Main Api Sama Sepupu Part 8

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19

Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 8

Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 8

panas kota medan

Resi

Setelah ku selesai melihat jadwal pelatihan ku segera aku memasuki kamar untuk mengambil baju ku buat pelatihan besok. Aku berniat tidur di rumah bude neli malam ini. Karna ku tidak enak sama bude neli membiarkan resi pulang sendirian dari mess ku. Walaupun jarak mess ku dan rumah bude neli cukup dekat.

“Pak saya titip kunci kamar saya ya, saya malam ini nginap di rumah keluarga saya aja.” Sambil ku berikan kunci kamar ku ke petugas resepsionist.

Setelah selesai ku titipkan kunci ku. Ku liat resi tertidur menunggu ku di lobby.

“Sii….sii…..ayoo bangun” ku goyang – goyang tubuh sepupuku. Terlihat sangat pulas tidurnya walau pun sambil duduk di atas sofa.

“Resiii…..ayoo lah nanti bude cari – cari kamu”

“Hah….maaf ian ku ketiduran, habisnya lama kali pun” resi mengucek mata dan mengelap bibirnya.

Saat berada di atas motor ku suruh dya untuk memeluk ku erat. Karna ku tau dya mungkin akan mengulang tidurnya yang terganggu. Kini terasa oleh ku dua buah gundukan dadanya yang menempel di punggung ku.

Sesampai di rumah bude neli, ku salami bude ku, pakde serta kakak tertua dari resi, Kak ita namanya. Kak ita sudah nikah dan mempunyai 2 orang anak laki – laki. Dya dan suaminya tinggal bersama bude ku.

Anak bude neli ada 3 orang. Semuanya perempuan. Resi adalah anak bungsu dari bude ku.

“Si kamu pindah tidur di kamar nova ya, biarkan rian tidur di kamar kamu dulu” jawab bude neli sambil mengambil ransel yang ku letak kan di lantai.

“Yaaah buunnn…..kenapa harus kamar si pula yang di pake, kamar kak nova ajalah bun”

“Kamu ini macam gak tau aja nova gimana kondisi kamarnya” kata bude neli ke resi.

“Udah lah bude saya tidur di ruang tamu aja. Gak apa apa kok, kan cuma 1 malam ini aja”

“Reeesii….malu lah sama rian masih seperti anak kecil saja” pak de coba berikan pengertian ke resi.

“Udah yan…sana masuk kamar resi, besok pagi kamu harus pelatihan kan, kalau kamu kurang tidur bisa ngantuk nanti” jawab pak de ku.

Ku liat kamar resi ini sungguh wangi, bersih dan nyaman. Pantesan dya gak rela meminjamkan kamarnya terhadap ku. Saat aku mulai menikmati suasana dalam kamar resi. Tiba tiba pintu kamarnya terbuka.

“Kamu tidur di bawah ian, aku mau tidur di atas, gak bisa tidur aku di kamar nova, sumpek dan jorok tu kamar” terlihat resi kesal.

“Ya udah lah sii aku tidur di ruang tamu aja, pinjam aku bantal kamu 1 ya” ku ambil bantalnya lalu aku pun keluar.

“Ehhh jangan kamu tidur di luar, mati lah aku besok di marahi bunda sama ayah.”

resi kini membentangkan selimut tebalnya di bawah kasurnya.

“Tidur sini aja, aku gak mau tau pokok nya, kamu tidak boleh tidur di luar, terserah kamu mau tidur dimana yang jelas masih di dalam kamar ini, sekalian tolong matikan lampunya.”

Akupun mematikan lampu kamarnya, dan tidur di bawah tempat tidurnya. Ku ciumi selimut yang dya bentangkan untuk alas tidur ku. Wanginya seperti aroma strawberi, membuat nafsu ku pun menjadi naik.

“Hufft….sialan ni si joni, gak tau kondisi main tegang – tegang aja” jawab ku dalam hati.

Aku pun jadi susah tidur jadinya. Karena kondisi joni ku yang tegang. Ku berdiri dan ingin segera kencing. Saat ku ingin masuk kamar mandi. Alangkah kaget nya aku melihat CD dan Bra bergelantung di kamar mandinya.

“Pisssssssssssssssss….” ku kencing sambil mengamati isi isi kamar mandi. Setelah selesai cebok dan menyiram ku melihat ada pintu lagi selain pintu yang ku masuki tadi. Pintu itu sedikit terbuka dan terlihat lampu yang tidak terlalu terang. Ku langkah kan kaki ku menuju pintu itu. Ku buka dan ku lihat ternyata pinty tersebut menuju kamar kak nova. (Jadi 1 kamar mandi ini di pakai untuk 2 kamar tidur, kamar tidur kak nova dan kamar tidur resi)

“Cukup aneh” pikirku.

Ku amati kamar tidur kak nova, dan ternyata resi benar, kamar kak nova begitu berserakan oleh buku, baju, tas, serta sepatunya. Emang sangat berbeda jauh dengan kamar resi. Saat sedang melihat lihat isi kamar, aku di kagetkan dengan suatu sosok yang sedang tidur bertelanjang dada dan memakai CD berwarna merah. Berdebar jantung ku melihat kondisi tidur kak nova. Si joni di dalam celana ku pun ikut memberontak ingin menyaksikan pemandangan indah.

Tapi ku gak mau ambil resiko, ku urungkan niat ku untuk berlama lama di kamar kak nova. Ku masuk kembali ke kamar mandi, ku tutup pintu kamar mandi yang menuju kamar kak nova. Ku amati kembali Cd Dan bra yang menggantung di kamar mandi lalu ku ciumi satu persatu..

“Hmmm….aroma surga nya begitu lekat menempel” pikir ku dalam hati. Aku pun mulai mengeluarkan si joni ku dari sarangnya dan mulai ber imajinasi dengan menggunakan CD yang ku pegang. Walau ku tidak tau CD ini kepunyaan siapa yang jelas ku harus bisa memuntah kan si joni agar aku bisa tertidur.

“Ouhhhhhh…..ouhhh…..sssssettttttt..” ku terus memainkan joni ku.

“Heeeiii riiiaaaaan……ngapain kamu….” resi berteriak sambil mengambil CD yang sedang ku hirup.

Alangkah kagetnya aku, dan malu. Aku tidak tau harus berbuat apa selain cuma bisa diam dan tertunduk. Untung teriakan resi tadi tidak membangunkan keluarga keluarga ku yang sedang tertidur.

“Maaf siii….aku gak bisa tidur, aku gak sengaja seperti ini, karena waktu aku mau kencing ku lihat CD dan Bra tergantung, ya aku pun jadi nafsu, jadi tegang burung ku liatnya” jawab ku yang tidak berani memandang wajah resi.

“Udah sana tidur, apa gak puas kamu udah mengambil keperawanan eka ha?”
Resi mulai meninggi kan suaranya.

“Si ku mohon jangan lah keras – keras, bisa bangun bude atau yang lain nanti si, ku kan dah minta maaf.” Sambil ku berjalan meninggalkan kamar mandi dan resi.

Saat ku sudah berbaring, resi belum juga kembali ke tempat tidurnya. Aku pun tidak tau kenapa dya begitu lama di lamar mandi. Betapa malu nya aku tertangkap basah oleh resi yang sedang menghisap aroma CD nya tadi.

“Aaaah……..,,bodoh….bodoh….bodoh….” jawab ku dalam hati.

Tiba – tiba resi pun keluar kamar mandinya. Dan dya pun mulai berbaring kembali di tempat tidur nya.

“Belum tidur kamu ian” tanya resi ke aku.

“Belum si, sekali lagi ku minta maaf ya, beneran…tidak ada niat ku untuk seperti itu tadi nya si, dan ku mohon jangan ada 1 orang pun yang tau cerita ini”

“Ku maaf kan kalau kamu jawab jujur pertanyaan ku ian”

“Sering kamu mencium kolor seperti itu”

“Sumpah, gak pernah seumur hidup ku seperti itu, baru tadi lah ku lakukan” aku bangkit dari tempat tidur ku untuk meyakinkan resi.

“Terus kenapa kamu lakukan itu?”

“Saat ku tidur di bawah tadi ku gak bisa tertidur, ku mencium aroma strawberi selimut si yang si kasih ke alas ku ini. aroma itu ku tau aroma sabun yang biasa di pake wanita, karna aroma itu buat burung ku tegang tadi” jawab ku mencoba meyakinkan resi

***(Aku bukan sekali atau 2 kali mencium aroma strawberi yang seperti ini suhu, mantan ku dulu tubuh dan rambutnya ku rasakan aroma strawbery seperti itu, jadi wajar si joni ku tegang tadi karna ku mengingat aroma mantan)***

“Ya udah jangan pernah kamu lakukan lagi ian, cukup ini yang pertama dan terakhir, tidur lah lagi besok kamu pelatihan kan, udah jam 3 ini”

Ku lihat jam memang sudah jam 3 pagi. Kini ku sangat menderita, selain memikirkan malu dengan resi, si joni ku pun tidak menciut di dalam sana walau sudah tensin ( ketuan) dengan resi. Kini ku coba balik kan arah tidur ku.

“Belum tidur juga kamu ian” tanya resi ke aku.

“Gimana ku bisa tidur si, burung ku belum juga ciut ni,” ku pelankan suara ku ke resi

“Teerussss mau ngapain?, mau buat penyakit lagi, mencium kolor, iyaaaa” nada resi kini semakin tinggi.

“Gak si, gak kan ku ulang lagi, tapi ku gak tau caranya gimana buat ngeluarin nya. Tidak di keluarin gak bakal tidur – tidur ku ni “

“Tu makanya otak tu jangan mesum aja, gini jadinya kan, gak di kasih jatah pusing, gK tidur, dasar laki – laki”

Ku pun terdiam dengan kata kata resi tadi. Ku masih saja belum bisa gimana cara ngeluarin sperma ku.

“Tapi pasti resi marah kalau aku keluarin sperma ku di kamarnya” pikirku dalam hati.

“Udah sana nonton bokep di hp mu ian, keluarin sendiri, habis tu tidur kamu lagi”

“Ahhhhh kenapa gak terpikir oleh ku yaaaa” kembali ku bicara dalam hati.

Ku buka hp ku. Ku cari link – link bokep. Ternyata semua pada di block oleh provider. Tidak ada satu pun link bokep yang ku ketahui yang bisa ke buka.

“Huhhhhhhhh” ku letakkan kembali hp ku di samping tempat ku tidur.

Tiba – tiba resi pun bicara kembali

“Udah, kok cepat” tanya resi

“Belum, udah pada di blokir semua situs situs bokep yang ku tau,”

“Terussss….mau kamu gimana lagi buat ngeluarinnya.” Tanya resi ke aku.

“Ntah lah si, udah sakit kali kepala ku di buatnya, rasanya pengen ku potong burung ku ini ku kasih ke kucing, kalau menyiksa ku terus aja” kini aku pun mulai sewot dengan kondisi ku yang sudah tidak karuan.

“Hahahaha, kasian lah eka nanti ian kalau burung mu kamu kasih ke kucing,” terdengar ledekan resi di atas tempat ku tidur. Resi pun kini mulai menghadap ku ke bawah. Di perhatikannya wajah ku. Kalau liat CD ku yang ku pakai bisa kamu keluarkan sperma mu.

“Dug…….” kaget setengah mati ku di tawari untuk melihat CD yang dya pakai.

“Kamu serius si, jangan lah bercanda si, aku dah macam orang gila ini,” sambil ku tatap mata nya.

Hanya anggukan dya berikan ke aku.

Dya putar badannya. Kini kaki nya menjuntai ke arah ku. Lalu di buka nya celana tidur yang dya pakai. Terlihat CD pink dya begitu sangat Pas dengan kulit putihnya.

“Cepat, dan tidak boleh pegang apalagi cium, ngerti kamu ian,”

“Iya si”

Ku keluarkan joni ku dari sarangnya lalu mulai ku kocok joni ku sambil melihat CD pink resi pakai.. setelah 3 menit masih belum ada tanda ingin keluar dari mulut si joni.

“Si lebar kan lagi si,” perintahku

Resi pun melebarkan kaki nya terlihat lipatan memeknya kini mulai hilang berganti dengan dream hole yang indah.
7 menit berlalu masih ada juga tanda – tanda sperma ku akan keluar.

Tanpa sepengetahuannya ku dekat kan hidung ku di selangkangannya. Ku hirup dalam dalam aroma memeknya yang masih terbungkus CD pink. Sambil terus ku mengocok kontol ku, semakin ku beranikan diri ku untuk lebih jauh, kini bukan hidung ku yang bermain. Kini ku gantikan dengan lidah ku, ku jilati memek resi, ku hisap, ku jilati lagi, ku hisap lagi, sehingga kini CD resi pakai telah basah oleh air liur ku.

Tampak resi tidak ada penolakan sama sekali atas caraku terhadap memeknya, sekali sekali dya terlihat menggoyangkan pantatnya.

Kini ku lanjutkan lagi serangan ku di selangkangan resi. Jilatan ku kini ku alih kan ke samping, ku jilati paha dalam resi, ku jilat kiri, lalu ku berpindah ke paha kanan,

“Ouhhhhh…sssstttttttt” terdengar desahan resi di atas sana.

Ku lanjutkan serangan ku kembali. Jilatan ku terus ke sisi dalam dari pahanya, ku bantu dengan tangan ku untuk menyampingkan cd resi, ku masuki lidah ku ke dalam sana. Tiba tiba resi pun berdiri

“Kamu udah ingkar sama janji kamu ian,aku udah coba menolong kamu tapi kamu balas apa” bentak resi ke aku.

“Maaf kan aku si, aku khilaf,”

Resi pun keluar dari kamarnya meninggalkan ku begitu saja.

(Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 7)Sebelumnya | Selanjutnya(Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 9)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game