Love Never Takes Sides Part 9

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Tamat

Cerita Sex Dewasa Love Never Takes Sides Part 9 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Love Never Takes Sides Part 8

Tidak Ingat

Pagi hari ku buka mataku dan ku lihat di sampingku sudah tidak ada Dina. Terdengar suara gemerincik air dari dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur Dina. Ternyata Dina sedang mandi.

Ku beranjak dari tempat tidur untuk pergi ke dapur. Ku langkahkan kakiku ” GUBRAAAAAKKKKK ”

Sialan siapa yang merantai kakiku di tempat tidur hingga ku jatuh tersungkur.

” Crek ” suara pintu kamar mandi terbuka, Dina keluar dengan tubuh berbalut handuk biru.

” Pagi Andra ” sapa Dina dengan wajah tersenyum puas.

” Woiii cumi bakar pasti ini kerjaan lo ”

” Abis klo gk gitu bisa2 isi kulkas gw abis lo makan ”

” Lepasin gk ”

” Hhmmm Gimana ya, tuh ambil sendiri ” ucap Dina sambil mengambil kunci dari laci meja lalu melemparnya jauh dari jangkauanku.

” Gw gk nyampe Din ”

Dina membuka handuknya tanpa memperdulikanku. Diremas-remas payudaranya dihadapanku. Diambil kunci rantai yang dia lempar lalu digigitnya. Kembali Dina menggodaku yang tak mampu aku menjangkaunya. Dina meremasi payudaranya dengan mulut yang sedang menggigit kunci rantai.

” Din jangan bercanda deh lo ”

” Iya2 bentar gw pake baju dulu ”

Setelah mengenakain baju putih ketat dengan celana pendek motif bunga2 Dina membukakan rantai yang mengikat kakiku.

” Mandi dulu sana baru kita makan ” senyum Dina penuh rasa puas.

” Hmmm ” Akupun mengambil peralatan mandiku dari tas dan berjalan menuju kamar mandi, bagus juga kamar mandinya. Ada tempat berendamnya juga.

Setelah mandi ku lihat Dina sudah tidak ada di kamar, mungkin sedang menungguku sarapan. Ku ambil pakaianku dari dalam tas. Aha ada kaos putih juga nih, pake ah biar keliatannya couple gitu sama Dina.

Setelah memakai baju akupun bergegas menuju meja makan. ” Hai Din, gimana keadaan lo ? ”

” Udah mendingan Dra ”

” Thanks ya udah mau temenin gw ” ucap Dina penuh dengan senyum.

” Din gw penasaran sama lo Din ”

” Penasaran apa Dra ”

” Kok lo bisa tau sih nama gw pas di tukang ketoprak, padahal kan kita belum kenalan sebelumnya ? kalo gw kenal lo sih wajar semua orang di kampus kenal lo, nah klo lo yang kenal gw itu yang bingung ” tanyaku sambil menyendok makanan ke piring yang ada di hadapanku.

” Lo lupa sama gw Dra ”

” Lupa ????? ” ucapku keheranan

” Waktu pertama masuk kuliah pas ospek, itu pertama kali kita kenal ”

” Hmmmm masa sih ” Ku heran kapan kami pernah kenalan

” Waktu itu lo yang nolongin gw pas gw mau diperkosa sama senior2 ”

Flash back saat masa ospek Andra dan Dina

” Kak saya mau di bawa kemana ? ” ucap seorang gadis dengan kemeja putih, rok hitam dan rambut di kepang 2 serta name tag besar di dadanya bertuliskan ” DINA ” saat digiring menuju kantin kampus dengan 3 orang senior lelaki.

” Makanya kamu tuh kalo disuruh senior jangan ngebantah ” ucap salah satu senior.

” Bukannya ngebantah tapi saya gk bisa kak ”

” Udah jangan bawel, terima aja hukuman dari kita ”

” Kak kok tumben kantin jam segini sepi ” Dina semakin gemetaran saat melihat kondisi kantin yang tak biasanya. Biasanya kantin tutup sekitar jam 4 sore tapi masih jam 1 siang sudah tidak ada orang sama sekali.

” Bro pegangin dia bro, jatah pertama buat gw ” perintah salah seorang senior kepada 2 orang temannya.

” Kak apa2an…… ” mulut Dina langsung di bekap oleh kedua tangan lelaki yang memeganginya itu sebelum sempat meneruskan kata2nya.

Di sudut kantin lainnya muncul seorang pria, clingak clinguk ” Huh ko sepi nih kantin ”

Pria dengan kemeja putih, celana hitam dan kepala botak serta name tag besar di dadanya bertuliskan ” ANDRA “. Itulah peraturan ospek untuk mahasiswa baru.

” Oi oi ooii ” seru Andra kepada 3 orang senior dan juga Dina saat melihat mereka.

” Gawat coy kita kabur kalo dia ngelapor bisa gawat nih ” ketiga senior itupun kabur.

Andra berlari menuju mereka tapi mereka sudah terlanjur jauh larinya. Hanya Dina seorang diri terdiam dengan air mata membasahi pipi serta tubuh yang gemetar ketakutan.

” Oh ternyata mahasiswa juga, kirain yang jualan di kantin ” ucap Andra seraya memandang ketiga senior yang lari.

” Eh Mbak yang jualan di kantin ya ? ” tanya Andra menoleh ke arah Dina.

” Kok jam segini udah tutup sih mbak ? ”

” Eh kok nangis mbak, mereka gk bayar ya mbak makan di warung mbak ? ”

” Pantesan sepi nih kantin mahasiswanya pada gk mau bayar sih, padahal gw laper banget nih ” ucap Andra sedikit sewot

Dina masih terisak-isak, dia masih ketakutan.

” Ya sudahlah gw cari makan di luar kampus aja, gak asik kantin kampus nih ” Andra berlalu untuk meninggalkan kantin

” Eh tunggu gw ikut ” ucap Dina sudah mulai tenang. Langkah Andra pun terhenti sejenak.

” Mbak laper juga ya ? kasian mbak ya, gara2 mahasiswa tadi makan semua dagangan mbak tapi gk bayar ”

” Thanks ya, gw traktir deh lo ” ucap Dina yang sudah tak ada ketakutan lagi.

” Wahhh ternyata mbak murah jantung sekali, padahal dagangannya gk dibayar malah mau traktir saya ”

” Yang bener murah hati ” mereka pun pergi berlalu mencari makanan.

Kembali ke masa kini saat di meja makan

” Saat itu pertama kali kita kenal, sejak itu gw suka perhatiin lo, tapi lo cuek2 aja. Gw kan gengsi klo negor lo duluan, masa cewek negor cowok duluan. Lama2 gw jadi cuek sama lo karna semakin banyak orang yang deketin gw ”

” EH KUDANIL LO DENGERIN GW GAK SIH ” omel Dina saat melihatku sedang asik dengan makanan

” Hmmmm ” ku hanya menganggukkan kepalaku saja.

Setelah ku telan semua makananku ku lihat Dina yang cemberut ” Ohhhh jadi lo mbak yang jualan dikantin ”

” Lo sampe sekarang masih nyangka cewek yang di kantin dulu itu penjual makanan ? Itu gw mahasiswi sama kayak lo kudanillllll ”

” Ohhh itu lo toh, abis dulu cupu sih jadi gw kira yang jualan di kantin ” ucapku santai

Dina nampak geram denganku dan menjewer telingaku ” LO PIKIR WAKTU ITU LO GAK CUPU APA HAH”

” Eh Dra lo udah kelar makannya ” masih aja Dina terkejut denganku.

” Bete nih enaknya ngapain ya Din ”

” Berenang yuk ”

” Kolam ikan lo kecil Din ”

” Siapa yang mau berenang di kolam ikan, di belakang tuh ada kolam renang. Sebenernya lo pinter gk si Dra ” ucap Dina menundukkan kepalanya.

” Ohh gw kira berenang di kolam ikan lo. Tapi gw gk punya baju renang Din ”

” Gk usah pake baju aja, gw juga gk pake baju kok ”

Wow bakal seru nih ” Oke ayo kita kemon ”

Kami pergi meninggalkan meja makan, menuju kolam renang yang berada di halaman belakang. Pemandangan yang bagus, kolam renang yang luas dengan tembok grafiti pemandangan pedesaan.

Setelah kami menanggalkan seluruh pakaian kami ” Jeebuuuuurrrrrrr ”

” Woiii kudanil main nyemplung aja, pake sunblock dulu terus pemanasan biar gk kram. Males gw gotong2 lo klo kram ”

” Oh iya ya ” ku naik ke pinggir kolam renang menghampiri Dina yang sedang melumuri tubuhnya dengan sunblok.

” Andukin dulu badan lo nih, terus pake sunblock ”

” Ya ya ya ” ku handuki tubuhku supaya kering.

” Pakein sunblock ke punggung gw donk Dra ” pinta Dina memberi sanblock padaku.

Ku lumuri sunblock pada punggung Dina secara merata lalu ku turunkan tanganku menuju kedua paha mulusnya.

” Hhmmm ” Lenguh Dina saat tanganku mengusap pahanya.

Ku mulai raba selangakangannya Dina menyambut dengan membuka sedikit pahanya itu. Ku mainkan jariku di sekitar vaginanya.

” Oooohhhhh ” desah Dina meresapi permainan jariku.

Ku balikkan tubuh Dina lalu ke terkam bibir indahnya yang sedari tadi mendesah.

” Dra gw pakein lo sunblock dulu ya ” ucap Dina melepas ciumanku.

Mulai dari wajahku Dina mengoleskan sunblock dengan lembutnya, lalu turun menjamahi leher menuju dadaku kemudian perut. Seketika ku merinding merasakan sentuhan jemari lembut Dina.

Lalu Dina membalikan tubuhku, menggosok punggungku hingga merata, tangan2nya mulai jahil menjamahi area sensitifku. Merabahai selangakanganku, membelai bulu2 penisku. Ditempelkan tubuh Dina dengan tubuhku, tangan Dina masih aktif menggelitik selangkanganku.

” Ini musti dikasih sunblock juga biar gk kebakar ” bisik Dina saat jemarinya mulai melumuri penisku yang perlahan mulai tegang.

Di olesi sunblock di penisku dengan begitu lembutnya ” Geli banget Din ”

Ku arahkan wajahku menuju wajahnya. Seperti sudah mengerti maksudku, Dina menyambut bibirku yang mendekati bibirnya. bibir kami pun menyatu, ku belai paha mulus Dina, ku cari2 letak vaginanya.

Binggo lubang vaginanya berhasi ku temukan, lalu ku belai lembut. Kami saling memainkan kelamin kami.

” OOOooohhhhhh Jadi gini nih pemanasan sebelum renang Din”

” Sssshhhhh iya Dra ”

Penisku yang sudah berdiri maksimal dan vagina Dina sudah basah. Seperti saling memanggil, ku balikkan tubuh Dina lalu ku tuntun menuju kursi pantai yang ada di pinggir kolam renang.

Ku rebahkan tubuh indah tanpa berbalut apapun, hanya kalung pemberianku yang menghiasi tubuhnya. Dengan sigap Dina membuka kedua kakinya memberi akses penuh kepada penisku untuk memasuki vaginanya.

” OOOOooooooooouuuuuuuuugggggghhhhhhhh ” Lenguhan kami bersautan ketika batang penisku menghujam seluruhnya memasuki liang vagina Dina.

Ku pompa penisku perlahan mencari setitik kenikmatan ” Aaaaakkkhhhhh Din ”

” Ohhh terus Dra ” Dina ikut menggoyangkan tubuhnya.

” Udah Dra berenti dulu ” pinta Dina saat kami sedang dimabuk birahi.

Aku pun bangkit dan membantu Dina untuk berdiri

” Kita lanjut di kolam renang aja Dra ”

Kami langsung memasuki kolam renang, ku raih tubuhnya

” Lomba renang yuk Dra ” hah kok jadi ngajakin lomba renang.

” Suruh sabar ya kontol lo he he he ”

” Oke sapa takut ” ucapku menerima tantangan Dina

” Yang kalah kena hukuman ya ”

” Hukuman gimana Din ”

” Terserah yang menang lah ”

Kami menuju ujung kolam renang, Dina berada di sebelah kiriku dan mengambil kuda2 untuk meluncur ke kolam renang. 1….2….3 meluncur, saat ku muncul ke permukaan ku perhatikan depan, kiri dan kanan ternyata tidak kulihat Dina. Pasti Dina berada di belakangku, saat ku meluncur di hamparan air, sambil ku berfikir hukuman apa yang cocok buat Dina. Berani2nya dia menantangku.

” HAAAAHH ” mataku terbelalak terkejut melihat Dina muncul ke permukaan air di ujung kolam renang. Jauh meninggalkanku, bagaimana si cumi bakar itu bisa menahan nafas begitu lama dan berenang secepat itu.

” OOooiiiiii kudanil gw menang nih ” teriak Dina merasa senang telah mengalahkanku seraya melambaikan tangannya.

” Hos hos hos ” nafasku tersengal lelah setelah sampai ujung kolam renang.

” Lo kuat ya tahan nafas di air Din ”

” Ha ha ha gw menang, hukuman apa ya yang cocok buat lo Dra ”

” Ya terserah lo deh ”

” Aha lo jilatin memek gw aja deh sampe gw puas ”

” Oh Cuma gitu aja, ya udah yuk naik ”

” Klo naik mah bukan hukuman namanya, lo jilatin di sini ” ucap Dina seraya menunjuk selangkangannya yang berada di dalam air.

” Mana kuat gw nahan nafas sampe lo puas ”

” Boleh lah sekali2 ambil nafas ” ucap Dina mengedipkan sebelah matanya.

” Udah cepetan jilat ” pinta Dina seraya tangannya menekan kepalaku agar memasuki air untuk menjilati vaginanya.

” Blub blub blub ” wow pemandangan yang menarik saat ku lihat bulu2 kemaluan Dina melambai-lambai terkena tekanan air.

Ku jilati vagina yang terlihat lebih merekah di dalam air. Ku permain dengan ujung lidahku kelentitnya. Tangan Dina semakin kencang menekan kepalaku dan juga menjambaki rambutku.

Ku masukan jari telunjukku ke dalam vagina Dina, sementara lidahku menyapu klitoris Dina yang makin halus terendam air. Terdengar sayup2 suara desahan Dina ” OOooooohhhhhh enak Dra “.

” Hah hah hah ” ku muncul ke permukaan untuk mengambil nafas, jemariku masih menusuk-nusuk vaginanya di dalam air. Dengan nafasku yang tersengal Dina langsung memberi nafas buatan dengan mulutnya. Tapi bukannya memberiku nafas buatan malah tak memberiku kesempatan bernafas lega. Lidahnya merogoh rongga2 mulutku, naluriku menuntun untuk beradu lidah dengannya. Lidah kami saling mendorong, menjilati.

Dina melepas pagutannya di mulut kami ” Ayo laksanakan hukuman lo lagi ” Dina mendorong kembali kepalaku masuk ke dalam air menuju vaginanya. Kembali ku jilati vaginanya. Ku hisap liang surgawi Dina. Dina mulai menggerakkan pinggulnya, terasa vagina Dina makin licin, sepertinya lendirnya sudah mulai melumasi vaginanya.

Ku kembali bangkit untuk mengambil nafas ” Bisa mati gw Din klo begini ”

” Namanya juga hukuman, payah lo gk bisa lama nahan nafasnya. Liat nih ” Dina langsung turun masuk ke dalam air. Di sana dia mulai mengurut-urut penisku yang belum tegang lalu mengulumnya ” AAkkkhhhhh ”

Otot2ku yang tegang karna berada di dalam air semakin tegang ketika mulut Dina melahap penisku yang masih tertidur hingga berdiri tegak mengeras. Dimainkannya kedua bijiku dengan jemarinya hingga terasa ngilu.

Cukup lama Dina bermain dengan penisku di dalam air, dia memang kuat menahan nafas. Terasa kedua pahaku dicengkram kuat oleh Dina.

Saat Dina muncul dari dalam air dengan tersenyum puas. Bukannya mengambil nafas dalam2 Dina malah menyergap bibirku, mengulumnya, menggigit pelan bibirku. Di arahkan tubuhku menuju pojok kolam renang sambil bibir kami saling berpagutan.

Setelah sampai di pojok Dina menaikkan 1 kakinya, mengarahkan penisku menuju liang vaginanya. ” Blessssssss ” sekali hentang penisku sudah masuk seluruhnya di vagina Dina. ” Oooouuugghhhhh ” lenguh kami melepaskan rasa birahi yang tertunda sedari tadi.

Ku gerakan pingguku diikuti pula oleh Dina. Ku jilati leher jenjangnya, Dina mengadahkan kepalanya agarku lebih leluasa menjelajahi lehernya. Tanganku merayap mulai dari pinggulnya naik menuju pinggangnya yang ramping dan berhenti di kedua bongkahan payudaranya yang semakin lembut.

Ku remasi payudaranya lalu ku plintir2 putting y coklat kemerahan. ” Ouuuughhh Dra ” Dina mencengkram kuat pundakku.

” Sssssssshhhhhhh Din ” ku arahkan bibirku menuju putingnya yang mulai mengeras. Ku jilati putingnya, ku hisap2 sesekali ku gigit pelan.

” AAAakkkkkkkhhh gila lo Dra enak banget ” Dina mempercepat gerakan pinggulnya, berburu mengejar kenikmatan yang semakin lama semakin menjadi.

” Din oooooooohhhhhhh ” ku ikut pempercepat pompaan penisku di vagina Dina. Gemerincik riak2 air berncampur buih2 air menghiasi persenggamaan kami.

Ku angkat kedua tangan Dina, terpampang ketiaknya yang putih mulus. Ku jilati perlahan dari pinggir payudaranya hingga ke ketiak Dina hingga lengan dalamnya. Bergantian kiri kanan. Dina semakin menggelinjang tak karuan merasakan nikmat bercampur rasa geli yang ku berikan.

Setengah jam kami berbaur dalam birahi. Tubuh Dina nampak menegang, otot2 vaginanya terasa berkedut mencengkram penisku sangat kuat.

” Drrraaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ” desahan Dina sangat keras mengiringi orgasmenya yang begitu dahsyat. Terasa sekali cairan orgasmenya menyembur, melumuri penisku di dalam vaginanya.

” Gw juga keluar Dinnn ooouuuuuugggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh ” tubuhku juga menegang mengantarkanku menuju puncak kenikmatan bercinta ” Crot crot crot crot crot ”
Ku kecupi bibir Dina mengakhiri persetubuhan kami. Tubuh kami yang sudah sangat lemas jatuh hampir tenggelam, untunglahku sigap, ku papah Dina naik ke pinggir kolam renang. Kami berdua rebahan di atas kursi pantai di pinggir kolam renang.

” hufffttt cape banget Din main di dalam air ”

” Iya lah gerakan kita ngelawan tekanan air pasti cape ”

” Eh bincang2 gw gk pernah ngeliat ade lo Din ”

” Pulang malem mulu ade2 gw, semalem pulang lo sih udah tidur ”

” Pagi juga udah gk ada, mang kemana sih ”

” gk tau gw ”

” Hooooaaaaammmm ngantuk gw Din ”

” Sama gw juga ngantuk, ke kamar aja yuk ”

Kami pun membersihkan diri di shower yang ada di pinggir kolam renang lalu mengeringkan tubuh kami dan memakai kembali pakaian kami. Setelah itu kami bergegas menuju kamar untuk tidur melepas lelah sehabis bercinta.

***

Sore hari menjelang malam di suatu sudut ruangan rumah Dina ” Huuuoooowwww kenyang banget gw ” kami duduk berdua memakan makanan yang tersedia sambil menonton tv.

” Yah lo udah mau pulang ya Dra ”

” Yoi ”

” Kapan lagi nih kita jalan2 Dra ”

” Waduh gw lagi sibuk2nya nih Din. Nanti deh gw cari waktu senggang ”

” Iya sih gw tau, hhmmmmmm gimana ya ” Dina nampak kecewa tapi mau bagaimana lagi.

” Udah mau malem Din gw pulang ya ”

” Ya udah hati2 ya kudanil ” ucap Dina sangat manis tapi ngeselin ujungnya.

” Besok lo masuk kuliah kan Din ”

” Iya, jangan lupa jemput gw ya ”

Ku berlalu menuju tempat motorku terparkir diantar oleh Dina. Ku starter motorku.

” Eh kudanil bawa tuh barang2 lo, lo pikir kamar gw gudang apa ”

” Oh iya ya gw lupa. Haduh mana berat lagi ”

Ku kembali memasuki kamar Dina mengambil barang2 bawaanku. Setelah semua beres ku bergegas menuju kosan ku.

Sesampainya di kosan rasa lelah masih menghinggapi tubuhku. Ku rebahkan tubuhku ke kasurku, tanpa ku sadari ku mulai terlelap.

***

Saat pagi hari ku terbangun terasa segar tubuhku karna tidur cukup lama. ” EEEEEEEE aaaaaaaaaaaaaa ” kurenggangkan otot2ku.

” Hah ” sial aku lupa klo aku janji ke rumah Vika semalam. Ku cek ponselku banyak panggilan tak terjawab dan sms dari Vika. Isinya menanyakan keberadaanku karna tidak angkat telpon dan sms darinya, serta amarahnya padaku yang tak kunjung tiba.

Ku coba hubungi Vika tapi tidak ada jawaban, pasti Vika marah nih. Langsung ku menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar kos ku. Setelah mandi dan rapi2 ku bergegas menuju kampus. Ku pacu kendaraanku dengan kecepatan maksimal.

Tak lupa ku jemput Dina terlebih dahulu. Eh kenapa ku lebih ingat janji kepada Dina dari pada janji kepada Vika. Otakku sudah mulai tak beres rupanya. Setelah ku jemput Dina kembali ku pacu kendaraanku. Dina hanya terdiam memelukku erat karna kecepatanku berkendaraan sangat cepat.

Setelah ku turunkan Dina di tempat biasanya, ku ke kampus lalu ku masuk kelas. Ku lihat Vika beserta teman2 di sana sedang berkumpul.

” Silakan2 dimakan, semalem gw masak kebanyakan, ini dimakan juga snack2nya, gk usah malu2 ” ucap Vika mempersilahkan teman2nya untuk memakan hidangan yang lumayan banyak.

” Wow lagi ada pesta ternyata ” ku hampiri tempat Vika dan teman2 berkumpul.

” Jleeebb ”

” AAAaaaauuuuuuuuuuuuwwwwwwww ” teriakku kesakitan ketika tiba2 Vika menusuk tanganku dengan garpu saat aku hendak mengambil makanan yang tersaji.

” Ca ca ca ca ca ca Sakit banget Vik ” ku kibas2kan tanganku untuk mengurangi rasa sakitnya.

” Gk ada kabar, gk ada kata maaf, dateng2 mau main comot aja ” ucap Vika sewot melihatku, mukanya merah padam sepertinya semua darah di tubuhnya berkumpul di kepalanya.

” Sorry deh semalem tiba2 hujan deres banget, angin kenceng terus gw tambah meriang ” ucapku mencari alasan sambil meniupi tanganku yang terluka terkena tusukan garpu.

” Hujan dari mana hah. Lo kira jarak kosan lo sama rumah gw tuh berapa jauh sih, di rumah gw cerah masa di kosan lo hujan gede ” kemarahan Vika semakin menjadi-jadi, dia berusaha menusuk-nusukan garpu ke tubuhku, sedangkan aku hanya berusaha menghindarinya.

” Lo kira ada hujan badai khusus kosan lo aja hah ” semakin gencar saja serangan Vika. Teman2 kami hanya melihat aksi kami berdua tanpa berusaha mencegahnya.

” Ya udah kita bahas sekarang aja yuk ” ku berlindung di balik tubuh temanku menghindari serangan frontal Vika.

” Gk mau, gw udah ketemu cara nyelesainnya ” ucap Vika sewot tetapi dia sudah tidak melakukan serangannya padaku.

” Yakin nih, bagus lah ” ku lepaskan temanku yang sebagai tamengku menghindari Vika. Ku kembali menuju tempan makanan tersaji.

” Lo masih berani makan makanan gw ” teriak Vika berusaha menusukkan kembali garpunya padaku. Secara reflek ku hindari serangan itu.

” Huffftttt hampir saja ”

” Jiaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh sakit tau ” teriak Adi, lengannya terkena serangan Vika yang meleset.

” Sorry Di gw gk sengaja ”

Bersambung