Main Api Sama Sepupu Part 7

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19

Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 7

Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 7

suasana kota medan

Aku bersama cintya dalam perjalanan menuju bandara. Tampak raut wajah cintya sedih melepas ke pergian ku. Padahal ini bukan dinas luar kota ku yang pertama. Dalam setahun, aku selalu keluar kota 2 sampai 4 kali. Ku tau ini terlalu lama aku harus meninggalkannya. Selama ku pacaran dengan nya paling lama ku meninggalkannya 1 minggu.

“Sweety kenapa sedih gitu” tanya ku

“2 minggu itu cukup lama lovely, bisa mati aku menahan rindu” dya rebahkan badannya di pundak ku.

Ku kecup keningnya “mmmmmmuuuaaah” sabar ya sayang, tunggu aku kembali.

Sesampai kami di bandara, segera ku lakukan cek in tiket. Ku suruh cintya untuk memesankan minum ku di salah satu cafe. Setelah selesai ku lihat dya dari jauh, ternyata dya sangat – sangat cantik, beruntung aku bisa mengisi hati kekasih ku itu.

Cintya selain cantik dan cerdas, dya ini selalu menuruti keinginan ku. Apapun yang ku minta darinya pasti dya kabul kan permintaan ku, termasuk memakai kontrasepsi susuk di badannya. Makanya aku tidak perlu takut kalau dya hamil apabila ku tembak kan sperma ku di dalam memeknya.

“Sweety udahan dong bersedihnya, aku kan kerja, dan mana mungkin ku bisa menolak”

“Iya lovely ku ngerti kok, tapi ntah kenapa aku saat ini merasa sedih aja melepasnya” air matanya kini mulai mengalir.

Ku peluk dya di dada ku, ku cium kening dan rambut kepalanya.

“Di harapkan untuk para penumpang Garuda dengan nomor penerbangan GA122 segera menaiki pesawat.”

“Pesawat ku dah mau terbang ni sweety, ku berangkat dulu ya, kamu jangan banyak bermenung bawa mobilnya, ngerti!!”

Hanya anggukan dya berikan kepada ku, lalu di cium tangan ku. Aku pun kembali merangkulnya dan mencium keningnya.

” ku pergi dulu ya sweety”

“Iya, nanti kalau udah sampai kaabari aku ya” jawab cintya.

Selama ku berada di dalam pesawat aku tertidur pulas. Tidur ku terganggu saat ada suara pramugari yang memberitahukan ku agar seluruh penumpang mengencangkan sabuk pengamannya kembali, karena pesawat akan segera mendarat.

Setelah aku mengambil seluruh barang – barang ku, aku pun menuju pintu keluar bandara untuk mencari taxi.

“Pak….pak riaaan…siiiniiii paaak” teriakan mas feri.

Ku peluk tubuh mas feri.

“Apakabar mas sehat” tanyaku

“Alhamdulillah pak sehat, bapak gimana?”

“Kalau gak sehat tidak mungkin saya ada disini mas, ouh ya yang lain sudah pada datang mas?”

“Sudah pak, ada yang datang pagi, siang, sore, cuma bapak sendiri yang datang malam.” Jawab pak feri sambil memasukkan barang bawaan ku ke mobil avanza nya.

Selama dalam perjalanan dari bandara menuju mess te***m kami bercerita tentang kedatangan ku tahun lalu. Aku dan mas feri tertawa terbahak – bahak. 30 menit dalam perjalan sampai juga kami di mess te***m, terlihat teman2 seprofesi ku sibuk ngobrol – ngobrol di teras lobby.

Saat ku baru turun dari mobil langsung ku di sambut oleh bang anton.

“Haaaa jagoan dari riau sudah datang, sudah kau aman kan tower – tower disana kan bro” bg anton berbicara sambil bersalaman dengan ku. setelah Ku salami teman – teman se profesi ku seluruhnya.

“Kalau tidak aman lae(abang), mana mungkin ku di lepas pak ismail ke sini, pasti sudah di gantungnya aku lae.” Jawab ku yang membuat teman – teman ku tertawa semuanya.

Bang anton ini dulu adalah bos aku sewaktu di riau. Dya sangat kepada ku, sehingga sebelum dya di pindahkan ke palembang dya meminta kepada pak ismail agar aku di training ke bandung supaya aku yang menggantikan tugas nya di riau. Selain jadi atasan ku yang baik, dya juga adalah pesaing ku untuk mendapatkan hati cintya pacarku saat ini.

Bang menarik ku dari teman – teman ku yang lain.

“Ehhh apa kabar cintya bro?, makin cantiklah dya sekarang, kalau kau udah bosan kasih aku lagi ya bro, biar ku terus kan lobang belut kau itu” kata bang anton sambil merangkul ku.

“Ahhh apalah lae ini, belum bisa juga lae lupakan dya, udah makin sehat dya lae ku buat” ku dorong badan bang anton.

“Pasti ruangan kerja kau disana habis di kencingi sama dya kan, nanti ku suruh pak is buat razia ruangan kau itu” kata bang anton sambil tertawa.

Dulu bang anton menceritakan obsesinya kepada ku. Dya kalau bisa pacaran sama cintya, mau di garap nya cintya dalam ruangan kerja kami, dan bang anton menilai cintya ini adalah wanita kuat nafsu(kunap). Yang bisa terkencing kencing kalau orgasme, karena cintya pacar ku di tumbuhi bulu – bulu halus di tangannya.

Semua obsesi bang anton tidak terwujud sampai dya di pindahkan ke palembang, justru aku yang mewujudkan impian bang anton.

“Ku ke kamar dulu lah lae, sakit – sakit badan ku lae,” sambil ku ambil barang bawaanku.

“Oke lah bro istirahat lah sana”

Setelah selesai memindah kan baju – baju ku ke lemari. Tiba – tiba hp ku berbunyi ku lihat di layar eka yang menelfon ku.

“Assalamualaikum ka”

“Walaikumsalam, udah dimana ian, kapan mau singgah ke rumah” jawab eka

“Rian minta maaf sebelumnya ka, ian lupa memberi tau eka, rian tidak jadi ke padang ka, ian ada pelatihan 2 minggu di medan, tadi habis magrib terbang, ini baru sampai mess te***m untuk istirahat.”

“Ahh mode tu lah tu, kalau sibuk bacewek se di situ, ndak takana lai untuk ma agiah kaba kasiko ( itu lah kalau sibuk pacaran aja di situ, tidak ingat lagi untuk berikan kabar kesini.)” Terdengar suara eka marah.

Tut…..tut…….tuut……

Telfon pun di matikan eka begitu saja tanpa aku bisa menjelaskan ke dya. Aku gak tau harus bagaimana menjelaskannya. Karna ku tau eka ini orang nya keras.

Saat ku memikirkan cara untuk menjelaskan ke eka, justru ku tertidur di kamar ku. Tiba – tiba ku dengar pintu kamar ki di ketok

“Tok…..took…..tok.”

“Iyaa siapa” tanya ku

“Feri pak”

Segera ku buka pintu kamar ku.

“Ada apa mas,”

“Ada yang cari bapak di bawah, perempuan, katanya sepupu bapak, kalau saya tidak salah nama nya resi”

“Suruh tunggu ya mas, aku mandi dulu” kataku kepada mas feri.

Ahhh…dari mana resi tau aku disini, dan kenapa dya cari aku, beratus pertanyan muncul di otak ku saat sedang mandi.

Selesai mandi ku turun ke lobby dan ternyata emang benar resi yang datang menemui aku.

“Haa, kok tau rian disini” sambil bersalaman.

“Eka yang suruh si cari rian, kalian yang pacaran aku jadi sibuk kalian buat” tampak kecewa wajah resi.

“Sebentar ya” kata ku ke resi.

“Mas, ada mobil gak, saya mau cari makan diluar” tanya ku kepada resepsionis di mess ku.

“Ini pak, mobil nya yang parkir di pojokan dekat pohon tu,” jawab pak resepsionis.

“Makasi pak”

Kembali aku datangi resi yang sedang duduk si kursi lobby.

“Udah makan si, temani rian cari makan ya”

“Kebetulan belum, hehehehe” resi tertawa cengengesan.

Sepanjang jalan jamin ginting, mata ku tertuju di sebuah cafe yang sangat menarik. Segera ku masuki mobil ku. Kami pun turun dan makan di sana.

“Nasi goreng seafood satu ya mbak, minumnya ice tea, si mau makan apa?”

“Ayam penyet satu porsi, ice tea juga ya kak” kata resi sambil mengembalikan daftar menu.

“Kok eka nelfon resi, emang ada apa” tanya ku ke resi.

“Eka gak percaya rian di medan, awalnya eka nelfon fani suruh cek kebenaran rian apa iya di medan, tapi fani suruh telfon ke si, karna mess te***m dekat dari rumah si, makanya si datang.”

“Ada – ada aja eka ni lah, jadi tau semua keluarga jadinya,” kata ku sambil geleng – geleng kepala.

“Halah rian….lebih dari ini si tau kok ian apa yang terjadi sama ian dan eka di ruang tv”

“Dug…..” betapa kagetnya aku dengar perkataan resi.

“Jujur ian resi gak nyangka aja, ian bisa bermain cinta dengan eka yang tidak lain sepupu ian sendiri. Apa lagi harus memperawani eka” jawab resi menatap mata ku.

“Untung cuma aku dan fani yang terbangun dan melihat semuanya ian.. kalau sempat yang lain tau gimana coba?”

Aku terdiam seribu bahasa atas ucapan resi ke aku. Aku memang tidak bisa berkilah lagi dari nya. Makanan pun tiba di meja kami.

“Yuk makan, apa lagi yang harus kamu pikirkan, semua kan dah terjadi ian, ya ku gak tau apa itu cinta atau nafsu saja ke eka. Kalau ku pikir eka sangat cinta sama kamu sehingga dya gak begitu yakin kalau kamu ada disini.” Jawab resi sambil menyantap makanannya

Setelah makanan kami habis, resi pun mengajak ku pulang, karna memang hari sudah cukup malam saat itu. Dya takut bude neli akan mencarinya.

Di dalam mobil ku coba untuk bertanya ke resi.

“Apa si ada beri tau ke keluarga lain?”

“Fani tuh yang kasih tau ke kak sinta sebelum kami berangkat pulang ke medan, kalau si gak ada beri tau ke siapapun, eka pun belum tau kalau si mengetahui semuanya,”

Lagi lagi ku terdiam mendengar kata kata sepupu ku ini. Sesampai ku di mess segera ku balikkan kunci mobil di resepsionis. ku suruh resi menunggu ku.

“Pak besok jadwal pelatihannya jam berapa ya? ” tanya ku ke resepsionis

“Itu ada jadwalnya di tempel disana pak”

Ku lihat di jadwal ternyata besok jam 9 mulai pelatihannya. Ada yang membuat ku kebingungan setelah melihat jadwal pelatihan. Disana tertulis dari hari minggu besok sampai dengan sabtu, berarti cuma kurang 1 minggu aku harus melakukan pelatihan. Tapi kenapa aku harus 2 minggu DLK (Dinas luar kota) nya.

(Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 6)Sebelumnya | Selanjutnya(Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 8)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game