Love Never Takes Sides Part 11

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Tamat

Cerita Sex Dewasa Love Never Takes Sides Part 11 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Love Never Takes Sides Part 10

Hilang dalam terang

” Stress lo Din, temen2 gw denger tau ” ku duduk di kursi depan Dina.

” Eh kenalin nih Dra temen gw Sinta ”

” Oh Andra ” ku ulurkan tanganku pada Sinta.

” Sinta ” Sinta menyambut uluran tanganku.

” Sinta 1 angkatan di bawah gw ” ucap Dina

” Akhirnya lo punya temen juga ya Din he he he h e ”

” Gw kagum sama kak Dina ” ucap Sinta, wanita berkuncir pinggir sebelah kanan. Dengan lengan baju dilipat.

” Sejak kapan kalian berteman ” tanyaku sambil memperhatikan tas milik Sinta yang bergambar snow white dan Baju bergambar gadis berkerudung merah.

” Kemaren kak, gw mulai negor2 kak Dina ” ucap Sinta.

” Iya kemaren kita juga pas pulang jalan bareng sampe depan. Kita pisah pas gw nunggu lo di tempat biasa ” ucap Dina menyambungkan cerita Sinta.

” Ohh ini yang kakak bilang kemaren mau nunggu tukang ojek ” ucap Sinta Polos.

” Tukang ojek Din ” ku melotot ke arah Dina.

” Kan udah gw jelasin, demi keamanan lo Dra ” Dina agak kebingungan melirik ke kanan dan ke kiri.

” Oooooohhhhh gitu. Bentar ya Din ” ku bangkit dari tempat duduk, lalu menuju warung lontong sayur.

Ku kembali lagi menuju meja Dina berada ” Jeddddeeeeerrrrrrrrr ” suara pisau yang ku pinjam dari warung. Ku tancapkan di meja depan Sinta dan ” BRuaaaaakkkkkk ” sebagian meja kayu kantin hancur.

” Siapa yang nyuruh lo ” Teriakku pada Sinta.

” Aaaapaa maksud kakak ” tanya Sinta gemetaran.

” Siapa yang nyuruh lo mata2in Dina ” teriakku kembali

” Apa2an si lo Dra ” Bentak Dina

” Wooooiiiiii mau ngapain lo, jangan bikin ribut ” teriak orang2 di sekitarku.

” Diem lo semua ”

” Din lo gk nyadar apa, cewek kayak dia gk mungkin mengagumi lo ” ucapku pada Dina sambil menunjuk wajah Sinta.

” Bagaimana yang nyulik lo bisa langsung tau lokasi lo nunggu gw. Gimana mereka bisa tau tempat itu sepi ? lo keluar kampus selalu lewat gerbang samping, gk ada orang yang bisa perhatiin gerbang samping klo lagi di dalam mobil karna letaknya di gang sempit yang berkelok ”

” Pasti ada orang yang selalu ngawasin lo di dalem kampus sampe lo keluar kampus. Lo liat penampilan cewek ini, gk mungkin dia kagum sama cewek model kayak lo ”

Dina mulai terdiam menyadari penjelasanku.

” Eh setan jangan beraninya sama cewek lo ” tiba2 saja seorang pria datang menghampiriku berusaha untuk memukulku.

” Braaakkkk ” dengan sigap ku hindari pukulannya lalu ku tendang perutnya hingga dia jatuh.

” Lo gk tau diem aja ” bentakku pada pria itu.

Ku duduk kembali di hadapan kedua wanita itu ” Heh Sin kasih tau siapa yang nyuruh lo ”

” Gw gk tau namanya Cuma mukanya aja gw tau, gw panggil dia bos ”

Ku ambil kertas dan pensil dari dalam tasku, tak lama kemudian ” Apa ini orang yang nyuruh lo ?” tanyaku pada Sinta menyodorkan sketsa wajah yang baru saja ku gambar.

” Muka siapa tuh Dra ” tanya Dina.

” Hah lo gk kenal Din, ini kan gambar mantan lo ”

” Jiaaahhh nyokapnya juga pasti gk ngenalin kalo gambar lo sejelek ini. Nih gw ada fotonya di hp gw. Dasar penyidik gagal ” Dina mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menunjukan foto Bagas kepada Sinta.

” Iya2 betul kak itu orang yang nyuruh gw ” ucap Sinta saat melihat foto di ponsel Dina.

” Please kak jangan laporin kepolisi ya, gw Cuma disuruh cari tau kapan kak Dina pulang, terus lewat mana, soalnya kan dia di sini udah gk ada yang deketin jadi susah cari tau tentang kak Dina. Terus ada orang nyuruh gw waktu gw pulang kampus, terus gw di kasih dwit deh. Gw gk tau klo niat orang itu jahat ” ucap Sinta ketakutan.

” Gimana ya Dra, gw butuh dia buat memperkuat tuduhan gw ke Bagas. Tapi gw gk mau Sinta jadi tersangka ” tanya Dina

” Lo omongin aja sama pengacara lo, mungkin dia tau caranya ”

” Iya juga ya. Sin lo bantu gw dan gw gk akan dijadiin tersangka, gimana ? ” tanya Dina pada Sinta.

” Iya kak gw mau ” ucap Sinta lirih.

Ku pandang lelaki yang tadi ku tendang, nampak duduk meringis menahan sakit diperutnya. Ku hampiri dia.

” hei bro tolong beliin kayu papan di toko depan donk, terus betulin tuh meja kantin ” perintahku pada pria itu sambil ku berikan beberapa lembar merah kepadanya.

” Eh Dra klo mau dibenerin ngapain tadi lo rusakin ? ” tanya Dina keheranan.

” Biar keliatan keren Din ”

***

Di taman kampus bersama Dina, kami duduk berdua menikmati bekal yang dibawakan Dina. Tanpa peduli pandangan sinis orang2 yang mengarah pada kami. Toh dunia ini bukan milik mereka saja, kami juga ingin menikmati dunia yang indah ini. Mungkin hanya kesabaran yang kami miliki untuk menahan pandangan penuh benci orang2 di sekitar kami.

” LIAT-LIAT APA, MAU GW CONGKEL MATA LO2 ORANG ” omelku pada orang2 di sekitar kami

” Dra Dra sabar Dra, tadi kan lo bilang sabar ” ucap Dina berusaha menenangkanku.

” Emisi gw Din liat tuh orang ”

” Gimana klo kita ke ragunan ” ajak Dina.

” Kayak bocah aja ke raguan ”

” Gw mau liat kembaran lo kudanil ” ucap Dina mengejekku.

” Kita kemuara karang aja Din ”

” Mau ngapain kita ke sana Dra ”

” Gw mau makan lo cumi bakar ” ejekku membalas.

***

Di kebun raya ragunan. Di pinggir kolam pelikan ku berdua Dina sedang asik melempar makanan untuk para pelikan. Diiringi angin sepoi2 dibawah pohon yang rindang Dina menyandarkan kepalanya di bahuku.

” Dra itu makanan buat pelikan jangan lo makan ”

” Hah kenapa lo gk ngomong, pantesan gk enak ” ucapku terkejut.

” Udah tau gk enak masih dimakan. Nih banyak snack juga ” ucap Dina menyodorkan makanan padaku.

” Eh Dra lo tinggal di rumah gw aja ya, gw trauma Dra sama kejadian penculikan kemaren ” pinta Dina.

” Wah Din gw udah bayar uang kos 1 tahun, sayang klo gk ditempatin ”

” Kenapa lo bayar setahun langsung, mang gk bisa perbulan bayarnya ? ” tanya Dina nampak kecewa di wajahnya.

” Bisa sih tapi gw pengennya 1 tahun ”

” Ya udah gw ngekos aja di kosan lo ”

” Lo kan ada rumah di Jakarta ngapain ngekos ”

” Bosen. Kosan lo masih ada yang kosong gk ? ” tanya Dina mulai bersemangat.

” Ada sih. Ya udah nanti kita ke kosan gw ”

” Sekarang aja yuk kita cabut ” ajak Dina dengan semangat penuh, berdiri lalu menarik tanganku.

***

Disebuah bangunan tempat kosku. Bangunan 3 lantai berbentuk letter U berlindung di balik pagar yang tinggi. Bertemakan bangunan eropa abad 18 bercat biru.

” Di sini ada beberapa jenis kamar kos ” ucap Bu Maria pemilik kos.

” Lantai pertama itu kamar kelas 3, kamar mandi di dalam tapi gk pake AC sebulan 1 juta. Lantai dua kamar kelas 2, kamar mandi di dalem plus AC aja sebulan 1,3 juta. Terus lantai 3 kamar kelas 1, kamar mandi di dalam plus AC dan makan 2 kali sehari pagi dan malam, sebulan 1,7 juta ” Bu Maria menjelaskan detail harga kos.

” Klo si Andra yang mana bu ” tanya Dina.

” Dia yang kelas 1, untung dia bayarnya setahun, klo bulanan mau saya naikin jadi 2 juta perbulan ”

” Kenapa bu ”

” MAKANNYA BANYAK ” ucap Bu Maria sewot menatapku.

” Kulkas saya sampe saya rantai yang ada alarmnya Din” ucap kembali bu Maria

” Sama bu klo nginep di rumah saya bu, dia kakinya saya rantai biar gk keluyuran di dapur ”

” Di sini bebas, pintu gerbang tutup jam 10 malam, tapi klo kamu bisa ngerayu satpam saya gk masalah dia mau bukain diatas jam 10. Jadi kamu mau ngambil kamar yang mana nih ”

” Sama kayak Andra bu, di sebelahnya ada yang kosong gk bu ”

” Klo sebelah persis gk ada Din, ada yang jarak 1 kamar dari kamar Andra ”

” Ya udah gk apa2 bu ”

” Kapan kamu mulai tempatin ”

” Sekarang, saya udah bawa barang2 saya kok di mobil ”

Ku bantu Dina merapikan kamar kosnya, di kamar sudah tersedia tempat tidur, lemari dan juga meja komputer. Ternyata wanita sangat ribet dalam mengatur kamar, geser sana geser sini, taruh sana taruh sini. 2 jam baru selesai kami merapikan kamar Dina. Memang sih hasilnya sangat rapi.

” Dra kamar lo kayak gimana sih gw mau liat ”

” Gw laper Din bantuin lo ngerapiin kamar. capek ”

” Ya ela gw aja biasa2 aja tuh, masa lo kalah sama gw ”

” Eh cumi bakar, lo sih enak Cuma ngatur2 aja, tunjuk sana tunjuk sini. Nah gw yang geser2 tuh lemari, meja, tempat tidur. Gw yang ngangkat2in barang2 lo ”

” Ya udah ke kamar lo yuk, nanti gw pijetin deh ” ucap Dina coba merayuku.

Ku tunjukkan kamar kosku, kamar yang setiap hari menemaniku.

” Wiiiihhh rapi juga kamar lo, biasanya kan kamar cowok tuh berantakan. Apa ada cewek lain yang suka ngerapiin kamar lo ? ” Dina menatapku penuh curiga. Sepertinya dia mulai cemburu padaku.

” Ga ga gak ada kok Din ”

” Apa jangan2 lo itu cewek ya ? ”

” Kan lo udah liat, masih aja ragu ”

” Masa sih coba gw liat lagi ” Dina langsung menyergap celanaku berusaha membukanya. Waduh ternyata dia horny mencari alasan agar dapat terpuaskan.

Ku hanya bisa diam melihat perbuatannya mencabuliku. Tangan2 jahilnya mulai menjamahi sleting celanaku. Membukanya perlahan dan mengeluarkan isinya yang masih lemas.

” Kok lemes sih, perlu dibuktikan nih kelelakian lo ” huh padahal sudah berkali-kali membuktikannya masih saja beralasan. Ku didorong hingga terjatuh ketempat tidurku.

” HA’ ” Dina langsung meniban tubuhku yang terlentang di atas kasur koil. Dibukanya kaosku dan langsung menjilati leherku.

Lidah nakalnya mulai menjelajahi tubuhku, membasahi dengan liurnya tanpa menyisahkan 1 mm2 dari tubuhku. Lubang pusarku tak lepas dari sasarannya. ” Hhhhhhmmmmmmm ” geli sekali rasanya saat lidahnya bergerilya memasuki area pertahanan ring 1 ku.

Lidahnya mulai berputar-putar disekitar penisku memata-matai pusat komandu birahiku. ” Din pintu belum ditutup ”

” Sepi ini Dra ” ucap Dina disela kegiatan pengintaiannya itu. Jemari lentiknya menggelitik pahaku hingga bulu2 yang menumbuhi menjadi berdiri membentuk benteng pertahanan baru.

” Slleeeppp ” lidahnya mulai mendobrak melalui kedua biji zakarku. Menanjang menuju mercusuar yang telah berdiri tegang.

” Hap ” seluruh batang penisku dilahap masuk ke dalam mulutnya, hanya menyisakan 2 bola kecil menggantung.

” Ooouuuggghhh Din, gw tutup pintu dulu Din ” ku berusaha bangkit untuk menutup pintu.

” Jederrrr ” belum sempat ku bangkit dengan secepat kilat Dina menutup pintu lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.

Penisku tanpa ampun disantapnya, aku hanya bisa bergerak-gerak tak jelas menahan rasa ngilu yang menjalari seluruh batang penisku.

” Selamat tinggal kasih
Sampai kita jumpa lagi ”

Kurang ajar suara ponsel Dina berdering mengganggu kenikmatan yang sedang kurasa.

” Halo Pak Ada apa ” ucap Dina mengankat telpon

” Oke gitu, ya udah saya ke sana sama Andra sekarang ” ucap Dina kembali seraya menutup telponnya.

” Siapa Din ”

” Pengacara gw, katanya si Bagas dan anak buahnya udah ketangkep. Kita disuruh ke kantor polisi untuk identifikasi pelakunya ” ucap Dina menerangkan

***

1 bulan kasus penculikan barulah selesai, tuntutan hukum 12 tahun penjara menjadi 5 tahun karna berbagai hal. Kasus yang memerlukan beberapa kali persidangan, tapi aku dan Dina tidak menghadiri semuanya, hanya waktu2 kami diperlukan saja barulah kami hadir.

Kasus inipun sampai masuk media massa, nama Dina jadi mulai dikenal masyarakat. Dan karir politik Bagas pun hancur sebelum berkembang.

Selama di kosan Dina suka menginap di kamarku, begitu pula denganku bergantian tidur di kamarnya. Suatu hari di senin pagi ku lihat Dina sedang terburu-buru.

” Din lo udah rapi ”

” Dra hari ini gw gk kuliah, gw mau nengokin bokap gw di KPK ”

” Oh ya udah, sama siapa lo ke sana ”

” Sama nyokap gw Dra, ya udah gw jalan dulu ya. Muach ” sebuah kecupan mesra mengiringi langkahnya.

Ku beraktifitas seperti biasa, ke kampus mengerjai tugas bersama kelompokku. Dan siang ku pulang ke kosanku.

Hari ini agak sedikit berbeda tanpa kehadiran Dina. Kulihat kamar kosnya nampak terkunci, sepertinya dia belum pulang. Hingga malam hari tiba ku tak melihat dia ada di kamar kosnya. Malam ini ku tutup mata tanpa dekapan Dina.

***

Pagi hari ku terbangun dalam sepi. Ku kembali lihat kamar Dina tetapi sepertinya dia tidak ada. Ku coba cek ponselku tidak ada telpon ataupun sms darinya. Sepertinya dia tidur di rumahnya. Ku coba sms Dina, tak lama aku pun mendapat balasan darinya. Dia tidak masuk kuliah untuk beberapa hari ini.

Ku nyalakan TV dan menonton berita. ” Hah ” alangkah terkejutnya aku melihat Dina ada dalam pemberitaan pagi ini.

” Jika Ayah saya dihukum mati, saya bersedia menjadi algojonya. Saya mahasiswa hukum dan bercita-cita menjadi hakim. Walau itu orang yang sangat berjasa bagi saya, saya tetap menghukumnya bisa dia bersalah ” ucap Dina di depan pencari berita setelah selesai menjenguk ayahnya kemarin. Sungguh pernyataan yang luar biasa terlontar dari anak seorang koruptor.

Tidak menutupi kesalahan Ayahnya malah justru ingin menjadi eksekutor bagi ayahnya. Semoga Dina menjadi hakim yang jujur.

Berkat statement itu Dina menjadi terkenal oleh masyarakat. Semua memuji ketegasan yang ia miliki. Walau wanita tapi Dina adalah wanita yang kuat. Karna itu Dina sering diundang talk show di stasiun2 TV, membahas korupsi di negri ini yang tumbuh subur.

Pernyataan2 Dina yang luar biasa setiap diwawancarai, membuat namanya makin dikenal umum. Bahkan dia tak hanya tampil di acara yang membahas berita nasional saja, acara2 tidak jelaspun dia hadiri. Sempat muncul di sebuah sinetron beberapa episode berperan menjadi seorang hakim yang jujur.

Dina pun menjadi super sibuk, orang2 di kampus mulai mendekatinya lagi. Bak seorang artis setiap langkah kakinya melangkah selalu diketahui orang sekampus.

Dina sudah tidak ku antar jemput lagi, dia ke kampus mengendarai mobil, dia sudah lupa denganku. Di kampus saat berpapasan denganku saja tak ada sapaan yang keluar dari bibirnya. Bagaimana mau menyapa memandang saja sudah tak sempat.

***

Satu bulan sudah Dina menghilang dari hidupku. Aktifitasku hanyalah menyelesaikan tugas akhir. Mungkin dia sudah menemukan kebahagiaannya. Ya kepopuleran mungkin kebahagiaannya itu.

Tak ada kemesraan yang terjalin, tak ada rintihan2 kenikmatan yang terukir, tak ada gelak tawa yang tergambar dan yang paling utama tak ada jatah makanan tambahan dari Dina.

Ah sudahlah dulu juga tak ada yang namanya Dina dikehidupanku, kenapa sekarang aku jadi merana bila Dina tak hadir dikehidupanku. Paling tidak kupingku sedikit tentram karna tidak lagi mendengar curhatan Dina. Lebih baik aku lebih fokus dengan tugasku saja.

***

Minggu pagi yang cerah, ku pakai sepatu ketku yang sudah lama terpajang di rak sepatu. Dengan celana pendek berwarna coklat dan kaos warna putih polos, ku langkahkan kaki berlari menuju taman dekat tempat kosku berada ditemani alunan musik pop.

Sesampainya di taman nampak seorang gadis duduk sendiri menunduk. Air mata terlihat menetes membasahi sepatunya. Gadis yang ku kenal selama ini, gadis yang menjadi teman 1 kelompok tugas akhirku.

” Vik napa lo nangis di sini sendiri ? ” ku duduk di sebelahnya.

” Gk kenapa2 Dra, gw Cuma pengen sendiri aja ” ucap Vika terisak-isak

” Oh gitu, ya udah gw cabut dulu ya ” ku bangkit lagi ingin kembali melanjutkan olahraga.

” Lo jadi cowok kok gk peka banget sih, udah tau gw nangis pasti ada apa2nya lah ” omel Vika, seketika itu niatku untuk berolahraga menjadi gugur.

Ku pandangin Vika penuh tanda tanya, kenapa jadi marah padaku. Kan dia sendiri yangbilang gak kenapa2.

” Vik ” ku kembali duduk di sampingnya. Tetap memandangi wajah sedihnya yang terlalu melankolis.

” Lo sebenernya kenapa Vik ? ” ku coba untuk memahami perasaannya saat ini.

” Gw gk bisa cerita sama lo Dra ” Vika masih tertunduk menangis, air matanya terus membasahi bumi.

” KLO GK MAU CERITA, KENAPA TADI BILANG KLO GW GK PEKA ” omelku kesal merasa dipermainkan.

” Kok gantian lo yang marah Dra ” Vika mulai mengangkat kepalanya menatapku.

” Abis lo bingungin orangnya ”

” Maksud gw tuh lo temenin gw dulu napa, jangan ngeloyor pergi gitu aja. Udah tau gw lagi sedih ”

” Ya udah ”

Kami duduk berdua di taman tanpa berbicara apapun. Dia menikmati rasa sedih yang sedang di alami, sedangkan aku……………….

” Bang bubur 2 mangkok ya ” pesanku kepada tukang bubur ayam yang sedang mangkal di tempat itu.

” Gw gk laper Dra ”

” Siapa yang mau beliin lo, itu buat gw semua ”

Tak lama pesananku tersedia.

” Dra ” panggil Vika lemas, dengan pandangan sayu menatapku.

” Hmmmmmm ” mulutku penuh dengan bubur ayam.

” Gw udah gk perawan Dra ”

” Hah ” Ku terkejut menatap nanar wajah wanita yang selama ini selalu menjaga kesuciannya.

” Malam minggu kemaren Dra, gw ml sama cowok gw. Gw sekarang jadi cewek yang kotor, yang gk ada harga dirinya ” ucapan Vika sangat menohokku, akupun juga sama dengannya. Aku sudah tak perjaka, perjakaku hilang tertukar oleh makanan dari Dina.

Sepertinya kupingku kembali harus mendengar keluh kesah seorang wanita ” Kok bisa lo ml sama cowok lo, mang gimana ceritanya ? ”

” Semalem gw sama cowok gw main ke rumah temen cowok gw. Acara ultah gitu, di tempat itulah semua kejadian itu bermula ”

( Flash back seminggu yang lalu di sebuah rumah mewah )

Hiruk pikuk orang2 menghadiri pesta ulang tahun Reno. Nampak beberapa pasangan bermesraan di sudut2 ruangan, taman, teras, pinggir kolam renang dan di setiap sudut rumah yang sangat luas itu.

Di salah satu sudut ruangan ” Nih sayang minum buat kamu ” ucap Rudi memberikan segelas minuman berwarna merah, entah apa itu warnanya.

” Makasih ya Bebs. Muach ” ucap Vika seraya mengecup pipi kekasihnya itu.

Beberapa teguk air mengalir melalui tenggorokan wanita yang sedang dimabuk asmara.

” Bebs kok aku gerah banget ya ” keluh Vika seraya mengibas-ngibaskan bajunya menghilangkan hawa panas yang tiba2 menyerangnya. Minuman yang sudah tercambur obat perangsang itu tak perlu menunggu waktu lama untuk melihat reaksinya.

” Kita cari tempat yang ademan aja yuk say ” Rudi menggandeng Vika menuju tempat yang dimaksud.

” Ko di sini say ” Vika heran saat memasuki sebuah ruangan yang terdapat ranjang tak berpenghuni.

” Iya di sini kan ada ACnya ” Rudi mencari alasan sembari menyalakan AC kamar itu.

” Masih gerah bebs ”

” Ya udah lepas aja bajunya, Cuma ada kita berdua aja kok ” Rudi mulai merayu seraya membuka kaos Vika.

” Jangan bebs ” mulut Vika menolak tetapi tubuhnya tak dapat menolak. Rasa birahi yang menjalari seluruh tubuhnya mengizinkan Rudi melakukan keinginannya.

” Aku sayang kamu ” ucap Rudi coba menenangkan kekasihnya itu.

Vika yang sudah tak kuasa dihantam gejolak birahi bukannya menolak malah menuntun kekasihnya itu ke atas ranjang. Dengan nafsu yang tak kalah menggebu, Rudi menjarahi seluruh pakaian Vika yang sudah tergeletak pasrah menunggu kepuasan batin dari kekasihnya.

Tak perlu waktu yang lama bagi kedua insan itu melepas seluruh pakaian mereka. Tubuh bugil mereka berdua terhampar di atas sebuah ranjang besar nan empuk. Lidah mereka bersaut-sautan memberi rangsangan penambah gairah.

Tangan2 mereka beradu bakat menjamahi tubuh2 polos mereka. Seakan tak peduli lagi dengan status mereka yang baru sebatas pacaran. Kedua makhluk bernafsu itu melepas rangsangan2 brutal, memberi sebongkah kenikmatan.

” Aaaaaaahhhhhhhh bebs enak banget ” dengus nafas Vika terasa benar dimulut Rudi.

Lidah Rudi mulai menjamahi leher jenjang kekasihnya itu. Vika yang sudah lepas kendali menuntun kepala Rudi agar lebih menjamahi area yang menurutnya sangat sensitif. Di turunkan kelapa kekasihnya itu menuju bongkahan payudara yang sudah mengeras. Dengan puting yang masih berwarna merah muda.

Puting yang mengeras pun di lahap dengan sepenuh nafsu. Di hisapnya kuat2 puting itu, seperti bayi yang sedang kehausan. Insan yang dengan haus birahi, menegung air kenikmatan yang mengalir melalui pori-pori mereka.

” HHhhhhhhmmmmmm nikmat banget bebs ” desahan Vika tak berhenti, kenikmatan yang baru ia dapatkan ingin terus dan terus ia nikmati.

Digelitiknya putting indah yang baru terjamah oleh lidah lelaki itu. Membuat Vika makin menggelinjang tak karuan. Jemari Rudi yang sedari tadi merabahi perut ramping Vika mulai turun kebawah, menyibak bulu2 halus yang menjaga kesucian vaginanya.

” Ooooouuuuuuuuuugggggghhhhhhh ” jerit Vika dalam birahi ketika jemari Rudi mulai menggesekan vaginanya. Bukannya hilang, Rasa gatal di sekujur vaginanya makin menjadi-jadi. Seolah jari Rudi tak cukup membuat vaginanya puas.

Vagina yang telah basah dengan lendir2 pengiring penis sudah siap untuk menerima tamu idaman.

” Aku masukin ya say ”

” Sakit gk bebs ” suara Vika lirih antara takut dan ingin melihat penis Rudi yang sudah sangat keras siap memasuki rongga kenikmatan yang belum terjamah.

” Kamu tahan say, nanti juga enak ” Rudi coba meyakinkan kekasihnya itu untuk melepas keperawanannya.

Dengan menutup mata Vika berusaha menahan rasa sakit yang akan segera dia rasaka.

” Aaaaaakkkkkhhhhhhh ” erang Rudi ketika melakukan penetrasi pada vagina perawan itu.

” Hhhhhmm sakit bebs ” Vika menahan sekuat tenaga rasa perih yang ia mulai rasakan.

” slep ” kepala penis Rudi sudah memasuki liang vagina Vika. Nampak darah perawan Vika mengalir membasahi penis Rudi dan juga selangkangan Vika.

Rudi mendiamkan sejenak penis yang sudah sebagian masuk, untuk memberi kesempatan vagina Vika beradaptasi. Setelah dilihat tak ada tanda kesakitan dari Vika mulailah Rudi kembali mendorong penisnya itu.

” Sleeeeeeppppppp ” seluruh penis Rudi akhirnya masuk ke dalam vagina Vika.

” AAAAkkkkkkkhhhhhhhh sakit bebs ” Vika meringis menahan rasa perih yang teramat, keperawanannya kini sudah hilang.

Tidak ada gerakan dari kedua insan itu sampai rasa perih yang di alami Vika menjadi rasa nikmat barulah Vika mengambil inisiatif untuk menggerakan pinggulnya.

” Ooouuuuggghhh enak banget bebs ” desah Vika yang sudah mulai menikmati batang penis seorang lelaki yang dicintainya.

” Kamu suka say ” Rudi ikut menggoyangkan pinggulnya perlahan.

” Iya bebs, enak bangettttt ssssshhhhhhhh ” Vika makin mempercepat gerakan pinggulnya.

Kecupan-kecupan liar Rudi menerjang leher Vika, hingga membentuk tanda2 kemerahan. Gesekan dada Rudi pada payudara Vika membuatnya makin bergairah.

” Nyotin tetekku bebs ” pinta Vika membusungkan dadanya. Rudi dengan lahap langsung meraup payudara yang sudah menantangnya.

” AAAakkkkkkkhhhhhh kayak gitu bebs enak banget ” Vika terus meraung2 meminta kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.

Semikn liar gerakan kedua insan bugil itu, meronta-rotan tak terkendali. Hujaman demi hujaman penis Rudi semakin genjar menyeruak ke dalam rongga vagina Vika.

” SShhhhhhhhhhhhhh terus bebs lebih kenceng lagi ” erangan Vika meminta kenikmatan lebih dan lebih lagi.

Luapan birahi mereka terus mengalir tanpa memperdulikan gemuruh orang2 di luar menikmati pesta. Setengah jam sudah mereka mergelora, tubuh2 bugil bergelimpangan menjelajahi ranjang yang luas itu.

” AAAAAAAAAAAkkkkkkkkkkkhhhhhhhh Oooooooooouuuuuuugggggg ” jeritan kedua manusia telah mencapai puncaknya. Cairan sperma Rudi dan cairan orgasme Vika saling menyemprot membasahi kedua kelamin yang saling beradu.

Sungguh pergumulan yang menguras tenaga, walau begitu mereka masih mengulangi sampai 3 kali dalam semalam. Hingga pagi menjelang barulah mereka mengakhirinya.
( Kembali ke saat ini, di sebuah bangku taman )

” Gw pulang pagi, saat sampai rumah ortu gw marahin gw habis2an. Gw disuruh jauhin Rudi, tapi gw takut hamil, klo gw putus siapa yang mau tanggung jawab ” ucap Vika penuh emosi

” Tapi kemarin gw lega karna gw mens. Yg gw khawatirin gk terjadi ”

” Setelah kejadian malam itu, setiap ketemu Rudi selalu ngajakin gw ml. Dan semalam Rudi kembali ngajakin gw ml tapi berhubung gw lagi halangan, gw gk bisa. Tapi dia tetep maksa minta gw oral, bahkan ngancam mutusin gw ” ucap Vika dengan air mata terus mengalir

” Hati gw sebenernya berontak Dra setiap gw ml sama dia tapi gw sayang sama Rudi. Gw gk bisa menolaknya, gw juga menikmati. Hati kecil gw selalu menolak tapi kalah sama rasa sayang dan nafsu gw ”

” Setiap selesai ml gw selalu nyesel, tapi kenapa gw melakukan hal itu lagi dan lagi ” emosi Vika nampak meluap-luap

” Dra tumben lo nyimak orang cerita. Biasanya klo lagi makan gk dengerin orang lagi cerita ” Vika mulai menoleh padaku.

” Gw prihatin ” jawabku singkat.

” menurut lo gw harus gimana Dra ? klo gw nolak ml sama Rudi selalu diancam putus. Klo gw putus mang masih ada cowok yang mau sama gw yg udah ternoda ”

” Miyabi no miyabi yes ”

Bersambung