MILF Dari Surga Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7 

MILF Dari Surga Part 6

Start MILF Dari Surga Part 6 | MILF Dari Surga Part 6 Start

FALLEN ANGEL part 1

Pesan saya, buat para suhu, para pria yang memiliki talenta dan kelebihan menaklukkan wanita sebaiknya hindari sering-seringambil perawan anak orang. Meskipun di era kebebasan kids jaman now, namun kalo sampe seorang perawan menyerahkan bakal ada baper berkepanjangan macam kangker jadi ati-ati aja. Demikian iklan layanan masyarakat ini disampaikan oleh “Konveksi Kutang UD Untung Subejo”

Aku benar-benar tidak bisa tidur tenang, bukan karena ada makluk seksi exotic yang tidur telanjang di ranjang sebelahku. Namun aku sedang berpikir dan sedikit menyesali daftar list kebrengsekanku minggu ini. Kalo gini terus caranya aku akan sangat sulit untuk objektif dan profesional mengembalikan kejayaan yang katanya bisnis keluarga besar ini. Jam 05.30 aku sudah terbangun dan sulit tidur lagi. Kulirik gayatri yang montok dan berkulit exotic masih tertidur membelakangiku, edan nih anak pantatnya spa dimana ya, tidak seputih shinta, tante vero, mungkin juga vivi tapi bener-bener mulus.

Kalo jadi model bikini fotografernya tinggal jepret tanpa polesan apapun sudah seksi. Kalo gini caranya bisa khilaf aku garap ni anak, meski udah 39 tahun tapi seksi masih perawan lagi. Untuk menenangkan pikiran jorok aku memutuskan untuk turun dan jogging siapa tau nemu sarapan enak di sekitar apartement ini, karena perutku sudah mulai lapar. Aku memang g suka gym atau olahraga keren lainnya, aku cuma suka jogging dan jalan santai. Paling ditambah olahraga ranjang yang menurut penelitian para ahli setara dengan jalan 35 menit dan bersepeda 25, piye ? penak to ?

Hampir jam 7 pagi aku kembali ke apartement dengan membawa bubur ayam ( read : menu standart sarapan di banyak cerpan selain nasi kuning , mbuh ngopo ). Baru masuk ke dalam apartement , sedikit tercium aroma sabun sepertinya gayatri sudah mandi. Yang aneh adalah meskipun sudah ada bau sabun di kamar ini tapi gayatri masih terbaring di ranjang pura-pura tidur, selimutnya hanya menutupi pantat, padahal aku ingat betul sebelum turun aku memasangkan selimut sampai ke atas tubuhnya. Aku pura-pura tidak tau kalo gayatri hanya pura-pura tidur. Kudekati ranjang tempat gayatri berbaring, kali ini aku memutar ke sisi ranjang yang lain sehingga aku bisa meliat tubuh bagian depannya. Boobsnya naik turun, sedikit tidak beraturan meskipun nampak gayatri mengatur nafasnya.

Aku jongkok tepat di depan boobsnya sambil pura-pura berkomentar, “Gila nih toked , seksi banget …. Baru keliatan jelas, ternyata g cuma pantatnya yang mulus, tokednya manteb banget nih anak”. Sengaja aku mengeluarkan suara namun pelan, aku ingin membuat gayatri berikir bahwa aku tidak mau membuatnya terbangun, namun disisi lain aku ingin dia tau kalo aku menikmati pemandangan itu. Aku yakin gayatri pasti sangat suka , dengan sifat eksibisionisnya dia pasti sangat menikmati tubuhnya dikagumi, karena dia pura-pura tertidur dan menutup mata aku membuat telinganya mendengar bahwa dia dikagumi.

Keisenganku belum kelar, kalo masalah mesum kreatifitasku sama banyaknya dengan ide bisnis. Sengaja aku membuat suara sedikit berisiki mencopot bajuku dan celana pendek yang kupake jogging. Semua kujatuhkan dengan mengangkatnya dulu lebih tinggi. Aku tertawa dalam hati melihat sekilas kening gayatri berkerut namun kemudian mencoba rileks kembali. “Shhhhhh …. Ahhhhh …. Coba kamu g perawan …. Ugh …. Udah kuentotin kamu ….. Shhhhh … Ahhh “, aku pura-pura mastrubasi di depan gayatri. “Ughhhhh tu toked gede banget sih …. Pengen isepin ….. ” , desahku sambil senyum licik. Gayatri yang tak bisa melihat karena menutup mata sesekali berkerut keningnya, alis tebalnya membuat setiap gerakan kerutan matanya terbaca olehku.”Anjrit g tahan gue pengen crot …… “, aku pura-pura sangat terangsang dan hampir orgasme. Aku buru-buru lari ke kamar mandi dan menyalakan shower dan mandi sambil senyum licik.

15 menit kemudian aku selesai mandi, tanpa mematikan shower aku berusaha setengang mungkin keluar kamar mandi tanpa suara. Aku melihat gayatri masih terbaring di ranjang, kali ini selimutnya tertutup sampai sebatas leher. Namun sedikit aneh di bagian bawah selimutnya nampak ada sesuatu yang bergerak. Aku juga tidak dapat menemukan kaos yang penuh keringatku yang kupakai jogging tadi, padahal jelas-jelas aku meninggalkanya di lantai. Aku kembali tersenum licik, aku berjalan mendekatinya.Nampaknya gayatri masih asik dengan aktivitasnya, aku tidak bisa menebak apa dia memang sedang asik atau memang aksinya sengaja dilakukan untuk menggodaku, membalas perlakuanku tadi. Perlahan kudekati ranjang tempat gayatri terbaring, ranjang yang cukup lebar dan empuk. Ketika aku mulai naik, guncangan ranjang membuat gayatri diam seketika. Geraka-gerakan kecil yang tadinya terlihat di bawah selimut kini berhenti tiba-tiba.

“Biarin aku bantuin atau kamu bisa buka mata dan lupain semua kejadian disini”, bisikku di telinga gayatri. “Entah kamu mencoba menggodaku atau memang kamu penasaran gimana rasanya jadi wanita yang kupanggil dan kunikmati seperti gosip yang kamu dengar di kantor”, tambahku lagi. Kulitnya yang exotic tidak mampu menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan malu. Aku menyusupkan tanganku ke dalam selimut, membelai ringan tangannya. Seperti yang kuduga gayatri menggeliat kecil kegelian khas gadis perawan. Tubuhnya naik turun mengikuti nafasnya yang mulai tidak teratur dan sesekali menahan nafas atau bernafas panjang.

“Aku tidak akan mengambil keperawananmu, Kalopun memang ingin aku akan mengambilnya di momment yang terbaik tidak seperti ini, Jangan kuatir nikmati saja, Kalo kamu mau lanjutkan terus tutup saja matamu, Kalo kamu ingin berhenti kamu bisa buka mata dan tampar aku sebelum aku makin kurang ajar”, bisikku menenangkan yang langsung dijawab dengan hembusan nafas lega.

Tanganku menyusup ke depan, mencari benda favoritku. Meski tubuh gayatri tertutup selimut, namun tanganku cukup berpengalaman sehingga tanpa bantuan mataku dengan mudahnya aku menemukan benda bulat kenyal favoritku.

“Ehmmmmmpppp …… “, desahan gayatri lembut terdengar seirama remasanku di boobsnya.

“Shhhahh …. “, mulutnya terbuka saat aku mulai memainkan putingnya. Terus kuremas lembut, bukan remasan nafsu namun aku berusaha agar kami sama-sama neikmati aktivitas ini. “Bagaimana rasanya ? Benda yang sering kamu pamerkan ini diremas seorang pria ?”, kataku memprovokasinya dengan bisikan-bisikan nakal. “Atau david sering meremasnya ?”, tanyaku yang dijawab dengan gelengan kecil malu-malu.

“Hmmmmmmmm …….. “, gayatri menghembuskan nafas panjang saat aku menghentikan ativitas remasanku di tokednya. “Hegh …….. “, tapi tak lama gayatri akhirnya menahan nafas dan geli kembali saat tanganku mulai turun mengelus perutnya bagian bawah. Di dalam sana aku menemukan sebuah kain, yang kuduga adalah kaosku. Rupanya gayatri tadi mencoba mastrubasi dengan menggesek pussynya dengan tangan yang terlapis kaosku yang penuh keringat. Diam-diam anak ini nakal atau sekedar penasaran tentang apa itu kenikmatan rupanya.

“Nakal kamu ……. “, bisikku ke telinga gayatri yang diresponnya dengan menyembunyikan kepalanya dan menutup matanya rapat-rapat sampai keningnya berkerut. Aku langsung menarik kaosku keluar, berusaha mencari bagian basah sedikit lengket. Beberapa saat aku akhirnya menemukan bagian yang basah karena cairan gayatri bukan dari keringatku. “Hemmmmm …. jadi gini bau cairan memek perawan …… wangi ….. gimana kalo dari sumbernya langsung ya “, kataku sengaja berkomentar mesum .

Aku bangkit segera dari tempat tidur menarik selimut yang menutupi tubuh telanjang gayatri. Gayatri masih menggeliat , memejamkan matanya , mungkin karena nalurinya sehingga dia tetap berusaha menutupi boobs dan pussynya yang terbuka. Ternyata setelah sinar matahari masuk ke ruangan ini dan aku sudah fresh aku dapat melihat benar-benar seksinya gayatri. Kulitnya exotic tidak terlalu gelap, boobsnya besar bulat bahkan saat terlentang seperti sekarang tak membuatnya meluber ke kanan dan kekiri, pussynya masih rapat hanya membentuk garis seperti gadis-gadis perawan lainnya, rambut kemaluanya dicukur rapi membentuk segitiga terbalik terkesan seksi. Aku bingung sendiri, butuh sekian detik untuk aku menguasai diri tidak mengambil mahkota gadis ini. Benar-benar ranum tubuh perawan ini, spesialnya lagi ini versi matang. MILF + Perawan , biro pusat statistik pun akan sulit menemukan penduduk negeri ini dengan status seperti gayatri.

Perlahan kulebarkan kakinya, menampakkan celah lembah pussynya yang sedikit sudah mengkilat. Gampang basah juga nih cewek pikirku. Badanya kaku menegang, aku curiga memang belum ada pria yang menyentuhnya sampai sejauh yang kulakukan ini. Aku berusaha memberikan kesan pertama yang tak terlupakan bagi gayatri. Karena dia sudah mandi, tubuhnya harum bercampur aroma erotis yang dipancarkan lendir pussynya.

Kukecup jempol kaki kanannya, naik ke punggung telapak kakinya, lutut nya menjadi sasaran berikutnya, akihirnya sebuah kecupan dalam ku kombinasikan dengan gigitan kecil kudaratkan di pahanya. Gayatri masih mencoba tahan untuk menutup matanya , namun badanya sudah mengeliat seperti cacing kepanasan. “Ahhhhhhhh …… shhhhhh …… ” , sayup tapi tetap kudengar gayatri mulai menggeliat. Aku melepaskan tanggannya yang mendekap boobsnya, tangan kananku langsung digenggam erat saat tangan kiriku mulai merabai pahanya . Malaikat perawan satu ini , yang biasanya hanya memikirkan berjuang untuk keluarganya kini jatuh di lumpur bernama kenikmatan seksual.

Aku berlutut di antara kakinya yang terbuka, mulai kukecup-kecup kecil paha dalamnya. “Pak …… shhhhhh ……. “, tak sadar gayatri memanggilku. Aku angkat kepalaku , namun kutemukan gayatri malu-malu memejamkan matanya, tak cukup itu dia juga memalingkan wajahnya ke arah jendela tak berani menunjukkan wajahnya yang mungkin sudah memerah. Satu tanganku masih menggengam tanganya yang semakin kencang meremas tanganku. “Cuppppp ….. Cuppppp ….. Cuppppp …… aku mengecup bibir pussynya seperti mengecup wajah gadis lugu, ringan namun intens”, reaksinya sungguh tak kuduga bibir pussynya langsung basah. Tanganku terasa perih, 100% valid ini anak masih perawan, refleksnya meneggem tanganku sampai kuku-kukunya menggores telapak tanganku menandakan belum ada pria yang menyentuhnya sampai sejauh ini.

Aku kembali fokus berlutut dan mengeksplore pussy perawan ini. Seumur-umur baru 3x ini aku ketemu pussy perawan tapi yang ini bener-bener spesial.

“Slurp ….. “

“Slurp ….. “

“Slurp ….. ” Ahhhhhhhh ……

“Slurp ….. “

“Slurp ….. “

“Slurp ….. ” Ahhhhhhhh ……

“Slurp. …………… ” Pak ……………… !!

Desahan-desahan gayatri mengusik keheningan ruangan ini, cuma berharap dinding apartement ini cukup baik meredam suara erotis unit ini. Aku sejenak sadar dan menatap ke atas melihat gayatri yang sudah pasrah untuk berpura-pura. Kini matanya terbuka menatap senyumanku, nafasnya berat memburu seperti kijang dalam terkaman singa lapar.

Tanganku tetap kubiarkan lecet-lecet dalam genggaman tangan gayatri, satu tanganku yang lain bergerak menelungkup boobsnya yang montok. Kuremas lembut toked yang bergerak naik turun liar mengikuti nafas gayatri. Nampaknya remasan lembutku membuatnya tak sabar , sehingga tanganya ikut meremas lebih kencang boobsnya sendiri.

Aku kembali menggarap bibir yang sudah sangat basah dengan lendir kenikmatan dihadapanku.

“Slurpppp …… “, ahhhhhhh ……

“Slurpppp …… “, ahhhhhhh ……

“Slurpppp …… “, ahhhhhhh …… pak ……. geli ….. bisa ….. piippis saya …….

Rasanya ingin tertawa melihat gayatri tetap mencoba berbicara formal ke atasannya meskipun jelas-jelas kini aku yang menjadi atasanya sedang berbuat mesum menciumi pussynya.

Pak ………… ahhhhhhh ……..

Desahan gayatri makin kencang saat tanganku juga meremas kuat tokednya. Merasa tanganku sudah bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Tangan gayatri kini menjambak rambutku.

Ahhhhhhhhh ……. Shhhhhhhhhhh ……..

Ahhhhhhhhh ……. Shhhhhhhhhhh ……..

Ahhhhhhhhh ……. Shhhhhhhhhhh ……..

Ahhhhhhhhh ……. Shhhhhhhhhhh ……..

Tak malu-malu lagi kini gayatri sering menjambak rambut dan membenamkan wajah atasannya ke pussynya lebih dalam. Meski sulit aku mencoba membelah bibir pussynya untuk menjangkau clitnya. Mengulik lubang pussynya lebih dalam dengan lidahku. Selain tak ingin tergoda menusukkan jariku ke dalam sana, tanganku memang sedang asik meremas bola kenyal di dada gayatri.

Pakkkkkkkkkkk ………… Achhhhhhhhhhhhhhh …………… Keluar …………………

Aku memang tidak jago berenang, tapi baru kali ini rasanya tenggelam di lantai 5. Aku mencoba tenang menunggu semprotan demi semprotan orgasm diikuti squirt gayatri mereda. “Ahhhhhhh ….. Pak Maaf …….. “, wajah gayatri makin cantik dengan ekspresi kombinasi antara kembali sadar dari kenikmatan, malu sekaligus canggung.

Aku tersenyum mencoba bangkit, dan membersihkan wajahku dengan handuk yang melilit pinggangku. Sempat syok melihatku melepas handuk, gayatri tersenyum malu melihat di dalam handuk aku masih menggunakan boxer. Aku menangkap ekspresi wajahnya nya malu-malu.

“Nanti kalo boleh melihatnya kalo udah siap menjinakkannya “, kataku penuh arti. Yang disambut gayatri dengan cubitan di perutku dan berlari ke kamar mandi. Setelah beres-beres dan sarapan bubur ayam yang mulai dingin namun lumayan dibumbui tawa dan canda kami berdua. Akhirnya kuantar gayatri pulang, meski terus kupaksa aku ingin mampir kerumahnya tapi dia menolak keras. Takut jadi omongan tetangga dan takut mama nya heboh kalo gayatri membawa teman pria selepas tidak pulang semalam, mengingat mama nya ingin gayatri segera menikah di usianya yang sudah matang.

Dalam perjalanan pulang aku terus memikirkan dan penyesalan kembali mampir ke hatiku, satu lagi fallen angel jatuh dari sorga, lebih tepatnya aku yang menariknya jatuh ke dunia kenikmatan.

S.Y.A.R.A.T

Aku masih memegang segelas orange juice dingin sambil menatap ke jendela . Aku menunggu pak sammy yang kini entah kenapa aku lebih nyaman memanggilnya om sam. Dia mau ambil mobil yang kubawa pulang hari sebelumnya.

Tok.tok.tok……..

Ketukan pintu menyadarkanku dari lamunan, maaf bukan lamunan jorok. Namun aku suka melamun dan merancang banyak ide bisnis saat aku terdiam dan melamun. Aku melangkah membukakan pintu, dan sosok di depanku membuatku kaget.

“Loh tante …….. “

Wanita itu dengan mata berkaca-kaca langsung memelukku, “Pokoknya tante minta tolong selamatkan keluarga tante …… Apapun syarat dan berapapun harga yang tante harus bayar tante terima , Tante merasa cuma kamu yang bisa …….. “

OPO MANEH IKI !!!!!!!!!

Bersambung

END – MILF Dari Surga Part 6 | MILF Dari Surga Part 6 – END

(MILF Dari Surga Part 5)Sebelumnya | Selanjutnya(MILF Dari Surga Part 7)