerima gempuran di kedua lubangnya langsung meracau tidak karuaan.

“Hhaaahhhss…Haaaasssh… Shiiiittt…!!! Ayooo teruss sayang geenjot memek aku yang kenceeeng..”

“Garuk lobang pantat aku saayaang… Gateeell…auchh..
enaakh” Nataliee meracau karena merasakan nikmat ketika kedua lubangnya menerima rangsangaan yang diberi oleh kedua pejantannya.

Jeffry lalu menarik jarinya dan menahan gerakan pantat Natalie dengan kedua jempolnya berusaha melebarkan lubang anus yang baru dimasuki jarinya. Lalu dia meludahi lubang anus milik Natalie agak banyak kemudian diratakan disekitar lubang matahari milik Natalie.

Tidak menunggu waktu lebih lama lagi, Jeffry langsung memposisikan ujung penisnya tepat di lubang anus yang sudah basah tersebut. Perlahan Jeffry mendorong kepala penisnya sampai lubang anus Natalie sedikit demi sedikit mulai membuka dibantu dengan gerakan pantat Natalie yang mendorong ke belakang.

Natalie merasakan selangkangannya menjadi sangat penuh karena penis Ricko masih memenuhi vaginanya, ditambah penis Jeffry sedang berusaha menerobos lubang anusnya.

Dahi Natalie sampai berkerut menahan sakit karena lubang anusnya membesar perlahan seiring masuknya kepala penis Jeffry. Ricko yang melihat itu segera meraih kepala Natalie dan melumat bibirnya untuk membantu Natalie meredam rasa sakit yang sedang diterima anusnya.

Ricko juga mulai meremas dan memilin puting susu Natalie juga untuk mengalihkan rasa sakit tersebut.

“Aaaaahhhss…. Ouuuughhhhh…” Desah Natalie waktu kepala penis Jeffry mulai membuka liang anusnya, ketika penis Jeffry mulai masuk senti demi senti.

Natalie merasakan mules seperti ingin buang air besar, tapi kali ini bukan sensasi untuk mengeluarkan, tapi sensasi mules yang terdorong ke dalam dirinya. Sungguh sensasi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dibalik rasa sakit dan mules itu, ada sensasi tersendiri yang justru membangkitkan birahi Natalie.

Ketika kepala penis Jeffry sudah mulai tenggelam ditelan lubang anus Natalie, sebenarnya lubang anus Natalie sudah merenggang maksimal, lalu Jeffry menarik lagi sedikit secara perlahan kemudian didorong lagi untuk masuk lebih dalam.

Sekarang sudah seperempat batang penisnya sudah berhasil masuk, Ricko juga merasakan pergerakan penis Jeffry yang membuat vagina Natalie menjadi lebih sempit karena terdesak dua batang penis yang hanya dipisahkan oleh selembar daging tipis yang membatasi lubang anus dan lubang vaginanya.

Untuk mengalihkan rasa sakit bercampur sensasi gatal karena G -Spot nya terstimulasi dengan baik karena desakan dua penia di dua lubang kenikmatannya saat ini, Natalie semakin melumat bibir dan lidah Ricko yang sedari tadi tetap menyatu dengan mulutnya. Natalie hanya bisa menggeram menahan sakit bercampur kenikmatan aneh yang dirasakannya.

Saat ini, batang penis Jeffry sudah sepenuhnya masuk di lubang anus Natalie berdampingan dengan penis besar Ricko yang menguasai lubang vaginanya. Sensasi yang didapatkan batang kejantanan dua pria ini sekarang sangat luar biasa. Batang penis mereka merasakan dijepit kuat oleh dinding vagina maupun dinding anus Natalie.

Jeffry yang pertama memulai gerakan maju-mundur perlahan sampai lancar diikuti oleh Ricko yang juga mulai menggerakan penisnya di dalam vagina Natalie semakin cepat.

“Aaarrggghh…. Yeeeaaahsss… Hmmpps…” desah Natalie terdengar setelah melepas pagutannya dari mulut Ricko.

“Aaahhss… Sempit banget lobang pantatnyaa sayaang…”

“Kontol gue enaak baanget..shiit…!!” Racau Jeffry merasakan nikmatnya lubang anus Natalie yang menjepit penisnya.

“Memek kamu juga makin njepit kontolku nih yaang…enaak bangett…” Ucap Ricko lirih tapi masih bisa didengar Natalie.

“Ooouchh… Kontol kaliaaaan…. Kontol kaliaan gedee…”

“Aaahh… Penuuuh bangettthhh…” Natalie juga mulai meracau binal karena merasakan syaraf-syaraf sensitifnya tergesek oleh kedua batang penis besar pejantannya ini.

“Kaamuu sukaa dientot kayak gini yaang?”

“I..iyyaaahss.. Shiittt..!! Akuuh sukaa..hhh Enaakkh…”

“Terussh ayooo lebih cepet nggenjotnyaa…”

“Akuu pengen digenjoot cepett…aahhh…shiitt…!!” Nataliee mulai hilang kontrol, saat ini dia ingin disetubuhi dengan gerakan cepat dan kasar. Dia ingin tubuhnya diluluh-lantakkan oleh kedua pria jantan ini.

“Ayooo Rick! Kita entot abis-abisan memek sama pantat istrinya Nicko ini, Rick!”

“Paaling Nicko kalo liat bininya dientot sama kita gini, dia cuma bisa mupeng sambil coli ngeliatin bininya dientot!”

“Hahaahaha” Jeffry tertawa puas bisa mengejek Nicko di depan istrinya saambil menatap ke kamera yang segera diarahkan Ricko untuk merekam wajah Jeffry juga.

“Suami kamu boleh ikut ngentotin kamu sekarang nggak yaang?” tanya Ricko memancing reaksi Natalie.

“Ahhhsss…Nggak usah…nggak boleh…dia cuma boleh nonton aja!”

“Kontolnya gak bisa bikin memek aku penuh kayak gini…”

“Aaasshh…shiitt…ayoohh goyanggg lagii…genjoot memek sama pantat akuu lagii..” Natalie benar-benar sudah terkena kata demi kata pancingan yang dilontarkan oleh kedua pria ini.

“Hahaahaha…”

“Rasain lo Nick! Bini lo minta dientot bukan sama elo. Tapi sama kita yang lebih jantan dan gagah dari lo…Cemen lo Nick!” Jeffry mulai berteriak meracau semakin mengejek Nicko di depan Natalie.

Lalu baik Jeffry maupun Ricko mulai menghajar selangkangan Natalie dengan genjotan yang liar, hingga tubuh Natalie terlonjaak-lonjak akibat gempuran di kedua sisi tubuhnya.

Cairan lendir Natalie semakin membasahi selangkangan mereka bertiga, keringat yang mengalir dari pori-pori kulit mereka bercampur menjadi satu yang membuat kulit ketiga insan manusia yang sedang dimabuk birahi memantulkan cahaya lampu ruangan yang menyorot ke arah pesta liar mereka.

“AAARGHHH….!!! SHITTT!! GUE KELUAR..!!” Jeffry menjadi orang pertama yang mencapai klimaks dengan beberapa kali menembakkan spermanya ke dalam liang anus Natalie yang terdalam.

Natalie merasakan cairan panas memenuhi lubang anusnya, yang ternyata semakin membawa Natalie juga mencapai puncak yang sama. Weakspot di liang anus yang tergesek daritadi oleh penis Jeffry ditambah sensasi cairan panas dari sperma lelaki itu mampu memberikan anal orgasm kepada Natalie.

“OOOOUUUHHHHSSS…SSHIIITTTT…!!!AAAARGGHH..” Natalie sampaai berteriak ketika digulung gelombang orgasme maha dahsyat yang disebabkan oleh orgasme karena weakspot di anusnya terus dirangsang sedemikian rupa lewat anal seks yang dilakukan Jeffry padanya.

Seluruh ototnya mengejang, sampai kedua bola matanya hanya terlihat putihnya saja. Ricko menahan tubuh Natalie yaang mengejang supaya tidak lepas penisnya dari vagina Natalie. Dirasakan penisnya seperti diguyur oleh cairan hangat hasil orgasme Natalie barusan.

Ricko tidak ingin melambatkan temponya karena dia juga sudaah ingin klimaks. Maka ketika Natalie masih mengejang pelan Ricko terus meningkatkan tempo genjotannya. Penis Ricko masih bisa merasakan dinding vagina Natalie masih berkedut yang memberikan sensasi di batang penis Ricko.

Semakin dekat dirasakan bahwa orgasme Ricko semakin mendekat dan berkumpul di selangkangannya, lalu ketika dia sudah merasa akan tiba orgasmenya itu, Ricko memeluk tubuh Natalie semakin erat dan mendorong habis batang kejantananya sampai menyentuh dinding rahim Natalie dan melepaskan bermili-mili sperma ke dalam rahim istri sahabatnya itu.

“Aaaarghhh…!! Aaah..aaah…yeeahsss” Ricko mengerang melepaskan orgasmenya di tubuh Natalie.

Setelah gelombang orgasmenya berangsur menghilang, dia lalu menggeser pelan tubuh Natalie yang masih menindihnya. Tubuh Natalie berguling kesamping tubuh Ricko dengan pelan.

Natalie terlihat masih belum bisaa membuka matanya karena merasa sangat kelelahan dan tubuhnya yang masih merasakan kejut-kejut ringan dari syaraf seksualnya yang masih tersisa.

Ricko lalu mengcloseup memek dan anus Natalie yang dipenuhi sperma mereka berdua yang memenuhi kedua lubang milik Natalie itu. Sperma yang mulai menetes keluar terekam sempurna dan tersimpan di ponsel Ricko. Setelah dirasa cukup untuk merekam sesi Threesome kali ini, Ricko pun mematikan mode video ponselnya.

Selagi Natalie masih belum seratus persen sadar akibat kelelahan karena persetubuhan liar barusan. Terlihat Ricko dan Jeffry sudah duduk di sofa sebelah Natalie terbaring, masih meresapi kenikmatan dari pesta birahi dengan menu utamanya adalah tubuh istri teman dan juga sahabat mereka sendiri.

Penis keduanya masih dalam kondisi setengah ereksi karena pengaruh obat kuat yang diminum sebelum sesi threesome ini.

“Nih Rokok!” ucap Jeffry sambil melempar Ricko dengan sebungkus rokok setelah sebelumnya dia terlebih dahuli mengambil sebatang dan menyalakannya.

“Koreknya mana njing!” Ricko meminta korek yang ada di depan Jeffry, lalu Jeffry pun melemparkannya ke arah Ricko dan ditangkapnya.

“Eh, lo yakin bro si Nicko gak bakak nyusul kesini?” tanya Jeffry kepada Ricko kuatir jika Nicko ternyata akhirnya memutuskan untuk menyusul kesini.

“Nggak bakal. Lo tenang aja! Tadi dia bilang sendiri ke gue kalo dia bakal nyusul kesininya besok.” jawab Ricko santai sambil menghembuskan asap rokok yang dihisapnya.

“Anjritt… Beneran yakin lo?” tanya Jeffry memastikan.

“Bawel lu yaa… Udah gue bilangin lo tenang aja.” jawab Ricko dengan yakin.

“Gila yaa si Nicko. Kayaknya dia sengaja nyuruh bininya supaya lo entotin Rick. Untung gue tadi siang ketemu elo, jadi bisa ikutan ngegarap Natalie. Hahaaha”

“Eh, entar gue minta video yang barusan ya Rick! Natalie binal banget tadi gilaa.. hahahaha gak nyangka gue bisa ngentotin bininya Nicko.” ucap Jeffry sambil tertawa lepas lalu kemudian bergerak mengambil gelas dan mengisinya dengan alkohol kembali.

“Segelas lagi boss?” Jeffry menawari Ricko untuk minum kembali yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Ricko.

“Nih…”

“Gue masih pengen ngentotin Natalie kira-kira dia masih kuat gak ya kalo kita garap lagi entar? Kayaknya udah lemes banget tuh anak.” Ucap Jefdey sambil menyerahkan segelas minuman beralkohol kepada Ricko.

“Enggak, gue kayaknya nggak ikutan ronde abis ini dulu Jeff, badan gue masih pegel. Lagian gue udeh beberapa kali juga ngentotin Natalie dari semalem waktu masih dirumahnya.”

“Lo aja entar yang ngentotin dia sendiri. Tapi tunggu dia bangun dulu aja, kasian masih lemes dia.” tegas Ricko kepada Jeffry

“Anjiing….Beneran lu Rick ngentotin Natalie di rumahnya?” tanya Jeffry tidak percaya dengan apa yang didengarnya, dan hanya direspon dengan senyuman jumawa oleh Ricko. Jeffry kemudian memikirkan sesuatu di dalam otak mesumnya.

“Ehhmmphh…” Gumam Natalie tiba-tiba terdengar sambil menggeliatkan tubuh telanjangnya.

“Hauuss…Aambilin air dingiin..” ucap Natalie meminta diambilkan air minum kepada kedua pria ini.

“Noh jeff, ambilin! Abis itu kalo lo mao lanjut ngentot, ngentot aja kalian berdua. Gue mao istirahat dulu sebentar, ntar gue join lagi.” ucap Ricko kepada Jeffry.

“Oke boss! Lo istirahat dulu aja sana. Gue mao nggarap bininya Nicko dulu abis ini.” ucap Jeffry lalu beranjak mengambilkan air dingin seperti yang diminta Natalie.

“Gue tidur di kamar sana ya bro. Tidur disini bisa-bisa gue keberisikan sama suara kalian ngentot entar” ucap Ricko bangkit beranjak sambil tetap telanjang menuju kamar yang berada agak jauh dari ruang tamu untuk beeistirahat.

Ketika Ricko masuk, Jeffry berjalan menghampiri Natalie yang massih terbaring lemah dengan tubuh yang masih telanjang, dengan bekas sisa-sia sperma yang mulai mengalir keluar dari kedua lubang kenikmatan milik Natalie.

Jeffry kemudian berdiam sebentar memikirkan rencana yang akan dilakukannya kepada Natalie untuk membalas dendam dan luka lama yang telah diperbuat oleh Nicko. Dia memikirkan sebuah pembalasan dendam yang manis ketika melibatkan Natalie, namun akan menjadi kenangan pahit bagi Nicko pada saatnya nanti.

Lalu tersungginglah senyuman licik dari bibirnya, dan kemudian memutuskan untuk menghampiri Natalie untuk memberikaannya minum dan membantu memulihkan kondisinya supaya pesta birahi ini masih akan berlangsung sampai tetes pejuh terakhir seperti yang diucapkan Ricko waktu bersulang dengannya dan Natalie tadi….

Bersambung