Main Api Sama Sepupu Part 14

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7
Part 8Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19

Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 14

Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 14

Berbagi Kebahagian

Sebulan setelah aku 3 some bersama kak sinta dan eka. Aku menjalani aktifitas ku seperti biasa. Hari hari ku semakin indah ku rasakan. Kini ku tidak membajak sawah dalam satu bidang lagi tapi sekarang ku punya 2 bidang sawah, yaitu kakak sepupu ku kak sinta.

aktifitaa sex ku bahkan menjadi meningkat. Yang biasanya aku 1 atau 2 kali seminggu dengan cintya, kini sudah menjadi 3 atau pun 4 hari dalam seminggu. Kekasih ku cintya selalu memberikan ku lobang surgawinya selalu di ruang kerja ku, sedangkan kak sinta aku melakukannya di rumahnya. Pada saat suami nya kerja di luar kota.

“Sebut laah nama ku di setiap nafasmu” lamunan ku di kagetkan oleh suara ponsel ku.

“Hallo, ada apa kak” menjawab telfon dari kak sinta.

“Kamu dimana ian, kakak bisa minta tolong”

“Lagi di lokasi kak, minta tolong apa kak, baru 2 malam kemaren kasih jatah, udah minta lagi” ucap ku.

“Ihhhh kamu ni ian, bukan itu yang kakak maksud, hari ini kakak gak masuk kerja ian, badan kakak lemas, sebenarnya kakak minta tolong antar kan ke dokter, firasat kakak lain ian”

“Firasat apa kak?, apa hubungan kita sudah di ketahui bang erik”

“Gak lah rian, kan kita main cantik, mana mungkin di ketahui abang mu”

Main cantik yang di maksud kan kak sinta adalah, kak sinta meminta izin ke bang erik agar aku menemani kakak ku kalau bang erik sedang kerja di luar kotA. Dan bang erik pun menyetujui permintaan kak sinta. Malahan yang menelfon atau menyuruh ku datang menemani kak sinta di rumah selalu bang erik.

“Rian dimana, kak sinta ketakutan lagi tu ian, bisa malam ini temani kak sinta di rumah.”

“Lagi di kantor bang, masih ada kerjaan sedikit, paling setengah jam lagi ian bisa ke rumah bang ga pa pa”

Ga pa pa ian, nanti abang sampaikan ke kakak ya kalau rian bisanya setengah jam lagi, bang minta terima kasih ya ian, udah mau membantu keluarga abang.

“Kok kamu diam ian, kenapa gak bisa ya antarin kakak?”

“Bisa kak bisa, tunggu rian di rumah ya”

Saat dalam perjalanan ke rumah kak sinta, aku masih bingung arti dari kata firasat yang kak sinta ucapkan tadi. Firasat apa yang kak sinta rasakan.

Tok….tok….tok…

“Assalamulaikum” ucap ku setelah mengetuk rumah kak sinta.

“Walaikumsalam, bentar ian, ni kakak udah mau selesai.”

“Ceekleek” saat pintu terbuka ku perhatikan wajah kakak ku ini, emang terlihat pucat sekali wajah nya.

“Yuk ian, udah gak sabar kakak ian”

Di dalam mobil kak sinta tampak tertidur saja. Aku yang ingin bertanya padanya ku urungkan karna takut terganggu.

Saat sampai di salah satu rumah sakit swasta.

“Udah sampai kak, yuk turun” ucap ku sambil membangunkannya.

“Iya yan, maaf kakak tertidur ian”

“Ga pa pa kak”

Setelah mendaftar kami pun di suruh menunggu. setegah jam kami menunggu, seorang perawat memangil nama kak sinta.

Kak sinta pun menyuruh ku untuk ikut masuk ke dalam ruang dokter.

“Jangan lah,kak aku tunggu di sini aja”

“Ayolah ian, temani kakak ke dalam”

Akhirnya aku dan kak sinta masuk bersama ke dalam ruangan tersebut. Dokter pun menanyakan keluhan sakit kak sinta. Kak sinta pun menjelaskan apa yang dya rasakan kepada pak dokter.

Setelah itu dokter pun menyuruh kak sinta untuk berbaring di tempat tidur yang telah di sediakan. Setelah dokter selesai memeriksa kak sinta, dokter pun menyuruh kak sinta untuk duduk kembali di dekat ku.

Kini kak sinta sudah duduk di samping ku untuk mendengarkan penjelasan dokter.

Tiba tiba dokter tersebut menyalam ku dan kak sinta.

Selamat pak, istri anda positif hamil.

“Dug…” aku kager mendengar perkatan pak dokter.

Ku lihat wajah kak sinta, hanya tersenyum melihat ku.

Setelah dokter memberikan resep obat pada kami, kami pun meninggalkan ruang praktek dokter tersebut.

“Hahahha, benar kan firasat kakak ian” ucap kak sinta yang begitu gembira mendengar kabar dokter tadi.

“Ouh jadi ini firasat kakak, terus kenapa kakak gak cerita dari tadi sama ku”

“Ya namanya juga suprise rian, masak harus di ceritakan. Kakak udah 1 bulan lebih tidak datang menstruasi ian”

“Ya baguslah kak, kalau kakak hamil, berarti kakak tidak jadi di cerai sama bang erik kan, tapi yang gak enaknya tadi tu, masak aku di kira suami kakak, apa gak liat dya aku ini lebih muda dari kakak” ucap ku yang kecewa terhadap dokter yang memeriksa kak sinta.

“Lah kan memang kamu rian bapak dari bayi yang kakak kandung ni,” dengan santai nya kak sinta berbicara.

“Aaapa kak,??? belum tentu itu anak ku kak, secara bang erik juga ML juga sama kakak kalau dya pulang kan”

“Iya rian, kamu benar, tapi lagi lagi firasat kakak mengatakan bahwa ini anak dalam kandungan kakak adalah anak mu ian, cuma sama kamu kakak bisa rasakan orgasme, dan sama mu pula kakak merasakan nyaman dan begitu puas ian”

Ntah kenapa aku tidak begitu gembira atas berita kehamilan kak sinta ini. Dan aku juga tidak begitu yakin kalau anak dalam kandungan kak sinta itu anak ku.

Setelah kami dari rumah sakit ku bawa kak sinta makan, lalu ku antar kan kakak ku ini pulang untuk beristirahat yang banyak sesuai perkataan dokter tadi.

Sabtu pagi, 2 hari sesudah kabar bahagia itu. Bang erik menelfon ku untuk datang kerumahnya. Aku tau bang erik saat ini memang lagi off kerja. Ntah apa maksud tujuan bang erik memanggil ku kerumahnya.

Sesampai ku di rumah kak sinta. Aku di suruh masuk ke ruang tamu mereka.

Gini ian, rian kan sudah tau kalau kakak rian ini sedang hamil. Boleh gak bang minta tolong lagi sama rian. Kalau bisa rian tinggal disini aja temani kak sinta. Orang tua bang gak bisa untuk temani kak sinta, karna saat ini bapak bang lagi sakit keras, sedangkan bude kamu, sibuk ngurusi anak dari bang roni. Abang gak tau minta sama siapa lagi. Cuma rian lah yang abang rasa bisa.”

“Aduhhh bang gimana ya, bukan rian gak mau nolongin kakak dan abang ni, rian minta maaf sebelumnya ni, kerjaan rian tidak menentu bang, terkadang bisa tidak pulang sampai 2 hari, gak mungkin rasanya bang bisa jaga kak sinta setiap hari.”

“Tolong lah ian, ini permintaan kakak mu juga, katanya menjelang luna (adik bungsu kak sinta) selesai wisuda aja rian disini. lagi pula tidak setiap minggu kan rian kerja extra harus lembur sampai 2 hari gak pulang. Masalahnya gini loh ian, abang udah ngomong ke kakak mu untuk cari pembantu aja, tapi kakak mu ini gak mau, sekali lagi tolong lah abang ian”

Mendengar perkataan tolong bang erik yang berkali kali, aku pun tidak tega untuk menolaknya kembali.

Akhirnya aku menyetujui permintaan kak sinta dan bang erik.

(Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 13)Sebelumnya | Selanjutnya(Cerita Dewasa Main Api Sama Sepupu Part 15)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game