Nafsu Besar Citra Part 44

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45Part 46Part 47Part 48 END

Nafsu Besar Citra Part 44

Start Nafsu Besar Citra Part 44 | Nafsu Besar Citra Part 44 Start

berhubung cerita satunya udah dapet update, ane sempet-sempetin deh buat ngupdate cerita yang ini…

cuman kalo sedikit kurang memenuhi selera, mohon dimaafkan yaaa…

“Hehehe… Pinter sekali istri Pak Marwan ini…” Ucap Dokter Beno yang kemudian meludahi tangannya dan menorehkan pada liang anus Citra.

“Ssshhh…Jangan Dok… Jangan….” Tepis citra ke tangan dokter mesum itu.

“Hehehe… Jangan pura-pura ya Buu.. Saya tahu Ibu adalah wanita yang gila seks…. Dan nggak bisa diam seharipun tanpa melakukan seks…” Jelas dokter, “Dan melihat gelagat liang senggama Ibu….Saya tahu kok kalo Ibu pagi ini sange berat…. JUHH….” Oleh Dokter Beno kembali melumasi lubang anus Citra.

“Oooohhh… Shhhh… Dokter….. Jangan Dok….”

“Hehehe… Udah Ibu tenang aja…” Ucap Dokter beno tak mengindahkan keberatan Citra, “Sekarang… Miringin aja pantatnya Buu… Biar saya sodok bo’ol Ibu dari samping… Hehehe….”

“Uuuuhhh….Jangan Dooook…. Sakit….”

“Sebentar aja kok Bu… ” Paksa Dokter Beno memiringkan pantat bohay Citra dan menariknya mundur. Setelah itu ia menyibakkan kedua daging pantatnya dan mengarahkan kepala penisnya ke lubang anus Citra.

“Siap-siap ya Buuu…” Ucap Dokter Beno kemudian mendorong kepala penisnya maju.

CLEEPPP…

Kepala penis Dokter Beno berhasil menyeruak masuk.

“Oooohhh… Buuu… Otot lubang anusnya kenceng bangeet….Hehehe….” Lenguh Dokter Beno merasa mendapatkan penolakan dari lubang anus Citra.

“Ssshhh… Jangan Doookk… Sakiiittt…. “

“Ooohh… Masih sakit…? Kalo gitu jangan dilawan Buu… Dibawa rileks aja… Ntar kalo kontol saya udah masuk… Pasti bakalan enak kok… Hehehe… JUH…” Ucap Dokter Beno yang tak henti-hentinya mencoba menyelipkan kepala penisnya kedalam liang pembuangan Citra sembari terus meludahinya basah.

“Sssshh.. Pelan-pelan Doookkk… Ooohhh….”

SLEEEEPPP… CLEEPP….

“Naaaahh…. Berhasil Buuu….” Girang Dokter Beno ketika merasakan penantiannya mulai mendapatkan hasil, “Kepala kontol saya … Udah mulai masuk Buuu….”

“Ooohh…. Dokteerrr…”

“Ssshhh…. Peret banget ya Buu lubang anus Ibuu… Kontol saya berasa kejepit banget ini…” Desah dokter mesum itu keenakan karena jepitan sempit liang anal Citra.

“Ooohh… Sssshhh.. Dokter.. Jaangaaannn….” Rintih Citra tanpa melakukan perlawanan.

“Enak banget Buu bo’olnyaaaa…. ” Puji dokter tua mesum itu, “Saya masukin terus ya Buuu….”

“Sssshhh.. Oooohhh… Dokterrr….” Balas Citra tak menolak.

Karena birahinya yang sudah tinggi, Citra berasa bak kerbau yang dicocok hidungnya. Wanita cantik itu hanya menuruti kemauan dokter tua itu secara sukarela. Bahkan, mendapat perlakuan tak senonoh itu, Citra makin menunggingkan pantatnya, menyajikan lubang anusnya kebelakang untuk dapat disodok penis Dokter Beno lebih dalam lagi.

“Hehehe… Ternyata…Istri LONTE ini mulai menikmati ya…” Tebak Dokter Beno girang karena meliihat kepasrahan Citra. Dengan semangat, dokter tua itu mengambil ancang-ancang guna dapat memasukkan batang penisnya lebih jauh lagi ke dalam liang anus Citra.

“Ssshhh… Dokteeerrr….” Lenguh Citra berpegangan pada tepi tempat tidurnya.

“Siap-siap ya Bu Citra Agustinaku Sayaaang… Saya mau nyodokin kontol saya ke lubang bo’ol LONTEmu…. Saya mau ngentotin bo’olmu sekarang…. Hehehe…” Kekeh Dokter Beno girang.

“Ssssh… Eeehmmmmhhh….” Desah Citra pelan.

Melihat mangsanya sudah pasrah menerima segala macam perlakuan cabulnya, Dokter Beno kemudian mengerahkan seluruh kekerasan batang penisnya supaya mampu menembus liang anus Citra yang begitu sempit.

“Saya masukin ya Buuu… Ooooohhhh….” Teriak Dokter Beno dengan nafsu menggebu-gebu.

CLLEEPPPP….JLLEEEEEEEEBBBBBBB…

Entah mendapat tenaga dari mana, tiba-tiba Dokter Beno dapat memasukkan separuh batang penisnya kedalam liang anus Citra dengan cepat. Membuat istri Marwan yang dari semula pasrah karena siksaan penis mesum dokter tua itu pada anusnya, langsung merasakan kesakitan yang amat sangat.

“HOOOAAARRRRGGGHHHHH…. DOOKTEEERRR… SAAAKKKIIIITTTT….” Jerit Citra sejadi-jadinya karena tusukan brutal dokter tua itu. Yang disusul oleh suara bentakan keras seorang leki-laki dari belakang tubuhnya.

“EMANG YAA…. DASAR DOKTER MESUM NGENTOTTTT…!” Tendang Marwan kearah pantat Dokter Beno. Membuat tubuh bawah dokter itu menjadi maju, dan menyodok anus istrinya

“AAARRRRGGGGHH…. STOPP DOOKK… SAAAKKIIITT ….” Lenguh Citra kesakitan karena sodokan-sodokan tajam penis Dokter Beno pada anusnya. Walau Citra sudah berulang kali melakukan anal seks, namun entah kenapa kali itu rasanya benar-benar menyakitkan.

“Looohhh..? Eh.. Pak Marwan…?” Kaget dokter tua itu ketika akhirnya mengetahu siapa lelaki yang ada dibelakangnya

“ENAK YA DOK…?” Tendang Marwan lagi kearah pantat Dokter Beno,

“Ehhh.. Anu.. Anu Pak….” Panik dokter renta itu sambil buru-buru memundurkan pantatnya, guna mencabut batang penisnya keluar dari anus Citra.

Namun, belum juga Dokter Beno berhasil mencabut batang penisnya dari anus Citra, lagi-lagi Marwan menendang pantat dokter tua itu kuat-kuat.

“GAUSAH TAKUT GITU DONG…TERUSIN AJA DOK….” Bentak Marwan sambil menendang pantat Dokter Beno. Membuat penis panjang dokter mesum yang separuh tertancap kedalam liang anal Citra itu menjadi tertancap semua hingga pangkalnya, “DASAR DOKTER BAJINGAN….”

“AARRRGGHHH… HOOOAAARRRRGGGHHHHH…. DOOKTEEERRR… ” Jerit Citra kencang karena merasakan seks anal yang biasanya nikmat, entah kenapa berubah menjadi hal yang menyakitkan seperti ini.

“Enak banget ya Dok… Bisa ngentotin bini orang….” Tendang Marwan keras ketubuh Dokter Beno. Membuat tubuh rentanya kemudian terpelanting kesamping. Menabrak tirai penutup tempat tidur dan jatuh terguling-guling.

BRUUUAAAGGGHHH… BLUUUGGHHHH…. PRANG KLONTAANG

“AAARRGGHH… Aaaarrgghh.. Aduuuhhh….” Rintih Dokter Beno kesakitan.

“Eh…? Mas Jupri…?” Kaget Citra ketika melihat samar kearah lelaki kekar yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuhnya. Ia terlihat begitu emosi. Matanya melotot dan berwarna merah.

“Mas Jupri…” Panggil Citra lirih karena kehabisan tenaga. Perlahan, pandangannya meredup.

Dan tak lama kemudian, tubuh Citra melemas dan tergeletak pingsan.

“DASAR DOKTER BEJAT…” Ucap Marwan melangkah mendekat ketubuh Citra dan memeriksa kondisinya. “Sejak kapan Dokter mempermainkan wanita-wanita yang tak berdaya seperti ini…?”

“Eh… Apa maksud Anda Pak…?” Tanya Dokter beno berusaha berkilah sambil buru-buru memasukkan batang penisnya yang masih begitu tegang kedalam resleting celananya.

“Nggak usah MUNGKIR LO… ANJING… BARUSAN…. Lo udah ngelakuin hal yang tak senonoh kepada Istri Saya…..”

“Ehh… MAKSUD BAPAK APA….? Jangan asal nuduh ya…? Apa buktinya…?” Gertak Dokter Beno sambil berusaha bangkit dari jatuhnya.

“ANJING NIH DOKTER… MALAH NANTANGIN…” Ucap Marwan emosi, “Udah ketahuan mesum… Masih aja nggak mau NGAKU… .. Ini buktinya NJING… Emosi Marwan sambil menunjukkan karung putih besar yang ia seret masuk kedalam kamar rawat Citra.

“Eeehhhh… Apa itu….?”

“EEEEHHH….NGEEENTOOTTT…. DASAR DOKTER GERMO… Pura-pura nggak tahu lagi…” Umpat Marwan yang terus melemparkan kepingan-kepingan DVD kearah Dokter Beno, “Itu rekaman tingkah laku mesummu NJING… Dari awal lo kerja disini… Sampe sekarang…”

“Eeehhh… Loohh…. Aduuh.. Aduhh… Eehhh… Tunggu…” Bingung Dokter Beno kesakitan sambil menepis kepingan DVD yang terus-terusan dilempar Marwan kearah tubuhnya.

“APAA…? Masih mau mungkir…?”

“Eeh…. Aduh… Kok..? Aduh… Darimana Pak Marwan… Aduh… Bisa mendapatkan semua barang -barang itu..? Aduh… Aduhh…” Elak Dokter Beno yang berulang kali terkena lemparan pingan DVD di tubuhnya.

“Nggak usah bingung… NJING…. Saya tahu semua hal bejatmu… ” Umpat Marwan emosi sambil melempar karung DVD itu kearah Dokter Beno, “Bahkan Gw juga tahu… Jika Lo juga suka ngerekam bini Lo ketika sedang lo ENTOTIN…. Lo juga suka ngerekam dua putri Lo ketika mereka sedang mandi…”

“DASAR MANUSIA SAMPAH….” Bentak Marwan emosi.

BRUAKK..

Tendang Marwan kearah dokter tua itu. Yang seketika membuat tubuh renta Dokter Beno kembali terhempas. Tersungkur jatuh kebelakang, menimpa rak kecil samping tempat tidur Citra.

“Uuuhh…” Lenguh Dokter Beno kesakitan.

Melihat dokter mesum itu terkapar, Marwan buru-buru mendekat kearahnya dan jongkok di sebelahnya.

BUUGGH… BUUGGH… BUUGGH…

Dipukulnya selangkangan dokter tua itu kuat-kuat, hingga membuat dirinya kesakitan

“HOOAARRGGHHH….” Raung Dokter Beno memegangi selangkangannya sambil meringkuk kesakitan, “Aaarrrgghhh….Suami BANGSAAATT…”

BUUGGH… BUUGGH… BUUGGH…

Hajar Marwan tak henti-hentinya kearah selangkangan Dokter Beno hingga terlihat darah segar merembes dari kain celana kerjanya.

“Hhhh…Hhhh…Hhhh… Mampus Lo BANGSAT…. JUHH…. Hhhh…Hhhh…” Ucap Marwan dengan nafas terengah-engah yang kemudian meludahi wajah Dokter tua yang terkapar lemas tak berdaya itu. “Mulai sekarang… Dokter bakal kesulitan buat ngelakuin aksi mesum lagi ke pasien.. ” Tambah Marwan sambil melirik kearah istrinya yang masih pingsan diatas tempat tidurnya.

“Aduuuhh….Oooohhhh… Sudah Pak… STOP… SUDAH… HENTIKAN….. ” Rintih Dokter Beno kesakitan sambil terus memegangi selangkangannya yang terus berdarah, “Iya.. Saya mengaku salah… STOOP ya Paak.. Ampuunn….”

BUUUAAAKKK… JDUUUKK… BUUGGHH… BUUGGHH… BUUGGHH..

Hajar Marwan lagi kewajah Dokter Beno, tak mempedulikan kesakitan dokter renta yang masih kesakitan itu. Membuat beberapa gigi dokter renta itu patah dan mengucurkan darah segar.

“Ini rahasia terbesarmu khan Dok…?” Tanya Marwan kemudian mengambil pulpen dari saku baju Dokter Beno lalu mengamatinya dari dekat, “Dengan pena ini… Lo bisa mengambil semua video dan photo mesum pasienmu….?”

“Nggg…”

“JAWAB…!”

“I… Iya…” Jawab Dokter Beno singkat,

“Termasuk video mesum mu dengan istriku…?”

“I.. Iyaa…”

“DASAR DOKTER BANGSAT…” Umpat Marwan bersiap-siap menghajar tubuh tua dokter itu.

“NGGHHHH…. Sebentar-sebentar.. STOOPP….. Jangan sakiti saya lagi…” Pinta Dokter Beno dengan melas, “ARRGGHH…. Tunggu sebentar Pak… Tunggu… Jangan sakiti saya lagi… “

Melihat lelaki tua tak berdaya yang tergeletak dan bersimbah darah didepannya, membuat marwan iba juga. Marwan tahu, sekuat apapun ia mencoba menghajar tubuh dokter mesum itu, tak akan bisa membuat rasa khianat cinta dari istrinya menghilang.

“Ampun Pak.. Ampun… Kita bisa bicara baik-baik khan…?” Pinta Dokter Beno ketakutan.

“Okee.. Kita bisa bicara…” Jawab Marwan singkat, “Asal dokter mau menuruti semua syarat dan permintaan saya… Baru setelah itu kita bisa bicara baik-baik…” Ucap Marwan memberi syarat sambil tersenyum kearah Citra yang masih tergeletak tak berdaya diatas tempat tidur rumah sakit.

Bersambung

END – Nafsu Besar Citra Part 44 | Nafsu Besar Citra Part 44 – END

(Nafsu Besar Citra Part 43)Sebelumnya | Selanjutnya(Nafsu Besar Citra Part 45)