Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20END

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4

Start Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4  Start

Kelanjutan Proses

Pekerjaan ku sedang tidak terlalu sibuk, aku jadi punya kesempatan bersosialisasi dengan sesama pengelola tempat hiburan malam, suatu ketika aku diundang oleh salah satu dari mereka yaitu pengelola diskotik Mil*** di daerah Kota.

Relasi ku bernama Kevin, ia datang bersama pasangannya. Pasangannya gadis keturunan (chinese) berbadan ramping, rambutnya yang lurus terlhat lemas bergerai, mengenakan dress ketat tanpa lengan warna hitam berdada rendah berbentuk V, memperlihatkan puncak dadanya yang besar, kakinya yang mulus, putih dan nampak berkilau.

Aku mengagumi penampilannya dan kecantikannya… Santi namanya.

Rosita yang pada dasarnya gadis yang pandai bergaul, langsung akrab dengan Kevin dan Santi. Mereka berjoget bersama menikmati musik yang diputar oleh DJ. Seperti kebiasaan ku, aku hanya duduk di kursi bar di sebelah meja yang cukup tinggi, ku tidak suka joget-joget apa lagi di dance floor.
Pengunjung diskotik ini umumnya tidak hanya mengkonsumsi alcohol, tapi juga on, dapat dilihat dari cara mereka menggerak-gerakan tubuh menikmati music. Susana sangat gelap hanya sekali-sekali sapuna cahaya lighting dan laser yang dimainkan untuk memeriahkan suasana. Teriakan gembira dari pengunjung, berbaur dengan suara musik.

Aku lihat Kevin dan Santi juga sudah tinggi, Rosita juga sudah mulai tinggi karena sudah aku beri saat baru masuk. Mereka bertiga berjoget dengan serasi, kadang terlihat Santi berjoget dengan sangat erotis, seperti memancing-mancing birahi Kevin, Rosita juga melakukan gerakan yang sama, dengan pandangannya mengarah kepada ku yang duduk tidak jauh dari mereka.

Ketika Rosita mendekat untuk menuang minuman, aku tarik badannya, ku peluk dari belakang diantara kedua kaki ku..
“Hei.. dari mana kamu belajar joget-joget seksi begitu ?” Tanya ku ..
“Dari dari kelakuan pemandu lagu yang di room pak” katanya sambil menatap ku.

“Tuh si Santi lagi bikin Kevin horny..”
“Coba .. kamu bisa bantu Santi bikin dia tambah horny” kata ku sambil mencium pipinya..
“Tapi bapak jangan cemburu yaa” jawabnya enteng sambil tersenyum genit.. dan meninggalkan ku.

Rosita lalu kembali ke dance floor, mandekati Santi dan kembali berjoget bersama…
‘SHIT !’ benar saja … Rosita mengajak Santi berjoget .. lebih sensual .. lebih erotis.. bahkan Nampak seperti seorang lesbian yang sedang menggoda lelaki incaran mereka berdua.. Rosita juga nampak lebih banyak memandang ke Kevin kali ini, seperti ikut menggoda dengan matanya. Kadang Kevin mendekati merea berdua, tapi kedua gadis itu nampak, seperti menghindar, namun tetap terus menggoda dan itu dilakukan berulang-ulang. Aku tersenyum menyaksikan kekonyolan mereka bertiga, Kevin nampak seperti putus asa. Wajar saja Rosita juga senang menggoda Kevin, yang berwajah oriental bercampur bule, dengan badan yang proporsional dan gagah.

Saat Kevin ke meja untuk minum, aku sodorkan gelas minumannya..
“Cewe lu gile juga yaa ! ikutan Santi bikin horny gue.. kalau bukan cewe lu, udah gue sosor tuh Rosita” guraunya ke pada ku.. Gimana tidak horni, selain gerakan yang menggoda, Rosita memakai kemeja dengan 2 kancing yang dibuka, memperlihatkan dada nya yang putih, rok span pendeknya memperlihatkan kakinya yang bersih berhias bulu halus.
“Awas aja lu kalau coba-coba !” jawab ku tertawa..
“Tenang Bro .. kita khan hopeng.. kita nikmati aja malam ini” sambil mengajak ku tos minuman lalu kembali ke Santi dan Rosita.

Sialnya, mereka bertiga berjoget bertambah panas, saling menggoda, Kevin kadang memeluk Santi dan menunjukan nafsunya dengan mengelus samping tubuh dan pantatnya.. tapi hanya sesaat, karena Santi melepaskan diri lalu mendekat ke Rosita dan kembali berjoget bersama erotis menggoda Kevin.
Saat aku memandangi mereka, otak mesum ku mulai timbul, dorongan alcohol makin membuatku berangan-angan erotis .. ‘seandainya aku bisa menggarap Rosita bersama Santi’ …. Aaaah…..

Rosita mendekat berdiri diantara kedua kaki ku, lalu mencium bibir ku dengan agak keras.. tangannya meremas kedua paha ku.. aku membalas ciumannya dengan menyedot bibir dan lidahnya…

“Pak… Ocha kepingin… “ berbisik dengan suara yang bergetar menahan birahi. Aku hanya memandang nya, hanya tangan ku meremas dada nya yang tertutup kemeja…
“Saya juga.. apa lagi melihat kamu dengan Santi tambah kepingin.. sexy banget sih” kata ku mencubit pinggangnya ..

Mulai saat itu, aku dan Rosita berkali-kali saling meremas dan ciuman, kadang Rosita meremas penisku sambil berdiri menutupi dengan badannya.. aku pun demikian, malah saat Rosita duduk, tangan menyusup ke kemejanya mengelus puting mungilnya, bahkan aku berani menyusupkan tangan ke balik rok nya untuk mengelus vaginanya yang sudah terasa lembab ..
Kevin dan Santi tidak mau kalah, menunjukkan birahi satu sama lain, meraba .. mengelus dan berciuman. Aku dan Rosita hanya menyaksikan ..

“Tambah horny ya melihat kelakuan mereka ?!” bisik ku
“Iya pak..” sambil menatap ku dengan nakal…

Kembali mereka berjoget bersama, dengan gerakan yang makin panas, aku lihat Rosita mulai sempoyongan karena pengaruh on dan alcohol, lalu aku memutuskan untuk check in, ingin menuntaskan besama Rosita.

Di dalam taksi, Rosita tidah henti mendesah, saat aku mengelus paha nya dan mengelus vaginanya, kakinya dibuka agak lebar, rok spannya ditarik sedikit keatas seakan memberi ruang tangan ku. Seperti biasa, mampir ke kantor untuk ambil tas gym ku.

Ini saat pertama aku mengajak Rosita check in, bukan kelas penginapan seperti yang sebelumnya, aku membawa ke Hotel Sentral, dengan pertimbangan, aku tidak jauh ketika mengantarnya pulang esok hari. Setelah aku membereskan administrasi lalu naik ke atas.

Begitu pintu kamar hotel, aku tutup di balik pintu, aku langsung menyerang Rosita dengan ciuman ke bibirnya, aku sangat menunjukan birahi ku yang sudah tinggi, ku cium dan ku gigit bibirnya, tangan ku meremas dengan kasar kedua payudaranya, membuka kemejanya dengan kasar, sepertinya ada satu- dua kancing yang putus, aku keluarkan bongkahan dadanya dari langsung menghisap dengan keras, payudardanya ku remas dengan kedua tangan ku dank u tarik keatas aku lumat keduanya dengan hisapan keras. Pintu kamar berbunyi beberapa kali karena terkena dorongan.
Rosita merespon dengan mendesis dan mendesah-desah menikmati perlakukan kasar ku kepadanya sambil berusaha menjilat dan menghisap leher ku.. tangannya meremas pantat ku dan menarik-narik pinggul ku.

Ku buka kemejanya dengan buru-buru dan melepas kancing bra di punggungnya, ia langsung melepas bra nya yang sudah terbuka, dengan ganas ku jilat-jilat wajahnya, leher dan turun ke dadanya.. Tangan ku menarik rok nya ke atas, ku susup kan telapak tangan ku ke balik celana dalamnya, ku cari belahan vaginanya. Jari ku mulai menusuk-nusuk dan mengorek lubang vaginanya yang berbulu lebat, tidak ada penolakan karena aku sudah menyetubuhi vaginanya. Rosita mengimbangi dengan membuka kancing rok nya dan membiarkan jatuh ke bawah, lalu dengan tergesa-gesa membuka ikat pinggang ku dan celanaku, lalu menurunan celana dalam ku.. lalu meremas penis ku, saat itu pula aku mendesak tubuhnya lebih rapat ke pintu.. Kembali aku mencium bibirnya dengan nafsu memegang wajahnya dengan kedua tangan ku..

“Horny banget tadi lihat kamu dengan Santi..” bisik ku..
“Ocha tahu kok pak… tadi Ocha lihat bapak melotot terus ke Santi… aaah” jawabnya, sambil aku pilin putingnya..

“Isep !” kata ku, ia menurunkan badannya sampai berlutut, lalu memegang penis ku, meremasnya dengan lembut.. melihat ke arah ku seakan ingin mengatakan bahwa ia senang melakukan untuk ku.

Satu tangan ku menopang di pintu, tangan yang lain memegang rambut Rosita, ia mulai menjilat-jilat seluruh bagian penis ku, lalu mulai memasukan ke mulut dan menghisapnya keluar masuk perlahan, tangan ku kadang menekan-nekan kepalanya agar menghisap lebih dalam .. kadang aku dorong pinggul ku sampai kepalanya menempel di pintu, menahan dengan kedua tangan ku dan menggerakkan pinggulku maju mundur penis ku keluar masuk mulutnya, aku mendesah-desah menikmati perlakuan. Tanggannya melepas celana dalam yang masih tersisa dengan tidak melepas penis yang ada dimulutnya.. matanya tidak pernah lepas melihat kearah ku…

Birahi ku mulai memuncak, aku angkat badannya berdiri, lalu aku putar membelakangi ku, ku peluk sambil mencium dan menjilat lehernya dari belakang, tangan Rosita tidak lepas meremas penis ku. Pinggul ku bergerak-gerak menggesek pantat dan pinggulnya.. aku mundur sedikit menekan bahu nya supaya membungkuk…

“Lebarin memek kamu.. tekan kontol ku … jangan sampai masuk !” perintah ku, Rosita mengikuti perintahku, vaginanya terasa sudah becek.. licin karena cairannya.. aku menggerakan pinggul ku menggesek penis ku di vaginanya, ia membantu menekan ke bibir vaginanya yang terbelah…

Aku menjambak rambutnya menarik untuk mencium bibir nya, badannya melengkung mengimbangi gerakan ku, aku tidak berhenti meremas payudaranya dan memilin putingnya, aku membungkuk berusaha menghisap, ia sedikit memutar badannya seperti memberi peluang aku menikmati payudara nya yang kenyal… Rosita terus mendesah-desah, suaranya menambah birahi ku. Aku yakin jika ada orang melewati kamar ku dari luar, pasti akan mendengan desahan itu.

Setelah beberapa saat, aku sudah tidak tahan untuk segera menyodok vaginanya. Menariknya masuk ke kamar mandi. Di dalam, sebelah kanan ada meja beton tempat wastafel, disebelahnya meja lebih rendah tempat handuk bersih dan perlengkapan mandi dengan kaca besar sepanjang dinding, aku suruh Rosita membungkuk tangannya bertumpu pada meja pendek, aku berdiri dibelakangnya membelakangi area shower.

Aku memegang kepala penis ku dan menggesekkan ke bibir vaginanya..pinggulnya bergerak-gerak, lendirnya membasahi kepala penis ku, ku lesakkan perlahan, sampai kepala penis ku masuk ke lubang vaginanya, Rosita mendesah dan mengangkat kepalanya, aku membungkuk badan menggigit bahunya, meremas payudaranya, ku gerakan pinggul ku perlahan agar penis ku masuk sebagian ke vaginanya.. licin.. tapi terasa mencengkeram..

“Aku pingin ngentotin Santi !” kata ku sambil ku hujam kan penisku .. aku hentak-hentak kan, tangan ku meremas payudaranya dengan keras.. Rosita Menanggapi dengan hanya mendesah keras, kepalanya didongakan, aku menjilat-jilat telinganya..
“Aku mau sodok memeknya yang keras, remes tetenya seperti ini” berbisik sambil menghentakan pinggul dan meremas payudara nya dengan keras..
“Iyaa… iyaa paak….aaah” hanya itu yang terucap ..

Aku menegakkan badan ku, tangan ku memegang lekukan pinggulnya yang indah, kedua bongkahan pantatnya yang bulat dan kulit yang bersih membuat aku terpana..

“Aku pingin ngentotin Santi seperti ini !” sambil ku hentak an pinggul ku dengan keras dan tangan ku ikut menarik badannya kebelakang… Rosita mendesah dengan keras …
“Pingin keras-keras seperti ini !” sambil terus menyodok vaginanya..
“Iya paak.. aah ..” balas nya.. Sambil terus ku hentak-hentakkan pinggul ku, kaki nya menekuk dan gemetar.. menerima perlakuan..

Setelah beberapa saat aku genjot aku melihat sudah tanda-tanda Rosita akan mencapai puncak kenikmatannya..
Aku tarik rambutnya ke belakang badannya melengkung mengimbangi.. payudaranya ikut bergoyang seirama gerakan hentakkan ku … terpampang pemandangan yang indah di bayangan cermin.

“Aku pingin ngentotin Santi sambil nungging” kata ku
“Iyaa paak .. boleeh .. aaaarh”
“Apa kamu bilang ?? boleeh ?” Tanya ku menggoda ..
“Iya pak boleeh .. aaah.. bapak boleh ngentotin Santi .. aaah” kata nya …

“Aku mau ngentotin Santi sambil kamu ikut lihat” lanjut ku sambil lebih menghentak
“Mau ?” Tanya ku.. ku rasakan kakinya bergetar hebat.. ini saat nya… Aku jambak rambutnya aku tarik kebelakang… sambil aku katakan …
“Aku mau bikin Santi keenakan.. seperti kamu.. lihat muka kamu tuuh keenakan” Rosita memandang wajahnya sendiri di cermin dengan wajah penuh nafsu, aku juga menatap matanya dengan tajam dari cermin..

Sambil membungkukkan badan dan menarik rambutnya aku berbisik lagi..
“Aku pingin sodok memeknya Santi, kontol ku biar diisep Santi.. Aku pingin kamu lihat !”
“Iya paaaak… boleeh.. Ocha mau paaak… Aaaaah” katanya …

Aku semakin brutal menggenjotnya.. mendengar ucapanya.. aku juga tahu Rosita sudah mencapai klimaks nya, terasa cairan hangat mengguyur penis ku… beberapa saat aku juga sudah tidak tahan ingin keluar…

“Balik ! .. berlutut ! Iseep !” .. Rosita dengan cepat melakuan perintah ku ..
Berlutut dan menghisap penisku sepanjang yang ia sanggup masukkan kedalam mulutnya, aku pegang belakang kepalanya, aku gerakan pinggul ku dengan kasar…. Aaaaaah … aku keluar .. dengan tetap menahan kepalanya, aku sodok-sodokkan penis ku ke mulutnya .. bersamaan dengan semprotan sperma ku .. terdengar suara tersedak .. aku masih belum mau berhenti ..
Air liur dan sperma ku merembes dari sela-sela bibirnya … aku yakin sebagian besar cairan ku ditelannya.
Wajahnya memandangku tetap penuh nafsu, matanya berkaca-kaca karena tersedak..

Aku lepaskan penisku dari mulutnya lalu membuka keran shower air hangat, Rosita berkumur di wastafel, lalu aku tarik ke bawah air hangat yang memancur …

Guyuran air hangat membasahi tubuh yang baru saja bermandi keringat bercampur bau asap rokok yang menempel dari diskotik.. berdua saling menyabuni tetap dengan gerakan-gerakan yang memancing birahi.. kadang Rosita membungkuk menghisap penis ku.. Ketika aku menggosok-gosok vaginanya aku bilang …
“Aku engga suka kalau banyak bulunya .. engga leluasa jilat-jilatnya” sambil aku cucukan satu jariku ke lubang vaginanya
“Emang kamu engga mau aku jilat lagi memeknya ?”
“Mau banget paak .. aaah .. iya nanti Ocha cukur” katanya sambil menjilati wajah ku dan menggerakkan pinggulnya ..

Keluar dari kamar mandi, aku mematikan lampu kamar, hanya menyisakan lampu tidur yang cahayanya temaram, Rosita langsung naik ke tempat tidur dan menyusupkan badannya dibawah bed cover.. Aku membereskan pakaian yang bertebaran, ketika memeriksa saku kemeja ku ternyata ada satu butik ineks yang terselip. Aku ingin mempertahankan imajinasi ku bersetubuh dengan Santi, terfikir oleh ku untuk nambah, walaupun penguruh on di diskotik dan alcohol belum sepenuhnya hilang.
“Ini ada sisa satu, kamu mau nambah setengah-setengah ?” Tanya ku ke Rosita. Ia tidak menjawab, hanya mengangguk dengan wajah yang berseri-seri. Rupanya dia mulai menikmati.

Aku duduk di sofa sambil memejamkan mata .. menikmati kembali apa yang baru ku rasakan dan membangun angan ku ..
Rosita duduk dipangkuan ku.. mencium wajah ku .. dan menarik wajah ku ke dadanya .. pinggul nya digerakan menggesek vaginanya ke penis ku yang sedikit lemas .. sepertinya ia ingin merasakan kembali kenikmatan yg aku berikan.. aku masih merasa lelah ..

“Pindah ke tempat tidur aja yuuk pak” ajak nya manja ..
“Aku istirahat dulu ya yang” kata ku lemas ..
“Iya .. istirahat saja .. biar Ocha yang kerja” jawabnya

Aku berbaring telentang .. menutup mata ku .. kurasakan Rosita menjilat dan mencium seluruh bagian tubuhku .. berhenti di penis ku .. menjilat semua area disitu, termasuk menjilat sekeliing anus ku .. penis ku sebetulnya mulai bereaksi, namun aku menahannya ..

Aku tarik kepalanya .. “Istirahat dulu yang .. nanti kita teruskan lagi”

Rosita tidak menjawab, hanya berbaring disebelahku sambil memeluk ..

Entah berapa lama aku terlelap 1 atau 2 jam, mungkin tidur, atau mungkin juga melayang terbawa kesadaran ku yang masih timbul tenggelam ..
Rosita masih berbaring memeluk ku .. aku singkirkan tangannya lalu aku mengelus payudaranya .. memandang wajah polosnya ..

Aku coba mengangkat kembali dorongan birahi nya .. menjiilat dan menghisap 2 bukit kembarnya .. tidak bereaksi … turun ke bawah .. aku jilati vagina gundul nya .. ku renggangkan bibir vaginanya dan ku jilat.. mulai bereaksi .. aku tusukan satu jari ku sambil aku terus menjilat .. aku putar jari ku di dalam liang vaginanya mencari titik sensitif yang pasti akan membuatnya mendesah ..
“Enaak paak … terus .. ” sambil menjambak rambutku dan menekan kepalaku .. ‘hmm sudah berani yaa’ pikir ku .. Aku senang karena Rosita dapat mengekspresikan kenikmatanya langsung kepada ku.

Aku bangun .. aku kangkangi wajahnya.. penis ku tepat di mulutnya.. reflek Rosita langsung menghisap dengan keras .. kepalanya aku ganjal denga bantal sehingga aku bisa menekan masuk penisku ke dalam mulutnya .. kadang aku tarik penis ku dan aku gesekkan bawah penis ku wajah dan mulutnya .. lidahnya tidak berhenti menjilat apa saja yang didekat mulutnya ..

Aku geser tubuh ku ke bawah dengan tetap menindihnya .. ku lebarkan kakinya dengan kaki ku .. aku tempatkan penisku tepat di muka vaginanya ..

“Kamu yang masukin yang..” pinta ku ..

Dengan sigap Rosita meraih penis ku dan membimbing masuk ke lubang vaginanya .. aku menekannya masuk .. lalu mendesah bersamaan.. aku selalu menatap matanya .. ingin mencari makna dari setiap pandanga matanya … aku sungguh menikmati ..

Aku genjot dengan kecepatan penuh .. kaki nya ku angkat keatas supaya aku merasa lebih dalam menyodoknya .. mendesah bersama bersahutan ..

“Aku mau keluar” bisik ku .. Ia hanya mengangguk dan ikut menggerakan pinggulnya ..
Aku hentak lebih keras .. sesaat kemudian aku cabut penisku dan muncrat di perutnya .. penis ku yang masih terjepit diluar bibir vagina digesek dengan menggerakan kakinya .. aku rebah .. lemas diatas tubuhnya .. Aku tidak tahu apakah Rosita dapat klimaks lagi, yang pasti ia terengah-engah nafasnya ..

Aku merasa sangat lelah .. Rosita pun terlihat demikian, namun tetap ingin selalu menggali kenikmatan, seakan tidak ada lagi hari esok ..

Rosita bersama ku saling menggoda … kadang aku menghisap puting dan dan vaginanya … setelah ia mendesah-desah aku hentikan.. Kadang ketika aku duduk di sofa, Rosita menyodorkan payudaranya yg kenyal untuk aku hisap. Lalu ia turun menghisap penis ku, walau belum mengeras sempurna, namun tetap dimasukan dalam liang vaginannya, tapi segera menghentikan ketika aku mulai mendesah keenakan .. ia berjoget erotis didepan ku .. gesturenya seperti menggoda ku untuk melahapnya..

Sampai pada satu saat, dipinggir tempat tidur Rosita berbaring menghisap penis ku .. aku berdiri di lantai dan mengocok vaginanya dengan jari ku ..

Karena lelah .. aku ajak Rosita berbaring bersama aku memeluk dari belakang, lalu aku masukan penis ku ke vaginanya .. mudah karena sudah basah oleh liur ku .. ia mengangkat satu kakinya, ketika penis ku sudah masuk sempurna, ia merapat kembali kakinya .. aku menggerakan pinggul ku sangat perlahan.. menikmati setiap gesekan keluar masuk….
Lalu jatuh tertidur berdua .. tanpa klimaks…

Aku merasa ada sapuan dingin disekitar penisku, ku picingkan mata, sinar mentari sudah terang masuk dari jendela yang tidak tertutup tirai, Rosita nampak sedang membersihkan penis ku dengan handuk basah, ia menutupi bagian atas tubuhnya denga memakai t-shirt putih ku, vaginanya terlihat terbuka. Berat bagi ku untuk bangun, masih terasa pusing dan sangat lelah, ia menyodorkan kopi hangat ke mulut ku, meminumnya sedikit lalu kembali ku hempaskan badan kembali berbaring .. aku masih ingin tidur…

Entah berapa saat, kembali ada yang mengganggu ketenangan ku, penis ku ada rasa basah dan hangat, terasa diurut … aku picingkan mata ku, Rosita sedang memainkan penis ku, ia nampak bersemangat berusaha membangunkan penis ku, ketika penis ku mulai mengeras, ia nampak tersenyum gembira, merasa berhasil. Pada hal, suatu yang umum bagi pria, kalau bangun pagi pasti penis ikut bangun walau sebentar.

Rosita tidak mengerti itu, dianggapnya aku mulai terangsang, akibatnya ia mulai lebih cepat mengulum, menjilat, mengocok penis ku, seperti mengeluarkan seluruh kemampuannya menstimulir penisku supaya mengeras sempurna.. Aku yang awalnya tidak perduli, tapi mulai tergoda melihat bokong indah menjulang didekat ku, tangan ku mulai mengelus bokong indah itu, reflek ia melebarkan kakinya, membuat tangan ku lebih mudah bergerak, walaupun dengan lemas, aku menggosok vaginanya yang mulai berlendir, ku susupkan 2 jari ke vaginanya, ia melenguh sambil menghisap dengan keras penis, jari ku keluar masuk secara perlahan, membawa cairan bening. Aku gunakan jari tengah dan jari manis untuk menyodok liang vaginanya, jari telunjuk ku yang sudah basah dengan cairannya, mulai aku susupkan ke lubang anusnya.. Rosita seperti menarik pinggulnya, tapi tertahan dengan 2 jari ku yang mengait di dalam lubang vaginanya. Dengan 3 jari menusuk, aku gerakan keluar masuk, perlahan.. masih sangat lemas aku rasakan semua badan ku..

Setelah beberapa Rosita menikmati itu, ia berbalik, wajah mendekati ku dan mencium bibir ku…
“Pak.. punya Ocha pingin dijilatin..” katanya memohon, aku hanya mengangguk tapi tidak bergerak.

Ia yang tengah dilanda birahi, tampa tidak mau kehilangan momen, Rosita menempatkan kepala ku diselangkangannya, tegak bertopang pada dinding, kepala ku terkunci, aku hanya bisa menjulurkan lidah ku menggapai, menjilat bibir vaginanya yang nampak merah berkilat, awalnya hanya digesek tapi lama kelamaan, ditekan-tekan dan gesekan maju mundurnya semakin cepat, kadang menggerakkan pinggulnya untuk menemukan titik yang paling nikmat dari sentuhan lidah ku, aku agak kewalahan, kadang tangan ku ikut menahan pantatnya.. kadang malah sengaja anusnya ditempatan di mulut ku, memaksa aku menjilat dan menghisap-hisap…
Ini semua ia pelajari dari perlakuan ku kepadanya.. aku yakin itu …

Vaginanya sudah basah oleh liur ku dan cairan beningnya, Rosita bergeser ke bawah, mengulum penis ku dengan dalam, sampai semua batang penis ku basah, lalu ia memposisikan pinggul nya tepat diatas penis ku, memegang penis ku lalu mencoba memasukkan ke dalam liang vaginanya, meludahi tangannya untuk membuat penisku semakin basah. Dengan sekali dorongan, semua batang penis amblas kedalam vaginanya, aku bereaksi dengan mendesah dan mendongakkan kepalu menahan nikmat yang aku rasakan. Rosita merebahkan dirinya diatas badan ku, terdengar desis dan dan desahan, jarinya seperti mencakar dada ku.. pinggulnya digerakan dengan perlahan, seperti memberi kesempatan lubang vaginanya beradaptasi dengan besarnya penisku ..

Ia menegakkan badannya, mulai menggerakan pinggulnya dengan berbagai variasi gerakan, aku rasakan tidak kalah nikmat saat di tempat kost nya. Gerakannya mantab dan bertenaga, hentakkannya keras, turun naik, seakan ingin menancapkan sedalam-dalamnya penis ku ke vaginanya. Matanya terpejam, kadang menyorot tajam ke mata ku, bibirnya bawahnya digigit.. membuat wajahnya nampak sangat seksi.. Aku hanya mampu mengusap-usap dua bukit indahnya.. tidak mampu lagi meremas..

Gerakannya semakin cepat, seperti ingin mengejar kenikmatan yang akan dia dapat…
“Aku mau keluar yang ..” kata ku karena tidak tahan dengan genjotannya..
“Aku juga … tahan sebentar … aah” jawabnya sambil mengibas kan kepalanya..

Rosita memepercepat gerakan pinggulnya … “Aaaaaaaaah” desahan panjangnya setengah berteriak .. aku membantu dengan menaikkan pinggul ku, mendesak-desak keatas… klimaksnya sudah tercapai tapi ia tidak mengurangi genjotan pinggulnya …

“Aku mau keluaar… aah .. aku mau keluar yang” kata ku sambil menahan semprotan sperma ku ..
“Jangan di dalam !” kata ku tegas ..

Sepertinya Rosita tidak perduli, tetap mempercepat goyanganya .. maju mundur pinggulnya bergerak.

“Cabut !” kata ku sambil berusaha mengangkat pinggulnya, Rosita mencabut penis ku dari vaginanya lalu menungging diantara kedua kaki ku dan memasukan penisku yang mulai berkedut ke mulut dalam-dalam.. Aaaaaaaah … Aku sampai mengangkat badanku menerima kenikmatan semburan ku, tangan ku menjambak rambutnya dan dengan keras menekan kepalanya ke penis ku.. entah berapa kali semburan ku menyemprot dalam mulutnya… dan hebatnya .. aku tidak mendengar suara Rosita tersedak…

Setelah gelombang kenikmatan itu berakhir, aku menghempaskan badan ku kembali, napas ku terengah-engah….Rosita masih beberapa saat mengulum penisku yang ngilu, lidahnya menggelitik didalam mulutya.
“Pak.. “ kata nya sambil membuka mulutnya, sepertinya ingin memperlihatkan tidak ada sperma ku yang tersisa didalam mulutnya… semuanya ditelan habis…
“Nakal banget sih kamu yang” kata ku memuji..

Rosita bangkit berdiri, meniggalkan ku begitu saja seperti barang yang habis dipakai…

Ku dengar suara shower dan aku kembali terlelap…

Saat aku terbangun, ku lihat Rosita sudah berpakaian lengkap, rambutnya yang tebal sudah tersisir dengan rapi. Aku bangun dan langsung ke kamar mandi.

“Yang.. kamu cape ? aku cape banget ih kali ini ..” kata ku dalam taksi yang mengantar ku bersama Rosita ke tempat kost nya..
“Ya gimana bapak engga cape, Ocha digenjot terus ..” katanya manja bersandar di lengan ku..
“Lain kali, engga usah lanjut dulu, langsung aja ke hotel” usul ku .. Rosita hanya mengangguk…

END – Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4 – END

(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3)Sebelumnya |Bersambung(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 5)