Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20END

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2

Start Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2  Start

Aku minum sari jeruk yang aku beli sebelum masuk ke penginapan, ku berikan juga ke Rosita, memang haus setelah bertarung dahsyat tadi, jika sedang dalam pengaruh on dan alcohol, minum sari jeruk yang asam kadang membuat kembali high dan terasa melayang.
Aku menutup mata ku mencoba merasakan kembali berbagai kenikmatan yang bertubi-tubi aku rasakan, pengaruh obat dan alcohol meninggi, kesadaran ku timbul tenggelam, rasa dingin menjalari seluruh badan ku, seluruh permukaan kulit ku terasa sensitif, gairah birahi terasa merambat. Aku sangat yakin, Rosita pun pasti merasakan yang sama.

Benar saja.. setelah beberapa saat, tangannya mulai mengelus-elus dadaku, bibir dan lidahnya mencium dan sekali-sekali menjilat leherku, kakinya ditumpangkan di atas pinggul ku sambil digesek-gesekan, seperti kembali mencari sentuhan-sentuhan. Sambil memeluk, Rosita mulai menjilat-jilat dada ku, tangannya mengelus kesana kemari keseluruh bagian tubuh ku.. gerakannya halus namun terasa ada gejolak birahi..

Aku menikmati semua yang ia perbuat, atau mungkin juga sebaliknya ? Rosita menikmati semua sentuhan yang ia berikan kepada ku.. Jilatannya semakin ke bawah ke area pinggul, tanpa menyentuh penis ku.
“Ocha isep ya pak ..” Rosita meminta ijin ku, sambil mulai meraba penis ku..

Tanpa menunggu jawaban, ia nungging diantara kedua kaki ku dan mulai meremas-remas lembut batang penis ku da mulai menjilatnya dengan ujung lidahnya. Sejenak aku menikmati…
Aku tegakan badan ku bersandar pada kepala tempat tidur, aku ingin menikmati pemandangan erotis yang ada diantara kedua kaki ku .. Rosita ikut bergeser, tanpa melepas penis ku dari tangannya.

Rambut tebalnya disibakkan, disisipkan di telinganya, seakan ingin memperlihatkan wajahnya yang penuh nafsu, payudaranya yang tidak terlalu besar menggantung indah, putingnya mancung dan mengkilap, menandakan masih birahi, punggungnya melengkung, pinggulnya menjulang, bongkahan pantat bulatnya terlihat sempurna, kedua kakinya mengangkang lebar.. Lidahnya menjilat-jilat, bibirnya yang agak tebal mengatup rapat di batang penisku, memberi rasa nikmat gesekan keluar masuk mulutnya. Matanya terlihat jalang terus menatapku….

Aku ingin merasakan isapan yang lebih nikmat dari sebelumnya yang ia berikan diawal, aku pegang kepalanya, aku gerakan sesuai arah kenikmatan yang ingin kurasakan, kadang aku tekan-tekan agar ia menghisap lebih dalam.
“Masukkan yang dalam..!”
“Jilat .. ! disitu .. ya disitu … tangannya sambil kocok !”
“Jilat lubang kencingnya !”

“Ayoo .. yang dalam isepnya !” sambil aku menjambak rambutnya dan menekan kepalanya dengan kasar
Tidak ada perintah ku yang tidak dilakukannya, matanya tetap terus memandang ku, kadang memicing seperti ikut menikmati.. Kembali aku tekan kepalanya dengan keras dan menahannya, terdengar suara tersedak namun aku tidak perduli.. ia berusaha melepaskan, tapi tidak bisa, ia haya membuka mulutnya mencari udara, air liurnya menetes membasahi selangkangan ku..

Aku tarik keatas rambutnya sehingga penis ku terlepas dari mulutnya, dengan masih menjambak, aku arahkan kepalanya kebawah penis ku, supaya ia menjilat kantong biji ku… aku nikmati sesaat.. tangan halusnya tetap mengocok batang penis ku .. Aku kkembali menean kepalanya ke bawah, aku angkat kaki ku … dengan patuh ia menjilat disana dan menjilat-jilat lubang anus ku.. aku mendesah….

“Ayo .. ulangi lagi .. !” kata ku .. Rosita mengulang dari jilatan dan isapan, menghisap dalam dan menjilat seputar anus ku… aku sangat menikmati..
Tiba-tiba Rosita melepaskan penis ku dari mulutnya ..
“Enak pak ?” ia bertanya kepada ku

Aku tidak menjawab, seperti ada kenikmatan yang hilang, aku jambak rambutnya, aku tekan dengan kasar lebih dalam ke penis ku, kali ini aku tambah gerakan menghentak-hentak dari pinggul ku, sehingga penisku menyodok-nyodok dengan kasar mulutnya… beberapa saat kemudian baru aku lepaskan.. ia memandang ke arahku, sorot matanya tetap penuh birahi.
“Sini pantatnya !” kata ku
Kemudian dengan tetap nungging, ia menggeser pantatnya berbalik kearah ku, tanpa melepas penis ku dari mulutnya, entah takut reaksi ku atau ia sagat menikmati…

Aku mulai menggosok-gosok permukaan vaginanya.. sangat becek .. aku korek-korek juga lubang anusnya, desahannya semakin keras ..
Aku bangkit, menungging di belakang, lebarkan belahan pantatnya, aku sapu lidah ku dari vagina ke anusnya tanpa merasa jijik sedikitpun.. aku sodok-sodok lubang vaginanya dengan ujung lidah ku.. setiap kali aku jilat ke atas-ke bawah, Rosita melenguh keras..

Ketika aku menjilat-jilat lubang anusnya, aku jahili dengan mencoba menusuk-nusuk lubang vaginanya dengan jariku .. setiap kali ia mengelak dengan menarik pinggulnya menjauh .. kembali aku menjilat vaginanya, ku basahi jari telunjuk ku dengan ludah yang bercampur dengan cairan yang merembes vaginanya perlahan aku tusukan ke anal nya.. awalnya kesat, namun didalamnya licin keluar masuk, mungkin sperma ku yang tadi ku tumpahkan masih ada didalam, tangan ku yang lain mengocok-ngocok penis ku, kurasakan tegangnya sudah maksimal.

Aku berlutut dibelakang pantatnya yang nungging, ku lebarkan kakinya supaya penis ku tepat sejajar di lubang analnya, ku basahi dengan ludah ku dan cairan vaginanya, ku ludahi lubang anusnya..jari ku masuk lagi mengorek-ngorek bagian dalamnya..

Ku pegang pinggulnya, aku arahkan penis ku dengan tangan yang lain supaya pas masuk ke analnya, kali ini lebiih mudah dari sebelumnya dengan sekali menekan dengan tangan, masuk lah kepala penis ku lubang itu .. terasa hangat…. Bersamaan terdengar lenguhan Rosita.. tangannya meremas seprei..

Dengan perlahan dan pasti aku dorong semua penisku masuk ke lubang analnya, kepala Rosita sampai mendongak keatas bereaksi atas tindakan ku.. menancap sempurna penis ku, menyisakan 2 jari dari pangkalnya, mulai aku gerakan keluar masuk, lancar ….

Au mulai menyodok-nyodok dengan keras.. setiap kali Rosita mendesah menerima hantaman penis ku didalam lubang analnya… aku jambak rambutnya kebelakang, punggung nya melengkung, pinggul ku terus menyodok-nyodok … aku remas-remas payudaranya, putingnya aku pencet keras, payudaranya yang mengkal ikut bergoyang-goyang seirama hentakan ku, sesekali aku merunduk supaya bisa menghisap payudaranya, juga menggigit bahunya .. sampai meninggalkan bekas merah gigitan ku.. setiap kali aku memperlakuan yang menyakitkan, ia hanya mendesah..

“Tiduran “ kata ku ..
Rosita merebahkan tubuhnya, tidak lagi menungging, ku rapatkan kakinya sehingga kedua kaki ku mengangkang mengapitnya, menindih tubuhnya. Gerakan keluar masuk pinggul ku memukul-mukul pantatnya yang bulat, kedua tangan ku susupkan ke bawah badannya untuk meremas dengan keras payudaranya, ku pencet putingnya… punggungnya aku gigit-gigit gemas …

Tangan ku susupkan dibawah untuk menggapai vaginanya, Rosita sedikit mengangkat pinggulnya memberi ruang untuk tangan ku, ku cari klitoris nya lalu ku gesek-gesek dengan jari ku, ia melenguh hebat.. rupanya anak ini juga biasa mansturbasi bermain dengan klitorisnya. Semua ini ku lakuan tanpa menghentikan gerakan pinggul maju mundur menusuk-nusuk.

“Analnya aja enak apalagi memek kamu” bisik ku merayunya.. sambil aku hentak pinggul ku
“Jangan pak” jawabnya sambil mendesah..
“Sakit enggak ??” aku bertanya sambil aku sodok-sodok dengan lebih cepat..
“Eeenggak…. Aah pak … “ jawabnya sambil mendesah..
“Beneer ?? … Enak ?” Tanya ku menegaskan .. ia hanya mengangguk lemah
“Enak enggak ?” Tanya ku lebih keras sambil menyodok dan meremas lebih keras..
“Enak paaak … aaaaah” jawabnya bergetar

Aku menegakan badan ku .. ini posisi yang paling menyenangkan…
Penisku masih menancap sempurna di analnya, keluar masuk dengan lancar, rambutnya berantakan menutupi wajahnya, punggungnya basah oleh keringat bercampur air liur ku .. pinggulnya menjulang, karena tadi aku ganjal dengan bantal, pantat bulatnya menantang, salah satu tangannya menyusup kebawah ke vaginanya, aku yakin dia menggesek-gesek klitorisnya dengan jarinya sendiri… ini saatnya aku mempermainkan..

Aku mencengkeram kedua bongkahan pantatnya, kadang aku tekan agar lebih melebar, gerakan pinggul ku bervariasi, kadang cepat dan keras menyodok, kadang lembut perlahan.. aku tarik penis ku sampai hampir lepas, lalu aku sodok secara keras dan dalam, kadang aku gerakan keluar masuk dengan yang pendek. Kadang aku merebah badan ku ke depan sehingga aku bisa menghisap-hisap lehernya dan menggigit punggungnya. Kadang aku tarik kepalanya sampai mendongak keatas, kadang aku tekan kepalanya ke bantal.

Kadang aku majukan tubuhku, sehingga menambah tarikan ke analnya. Semua itu diiringi dengan sodokkan pinggul ku, semua gerakan yang menambah kenikmatan ku lakukan tubuh Rosita. Tidak satupun ada gerakan penolakan dari apa yang aku lakukan, malah setiap kali aku lakukan Rosita bereaksi dengan desahan .. kadang panjang kadang pendek seperti lenguhan.
“Ini pantat jangan diem aja dong.. ayo gerakin !” kata u sambil menampar keras pantatnya..Rosita lalu menggerak-gerakan pinggulnya..

Kembali aku sudah mulai tidak tahan, gerakan pinggul ku menyodok-nyodok keras, ku jambak rambut ke belakang sampai ia menopang badannya dengan satu tangan, mulut ku menghisap keras lehernya, tubuhku melengkung keatas, menarik lubang analnya keatas juga, aku sentakkan pinggul ku dengan keras sambil melenguh keras …
“Terus pak … sodok yang keras.. keluarin yang banyak pak ! aaaaah” bisik Rosita menambah nikmat semprotan ku..
Masih pada posisi yang sama, aku sentakkan beberapa kali, seirama dengan kedutan di penis ku mereda dan hilang .. lalu aku ambruk di punggungya dengan napas yang tersenggal-senggal.

Aku masih menggerakan pinggulku pelan, mencari sisa-sisa kenikmatan, Rosita juga menggoyangkan pinggulnya, lenguhannya terdengar lirih..
“Enak banget iih ..” kata ku
“Itu baru analnya, gimana enaknya rasa memek kamu yaa ?!” sambung ku
“Ocha juga enak pak.. “ jawabnya lirih..

“Kalau saya mau lagi, boleh enggak ??” Tanya ku sambil aku lesakan dalam-dalam penis ku ke analnya.
“Aaaaaah ..Boleh pak … asal jangan ke memek Ocha, Ocha mau kok” katanya …
Aku tidak tahu harus menjawab apa, ini benar-benar tawaran yang tidak bisa aku tolak. Aku yakin Rosita sudah jatuh sepenuhnya kedalam genggaman ku, aku bisa manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan birahi ku….
Lalu aku jatuh tertidur, menindih punggungnya.

Aku terbangun .. sinar matahari sudah masuk melalui celah tirai jendela, Rosita masih tidur, menyamping disebelahku, tangan dan kaki ku masih menindihnya, aku mulai mengumpulkan kesadaran ku, aku bangkit ke kamar mandi dan membesihkan diri.

Rosita belum juga bangun, masih tidur meringkuk, aku rebahkan tubuh ku disampingnya. Menciumi wajah dan bahu telanjangnya, juga mengelus-ngelus payudara dan vaginanya yang sudah kering …
Muncul kembali otak mesum ku, aku ingin menguji apakah yang Rosita berikan tadi malam murni dari keinginan dirinya, atau akibat dari dorongan obat dan alcohol, aku ingin memancingnya untuk sekali lagi aku setubuhi….’apakah ia tetap akan memberikan analnya untuk aku sodok ?’

Rositai melenguh dan terbangun, aku kecup dengan lembut…
“Bersih-bersih sana …” perintah ku, ia bangun dengan malas, terhuyung-huyung berjalan menuju kamar mandi, aku ikut bangun untuk membuat kopi. Suara gemericik air di kamar mandi terdengar jelas ..
Rosita keluar dari kamar mandi, wajahnya meringis-ringis seperti menahan perih, jalannya merambat berpegangan tembok, aku merengkuhnya .. memeluk lalu mencium bibirnya.. bau harum pasta gigi tercium, tubuh ku dan tubuhnya masih telanjang bulat, menempel rapat. Penis ku mulai membesar.

Tanganku meraba kesana-kemari, mengelus anus dan vaginanya, meremas bongkahan pantatnya. Payudaranya ku remas lembut, bibir ku bergerak juga menciumi bibir dan lehernya.. terdengar lenguhan.. wah mudah juga membuat ia bangkit birahinya. Ku bimbing kembali ke tempat tidur, aku telentangkan dan mulai ku jilati seluruh tubuhnya, Rosita berekasi hanya dengan lenguhan dan desisan.

Ketika aku cium dan jilat area pangkal paha dan seputar vaginanya, lenguhannya semakin keras, tangannya mengelus-elus kepala ku, ku angkat kedua kakinya sehingga mengangkang lebar, bau wangi sabun murahan tercium, aku mulai menggelitik dengan lidah ku ke dua luang kenikmatanya, tidah hanya melenguh tapi mulai menggerak-gerakan pinggulnya, seakan ingin lebih banyak menikmati jilatan ku. Vaginanya basah oleh cairannya, bercampur dengan liur ku. Setelah beberapa saat aku bangun dan berbaring disebelahnya…
Rosita bangkit, tanpa di perintah, ia mulai menjilati dan mengulum penis ku, aku tinggikan kepala ku dengan bantal, aku ingin menyaksikan apa yang dia perbuat…

Satu tangannya memegang penis ku memandu apa yang ia lakukan, tangan yang lain ku lihat menyusup ke araha vaginanya sendiri… aku sejenak menyaksikan pemadangan indah.. seorang gadis muda yang sedang dilanda birahi …aku sama sekali tidak mengarahkan tindakannya baik dengan peritah atau gerakan tangan ku seperti yang aku perbuat kepadanya tadi malam, ia melakukan semuanya atas inisiatifnya sendiri, inisiatif untuk merangsang ku … setelah ku rasa cukup dan penis ku sudah mengembang maksimal..
“Masukin !” perintah ku…

Rosita langsung mengangkangi pinggul ku, menggesek-gesekan kepala penis ku vaginanya yang terasa mulai basah, ia meludahi telapak tangannya lalu mengusapkan ke belakang, aku tidak tahu diusapkan kemana…
Penis ku dipegang di belakang pantatnya, di gesek-gesekan di lubang anal nya, sesekali kembali ia meludahi tangannya, melumurkan ke kepala penis ku sampai basah dan berkilat. Kembali ia memegang penis ku dan melesakkan … aaah .. ternyata kembali ia masukkan ke analnya, pinggulnya diturunkan untuk menambah tekanan agar mudah masuk. Dengan sekali gerakan menekan dan pinggulnya bergerak ke belakang, sebagian besar penis ku masuk ke analnya, Rosita melenguh keras lalu ambuk ke atas tubuh ku.. tangan mencengkeram dada ku…

Aku gerakan pinggul ku keatas perlahan…
“Diam..diam pak… jangan digerakan..” katanya sambil melenguh dan mencengkeram keras dada ku..
Selanjutnya ia menurun pinggulnya dan mendorong kebelakang ..

“Hemmmmf … aaah” lenguhnya keras.. terasa penis ku telah masuk sempurna..
Ia menggerakkan pinggulnya turun-naik, depan-belakang, seakan mencari sentuhan yang paling nikmat dari pennisku didalam dinding-dinding lubang analnya… setiap kali bergerak, diiringi dengan lenguhan..
Aku sama sekali tidak memerintah atau berkata menyuruhnya, tangan ku pun tidak aku gerakan atau arahkan… hanya mengelus-elus atau bertengger di payudara nya atau pahanya….

Rosita menganggkat badannya, membuat gerakan menekan-nekan yang aku rasakan semakin lama semakin cepat.. badannya meliuk-liuk erotis, tangannya sendiri kadang meremas-remas payudaranya atau mengambil tangan ku untuk ikut meremas… gerakan pingulnya lebih bervariasi, menekan .. menghentak.. berputar pelan…
Dengan apa yang sudah ia lakukan, sudah cukup bagiku membuktikan bahwa yang ia berikan tadi malam, merupakan murni dari hatinya…

Birahi ku melonjak cepat, seperti ada yang akan meledak di penis ku, aku gerak-gerakan juga pinggul ku, kadan aku bangkit dan melumat dengan rakus payudaranya.
Tiba-tiba ia mempercepat gerakan pinggulnya maju mundur, lenguhannya semakin keras, tanganya bertumpu di dadaku sambil mencengkeram, lalu degan bertenaga ia menghentakan pinggulnya, bersamaan dengan menghisap dada ku dengan keras.. mendesis dan melenguh keras… Aku imbangi dengan mengangkat pinggul ku sambil aku semprotkan semua sperma ku yang tersisa kedalam analnya yang mengedut keras…

Aaaaaah …..
Dada ku terasa perih dan terdapat bercak merah cupangannya … Rosita seperti sedang menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia dapatkan, pinggulnya masih bergerak-gerak lemah… ia mencium bibir ku sesaat.. seperti mengucapkan terima kasih …

Permainan kali ini sepi dari omongan dan teriakan hanya ramai oleh lenguhan …
“Sudah keluar pak ? enak ?” Tanya nya dengan wajah menggoda, aku hanya mengangguk ..
“Kurang … mau lagi ..” kata ku menggodanya .. wajahnya terlihat berubah panik … aku hanya tersenyum..
“Sudaah pak “ jawab Rosita memelas sambil memeluk tubuh ku..
“Bersih-bersih.. kita pulang yuuk” ajak ku …

Aku berjalan keluar kamar diikuti Rosita dibelakang ku, jalannya tertatih-tatih… ketika turun tangga ia terlihat berpegang erat pada railingnya … jalannya perlahan. Ku lihat karyawan hotel senyum-senyum kecil melihat tingkahnya.

Dalam perjalanan, di taksi Rosita hanya terdiam, mungkin ia sedang merenung tetntang perbuatan gila yang baru ia lakuan bersama ku.. kemudian ia turun di dekat rumah kostnya.
Aku sampai rumah, dan ketika aku ganti baju, ku lihat penis ku ….

‘Jiaaah LECET’

END – Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2 – END

(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1)Sebelumnya |Bersambung(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 3)