MILF Dari Surga Part 7

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7 

MILF Dari Surga Part 7

Start MILF Dari Surga Part 7 | MILF Dari Surga Part 7 Start

FALLEN ANGEL part 2

OPO MANEH IKI !!!!!!!!!

Ketika urusan perusahaan sudah mulai teratur dan tertata mengapa persoalan personal mulai muncul dan makin rumit. Seperti sekarang aku memandangi tante vero dengan mata yang sembab duduk di sofa di hadapanku memegang segelas teh hangat yang sempat kubuatkan. Setelah kulihat mulai tenang, aku meminta tante vero bercerita mengapa dia yang kesini bukan om sam yang mengambil mobil, dan mengapa dia bisa seterpuruk itu dalam tangisnya.

“Hiks ….. hiks ….. his …. bagas ….. hiks …. hiks ….. “, Lah …… Bukanya memulai cerita, wanita dewasa yang belum kehilangan pesonanya ini malah makin tenggelam dalam tangisnya.

Aku pindah ke samping tante vero, kuambil gelas yang dipeganggnya lalu kubiarkan tante vero tenggelam dalam tangisan di pelukanku. Meski belum tau apa yang menjadi masalahnya, dari ceritanya yang sepenggal-sepenggal aku merasakan tante vero menghadapi masalah yang sangat berat. Makeupnya mulai luntur karena tangisnya yang tak kunjung berhenti. Kalo dari baju yang dipake aku mengira hari minggu seperti ini pasti tante vero baru pulang ibadah. Karena sudah kutahu lama keluarga om sam dan tante vero memang terkenal religius tidak seperti aku yang urakan dan berantakan. Harusnya sih melihat tante dengan gaun secantik ini dengan rok yang cukup tinggi tersingkap aku terangsang, tapi entah kenapa aku merasa ingin melindungi wanita ini tulus.

Tanganku bergerak kebawah, sedikit tersentuh betisnya yang membuatnya sedikit terlonjak kaget. Aku melepaskan sepatu yang dipake oleh tante vero disambut tatapannya bingung. Sesaat kemudian aku menambah daftar kekagetanya dengan menggendongnya. Meski aku sering menggendong wanita, namun tubuh wanita dewasa yang hampir seumuran mamaku ini cukup berat karena montok di beberapa bagian.Tak ingin nampak kelelahan menggendong milf montok ini aku bergegas untuk membaringkanya di ranjang tempat tidurku. Untung gayatri cukup pengertian untuk merapikan ranjang ini setelah dia acak-acak karena geliat kenikmatanya.

“Kalo tante belum mau cerita gak papa, istirahat dulu disini sampe tante tenang”, kataku sambil beranjak.

Meski sebenarnya ingin kugumuli wanita yang masih tampak muda meski umurnya tak jauh dari mamaku ini namun aku masih punya hati nurani untuk tidak mengambil kesempatan menikmati tubuh montoknya. Saat hendak beranjanjak pergi, tangan tante vero menahan kepergianku. Tante vero yang masih menggenakan dress karena habis ibadah bergeser memberikan cukup ruang untuk aku berbaring di sampingnya. Setelah mengusap air matanya, tante vero menepuk ranjang di sampingnya memberi tanda aku untuk berbaring di sampingnya.

Aku hanya tersenyum tulus dan berbaring di samping tante vero. Sesaat mata kami bertatapan, tidak ada pembicaraan yang keluar dari mulut kami namun sepertinya ada kontak batin saat mata tante vero seolah meminta persetujuan yang kujawab dengan anggukan lembut. Tante vero mengeser tubuhnya merayap di atas badanku, boobsnya yang montok mendesak sisi badanku dan kepalanya di benamkan di dadaku. Kubelai rambutnya ku kecup keningnya berusaha memberikan rasa nyaman . Aku berjuang keras menahan diri meski senjata di balik celanaku sudah mengeras ingin menunjukkan kemampuannya.

Tante vero mengeluarkan HP nya, dan mulai bercerita lemah mengenai bukti foto-foto dan video yang didapat. Aku tidak bisa menjelaskan detail foto-foto dan video om sam yang ditunjukkan tante vero melalui HP nya. Aku sendiri cukup mual sebenernya melihat adegan-adegan yang ada di foto dan video tersebut. Tante juga bercerita saat tante vero ingin membicarakan dengan om sam malah om sam bilang tante vero bebas melakukan apapun , membebaskan apapun dan dengan siapapun tante vero berhubungan. Om sam sedang mempersiapkan diri untuk pindah tinggal dengan “partnernya”. Om sam juga memberikan kesempatan ke tante vero untuk mengajukan cerai kalo memang tidak bisa menerima keadaan om sam.

Tante vero masih meneruskan tangisnya di dadaku, sementara aku mencoba mendalami apa sebenarnya yang membuat om sam tertarik untuk berubah orientasi sexual. Meski sedikit mual aku berusaha mencari benang merah dari foto-foto dan video yang ada di hp tante vero. Setidaknya aku menemukan beberapa faktor kemungkinan, sambil sedikit berdiskusi ringan dengan tante vero karena aku tidak mau terlalu menekannya dimana saat ini dia sedang terguncang. Om sam memilih jalur yang berbeda mungkin karena pengaruh puber kedua, kejenuhannya dengan tante vero yang cenderung monoton dalam berhubungan sex, serta ketertarikan om sam yang dalam tentang bdsm. Terlihat dimana om sam sangat menikmati mendominasi “partner” nya bahkan dengan berbagai alat bantu bahkan peralatan untuk scene bdsm.

Tiba-tiba terbesit ide nakal di kepalaku, untuk menolong tante vero sekaligus mengambil sedikit keuntungan dari situasi ini. “Aku ada ide tante , biar om sam kembali ke pelukan tante , tapi itu juga butuh kerja keras dan usaha sepenuhnya dari tante “, kataku percaya diri ke tante vero. “Beneran ? gimana caranya gas ? tante mau lakuin apapun “, kata tante vero penuh semangat. Nampaknya tante vero benar-benar mencintai om sam dan keluarganya , terlihat dari matanya yang memancarkan harapan untuk aku dapat membantunya.

“Yang pertama, tante harus patuh dan mengikuti semua saranku untuk memperbaiki hubungan tante vero dengan om sam. Tante juga harus ikutin saranku untuk belajar hal-hal baru yang mungkin menurut tante sebelumnya adalah tabu”, tante mengangguk memahami apa yang kumaksudkan.

“Yang kedua, aku mau tante bantu bagas dapetin vivi, apapun caranya, informasi apapun yang mungkin bisa membuat bagas deket dengan vivi tante harus kasih tau”, kataku mantap. Tante vero nampak sedikit ragu-ragu, jika hanya dia saja yang terlibat seberat apapun konsekwensinya mungkin dia akan tahan, namun kali ini aku memintanya membantu menaklukkan seorang wanita baik-baik , religius, yang juga seorang teman curhat tante vero sendiri.

“Tapi kamu harus janji satu hal ….. Perlakukan vivi sebaik-baiknya, Dia sudah cukup banyak terluka ….. dan mengalami peristiwa berat , Tante g rela kalo kamu jadikan dia cuma sebagai mainan kamu, lebih baik tante yang gantiin posisi dia kalo cuma jadi mainan kamu”, katanya dengan tatapan tajam.

Dadaku terbakar semangat, seberharga itukah vivi di mata orang-orang di sekelilingnya. Se spesial apakah vivi sehingga banyak orang yang tidak rela dia tergores sedikitpun.

“DEAL ……. !!”, kataku meminta smartphone tante vero sambil menjabat tangannya.

“Jadi begini idenya …… “, kataku melanjutkan berbisik ke telinga tante vero. Meski tidak ada seorangpun yang akan mendengar kami berbicara dengan volume normal, namun aku lebih suka membisikkan rencanaku ke telinga tante vero sambil sesekali menikmati lembutnya parfum dan wangi rambutnya.

Sesekali tante vero mengnggukan kepala, kadang melotot, kadang menutup mulutnya menahan kekagetan. Namun dia mencoba untuk memahami dan mencerna semua yang kusampaikan tentang rencana dan alasan kenapa dia harus melakukannya untuk mengembalikan keharmonisan hubungannya dengan suaminya. Dia juga cukup paham kalo aku pun akan curi-curi mengambil kesempatan untuk ikut menikmati prosesnya, setidaknya itu respon yang kutangkap saat dia melotot dan pipinya memerah.

“Kapan kita mulai ? Besok ?”, kata tante vero.

Aku tersenyum, meninggalkan tante vero yang masih duduk di ranjang. Melangkah ke lemari pakaianku. Tante vero masih terdiam kebingungan. Aku kembali setelah selesai memilah apa yang kubutuhkan. Aku melangkah mendekati tante vero, ketika sampai di depannya, aku malah berbelok ke samping ranjang, mendekatinya dari sisi ranjang. Aku naik ke ranjang, membelai lembut pundak dan turun ke punggungnya yang masih terbalut dress. Aku melingkarkan dasi yang kubawa, sambil berbisik ke tante vero. “Tutup mata lonte …. “, bisikku di telinganya. Kulihat tengkuk dan tangannya merinding mendengar bisikanku. Meski jelas merinding tante vero patuh menutup matanya memudahkanku mengikatkan dasi menutup matanya.

Sretttttttttttt …….Tak membuang waktu, lama aku langsung membuka resleting gaun tante vero di punggungnya menampakkan kulit punggungnya yang putih terawat dengan hiasan kaitan bra berwarna hitam. Aku membantu tante vero untuk berbaring dengan mata yang masih tertutup. Kudekati wajahnya sampai tante vero tampak gelisah dapat merasakan wajahku dekat dengan wajahnya. Plak ….. plak …… , aku menampar lembut pipinya . “Sebaiknya kita mulai sekarang pelajarannya tante …. ups maksudku lonte ….. biar kamu jadi budak yang baik “, kataku yang dijawab dengan diam namun dengan nafas yang berat oleh tante vero.

FALLEN ANGEL or WILD ANGEL ?

Aku meraik gaun tante vero lepas, tante vero pun menggeliat seksi memudahkanku menarik gaunnya. Kini tubuh milf seksi ini terbaring pasrah hanya dengan bra and panties hitam senada.

Hegh ……… Hegh ……..

Desahan tante vero terdengar, antara kaget atau menahan geli di boobsnya yang tiba-tiba kuremas. “Kamu punya aset yang bagus untuk jadi budak untuk suamimu ….. Hanya butuh sedikit latihan agar kamu bisa menjadi budak yang setia ……. ” , pelecehan demi pelecehan terus keluar dari mulutku untuk membuat tante vero terbiasa mengingat orientasi seksual om sam pasti tak jauh-jauh dari itu.
Jangan kalian bayangkan tante vero langsung akan mendesah keenakan dan mengemis minta dientot. Kalian tidak akan menemukannya ketika di dunia nyata pertama kali melecehkan wanita. Tubuh tante vero menggigil dan merinding kadang kaku.

“Plak …… Achhhhhhhhh ……. ” Teriaknya saat aku tiba-tiba menampar pussynya yang menggembung dan terus meremasnya seperti memerah santan dari ampas kelapa.

“Ahhhhhhh ………. “, aku memberi sedikit kelegaan dengan menghentikan aktivitasku.

Aku bangkit dari ranjang dan mulai mengutak atik smartphone tante vero.

Pic Sent ……
Video Sent …….
“Kasih mama kesempatan 1 bulan saja, mama akan berlatih menjadi budak papa, kalo mama gagal mama rela papa tinggalin mama “, itulah pesan yang kukirimkan ke om sam dari hp istrinya.

Aku melangkah mendekati tante vero, tubuhnya kembali bergetar ketakutan mendengar langkahku dan merasakan aku mulai naik ke ranjang. Aku mulai mengikat kaki dan tangan tante vero ke ujung-ujung tepian ranjang. Tak lama setelah aku menikmati pemandangan hasil karyaku, dimana tante vero terikat pasrah dengan mata tertutup sesekali mencoba meronta melepaskan diri dengan seksi, smartphone tante vero bergetar oleh panggilan video call dari suaminya.

“Got It ……… Om sam vidcall tante …… Lebih cepat responnya dari yang kuperkirakan , tenang aja kita lanjutkan rencana kita “, kulihat kerutan di antara kedua alisnya. Kubelai rambut dan wajahnya untuk menenangkanya. Kutinggalkan tante sesaat yang masih sedikit merinding. Aku terima panggilan video dari om sam, dan meletakkan smartphone tante vero ke meja di samping ranjang
, menyorot ke tubuh tante vero yang terikat tak berdaya di ranjang. Aku sengaja mengecilkan volume smartphone nya sehingga aku hanya melihat om sam sedikit panik terlihat dari gerak bibirnya memanggil tante vero.

Malam itu aku tak menghabiskan banyak waktu menggauli tante vero. Malam itu setelah aku mematikan panggilan handphone tante vero dengan om sam aku lebih banyak mengajari tante vero bagaimana menikmati sisi lain dari sex. Udah pada bisa nebak kan arahnya kemana ?

Om sam memiliki beberapa orientasi sexual yang sedikit berbeda salah satunya bdsm. Aku mengajari tante bagaimana menjadi slave untuk suaminya, mengajarinya tentang menikmati totaly surender. Tante vero nampak antusias untuk membuat suaminya kembali ke pelukanya mempertahankan keluarganya dengan memberikan service ranjang terbaik.

Lewat tengah malam kami mengakhiri nya dengan aku khilaf tak lagi tahan dengan tante vero yang berubah dari fallen angel menjadi wild angel.

Esok paginya aku menghubungi om sam yang ternyata sudah menunggu di lobby hotel apartement tempatku tinggal ( entah mungkin sejak semalam dia ada disini ). Setelah ku minta naik ke kamarku kulihat wajah penuh dengan tanda tanya. Kemana istrinya ? Apa yang kulakukan terhadap istrinya ?

Matanya mencari sekeliling kamar namun tidak menemukan tante vero istrinya. Wajahnya nampak berubah menjadi kuatir sesuatu terjadi pada istrinya. Sebelum dia makin bingung aku memberikan instruksi.

“Om tenang dulu, sekarang om kontak vivi buat bantu saya hari ini di kantor terutama masalah seleksi karyawan, saya mau selesaikan hari ini. “, kataku memberikan instruksi .

“Tapi mas bagas ….. “, kata om sammy menyela.

“Sudah …. saya punya tugas yang lebih penting buat om, dan jangan kuatir tante vero aman …. “, kataku menenangkan om sam yang kutahu masih sangat kuatir mencari istrinya …..

Om sammy langsung nampak menelepon dan berbicara vivi dan memberikan instruksi-instruksi untuk membantuku. Dari pembicaraan yang kudengar nampaknya vivi masih ragu-ragu untuk membantuku, mungkin gara-gara kejadian dengan evil queen sialan vivi merasa terancam.

Om sammy nampak sedikit membujuk vivi sampe akhirnya dia menutup telp dan tersenyum kecut memandangku.

“Sudah mas bagas …. Vivi saya minta standby bantu mas bagas hari ini ….. Hmmmmm jadi ….. “, nampak om sam ragu untuk melanjutkan kata-katanya …..

“Tante vero kan …… “, aku menepuk pundak om sam,

“Tenang om, istri om yang cantik aman …… “, kataku sambil mengajak om sam mendekat ke ranjangku.

Karena kepanikannya tadi mencari istrinya dia tak sadar kalo aku sudah rapi dan siap ke kantor, sementara ranjangku menggembung seolah ada sesuatu dibawah selimut bed covernya, Sesekali terlihat ada gerakan-gerakan kecil seperti ada sosok makhuk yang tersembunyi di dalamnya.

“Om …. Saya janji posisi om di kantor aman, saya janji akan evaluasi jika memungkinkan om untuk mendapat posisi lebih ….. Semua karena perjuangan tante vero …. ” , kataku sambil menepuk bahu om sam.

Om sam sedikit bingung dan termenung nampak kepalanya penuh dengan pikiran dan tanda tanya apa yang sebenernya terjadi.

“Tapi ….. saya cuma minta satu hal, posisi om akan aman kalo om tetap menjaga keutuhan keluarga om ….. banyak-banyak komunikasi dan terbuka sama tante ….. Saya masih muda , g seharusnya menggurui rumah tangga om dan tante ….. So ….. Saya cuma minta, om menghargai sekali lagi perjuangan tante vero ….. “, kataku sambil menarik bed cover yang menutup ranjangku.

Om sam nampak kaget dan bingung harus berbuat apa, dilihatnya di ranjang tubuh istrinya yang seksi telanjang seksi. Yang membuatnya lebih terpana lagi, tubuh tante vero memancarkan bau yang wangi dari sabun, tubuh seksi bersih itu juga terikat kuat di ranjang penuh kepasrahan.

Mulutnya terikat dasi ( harusnya sih pake ballgag tapi darurat ), dan terus menggumam mencoba mengatakan sesuatu seiring kepalanya yang terus menggeleng karena hanya itu yang bisa dilakukannya saat ini. Di bawah terlihat pussynya yang sudah tanpa bulu terlihat juicy, memang setelah mandi dan mengikatnya di ranjang aku sempat mengocok pussy tante vero hingga orgasme.

Pemandangan seksi namun penuh emosional langsung mengubah suasana ruangan ini. Aku menepuk bahu om sammy yang masih terdiam. Sekian detik kami terpana dengan pemandangan tante vero yang hanya bisa menggeliat seperti cacing di ranjang , telanjang di depan suami dan bos suaminya.

Aku maju mendekati tante vero yang hanya bisa dilihat pasrah oleh om sammy. Kuremas boobs tante vero yang sesaat menghentikan eranganya dan berganti dengan leguhan sambil menutup mata. Tak mau aku larut dalam suasane erotis itu, aku buka ikatan dasi di mulut tante vero.

“Papa ……… “, cuma itu yang keluar dari mulut tante vero.

Ini gimana sih tante cantik, tadi kayaknya mau ngomong banyak begitu dilepas cuma ngomong gitu.

Aku bangun dan menepuk bahu om sam sambil berkata.

“Kasih kesempatan buat tante berjuang buat keluarga om sekali lagi, and ….. Enjoy buat honeymoon nya….. om dan tante bisa pake room ini sampe puas, saya bisa ngungsi sementara”, kataku sambil meninggalkan mereka berdua.

Kulirik sesaat ada air mata penuh emosi dari kedua orang ini. Aku buru-buru meninggalkan mereka untuk berangkat ke kantor.

Sesaat sebelum aku menutup pintu, kulihat om sammy sudah naik ke ranjang membelai tante vero. Aku menutup pintu sambil tersenyum. Dalam hati berkata aku mesum tapi berusaha tidak brengsek.

N.E.X.T FALLEN ANGEL

Sampai di kantor aku langsung memanggil shinta dan vivi ke ruangan kuberikan instruksi-instruksi untuk kami menginterview dan negosiasi karyawan-karyawan yang akan dirumahkan. Mereka berdua nampak serius mempersiapkanya berbeda dengan shinta yang lebih tenang karena “BIG DEAL SIALAN”. Wajah vivi meski berusaha profesional namun nampak sedikit guratan kekuatiran. Gejala-gejala isengku mulai kambuh.

Kuserahkan semua daftar karyawan ke mereka berdua, seharusnya aku hanya meminta mereka memanggil dan mencatat satu persatu. Di daftar itu ada nama vivi juga, wajahnya langsung pucat. Matanya langsung nanar dan bingung harus bagaimana, namun sesaat kulihat dia menarik nafas dan berusaha tersenyum pahit ( tapi tetep keliatan manis sumpah ).

“Yuk vi ….. Kita mulai panggil nama-namanya …… “, kataku sengaja hanya memanggil namanya.

“Baik pak …… “, katanya sambil mulai menelepon nama pertama yang ada di daftar.

Aku tersenyum licik, namun senyumku tiba-tiba terpotong ketika melihat shinta dengan usilnya mengirim pesan ke hp ku….

“CIE ……… Mulai mengincar mangsa”, tulisnya.

KAMPRET…………

Bersambung