Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20END

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5

Start Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5  Start

Bekerja di lingkungan dunia malam familiar dengan rokok, alkohol, obat dan wanita, yang bagi sebagian itu adalah pantangan dan harus di jauhi. Namun bagi sebagian orang lain yang terjebak situasi harus membanting tulang untuk mendapatkan rejeki di tempat hiburan malam, dengan terpaksa mereka jalani. Akhirya kembali kepada pribadi masing-masing untuk menyiasati kondisi yang harus dihadapi.

Banyak rekan kerja yg dapat menjaga pribadinya menghindari terjerumus hal-hal negatif, tapi tidak sedikit juga yang terbawa arus sehingga ikut tenggelam dalam kenikmatan duniawi semu dalam lingkungan dunia malam.
Mengenai rokok, aku tidak deskripsikan dalam cerita ini, tetapi dalam setiap kejadian, rokok merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

Aku sendiri sejak lulus kuliah, memang familiar dengan kehidupan malam, dikaitkan dengan urusan bisnis entertain relasi / klien, juga dalam rangka berpetualang mendapatkan gadis muda.
Ketika sudah mendapatkan gadis tersebut, aku membutuhkan imajinasi-imajinasi liar, ketika itu pula aku membutuhkan dorongan untuk menjaganya, aku gunakan alkohol dan obat. Ketika gadis yang ku ajak mau juga menikmati, aku tidak keberatan untuk mengajak, tujuan ku adalah supaya sama-sama membangun fantasi liar yang akan dinikmati bersama. Selain itu, pengaruh alkohol sepertinya membuat semua syaraf ku menjadi sensitif, mudah menerima rangsangan, aku pikir sama juga dengan gadis yang bersama ku, mereka jadi lebih mudah dirangsang.

Aku ikut menyusup dibalik bed cover disamping Rosita, ia langsung menyamping memeluk ku, menggunakan tangan ku sebagai bantal, saling mengelus sambil menikmati suasana .. kesadaran ku timbul tenggelam… birahi ku kadang naik kadang turun mengikuti imajinasi liar ku yang melayang-layang dalam angan ku sendiri ..

Aku bergerak menindih Rosita, mulai mencium bibirnya, pahanya aku renggangkan, mencium seluruh bagian leher dan dadanya agar membuatnya terangsang. Bertumpu dengan tangan ku sehingga aku bisa leluasa menggunakan lidah ku untuk menyusuri permukaan kulitnya yang halus.. mempermainkan ujung puting nya .. melingkar-lingkar di kedua bukit kembarnya .. turun ke bawah di sekitar perut bawah pusar, menekan dengan ujung lidah ku, membuatnya menggelinjang ..

Aku sangat menyukai betis dan pahanya, selain lengannya karena keduanya pertama kali aku terpesona dihiasi bulu halus, kontras dengan kulit putihnya. Betisnya yg tidak terlalu kurus , pahanya yang sekal, ku sapu dengan ujung lidah ku .. sampai di sekitar selangkangannya .. bulu lebat ini sangat mengganggu bagi ku ..

“Itu di kamar mandi ada shaver (pencukur jenggot), cukur dulu sana ..” kata ku ..
“Tapi Ocha engga bisa pak.. belum pernah” katanya merajuk ..
“Cukur dulu saja . Nanti aku yang bersihkan.. Hati2 cukurnya” lanjut ku

Rosita bangkit menuju kamar mandi .. Aku kembali memejamkan mata ku ..

Tidak tahu berapa lama, Rosita memanggil ku ..

“Pak.. sudah bersih” sambil memperlihatkan vaginanya yg sudah tidak berbulu .
“Naik sini.. telentang” kata ku ..

Rosita berbaring telentang dengan mengangkangkan kedua kakinya seperti sudah tahu apa yang akan aku perbuat atau ia mengisyaratkan apa yg dia inginkan ?
Bisa saja aku langsungg menggarapnya tanpa perduli gadis itu menikmati atau tidak, namun aku tidak seperti itu, karena gadis yang ku bawa bukan gadis bayaran.

Aku menggeser menempatkan diriku berbaring diantara kedua kakinya, kepala ku tepat diatas pahanya, Aku sapukan lidah ku ke permukaan kulit pahanya, bulu halus terasa oleh lidah ku, seketika ia mendesis.. berulang kali dari atas ke bawah. Berlanjut ke pangkal paha bagian dalam, berputar dengan ujung lidah ku .. lututnya ku angkat sehingga mengangkang sempurna memperlihatkan seluruh permukaan vaginanya, klitorisnya terembunyi diapit bibir yang sedikit terbuka .. sudah mulai ada lendir yang mulai keluar, aku sapukan lidah ku disekitar selangkangan tanpa menyentuh bibir vaginanya. Desahan Rosita mulai terdengar samar, setiap kali aku menjilatnya, ia mendesah.

Ku buka bibir vaginanya dengan jari ku, terlihat warna merah tua liangnya, klitorisnya nampak menonjol. Aku sapukan lidahku ke sisi dalam liang vaginanya, ku gelitik klitorisnya dengan ujung lidahku.. aku hisap lembut .. cukup lama lidah ku bermain disekitar sana, kadang ku gelitik anusnya .. reaksi dalam desahannya sangat nyata ..

Tangan Rosita meremas bahuku, kadang mendorong kadang menarik .. sesuai dengan rangsangan yg diterima..

Aku tidak hanya menggunakan lidah ku, tapi ku gunakan mulut ku utk menghisap liang vaginanya, aku berputar didalamnya, klitorisnya aku hisap dengan keras, sampai nampak seperti membengkak berkilat.

Aku lakukan berkali-kali, jari ku tidak tinggal diam ku tusukan kedalam lubang vaginanya, terasa gesekan lembut disepanjang jari ku, ku tarik keluar masuk secara perlahan, ku putar jari ku didalam, ku korek-korek sisi atas dalam vaginanya yang biasanya merupakan titik sensitif atau g spot seorang wanita. Rosita mendesah dan melenguh keras.

Ku percepat sodokan jari ku, cairan ludah bercampur lendir kenikmatannya membasahi seluruh vaginanya, mengalir ke lubang analnya .. sekaligus aku jilat lubang analnya ..
Aku susupkan jari manisku ke lubang analnya, ku tekan keluar masuk agak cepat ..

Rosita sampai melonjak2kan pinggulnya bereaksi atas sodokan 2 jari ku kedalam 2 lubang yang berbeda. Desahannya bertambah keras, tangannya menggapai, kadang menekan kepalaku ..

“Pak .. Ocha mau isap punya bapak” pintanya.. aku menggeser sehingga posisi saling menghisap ..posisi ku diatas..

Aku percepat sodokan ku hingga cenderung kasar.. aku merasa penisku dihisap dengan sangat keras, bersamaan dengan semprotan2 kecil dari vaginanya .. membasahi mulut ku .. ia bisa squirt .. sesuai dengan perkiraan ku waktu aku setubuhi di tempat kostnya, menninggalkan bekas basah kuyup di celana dalam ku..

Dengan perlahan aku cabut jariku yang tertanam di lubang kenikmatannya ..
Aku segera bangun dan mencuci tangan ku ..
Dalam aktifitas seks ku, aku selalu menjaga kebersihan, baik aku sendiri atau gadis partner ku..
Rosita sangat mengerti itu .

Aku belum ingin melanjutkan ke penetrasi penis ku ke vaginanya .. aku ingin menikmati juga sensasi on yang mulai meninggi..

Aku ajak Rosita duduk di sofa, memandang lampu-lampu dari jendela yang tirainya sengaja disingkapkan..

“Bapak belum keluar ya ? Tadi Ocha sudah .. enak bangeet pak” sambil memandangku dengan mata nakal, sambil membenarkan posisi duduknya memeluk ku dari samping .. Tidak lama tanpa diperintah, ia menurunkan kepalanya, mulai menghisap penis ku, kadang diusapkan ke wajahnya .. dijilat dan di kecup dengan bibirnya..

“Ocha seneng banget nih sama ini pak…” sambil menggelitik penis ku dengan ujung lidahnya ..
“Bisa bikin Ocha menggelepar” lanjutnya .. aku hanya tersenyum ..

Kadang aku iseng, aku tekan kepalanya supaya semua penis ku masuk dalam ke mulutnya .. sampai ada suara tersedak, baru aku lepaskan ..

Aku berdiri, penis ku didekat wajahnya langsung dilahap .. aku taruh satu kaki ku di kursi sofa .. Rosita dengan leluasa dapat menjilat dan menghisap, bahkan kantong biji dan lubang anusku dijilat dan dihisap tanpa ada rasa jijik sedikitpun .. aku sangat menyukainya ..

Aku mulai menggodanya kembali ..

“Jadi aku boleh ngentotin Santi ?” Rosita mengangguk dengan penisku dalam di mulutnya ..
“Kamu mau lihat kalau aku lagi ngentotin dia ?” Ia mengangguk kembali
“Bener mau lihat ?” tanya ku lagi sambil menekan kepalanya, ia mengangguk dengan keras membuat penisku seperti diurut..

Menyenangkan .. aku nampak sangat menguasai dirinya ..

“Kalau Kevin mau ngentotin kamu, boleh enggak ??” Rosita menggeleng ..
“Kalau aku suruh kamu ngentot sama Kevin mau enggak” dengan tegas, kembali ia menggeleng dengan keras ..
“Cuma buat bapak” katanya melepaskan penis ku dan cepat memasukan kembali kedalam mulutnya ..
“Ocha yakin Santi bakal keenakan seperti Ocha” katanya sambil mengocok2 penis ku ..

“Kok tahu ?! ” tanya ku curiga, jangan2 ia meremas penis Kevin saat aku tidak melihatnya .. Dikeluarkan
penisku dari mulutnya diusapkan ke pipinya ..
“Tadi waktu dance, peluk Ocha dari belakang, kontol nya engga menonjol seperti punya bapak” katanya genit.
“Kamu nakal ya !” aku jejalkan penis ku ke mulutnya sambil ku sodok keras seluar masuk. Birahi ku melonjak hebat disanjung seperi itu, matanya matanya menatapku dan wajahnya seperti tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi ku.

Rosita ku tarik ke pinggir tempat tidur, terlentang… kembali ku menjilati dan menghisap seluruh vaginanya .. tanpa perlu lama sampai semua nampak basah … kaki nya ku angkat ke atas bertumpu di pinggir tempat tidur .. ku masukkan penis ku perlahan .. lembut .. sampai semuanya terbenam .. ku gerakan pinggulku maju mundur sehingga penisku keluar masuk vaginanya desahanya semakin

Tidak tahu berapa lama, Rosita memanggil ku ..
“Pak.. sudah bersih” sambil memperlihatkan vaginanya yg sudah tidak berbulu ..
“Naik sini.. telentang” kata ku ..

Rosita berbaring telentang dengan mengangkangkan kedua kakinya seperti sudah tahu apa yang akan aku perbuat atau ia mengisyaratkan apa yg dia inginkan ?

Aku menggeser menempatkan diriku berbaring diantara kedua kakinya, kepala ku tepat diatas pahanya. Aku sapukan lidah ku ke permukaan kulit pahanya, bulu halus terasa oleh lidah ku, seketika ia mendesis.. berulang kali dari atas ke bawah. Berlanjut ke pangkal paha bagian dalam, berputar dengan ujung lidah ku .. lututnya ku angkat sehingga mengangkang sempurna memperlihatkan seluruh permukaan vaginanya, klitorisnya menyempil dibibir yang sedikit terbuka .. sudah mulai ada lendir yang mulai keluar, aku sapukan lidah ku disekitar selangkangan tanpa menyentuh bibir vaginanya. Desahan Rosita mulai terdengar samar, setiap kali aku menjilatnya, ia mendesah.

Ku buka bibir vaginanya dengan jari ku, terlihat warna merah tua liangnya, klitorisnya nampak menonjol. Aku sapukan lidahku ke sisi dalam liang vaginanya, ku gelitik klitorisnya dengan ujung lidahku.. aku hisap lembut .. cukup lama lidah ku bermain disekitar sana, kadang ku gelitik anusnya .. reaksi dalam desahannya sangat nyata ..

Tangan Rosita meremas bahuku, kadang mendorong kadang menarik .. sesuai dengan rangsangan yang diterima..
Semakin keras .. seirama dengan sodokan ku ..

Aku rebahkan tubuh ku menindih tubuhnya .. ku hisap leher dan telinganya memancing reaksi birahinya.. ku remas kedua payudaranya ..

“Pak .. kok aneh ya .. setiap kali bapak bilang mau ngentotin Santi, Ocha jadi terangsang” matanya terpejam, sambil menarik pinggul ku agar menyodok lebih dalam ..

Aku menegakkan badan mengangkat kedua kakinya lurus ke atas ke dadaku .. berpegang pada pahanya aku leluasa menyodok dengan hentakan pinggul .. Rosita mendesah dengan keras ..

Ketika aku sedang menikmati gesekan cepat pada vaginanya .. ia berkata lagi ..

“Sodok yang keras pak .. anggap sedang ngentotin Santi .. aaah”
“Terus pak .. enaaak .. aah”
“Remes tete Ocha pak”
“Anggap sedang remes tetenya Santi pak.. aah.. ”
“Isep pak .. yang keraas .. aaah” seperti berbalik aku yang mengikuti perintahnya ..
Matanya terpejam ketika berbicara, aku tidak bisa menangkap apakah Rosita berbicara sebenarnya atau sedang menikmati imajinasi liarnya .. aku diam saja membiarkan dia tenggelam dalam angannya ..

Dorongan birahi ku sudah hampir mencapai puncak, digoda oleh imajinasi liarnya ..

“Kamu bawa body lotion ?” tanya ku, yang membuyarkan angannya ..
“Buat apa pak ?” tanya nya heran ..
“Ambil sana ..” kata ku .

Ku lepaskan penis ku dari vaginanya.. ia berdiri lalu mengambil body lotion dari tas dan kembali menghampiri ku ..

“Nungging ” kata ku .. ku atur tangannya menopang di kasur, kakinya tetap menapak lantai.. aku siapkan bantal dibawah perutnya ..

Aku berdiri dibelakang bokongnya yang menjulang dan menempelkan penis ku disana .. Rosita tahu yang harus diperbuatnya .. menggapai penisku dari bawah tubuhnya dan menggarahkan ke lubang vaginanya … dengan sedikit dorongan, penis ku sudah masuk karena licin oleh lendirnya ..

Aku hentak dengan keras .. ia mendesah kepalanya bergoyang kesana kemari .. ku jambak rambutnya sambil menyodok dengan keras .. kakinya sudah tidak mampu menopang dirinya, direbahkan sepenuhnya di tepi tempat tidur .. aku tetap dapat dengan mudah menyodok-nyodok dengan kuat .. ku raih body lotion yang tadi diberikan oleh Rosita, aku oles kan ke lubang analnya lalu ku tusukan jariku mengoleskan lebih banyak supaya lebih licin ..

Aku mencabut penisku, dengan menjambak rambutnya aku lesakkan penis sepenuhnya ke analnya .. Rosita melenguh keras sampai mengangkat badannya dengan kedua tangannya ..
Ku rapatkan kakinya sehinga aku dapat lebih bebas bergerak menyodoknya .. licin karena body lotion membuat aku merasa nikmat .. lancar keluar masuk penis ku dalam lubang analnya .. aku naik ke kasur dengan kaki menekuk tetap pinggul ku menekan dan mendorong pinggulku ..

Reaksi Rosita sungguh luar biasa, ia berteriak keras .. untung aku tekan ke kasur sehingga suaranya terhalang.. kakinya meronta menendang-nendang .. tangannya meremas sprei napas nya memburu .. pinggulku tetap stabil menekan dan mendorong, tidak telalu cepat .. aku ingin merasakan penis ku menekan dalam-dalam … ia mendesah tidak karuan setiap kali aku menekan ..

Rasa di penisku semakin mendesak-desak ingin segera dimuntahkan .. goyanganku semakin cepat .. Rosita juga ikut menggerakan pinggulnya walau tertahan pinggul ku .. aku jambak rambutnya, ia menaikan tubuhnya mengimbangi, menahan dengan kedua tangannya .. aku menggigit bahunya .. Rosita merasa bahwa aku akan segera keluar ..

“Terus pak .. sodok yang keras .. aaah”
“Sodok pak .. keluarkan di memek Santi ..aaah” katanya sambil mendesah
Mendengar perkataan nya aku tidak tahan .. aku tekan dalam2 .. meremas payudaranya dan menggigit bahunya. Aku mendesah keras .. muncrat lah sperma ku dalam lubang analnya..

“Teruus pak .. semprotkan yang banyak peju bapak ke memek Santi aaaaah” kali ini suaranya sampai melengking keras .. lalu ambruk ke kasur .. aku pun ambruk menindih tubuhnya yang berkeringat. Rosita masih terus mendesah .. aku pun masih menggerakan pinggulku perlahan .. menikmati sisa klimaks yang baru aku dapatkan .. sambil terengah-engah ia berbicara .

“Daleem banget pak nusuknya”
“Enak banget pak .. lebih enak dari sebelumnya” sambil ia menggerak-gerakan pinggulnya. Aku hanya menjilat leher dan telinganya .. masih belum bisa apa-apa, hanya mampu menggerakkan pinggulku .. masih melayang keenakan..

Aku bangkit berdiri, mencabut penisku dari analnya .. ia mendesah keras saat tercabut .. ku lihat penis ku bersih. Aku lalu ke kamar mandi .. tidak lama Rosita menyusul. Aku membersih diri ku dengan shower, ia duduk di kloset memperhatikan ku ..

“Kok kita jadi ngomongin Santi sih ?” kata ku
“Habis bapak yang mulai duluan sih .. ” katanya dengan genit ..

Aku keluar dari shower .. Rosita berdiri memeluk ku .. aku angkat dagunya lalu ku cium bibirnya dengan lembut ..

“Mulai sekarang, aku panggil kamu SAYANG ”
Ia tersenyum cerah dan mencium bibir ku .. aku melepaskan diri ..

“Bersih-bersih sana ..” lalu aku tinggalkan dia di dalam kamar mandi..

END – Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5 – END

(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4)Sebelumnya |Bersambung(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 6)