Menjaga Keperawanan Adikku Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Tamat

Kejadiannya baru sekitar Februari yang lalu. Aku masih belum bekerja, dan adik baru lulus kuliah. FYI usia kami cuma terpaut setahun. Waktu itu kondisi saya masih pontang-panting hilir mudik nyari kerjaan. Mungkin kalian semua pernah mengalami pusingnya jadi sarjana pengangguran. Walau udah berbekal ijazah S1, tapi malah ditolak sana-sini. Putus asa, galau, frustasi semua campur aduk jadi satu.

Hari itu cuaca mendung. Dirumah aku bangun telat karena efek begadang malamnya, atau mungkin bisa dibilang insomnia. Ya, jadi sarjana nganggur mana enak, jadi bahan gunjingan satu kampung bikin malam-malam terjaga karena kepikiran. Aku bangun dan langsung melangkah ke dapur mencari segelas air putih.

Ayah ku udah berangkat kerja. Walau bukan keluarga berada, tapi kerja keras beliau terbayar setelah melihat kedua anaknya bisa memakai toga. Sedangkan ibu, mungkin sudah berangkat ke butiknya. Ini bisnis kecil-kecilan bareng temen-temen beliau daripada cengok d rumah. So, cuma tinggal aku dan adik perempuanku saja yang tinggal d rumah.

Waktu menunjukan pukul 09.30, ku lihat adikku sedang memasak sarapan. Sekilas gambaran adikku ini berkulit coklat, tidak hitam tidak putih, tinggi badan mungkin 165cm, dan ukuran payudara… Eeh. Maaf saya tidak tahu karena memang sebelumnya saya tidak pernah berhasrat sama sekali dengan dia.

Tapi perpisahan kami selama kuliah & baru kembali dipertemukan d rumah pasca kelulusan masing-masing membuatku baru sadar kalau tubuh adikku banyak berubah. Selain bertambah manis parasnya tentu saja adalah perbesaran ukuran payudara & pantatnya. Di luar rumah adikku masih berpakaian sopan & longgar, tidak jilbab panjang ala akhwat tapi sopan.

Namun di rumah pakaian ala daster, tank top & hotpantas tampak gagal menutupi keindahan tubuhnya. Sebenarnya sudah cukup sering dia memakai pakaian seperti itu di rumah, tp karena kami jarang ngobrol d rumah, aku sibuk nyari kerja dan main game,

sedangkan dia selalu d kamarnya menonton film korea & hanya keluar kalau mandi & makan. Alasan lainnya adalah karena baru sebulan dia pulang total dari studynya, sehingga jujur aku baru sadar kalau adikku sudah menjelma menjadi wanita dewasa.

Seperti yg kukatakan sebelumnya, pagi ini dia sedang menyiapkan sarapan di dapur. Sepertinya dia sedang masak nasi goreng, & pagi inilah aku menyadari keindahan tubuh adikku. Padahal dia hanya memakai daster berlengan, tapi rok pendek, namun payudara & pantat’a tersembul indah & pahanya menggoda.

Melihat aku bangun dia menyapa “Mas hari ini mau nyari keliling (nyari pekerjaan) lagi gak?”

Aku jawab “enggak dek, paling lusa. Hari ini belum dapet info apa-apa lagi”

“Ooh, semangat mas” katanya sambil tersenyum manis

“Mas mau nasi goreng pedes apa enggak?”

“Biasa aja dek, nanti sakit perut” kataku.

“Ok!” jawabnya.

Setelah percakapan tadi akupun pergi mandi sambil membayangkan tubuh adikku tadi.

“Ternyata adik gw badannya semok ya sekarang. Haduuh, ko gw jadi nafsu gini ya, ah masa adek sendiri gw garap. Gak ah!” kataku dalam hati.

Aku pun lanjut mandi tanpa onani sedikitpun. Seperti yg kubilang sebelumnya, aku baru sadar & belum terlalu berhasrat.

Selepas mandi, aku makan sarapan buatan adikku, Kami makan bersama-sama. Adikku masih mengenakan daster tadi, oiya aku lupa warnanya abu-abu. Serasi sekali degan kulitnya.

Suasana senyap, jadi aku coba buka obrolan.

“Udah ada ide abis lulus mau kemana dek?” aku memulai

“Yah kerja mas, aku udah dapet banyak info dr grup alumni di wa ku. Smg ada yg jebol salah satu” balasnya.

“Ooh gitu, ya smg lancar ya dek. Jgn kayak kakak mu ini. Masih luntang lantung. Hehehe”

“Belum rejeki aja mas. Nanti jg dapet sendiri”

“Amiin”

Yah obrolan soal kerjaan & masa depan udah garing aku coba cari topik lain.

“Pacar mu orang mana dek?” aku mulai nyoba ngobrol soal privat, tp mendengar aku nanya soal ini dia cengengesan, lalu senyum getir sambil bilang

“gak ada mas”

“Belum nemu yg pas lagi yah?” aku tanya lagi

“Mas, malah selama kuliah adek ga pernah pacaran” Sontak aku kaget

“Loh kenapa dek?”

“Gak enak lah masa kakaknya jomblo adiknya udah pacaran. Wkakakakakakak” Aduuh siaal adikku tertawa renyah sambil mengejek ku.

Emang sih aku juga lagi jomblo. Yah mana ada cewek yg mau sama sarjana nganggur. Emang Pacaran gak butuh biaya. Hehehe

“Peduli amat kamu. Pacaran mah pacaran aja. Kamu gak jelek kok” aku mulai obrolan serius lagi, eh adikku wajahnya berubag masam lagi

“Jadi gini mas, aku pernah punya pengalaman gak enak sama cowok. Jadi aku males”

“Pengalaman kaya gimana dek?” selidiku.

Dan adikku mulai cerita selama dia kuliah pernah ada mahasiswa kakak tingkat yg coba deketin dia, namun belum lama pedekate mahasiswa itu sudah minta foto2 sexy adikku, jelas dia marah. Lalu ada kejadian ketika adikku sedang kemping di gunung Semeru.

Waktu itu dia tidur d sleeping bag, & merasa di gerayangin, ketika bangun ternyata ada peserta lain yg iseng grepe2 badannya. Mahasiswa itu pun jd bulan-bulanan disana. Dan yg paling jengkel adalah ketika di lab dia tinggal berdua dgn seorang asisten dosen, mahasiswa kakak tingkat lagi.

Ketika asik menghitung rumus, dia dipeluk dari belakang oleh asdos tersebut. Adikku cerita nafas asdos tersebut memburu “dek, kamu cantik” kata asdos tersebut sambil mencium pipi serta lehernya yg masih tertutup kerudung.

Namun ketika dia merasa payudaranya di remas-remas serta bagian sensitifnya di pegang dia teriak & asdos itupun di bekuk satpam. Sejujurnya aku kaget mendengar cerita bahwa adikku pernah sampai mendapatkan pelecehan seksual seperti itu.

“Plis mas, jangan cerita ibu sama ayah yah. Aku gak mau bikin mereka sedih & marah” adikku memohon.

Aku masih kaget dgn pengalaman adikku ini. Dia bercerita sambil meneteskan air matanya.

“Plis mas jgn ceri-cerita ke ibu ayah ya. Adek takut mereka kecewa sama marah” Dia mulai menangis

“Iya dek. Mas ga akan cerita. Yg penting kamu masih perawan”

Adikku ga bilang apa-apa, masih menangis. Tiba-tiba dia berdiri & masuk k kamarnya.
Dalam hatiku aku merasa bersalah sudah membuatnya mengingat kenangan buruknya.

Piring nasi goreng kami berdua pun aku bereskan. Aku berniat menghampiri adikku untuk menenangkannya & meminta maaf. Sambil membawa minuman karena dia tadi belum minum aku ketuk pintu kamarnya. Aku panggil-panggil adikku, yang terdengar cuma isak tangisnya. Yah aku biarkan saja dia sendiri dulu.

Pagi beranjak siang, mendung berganti hujan. Aku sedang menyeduh segelas kopi G**D day utk menghangatkan badan, ketika adikku keluar kamarnya. Dari rambutnya yg acak & matanya yg sembab menyiratkan kalau dia menangis sampai tertidur.

Aku masih segan mengajak dia ngobrol. Dia keluar kamar sekedar ke kamar mandi & minum segelas air lalu masuk kamar lagi. Aku beranikan diri menghampirinya, kuketuk pintu kamarnya.

“Dek, mas mau ngobrol”

“sebentar mas lagi ganti baju” balasnya dari dalam. Aku tunggu sebentar sebelum dia buka pintunya.

“Kenapa mas?”

Dan dari sinilah mataku terbelalak. Dia pakai tank top hitam dgn celana street abu2 yg membuat payudara & pantatnya tercetak sangat menggoda, dan yg membuatku semakin birahi adalah bau badan bangun tidurnya sungguh….

Aku tergugu & berusaha menguasai diri

“Loh mau kemana dek?” tanyaku

“Mau k rumah metha, ngajak main dia” kata adikku

“trus mas mau ngobrol apa?” lanjutnya.

“Mas mau minta maaf td udah bikin kamu nangis dek.

Sampe kamu cerita hal2 yg ga enak buat kamu inget gitu. Mas janj…” Adikku menyela

“Masuk kamarku aja mas, sambil duduk sini..”

“urg!! Ok” aku setuju.

Aku masuk kamarnya & duduk d kasurnya. Kamar d rumah kami tidak terlalu besar. Lalu aku lanjutkan bicara lagi

“Iya dek pokok’a mas janji ga akan cerita sama ibu ayah” adikku tersenyum, air mata menetes lagi tiba2 dia memelukku

“mas, makasih ya. Beneran deh aku baru ceritan hal tadi ke Mas doang. Aku sedih mas, aku takut jadinya” Baru aku sadar adikku ini orangnya sensitif & gampang tersentuh.

Aku balas pelukannya “Next kamu ati-ati ya” kataku

“Iya mas”

sejenak aku adalah kakak yg baik sampai kemudian aku kembali menyadari betapa tipisnya baju adikku & sesuatu yg empuk menekan2 dadaku, mau tak mau birahiku bankit. Sedikit nakal aku eratkan pelukan ku, & mencium sepuasnya aroma tubuh adikku.

Sepertinya adikku belum menyadari kakaknya yg mulai tak bisa menguasai diri, karena masih dalam pelukannya adikku berkata

“Mas, adek kan jelek, ko sampai segitunya sih mrk melecehin aku”

“Kamu gak jelek dek, jgn minder gitu”

“menurut mas aku cantik?”

“Dek-dek kamu itu adikku, kamu itu adik mas yg cantik” aku menimpali.

Sebenarnya aku mau berlama-lama diposisi ini, namun dia melepaskan pelukannya, dan menatap wajahku sambil senyum.

Lalu berkata “Aku ngerasa aman sama mas, sejak kuliah masing2 udah lama ya kita gak ngobrol2 kaya gini mas.” aku diam saja & juga menatap wajahnya.

Dari sinilah awal mulanya, ketika wajah ku dan adikku saling bertatap ini, setan menguasai ku. Melihat bibir adikku tersenyum & sedikit terbuka aku dekatkan wajahku ke wajah adikku, dan utk pertama kalinya bagi kami berdua kami merasakan ciuman pertama kami…

Yeah!! That Was My First Kiss..!!

Itu ciuman pertama ku, dan aku melakukan ciuman pertama ini dengan…. Adik perempuanku satu-satunya..
Ada sesal, namun tak bisa ku pungkiri, ada keindahan & sensasi yg tak terlukiskan kata-kata.

Aku tak pernah melupakan rasa bibir adik kandungku sampai detik ini. Rasa ranum, rekahnya serta basah air matanya selalu terkenang hingga kini.

Menerima ciuman mendadak dari kakaknya adikku tersentak kaget, dia sempat berteriak kecil ketika bibirku menempel di bibirnya. Dia sempat mendorong tubuhku & menjauhkan badannya dariku untuk melepaskan diri, namun tangan kanan ku telah memeluk punggungnya & tangan kiriku menahan kepalanya.

Karena mendadak jugalah aku dapat menangkap bibir & kumainkan lidahku dalam mulutnya. Dalam merontanya, disela permainan mulutku adikku sempat berkata

“Mas, pliss!! Jangan..” sebelum aku kembali bermain di mulutnya.

Jujur saat itu aku dikuasai birahi, aku lupa siapa wanita didepanku ini.

Aku hanya bisa menuruti nafsu ku, sambil aku mencium & memeluknya, sedang adikku meronta & menggeliat mencoba melepaskan diri dariku. aku dorong tubuhku kedepan, kami berbaring dgn posisi aku di atasnya.

Sekali lagi untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan tubuh seorang wanita yg kutindih dibawahku. Mungkin kalian yg sudah menikah atau pernah ML bisa mengerti maksudku, dan memahami kenikmatan yg kurasakan.

Ketika aku makin mantap menindihnya dan ciumanku mencoba kualihkan ke lehernya, baru Ku sadar adikku kembali menangis. Kali ini tangisnya berbeda seperti sebelumnya, seperti merasa terluka atau kecewa. Mendadak aku hentikan aktivitasku & menatap wajahnya, dia hanya menutup kedua tangannya ke mulut. Lalu tiba-tiba aku ditamparnya, Plakk!!

walau tidak begitu keras tamparannya & sakit rasanya, namun cukup membuatku tersadar. “Dek” hanya itu yg terucap dari mulutku.

“Mas, kenapa mas?” Katanya sambil terisak. Aku hanya bisa tertegun diatasnya.

“Mas mau jadi cowok2 berengsek juga. Aku Adek mu mas, adik kandung” katanya setengah teriak dalam tangisnya.

Aku masih terdiam, bingung mau berbuat apa. Sejenak terlintas dibenak ku untuk bangun & meminta maaf, namun aku telat sadar, kemaluanku telah menegang dalam celana boxer ku, & posisinya tepat dibelahan vagina Adikku yg hanya memakai celana street ketat. Sedari Tadi kemaluanku menggesek2 vagina adikku, & itulah yg membatalkan akal sehatku.

Aku hanya bisa berucap “Kamu cantik sekali dek, maafkan mas mu tolong”

“Mas jangan” adikku kembali terisak & teriak kecil sambil kembali meronta & mencoba mendorong tubuhku.

Setelah perkataan ku itu aku dgn sadar menggesek2 penis ku sambil mencumbu lehernya. Tanganku mulai meremas2 payudaranya yg ternyata sungguh kenyal. Adikku masih meronta dibawahku sambil memohon agar aku berhenti.

Namun kata2 adikku sungguh tak terdengar olehku, sekali lagi aku coba mencium adikku, namun dia bertahan sambil menutup erat bibirnya & kedua tangannya memukul2 punggungku. Aku benar2 d kuasai nafsu.

menyerah dgn bibir adikku yg masih tertutup, aku mulai beralih ke payudaranya. Tanpa basa-basi & ditambah rasa ingin tahu melihat payudara wanita secara langsung untuk pertama kalinya aku singkap tank top adikku keatas, dia kembali berteriak “No!! Mas pliss jangan”.

Aku sekali lagi tak perduli, pandanganku fokus pada dua gunung kembar adikku yg terbungkus Bra merah berenda dgn pita d tengahnya, belakangan aku tahu ukuran payudara adikku adalah 34 B. Cukup ideal & proporsional dgn tubuhnya. Adikku kembali memohon sambil menangis.. “Mas, gak mau mas. Aku gak mau.. pliss”

Aku puaskan diri memandangi payudara pertama didepan ku ini. Payudara Adikku sendiri. Perlahan kuremas pelan, adikku mulai melenguh, sambil mengelengkan kepalanya. Aku remas lembut, saat dia membuka mulutnya aku cium bibirnya lagi.

Aku bermain dgn bibir serta lidahnya, adikku hanya diam, namun bibirnya tetap terbuka seolah membiarkan aku bermain disana.

Tangankupun beraksi kembali, aku angkat bra adikku, untuk kali ini aku benar-benar melotot. Sungguh indah payudara adikku. Kulit coklat, serta putingnya yg coklat muda bersemu merah jambu membuatku meneguk air liurku.

“Dek, buah dadamu bagus dek” kataku

Adikku hanya terisak, sambil menutup mulut serta matanya. Tangisnya sudah sedikit berhenti saat aku menciumnya tadi.
Sekarang aku tahu kalau bentuk payudara adikku itu seperti melon. Putingnya adalah bagian yg paling kusuka, berbentuk seperti ceri karena bulat d ujungnya. Sampai saat ini aku selalu memuji puting adikku itu.

Payudara adikku telah menantang didepan mataku, mau tak mau tanganku pun mulai bermain.
Kuawali dengan menyentuh ujungnya dengan telunjuk ku,tubuh adikku tiba2 berguncang sambil terpekik kecil. Jantungku berdegup sangat kencang, akupun merasakan demikian pada adikku pasti dia juga berdebar-debar melihat & merasakan miliknya dimainkan oleh kakaknya sendiri.

Pelan2 aku gunakan jari telunjuk serta jempolku untuk memilin puting adikku, dan “oorghh..!!” Adikku mendongakkan kepalanya keatas, nafasnya mulai naik turun, membuat payudaranya jadi semakin indah.

Tak sabar aku mulai remas pelan, dia masih melenguh sambil mendongak, aku remas agak keras, payudara ini benar2 terasa kenyal & padat d kedua tanganku. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua.

Aku mulai gunakan mulutku, diawali dengan lidahku untuk menyentug ujung putingnya, adikku kini terpekik sambil menatap wajahku. Tatapan matanya sayu.
“Mas” katanya tanpa arti..

Aku kembali sentuh dengan lidah puting payudaranya, terus menerus. Tiba-tiba tangannya yg sejak td menutup mulut atau mencengkeram seprai menjangkau kepalaku, aku sedikit terkejut, namun dia sepertinya menahan kepalaku agar tetap melumat dadanya.

Belakangan dia berkata padaku kalau payudaranya adalah bagian paling sensitif & membuatnya terangsang. Terutama puting sebelah kiri yg bentuknya setelah kuperhatikan agak lebih besar & bulat dibanding yang kanan..

Puting adikku benar-benar indah sungguh membuatku mabuk kepayang. Aku tak bosan-bosannya memainkan tangan & mulutku disana. Memilin, meremas, menjilat sampai menghisap, apapun aku lakukan untuk memuaskan birahiku, puting adikku sungguh terasa kenyal dalam mulutku membuatku gemas sekali, lidahku pun seolah ikut gemas karena menikmati bermain dengan putingnya.

Sedangkan adikku yg sesekali ku lihat disela kenikmatanku hanya bisa merem melek, mendongak, melenguh & menggelang menerima aktivitasku. Kedua tangan adikku masih membelai2 kepalaku, dan peluh seperti orang marathon membasahi tubuh kami berdua. Tak tahu berapa lama aku asik mempermainkan kedua payudara adikku tiba-tiba tangannya menjambak rambutku & disaat bersamaan tubuhnya mengejan, pinggul’a bergerak2 sambil teriak2 kecil, kepalanya mendongak ke atas

“urgh…orgh..urgh…ohh.. Masshhh… oorrgghhhh” Hanya kalimat itulah yg ku ingat dari adikku.

Aku merasakan basah pada kemaluanku yg masih tertutupi boxer, sepertinya adikku merasakan orgasme pertama dalam hidupnya.
Perlahan pinngul adikku yg bergoyang & menggelinjang telah nomal kembali, hanya nafasnya yg berubah jadi memburu.

Selesai dalam orgasmenya adikku kembali menatapku sayu, peluh membasahi wajahnya yg ternyata membuat tampangnya yg sehari-hari kalem menjadi sangat sensual & menggemaskan. Sungguh aku berhasrat pada mu adikku sayang!!

Perlahan kucium mesra adikku, kali ini dia membalas ciuman ku. Ooh, indah & nikmat sekali saat itu. Dia terima lidahku dalam mulutnya, kamipun berpagut mesra.

Setelah itu aku buka tank top serta bra nya, tak ada penolakan darinya, pun saat aku menarik celana streetnya adikku hanya bs pasrah.
Akupun membuka baju serta boxer & celana dalamku, untuk pertama kalinya aku telanjang bulat d depan seorang wanita. Adikku hanya tinggal bercelana dalam saja. Masih ku ingat dia memakai celana dalam krem berenda dgn motif bunga, sungguh terlihat sexy sekali adikku.

Namun mata adikku melotot melihat batang penisku yg sudah sedari tadi menegang, pasti ini pertama kalinya dia melihat batang penis seorang pria secara langsung.
Mungkin kalian bertanya kenapa aku tidak melepas CD adikku. Sungguh, tubuh adikku yg half naked dgn celama dalam hitamnya membuat dia terlihat sangat menggairahkan.

Aku lanjutkan kembali permainanku dgn adikku. Di awali dengan kubangunkan adikku dr baringannya, kami duduk saling berhadapan, saling melingkarkan lengan dileher, lalu kami berpagut kembali. Kali ini adikku benar2 pasrah, selain kulumat bibirnya yg ranum, aku garap juga leher serta telinganya, suara lenguhan adikku kali ini kudengar lebih jelas & erotis.

Saat mulai kumainkan lagi payudaranya yg indah itu, adikku teriak “ooaaarrggghh!! Maaashhhh!! Yes, there..!!!” sambil membuang badan kebelakang & menggelayutkan lengannya di leherku, sedang penisku bergesekan dgn CD serta perutnya.

Kami berdua benar2 menikmati posisi itu, sampai tiba2 tangan adikku memegang batang penisku, sontak aliran listrik seperti mengalir d tubuhku karena ini pertama kalinya penisku dipegang wanita.

Dan entah tau darimana setelah melepaskan diri dari pelukanku adikku mengocok batang penisku sambil memagut bibirku. Aku sungguh menikmati perlakuan adikku sambil memainkan buah dadanya.

Nafas kami sama2 memburu, aku yakin kami berdua merasakan kenikmatan dari melanggar tabu tersebut, yah adik perempuan mengocok batang penis kakak kandungnya. Namun siapa sangka sensasi aneh ini justru memberi nikmat tiada tara.

Handjob adikku benar2 mujarab, karena aku akhirnya orgasme di tangannya. Bersamaan dgn orgasme ku, aku tarik tubuh adikku, kami dalam posisi berpelukan kembali sambil duduk berhadapan, sehingga penisku tepat berada d antara tubuhku & tubuhnya, dan orgasme maksimal ini memuntahkan sperma ku d perut kami berdua, oh tidak lupa kami kembali berciuman mesra.

Kami berdua ambruk dalam peluh, & nafas kelelahan kami. Saling pandang beberapa saat, adikku tersenyum sayu namun indah & manis. Saat itu aku menco utk beranjak ke manuver berikutnya, yaitu membuka CD adikku.

Tanganku perlahan turun k arah CD nya, ketika mulai kucoba menurunkannya, adikku menahan dgn tangannya sambil menggeleng pelan “Jangan ya mas. Cukup dulu”

Tapi tentu saja nafsu utk melihat vagina adikku mengalahkan kelelahan & norma. “Tanggung ya dek, mas cuma mau lihat” sambil sedikit memaksa akhirnya lolos lah CD adikku, kini kami berdua telanjang bulat.

Aku bangkit & mengamati vagina adikku ini, benar2 vagina seorang perawan. Rapat, & sedikit bulu halus d atasnya, namun yg membuatku kaget & jatuh cinta adalah harumnya. Adikku benar2 merawat mahkotanya ini. Mungkin kalian akan langsung menjilati vaginanya, namun entak kenapa aku jijik & sama sekali tidak berminat. Bahkan sampai sekarang belum pernah sekalipun aku menjilat vagina adikku.

Aku sekali lagi dibuat takjub oleh vagina adikku. Menyadari vaginanya jadi bahan tontonan olehku adikku menutup kedua kakinya “cuma lihat doang kan mas.. Udah ya adek malu..”

Aku sungguh2 kagum dgn adikku, dia benar2 merawat tubuhnya hingga vaginanya harum seperti ini.
Sesaat sebelum adikku merapatkan kedua kakinya, aku sempat menahannya dgn kedua tanganku.

“Sebentar dek, vagina mu harum, mas suka baunya” kataku bernafsu “iih udah dong ah. Adek malu masa diliatin kaya gitu” nada bicaranya masih terengah2 setengah memburu setelah pergulatan kami tadi.

Sadar adikku tidak nyaman vagina’a jadi bahan tontonan, wajahku naik k dadanya, & kembali tanpa bosan mulutku bermain dgn puting sebelah kirinya yg indah & sensitif seperti ceri.

“Oorg..irgh… Mas mau ngapain lagi!!” pekik adikku tertahan sambil tangannya mencoba menjauhkan kepalaku.

Namun selanjutnya adikku hanya bs memejamkan matanya menikmati permainanku, tapi dia tdk sadar bahwa permainan ku pada dadanya hanya pengalihan, karena target tanganku adalah bermain pada vaginanya.

Di awali dr kubelai2 perutnya, adikku mengejang “urrgh..mass.. Geli lah..” sambil tangan kanannya menggenggam tanganku.

Lalu perlahan turun hingga sampai k belahan vaginanya adikku berontak & mencoba menepisnya ” Mas iiihh!! Janganlah, aku gak mau” sambil matanya melotot marah. Aku tak mau kalah, kupagut bibirnya, kupilin puting kirinya dgn tangan kiri, setelah kutepis tangan kanannya dgn tanganku, kudorong dia agar rebah, & saat itulah kujangkau vaginanya.

Ketika belaian tanganku menyentuhnya, adikku berteriak tertahan oleh pagutan ku, sempat kuliah setetes air mata membuat sungai dipipi’a. Sekali lagi dia merasa runtuh pertahanannya.
Vagina adikku terasa tebal, halus terutama dibibirnya, sekian menit kubelai2 vaginanya & ciumanku berubah ke lehernya, aku mulai memberanikan diri mencari klitoris adikku.

Jari tengah ku masuk perlahan, adikku yg tadinya terpejam & melenguh kembali berontak dibawah tindihanku. Kali ini dia benar2 melawan

“mass pliss aku mau mass, tolong aku adik mu. Udah cukup yg tadi mas.. Ouuuurrggghh” aku ingat sekali kata2 penolakannya terhenti ketika kusentuh klitorisnya.

Seketika ekspresi adikku berubah, yg tadinya berontak matanya kembali terpejam sambil menggigit bibir bawahnya. “Oourrshhhhtttttttt!!!!!” hanya itu kata2 yg kudengar.

Sungguh rapat vagina adikku, & klitorisnya walau agak sulit namun kini sudah dlm jangkauan jari tengah ku. Tak menunggu waktu lama ku aduk2, kuputar2 vagina adikku.

“ssrrhhhh….addduuhhhhh!!! oourghhh…sshhttttttt” Hanya desahan erotis yg terdengar dari mulutnya sampai adikku hampir kembali menemui orgasmenya.

Sebelum orgasme dia raih kepalaku & kami berpagutan lagi, sampai pinggulnya bergoyang & berkedut berkali2 sambil memuntahkan cairan cintanya. Dan orgasme kali ini benar2 luar biasa karena banyaknya cairan dari vaginanya.

Adikku memeluk erat tubuhku yg rebah di atasnya, nafasnya benar2 terengah2. Wajahnya merona merah, matanya terpejam, mulutnya megap2 seperti ikan kehabisan nafas..
setelah berapa lama dia & mampu mengatur nafas adikku berkata “Mas, selanjutnya terserah mas. Aku pasrah mas”

Aku kaget, dan kutatap wajahnya. “Maksud kamu apa dek?”

“iya selanjutnya mas apain aja tubuh aku, aku ikut. Mau mas masukin juga silahkan” Kata adikku sungguh2,

matanya masih sayu, namun aku dapat menangkap keseriusan didalamnya. Untuk kesekian kalinya setetes air mata mengalir pelan dr pinggir matanya, membuat segaris sungai kecil dipipinya.

“Kamu yakin dek? Inikan yg berharga buat kamu, kamu gak nyesel nanti?” kataku. Adikku cuma berpaling menatap sebelahnya

“apa menurut mas bibirku ga berharga, apa menurut mas dadaku ga berharga, terus vaginaku udah mas buka sama mainin, itu ga ada artinya?” aku diam

“Mas yg mulai ini duluan, jadi tolong, jgn aku jadi mainan mas doang” Aku semakin merasa bersalah.

“Yah, kalo itu keputusan kamu dek, kita akhirin bareng2” kataku.

Perlahan ku arahkan kepala penisku ke vaginanya, ini pengalaman pertamaku. Sungguh jantungku terasa mau keluar saat itu. Pelan ku arahkan, dan “sleb!” baru masuk kepala penisku saja aku merasakan kehangatan yg dahsyat mahkota wanita.

Vagina perawan benar2 meremas2 penisku dalam dindingnya. Adikku merem melek, menggigit bibir bawahya. Tangannya mencengkeram seprai.
Kudorong sedikit lagi, dan tibalah aku didepan selaput daranya.

Ini pertaruhan terbesar buat kami berdua, akankah status perjaka & perawan kami lepas ditangan saudara sekandung?

Bersambung……