Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20END

Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1

Start Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1 | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1  Start

Bagian 1
Awal Mula

“Beh, ini ada permintaan siswa magang dari sekolah pariwisata LP2I” .. pak Edy asisten ku
“Kita lagi butuh waiters engga ??” jawab ku ..
“Butuh Beh, buat di karaoke” jawab p Edy,
“Ya sudah, Jumat panggil, sekalian kita wawancara..”

Cerita ini sudah cukup lama, ketika aku menjadi HRD Manager di tempat hiburan ternama di sebuah hotel mewah di Jakarta pada tahun 2001, usia ku belum kepala tiga dan masih lajang, aku berperawakan tegap berisi dengan tinggi 170 cm, aku peranakan Ambon-Jawa, wajahku tidak terlalu tampan, namun terlihat keras dan dingin. Di kantor aku biasa dipanggil pak Nick, namun oleh asistenku, aku dipanggil Babeh. Aku memang akrab dengan Staf ku namun pembawaan ku di kantor selalu rapih, dan aku selalu menunjukkan kewibawaan dan ketegasan ku sebagai seorang HRD Manager.

Pada hari Jumat siang, aku masuk ke ruang kerja aku, duduk didepan computer dan mulai melakukan pekerjaan rutin..
“Ed, panggilan untuk karyawan magang, berapa orang yang datang ?” Kata ku pada pak Edy..
“12 orang pak, 8 perempuan dan 4 laki2, sedang mengisi bio data karyawan di ruang café, Beh.. mau lihat ?” tanyanya ..
“Penampilannya bagaimana ? mana daftar Absensinya ”
“Lumayan sih Beh, kelihatan bersih-bersih dan rapih” jawabnya sambil menyerahkan Daftar Absensi.

Aku keluar ruang kerja ku diiringi oleh menuju lift dan turun ke lantai 1. Didalam lift pak Edy berbisik ke padaku..
“Beh.. ada yang cantik”
“Siapa namanya ?” sambil melihat daftar Absensi.
“Maria” jawabnya pendek..

Pintu lift terbuka, aku langsung berjalan menuju café, beberapa anggota Security yang berjaga, memberi hormat kepada ku, aku hanya mengangguk. Mereka bergegas membukakan pintu café untuk ku dan pak Edy. Begitu pintu terbuka, semua calon magang melihat kearah kami.

Aku menyapukan pandangan keseluruh peserta, melihat mereka sekilas satu per satu … ‘Hmm… not bad…’ Aku berjalan perlahan mengelilingi mereka yang sedang sibuk mengisi Bio Data calon karyawan. Aku hampiri calon magang yang paling cantik, ‘Ini pasti Maria…’ benar saja… Pak Edy dibelakangku menggamit tangan ku … aku tidak bereaksi, hanya lebih memperhatikan…

Duduk disebelah Maria, ada siswi calon magang lain, berambut sebahu hitam legam dan tebal, berkulit sawo matang, sejenak aku perhatikan siswi tersebut. Mungkin merasa diperhatikan, karena aku berdiri didepan nya, siswi tersebut mengadahkan wajahnya dan tersenyum.

Aaah .. mata yang besar bersinar dengan alis tebal, dengan bulu-bulu halus alis yang hampir menyatu, wajahnya tidak terlalu cantik namun manis dan terlihat lugu. Setelah tersenyum, dia kembali menundukkan kepalanya, aku tidak membalas senyumnya… aku berjalan melewatinya dan berdiri dibelakang siswi tersebut. Aku lebih leluasa memperhatikan siswi ini.. apa lagi pak Edy meninggalkan ku karena ada peserta yang bertanya.

Dari arah belakang aku perhatikan siswi tersebut, rambutnya yang ikal hitam sebahu, dengan anak rambut yang halus disekitar telinganya.. aku perhatikan tangannya, kulitnya terlihat putih bersih… amboii.. dengan banyak bulu-bulu halus dilengannya.. dengan dibalut pakaian seragam kemeja putih dan rok hitam diatas lutut dan sepatu hitam.

Aku perhatikan pahanya yang agak terbuka karena roknya agak menyingkap keatas saat duduk… kulit pahanya putih.. bersih .. mulus .. dan juga dipenuhi bulu-bulu halus… lebih jauh aku memperhatikan betisnya.. sama… bersih .. mulus .. namun dihiasi bulu-bulu halus yang lebih jelas.. dengan sepatu hitamnya terlihat semakin kontras putihnya betis siswi tersebut ..

Aku kembali memperhatikan sisi wajahnya, tiba-tiba aku menangkap pemandangan menarik.. kemeja putihnya agak terbuka diantara 2 kancingnya… aku bergeser sedikit kekanan agar aku bisa sedikit, mata nakal ku mengintip lebih dalam….sedikit terlihat belahan payudaranya…terlihat kulitnya yang bersih … Aku menghela napas dan berjalan ke luar … sambil melihat baris paling atas dari Bio Data Karyawan.
ROSITA AGUSTINA

“Ed, gue wawancara 5 orang yaa .. lu sisanya … Maria dan Rosita kasih ke gue” kata ku sambil menuju lift kembali ke ruangan ku.

Pintu ruang kerja ku di ketuk, siswi pertama masuk, aku melakukan wawancara normatif saja, tidak ada yang istimewa dari siswi ini dan siswi ke 2. Berikutnya masuk siswi yang bernama Maria, tinggi tidak lebih dari 160 cm, langsing, berkulit putih bersih. Wawancara berjalan biasa saja, hanya aku punya lebih banyak kesempatan untuk memperhatikan wajahnya… memang terlihat cantik dan anggun…

Dalam wawancara, aku mengajukan pertanyaan2 yang dapat mengetahui motivasi untuk bekerja di perusahaan ini, kadang aku sisipkan pertanyaan2 nakal untuk mengetahui gambaran sikap dan peri lakunya. Aku selesaikan segera mewawancara Maria, karena aku ingin segera mewawancara Rosita.
Aku agak berdegup ketika aku perhatikan foto di bio data, wajah yang terlihat polos, lugu dengan mata yang bersinar dan alis yg tebal.. tanpa sadar aku mengelus bagian bibir dari foto itu.

TOK.. TOK …
Aku dikejutkan ketukan dipintu, “MASUK !” aku setengah berteriak karena terkejut.. Masuklah sosok gadis dengan perawakan tinggi 155 cm, dengan tubuh yang berisi namun tidak gemuk, dengan payudara yang tidak terlalu besar tapi terlihat mancung. Wajahnya terlihat bersih, matanya besar, wajahnya sangat menarik.
“Silahkan duduk” kata ku penuh wibawa
“Rosita” tersenyum sambil menjulurkan tangannya. Terasa tangannya sangat halus, sekilas aku kembali perhatikan bulu halus dilengannya …

Wawancara berjalan, aku banyak bertanya seputar isi bio data, setelah sekian banyak pertanyaan, suasana agak mencair, karena aku merasakan Rosita lebih mudah akrab, aku mulai bertanya ke hal-hal yang ringan …. Pada saat itulah aku mulai terpaku memperhatikan wajah lugunya, aku sampai memajukan kursi kerja ku agar aku dapat lebih melihat lengannya yang berbulu halus… Aku lebih sering melihat kearah kemejanya, berharap dapat melihat warna putih kulit dadanya.. masa bodoh kalau dia tahu aku memperhatikan dadanya..

Aku memberikan tanda2 bahwa dia akan diterima magang di kantorku, dan kemungkinan bisa jadi karyawan tetap, mendengar hal tersebut, wajahnya berubah berseri-seri, wajah lugunya bertambah manis.
Dari wawancara aku mengetahui bahwa dia kuliah D3, dimana di tahun ke 2 diharuskan kerja magang 3 bulan, dan kuliah dilanjutkan untuk menyelesaikan D3. Masih tinggal bersama kedua orang tuanya di daerah Tanjung Priok, cukup jauh dari sini. Ia sangat ingin mandiri oleh sebab itu berusaha kuliah sambil kerja.

Setelah wawancara tersebut, tidak ada hal yang istimewa, aku disibukkan dengan ‘set up’sistem yang aku lakukan untuk tempat hiburan super mewah ini. Hanya sekali-sekali aku bertemu Rosita di ‘work station’ nya di karaoke sebagai waitress. Aku sengaja menempatkan di karaoke karena ada shift siang supaya bisa melanjutkan kuliahnya.

Terus terang aku memberi perhatian lebih kepada Maria dan Rosita dibandingkan dengan karyawan magang yang lain, perhatian lebih tersebut termasuk mencari kesempatan agar bisa memandang wajahnya dan melihat bulu-bulu halus di lengannya.
Sampai pada suatu ketika, aku memasang mesin absensi finger print, yang sistemnya tersambung langsung dengan computer di meja ku.

Tuuuut …. Tuuuut … aiphone di mejaku berbunyi, kulihat dari telpon Supervisor karaoke…
“Nicky !” dengan suara tegas aku jawab telpon
“Saya Rosita pak, boleh menghadap Bapak ?” agak terkejut saya mendengar suara lembutnya.
“Ya, silahkan.. saya tunggu” jawabku, ku tutup telpon, sambil menghela napas .. kembali terbayang bulu-bulu halus Rosita dan wajah lugunya…

Tok … Tok …
“Masuk” kata ku
Masuklah 2 gadis berpakaian seragam operasional waitress, kemeja satin putih mutiara lengan panjang, rompi merah kombinasi batik, dan celana panjang hitam….. haduuuuh .. hilang kesempatan ku untuk menikmati bulu-bulu halus Rosita. Dia ditemani oleh Maria.. aah wajahnya semakin cantik saja, dengan kacamata kotaknya terlihat bertambah anggun.

Sambil tersenyum-senyum, keduanya menyalami ku.. kemudian mereka duduk dihadapan ku.. aku menyambut hanya dengan senyum kecil.
“Ya ada apa ?” kata ku datar
“Itu pak, Maria tidak bisa absen di mesin finger print” kata Rosita sambil tersenyum.

“Lho kenapa kamu yang kesini dan bicara ke saya ?” jawab ku ketus ke Rosita
“Maria yang minta saya untuk temenin, katanya takut… Bapak kelihatan galak sih” aku hanya tersenyum kecil.
“Iya pak” kata Maria… aku memandang tajam ke Maria, dan dia langsung menunduk, kemudian aku alihkan pandanganku ke Rosita, dia tetap saja melihat ke mata ku….dengan sinar mata yang polos dan lugu… ‘Hemmm …. ini anak’ dalam hatiku.
“Kalian berdua kesini sudah minta ijin ke Supervisor ?” tanya ku
“Sudah pak, bahkan Supervisor juga setuju Ocha yang temenin Maria” kata Rosita

“Ocha ??” tanyaku agak keras “Siapa itu ?” …
“Rosita maksudnya pak.. biasa dipanggil Ocha” jawab Maria.. Aku tidak Menanggapi
‘Rosita .. Ocha.. hmmmm … nice’ bathin ku..
“Ya sudah, saya cek dulu kalian kembali ke station, nanti saya panggil” kata ku datar
“Terima kasih Pak” kata mereka serempak sambil berdiri.. Rosita berjalan dibelakang Maria, ketika sampai di pintu, Rosita melihat ke arahku dan kembali tersenyum manis… ‘iiih ini anak.. kena lu nanti ama gue’ batin ku

Sebelum bekerja ditempat hiburan dan sebagai laki-laki lajang yang punya kehidupan mapan, tentu tidak asing berhubungan dengan wanita, aku menyukai perempuan yang usianya jauh dibawah aku atau abg laah.. karena dalam berhubungan aku senang mendominasi pasangan, walaupun tidak posesif. Saat ini aku bekerja di tempat hiburan, semakin banyak peluang untuk aku berpetualang, terutama dalam urusan seks, dunia malam sangat memanjakan untuk hal itu, tetapi aku tetap memilih sesuai dengan selera ku.

Aku berjalan disepanjang koridor menuju area pintu masuk karyawan dimana aku menempatkan mesin absensi finger print, dari ujung koridor aku lihat Maria, dan ditemani kembali oleh Rosita, mereka terlihat riang dan berjalan berdua sambil bercanda, berjalan ke arahku
“Maria, data kamu error harus di input ulang” sambil aku menekan tombol kode2 di mesin ..
“Sini tangannya yang kanan” Maria menyodorkan tangannya, aku pegang tangannya aku ambil jari telunjuk dan aku letakan di sensor sambil aku menekan tombol2 untuk rekam data, kemudian dengan 2 jari selanjutnya.
“Sudah” kata ku sambil menekan tombol2 untuk mengunci system…

Tiba-tiba Rosita berkata “Saya engga sekalian Pak ?” sambil tersenyum kearahku
“Memang kenapa ?” Tanya ku
“Kadang suka susah pak..” Kata Rosita. Memang saat set up system, supaya cepat aku hanya input satu jari dari seluruh karyawan yang berjumlah lebih dari 300 orang.
“Sekalian pingin tangan Rosita dipegang2 Bapak” bisiknya. Aku hanya menanggapi dengan senyum kecil.
Setelah selesai aku suruh mereka kembali, aku masih berkeliling di area pintu karyawan.

Ketika aku berjalan melewati pintu locker karyawan wanita, aku melihat Rosita berdiri didekat pintu dan melihat ke arah ku, kembali tersenyum, tapi kali ini aku menangkap bahwa itu senyuman menggoda. Sambil berjalan aku menemukan ide supaya punya kesempatan melakukan pendekatan ke Rosita, mengapa demikian ? karena aku sangat menjaga wibawa aku di tempat kerja, apa kata staf lain kalau aku yang seorang HRD Manager ngobrol dengan waitress yang masih magang.
“Ed.. Maria sama Rosita gue lihat boleh juga “ kata ku kepada pak Edy di ruang kerja ku, suatu ketika.
“Udaaah .. sosor aja Beh” katanya dengan nada mesum.

Tiba-tiba aku merasa ingin ngobrol dengan Rosita, ‘Sudah waktunya untuk pendekatan’ bathin ku. Saat itu juga aku buka system HRD di computer, aku klik Unit karaoke dan ku cari nama Rosita Agustina.. aku lihat jadwal shift kerjanya, aku perhatikan data absensi dan kehadirannya… Oh .. hari ini dia masuk kerja shift siang. Aku aiphone ruang supervisor karaoke.
“Supervisor Karaoke ? ini dengan pak Nicky” ujar ku dengan nada wibawa.

“Iyaa .. iya pak… ada apa pak ?” jawab sang Supervisor dengan gugup
“Waitress Rosita 2 hari terakhir di shift siang tidak masuk ya ? Kok data absensinya tidak ada ?” kata ku tegas
“Masuk pak, tapi sebentar saya lihat di Absen Manual di Station” terdengar suara lembaran2 kertas dibuka.
“Hadir pak” jawab Supervisor itu.
“Kalau begitu, suruh waitress Rosita ke ruangan saya sekarang” kata ku
“Baik pak” jawab Supervisor cepat…. lalu ku tutup telpon.

Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah Rosita yang lugu, dapat perintah dari Supervisor nya untuk menghadap HRD Manager karena Absensi bermasalah. Untuk seorang karyawan level baru, bermasalah dalam absensi dan dipanggil HRD sama saja petaka. Sudah pasti wajahnya akan was-was dan mungkin ketakutan…
Terdengar ketukan ringan di pintu ruang kerja ku, lalu terbuka sedikit dan menyembul wajah lucu, was-was dan pucat… Rosita.

“Bapak panggil saya ?” Tanya nya dengan suara bergetar.
“Iya.. masuk sini” panggil ku. Aku perhatikan wajah tidak berani memandangku,wajah lugunya terlihat pucat dan hanya menunduk, napasnya terlihat cepat… dahi dan pipi terlihat sedikit berkeringat .. aku tersenyum dalam hati…
“Ada masalah apa Pak ? Supervisor bilang saya ada masalah dengan kehadiran ..” dengan suara bergetar dan terputus-putus … aku melihat bahwa dia merasa dibawah kekuasaan ku..
“2 hari terakhir ini apa kamu masuk di Shift siang ?”
“Bener enggak ?” Tanya ku dengan tegas dan sedikit tekanan.

Lalu Rosita dengan perlahan menceritakan bahwa dia benar2 masuk kerja, menceritakan kronologis dan aktivitas kerjanya termasuk absensi manual di station selama 2 hari terakhir. Terus terang aku sama sekali tidak memperhatikan ceritanya, pandanganku asik menikmati gadis lugu dalam balutan kemeja satin putih, sambil membayangkan indahnya isi dalam kemeja itu. Aku terus memandangi payudara mancung yang bergerak turun naik dibalik bra putih dan kemeja satin.

Tiba-tiba Rosita menghentikan penjelasannya, aku lalu mengalihkan pandangan ku ke wajahnya, aku yakin dia tahu bahwa aku memperhatikan dadanya .. Sesa’at Rosita dan aku beradu pandang, dan dia tersenyum.. aku hanya membalas dengan senyum kecil… ‘shit .. kepergok’ bathin ku.
“Kalau memang masuk, ya sudah nanti saya perbaiki data absensi kamu” kata ku datar .. Terlihat wajah Rosita langsung bersinar, senyumnya terlihat cerah, wajah lucunya membuat aku gemas…
“Area kamu sudah ada tamu di room ?” tanyaku

“Belum ada pak, waitress di station juga lengkap” jawab Rosita, sepertinya dia sudah menangkap bahwa aku ingin mengajaknya untuk ngobrol … atau dia mememberi sinyal ke aku bahwa ia ingin ngobrol dengan ku ?! ..
Dengan tetap menjaga wibawa aku, aku ajak bicara hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan obrolan lain yang ringan, ketika ngobrol Rosita terbaca ingin lebih akrab dengan ku dari cara bicara dan gerak gerik nya, walaupun kata2 yang diucapkan tetap penuh hormat kepada ku.

Tiba-tiba dia berkata “Pak, waktu wawancara bapak tanya rumah Rosita, lalu bapak komentar jauh dari sini” katanya dengan berbinar, berharap aku tanggapi.
“Iya .. lalu ?” Tanya ku
“Rosita sekarang sudah kost pak, sejak bapak angkat jadi karyawan. Kost di daerah Pasar Genjing, Jl. Pramuka” katanya dengan antusias.
“Oh bagus dong.. jadi dekat dan tidak terlambat masuk kantor” kata ku

“Tiap hari pulang pergi saya lewat Jl. Pramuka, rumah saya di daerah Rawamangun”
“Kamu kalau pulang shift malam jam 22 naik apa ?” lanjut ku
“Naik mikrolet pak” jawabnya
“Engga takut apa ? anak perempuan jalan malam2” ujar ku
“Kapan-kapan pas shift malam, mau bareng saya ?” Tanya ku
“Boleh pak kalau bapak tidak keberatan.. “ jawabnya dengan antusias.

Obrolan aku akhiri, aku antar Rosita keluar ruang kerja ku dan area kantor. Sambil berjalan, Rosita memalingkan wajahnya ke belakang dan kembali tersenyum kepadaku.. aku pandangi bentuk tubuh mungil dengan pantat yang padat berisi, rambut hitam tebal bergerai, bergerak menjauh…. Tiba-tiba ada rasa ingin segera mendapatkan Rosita, menguasai dan menikmati tubuh mungilnya. Aku merasa jerat-jerat kekuasaanku sudah mengena.

Keesokan harinya, aku mengajak Rosita untuk pulang bareng, karena pas shift malam dan aku sedang malas untuk kerja malam. Aku hampiri Rosita di Stationnya, kebetulan dia sedang sendiri.
“Nanti tunggu saya di lobby belakang dekat ATM, saya jemput” bisikku sambil berlalu
“Oke pak” jawabnya sambil tersenyum tanpa mengangkat kepala kearahku… ‘eh udah mulai berani nih anak’ bathin ku

Hari Kamis jam 22, aku bergegas membereskan pekerjaan dan segera pulang … aku mau bersama Rosita, ini saat pertama kali aku bertemu diluar kantor. Aku berjalan ke lobby belakang dan minta dipanggilkan taxi oleh petugas.
“Pak, memutar lewat lobby depan, mau jemput kawan disana” kata ku pada sopir taksi.

Tidak lama, di sisi jalur ku lihat gadis, dengan kemeja satin putih dengan lengan tergulung dan bercelana panjang hitam. Aku minta taksi berhenti tepat didepannya dan aku bergeser sedikit dan Rosita pun masuk ke dalam taksi dengan tersenyum kepada ku.
“Kok pakai baju kerja ?” Tanya ku
“Iya .. lupa bawa baju ganti .. dan sekalian mau di cuci besok” jawab Rosita.

Selama perjalanan .. hanya sedikit obrolan.. aku lebih banyak melamun.. tapi sebenarnya aku membayangkan nikmatnya merasakan tubuh mungil gadis yang duduk disebelahku ini… Rosita juga tidak banyak bicara, hanya menjawab kalau aku bertanya, aku merasakan dia sungkan ..
Aku memperhatikan lengan kemeja yang tergulung, samar-samar terlihat kulit putihnya .. aku sentuh lengannya dengan ujung jari telunjuk ku dan mengelus bulu-bulu halusnya..

“Ih.. bulunya banyak” kata ku sambul mengelus-elus lengannya.. Rosita hanya tersenyum. Aku raih tangan kanannya dan ku genggam dengan tangan kiri ku, sambil terus mengusap-usap lengannya dengan tangan kanan ku .. “Aku suka” bisik ku sambil mengelus lengannya. Terasa lenganku menekan tonjolan payudaranya … Sampai di Jl. Pramuka, Rosita turun dan melambaikan tangannya.

Beberapa hari kemudian, aku janjian lagi untuk pulang bareng Rosita .. ditempat aku jemput, aku terkejut karena Rosita memakai rok hitam pendek diatas lutut dengan kemeja putih lengan pendek. Begitu masuk kedalam taksi, aku tanya..
“Tumben pakai rok ?”
“Iya.. tadi ada ujian di kampus, terus Ocha langsung kerja” jawabnya.

Mata ku berbinar melihat paha putih dengan bulu-bulu halus .. kali ini birahi ku benar-benar mulai terpancing.. aku bertekad mulai coba2 flirting .. menggoda .. Aku raih tangan halusnya ku genggam dengan tangan kiri ku.. sambil ngobrol2 ringan tentang pekerjaan dan ulah rekan2 kerjanya.

Aku letakkan tangan kanannya dipahaku, tangan kiri ku di pahanya .. tanpa penolakan.. aku mulai berani lebih lauh… aku mulai mengelus2 pahanya perlahan… kemudian aku geser posisi duduk ku sehingga ada sedikit jarak, aku tidak lagi menekan dadanya.. perlahan aku usap-usap lengan atasnya dengan tangan kanan ku .. sementara lengan kiri ku tetap berada di pahanya….

Perlahan secara halus, aku mengusap puncak payudaranya .. tidak ada penolakan.. obrolan kami terhenti, sepertinya kami masing-masing sedang menikmati apa yang terjadi..
Tangan ku mulai mengelus paha bagian dalamnya … tangan ku yang lain mengelus payudara dengan sedikit lebih menekan .. Aku rasakan Rosita mulai gelisah.. kadang ia menyembunyikan wajahnya di balik bahu ku, napasnya terasa makin cepat.. Aku belum berani lebih jauh sampai menyentuh vaginanya..

Di ujung sana sudah terlihat bangunan gedung Hotel Sentral .. aah .. kenapa perjalanan ini harus segera berakhir… Rosita akan turun di dekat Pasar Genjing… Aku beranikan diri untuk memancing untuk hal yang lebih jauh ..
“Kapan-kapan kalau aku lagi suntuk, kita lanjut yuuk ?!” ajak ku .. lanjut adalah istilah kami pekerja tempat hiburan untuk mengunjungi kawan se profesi di tempat hiburan lain, khususnya diskotik dan karaoke..

“Ayo.. tapi aku ajak Maria yaa” jawabnya .. deg .. aku merasa tidak nyaman.. ternyata Rosita belum sepenuhnya percaya dan takluk ditangan ku.. Disisi lain aku juga merasa senang, karena bisa mengenal Maria lebih jauh.. semoga juga bisa aku nikmati tubuh langsingnya..

Sebelum turun dari taksi, aku sempat mencium bibir mungilnya .. walau sekejap .. terasa hangat dan lembut.
“Ed.. ikut yuuk.. gue mau lanjut sama Rosita, besok” ujar ku di ruang kerja
“Boleh.. gile .. Rosita sudah diapain aja Beh” jawab Edy ingin tahu..
“Brisik lu .. Besok Maria juga diajak.. nanti lu sama Maria.. sukur2 lu bisa dapetin dia .. kita bisa tukeran” kata ku
“Siip.. Eh Beh .. lu memang mau cekokin mereka besok ?” Tanya Edy penuh selidik
“Ya iya laah Ed.. masa gue anggurin aja ..” Kata ku sambil keluar ruangan

Keesokan harinya, kami berempat sudah didalam taksi, aku duduk dibelakang bersama Rosita dan Maria. Aku arahkan sopir taksi menunju Lounge / Café dekat Terminal Blok M… selama diperjalanan kami ngobrol2 ringan ..
Sampai di lokasi café aku berbicara dengan Receptionist…
“Nicky GM” kata ku
“Oh pak Nicky.. sudah disiapkan .. mau di table atau di bar pak ?” Tanya Receptionist tadi
“Di Bar aja” jawab ku… Aku memilih bar karena aku kenal dengan bartender nya karena sering aku entertain kalau dia main ke tempat ku.

Dentuman musik selatan mulai terdengar .. pengunjung belum terlalu ramai, kami diantar ke meja kami dan disambut oleh bartender kenalan ku. “Mau minum apa ?” tanyaku pada Rosita dan Maria..
“Long Island aja, biar semua bisa minum” jawab Rosita.

Aku pesan long island satu pitcher, Rosita dan Maria mulai menikmati suasana, bergoyang mengikuti irama musik … sementara aku, seperti kebiasaanku hanya duduk di kursi bar.. sekali2 aku ngobrol dengan bartender dan Edy sambil memperhatikan 2 gadis cantik yang aku bawa. Saat malam mulai larut, pengunjung mulai memadati café tersebut, Rosita dan Maria mulai kehabisan ruang untuk berjoget, mau tidak mau mereka mendekat kearah tempat aku duduk, mereka sudah mulai dipengaruhi alcohol, Rosita mulai sepertinya mulai menunjukkan kedekatannya dengan ku kepada Maria, kadang sengaja bicara dengan ku mendekat kearah pangkuan ku, dan kadang bersandar manja.

Otak nakal ku mulai bekerja… aku harus mendapatkan salah satu dari mereka malam ini… Aku bujuk mereka berdua untuk terus minum… Aku memberi kode ke Edy, lalu masukkan seperempat butir ineks kedalam gelas minuman Rosita, lalu aduk sampai benar2 larut.. Edy hanya tersenyum melihat kejahilan aku… lalu aku ajak mereka bersama-sama menghabiskan minuman yang digelas… Susana semakin meriah, Rosita dan Maria semakin lincah berjoget dihadapan kami berdua… Sekali-sekali Rosita mendekati ku di kursi bar.. berdiri diantara kedua kaki ku kedua tangannya diletakan diatas pahaku sambil mengelus paha ku sambil berjoget2 kadang mengajak ku berbicara…dan menatapku dengan mata menggoda.. tiba2 di berbalik membelakangi ku dan menarik tangan ku seperti memeluknya… lalu ia berteriak memanggil Maria..

“Mar !.. sekarang pak Nick punya gue yaa .. jangan coba2 ganggu !” katanya ke kepada Maria, dia hanya melihat kearah kami berdua .. tidak menjawab.. hanya menunjukkan jari jempolnya.
Dengan tetap memeluk Rosita yang asyik bergoyang, aku memanggil Maria …
“Jangan bilang siapa-siapa yaa Mar” kata ku ditelinganya ..
“Siaap .. tenang aja pak” jawab Maria sambil bergoyang dan tersenyum..

Aku melihat Edy tidak begitu nyaman, karena Maria nampaknya masih menjaga jarak. Sedangkan aku dengan Rosita sudah semakin dekat bahkan secara sengaja aku mengusap payudara secara sembunyi-sembunyi.. Minuman di pitcher sudah habis, lalu aku mengajak mereka untuk pindah. Aku mengajak mereka ke diskotik Stadium, karena aku akan mengajak mereka untuk on (pakai ineks) bersama disana.
Turun dari taksi aku langsung menuju lift untuk ke lantai 3, area diskotik, setelah menyapa petugas Receptionist yang aku kenal, kami langsung diantar menuju table dipinggir dance floor…..

Music selatan berdentum memekakan telinga namun sepertinya tidak menggangu pengunjung yang memadati dance floor.. mereka semua nampak bergembira menikmati music tersebut.. sesekali pengunjung bersorak bersamaan ketika lagu yang popular dimainkan oleh DJ diatas panggung… pekatnya asap rokok, bau minuman beralkohol memenuhi ruangan hall tersebut… Gadis-gadis berpakaian sexy, berjalan lalu lalang…. Suasana yang nyaris gelap gulita, tidak menghalangi pandangan ke tarian erotis yang diperagakan oleh sexy dancer diatas panggung, memancing pengunjung untuk ikut bergoyang … begitu pula Maria dan Rosita yang baru memasuki area tersebut.. berjalan sambil berlenggang lenggok mengikuti irama music…

Aku bersama Edy langsung duduk di kursi bar yang ditunjukan oleh petugas Receptionist yang mengantar kami, Maria dan Rosita bergoyang tidak jauh dari posisi kami, sambil menghisap rokok mild yang ku pegang, aku terus menatap tajam ke Rosita… kibasan rambut hitamnya ke kiri-kanan… pinggulnya yang meliuk-liuk indah .. bokongnya yang padat berisi menyatu dengan gerakan kaki yang sesuai dengan irama music menyajikan pemandangan erotis yang menggiurkan.. sesekali aku dapat menangkap pandangannya yang menggoda kearahku..
Ku panggil mereka berdua .. “ Mau minum apa ?” tanyaku
“Singapore Sling boleh ?” ujar Rosita.. sekilas aku melihat dia menggit-gigit bibirnya.. itu tandanya dia sudah mulai on …
“Saya engga usah pak, nanti saja..” kata Maria, aku menangkap bahwa ia merasa tidak nyaman dalam suasana ini.. entah karena lelah habis bekerja atau karena merasa kurang nyambung dengan Edy .. ‘ah masa bodoh..’ pikir ku… Ku lihat juga Rosita berkali-kali berusaha untuk mengajak untuk menikmati suasana ….

Benar saja.. tidak lama kemudian, Rosita mendekatiku, berdiri diantara kedua kaki ku yang duduk di kursi bar yang cukup tinggi … sambil mendekatkan mulutnya ke telinga ku
“Pak..Maria mau pulang duluan tidak apa-apa ? dia pusing katanya”

“Kamu gimana ?” Tanya ku ke Rosita
“Terserah bapak ..” ujarnya ..”Bapak engga marah khan ?” sambil memandang ke arah ku .. aku menatap tajam matanya dan hanya menggeleng perlahan.. Rosita melambaikan tangannya kearah Maria.. dan ia menghampiriku..
Aku berbicara sebentar ke Maria, lalu meminta Edy mengantarnya pulang…

Malam semakin larut, musik semakin bingar, pengunjung memadati area dance floor tempat meja kami.. Rosita bergoyang semakin berani mungkin karena merasa tidak orang lain mungkin juga sudah mulai high .. ia berulang kali merapatkan dirinya dngan bergoyang atau seperti berusaha membisikan sesuatu .. seketika ia menempatkan diri nya diantara dua kaki ku menarik kedua tanganku supaya memeluknya dari belakang, aku masih bisa mencium harum rambutnya diantara kepulan asap rokok yang memenuhi hall tersebut ..

Kepalanya bergoyang kekiri dan kekanan .. kadang menengadah .. goyangannya semakin erotis .. kadang mendesis-desis seperti menahan sesuatu yg terpendam .. situasi itu tidak ku sia-siakan .. kadang aku mengusap2 payudaranya .. kadang ku tekan2 .. ia merespon dengan mendesah kecil ..

Tidak lama setelah minuman habis, tiba-tiba kedua tangannya merengkuh kepalaku mencium pipi lalu memcium bibir ku .. beberapa saat kami berciuman .. menggit bibir bawahnya .. terasa agak bergetar .. lalu ia memandang mata ku dengan tajam sambil berkata …

“Pak, Terserah bapak mau bilang apa, tapi jangan anggap Ocha perempuan murahan, check in yuk pak .. Ocha sudah tidak tahan”
“Terus check in kita mau ngapain ?” Goda ku
“Ah bapaaak” katanya dengan manja, merapatkan dirinya sambil meletakan tangannya di kedua pipiku dan mencium bibirku .. terasa sangat bernafsu karena diiringi desahan yg panjang .

Tanpa menunggu lama, aku bereskan bill dan sambil menggandeng tangannya meninggalkan tempat itu

Didalam taksi kami tidak banyak berbicara tangan kiri ku sibuk mengelus2 pahanya yg masih terbalut celana panjang .. Rosita duduk memeluk tangan ku seakan tidak mau dilepaskan .. sekaligus lenganku ditekan ke dadanya .. duduknya tidak tenang .. mulutnya kadang mendesah .. sambil mengigit bibir bawahnya ..

Aku arahkan sopir taksi ke Penginapan Puri Mega di jl. Pramuka, pertimbangan ku supaya lebih dekat untuk antar ke kostnya besok. Perjalanan ke Jl. Pramuka dari Hayam Wuruk terasa lama ditambah lagi dorongan birahi yang mendesak2 minta segera disalurkan .. membuat tidak nyaman

Sampai dilokasi, segera aku bereskan administrasi dan berjalan menaiki tangga menuju kamar yg akan ku tempati selintas ku melihat jam mendekati pukul 3 dini hari. Saat berjalan Rosita selalu menggandeng dengan cara memeluk lengan ku .. seperti anak kecil yg berlindung di ayahnya..

Memasuki kamar sederhana itu hanya ada single bed meja kecil dengan tivi jadul, sebuah kursi makan disebelah meja kecil, ku nyalakan ac.

Aku langsung masuk ke kamar mandi dan membasuh diriku dengan sabun yang tersedia.
Aku keluar kamar mandi hanya bertelanjang dada mengenakan cd, langsung naik ke tempat tidur dan merebahkan diri .. kembali menikmati sisa-sia pengaruh on dan alkohol ..

Sepertinya aku terlelap sesaat, antara sadar dan tidak, halusinasi dan fantasi yg menari dibenakku, aku merasa ada yang mematikan lampu dan naik ke tempat tidur, sekilas ku lihat Rosita masih mengenakan kemeja satin putih dan mengenakan handuk menutupi bagian bawahnya, celana panjang hitamnya teronggok datas meja kecil.

Ia berbaring menyamping disebelah kananku, berbantal lengan ku yg berotot, ia meletakan tangan nya di dadaku sambil mengusap-usap .. sejenak aku tidak bereaksi .. namun ketika Rosita meletakan pahanya diatas pahaku dan sedikit mengesek-gesekan .. kulit lembut dan bulu halusnya mulai menggelitik birahi ku .. ku rengkuh kepalanya dan aku mencium bibirnya, ia membalas ciuman dengan penuh gairah tangan ku mengusap-usap pahanya .. aku ingin menikmati seluruh sentuhan kulitnya …

Aku tarik handuk yang melilit dipinggangnya, Rosita membantu dengan sedikit mengangkat pinggulnya, seteleh terlepas ku lempar ke sisi tempat tidur ..
Ciuman kami semakin panas, lidah saling melilit dan saling menghisap .. diiringi suara desisan dan lenguhannya .. tangan ku yg lebih leluasa sibuk meraba .. meremas .. dada .. pantatnya yang bulat .. paha nya … ku susupkan tangan ke balik cd katun nya ..

Mencari bongkahan pantat yang selama ini menggoda ku .. aku arahkan tangan ku meraba dada nya yang masih tertutup bra dan kemeja .. mencari-cari celah untuk menyentuh kulit dadanya ..
Pada saat yg sama, ia merespon dengan menekan-nekankan bukit vaginanya di paha ku ..
Aku raih punggungnya .. ku cari kancing pengait bra, dengan sekali jentikan terlepaslah pengaitnya .. Rosita melepaskan ciumannya .. dan mulai menciumi dadaku .. tidak hanya itu.. tapi juga menjilat.. mengecup dan kadang menggigit kecil .. sambil berusaha melepas bra nya tanpa membuka kemeja … tangan kanannya lalu sibuk mengelus2 semua bagian badanku ..

Saat ia melepas ciumannya .. aku hanya berbaring, tangan kanan ku mulai mencari payudaranya .. ku raba mencari putingnya ..

Terasa penis ku yang belum berkembang maksimal, terasa di remas.. kadang terasa gemas remasannya .. di elus-elus dari balik celana dalam yang masih menutupi..

Rambut hitamnya aku usap .. sambil menekan perlahan supaya ciumannya turun ke penis ku .. Rosita menggeser tubuhnya .. sepenuh berada diantara kedua kaki ku .. Wajahnya tepat di area selangkangan ku … Ciuman dan jilatannya mengalir ke bawah .. menjilat dan menekan-nekan sampai dibatas atas celana dalam yang aku pakai .. Aku sedikit meninggikan bantalku sehingga aku dapat melihat lebih leluasa apa yang akan diperbuatnya ..

Jari tangan kanannya yg lentik menarik celana dalam ku kebawah .. setiap kulitku yg terbuka langsung ditimpa oleh ciuman dan jilatan-jilatannya ..

Dengan sekali tarikan turunlah celana dalam ku dan di loloskan dari kaki ku .. pada saat itu aku memejamkan mata .. berharap segera menghisap penis ku ..

Senjataku yang sudah mulai mengeras ternyata hanya dibelai-belai .. diusap-usapkan di wajah dan bibirnya ..

Tiba-tiba ia berkata..

“Pak, Baru sekarang Ocha bisa lihat lagi lebih jelas punya nya laki2” sambil memukul-mukulkan penis ku ke pipinya sendiri ..
“Lihat lagi ?! “
“Memang sebelumnya kamu sudah pernah lihat punya pacar kamu ?” Tanya ku penuh selidik ..

“Pernah sih, waktu Ocha SMP, pacar Ocha anak SMA, pas malam jalan-jalan, pacar Ocha memaksa ngisap punyanya” ceritanya .. tanpa bergenti mengelus penis ku.
“Terus Ocha isap ??” Tanya ku kemudian
“Iya .. dipaksa2 sampai kepala Ocha ditekan-tekan..” jawabnya ..
“Ocha isap sampai keluar ?”
“Engga pak .. keluarnya Ocha kocok pakai tangan..”

Aaah …. Aku membayangkan Ocha seorang bocah SMP tapi sudah berlaku sejauh itu ..

“Tapi lucunya pak, sejak saat itu Ocha pingin banget mengulangi tapi tidak berani dengan pacar Ocha .. takut memaksa yang lebih jauh … Kalau ke bapak Ocha berani karena Ocha tahu bapak engga bakal memaksa Ocha”
Aku tidak menanggapi karena kesadaran ku masih timbul tenggelam .. masih tinggi dan pengaruh alkohol masih kuat .. aku perkirakan Rosita juga demikian, karena tangan nya terasa sangat dingin..

“Sekarang Ocha coba jilat dan isep punya saya”

Dengan tidak melepas pandanganya ke arahku, Rosita mulai menjilat dan menghisap penis ku ..
Jilatan pertamanya seperti membawa aliran listrik, membuatku melenguh .. hisapannya hanya di kepala penis ku .. belum punya keberanian untuk memasukkan lebih dalam ke mulutnya.

Ku lihat penis ku, walau tegangnya belum maksimal tapi nampak mendekati besar pergelangan tangannya .. jari telunjuk dan ibu jari dilingkarkan, hampir tidak bisa melingkari batang penis ku ..

Aku menggeser sedikit badan ku, berusaha menggapai payudaranya yg sudah tidak tertutup bra .. aku bisa menggapai payudaranya .. dengan ujung jari ku, ku usap2 puting nya … mungil .. aku belum bisa melihat sepenuhnya .. hanya melihat bentuknya yg mancung saat ia agak nungging utk menghisap dan mengocok penis ku ..

Semakin ku tekan putingnya, semakin cepat gerakan menjilat dan mengisap .. dengan kocokan yang juga semakin cepat .. Aaaaah ..

Kadang aku jahil, ketika ia menghisap, aku tekan-tekan kepalanya supaya menghisap lebih dalam … atau aku renggut rambutnya ketika aku mengarahkan ingin ia menjilat sisi yg aku inginkan ..

Kombinasi jilatan, hisap dan kocokannya mulai liar penuh nafsu … ‘Bakat liar nih anak’ bathin ku

“Gantian” kata ku .. sambil meminta Rosita bergeser ke atas dan terlentang ..

Dari pengalamanku menghadapi gadis-gadis yang muda apa lagi yang masih awal menikmati seks, yang paling ampuh adalah buat mereka mencapai puncak dulu .. biarkan mereka menikmati sensasi baru yang mereka rasakan. Jangan terburu-buru untuk menuntaskan keinginan diri kita, sabaar.. maka hasilnya nanti akan lebih maksimal. Tapi hal ini, tidak berlaku untuk gadis muda bayaran atau WP.

Aku tidak mau egois, aku juga ingin berbagi kenikmatan ke Rosita, walaupun aku bisa saja langsung menggarapnya tanpa perduli dengan apa yang dirasakannya.

Aku menindihnya mengangkangi.. aku pegang kedua tangannya disisi kepalanya .. aku pandangi wajahnya .. tidak ada lagi wajah polos dan lugu .. tapi wajah penuh nafsu .. Matanya setengah terbuka .. kadang tertutup .. aku yakin pengaruh obat dan alkohol masih sangat kuat ia rasakan..

“DIAM !” ujar ku …

Sambil aku mulai mencium bibirnya .. menjilat dan menyedot lidahnya … aku ciumi pipi dan lehernya .. aku gigit-giit kecil dan aku hisap seputaran leher dan bahunya … ia menggelinjang dan mendesah ..

Aku menopang tubuhku, sementara dengan ujung jari telunjuk menelusuri kulit dadanya sampai ke seputar payudaranya .. Kancing kemeja ku lepas semua, sehingga seluruh bagian badannya tidak terhalang apapun.. aku pandangi dadanya yang putih, sepasang bukit kembarnya menjulang indah…

Aku baru dapat melihat indahnya kedua bukit payudaranya .. ku rasakan dengan ujung jari ku, kulit lembut yang dihiasi bulu2 halus .. putingnya yang mungil menonjol keras bersama areolanya yg tidak terlalu besar ikut menjadi mancung dan berkilat berwarna kecoklatan .. pinggulku kadang ku gerakan menggesek-gesek penisku ke kulit nya, memancing birahi dengan sentuhan .. Rosita merespon dengan menggerakan pinggulnya seperti ingin segera menggapai penisku, dadanya kadang dibusung-busungkan seperti minta segera dinikmati.

Aku menurunkan tubuhku .. dan mulai meremas kedua payudaranya dengan lembut .. telapak tanganku yang besar masih mampu menggenggam seluruh payudaranya .. aku mulai menjilati seluruh permukaan kulit dada nya yg lembut ..

Makin jelas ku dengar lenguhan dan desisannya .. Aku lebarkan kakinya sehingga penisku menekan area vaginanya .. Lidah ku memutar-mutar dan menekan-nekan putingnya .. ku hisap dan sesekali gigitan kecil .. bergerak turun lagi ke area perutnya .. ku perlakukan sama .. tangan ku tidak lepas memainkan putingnya .. ku pilin perlahan ..

Ini bagian yg paling menyenangkan bagi ku ..

Pahanya yang di penuhi bulu halus .. yang selama ini aku perhatikan karena membuatku birahi naik .. aku sapu dengan seluruh permukaan lidahku .. Tangan Rosita menggapai seperti mendorong tapi sesekali juga seperti menarik bahu ku ..

Aku rapatkan pahanya .. aku jilat dibagian paha yang menempel .. membuat ia bergelinjang hebat sampai mengangkat badannya . Aku usap permukaan vaginya yang masih tertutup cd .. aku merasakaan sangat lebat bulu nya .. celana dalam katun nya sudah sangat lembab .. aku turunkan perlahan.. Rosita membantu dengan mengangkat pinggulnya .. kembali aku menjilati disekitar pangkal pahanya .. jari2 ku terus mengelus permukaan bukit vaginanya ..

Tidak ada bau yang tidak normal, hanya tercium aroma khasnya .. garis vaginanya masih rapat, sangat sulit melihatnya karena tertutup lebat bulunya .. aku sibakkan menggunakan jari ku terlihat garis berwarna merah tua .. dengan bibir yang kecil mengapit klitoris yang agak menonjol .. bercak lendir membekas di sekelitar garis itu juga membasahi bulu-bulunya. Sebenarnya aku tidak menyukai vagina yang berbulu lebat, tapi ini tidak bisa dihindari, dengan bulu di tangan dan kaki nya yang berbulu .. bisa dipastikan bulu kemaluan sangat lebat.

Aku lap lendir itu menggunakan celana dalam yang baru saja aku lepas .. langsung aku jilat perlahan dari bawah ke atas .. reaksinya luar biasa .. hampir seperti melonjak mengangkat badannya .. dan menarik pinggulnya ..

“Paaaaak … diapain ??” Ujarnya mendesah penuh birahi ..

Aku mulai menjilati beberapa kali, ia sudah bisa mengontrol reaksinya, hanya dengusan napas dan gerakan pinggulnya yg berekasi setiap kali aku jilat .. “Aaaah .. pak” hanya itu yang berkali-kali aku dengar

Makin cepat aku jilat, isap-isap ..

Oral dengan fingering adalah cara yang paling ampuh mepercepat mencapai puncak bagi wanita, jika kita beruntung, wanita bisa sampai squirt memancarkan cairannya ..

Ketika aku memainkan lidahku, sibuk menjilat seluruh sisi-sisi lubang kenikmatannya, aku gunakan ibu jari tangan ku untuk menggosok klitorisnya.. aku mulai gunakan jari telunjuk untuk fingering .. tangan ditahan agar tidak masuk ..

“Jangan pakai jari pak” katanya .. aku tidak berfikir lain hanya aku anggap belum saatnya untuk penetrasi

“Tengkurap !” kata ku mengakhiri jilatan ku

Aku ganjal pinggul depannya dengan bantal .. aku renggangkan kakinya sehingga area pantat dan vaginanya terbuka lebar ..

Aku kembali jilat dari belakang lutut sampai ke area vagina dan lubang analnya .. bersih dan tidak berbau .. aku semakin bernafsu menjilat dan menghisap-hisap.. ku gunakan kedua tangan ku untuk membelah pantatnya…

Ada yg aneh .. Ketika aku mengekspoitasi daerah bokong dan lubang analnya .. Rosita sangat bergairah bergerak tidak karuan .. aku coba fingering lagi .. tapi tetap dilarang ..

Aku rasa sudah cukup aku mengangkat birahinya .. napasnya kelihatan cepat dan tersenggal-senggal ..

Aku minta ia telentang lagi .. Aku kangkangi badannya .. penis ku yg sedikit layu aku gesek2 kan di dadanya .. aku sodorkan ke mulut nya ..

“Aku masukin yaa” pinta ku memelas dan berharap .. tapi dijawabnya
“Jangan !” …
‘Whuaduuh .. bakal kentang nih’ dalam hatiku ..
“Kenapa engga boleh” tanya ku, sambil aku gerakkan pinggul ku sehingga penis ku keluar masuk mulutnya ..
“Ocha takut pak ” dengan memelas katanya sambil memegang penis ku keluar dari mulutnya..
“Takut apa ? Hamil ? Nanti dikeluarinnya engga didalam” kata ku mulai kesal.. aku mulai agak keras menggoyangkan pinggul ku .. sambil aku jambak rambutnya ..

Hummf..

“Jangan pak ..” jawabnya dengan memelas
“Itu juga cuma buat suami Ocha” … ‘SHIT !’ umpat ku dalam hati .. semakin kesal, semakin kasar aku gerakkan pinggul ku .. sambil tangan ku memilin2 putingnya ..
“Kalau bapak memaksa, Ocha minta pulang nih..” katanya memelas sambil mengancam ..
‘Wah bisa kacau nih’ bathin ku, aku tidak menanggapi, aku sedang menikmati isapannya di penis aku ..

Penis aku dikeluarkan dari mulutnya .. lalu ia bilang..

“Kalau dari belakang mau pak ?” tanya nya ..

WHAAAT ??
Aku sedikit terkejut dan tidak percaya yang aku dengar .. cewe muda paling susah dapat di anal .. karena menurut mereka lebih sakit dari pada diperawanin.

“Maksud kamu apa ?” tanya ku dengan birahi yang mulai merangkak naik..
“Iya pak .. kata teman-teman Ocha, kalau lewat belakang tidak bakalan hamil ..”

Ini anak lugu atau BEGO .. ya memangg tidak bakal hamil, mana ada laki-laki penjahat kelamin menolak ditawari anal ..

Aku tetap jaim.. berusaha untuk meyakinan omongannya..

“Khan kalau anal sakit .. kamu mau ?”
“Kalau bapak mau, sakit engga apa-apa asal pelan” katanya .. ‘Wah ini mah bego beneran’ bathin ku senang .. seperti pasukan menang perang akan mengambil barang jarahan .. aku semakin bersemangat ..

“Ya udah .. engga apa2 deh dari belakang” kata ku dengan pura-pura nada menyesal
“Tapi gesek-gesek boleh yaa ?!” lanjut ku
“Boleh, tapi jangan lama2 .. takut masuk” jawab Rosita

Bathin ku seperti bersorak, tiba-tiba gelombang birahi meledak-ledak.. dengan segera aku bergeser ke bawah aku tekuk kakinya sehingga mengangkang sempurna aku jilati dengan rakus vaginanya .. juga lubang analnya .. lendir bercampur ludah ku menetes disekitar lubang vaginanya ..
Aku bangun .. aku sodorkan penis ku ke mulutnya ..

“Isep !” Kata ku sedikit membentak . Sambil ku jambak rambutnya dengan tangan kiri dan tangan kanan meremas-remas payudaranya .. sambil aku berfikir pakai pelumas apa ? Di kamar mandi cuma ada potongan sabun.. tidak bisa dipakai sebagai pelumas .. terfikir aku sengaja kasar seperti itu supaya air liurnya membasahi penisku .. beberapa kali ada suara tersedak .. setelah aku rasa cukup .. aku bergeser menindihnya .. aku angkat kedua kakinya .. aku ganjal bawah pinggulnya dengan bantal sehingga vagina dan pantatnya mendongak ke atas ..
Aku kalau sudah birahi di ubun-ubun, hilang sudah tutur kata sopan ku, berubah jadi kasar dalam omongan maupun gerakan..

“Lebarin memek kamu !” .. kata ku banyak lendir disana karena sudah sangat terangsang..
Lalu aku gesekkan penis ku ke permukaan vaginanya .. sambil aku tekan-tekan ..

Sambil memandangi wajahnya yang was-was karena takut masuk ke lubang vagina ..

Aku seperi berlutut diantara kedua kakinya .. penis ku sudah keras mengembang sempurna .. aku basahi bagian atas kepala penis ku dengan ludah .. aku basahi juga lubang analnya ..

“Aku masukin yaa” .. tanpa menunggu jawaban aku mulai melakuan penetrasi ke analnya .. sekali gagal .. aku basahi lagi denga ludah ku .. aku sapu2-sapukan ke vagina untuk mendapatkan lendir-lendir yang meleleh ..

Percobaan ke 2 masih belum bisa masuk .. lucunya Rosita membantu membaluri penis ku dan lubang analnya dengan ludahnya sendiri .. ku tarik kedua kakinya keatas sampai hampir menyentuh dadanya, lalu ku tahan dengan kedua tangan ku .. posisi ini membuat dirinya hamper tidak mungkin bergerak..

Sedikit-sedikit kepala penisku sudah masuk .. sampai ke leher penis .. Rosita meringis seperti menahan sakit .. tangannya agak menahan gerakan maju pinggulku . .tapi tidak berbicara apa-apa .. hanya lenguhan dan desisan yang ku dengar.

Aku rebahkan diriku ke dadanya.. aku mencium bibirnya dengan bernafsu, kedua tangan ku menangkup payudaranya .. bersamaan dengan itu aku tekan pinggul ku .. penis ku masuk perlahan..

“Sakiiit… sakiit pak” aku tahan sebentar tidak aku paksakan masuk..
Setelah agak tenang, aku tekan kembali, kali ini agak lebih keras … terasa sudah sebagian besar penis ku masuk ke lubang analnya ..

Dengan napas memburu, aku menegakkan badan ku … melihat hasil usaha ku .. benar .. penis ku menancap sempurna, menyisakan 3 jari sebelum pangkalnya .. nampak lubang vaginanya berkedut..
Kedua tangan ku memegang kedua tungkainya, melebar kaki nya sejauh mungkin sekaligus menekan kearah dadanya, kedua paha ku menempel dengan sisi luar pantatnya…

Senyum kemenangan mengembang, ku pandangi wajahnya, Rosita tidak berani membuka matanya, mungkin ia sedang menahan rasa sakit, tangannya meremas-remas paha ku..
Posisi berlutut, membuat aku lebih leluasa menggerakan pinggul, tangan ku juga lebih leluasa menggapai apa yang ingin … ku tarik pinggul ku kebelakang, kulit lubang analnya seperti menempel dengan kulit penis ku ikut tertarik keluar .. kembali aku lakukan berberapa kali keluar masuk, juga aku lumuri dengan lendir yang merembes dari vagina Rosita.

Penis ku mulai lancar keluar masuk lubang analnya.. nampak mengkilat, walau pun setiap aku tarik keluar masuk, Rosita Nampak menahan napas, menggigit bibirnya merasakan sakit.
Aku kembali merebahkan badanku ke dadanya, satu tangan memilin-milin putingnya, satu lagi meremas payudaranya yang lain, aku mencium bibirnya dengan nafsu …

“Kasar yaa !” kata ku lalu ku lumat lagi bibirnya
Tanpa mengharap jawaban, aku angatkat pinggul ku tinggi-tinggi, penisku nyaris terlepas dari lubang analnya… dengan satu gerakan simultan, putingnya aku pencet dengan keras, yang satu remas dengan keras, lidahnya aku hisap, lalu aku hentakkan pinggul ku dengan keras, berusaha menancap sedalam-dalamnya ke lubang anal Rosita.. sengaja aku berikan beberapa sensasi rasa sakit yang harus ia rasakan.. 4 titik rasa sakit yang ku lakukan bersamaan.

Aku lihat matanya mendelik, kedua tangannya berusaha menahan dorongan pinggul ku, kakinya berusaha diturunkan, tapi tertahan tangan ku dan usahanya itu hanya membuat puting dan payudaranya bertambah sakit, pinggulnya di gerak-gerakkan, malah membuat rasa di korek-korek dalam lubang analnya… mulutnya seperti mau berteriak tapi tertahan oleh mulutku yang melumatnya..
Genjotan pinggul ku seperti orang kesetanan, menghantam-hantam lubang analnya tanpa ampun, keras dan cepat keluar masuk .. Rosita melepaskan mulutnya .. mendesis menahan sakit .. mulut ku berpindah ke leher dan dada nya .. ku hisap dan gigit-gigit, meningkalkan bercak-bercak merah dan cupangan…

Setelah beberapa saat menggenjot, aku tegakkan badan ku, berpegang pada pahanya, aku menggenjotnya dengan cepat tetap bertenaga, aku ingin melihat reaksi wajahnya, antara memelas menahan sakit, mungkin juga menyembunyikan kenikmatan yang ia rasakan. Aku melihat lebih banyak cairan yang keluar dari vaginanya menetes membasahi batang penis ku… ‘Apakah dia ikut menikmati ?’
“Aku mau keluar ..” kata ku … aku percepat genjotan ku.

Penis ku sangat lancar keluar masuk, kembali aku rebahkan badanku, tangan ku tidak lagi menahan kaki nya, aku tidak mencium bibirnya tapi menghisap-hisap leher dan payudaranya .. membuat badan ku melengkung, remasan tangan ku ke payudaranya tidak bertambah pelan, tapi justru makin gemas.. aku juga ingin mengejar puncak kenikmatan yang akan aku dapatkan…

pada situasi ini, Rosita malah mulai mendesah pelan.. sepertinya masih menyembunyikan kenikmatannya ke padaku, tetapi pinggulnya tidak berbohong, mulai ikut bergerak-gerak seirama dengan genjotan ku, tangannya tidak lagi menahan pinggul ku tetapi memegang pantatku..
Sampai pada satu titik yang tidak dapat aku tahan, dengan gerakan cepat aku tusukan sedalam-dalamnya penis ku, tangan ku mencengkeram payudaranya dengan sangat keras, lalu menyemburlah sperma ku didalam lubang analnya .. AAAaaaah ….

Rosita ku dengar juga ikut mendesah keras sambil mulutnya menggigit bantal, tangannya menarik pantat ku seperti berharap penisku masuk lebih dalam, pinggulnya digerakan turun naik, aku rasakan kedutan-kedutan penisku dan remasan-remasan dari lubang analnya…
Setelah beberapa kedutan berlalu, masih gerakan keluar masuk perlahan, merasakan sisa-sisa kenikmatan, kulihat wajahnya .. ada setitik air mata dari sudut matanya..

Aku cabut penis dari lubang analnya .. bersih.. tidak ada kotoran yang ikut keluar, lalu aku bangun dan membersihkan diri ..
Keluar dari kamar mandi, aku melihat Rosita belum berubah posisinya .. terlentang, seluruh badannya terbuka, kakinya mengangkang lebar, bercak-bercak lendir disekitar vaginanya, bulu lebatnya terlihat basah oleh cairan itu matanya terpejam… Aku goyangkankan wajahnya, matanya terbuka ..
“Bersihkan sana !” perintah ku.. sambil aku kembali berbaring di tempat tidur..

Rosita ku lihat berjalan tertatih-tatih, berpegangan dengan apa saja yang dia lewati ..
Aku termenung sejenak, merasakan kemenangan mendapatkan dan menikmati tubuh gadis muda, aku tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya dari cara aku memperlakukan dia, kalau dia menikmati maka aku terus dapat menikmati tubuhnya, jika tidak paling dia akan menjauhi diri ku .. dan aku masih bisa mencari gadis-gadis muda yang lain … ‘masa bodoh !’ .. pikir ku… toh aku melakukan jelas-jelas tidak pakai hati hanya berdasarkan nafsu.

“Sakit pak..” Rosita berbisik.. sambil melepas bajunya, kemudian berbaring disebelah ku dan kembali memeluk ku ..
Aku tidak menjawab …
Bersambung

END – Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1  | Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 1  – END

FIRST CHAPTER |Bersambung(Merusak Gadis Lugu Jadi Liar Part 2)