Love Never Takes Sides Part 8

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Tamat

Cerita Sex Dewasa Love Never Takes Sides Part 8 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Love Never Takes Sides Part 7

Sisi lemah Dina

” Liburannya udah selesai nih Din ” ucapku lemas membawa barang2 ke mobil.

” Belom, kan kita mau jalan2 dulu di Bandung, kita ke gedung satenya ” ucap Dina mengingatkan rencana kami.

” Wow kita makan sate, baik banget sih lo ” dengan penuh semangat ku masukan semua barang bawaan kami ke mobil.

” Gedung sate bodoooohhh bukan makan sate ” dengan sewotnya Dina memperjelas tapi tak ku pedulikan.

***

” Kang fotoin kita berdua donk ” pinta Dina pada kang Karta sambil mengalungkan tangannya ke leherku dan menarik kepalaku.

” Woiii gw belowm siwap nih, mulwut gw masih pwenuh ” protesku karna poseku sangat gk banget. Dengan pipi yang mengembung karna mulutku tersumpal penuh dengan makanan. Pasti fotonya jelek deh.

” Yuk kang Karta pergi dulu ya ” Dina pamit pada kang Karta. Kami pergi menuju gedung sate, sudah pasti untuk makan sate he he he he.

” Hoooaaaammm ngantuk plus bosen nih Din ganti lagu donk ” ku mulai bosan dengan lagu2 korea yang di putar Dina di mobil. Huh dasar cewek terkena demam korea.

” Lo bawel amat sih, nih liat ini aja ” Dina menaikkan baju dan juga branya sehingga payudaranya menyembul keluar.

” Tapi gak jadi deh he he he he ” langsung ditutup kembali baju dan branya itu. Hanya membuat ku penasaran saja.

” Makin gede aja tuh toket lo Din ”

” Iya lah lo grepein mulu tiap hari ”

Sesampainya di gedung sate tiba-tiba wajah Dina menjadi pucat ” kok kepala gw pusing ya, vertigo gw kayaknya kambuh nih ” Dina menurunkan posisi jok mobilnya supaya dia dapat rebahan.

” Lo kenapa Din ? kita ke dokter aja yuk ” tanyaku kwatir dengan keadaan Dina.

” Gw lagi gk bisa bawa mobil Dra, gw istirahat sebentar aja ” ucap Dina memejamkan matanya.

” Gw bisa nyetir ko, lo pindah ke jok gw aja ” ucapku lalu membantu Dina pindah ke jok sebelah. Dan aku menyetir mobil Dina menuju rumah sakit terdekat.

***

Saat di rumah sakit ku bangunkan Dina tapi gk bangun2 ” Din Din bangun Din kita sudah sampai ”

Dina masih saja tertidur, oh apa dia mati ” Dinaaaaa jangan mati Din nanti siapa yang mau kasih jatah makan tambahan ke gw ”

” Bodoh mana mungkin gw mati meninggalkan cowok kelaperan kayak lo ” Dina perlahan membuka matanya dan bangun. Ku papah Dina masuk ke dalam rumah sakit.

setelah dokter memeriksa Dina ” Ini saya kasih resepnya, kamu jangan kecapean dulu ya ” ucap dokter memberikan resep obat.

Setelah ku tebus obat Dina kami langsung menuju mobil ” Kita balik lagi ke Villa aja ya, klo lo udah mendingan baru kita balik ke Jakarta ” ucapku

” udah kita langsung balik aja ke Jakarta, besok kan kuliah, klo udah minum obat juga sembuh kok, udah biasa gw Cuma lupa bawa obat aja dari rumah ” Dina bersikeras untuk pulang ke Jakarta.

” Ya udah kita makan dulu deh biar lo bisa minum obat ” ku stater mobil mencari tempat makan.

Saat di rumah makan ” tumben makan lo dikit banget Dra ” tanya Dina melihatku yang tak biasanya.

” Masih kenyang ” jawabku yang kwatir sekali dengan keadaan Dina, hingga tak bernafsu makan.

Setelah makan dan Dina meminum obatnya kami pun pergi kembali ke Jakarta. Saat masuk ke dalam mobil Dina langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur.

Beban Dina memang sangat besar, untunglah dia tidak pingsan tadi. Kehidupan sedang kejam terhadap dirinya tapi aku yakin nanti Dina pasti dapat menemukan kembali kebahagiaan sejati.

Aku jadi berfikir sebenarnya hubungan aku dengan Dina apa ????? temen ? tapi sampai bersetubuh, pacar ? tak pernah ada pengakuan antara aku dan Dina. Walaupun tak dapat ku hindari luapan perasaanku yang mulai mencintainya, tapi cintaku pada Vika masih sangatlah besar.

Oohhh aku jadi merasa bersalah pada Vika, kenapa tadi malam ku bohongi dia. Harusnya aku tak membuka laptopnya, harusnya aku tak online. Hai hai hai mengapa aku jadi terbawa perasaan yang merepotkan seperti ini.

” Dra ” Dina terbangun lemas, sepertinya dia sudah mendingan. Ku tatap wajahnya

” lo udah baa wwwwwweeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkk ” entah iblis apa yang merasuki dirinya tiba2 saja Dina mencekikku. Reflekku langsung meminggirkan mobil lalu berhenti.

” LO GK BILANG KLO BISA NYETIR, NGEBIARI SEORANG LADY JATUH SAKIT ” dapet energi darimana Dina bisa mencekikku dan marah seperti itu.

” lo lo lo gk gk na na na nya sih ”

” TERUS KLO GW GK NANYA LO JADI TEGA GITU HAH ”

” soooo rrrryyyy Din ” ku tergeletak lemas tak berdaya, mata ku pejamkan dengan lidah menjulur keluar

” Dra Dra Dra kenapa lo, jangan mati Dra gw gk ada niat matiin lo kok ” ucap Dina lirih.

” Masasih gw udah mati, perasaan belom deh ” ku tersenyum dengan mata masih tertutup.

” JEEEDDDEEERRRRRR ” jitakan Dina telak mengenai ubun2ku. Dina memalingkan wajahnya ke arah luar.

” Udah yuk lanjut Din ”

” Iya ” wow ketus sekali Dina

Hujan deras campur badai mengiringi perlajanan kami saat di jalan tol, dan Dina masih saja cemberut tak mau memperlihatkan wajahnya kepadaku.

” Haiiii cantik kok cemberut ” waduh masih saja Dina terdiam memalingkan wajahnya. Sepertinya marah besar nih

” Din ini kan tol cipularang yang terkenal angker itu ”

” Konon dahulu saat jaman Belanda, di sini tuh terkenal dengan gadis2 cantiknya. Dan ada 1 gadis yang paling cantik, jika gadis itu lewat di tengah sawah maka laki-laki yang sedang memacul di sawah tanpa mereka sadari pacul mereka mengenai kaki. Karna mata dan pikiran para lelaki hanya tertuju pada gadis itu. Bahkan Mereka tidak akan terasa sakit terkena pacul dan akan berasa saat gadis itu hilang dari pandangan mereka ”

” Banyak menir2 Belanda yang jatuh cinta pake banget lagi sama gadis itu. Tapi gadis itu menolak pinangan menir2 Belanda itu. Karna kesal menir Belanda menghabisi seluruh keluarga gadis itu, betapa marah dan bencinya gadis itu terhadap para menir ”

” Untuk membalas dendam gadis itu merencanakan sesuatu ”

” Jeger jeger jeger suara petir bersaut-sautan. Ditengah hantaman petir yang menggelegar terdengar suara musik khas daerah ini dan terlihat seorang gadis menggunakan kebaya seksi meliuk-liukan tubuhnya mengikuti alunan musik tersebut. Yup gadis yang menari itu adalah gadis kembang desa ini, yang keluarganya dibunuh oleh para menir ”

” Dia menari ditengah sorak-sorai para menir yang dilanda mabuk. Tangan-tangan jahil para menir menjamahi tubuh gadis itu. Dengan senyum penuh air mata di hatinya gadis itu menyambut tangan-tangan jahil itu dengan lebih bergairah. Di arahkan tangan2 itu menuju area yang menyenangkan pada tubuh gadis itu ”

” Setelah para menir asik berpesta minuman keras di temani tarian kembang desa itu. Mereka di ajak oleh gadis itu ke sebuah rawa. Gadis itu membuka seluruh pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di atas rawa ”

” Silakan jilati seluruh tubuhku puaskan aku hai para lelaki tampan. Ucap gadis itu seolah memohon kenikmatan dari para menir. Di tengah guyuran hujan dan dentuman petir dengan nafsu yang sudah kepalang besar menir2 itu menjilati bagian2 tubuh wanita itu, dari ujung rambut sampai ujung kaki ”

” Menir2 yang sedang dimabuk birahi tiba2 satu persatu tergeletak dengan tubuh mengejang hebat, wajah putih khas bangsa eropa berubah menjadi biru gelap. Ahhh ternyata gadis itu telah melumuri tubuhnya dengan racun kalajengking. Racun yg tidak mematikan tapi hanya melumpuhkan, racun yang tidak luntur terkena sapuan air hujan yang mengenai tubuh gadis itu ”

” Saat raungan penderitaan para menir yang bersaut-sautan seolah bersaing dengan suara petir.

Gadis itu mengambil sebilah pisau dari baju yang dia lepaskan tadi. Satu persatu mata para menir itu dicongkel. Jeritan kesakitan dari para pria bejat itupun semakin keras, disambut lolongan srigala lapar dari hutan. Seolah srigala2 itu tahu bahwa akan ada makanan di rawa nanti. ”

” Setelah puas gadis itu membalaskan dendam keluarganya, dengan pisau yang berlumur darah dia tusukkan kejantungnya sendiri. Gadis itu mati di tengah penderitaan para menir. Para menir tidaklah mati karna perbuatan gadis itu tapi mati karna tercabik-cabik srigala lapar dari hutan yang sudah mencium aroma darah dari rawa2 itu ”

” Arwah para menir tidaklah tenang, setiap hujan badai arwah2 itu mencari gadis yang sedang marah saat perjalanan untuk membalaskan dendam mereka. Dan itu di belakang lo siapa Din ”

Sontak saja Dina ketakutan langsung memelukku erat. Tubuhnya bergetar begitu hebat, terdengar suara isak tangis yg sangat memilukan.

” Jahat banget sih, nakut2in. Mana di rumah gw sendiri lagi, pokoknya lo harus nginep temenin gw ” ucap Dina, air mata nampak membasahi pipinya.

” Makanya jangan cemberut aja ”

” Abisnya tega banget ”

Pukul 02.00 siang sampai di rumah Dina disambut oleh mba Tia untuk membantu membawa barang bawaan kami.

” Huft lelahnya ” Dina merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.

” Bentar ya Din ” ku keluar kamar Dina menuju ruang makan. Laperrrrr nih sehabis perjalanan jauh. Kira2 mba Tia masak apa ya.

” Eh mas Andra, mau makan mas ” sapa mba Tia yang sedang mempersiapkan makanan di meja makan.

” Iya Mba ”

” Silakan Mas ”

Saat sedang asik melahap makanan yang tersaji di hadapanku tiba2 saja Dina muncul dan duduk di sebelahku. Dengan tubuh yang masih lemas Dina menyandarkan kepalanya di bahuku tanpa mengucapkan sepatah katapun.

” Lo gk makan Din, ntar mati lho ”

” Suapin ” ucap Dina lemas

Sejak kapan nih cewek jadi manja gitu. Ku suapi Dina dengan lembut, sangat lembut hingga setiap 1 suapan untuk Dina ku suap makanan 5 kali untukku.

” Lo nginep di sini dulu ya Dra, gw takut gara2 lo nih, mana kondisi gw masih ngedrop ”

” Lo besok gk usah kuliah aja Din istirahat ”

” Tapi lo juga ya, lo ngerjain tugas di sini aja, kan lo bawa laptop, pulang sore. Kelas mah udah gk penting yang penting tugas lo kelar ”

Waduuuuhhh padahal kan gw udah janji sama Vika untuk bahas tugas hari senin. Memang sih semester akhir sudah berkurang aktifitas pelajaran agar para mahasiswa fokus pada tugas akhirnya saja.

” Gw udah janji sama temen gw Din untuk bahas tugas besok di kampus ”

” Kan selasa bisa, suruh temen lo ngerjain aja dulu terus selasa baru dibahas bareng. Gw kasih makanan yang banyak deh biar lo betah di sini Dra ”

Klo janji sama si pelatih pesut sih gk masalah ku cancel, tapi kalo janji sama Vika itu bisa dilema.

” Bentar gw sms temen gw dulu Din ” ucapku seraya mengambil ponsel dari sakuku.

” Vik gw gk enak badan nih kayaknya besok gk bisa masuk, jadi kita bahasnya selasa aja ya ” ku kirim pesan ke nomor ponsel Vika.

Tak berapa lama Vika pun membalasnya ” Ah lo gimana si Dra, gw lagi buntu nih udah 2 hari gk bisa ngerjain tugas. Please ya besok lo masuk, gw kasih makanan yang banyak deh biar lo sehat ”

Oh may oh may kedua wanita itu menjanjikanku hal yang sangat istimewa. Makanan dari Dina atau dari Vika nih yang aku pilih.

Aha cring, lampu di kepalaku menyala ” Din klo 3 jam aja gw ke kampus terus gw balik lagi ke sini gimana ? ”

” Ya udah gw kurangin jatah makan lo ” waduh gawat nih

” Bentar2 gw sms temen gw lagi ” kembali ku keluar ponselku dari saku.

” Vik kalo malem sekitar jam 7 gw ke rumah lo bahas tugas gimana ? ” sms ku kembali pada Vika

” Ya udah gw kurangin jatah makan lo ”

Sialan keduanya sama2 mau kurangin jatah makan buatku. Apa otak kedua wanita itu satu jenis ya. Galau level 11 nih kalo begini.

” Ya udah deh gk papa jatah makan gw lo kurangin Vik. Oke ya besok jam 7 malem gw ke rumah lo ” akhirnya kuputuskan memilih Dina, biarlah makanan dari Vika berkurang toh keduanya tetap memberiku makanan. Sekalian modus ngapelin si Vika.

” Iya ” tulis Vika dalam smsnya disertai emoticon marah.

” Oke Din gw besok temenin lo seharian ”

” Nah gitu donk ” ucap Dina dengan senyum menghiasi bibirnya. ” Muach ” kecupan Dina menyambangi pipiku.

Saat malam hari tiba di pinggir kolam ikan rumah Dina, ku duduk termenung memandangi kolam itu.

” Guk guk guk guk guk eeerrrrrrrrrr ” suara gonggongan anjing Dina sedari tadi tak bisa diam. Aku yang sudah terbiasa dengan suara itu sudah tidak takut lagi. Karna di kandangin juga sih jadi gk ngeri.

” Brisik lo njing ntar ikannya kabur nih gk mau makan umpan gw ” bentakku pada anjing itu karna mengganggu aktifitasku memancing di kolam ikan Dina.

Sambil menunggu ikan nyangkut di kail ku, ku kipasi bara api untuk bakar ikan nanti.

” EH KUDANIL ITU IKAN2 KESAYANGAN ADE GW NGAPAIN LO MAU PANCING, SEGALA ADA PANGGANGAN LAGI ” seru Dina dari depan pintu rumahnya. Sejak kapan si Dina muncul.

” He he he iseng Din abis bete gw di rumah lo gk ada yang menarik ”

Dina menghampiriku lalu menjewer telingaku ” Sini lo masuk ke dalem, kalo lo lepas dari pengawasan gw bisa2 anjing gw lo sate ”

” Din sakit Din klo gw mati terus arwah gw gentayangin lo gimana ”

” Diem deh jangan omong serem2 mulu ” langsung saja tubuh Dina gemetaran.

Bersambung