MILF Dari Surga Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7 

MILF Dari Surga Part 4

Start MILF Dari Surga Part 4 | MILF Dari Surga Part 4 Start

KEBETULAN SALAH PAHAM

Jam 7 malam aku sampai di rumah pak sammy di sebuah perumahan menengah. Jangan tanya daerah mana, disini saya bener-bener buta kemana-mana kalo g diantar pak sam ya naik ojek online. Rumahnya tidak bisa dibilang mewah tapi juga tidak sederhana, cukup hommy dan hangat lah menurutku. Aku memiliki feeling yang cukup tajam, dari nuansa rumah ini aku merasakan keluarga ini cukup hangat dan bahagia. Di ruang tamu tempatku menunggu ada foto keluarga rumah ini tipikal banyak rumah jaman now. Aroma religius juga terpancar dari rumah ini membuatku minder rasanya seperti berkunjung ke rumah calon penghuni surga level VIP. Aku sendiri ? Ya masih percaya lah masuk surga seperti kepercayaanku, tapi mungkin di barisan belakang rombongan akhir.

“Hei …. Jadi ini bos muda kantor kita …… Gimana kabar mbak arum ?”, sapa seorang wanita dewasa yang menurut perhitunganku usianya 10 tahun lagi genap setengah abad. Namun aku sendiri kurang yakin karena wajahnya yang fresh dan body nya jauh dari kesan melorot. Kenceng semua onderdil nih tante, tak bisa tidak otakku berpikir kesitu. Wait ….. Mbak Arum ? Wanita ini kenal mamaku ? “Tante kenal mama saya ?”.

“Ha.ha.ha….. Jadi kamu g mengenali tante nih ? Iya juga sih tante udah lama banget g ketemu keluarga kalian , Dan terakhir kali ketemu kamu, kamu masih kelas 6 sd kalo g salah, Trus sekarang tante juga udah makin tua pantes kamu g mengenali tante …… Ini tante vero …… , oke …… kalo belum ingat” , kata istri pak sam , tante yang mengaku namanya vero ini dengan cerewetnya khas emak-emak ratu metic jalanan.

“Hana – Hani inget ?” , aku langsung mengok foto keluarga di ruang tamu. Eh kampret baru sadar ternyata anak-anak keluarga ini adalah sepasang cewek kembar. Meski samar-samar karena wajahnya sudah berubah menjadi gadis yang cantik-cantik aku bisa mengenali mereka. “Saya sengaja g bilang ke mas bagas, karena sedang sibuk menyelamatkan bisnis mas david dan orang tuanya kalo kita dulu sempet bertetangga”, kata pak sam menambahkan. Aku baru inget sekarang, pak sam ini dulu adalah pegawai bank plat merah namun karena skandal di kantornya dia dikorbankan atasannya.

Ternyata papaku minta tolong ke omku untuk menerima pak sam ini bekerja sehingga pak sam hijrah sekeluarga ke surabaya. “Loh hana – hani kemana ?”, kataku celingukan mencari 2 gadis yang dulu semasa kecil sering kubuat nangis bersama-sama adik-adik kembarku. “Udah-udah sambil makan aja yuk ngobrolnya”, ajak pak sam sambil mempersilahkanku ke meja makan.

NOSTALGIA & CERITA

Lamb steak dan red wine bener-bener memanjakan lidahku, kupikir tadinya g akan kenyang kalo g ada nasi. Tapi mashed potato yang menemani lamb steaknya benar-benar pas porsinya mengganjal perutku sekaligus mengembalikan staminaku yang dihisap makluk hot namun menyeramkan semalam. Pujian-pujian tulus kulemparkan untuk chef malam ini.

“Serius tante bener-bener ini enak steaknya …… Dibungkus 1 lagi bisa tante ?”, Pujiku yang ditanggapi tante vero dengan senyum-senyum malu. “Wah …. sekarang saya tau resep pak sam tetap fresh, sehat, awet muda, dan bersemangat selalu ….. , punya istri cantik, seksi, jago masak lagi”, ups aku merasa keceplosan mungkin karena aku jarang minum jadi red wine ini bikin aku sedikit lepas kontrol. Atau memang otakku saja yang mesum, meski kulihat pak sam hanya tersenyum simpul. “Mas bagas bisa aja …… “, kata pak sam menepuk lututku. Kami larut dalam cerita-cerita nostalgia saat pak sam dan tante vero masih di jogja. Mereka juga memujiku , ternyata papanya david alias omku banyak cerita tentang keluarga kami.

Bagaimana papa-mamaku mendidik kami anak-anaknya, bagaimana aku merintis bisnis.Sesaat kemudian pak sam ijin keluar untuk membeli rokok, ( alasan klasik banget tapi emang gitu sih mau gimana lagi ). Ada sedikit perasaan tidak enak ditinggalkan dengan istri orang sendirian di rumah. Entah mengapa meski aku mencoba mengalihkan pikiran dari tante vero yang masih cukup menggoda, batangku tidak mau berkompromi. Aneh nih, apa karena pengaruh ganda lamb steak dan red wine nya ya jadi horny begini. Serius setengah mati dan tidak nyaman menahan kontol yang mengeras di celana. Sesaat kemudian gantain tante vero yang pamit kebelakang sebentar meninggalkan aku yang berjuang menahan kentang.

Kampret !!! Bener-bener g tahan nih, mending abis ini pamit pulang lah, mana pak sam lama banget perasaan, pikirku dalam hati. Aku mencoba mengalihkan pikiran dengan mengeluarkan beberapa dokumen dari dalam tasku, dokumen-dokumen ini ingin kubicarakan terkait dengan posisi pak sam yang sebelumnya ada di operasional & produksi namun divisinya kubekukan sementara. Saat mencoba konsentrasi mengalihkan pikiran kotor ke dokumen-dokumen ini, tiba-tiba tante vero lewat dan mengunci pintu depan. Yang lebih bikin kaget lagi, tante vero sudah mengganti bajunya dengan sebuah kimono satin bergambar aksen negri sakura. OMG Cobaan apalagi ini ……. Kontol keras, pikiran gelisah, sekarang ada tante-tante semok seksi di depan. Butuh perjuangan extra untuk tahan cobaan ini, dan sayangnya mungkin saya tidak terlalu kuat dengan cobaan tipe ini.

“Tante …… Maksudnya apa ini ? kok ……. tante ? pintu ? kunci “, aku bingung harus bilang apalagi. Ekspresi muka tante vero jauh dari menggoda, suasana benar-benar tegang dan aku tidak bisa memprediksi sebenarnya apa yang terjadi saat ini. Tante vero mulai mendekat, sekian detik tante vero berdiri di depanku yang duduk di sofa. Matanya memancarkan banyak hal, ketakutan, malu, beban berat, dan entah apalagi. Tiba-tiba tante berlutut di depanku,

“Bagas …… hiks….. hiks ….. hiks , tante mohon banget gas ……. , tante dan om sam g tau lagi harus pakai cara apa …… hiks …. hiks ….. “.

Aku langsung buru-buru meraih lengan tante vero, “Eh tante ….. eh ….. ini maksudnya apa ? aduh … bangun dunk tante, nanti kalo om sam pulang gimana ? aduh aku g enak ini tante …. kenapa sih. Duh …… “

Tante vero mulai menegakkan badanya namun masih bersimpuh di lantai, dia mengusap air matanya sendiri, sambil terisak tante mulai menjelaskan semuanya, “Tante tau kamu harus menyelamatkan perusahaan keluarga kamu, Tante juga tau itu bukan perkara yang mudah, Tapi tante mohon ….. Om sam itu tulang punggung keluarga ini, kamu tau sendiri hana-hani masih kuliah, tante tidak bisa membantu bekerja, Kalo sampe divisi om sam dibubarkan dan om dirumahkan kamu sama aja menghancurkan keluarga kami, Tante mohon …….. Om dan Tante sudah dengar kabar dari kantor , Apapun yang kamu minta tante pasti penuhin “.

“Tante tunggu …. Iya divisi om sam dibubarkan tapi ……. Bukan begitu ceritanya “, aku bingung harus menjelaskan kerumitan ini darimana. Sementara badanku terasa semakin menggigil dan kontolku terus berontak apalagi belahan toked tante vero mulai mengintip dari kimononya yang mulai kendur ikatanya.

MALAIKAT PENJAGA RUMAH

“Om dan Tante sudah sepakat, kami bisa saja mencari wanita muda yang cantik dan seksi untuk menghiburmu , kemudian kami meminta tolong kepadamu sebagai imbalanya. Tapi ….. tante berharap pilihan tante untuk berbicara kepadamu bisa mengubah keputusanmu sekaligus menghormatimu. Tante sudah tua … Tante juga jauh dari seksi dibanding wanita-wanita yang kamu tiduri, Tapi tante ingin kamu paham posisi tante dan keputusan tante “, katanya mulai melepas ikatan kimononya , menampakkan boobs yang cukup besar dan terlihat matang terbungkus bra hitam berenda.

( read : kalo ada yang bilang cobaan mu kok enak-enak terus to mas bagas ? , kujawab RUPAMU JAJALEN DEWE ….. )

“Kalo kamu tidak menerima ini …. Tante akan teriak, dan om sam bakal datang sama warga lalu kami berdua akan minta damai dengan uang yang sangat banyak kepadamu, Jadi please kita selesaikan ini baik-baik ……. “, ancam tante vero sambil bangkit dari duduknya meninggalkan kimono dan kini hanya Bra dan Panties hitam yang melekat di tubuhnya.

“Tapi tante ……. “, potongku menjelaskan semuanya. “Tante tunggu di kamar tante ….. , 2 menit kamu tidka datang tante abakal teriak “, potongnya cepat.

Aku tak punya pilihan, daripada di grebek satu kompleks karena dituduh memperkosa istri bawahanku sendiri. Aku mencoba mengikuti alur tante vero sambil mencari kesempatan untuk menjelaskannya. Sampai di kamar, lampu utama sudah dimatikan digantikan lampu meja yang sedikit remang-remang. Rupanya ini kamar utama rumah ini, dan di depanku terbaring cantik dan menggoda malaikat penjaga rumah ini. Terbaring pasrah tubuh matang tante vero, karena bra nya yang mungkin sengaja dipersiapkan membuat boobsnya tegak menantang. Meski karena efek bra, namun aku yakin tubuh se atletis tante vero tokednya juga tidak akan kendur-kendur amat.

“Lakuin cepat, ambil pialamu bagas …. Meski tubuh tante g sekseksi wanita-wanita kantor yang kamu tiduri tapi tante yakin , obat perangsang yang tante kasih di makananmu pasti sudah bekerja …… ” , tante vero terlihat untuk tegar dan mendominasi permainan ini. Aku sedikit kaget dengan perkataan yang keluar dari mulut tante, ternyata pasangan ini sudah merencanakan menjebakku. Aku sungguh sudah salah mengira tentang keluarga ini, namun hati kecilku masih berkata mungkin karena keadaan yang memaksa mereka begini. Jadi lebih baik kulampiaskan kekecewaanku ke tubuh seksi ini, biarlah nanti yang terjadi di belakang pikirkan nanti. Aku sengaja langsung melepas semua pakaianku hingga telanjang. Aku g akan menjelaskan detail postur tubuhku, karena emang g atletis cenderung tambun, namun bagas junior memang kadang bikin kaget buat wanita yang melihatnya.

Aku perlahan mendekati tante vero yang sudah terbaring pasrah. Saat aku mulai naik ke ranjang, tante vero mumejamkan matanya kuat-kuat. Wanita yang tadi menantang dan mengancamku kini seolah tenggelam dalam ketakutan yang dalam. Seperti kelinci yang sudah siap diterkam serigala.

Aku mulai meraba tubuh wanita dewasa yang matang ini, dari lutut naik ke paha, naik lagi ke perutnya lembut. Terlihat respon tubuh tante vero menahan nafas berat saat aku mulai merabanya. “Awwwwwwww achhhhh ….. mmmmmppphhhh ….. “, respon tante vero sedikit mendesah namun berusaha untuk diam kembali saat aku meremas tokednya dengan kasar. Halus juga kulit wanita ini, masih jauh dari kesan keriput dan kendor. Aku berlutut di samping tubuh tante vero, untuk meyakinkan kecurigaanku aku mendekatkan hidungku ke perutnya dan mencium pusarnya. Benar-benar wangi, aku yakin tante melakukan perawatan di spa atau salon untuk malam ini. Aku tersenum licik dan selanjutnya meniup lembut pusarnya . “Aihhhhhh shhhhhhh …… “, tante vero menggeliat.

“Cepat bagas …… Tante mau ini cepat selesai “, protesnya. Aku tau tante tidak mau terlihat murahan dan seperti wanita penggoda yang menikmati seks dengan pria bukan suaminya. Mungkin juga dia tidak mau muncul rasa bersalah yang makin dalam ketika tubuhnya mulai menikmati seks dari pria bukan suaminya. Pokoknya crot trus kelar mungkin itu yang ada di pikirannya. Namun aku yang memang sedikit “sakit” melihat wanita tak berdaya ini justru membangkitkan nafsuku untuk menghajarnya habis-habisan.

“Aaaaaaaaaaaa …… Bret…… “, tante vero kaget saat aku dengan kasar merobek dan menarik putus celana dalamnya. Jangan kalian pikir ini momment yang hot dan merangsang buat wanita, sakit, perih sekaligus momment yang memalukan tak hanya menggores kulit selangkangannya tapi mungkin sampe ke dalam kehormatan hatinya. Aku tersenyum melihat rambut di vaginanya yang tidak bisa dibilang lebat maupun jarang, sedang-sedang saja namun tercukur rapi.

“Plak ….. plak ….. plak …… aku menampar bibir pussynya yang menggembung. “

Tante vero masih memejamkan matanya , sambil menggigit bibirnya. Nampaknya dia sudha siap apapun yang terjadi dan berusaha menahan apapun yang akan kulakukan. Aku remas boobsnya kiri dan kanan bergantian, makin lama makin keras dan kasar.

“Ughhhhhhh bagas …. ughhhhh …. pelan …… shhhhhh …. sakit, perih”, tante vero nampak mulai mengaduh kesakitan. Aku yang melihat reaksi tersebut makin gelap mata. Kutarik bra nya kebawah, hingga boobsnya meloncat keluar dari cup bra nya. Aku mendekatkan kepalaku ke telinga tante vero.

“Tante akan membayar semuanya karena telah menjebak saya, Akan saya buat tante menyesali dan dihantui rasa bersalah menikmati ini semua”, bisikanku mengagetkan tante vero membuatnya membuka mata dan melotot melirikku. Aku hanya tersenyum seolah bilang kalo semua sudah terlambat untuknya.

Slurp……..

Slurp……..

Slurp……..

Slurp……..

Slurp……..

Slurp……..

Benda yang nampak tegak menantang karena kain penopangnya mengganjal dari bawah, membuat puting coklat yang menghiasinya menantangku untuk menikmatinya. Hisapan demi hisapan diselingi gigitan kecil kadang kasar di putingnya mulai membuat tante vero panik. Panik karena dia harus menahan desahan sementara dia harus menjaga kehormatanya dan memposisikan diri tetap menjadi korban dan bukan menikmatinya.

“Ugh …. ugh …. ugh…… Bagas , jangan siksa tante please, cepat lakukan dan selesaikan, tante g mau ……. “, matanya mulai berkaca-kaca.

“Tante tau , sejak dulu kita menjadi tetangga, aku selalu pengen ngentotin tante ….. Tante seksi dan menggairahkan, tante tak pernah terlambat datang dalam setiap fantasiku saat aku mengocok kontolku …… ” , kataku berbisik nakal.

( read : kalo kalian pikir ini benar, tidak …. aku membisikkan itu semua semata-mata ingin melecehkannya lebih dalam, ya …. saya jahat …… )

Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ……………..

Slurp…… clek …. clek … clek …..

Slurp…… clek …. clek … clek …..

Slurp…… clek …. clek … clek …..

Aku kembali menyerang boobs tante, sejujurnya aku mulai suka dengan toked wanita dewasa ini. Masih cukup kenyal, bahkan saat kaitan branya terlepas karena aku terlalu liar menikmati boobs ini, boobs ini tak jauh berubah bentuk dan tak meluber seperti wanita lain seumurannya.

Desahan demi desahan terlepas tanpa tak bisa terbendung meski tante vero menahannya. Selain memainkan boobs dan putingnya, tanganku bergerilya di rimbunnya hutan kenikmatan dibawah sana mencari “kacang dewi” yang katanya membuat wanita melayang.

“Achhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh bagas ………………… kamu apain tante …… JAHAT KAMU BAJINGAN !!!! Serrrrrrrrr ……… “

Clek …. clek …. clek …….

Aku mengantar tante vero orgasme dengan tanganku tetap menggesek pussynya. Satu tangan tante vero menarik kepalaku makin terbenam ke boobsnya, sementara tangan yang lain menahan tanganku agar tak terus bergerak di pussynya.

“Udah bagas udah …. tante g kuat lagi …. please bagas …… “, bukan rengekan minta disetubuhi yang bakal kalian lihat pada posisiku. Tante vero benar-benar sudah malu dan kehilangan harga dirinya setelah orgasme nya. “Please bagas ….. “

Aku tersenyum …… “Belum tante …… ! 1x orgasme hanya membuat tante merasa bersalah, tante butuh lebih dari itu agar tante paham rasanya menjadi seolrang pelacur sama seperti wanita-wanita disana . Dan apakah om sam akan terima itu ? terima kalo tante menikmati semua ini ? ” . Aku sadar memang sangat “sakit” aku tidak bisa dipicu dengan hal-hal seperti ini , sifat dominasi dan destruktifku dan membuat seorang wanita menjadi submisif bisa meledak.

Aku curiga kenapa tante terlalu lemah padahal hanya 1x dia mendapat orgasme. Mungkin dia ragu apa harus teriak, sementara tubuhnya terlalu lemah untuk lari. Aku menarik 1 kaki tante vero dan membuatnya tertarik ringan karena tenagaku yang cukup kuat. Kini dengan kaki yang terkangkang, dan boobs yang naik turun karena nafasnya yang ngos-ngosan sehabis orgasme menjadikan pemandangan kamar ini sangat erotis.

Slurp ………..

Slurp ………..

Slurp ………..

Slurp ………..

Sengaja kucucup cairan pussy tante sampai berbunyi agar tante vero makin merasa dilecehkan. Lidahku mulai bergerilya membelah celah kenikmatan tante. Terbesit sedikit kecurigaan , ada yang salah dengan pussy ini. Karena nafsu yang sudah meledak-ledak kutepis pikiranku itu.

Achhhhhhhh …..

Achhhhhhhh …..

Achhhhhhhh …..

Achhhhhhhh …..

Tante vero lepas kontrol, emosinya habis untuk menahan desahan. Kini dia hanya bisa menjaga agar volume suaranya tak terlalu keras hingga keluar rumah ini. Dia tak ingin para tetangga sekitar curiga, bidadari rumah ini mendesah di karena rangsangan pria lain, di tempat sakral ranjang sang bidadari bersama suaminya.

“Bagas ….. No ……. Achhhhhhhhhh …… Tante…………. AHHHHHH GILA ……….. “. Karena aku cukup suka bermain lidah di pussy aku jadi sangat hafal tanda-tanda akan datangnya tsunami dari celah kenikmatan ini.

Slebs ………….

“Achhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ………………………. BAJINGAN KAMU BAGAS …….”

Aku menusukkan kontolku tepat sebelum tante orgasme, dan terus memijit clitnya dengan jempolku.

Semprotan-remi semprotan dan pijatan-pijatan erotis kunikmati memanjakan kontolku

( read : jangan dicoba dirumah )

Tak membiarkan tante menahan nafas, aku langsung menggenjot pussynya.

“Achhhhhh …..

Gila kamu bagas ….

Bajingan …..

Setan …..

Achhhhhh …..

Biadab kamu ……

Achhhhhhh …… “

Semua makian keluar dari mulut tante vero, padahal aku tau persis dia adalah wanita, ibu, dan istri yang selalu menjaga keluarganya religius. Wanita yang terhormat dan religius ini telah kurusak dan kulempar ke jurang terdalam, tenggelam dalam gelombang nafsu kami di kamar ini. Mungkin karena lelah sehari kemarin dikerjain setan cantik dan mungkin karena pengaruh obat perangsang yang masuk ke tubuhku. Atau karena fenomena aneh dari pussy ini, aku tak mampu bertahan lagi.

“Tante ….. ach …….

Bagas keluar tante ….. “

“Achhhhhhhh …. tante g tahan …. jangan di dalam gas ….. “, tante berusaha mencabut kontolku dengan menggoyang pinggulnya agar terlepas dari tindihanku. Meski sudah lemah karena orgasme lagi tante seakan tidak rela, dengan sisa tenaganya berusaha lepas.

Gawatnya ….. Goyangannya malah membuat kontolku makin nikmat ……

Ahhhhhhhhhh …… Crot ….. Crot … crot ………..

Kalo kalian pikir crot lebih dari 3x dalam kurun 24 jam itu nikmat, kalian salah . Kontolku rasanya pegal banget seperti mau patah rasanya.

Wife’s Sacrifice

Aku kini duduk terdiam di sofa ruang tamu setelah bersih-bersih. Kini ditanganku ada segelas coklat panas yang rasanya sedikit mengobati pening di kepalaku. Disebelahku tante masih menangis menatap kertas putih yang harusnya kuberikan ketika aku baru datang sehingga peristiwa ini tak terjadi.

Kebetulan Salah Paham terjadi, tante dan om sam mengira bahwa om sam akan di berhentikan, dengan usia yang sudah 60 tahun tentu berat mencari pekerjaan pengganti. Dengan pesangon yang didapat dari perusahaan yang nyaris bangkrut ini pun tak akan cukup untuk dibagi untuk melanjutkan hidup, menyekolahkan si kembar, dan memulai bisnis. Kalopun berbisnis om dan tante tidak pernah ada pengalaman. Keluarga ini sempat benar-benar putus asa, namun kini keputus asaan itu berubah menjadi rasa malu yang dalam terutama buat tante vero.

Kertas yang kuberikan ke tante adalah dokumen draft kontrak baru untuk om sam. Aku memang membubarkan divisi operasional produksi namun karena aku sangat percaya kepada om sam aku bermaksud mengangkatnya menjadi GM dan mewakili ku di surabaya karena aku harus menjalankan bisnisku di jogja.

Pengorbanan tante vero sungguh membuatku merasa bersalah. Aku yang sudah mendapatkan kembali kesadaranku berusaha minta maaf. Tante hanya tersenyum kecil, matanya menerawang, sepertinya ada amsalah besar lain yang terjadi. Aku berusaha membujuknya untuk cerita, siapa tau aku bisa membantunya sebagai ungkapan penyesalanku.

Tante vero kembali tersenyum kecil karena malu. Tante vero bercerita sudah sangat lama bahkan tante vero sudah tidak mau lagi menghitung hari kapan terakhir kali om sam menyentuhnya. Namun untuk menjaga keluarga ini apalagi dengan image religius dari keluarga ini yang menjadi panutan banyak keluarga-keluarga di kelompok ibadahnya tante vero memendam itu semua. Tante vero mulai bercerita dengan sesekali mengusapkan air mata melepaskan beban. Jangankan untuk menghakimi, untuk menanggapinya pun aku tak sanggup lagi berkata-kata. Tante vero berkorban banyak untuk keluarga ini ternyata. Tante vero harus menerima kenyataan bahwa om sam sudah berubah orientasi seksual ( read : kalian tau maksud saya pasti ). Aku memeluk tante vero, bukan rasa nafsu yang ada sekarang namun rasa ingin melindungi penyelamat keluarga ini. Aku tak mau membahas lebih jauh aib keluarga ini. Aku tetap menganggap keluarga ini saudara sambil aku menyisipkan suatu saat aku ingin membantu “permasalahan” keluarga ini.

“Tante boleh minta 1 permintaan apapun sekarang …… Apapun Tante ….. Asal tidak melanggar hukum dan membahayakan nyawa orang lain , Bagas akan penuhi … Apapun ……. “, kataku yakin.

Tante menatapku, “Kamu sebenernya baik bagas …. cuma yaitu , kamu “sakit” , katanya membelai wajahku”. Tante ada 1 permintaan , tante harap kamu bisa penuhi dan tante yakin kamu bisa.

Kemudian tante bercerita, seorang teman baiknya. Seorang wanita satu-satunya di dunia ini yang ternyata tau problem di rumah ini. Wanita ini merupakan pasangan konseling tante vero di komunitas ibadahnya. Wanita ini belum lama bercerai dari suaminya karena masalah kdrt dan ekonomi. Karena perceraian itu si wanita jadi perang dingin dengan orang tuanya dan mengasingkan diri. Kini si wanita harus hidup mandiri meski sebenarnya orang tuanya cukup terpadang di kota ini. Tante ingin wanita ini dapat terus bekerja di kantorku.

“Terus bekerja tante ? “, kataku bingung.

“Iya ….. Wanita itu vivi, Admin om sam yang sekarang membantumu, secara aturan memang dia baru training 2 bulan tapi kamu bisa kan pertahanin dia kan. 1 hal lagi, tante harap kamu perlakukan dia “baik” , kamu paham maksud tante kan, dia wanita baik-baik, ibu yang baik, teman yang super baik”

“Baik tante …. “, jawabku singkat.

Woooooooo …… Habis ini saya ke catatan sipil , ganti nama dari BAGAS jadi UNTUNG wait …. Mungkin BEJO lebih keren …….

Aku memutuskan pulang ke apartement dengan pinjam mobil om sam. Aku dan tante sepakat merahasiakan kejadian malam itu. Aku dan tante vero merancang cerita bahwa aku memberikan surat kontrak om sam sebelum tante melakukan “aksinya”. Sebelum kembali ke apartement aku menyempatkan berhenti di pinggi jalan untuk makan nasi goreng yang cukup unik dengan kentongan besar di gerobaknya ( read : eh bener ya kentongan kan ? ). Karena emang dasarnya aku suka makan, dan energyku habis , lamb steaknya tak bersisa untuk pertempuran 1 ronde tadi.

Sesampainya di apartement, aku terkejut seorang wanita yang duduk di loby memanggilku ……

“DOH SOPO MANEH IKI ……… !!!!”

Bersambung

END – MILF Dari Surga Part 4 | MILF Dari Surga Part 4 – END

(MILF Dari Surga Part 3)Sebelumnya | Selanjutnya(MILF Dari Surga Part 5)