Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20END

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3

Start Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3  Start

Mendapat v…..

Pekerjaan ku akhir-akhir ini agak padat, selain mengelolaa kepersonaliaan dan pengawasan pelaksanaan operasional oleh karyawan. Disamping itu, perusahaan juga mewajibkan tingkat manajerial untuk mendampingi tamu-tamu khusus. Kebetulan aku punya banyak relasi yang suka menghabiskan uangnya di tempat hiburan dan mereka sangat senang berkunjung ke tempat ku bekerja. Tamu-tamu ku sangat senang kalau aku mendampingi mereka, karena pasti terlayani dengan baik, tidak akan pernah karyawan melakukan kesalahan dalam pelayanan. Bagian Personalia sangat ditakuti oleh karyawan di perusahaan manapun.

Aku hanya sekali-sekali bertemu dengan Rosita di Station nya saat aku berkeliling mengawasi operasional kantor, ngobrol sebentar layaknya pimpinan dengan anak buahnya, aku berlaku seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara kami berdua. Sesekali mengajaknya pulang bersama seperti biasa, saat aku tidak ada tugas malam. Tidak ada yang khusus hanya sebatas ciuman dan raba-raba ringan selama di taksi dalam perjalanan pulang.

Suatu ketika, kira-kira 2 minggu setelah kejadian di Puri Mega, aku kedatangan tamu khusus di karaoke. Sejak sore hari aku sudah menemani di karaoke, tamu ku ini sangat royal ia mem-booking beberapa pemandu lagu (LC) pilihan yang cantik-cantik, termasuk juga membooking untuk ku. Minuman keras tidak pernah kosong tersaji di meja, waitress yang melayani sibuk keluar masuk room. Para pemandu lagu dengan berbagai cara melayani supaya mendapatkan tip tambahan yg besar.

Karena ulah pemandu lagu yang selalu menggoda ku ditambah pengaruh alkohol, birahi ku meninggi, saat itu pula aku terbayang Rosita .. ingin rasanya aku mengenjotnya lagi dengan kasar. Kira2 jam 19.30, aku minta ijin untuk ke ruang kerja ku alasan menyelesaikan pekerjaan, pada hal aku akan menghubungi Rosita.

Ku buka Program Absensi dalam PC ku, ku cari nama Rosita, ternyata ia bertugas shift malam dari jam 20.00 – 04.00. Sangat mudah bagi ku untuk mengkondisikan supaya Rosita bisa kubawa keluar jam kerja. Aku siapkan Surat Ijin Sakit sebagai alasan untuk Rosita pulang yang benarnya aku ajak check in.

Jam 20.00 lewat sedikit aku cek data dari mesin finger print data kehadirannya tidak muncul, kemudian aku cek lewat Supervisor nya, juga tidak masuk kerja dan tanpa pemberitahuan.
Aku sms Rosita menanyakan keberadaannya, tapi juga tidak dijawab, ku telpon hp nya juga tidak diangkat … aku mulai kesal .. sangat kesal.

Lalu aku kembali ke ruang karaoke temanku, aku lampiaskan ke pemandu lagu yang mendampingi ku, walaupun terbatas hanya apa yang bisa dilakukan didalam room tersebut.

Pagi keesokan harinya, Rosita baru membalas sms ku .. aku tidak jawab. Rosita menelpon pun aku tidak angkat .. terbayang kekesalan ku karena aku tidak bisa melampiaskan birahi ku secara maksimal kemarin.

Bertemu di Station nya, aku tunjukkan kekesalan ku dengan tidak menyapa, malah aku bercanda dengan Maria yg kebetulan tugas bersamanya. Keadaan ini berjalan berhari-hari .. tetap aku tidak mau menyapa, berbicara atau menghubunginya.

Malah ketika salah seorang dari unit kerjanya ada yg melakukan kesalahan, aku kumpulkan semua karyawan di unit itu termasuk Rosita, lalu ke tegur dengan keras, seperti layaknya aku sedang memarahi Rosita karena kelalaian pekerjaanya padahal Rosita sama sekali tidak melakukan kesalahan.

Setelah beberapa hari berlalu, ada sms masuk..
“Bapak marah karena Ocha tidak kasih ijin masukkan ke yang depan ?” (maksudnya vagina)

Memang sebelum bertengkar, terakhir aku mengantar pulang, aku sempat iseng menggoda bahwa aku ingin memyetubuhi vaginanya .. saat itu aku merayu-rayu minta tapi dengan keras Rosita menolaknya..

Pada hal aku marah karena ia tidak masuk tanpa ijin ketika aku sangat ingin bersamanya.

Aku tetap tidak menanggapinya sms yang ia kirim, aku masih sangat kesal, ditambah lagi aku dapat info dari Maria bahwa Rosita tidak masuk karena janjian dengan seorang cowok lain.

Ketika aku berkeliling di area operasional karaoke, bertemu Rosita tetap aku abaikan, bahkan ketika di aku bercanda dengan Maria. Aku melirik aku melihat matanya .. memelas minta aku menyapa nya.
Aku yakin Maria menangkap perubahan sikap ku yang dingin ke Rosita atau mungkin dia sudah cerita juga ke Maria karena aku tahu mereka berdua berteman akrab.

Aku ingat hari itu Minggu pagi, Rosita libur setelah tugas shift malam, aku memang libur kalau hari Minggu.
Rosita sms ku memohon ingin bicara, sms nya penuh dengan kata maaf ..
Sekali dua kali telpon tetap aku tidak angkat, baru ke 3x nya ku angkat.. Aku menjawab telpon Rosita dengan malas-malasan sengaja aku lakukan itu..

“Bapak marah ya ? bapak marah karena Ocha tidak kasih ijin masukin di depan ?!” Katanya polos
“Engga .. bukan itu, tapinkamu tidak masuk tanpa kabat dan sy sms juga tidak di jawab” kata ku
“Kalau soal itu, engga mungkin bapak semarah itu ke Ocha .. Ocha tahu kok apa yang bapak mau” katanya

Aku tinggikan suara aku bahwa marah bukan alasan itu. Aku tambahkan lagi bumbu bahwa aku tahu dia pergi dengan laki-laki lain ..

Kami berdua berdebat, keras di telpon .. sampai akhirnya Rosita bicara dengan emosi.

“Kalau memang bapak mau, ambil sekarang.. Ocha kasih ke bapak, biar bapak percaya bahwa Ocha tidak akan kasih ke cowo lain … tapi jangan mengada-ada bilang Ocha dengan cowok lain” katanya seperti mau menangis.

Pikiran mesum ku muncul, lebih baik ke kost nya, kalau benar dia mengijinkan aku menyetubuhi vaginanya, ya rejeki namanya.. tapi kalau tidak, aku masih bisa menggenjot analnya.. penis ku terasa mengembang ..

“Kalau pun saya datang ke kost, bukan untuk itu” kata ku keras membalasnya ..
Setelah kembali berdebat pendek aku bicara ..
“Saya kesana sekarang ! tapi bukan urusan yang satu itu, tapi soal cowok !” Lalu telpon aku matikan ..

Aku brgegas mandi, walaupun mata masih mengantuk sisa party tadi malam.. langsung aku berangkat..

Tempat kostnya masuk gang, tidak jauh dari jalan raya, aku tahu karena sering mengantar, tapi baru kali ini masuk ke dalam..

Rosita menyambut ku di pintu pagar wajahnya muram, aku sama sekali tidak berbicara, aku menunjukan muka marah. Suasana rumah kost nya sepi, penghuni yang lain umumnya pulang karena weekend, sedangkan keluarga pemilik kost tinggal di rumah bagian depan. Aku mengikuti Rosita dari belakang.

Kamar kost nya terletak di lantai atas, bangunan dan kamarya sangat sederhana seperti bangunan tambahan dari kayu, beberapa kamar berjajar. Dalam kamarnya hanya selembar kasur tipis tanpa dipan, ada lemari baju plastik dan meja kecil. Kamar nya agak disudut, kalau dari dalam kamar dapat terlihat jelas orang yang naik ke atas.

Aku miris juga melihat kondisi tempat kostnya ..

“Sebetulnya tidak boleh laki2 naik keatas, tapi tadi ibu kost Ocha lihat pergi dan teman kost lain pada pulang” jelasnya karena sepi nya keadaan rumah kost itu.

Aku tidak menjawab.

Sampai di kamar, dengan duduk di lantai, Rosita menjelaskan panjang lebar, aku tetap mendesak soal cowok itu.. Rosita tidak mengakuinya .. akhirnya aku diam.. ngambek !

Diajak bicara apa pun aku diam, ditawari minum, aku tidak jawab.. diajak pergi tidak mau .. yang aku
lakukan membuatnya gundah, membuatnya merasa bersalah ..

Bahkan ketika mengajak ku untuk check in karena takut ketahuan di kamar kost, juga aku tolak .. membuat Rosita makin salah tingkah .. dan kehilangan akal.

Rosita yang saat itu menggunakan terusan ketat tanpa lengan dengan dada rendah dari bahan kaos yg panjang sampai tengah pahanya …
Tiba-tiba duduk dipangkuan ku, aku yg tadinya duduk bersila, aku luruskan kaki ku dan menyandar dengan kedua tangan ku kebelakang .. Rosita memegang pipi ku dan mulai mencium bibirku, aku tidak merespon sama sekali, tapi aku juga tidak menghindar ..

Tidak hanya mencium, tapi juga menggigit-gigit bibir ku, kemudian menjilat-jilat telinga dan leher ku .. aku tidak bergeming .. setiap beradu pandang aku selalu melihatnya dengan sorot mata marah. Napasnya menderu.. sepertinya aku hafal dengan dengusan nafas itu .. nafas yang sedang dilanda birahi .. pinggulnya juga digerak-gerakan maju mundur .. menekan penisku yg masih tertutup rapat celana jeans.. Rosita juga menyodor-nyodorkan dadanya ke mulut ku .. aku juga tidak bereaksi .. hanya diam.

Aku menggeser duduk ku .. kaki ku menahan pintu yang sedikit terbuka, aku juga was-was kalau ada orang yang masuk mergoki perbuatan kami .. Rosita seperti tidak peduli, ciumannya berubah jadi jilatan-jilatan yang bernafsu .. aku tetap jual mahal tidak merespon..

Rosita melepaskan bra nya tanpa melepas bajunya .. diloloskan dari samping lengannya .. diturunkan salah satu lengan bajunya, payudaranya yang menyembul keluar disodor-sodorkan ke wajah ku .. kepala ku ditekan ke arah dadanya .. payudara disorongkan ke mulutku supaya aku menghisapnya .. aku tidak perduli .. tetap diam .
.
“Pak… Aku kepingin banget sekarang .. ayo dooong .. ” dengan suara memelas memohon-mohon…
Sambil menjilat wajah ku penuh nafsu .. aku diam saja ..

Tapi penis ku tidak dapat berbohong.. perlahan membesar .. mungkin Rosita terasa dengan gesekan pinggul nya ..

Rosita berdiri melepas celana dalamnya menyimpannya disamping, lalu secara tergesa-gesa membuka ikat pinggang ku, kancing celana jeans ku dan retsleting diturunkan, penis ku dikeluarkan dari celana dalam ku dengan paksa.. lalu penis ku di masukan ke mulutnya dengan satu kali gerakan dihisap dengan keras .. sambil celana ku diturunkan sedikit sehingga penisku bisa berdiri sempurna .. sebetulnya aku ingin mendesah keras, tapi aku gengsi .. aku tetap tidak bereaksi .. tidak bergeming .. tetap diam.

Rosita menghisap menjilat .. menghisap dengan dalam-dalam ke mulutnya .. luar biasa .. semua gerakan itu kurasa lebih membuat ku nikmat dari sebelumnya yang pernah aku rasakan..
Aku rebahkan diri ku telentang, sambil aku pura-pura memainkan hp ku .. Rosita terus melakukan itu .. sepertinya ingin mendapat kenikmatannya sendiri ..

Aku masih tetap was-was kalau ada orang yg naik ..

Rosita menduduki penisku yang terbuka, menggesek-gesekan vagina nya .. tangannya bertumpu di dadaku .. penis ku terasa becek oleh lendir ..

“Pak …” memanggil ku dengan lirih, seakan ingin memperlihatkan apa yang akan dia lakukan .. satu tangan mengangkat kaos yang menutupi vaginanya .. tangan yang lain memegang penis ku .. menggesek2 kan lalu diarahkan kan ke lubang vagina nya .. di tekannya sehingga sebagian masuk .. ia melenguh… gesekan lembut .. cengkeraman sangat terasa… hangat…
Sebetulnya aku ingin berteriak merasakan nikmatnya … tapi tetap aku tahan tidak bereaksi .. aku masih ingin tahu apa yang ingin dilakukan selanjutnya ..

Rosita menurunkan pinggulnya pelan-pelan seakan-akan ingin merasakan sedikit demi sedikit penis menembus vagina nya, setiap ia menekan langsung mendesah .. tidak sekaligus dia tekan habis tapi dikeluar masukkan juga perlahan .. lubang vagina terasa mencengkeram tapi licin oleh lendir ..

Rosita bergerak memposisikan penis ku lurus tepat dalam lubangnya, lalu perlahan ditekannya sampai habis .. aku merasakan penis ku masuk seutuhnya tanpa tersisa .. sejenak Rosita diam merasakan sensasi nya, lalu mulai menggerakan pinggulnya maju mundur perlahan .. setiap gerakannya sepertinya dirasakan memberi kenikmatan maksimal bagi dirinya.. lubangnya terasa hangat mencengkeram..

Rosita lebih keras menggerakkan pinggulnya kadang-kadang disentak-sentak, kadang pelan tapi ditekan sangat dalam .. aku pikir ia mencontoh apa yang telah aku lakukan kepadanya .. aku sekarang benar2 berpura-pura menahan birahi ku .. padahal penis ku makin keras dan membengkak penuh ..

Sekarang malah berbalik, Rosita tidak memeperdulikanku, ia menggerakkan pinggulnya dengan liar, desahan terdengar lebih keras, kepalanya menggeleng-geleng, matanya terpejam .. seperti tidak mau di ganggu .. aku diperlakukan seperti dildo yang tertancap ..

Pura-pura memainkan hp ku tidak menutupi gairah ku .. napas ku juga mulai cepat .. kadang pinggulku bereaksi juga menekan pelan ..

Tidak beberapa lama Rosita mengejang.. menekan dalam-dalam pinggulnya.. mendesah tapi tidak berkata apa-apa. Lalu menggerakan lagi dgn cepat, menekan-nekan sampai mengejang-ngejang .. menurutku dia mengalami orgasme..

Sekitar penis ku basah oleh lendir dan cairan kenikmatannya .. celana ku yang hanya diturunkan sedikit juga basah ..

Setelah Rosita mengejang ke 3 kalinya, aku sudah tidak mampu menutupi kepura-puraan ku, aku menegakkan badan ku, menarik kebawah kaosnya sehingga dadanya terbuka lebar .. langsung aku remas dan aku isap-isap denga keras .. puting nya mancung berkilat ..

Pinggul ku aku hentak-hentakan .. Rosita seperti berjongkok .. sehingga dia lebih leluasa naik turun dan maju mundurkan pinggulnya .. lalu ia mengejang .. menarik kepalaku ditekan ke dadanya ku lumat habis payudaranya .. tangan ku menghentak-nyentak pinggulnya ..

Aku sudah mau keluar.. sudah tidak tertahan, ku angkat pantatnya … Aku tidak mau keluar didalam vaginanya .. belum saatnya ..!

“Isap !” bentak ku .. dengan sigap Rosita memasukan penis ku ke mulutnya menghisap dengan keras .. tanpa rasa jijik penisku yang basah berlumur lendirnya sendiri ..

Aku menjambak rambutnya dan menekan kepalanya ke penisku .. aku hentak-hentakan pinggul ku keatas .. satu hentakan keras dan tekanan di kepalanya .. aku semprotkan spermaku dalam mulutnya … Aaaaaaaah ..

Kepalanya masih aku tahan .. pinggul ku masih bergerak-gerak turun naik ..

“Teleeen !” Aku sentakkan tangan ku yg menjambak rambutnya .. Rosita mengangguk dengan penis masih menancap di mulutnya .. Rosita menelan semuanya yang aku semprotkan .. lalu dengan genit ia menjilat seluruh bagian penisku seperti membersihkan seluruh sisa-sisa yang menempel ..

“Enak .. asin ..” katanya membuat ku tertawa dalam hati ..
Rosita bangun dan mengelap mulutnya lalu minum ..

Celana dalam ku basah kuyup, sampai membasahi juga celana jeans ku, aku melihat ada bercak- bercak semu merah menempel di celana dalam ku yg tersingkap …

‘Apakah Rosita masih virgin ?’ ..

‘Masa bodoh !’ Bathin ku ..

Beruntung tidak ada orang yang naik mengganggu .. aku bersih-bersih di kamar mandi yang letaknya di luar kamar.

Rosita berubah sangat manis wajahya berubah cerah berbinar-binar . Ia minta maaf atas kesalahan yang telah ia buat dengan mengabaikan ku, dan berjanji tidak akan mengulang lag . Aku hanya menanggapi pendek .. menunjukkan sikap seperti masih kesal.

Lalu tidak lama aku minta pulang .. ia tidak menahanku untuk tetap tinggal, mungkin merasa hasratnya sudah terpenuhi..
Aku merenung, jangan-jangan yang telah Rosita hanya sandiwara untuk memenuhi hasratnya saja. Aku merasa bahwa aku sebagai laki-laki yang justru dimanfaatkan olehnya…untuk memenuhi dorongan birahinya.

Di luar, tempat kost saat aku berjalan ke luar sepertinya aku ingin meloncat-loncat kegirangan . Aku telah mendapatkan ke 3 lubang kenikmatannya ..

END – Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3 – END

(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2)Sebelumnya |Bersambung(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 4)