Lembaran Yang Hilang Part 9

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14END
SEASON 2
S2 Part 1S2 Part 2S2 Part 3S2 Part 4S2 Part 5S2 Part 6S2 Part 7S2 Part 8
S2 Part 9S2 Part 10

Lembaran Yang Hilang Part 9

Start Lembaran Yang Hilang Part 9 | Lembaran Yang Hilang Part 9 Start

Sex & Love : Memeluk Bidadari

—-POV REGA—-

Keesokan harinya di waktu siang, cewek bertanduk iblis menepati ucapannya tentang kedatangannya lagi hari ini.

Lembaran Yang Hilang Part 9

Yappp, itu dia orangnya, Angel. Iblis berkedok bidadari. Seketika rumah ini serasa dihantui oleh sosoknya. Kehadirannya bagaikan membawa aura aura negatif yang sangat suram. Seolah lantai dan tembok di dalam rumah berubah jadi menyeramkan setiap dia melangkahkan kakinya. Kenapa sih dia masih mau gentayangan disini? Padahal semalam aku berdoa dan memohon agar rumah ini dijauhkan dari setan-setan terkutuk.

Begitu masuk ke dalam rumah, Angel langsung naik ke atas tanpa menyapaku bahkan sama sekali tidak melihat ke arahku dan Winry yang sedang duduk di sofa ruang tengah.

Saat itu aku dan Winry sedang menonton naruto di TV. Angel tidak datang sendiri, dia datang bersama dua orang pria yang membawakan barang-barangnya. Masing-masing orang itu melengkapi diri mereka dengan tas perkakas di pingganya. Begitu banyak barang yang dia bawa, semuanya tersimpan didalam kardus coklat mulai dari yang ukurannya kecil sampai dengan yang besar. Saking banyaknya, sampai membuat dua orang pria tadi harus berkali kali naik turun tangga untuk memasukkan barang-barangya Angel dari depan. Aku dan Winry sedikit heran dengan banyaknya barang-barang yang dia bawa, padahal di dalam kamarnya semua fasilitas sudah lengkap tersedia. Tapi setidaknya dia tidak menyuruhku memindahkan barang-barang itu.

“Pasti kardus-kardus itu isinya baju semua” Ucapku pada Winry saat kami membicarakan barang-barangnya Angel. “cewek selalu punya seribu satu macam jenis pakaian dan aksesoris di dalam lemarinya, apalagi bagi cewek seperti dia. Tiap hari dia selalu memakai pakaian mahal saat di kampus, dia selalu menjaga penampilannya agar terlihat glamour dan seksi”

“Seorang cewek tidak harus memakai pakaian mewah untuk membuatnya terlihat menarik” Seru Winry disampingku, “Dia tidak ingin semua cowok melihat tubuhnya, tapi kenapa dia selalu pakai pakaian seksi dan terbuka”

Ehh bagaimana Winry bisa tau?. Oiyah, Saat itu kan Winry dan Mira menjadi peserta ospek saat Angel bicara ngawur diatas panggung kepada semua orang

“Entahlah, emang dasarnya cewek Gila” Sahutku “dengan bicara seperti itu kepada semua orang, secara tidak langsung dia malah menyuruh semua cowok untuk memperhatikan tubuhnya, jangan-jangan dia sengaja bicara seperti itu agar semua cowok tertarik dengan dia.”

Mendengar kesimpulanku, Winry yang duduk tak jauh dariku tertawa kecil.

“Semua cowok?” Tanya Winry. “Seniorr !! kamu baru saja menguatkan fakta kalau semua cowok itu mata keranjang.. ” Ucapnya masih tersenyum.

Shit. Berarti aku juga dong? . Jujur aku memang tidak bisa menahan untuk tidak menatap tubuh dan payudaranya Angel, tapi secara tersirat aku malah mengatakannya kepada Winry. Hadeee aku merasa malu saat menyadarinya. Winry menahan tawanya saat tau aku menyadarinya.

“Tapi cowok mata keranjang itu wajar kok,” Ucap Winry “Karena cowok itu makhluk visual. Secara alami. cowok pasti lebih tertarik melihat cewek seperti dia karena dia memang cantik dan tubuh idelnya itu terlalu sulit untuk tidak dilihat. Mungkin memang semua cowok itu mata keranjang, tapi tidak semua cowok itu genit” Jelasnya sambil tersenyum

Nahh itu baru bener. Jadi jangan nge-judge buruk cowok yang suka lirik sana sini. Seandainya semua cewek itu pengertian seperti Winry. Hahaha. Ahh tapi. Dia pasti menganggapku cowok mata keranjang sekaligus genit karena berulang kali secara tidak sengaja dia memergoki apa yang aku ‘lakukan’ dengan cewek lain. Yang paling memalukan adalah saat dia memergoki aku sedang mencumbu Ressa di tengah hutan. Saat itu Dia sangat jelas melihat mulutku berada di payudara Ressa.

Dibalik ketenangan dan wajahnya yang Innocent, Winry selalu saja mengucapkan kalimat-kalimat yang tak terduga. Banyak yang bilang, Orang yang terlihat tenang akan bisa menyimpulkan sesuatu dengan cepat karena pikirannya selalu dinamis. Winry mengingatkanku dengan seseorang yang kini telah pergi.

Sejak kemarin dia membantuku memindahkan barang-barangku ke kamar belakang, Aku dan Winry jadi dekat lagi seperti dulu. Itu sebabnya hari ini kami terlihat lebih dekat daripada sebelumnya. Tidak ada lagi rasa canggung diantara kami. Bahkan semalam kami berdua keluar jalan kaki cari makan malam bersama di sekitaran kampus. Meskipun kebanyakan diam, tapi kami sempat ngobrol mengenai perkuliahan dan lain-lain. Selain membaca buku, ternyata Winry suka dengan anime dan semua hal yang berkaitan dengan negeri sakura. Cuma itu semantara yang aku tahu tetang dia. Tidak begitu banyak informasi yang kuperoleh tentang kepribadiannya. Dia cenderung tertutup untuk menceritakan kehidupannya.

Tapi menurutku ini adalah awal yang baik untuk mengenal Winry lebih dekat. HMmm. Rasanya begitu menyenangkan ada seseorang yang bisa diajak ngobrol di rumah ini. Apalagi dia adalah Winry, satu-satunya orang yang dulu bisa menenangkanku saat Alexa pergi.

“ya. Harus kuakui dia memang cantik. Semua cewek itu cantik, tapi tidak semua cewek mempunyai hati yang baik” Ucapku.

Winry menatapku beberapa saat kemudian melihat kedepan lagi. “Isi hati seseorang. Siapa yang bisa tahu? Bahkan kita sering kesulitan memahami isi hati kita sendiri” Ucap Winry tanpa melihatku.

Apa yang dia maksud mengenai sulitnya memahami hati diri sendiri? Siapa yang dia maksud? Dia sendiri? Atau dia sedang membicarakan tentang aku? Karena kuakui aku memang sering kesulitan dalam hal itu.

Tapi Benar apa yang dia katakan sebelumnya. Apapun yang orang lain lakukan, baik maupun buruk. Kita tidak akan tahu apa yang ada di dalam hati seseorang. Tapi Sekali lagi, Winry dan ucapan-ucapan tak terduganya. Winry memang tipe cewek pendiam, tapi saat sesekali dia bicara, BOOMMM, dia selalu membuatku terpukau dengan ucapannya. Kadang aku berpikir kalau sebenarnya Winry lebih dewasa dariku. Hmm. Cewek pendiam memang selalu penuh dengan kejutan. Walaupun terkesan misterius karena dia selalu menutup-nutupi kehidupan pribadinya, tapi itu yang membuatnya lebih menarik. Bener nggak?

Saat sedang tegang-tegangnya menyaksikan pertarungan naruto melawan kabuto dan orochimaru di jembatan langit dan bumi tiba-tiba terdengar suara yang sangat berisik dari kamarnya Angel. Seperti suara mesin bor bersahut-sahutan dengan suara pukulan palu pada sebuah benda. Kemudian salah satu pria tadi keluar ke depan lalu masuk lagi dengan membawa sebuah tangga lipat. Aku dan Winry saling berpandangan. Apa yang sedang mereka lakukan didalam sana? Tanyaku dalam hati. Tapi aku sama sekali tidak berminat untuk melihat ataupun memeriksanya.

Hampir satu setengah jam lamanya suara-suara berisik masih terdengar dari dalam kamarnya Angel. Suaranya yang terdengar begitu keras cukup mengganggu. Aku dan Winry jadi tidak begitu menikmati tontonan di TV. Rese’ banget emang tuh cewek iblis. Kemudian suara-suara berisik usai. Tak lama kemudian, dua orang pria tadi keluar kamar dan sempat berpamitan kepadaku dan Winry saat mereka menuruni tangga. Kemudian Angel menyusul keluar kamar. Aku melihatnya menuruni anak tangga sambil membawa tas kecil bersamanya.

Lembaran Yang Hilang Part 9

Shit, ternyata memang sulit untuk tidak menatap payudara yang besar itu. Sebaiknya aku tidak berlama-lama memandangnya atau aku yang bakal kesusahan. Aku kira dia akan pergi, tapi dia berjalan mendatangiku. Mau apa lagi cewek sialan ini?. Aku pura-pura tidak melihatnya dan tetap melanjutkan nonton TV, padahal dia sudah berdiri disampingku.

“Heh, asisten mesum” Panggil dia sambil menyodorkan secarik kertas padaku.

“Apa itu?” tanyaku sinis tanpa melihatnya.

“Barang-barang dan makanan yang aku butuhkan, belikan untukku”

“Kamu mau keluar kan? kenapa kamu tidak sekalian membelinya sendiri??” Tanyaku.

“Baru sehari kamu sudah lupa dengan ucapanmu?”. Ucapnya.

Iya aku memang sudah janji untuk menjadi asistennya. Tapi dia memperlakukanku layaknya seorang pembantu.

“Aku akan melakukannya setelah kamu membayar uang sewa selama satu tahun yang kamu sombongkan itu” Balasku.

“Jangan khawatir, Akan kubayar uang sewanya saat aku mendapatkan semua barang-barang ini.” Ucap dia “jangan sampai ada yang terlewat, atau aku tidak akan membayar sewanya!!”

Faaaak,, cewek ini bikin kesel banget, setidaknya tidak bisakah dia mengatakan ‘tolong’. Kuraih kertas itu dengan malas. Kemudian dia berjalan keluar rumah. Pada kertas itu dia menuliskan daftar barang-barang yang harus kubelikan untuknya. Kebanyakan adalah barang-barang kebutuhan sehari hari seperti perlengkapan mandi, pengharum ruangan dan dia menuliskan begitu banyak aneka jenis merk coklat dan kue kue manis. Dan di daftar paling bawah dia menuliskan soft….. Fuck. Apa-apaan ini?

“HEHH TUNGGU !!” Teriakku pada Angel saat dia akan membuka pintu. Dia berbalik badan “kamu menyuruhku membeli pembalut? Udah Gila Ya? Kenapa gak sekalian menyuruhku beli beha” Ucapku penuh dengan amarah.

“Boleh juga.. Belikan satu untukku !!” Ucapnya lalu keluar rumah.

FAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK, AaaaarrRGGGGGHHHHHHHHHHHH.

Bener-bener cewek sialan, awas aja , suatu saat nanti akan kubalas.. Winry menatapku saat aku meremas-remas kertas yang diberikan Angel.

“Masa’ iya aku harus beli bra untuk dia?” Ucapku. Kenapa tiap bertemu iblis itu aku selalu sial.

“Seharusnya kamu tanyakan juga ukurannya.” Seru Winry, dia tak bisa menahan tawanya melihat ekpresiku.

Hadeeeee. Benar juga, ada ukuran-ukuran tertentu untuk membeli barang-barang halus seperti itu. Dan mana mungkin aku tahu tentang ukuran payudara seorang cewek. Selama ini aku hanya tahu ukuran payudara cewek itu hanya ada dua, besar dan kecil. Aku harus bertanya langsung ukuran payudaranya?? Pfttt.

.

.

.

.

Daripada pusing mikirin cewek nyebelin itu mending mikirin bagaimana caranya agar kencanku malam ini berjalan dengan lancar. Uhmm. Sepertinya terlalu cepat mendeklarasikan malam ini sebagai kencan pertamaku dengan Luna. Dia hanya mengundangku ke rumahnya untuk menghadiri pesta para rekanan bisnis orang tuanya. Apapun nanti namanya, yang pasti aku senang sekaligus cemas karena yang akan aku temui malam ini adalah cewek yang yang sangat sangat kukagumi kecantikannya. Kuharap aku tidak gugup saat bersamanya nanti.

Sore harinya sebelum matahari benar-benar tenggelam aku sudah berada di komplek asrama mahasiswa di dalam kampusnya Rein. Setibanya disana aku menghubunginya dan dia menyuruhku menunggu di lobby asrama. Karena memang ini asrama khusus putri dan aturannya Cowok dilarang naik.

Sore itu lobby cukup banyak orang terutama cowok yang menunggu sepertiku. Sepertinya mereka sedang menunggu pasangan mereka masing-masing. Secara malam ini adalah malam minggu. Ada juga penghuni asrama yang sedang bicara dengan tamunya sambil membawa laptop dan buku mata kuliah. Kulihat juga penghuni asrama seliweran di depanku dengan pakaian yang bagus, make up tebal dan harum parfum yang begitu menyengat. Sesekali mereka melirikku, damn. Asrama ini isinya cewek cantik-cantik semua. Tapi tidak ada satupun yang kecantikannya mendekati Rein.

Tak lama kemudian Kulihat Rein berjalan mendekat.

Lembaran Yang Hilang Part 9

Berbeda dengan penampilan penghuni asrama lain yang sudah rapi dan wangi seperti akan pergi kencan. Sore itu Rein menemuiku dengan baju tidurnya.

“Masih jam segini kamu sudah mau tidur Rein?”

Tanyaku saat dia memberikan kunci mobilnya kepadaku. Dia melihat baju yang dia kenakan.

“Aku baru bangung tidur Dekk. Semalam aku… !!” Jawabnya tapi terhenti.

“Ngapain semalem?” tanyaku.

“Ngerjain tugas” Ucapnya singkat “Kamu rapi banget Dek??, serapi ini ke rumah temen,, hmmm pasti bukan temen biasa. Siapa Dek?? Luna yang cantik itu kah??” Tanya Rein.

“Eh Kok Tau?? Dan, bagaimana kamu bisa tau tentang Luna?” Rein terdiam sejenak.

“kamu kan pernah cerita. Masa’ Lupa? Kamu tunggu disini bentar” Ucapnya lalu Rein pergi kembali menuju lift.

Aneh. Perasaan aku tidak pernah cerita apapun tentang Luna kepada Rein. Tak lama, dia kembali lagi dengan membawa se-buket bunga di tangannya lalu dia berikan kepadaku.

“Semalem seorang cowok memberikan bunga itu kepadaku, berikan bunga itu untuk Luna, dia pasti akan terkesan”

“Cowok? temen kuliah? Kamu pasti primadona di kampus dan banyak cowok yang mendekatimu” Ucapku. Karena Rein memang cantik dan seksi, pasti banyak cowok yang berebut ingin mendapatkan hatinya.

“Iya dong, emangnya kamu aja yang bisa tidur dengan banyak cewek” Ucapnya sambil tersenyum.

Ehhh?? Emang berapa banyak cowok yang sudah dia ajak tidur bersamanya? Entah mengapa tiba-tiba aku jadi cemburu saat memikirkannya.

“bukannya tadi kamu bilang semalam begadang ngerjain tugas?” tanyaku. “jangan-jangan….”

“ishh, bawel banget,, udah sana berangkat !!” Serunya sambil mendorong tubuhku “bidadari cantik sudah menunggumu. Go and Get Her!!”

Dan kemudian aku pun berangkat menuju rumahnya Luna dengan menggunakan mobilnya Rein. Kuakui hubunganku dengan Rein semakin hari semakin membaik. Setelah ketegangan yang terjadi antara aku dan dia akibat perbuatan burukku setahun kebelakang, aku tidak akan lagi jatuh di lubang yang sama. Aku sudah berjanji kepadanya untuk berubah. Dia pasti sudah menaruh kepercayaan besar kepadaku dengan membiarkanku hidup sebagai anak kost. Dan aku tidak ingin mengecawakan Rein lagi.

Aku sedang berusaha untuk membuktikan kepada Rein kalau aku bisa berubah. Berusaha hidup normal dan menjalani hidup ini lebih baik lagi. Hidup sehat tanpa terikat dengan dunia malam dan alkohol. Mungkin aku akan melanjutkan Nge-Gym lagi. Aku akan fokus dengan kuliahku. Menjadi seorang mahasiswa yang baik. Tidak akan malas-malasan dan bolos lagi. Mengerjakan semua tugas-tugas. Bergaul dengan teman-teman yang baik seperti Winry, Mira, Dicky, Billa, Luna. Uhmm !!. Mungkin Luna bisa menjadi pacarku, dan sepertinya Rein merestui itu. Meskipun masih terasa janggal bagaimana Rein tau tentang Luna, apalagi dia tau kalau Luna itu cantik.

Sambil mengendarai mobil menuju rumahnya Luna di pusat kota, pikiranku melayang. Apakah memang ini sudah waktunya memulai menulis lembaran baru dengan tinta cinta yang pernah dikatakan Alexa?. Saat menghadiri Dreamfields di Bali, AL juga menyarankan agar aku move on dan membuka hati untuk seseorang. Minggu lalu Rein juga menyuruhku agar aku mencintai seseorang lagi. Apakah seseorang yang bisa membuatku membuka hati dan mencintai lagi adalah Luna? Dan Mungkinkah seseorang yang pernah dikatakan Alexa, yang akan menemani dan mengisi setiap lembaran hidupku adalah Luna?.

Selain cantik, Luna adalah cewek yang smart, baik, murah senyum, dan dikagumi banyak orang. Terlebih lagi dia terlihat begitu dewasa dan elegan dalam bersikap. Banyak hal dalam diri Luna yang menjadikan dia sebagai kekasih idamanku. Bagiku, Luna adalah pasangan yang sangat ideal. Tapi kenapa aku masih ragu?

Siapa yang tidak ingin punya pasangan?. Semua orang tentu ingin memilih menjalani hidup bersama seseorang yang sangat disayanginya. Bohong jika ada orang bilang ‘single itu lebih baik’. Karena menurutku, ada yang peduli, ada yang perhatian, saling menjaga hati dan perasaan itu jauh lebih baik daripada sendiri. Tapi itu adalah sebuah masalah bagiku, terakhir kali aku menjalin hubungan dengan cewek yang sangat kucintai, aku mengkhianati hati dan perasaannya dengan tidur dengan banyak cewek lain. Walaupun akhirnya dengan segala kebesaran hatinya dia mau memaafkanku tapi aku sangat merasa bersalah karena telah menyakiti hatinya. Itulah kenapa aku masih takut menjalin hubungan, aku takut menyakiti perasaan pasanganku lagi. Apalagi sejak hubunnganku dengan Rein kembali membaik, bagaimana aku bisa menjalin hubungan serius dengan seseorang jika aku masih tidak bisa menahan untuk bercinta dengan Rein. Tidak mungkin ada cewek yang bisa mengerti dan menerima hubunganku dengan Rein selain Alexa.

Lagipula, tidaklah baik memulai suatu hubungan hanya karena ingin ada yang mengisi kekosongan hati ini.

Seandainya…. Seandainya dia masih ada disini mungkin aku tidak perlu memusingkan hampanya hati ini. Hanya dia yang bisa mengerti aku. Dia yang selalu bersamaku, dia yang mampu mengobati luka hati ini, dia yang selalu memelukku erat saat aku bersedih dan dia yang memberiku kekuatan. Hanya bersamanya aku merasa kuat, merasa aman, merasa tenang, dan merasa nyaman.

Tapi dia tidak ada lagi disini. Dia memutuskan untuk pergi dan mengatakan padaku tidak akan pernah kembali. Padahal dia baru saja kembali setelah sekian lama pergi.

Aku membayangkannya didalam pikiranku. Tiba-tiba saja dalam pikiranku aku mendengar dia berbisik,

Kamu milikku dan aku milikmu.

Kata-kata yang selalu dia ucapkan padaku. Mendengar suara itu dengan spontan aku menghentikan mobil begitu saja di pinggir jalan. Tiba-tiba nafasku jadi berat dan tanganku gemetaran. Pandanganku kedepan tapi aku tidak melihat apapun. Kosong. Di dalam kepalaku teringat semua yang terjadi setahun kebelakang. Semua hal yang kami lakukan bersama.

Dengan cepat kuraih ponselku, kucari namanya di dalam kontak dan langsung kusentuh tombol memanggil. Dalam hati aku sangat berharap agar nomornya masih aktif. Meskipun dia sudah pergi dan tidak akan pernah kembali, paling tidak aku ingin mendengar suaranya. Namun, yang terdengar hanyalah suara mbak-mbak operator

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silakan coba beberapa saat lagi,”. Shit. Kutaruh ponselku. Aku terdiam dalam keheningan,

Kamu benar-benar telah pergi?

Haruskah aku menunggumu?

meskipun kamu bilang tidak akan pernah kembali

Aku tau menunggu itu membosankan

Menunggu adalah bentuk penyiksaan

Tapi

Aku percaya bahwa

Beberapa hal memang layak untuk ditunggu

Aku akan menunggu sampai hari dimana

Kita bisa bertemu kembali

AL….

.

Kemudian mobil kulajukan kembali . Rumahnya Luna berada di perbatasan kota sebelah utara. Untuk menuju kesana aku harus melewati pusat kota. Baru saja aku memasuki kawasan elit di pusat kota dekat dengan gedung-gedung pemerintahan. Dan jika melewati kawasan elit ini, pasti akan mudah melihat rumah mewah bergaya eropa klasik yang elegan bak sebuah istana. Saking besarnya, aku bisa melihat rumah itu dari kejauhan. Dicky berkata, kalau Angel tinggal di istana itu. Jika memang itu rumahnya Angel, kenapa dia mau maunya tingal di tempat kost? Padahal jarak dari sini ke kampus tidaklah begitu jauh. AHHh, ngapain juga aku peduli dengan cewek gila itu.

Tak jauh beda dengan kota kota besar lainnya, pusat kota selalu identik dengan macet. Aku masih punya waktu satu jam sebelum acara dimulai. Semoga masih bisa datang tepat waktu, pikirku. Selain karena malam minggu, kemacetan ditengah kota juga disebabkan oleh demonstrasi para nasabah UNI-BANK yang turun di jalanan menuntut kejelasan atau dikembalikannya uang mereka. Tidak hanya terjadi disini, demonstrasi para korban serangan SHUTDOWN! terjadi di hampir setiap kota besar. Aksi itu akan terus mereka lakukan sampai mereka mendapatkan uang tabungan mereka kembali. Aku masih tidak habis pikir dengan pelaku serangan itu, tega banget mengacaukan dan menghilangkan data tabungan nasabah. Untuk apa coba? Aku hanya berharap para korban serangan itu bisa mendapatkan kembali uang yang sudah menjadi hak mereka.

Karena kemacetan yang sangat parah, dua jam kemudian aku baru memasuki area perumahan mewah yang terletak di utara kota. Artinya aku sudah telat satu jam. Sial,. Perumahan elit ini terkenal sebagai tempat para warga negara asing tinggal sementara atau kontrak yang pasti harga sewa rumahnya selangit. Luna dan keluarganya tinggal di salah satu rumah di komplek ini. Sambil melihat alamat yang diberikan Luna, aku menyusuri jalanan yang dipenuhi dengan lampu-lampu tinggi menuju ke arah utara. Kubaca Plan nama jalan di ujung sebuah blok, Ah sudah dekat. Aku berbelok ke blok itu sambil memperhatikan rumah-rumah mewah dengan pilar yang kokoh berbaris rapi di kanan dan kiri jalan. Sampai akhirnya aku menemukan rumahnya Luna, aku bisa mengetahuinya dari banyaknya mobil yang terpakir di pinggir jalan menuju rumah itu. Pasti mobil-mobil itu adalah milik para tamu rekanan bisnis orang tuanya Luna.

Niat tampil keren dengan membawa mobilnya Rein menjadi sia-sia karena aku harus memakirkan mobilku cukup jauh dari rumahnya Luna. Sama aja boong, pikirku. Setelah melihat penampilanku di kaca mobil, kulangkahkan kaki menuju rumahnya Luna tak lupa membawa bunga yang tadi diberikan Rein. Seorang pria penerima tamu mempersilahkan aku untuk langsung masuk ke dalam rumah. Daripada aku tersesat di dalam rumah sebesar ini, Sambil berjalan menuju beranda kupikir lebih baik aku menelepon Luna dulu untuk mengabarinya kalau aku sudah tiba dan meminta dia menjemputku di depan.

Sesaat sebelum aku masuk ke dalam rumah, sebuah suara yang begitu merdu menyapaku.

“kukira kamu tidak punya keberanian untuk datang” Ucap Luna.

Lembaran Yang Hilang Part 9

Karena sedang berusaha menelepon Luna, Aku tidak menyadari kalau dia sedang duduk sendirian di beranda. Dia menungguku? Kemudian Luna menghampiriku.

Damn. Aku begitu terpesona dengan penampilan Luna. Malam ini dia memakai dress pendek selutut berwarna putih dan belahan dada yang cukup rendah. Terlihat begitu cantik apalagi rambut panjangnya yang indah dia biarkan tergerai.

“Aku telat ya? Sorry” Ucapku memelas ”macet banget.. tapi kamu harus percaya, hatiku sudah sampai terlebih dahulu disini daritadi” Ucapku. Ucapanku berhasil membuat pipinya merona.

Ternyata ada gunanya tadi siang di dalam kamar browsing cara dan tips agar tidak gugup dan grogi saat kencan pertama. Yang penting tampil sebaik mungkin, percaya diri, dan sesekali buat dia tersenyum. Walaupun rasanya masih mendebarkan berdiri dihadapan seseorang yang sangat aku kagumi.

“Karena kamu berkata manis seperti itu, okelah aku maafin..” Ucapnya “padahal aku udah bosen banget di dalam bersama orang-orang itu, mereka selalu jodoh-jodohin aku dengan anak mereka. dkira aku gak laku dan gak bisa cari sendiri apa?”

Orang tua mana sih yang gak pengen anak cowoknya nikah dengan cewek ceperti Luna? Kalau aku dateng bersama Bunda, pasti Bunda juga suka dengan Luna dan meminta dia untuk menikah denganku. Ahh jadi pengen, hehehe.

“Ohh itu sebabnya waktu itu kamu bilang agar aku menyelamatkanmu?”Tanyaku, dia tersenyum

“bytheway kamu rapi banget Ga??” Ucapnya sambil melihat penampilanku “Kamu terlihat lebih dewasa, apalagi dengan kaca mata itu,,uhmm, kamu kelihatan seperti,, Clark Kent”

Eh,? Clak Kent itu kan nama alter egonya Superman.

“Uhm , kalu gitu kamu Lois Lane nya dong” Balasku. Lois Lane adalah kekasih Clark Kent dalam cerita komik dan film Superman. Mendengar candaanku Luna tertawa sangat lepas. Hmm, rasanya menyenangkan bisa membuat dia tertawa.

“Kamu lucu, bunga itu untukku?” Tanya dia.

Astaga. Aku sampai lupa kalau sedang membawa bunga.

“Ya. Bunga ini untukmu. Sampai aku menemukan cewek lain yang lebih tepat untuk mendapatkannya” Ucapku sambil kuserahkan buket bunga yang diberikan Rein kepadanya.

Kulihat pipinya semakin merona, senyum di wajahnya semakin lebar.

“Kamu beda banget malam ini” Ucap Luna “Kamu beneran Rega cowok pendiam yang selama ini kukenal? Kamu memang penuh dengan kejutan. Ayo masuk” Ucapnya sambil menggandeng tanganku untuk mengajakku masuk ke dalam rumah.

Eh? Sambil tetap bergandengan tangan, kami melangkahkan kaki ke bagian belakang rumah. Di belakang rumahnya Luna terdapat Lahan kosong yang cukup luas yang dijadikan sebagai taman dan kebun bunga. Ada juga kolam renang yang cukup besar disana. Malam ini, taman ini ditata dan dijadikan tempat para tamu berkumpul. Meskipun sebagian tamu masih ada yang berkumpul di dalam rumah. Tepat di sebelah kolam renang, ada seorang wanita yang masih muda sedang memainkan piano. Suaranya mengalun lembut diantara tawa para tamu.

Luna masih cuek menggandeng tanganku melewati para tamu dan mengajakku untuk bertemu dengan mamanya yang sedang ngobrol dengan wanita dewasa lainnya. Kepada mamanya, Luna mengenalkan aku sebagai teman kuliahnya. Tidak banyak yang diucapkan mamanya Luna kepadaku, menurutku terkesan biasa-biasa saja reaksi mamanya saat Luna mengenalkanku padanya. Beliau hanya memintaku agar aku membuat diriku senyaman mungkin selama disini. Sedangkan papanya Luna tidak bisa diganggu karena sedang sibuk bicara dengan relasi bisnisnya. Jadi susah untuk diajak ngobrol. Lucky, sepertinya aku juga tidak punya keberanian untuk bertemu dengan papanya Luna.

Kemudian Luna mengajakku untuk duduk di dalam rumah, agak menjauhi para tamu. Pada sebuah meja, kami duduk saling berhadapan. Aku melihat sekeliling, hampir semua tamu terbilang sudah tidak muda lagi. Semua tamu pria menganakan setelan jas berwarna Hitam. Semuanya terlihat sama, mungkin yang membedakan adalah merk yang disesuaikan dengan status sosial mereka. Begitu juga dengan tamu wanita yang kompak mengenakan dress berwarna hitam. Semuanya tampak elegan, terlihat dari para tamu, dekorasi bahkan beberapa para pelayan yang daritadi mondar mandir membawa minuman terlihat sangat profesional. Itu semua menandakan betapa pentingnya acara ini bagi kemajuan bisnis orang-orang ini.

Tapi menurutku yang paling elegan dari semua tamu adalah cewek yang sedang duduk dihadapanku. Penampilannya yang kontras dengan dress warna putihnya dibandingkan para tamu yang lain membuat dia terlihat paling istimewa. Sumpah Luna cantik banget, Sepertinya aku telah jatuh dalam lubang pesonanya.

“kamu lihat orang yang sedang bicara dengan papaku itu” Ucap Luna sambil memandang ke arah papanya “Orang itu adalah CEO UNI-BANK perwakilan negara ini. Saat semua nasabahnya tidak bisa tidur setiap malam memikirkan nasib uang tabungan mereka, saat kepolisian dan team cyber crime sedang sibuk mencari pelaku dan berusaha membantu mengembalikan data para nasabah, dan saat pemerintah dan asuransi sedang sibuk menghitung ganti rugi para nasabah, dia malah enak-enakan tertawa dan bercanda disini sambil minum wine.”

“Hah? Benarkahh?” Jawabku sambil memandang seorang pria setengah baya yang sedang bicara sambil sesekali tertawa bersama papanya Luna dan rekan mereka yang lain.

“Orang itu terlihat begitu tenang seolah tidak punya beban dan tanggung jawab di pundaknya akan masalah yang sedang dihadapi perusahaannya dan nasib para nasabahnya. Sangat tidak adil” Ucap Luna.

“Ya. Dunia memang penuh dengan ketidakadilan” Seruku. Luna menatapku tajam.

“sumpah malam ini kamu beda banget Ga,” Ucapnya sambil menaruh telapak tangan di pipinya.

Astaga, imut banget ni cewek. Please Lun, jangan menatapku seperti itu, Lama-lama aku bisa gila.

“oiyah, kata Jessica kamu menyewa rumahnya yang dideket kampus itu?” Tanya Luna.

“Ah, ii..iya.. dia sudah memberitahumu? Apa lagi yang dia katakan?” Tanyaku.

“Uhm, Cuma itu sih. emang ada lagi yang harus dia katakan padaku?”

“Eh, ini, apakah Jessica mengatakan kalau rumah itu aku jadikan tempat kost?”

Sepertinya Jessica tidak memberitahu Luna apa yang dia lakukan agar aku menyewa rumahnya.

“oh gitu? Iya juga sih, rumah itu terlalu besar untuk kamu tinggali sendirian”

Setelah itu Luna memanggil pelayan untuk membawakan kami makanan. Luna menawariku Wine, tapi aku menolaknya. Lalu Kami melanjutkan obrolan sambil makan malam. Kemudian seusai makan, Luna mengajakku berjalan-jalan ke taman yang di tengah-tengahnya terdapat gazebo. Kami duduk disana. Duduk saling bersebelahan sambil memandang para tamu.

“Kemarin kamu tidak datang ke pertemuan?” Tanya Luna

“Oiya Tentang itu, sepertinya aku akan mengundurkan diri dari keanggotaan HIMA. Bagaimana menurutmu?” Luna terlihat heran dengan niatku.

“Kenapa? Karena Beni? Karena apa yang terjadi di Dreamfields? Atau Karena aku?”

“bukan karena kamu Lun,, tapi karena, uhmm, kamu pernah mendengar tentang apa yang sebagian anggota HIMA lakukan didalam maupun diluar kampus?” Tanyaku “terutama mereka yag sering bersama Beni.”

Mendengar pertanyaanku, Luna menatapku beberapa saat.

“Ya beberapa kali aku mendengar rumor itu, jelaskan padaku!! Karena aku juga mendengar kalau kamu sering ikut bersama mereka” Ucap Luna sambil tetap menatapku.

Aku merasa tidak perlu mengelak ataupun menutup-nutupinya kepada Luna. “sebagian dari anggota HIMA menjadikan pertemuan organisasi sebagai sarana untuk bersenang-senang. Disamping pertemuan rutin seluruh anggota, Mereka punya agenda lain. Pesta tiap malam, minum-minum di klub malam, drugs, seks bebas dengan anggota hima yang lain, bahkan setiap akhir pekan mereka sering melakukannya semua itu secara bersama-sama di sebuah tempat, tak jarang mereka mendatangkan wanita panggilan dari klub malam untuk ikut kedalam pesta” Ucapku, tanpa menyebutkan tempat yang biasa mereka gunakan, yaitu di..

“Rumahnya Beni?” Tanya Luna, dia tau.

“Kamu tau?” . Luna mengangguk “Ya, disana mereka menggila. Mereka merayu rekrutan anggota baru untuk bergabung dengan mereka. Sasaran mereka adalah cewek tapi mereka juga mengajak anggota cowok yang lain. Kamu pasti tau siapa siapa saja yang berperan disana. Selain Beni, ada Nanda, Fery, Joe, Niken, Evi, Putri, dan yang lain-lain. Mungkin mereka juga akan merayu calon anggota baru HIMA tahun ini”

“Aku tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya apa yang mereka lakukan” Ucap Luna.

“Tidak bagi mereka” Ucapku, masih banyak hal lain yang biasa mereka lakukan tapi tidak kuceritakan kepada Luna karena sangat Gila dan diluar batas kewajaran. Seperti seorang anggota baru cewek dibuat mabuk lalu secara gak sadar dia dipake secara rame-rame. Bahkan ada dosen yang ikut-ikutan.

“Aku harus melakukan sesutau agar calon anggota baru tahun ini tidak terpengaruh oleh mereka, Lalu kamu?” Tanya Luna

”Aku?”

“Kamu sering ikut bergabung dengan mereka?”

“Uhmm Aku..”

“Kamu tidak perlu menjawabnya jika kamu keberatan, tapi aku percaya kalau kamu tidak seperti mereka, dan niatmu mengundurkan diri karena ingin lepas dari mereka membuktikan kalau kamu bukan mereka. Rega, tidakkah kamu bisa luangkan waktu untuk mempertimbangkannya? Kamu tidak perlu keluar dari organisasi, cukup hindari mereka. Kamu bisa bersamaku ”

Bersama Luna? Aku sangat tersanjung dengan alasan dia memintaku untuk tetap di organisasi.. Tapi.

“Aku sudah mempertimbangkannya Lun. Aku telah banyak mengecewakan orang yang paling kusayangi saat bersama mereka. Aku ingin membuktikan padanya kalau aku tidak seperti dulu lagi. Selain itu, kesempatan ini akan aku gunain untuk fokus memperbaiki IPK ku yang hancur”

Dia menatapku. Astaga wajahnya begitu dekat.

“baiklah jika itu alasannya, maka aku tidak bisa menghentikanmu” Ucapnya sambil tersenyum. “Padahal sebenanrnya aku akan mencalonkanmu sebagai pengganti Beni jadi wakil ketua”

“eh? Memangnya Beni kenapa?” tanyaku

“Dia sudah tidak pernah datang lagi ke kampus sejak orang tuanya terseret masalah UNI-BANK. Denger-denger keluarganya pindah karena tidak kuat dengan tekanan”

Perusahaan milik orang tuanya Beni adalah perusahaan keamanan cyber yang jasanya digunakan oleh UNI-BANK. Kebayang kan tekanan yang dihadapi orang tuanya Beni?.

“Aku yakin Erick tidak akan setuju dengan rencanamu” Erick adalah ketua HIMA.

“ dia pasti setuju. Karena aku akan meyakinkannya. Tapi, sekarang tidak ada gunanya lagi kan?”

“hehe, sorry”

“Rega, aku mau jujur kepadamu” Ucap Luna tanpa menatapku. Eh? Apa? Apa ? Tiba-tiba aku jadi deg deg an. Kemudian Luna menatapku.

“tahukah kamu kalau selama ini aku memperhatikanmu”

Aku begitu terkejut dengan ucapannya, ternyata selama ini bukan hanya aku yang memperhatikannya. Tapi kenapa dia memperhatikanku? Apa jangan-jangan dia..

“Entahlah, kupikir kamu berbeda dari kebanyakan cowok lain yang pernah kukenal atau kutemui. Awalnya kukira kamu adalah cowok yang pendiam dan pemalu. Kamu tau, aku ada disana saat kamu berkelahi dengan anak hukum itu. Saat itu aku bertanya-tanya apa yang membuat cowok pendiam sepertimu bisa meledak-ledak seperti itu”

Ahh. jadi Luna melihat saat aku berkelahi dengan Moreno?

“Kalau boleh tahu, apa yang terjadi?” Tanya Luna.

“saat itu aku sangat marah dan emosi dengan ucapannya, dia mengatakan kalau aku… aku tidak bisa menjaga cewek yang kucintai dengan baik hingga membuatnya pergi, tapi yang dia katakan itu benar adanya, sebenarnya saat itu aku marah pada diriku sendiri, aku melampiaskan amarahku padanya”

Luna menatapku begitu dalam. “Apakah cewek itu juga yang ada didalam hatimu saat kamu menyanyi menggunakan piano saat Festival?” tanya Luna.

“Ka,,kamu jugaada disana?” Luna tersenyum dan mengangguk. padahal saat itu aku sedang iseng mencoba piano yang akan digunakan untuk acara festival musik yang diselenggarakan fakultas ekonomi. Ternyata Luna benar-benar memperhatikanku.

“Meskipun suaramu tidak sebagus caramu memainkan piano dan meskipun sebagian liriknya bahasa Jepang, tapi kamu menyanyikannya dengan penuh perasaan. Setelah aku cari tau lagunya, akhirnya aku tau kalau lagu itu bercerita tentang kesedihan cinta yang tidak bisa dimiliki. Lagu itu kamu nyanyikan untuk cewek itu?” tanya Luna. Aku menggangguk.

“it all makes sense now, dia pasti cewek yang sangat istimewa” seru Luna sambil memandang kedepan.

“Ya. Dia memberiku banyak hal dalam waktu kebersamaan kami yang singkat. Dia memberiku sesuatu yang sangat indah.. CINTA” Ucapku sambil memandang ke langit malam.

“tapi dia telah pergi? Dan saat dia pergi, dia meninggalkan lubang di dalam hatimu yang terasa sangat menyakitkan?. Tanya Luna. Aku terdiam.

“maaf,maaf tidak seharusnya aku berkata seperti itu”

Aku menggelengkan kepalaku pelan, “gapapa kok Lun, memang seperti itu rasanya,”

“aku juga pernah merasakannya” Ucap Luna pelan“ ditinggalkan seseorang yang kucintai, Seandainya orang-orang jujur dan berkata. ‘Hei aku datang ke dalam hidupmu, tapi aku tidak punya niat untuk tinggal lama, jadi jangan terlalu terikat’ mungkin aku, kamu tidak harus merasakan sakitanya ditinggalkan orang yang kita cintai.”

Luna juga pernah merasakannya? Hanya cowok gila yang meninggalkan cewek seperti Luna. Kupikir selama ini cewek seperti Luna hanya merasakan bahagia dalam hidupnya.

Tiba-tiba Luna memegang tanganku, kurasakan telapak tangannya yang dingin. “Setidaknya sekarang kamu mengerti.. Mengerti rasa sakitnya ditinggalkan, Kamu mengerti bagaimana rasanya kesepian, dan kamu akan melindungi orang-orang yang kamu sayangi dari itu. malam ini kamu ingin melindungi aku dari itu” Ucapnya sambil tersenyum dengan senyuman yang sangat manis.

Wajahnya Luna begitu dekat, dan matanya itu. Damn, terlalu indah dan entah bagaimana tatapan matanya itu begitu mengundang. Begitu mempesona, selain itu dia tidak hanya cantik fisiknya, hatinya bagai bidadari, dirinya seutuhnya, sikapnya, cara berpikirnya, dan tingkah lakunya begitu sempurna untuk seorang cewek.

“Luna, aku menyukaimu…” Ucapku begitu saja, aku juga tidak menyadari mengapa berkata seperti itu kepadanya. Aku memang menganggap bertemu dengannya malam ini sebagai kencan, tapi sejujurnya tidak ada niat untuk berterus terang kepadanya malam ini juga.

“aku tahu” Ucapnya sambil menatapku “Meskipun kamu tidak mengatakannya, Tingkah lakumu saat sedang bersamaku sudah menjelaskan semuanya, bahkan aku sudah mengetahuinya sebelum Jessica mengatakan kepadaku kalau kamu bakal mengatakan perasaanmu, kupikir kamu tidak akan berani mengatakannya.”

Jessica mengatakannya pada Luna? Sialan tuh cewek. Jadi selama ini Luna tau kalau aku menyukainya.? Dan dia masih mau bertemu denganku, itu artinya?

“aku juga menyukaimu Rega” Ucapnya.

Aku begitu terkejut dengan ucapan Luna, jantungku berdebar dengan cepat, barusan dia bilang juga menyukaiku?

“Aku menyukaimu sebagai teman yang baik..” imbuhnya

Eh?

Shit, Friend Zone. Mungin selama ini aku terlalu berlebihan menyikapi arti sikap dan kedekatan Luna kepadaku akhir-akhir ini. Seharusnya aku menyadari dan tau diri kalau aku hanya cowok beruntung yang bisa dekat dan pernah tidur dengan cewek seperti Luna. Tidak seharusnya aku mengharapkan Lebih. Seketika aku jadi malu.

Tiba-tiba Luna tertawa sangat lepas. Para tamu juga menatap ke arah kami karena tawanya Luna yang keras. Kenapa dia malah tertawa?

“sorry,, sorry aku tidak tahan melihat ekspresimu,,” Ucapnya sambil menahan tawa “Rega aku tau kamu menyukaiku, tapi perasaanmu kepadaku hanya sebatas itu, maaf jika aku salah, tapi kurasa ada cewek lain di dalam hatimu dan kita berdua tau siapa cewek itu”

Benarkah yang dikatakan Luna? Kenapa dia lebih tau tentang hatiku daripada aku? Itukah maksud perkataan Winry tadi pagi tentang sulit memahami hati kita sendiri?. Dan jika yang dikatakan Luna itu benar, mungkinkah itu yang selama ini membuatku masih ragu membuka hatiku untuk cewek lain? Alasan kenapa aku tidak bisa mencintai cewek lain itu Karena aku masih berharap dia untuk kembali?. Ya, mungkin memang itu salah satu penyebabnya .

“Rega… Sorry, aku menyakiti perasaanmu?. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk memberi harapan, aku cuman merasa senang dan nyaman saat bersamamu karena kamu beda dari cowok-cowok lain.” Ucap Luna merasa bersalah.

“gpp kok Lun, mungkin kamu benar, aku masih belum bisa menghilangkan pengaruh dia dalam diriku,”

“Mungkinkah dia akan kembali?” Tanya Luna

“entahlah, aku juga tidak tahu” Jawabku pelan

“Uhmm, apakah setelah ini kamu tidak akan menyapaku lagi di kampus?” tanya Luna “Atau kamu tidak mau lagi jalan denganku.?”

Kenapa aku harus menghindarinya hanya karena tidak jadi pacaran. Malahan dengan semakin jelas status antara aku dan dia, seharusnya setelah ini aku akan lebih rileks dan tidak gugup lagi saat sedang bersamanya.

“Aku tidak akan seperti itu Luna, lagipula Siapa coba yang tidak mau jalan bersama bidadari?’ Ucapku sambil tersenyum, dia tersipu.

“Kamu masih saja menggodaku” Serunya.

“Yang penting kamu menyukaiku, itu sudah cukup bagiku. Suka adalah langkah awal menuju cinta, berarti aku masih punya kesempatan,” Ucapku, Dia tersenyum manis lagi. Sebenarnya aku Cuma ngasal dan bercanda bicara seperti itu, eh Luna menanggapinya serius.

“Aku akan sangat senang jika akhirnya kamu mendapatkan kesempatan itu,” Ucapnya “Meskipun kamu tidak akan mendapatkan kesempatan itu dalam waktu dekat, karena terakhir kali aku menjalin hubungan dan merasakan sakitnya patah hati , aku berjanji tidak akan mudah lagi jatuh cinta dan aku juga sudah janji kepada kedua orang tuaku untuk tidak pacaran sampai aku lulus S2. Kita serahkan semuanya kepada takdir, jika kita memang berjodoh, suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi”

Jadi seperti itu alasannya? Aku benar-benar kagum dengan kepribadiannya. Ya, mungkin suatu saat nanti Lun, semoga masih ada kesempatan itu. Karena aku akan bahagia bersama wanita sepertimu. Selain itu, mungin itu juga penyebabya tadi mamanya Luna biasa saja kepadaku, meskipun putrinya membawa seorang cowok ke rumah, mereka tidak begitu mempersalahkannya karena mereka tau kalau putrinya tidak akan pacaran sampai lulus S2. Masuk akal.

Obrolan kami masih berlanjut, dia ingin aku menceritakan saat pertama kali aku menyukainya. Dan dia terkejut waktu aku bilang kalau aku menyukai dan mengaguminya kecantikannya sejak pertama kali melihatnya di kegiatan ospek. Kami berdua berbincang, bercanda dan tertawa sampai larut malam.

Bahkan aku sampai lupa waktu dan tidak menyadari jika sudah larut sampai Luna berkata, “Rega, ngantukkk” Ucapnya dengan manja lalu menyandarkan kepalanya ke pundakku. Lalu tangannya merangkul tubuhku dari belakang.

“Eh,sorry, aku sudah harus pulang yah?”

“Noooo. Temani aku sampai tamu-tamu itu pulang” Ucapnya.”Bukan berarti ngobrol denganmu itu membosankan, tapi aku memang lelah membantu mama menyiapkan acara ini dari pagi dan semalam aku kehilangan beberapa waktu tidurku untuk ngerjain tugas” Jelasnya dengan suara yang sudah sedikit serak.

Tapi kemudian tiba-tiba dia menegakkan tubuhnya lalu turun dari gazebo.

“jangan-jangan kamu yang lelah dan mengantuk ya? Sorry, aku malah nahan nahan kamu disini” Ucap dia.

“hah? Enggak Kok,, aku sama sekali tidak mengantuk, aku akan menemanimu disini” Ucapku.

“Udah gapapa, kasian kamu kalau harus pulang larut, kampus jauh dari sini. “ Ucapnya, Sepertinya memang aku harus pulang agar Luna bisa beristirahat.

Kemudian Luna mengantarkanku ke depan rumahnya.

“makasih ya Ga malam ini sudah mau nemenin aku, maaf jika tadi aku ungkit ungkit masa lalumu” Ucap Luna sambil kami berjalan menuju depan rumah.

“Aku juga senang bisa berada disini bersamamu malam ini, aku juga seneng bisa sharing, padahal biasanya tidak mudah bagiku menceritakan kisah masa laluku kepada orang lain. Udah sampai sini saja, Mobilku parkirnya jauh..” Ucapku saat sudah tiba di gerbang depan. Luna mengangguk.

“Sekali lagi makasih yah,” Ucapnya, aku mengangguk “uhmm, Rega..”

“Ya..?”

“Nggak,, nggak jadi.. hehe” Ucapnya terdengar ragu.

“Apaan? Aku tidak akan pulang sampai kamu mengatakannya.”

“Sebenarnya aku sering memikirkan malam itu, dan bertanya-tanya apakah bisa mengulanginya lagi denganmu”

“Malam itu?”

Apakah yang dimaksud Luna adalah malam saat aku dan dia di Bali, saat aku dan dia,, bercinta? Dan dia ingin mengulanginya lagi?

“Hei,,,hei.. kamu pasti mikirnya saat kita melakukannya” Ucapnya sambil cemberut

“hehe, Bukan yah?” Ucapku sedikit malu, lagipula bagaimana dia bisa tau apa yang sedang aku pikirkan.

“yang aku maksud adalah setelahnya..” Serunya.

“Setelahnya? Bukankah setelah itu kita cuman tidur sampai pagi?” Tanyaku

“iya itu,,” Ucapnya lalu melihat sekeliling seolah takut ada yang mendengar “saat kita cuddling, kamu memelukku dari belakang ketika aku akan tidur, rasanya nyaman banget,aku merasa terlindungi. Tidurku jadi nyenyak banget” hah? Tak kusangka Luna akan terkesan dengan hal itu.

“Next time, Kalau kamu mau kita bisa melakukannya, cuddle” ucapku menawarkan diri.

“Benaran?”

“Tentu,,”

“Seandainya kita bisa melakukannya malam ini” Ucapnya. hah? Malam ini?. “Tapi kita tidak akan bisa melakukannya di sini” Ucapnya lemas.

“Next time..” Ucapku. dia tersenyum dan mengangguk.

Kemudian aku berjalan menuju mobil, Sungguh malam yang begitu indah dan sempurna bisa bersama Luna. Walaupun aku harus menerima kenyataan kalau tidak bisa menjalin hubungan dengannya, tapi dia bilang menyukaiku meskipun hanya sebagai teman. Bagiku dia adalah teman istimewa. Hmmm rasanya begitu menyenangkan, sepertinya malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak, dan mungkin malam ini tidak akan terlupa untuk waktu yang sangat lama.

Saat aku sudah masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin, tiba-tiba dari samping seseorang mengetuk kaca mobil.

“buka pintunya..” Ucap dia, Luna? Ngapain dia?

Saat kubuka pintu mobil, dia langsung masuk begitu saja ke dalam mobil dan menutup pintu. Aku masih kebingungan dengan apa yang terjadi. Dia terlihat ngos ngosan, apakah tadi dia berlari menuju mobilku? Bahkan dia tidak memakai heelsnya.

“Malam ini aku benar-benar ingin kamu memelukku saat aku tidur” Ucapnya, “Karena kita tidak bisa melakukannya di rumahku, bawa aku tempatmu”

“hahh?” Aku begitu kaget dengan ucapannya.

“udah buruan jalan !!, keburu orang tuaku tau kalau aku pergi denganmu” Ucapnya sambil melihat ke belakang, ke arah rumahnya.

“What???” Sumpah, aku heran kenapa Luna senekat ini.

“Rega, Jalan !!” Perintah dia.

“Oke. Oke..”

.

.

.

Sebelum jam satu malam aku sudah tiba di rumah kost. Aku melihat ada yang berbeda saat aku sampai rumah, kini di garasi terparkir mobil mewahnya Angel. Berarti malam ini pertama kalinya dia tidur di rumah ini. Kulihat dari bawah, lampu kamarnya Angel masih menyala, sepertinya dia masih terjaga. Sedangkan lampu kamarnya Winry sudah padam.

Seperti putri cinderella yang kehilangan sepatu kacanya, Luna masuk ke dalam rumah tanpa memakai heelsnya.

“Itu tadi mobil yang sering kulihat di kampus?” Tanya Luna saat masuk ke dalam rumah. Mobil yang dia maksud adalah mobilnya Angel.

“Iya, dia juga kuliah disana,” Jawabku,

“siapa?”

“orang gila,,” jawabku singkat, Luna tampak heran.

Kemudian kupersilahkan dia masuk ke dalam kamarku. Hmm, senangnya malam ini ada yang menemaniku tidur. Bahagiaku bertambah berlipat-lipat karena yang menemaniku tidur malam ini adalah Luna. Sungguh malam ini bener-bener sempurna. Tapi aku masih tidak habis pikir Luna nekat kabur dari rumahnya hanya untuk merasakan lagi tidur dalam pelukanku. Bahkan dia tidak sempat membawa handphone-nya. Tapi sepanjang perjalanan ke sini Luna menjelaskan kalau orang tuanya tidak bakal tahu dia pergi dari rumah. Karena besok adalah hari minggu dan setelah acara di rumahnya malam ini, kedua orang tuannya pasti bangun siang. Selama besok aku bisa mengantarkan dia kembali ke rumahnya pagi hari, dia akan baik-baik saja.

“kamarmu terlalu rapi untuk kamar seorang cowok..” Ucap Luna sambil melihat lihat kamarku.

“thanks..” Aku masih berdiri dekat pintu kamar,

“aku selalu penasaran dengan isi lemari pakaian cowok, boleh aku melihatnya?” Ucapnya sambil membuka lemariku.

“Hah? Seharusnya kamu menungguku mengucapkan boleh sebelum kamu membukanya..” Dia tertawa.

Luna melihat-lihat koleksi jeans, kaos, kemeja, jaket yang tertata rapi di dalam lemariku. Dia menatapku nakal saat melihat koleksi boxer dan celana dalamku. Lalu dia menutupnya, dia kelihatan kecewa.

“kukira aku akan menemukan barang-barang ‘pribadimu’ di dalam sana, seperti majalah dewasa, film-film porno, atau mungkin sex toys.. ternyata kamu memang cowok baik-baik” Ucapnya. aku hanya tersenyum mendengar pujiannya, padahal sebenarnya barang-barang halus seperti itu masih tersimpan rapi didalam lemari kamarku di rumah sana, belum sempat aku pindahkan kesini.

Luna masih berdiri di depan lemariku sambil melihat wajahnya di cermin yang menempel di lemari. Kemudian dia mulai melepaskan pakaiannya. Oh Shit. Luna benar-benar ingin mengulangi malam itu, dia ingin tidur berpelukan sambil telanjang??

“Aku akan menunggu diluar” Ucapku, tapi dia melarangku.

“gak perlu, kayak kamu gak pernah melihat tubuhku aja sih” Ucapnya sambil melihatku melalui cermin..

Luna sudah melepaskan dressnya, menyisahkan pakaian dalamnya. dari belakang, tubuh langsing Luna terpampang indah. Membuatku menelan ludah. Setelah itu dia mengambil gantungan baju di dalam lemariku lalu memasukkan dressnya di dalam lemariku.lalu dia naik ke atas ranjang.

Dia menatapku.

Ini bukan pertama kalinya aku melihat tubuh indahnya hanya memakai pakaian dalam. Tapi Lihatlah kakinya yang jenjang dengan kulit yang sangat mulus itu, dia layak mendapatkan gelar bidadari. Bahkan kakinya sangat indah.

Lalu dengan cueknya dia melepaskan bra itu, tapi Luna berusaha menutupi bagian kedua putingnya dengan satu lengannya lengannya saat bra itu terlepas. Tapi aku masih bisa melihat besar payudara Luna yang menggantung indah. Pemandangan itu cukup Membuatku bergairah. Tubuh indah seorang cewek adalah kelemahanku. Kemudian dia menarik selimut, dan menggunakannya untuk menutupi seluruh tubuhnya saat dia merebahkan diri diatas ranjang.

“Kenapa kamu masih berdiri disana?” tanya Luna “dan kenapa kamu masih memakai baju?”

“harus tidak pakai baju?” tanyaku

“aku tidak bisa tidur dengan pakaian lengkap, aku biasa tidur seperti ini. kamu tidak perlu melepas bajumu kalau kamu malu” Ucapnya sambil tersenyum. Dan yang membuatku kaget adalah tiba-tiba dia melemparkan celana dalamnya ke lantai. Jadi dia melepaskan celana dalamnya di bawah selimut.

Malu?Mendapat sindirian seperti itu dengan cepat aku melepaskan pakaianku. Semuanya sampai aku benar-benar telanjang di hadapan Luna. Luna melirik penisku sebentar lalu dia membalikkan tubuhhnya dengan cepat, memposisikan tidur miring membelakangiku. Dia memindahkan rambut panjangnya ke depan.

Kumatikan lampu kamar, suasana langsung meredup menyisahkan cahaya dari lampu baca di sebelah ranjang. Kemudan aku beranjak ke tempat tidur.

“Kamu tidak akan berbuat aneh-aneh padaku kan Ga?” Tanya Luna tanpa menatapku saat aku akan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.

“What?? No.. aku bukan cowok seperti itu, memaksakan sesuatu pada seorang cewek. aku akan berbuat setelah mendapatkan izin penuh dari mereka. itu yang disebut dengan consent” jelasku. Jika dia khawatir aku berbuat aneh-aneh padanya, kenapa dia menginginkan tidur dipelukanku sambil telanjang?. Lagipula, apa dia sudah lupa dengan apa yang aku dan dia lakukan bersama di Bali?.

“lega dengernya.” Ucapnya “Tapi maksudku bukan itu, kamu tau keadaanku sekarang kan? Hanya kamu satu-satunya orang di dunia yang tau keberadaanku malam ini, aku kabur dari rumah tanpa sepengetahuan orang tuaku, aku juga tidak membawa hape,, siapa tau dibalik wajah polosmu itu kamu adalah orang yang suka memanfaatkan keadaan untuk berbuat buruk”

Hah?

“hei-hei… Kamu malah memberiku saran untuk menjadi seorang psikopat” Seruku . Luna tertawa pelan.

Tapi kupikir cewek memang harus punya pikiran paranoid seperti itu. Mereka harus selalu waspada setiap saat daam setiap keadaan, apalagi jika bersama dengan cowok yang baru mereka kenal

Kemudian aku membuka selimut yang menutupi tubuh telanjang Luna lalu aku memposisikan tidur miring tepat dibelakang tubuhnya. Kemudian menutupi tubuhku dengan selimut itu.

Dengan ragu-ragu aku mendekap tubuh Luna dari belakang. Memeluk pinggangnya yang langsing, Menempelkan dadaku pada punggungnya, Menempatkan wajahku di tengkuknya, menghirup aroma tubuhnya bercampur wangi parfum yang kusuka. Tapi aku tidak berani menempelkan pinggulku pada pinggulnya, karena penisku sudah sangat tegang. ini adalah godaan terbesarku. Luna diam saja padahal tubuh kami sudah bersentuhan.

Shit, Jantungku berdetak begitu kencang, Aku khawatir Luna bisa mendengar detak jantungku yang sangat keras ini. Tapi Biarlah dia mendengarkan detak jantungku, agar dia tau kalau apa yang ada dihadapanku ini begitu mempesona. Kulitnya begitu lembut dan hangat. Seperti mimpi, bisa tidur sambil memeluk bidadari seperti Luna. Jika ini adalah sebuah mimpi, mimpi ini terlalu indah untukku.

Dengan susah payah agar tidak terlalu menekan tubuh Luna, aku mematikan lampu baca yang ada di sebelahnya Luna. Tiba-tiba Luna menggerakkan pinggulnya kebelakang. Kini pantatnya Luna menempel di selangakanganku. Shit, shit, shit. Dia pasti bisa merasakan penisku yang tegang bergetar di pantatnya. Bukannya memajukan lagi pinggulnya, dia malah menggerakkan pinggulnya itu di selangkanganku. Dia pasti sengaja melakukannya.

“Stop” Ucapku.

Dia malah ketawa pelan. Dan bukannya berhenti, dia melanjutkan menggoyangkan pantatnya yang lembut di selangkanganku. Aku mencoba menahan diriku, meskipun gairahku sudah sangat tinggi. Tapi aku mencoba bertahan untuk tidak terpancing. Dia pasti sedang menguji ucapanku tadi.

“Luna, Stop” Ucapku, Sambil kutahan pinggulnya dengan kakkiku menindih kakinya. Berhasil membuatnya berhenti.

Kemudian hening, aku berusaha memejamkan mata tapi aku masih belum bisa tidur. Semakin malam suasana semakin dingin. Reflek aku memeluk tubuh Luna lebih erat agar tercipta sensasi hangat pada tubuhku. Semakin kubenamkan wajahku pada tengkuknya. Aroma tubuh Luna begitu memabukkan.

“Rega,,,” Luna bersuara, ternyata dia juga belum bisa tidur.

“Hmm..?”

“Aku juga mendengar rumor lain tentang seorang cowok di organisasi yang sudah kencan dengan hampir semua anggota cewek di organisasi, apa itu benar??” tanya Luna. Pasti cowok yang dia maksud adalah aku, apa yang harus kukatakan padanya?

“Apa yang ada dipikiranmu jika itu benar? Tanyaku.

“kamu cowok yang tampan Rega, apalagi dengan tubuh sempurnamu itu. semua cewek pasti akan berebut untuk mendapatkan kesempatan kencan berdua denganmu dan menghabiskan malam telanjang berdua denganmu.”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memang benar apa yang dikatakan Luna. Lagi, Selama ini Luna benar-benar memperhatikanku.

“Karena Kamu diam saja, berarti rumor itu memang benar” Seru Luna didepanku “Kamu pernah mencintai salah satu dari mereka?” Tanya Luna.

“Nope. Selama ini cewek yang pernah menghabiskan malam denganku atau dekat denganku sudah cukup mengerti kalau hubunganku dengan mereka itu tanpa ikatan apapun. Apalagi sampai saling mencintai. Semua terjadi hanya karena kami menginginkan satu hal yang sama,.… SEKS” Jelasku.

“Seks tanpa melibatkan perasaan? Aku dengar cowok sangat suka dengan itu.. Jessica juga sering melakukannya”

“Hah? Jessica? Jangan-jangan..?”

“jessica sudah menceritakan semuanya Rega..” . Sialan Jessica, gak bisa dipercaya tuh cewek.

“sorry” Ucapku pelan.

Tiba-tiba Luna menyalakan lampu baca dan dia membalikkan badannya menghadapku. Bagian depan tubuh telanjangnya bisa kulihat dengan jelas. aku bisa melihat puncak gundukan payudaranya yang imut dan berwarna pink.

“kenapa kamu minta maaf?”

“Jessica sahabatmu,” Ucapku.

“So?”

“Kukira kamu akan marah,”

“Jessica menceritakannya padaku di malam setelah dia dari sini, kalau aku marah aku tidak akan mengundangmu ke rumah, aku juga tidak akan berada disini malam ini, kamu bukan siapa-siapa ku Rega, kenapa aku harus marah?”

“Oke kamu tidak marah. Tapi itu akan merubah pemikiranmu tentangku, benar kan?” Ucapku. Dia tersenyum

“tidak hanya tentangmu Rega, tapi tentang semua cowok.. membantuku untuk lebih mengerti lagi apa yang ada di dalam pikiran cowok sebelum aku benar-benar memilih salah satu dari mereka untuk kujadikan pendamping hidupku suatu saat nanti.” Jelas Luna

“Tetapi“ Imbuh Luna “aku tidak akan men-judge-mu karena sudah tidur dengan banyak cewek tanpa melibatkan perasaan , mungkin tidak semua cewek akan suka dengan itu, tapi hey, kita juga pernah melakukannya tanpa cinta. Love & Sex memang sering berjalan bergandengan, tapi menurutku, bukan berarti mereka tidak bisa dipisahkan” Ucap Luna kemudian Tersenyum.

Damn, Luna dan cara berpikirnya yang liberal dalam menyikapi suatu hal. Aku semakin mengagumi kepribadiannya.

“kamu sangat menyukainya ya?” Tanya Luna

“Apa? Seks? Entahlah, rasanya aku tidak bisa berhenti melakukannya”

“orang tidak akan ketagihan dengan sesutu yang tidak enak kan?, Wanna do it?” Tanya Luna

“eh? Sekarang? Kamu kan tadi bilang lelah dan semalam kehilangan waktu tidurmu” Ucapku.

“Aku rela kehilangan waktu tidurku lagi malam ini bersamamu” Ucapnya. Aku menggelengkan kepalaku,

“Jangan paksakan tubuhmu, bidadari cantik sepertimu tidak boleh sakit,” Ucapku, pipinya memerah.

“kamu cowok yang baik Rega, meskipun ada sesuatu yang liar dalam dirimu, tapi kamu cowok yang baik”

Kemudian Luna memajukan wajahnya dan tiba-tiba dia menciumku, bibirnya melumat bibirku sebentar tanpa membiarkan aku membalas ciumannya. Lalu dia membalikkan badannya membelakangiku lagi. Mematikan lampu baca kemudian menarik selimut menutupi tubuhnya.

Kemudian kupeluk tubuhnya dari belakang sesuai keinginannya malam ini. “Tidurlah bidadari, aku akan memelukmu sampai pagi” bisikku ditelinganya. Sekilas dari belakang kulihat senyumnya.

Beberapa menit kemudian Luna sudah terlelap, aku bisa mendengar nafasnya yang teratur. Aku berusaha menyesuaikan pandangan mataku dengan cahaya yang redup untuk melihat wajahnya yang cantik. Rasanya sangat menyenangkan tidur seperti ini, tidur dalam keadaan telanjang sambil berpelukan, kulit tubuh kami saling bersentuhan secara langsung tanpa ada yang menghalangi. Saling merasakan hangatnya tubuh kami masing-masing.

Malam ini begitu indah bersamanya.

.

.

.

KEESOKAN PAGINYA

—-POV WINRY—-

Minggu pagi yang masih cerah karena hujan belum juga turun. Aku baru saja tiba di rumah kost Setelah sekitar sembilan puluh menit lari-lari kecil di sekitaran kampus. Olahraga pagi di hari minggu memang sudah rutin kulakukan sejak dulu. Tadi saat bangun dan keluar rumah aku melihat pemandangan yang tidak biasa di depan tumah. Garasi yang biasanya kosong kini ada dua mobil yang terpakir. Satunya mobilnya Angel tapi yang satu lagi aku tidak pernah melihatnya. Mungkinkah mobilnya Kak Rega? .

Saat aku membuka pintu rumah, aku mendengar berisik suaranya Angel yang sedang teriak-teriak di dalam rumah. Dia memang selalu berisik dan membuat heboh, tapi apa yang mebuat dia heboh sepagi ini?. Penasaran, aku langsung menaiki tangga. Dan aku melihat Angel sedang menggedor gedor kamarnya KaK Rega sambil marah-marah. Ada apa?

DOK!! DOK !! DOK!! DOK!!

“SERIUS KALIAN MELAKUKANNYA SEPAGI INI? KALIAN TAU INI MASIH JAM BERAPA?? ”

DOK!! DOK !! DOK!! DOK!!

“HEHHH AKU SEDANG MENCOBA TIDUR”

Teriak Angel sambil tetap menggedor-gedor kamar kak Rega. Sambil berjalan menuju kamarku, Aku masih kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.

“KALIAN MENJIJIKKAN”

Kemudan Angel masuk ke dalam kamarnya tak lama dia keluar lagi dan menuruni tangga membawa kunci mobil bersamanya. Lalu dia pergi dari rumah ini.

Apa yang sebenarnya terjadi? Tadi Angel menyebut ‘kalian’, siapa yang ada di dalam kamarnya Kak rega? Apa yang sedang mereka lakukan?Karena rasa ingin tahuku yang tinggi. Aku urungkan masuk ke dalam kamarku, aku berjalan hampir seperti mengendap-endap mendekati kamar kak Rega.

Semakin dekat ke kamarnya aku semakin mendengarnya. Suara rintihan seorang cewek bersahutan dengan suara desahan kak Rega. Suaranya begitu gaduh, itu kenapa membuat Angel begitu terganggu.

“ahh.. emmghh,, ssshh Reggaaa.. uhhh”

Kak Rega bersama seorang cewek? Dan mereka sedang..

“aahhh ahhhh ahhh, kencengein Gaa,, ahhh”

Jantungku berdebar debar mendengar suara desahan dan kata-kata frontal yang terdengar dari dalam kamarnya Kak rega. Ini pertama kalinya bagiku mendengar suara orang yang sedang berbuat porno secara langsung. Bahkan suara-suara ini lebih jelas daripada suara yang kudengar ketika menelepon Mira kemarin. Tak ingin berlama-lama berada disini, aku langsung masuk ke dalam kamar mandi dekat kamarnya Kak rega.

.

.

.

Dua jam kemudian, aku duduk di sofa ruang tengah sambil menatap kamarnya Kak rega dari bawah. Biasanya aku adalah orang yang tidak peduli dengan apa yang dilakukan orang lain disekitarku. Tapi aku penasaran dengan siapa cewek yang bersama kak Rega. Tak lama pertanyaanku terjawab, dan aku sama sekali tidak terkejut dengan siapa cewek yang tadi kudengar rintihannya. Cewek itu adalah Luna. Kakak pembina ospek kemarin. Daritadi aku mencoba menebak-nebak siapa cewek yang sedang bersama kak rega, dan Luna adalah yang paling memungkinkan karena di kampus aku sering melihat Kak Rega dan Luna bersama-sama. Jadi mereka benar-benar berpacaran? Dan semalam kak Rega membawa Luna kesini? Mereka berdua memang cocok sih.., Luna sangat cantik, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan aku.

Luna dan Kak Rega keluar bersamaan dari dalam kamar kemudian menuruni tangga. Meskipun masih pagi hari, mereka berdua terlihat lelah dan letih. Sambil menuruni anak tangga, Luna melihatku dan terlihat sedang berpikir. Mungkin dia sedang berpikir kalau pernah melihatku. Kemudian dia tersenyum ke arahku. Sedangkan kak Rega hanya menyapaku lalu mereka berdua pergi dari rumah. Satu-satu yang janggal adalah, kenapa Luna bertelanjang kaki?

.

.

.

.

—-POV REGA—-

Aku sudah kembali lagi ke rumah setelah mengantarkan Luna pulang, langsung menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Rasanya tulang-tulang tubuhku menjadi lunak setelah dua ronde bersama Luna pagi tadi. Gilaak, olahraga pagi dengan Luna sangat nikmat. Apalagi dia bilang akan sering-sering meminta cuddling lagi denganku. Karena dia sangat menyukainya. Tapi aku harap dia tidak kenapa-kenapa saat pulang tadi. Seneng banget rasanya, apalagi tadi aku berhasil membalas Angel dan berhasil membuatnya kesal. Hahaha, Rasain lu cewek gila. Lucunya Luna mau aja aku suruh berteriak keras.

Sepertinya hari ini aku hanya akan menghabiskan waktu untuk tidur, biar nanti malam saja kukembalikan mobilnya Rein.

.

.

.

BEBERAPA HARI BERIKUTNYA

Pagi hari baru saja aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara alarm di handphoneku. Dengan mata yang masih susah terbuka aku turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarku.

DUKK!!!

“AUUCHHH”

Kurasakan sakit dikepalaku karena terbentur tembok yang kukira kamar mandi. Sial, Aku masih belum bisa move on dari kamar sebelah yang ada kamar mandinya. Aku lupa kalau kamar ini tidak ada kamar mandinya. Dan gara-gara terbentur tadi, aku jadi benar-benar bangun sepenuhnya.

Jika tidak karena cewek sialan di kamar sebelah, aku tidak akan tidur dikamar ini. Selain tidak ada kamar mandi, tidak ada balkonnya juga. Kemudian aku keluar kamar untuk menuju kamar mandi.

Setelah mandi dan kembali kedalam kamar, Kubuka jendela kamarku ini yang menghadap ke rumah tetangga. Aku begitu terkejut saat membukannya. Karena tepat berhadapan dengan jendela kamar ini adalah jendela kamar rumah tetangga. Dan disana aku melihat…

Seorang cewek, mungkin usianya lebih muda dariku. Dia baru saja melepas pakaiannya. Aku sama sekali tidak bergeming melihat pemandangan ini, sampai saat cewek itu akan membuka kait bra-nya tiba-tiba dia melihat ke arahku.

Reflek aku langsung sembunyi di bawah jendela. Shit, shit, shit, apakah dia tau aku sedang mengintip? . Dan saat sedang tegang-tegangnya, aku mendengar suara handphoneku berdering, membuatku sangat kaget saat mednengarnya. Faaaakkk,.

Sambil merangkak di bawah jendela, Kuraih ponselku diatas tempat tidur. Ternyata Mira yang menelepon.

“halo Mira, Kenapa?” Tanyaku

“Kak Rega bisa bantu fotoin aku?”

BERSAMBUNG

NEXT CHAPTER 7. POTRET POLOS (COMING SOON)

Guys, kira-kira Rega harus beli BRA ukuran berapa ya untuk Angel? Ada yang tau? :matabelo:

Rega sama Luna cocok nngak? Sorry kalau olahraga pagi mereka berdua skip. :Peace: Tenang aja, Rega-Luna masih berlanjut kok.

Dan Kisah kelam Rega perlahan mulai terungkap.

Nantikan kelanjutan ceritanya ya.

END – Lembaran Yang Hilang Part 9 | Lembaran Yang Hilang Part 9 – END

(Lembaran Yang Hilang Part 8)Sebelumnya | Selanjutnya(Lembaran Yang Hilang Part 10)