Lembaran Yang Hilang Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14END
SEASON 2
S2 Part 1S2 Part 2S2 Part 3S2 Part 4S2 Part 5S2 Part 6S2 Part 7S2 Part 8
S2 Part 9S2 Part 10

Lembaran Yang Hilang Part 10

Start Lembaran Yang Hilang Part 10 | Lembaran Yang Hilang Part 10 Start

The Lone Wolf

DI SUATU SORE YANG CERAH

—-POV ANGEL—-

Sshhh, Daritadi aku merasa seperti ada yang memukul-mukul kepalaku. Sakit banget. Duduk seharian menghadap layar komputer sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Aku sudah terbiasa mengabiskan waktu berjam jam hanya untuk duduk di depan komputer sampai aku melupakan waktu untuk tidur dan makan, terkadang sampai seharian tidak mandi. Tapi sepertinya kali ini aku terlalu memforsir tubuh, tenaga dan pikiranku.

Sudah hampir dua hari aku terisolasi di dalam kamar, tidak makan, tidak tidur, hanya duduk di depan komputer menyelesaikan sebuah rootkit atau virus. Semalam rootkit yang telah kubuat itu telah berhasil aku susupkan ke dalam sebuah server. Dan rootkit itu kini sedang berjalan. . Kuharap mereka tidak tidak terlalu cepat menyadarinya, pikirku. Entah berapa lama rootkit itu akan bekerja, sehari, dua hari atau berhari hari. Entahlah. Sekarang, yang bisa aku lakukan hanyalah menunggu. Mungkin setelah ini aku bisa meluangkan waktu untuk tidur sebentar.

Meskipun ini bukan pertama kalinya aku menyusup kedalam server orang lain, tetapi kali aku berada di level yang berbeda. Padahal aku tahu, sesempurna apapun virus yang telah kubuat, cepat atau lambat mereka pasti akan menyadarinya. Apakah aku terlalu berani mengambil langkah? Shit, kenapa aku jadi ragu. No..no.no. aku pasti bisa.. aku pasti bisa melakukannya. Aku telah memikirkan segalanya agar semua berjalan seperti apa yang kumau. Aku telah melakukan project ini sebelum pindah kesiini, bahkan beberapa hari ini aku tidak datang ke kampus agar aku bisa lebih fokus membuat perintah yang tepat untuk rootkit itu. Aku tidak punya banyak waktu lagi. Semakin cepat aku menyelesaikannya, semakin cepat aku mendapatkan apa yang aku inginkan.

Di mejaku terdapat tiga layar monitor komputer. Sambil melihat dan mengawasi rootkit itu berjalan, daritadi aku juga sibuk berbalas chat dengan temanku Kirana di layar monitor ke tiga.

Aku kenal dengan Kirana setahun lalu saat berselancar di komunitas Hacker Underground, awalanya kukira dia itu cowok, begitupun juga dia mengira kalau aku adalah cowok. Karena di dunia bawah tanah atau underground, tidak ada satupun yang memakai nama atau profil asli. Semuanya memakai nama samaran. Waktu itu sebetulnya aku ragu untuk bertemu dengannya di Dunia nyata. Jika bukan karena kemampuannya yang unik dalam menciptakan sebuah program, aku tidak akan mempunyai keinginan untuk mengajaknya bertemu. Karena aku orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain, apalagi dengan cowok.

Aku sangat terkejut dengannya saat pertama kali kami bertemu, tak kusangka kalau ternyata dia adalah seorang cewek. Reaksi yang sama ditunjukkan Kirana saat pertama kali bertemu denganku. Sejak saat itu kami aktif bertemu di dunia maya maupun di dunia nyata. Selain pintar, Kirana anaknya juga asik. Bersama Kirana, kami telah melakukan banyak hal. Good or Bad things. Banyak jaringan dan sistem keamanan yang telah kami susupi bersama. Kuakui dia memang pintar.

Di dunia maya, kami bertemu dan berkomunikasi menggunakan ChatRoom jadul IRC atau Internet Relay Chat. Meskipun jadul, komunikasi menggunakan IRC sangat aman karena tidak mudah untuk disadap. Sangat berguna bagi orang orang dengan kemampuan sepertiku dan Kirana. Selain itu, banyak fasilitas di IRC yang bisa dimanfaatkan oleh para komunitas hacker.

Berbeda dengan obrolan kami biasanya yang lebih sering membahas tentang sebuah program yang sedang kami kembangkan bersama, sore ini aku dan Kirana membahas tentang cowok cabul yang tinggal di sebelah kamarku. Di dalam Chatroom aku menggunakan codename gh0st. Sedangkan Kirana memakai nama kEy.

gh0st : mereka melakukannya di pagi hari. seperti sepasang binatang mesum, mereka Berteriak, Mengeluarkan suara-suara yang aneh dan menjijikkan.

kEy : So?
kEy : What’s the problem?
kEy : Cowo itu lagi ML dengan cewenya, kenapa kamu marah dan kesal?

gh0st : MEREKA SANGAT BERISIK DI PAGI HARI, padahal aku sedang berusaha memejamkan mata setelah semalaman tidak tidur. Kayak gak ada waktu lain untuk melakukan itu.
gh0st : fyi, cewek itu bukan pacarnya

kEy : Bagaimana kamu tau kalau cewe itu bukan pacarnya?
kEy : kamu menyadapnya?

gh0st : sebuah perbuatan tidak akan terjadi tanpa ada sebuah alasan
gh0st : habisnya aku kesel banget sama cowok cabul itu

Nge-hack komputer dan handphone orang lain itu sangatlah mudah apalagi jika komputer dan handphone yang menjadi target terhubung dengan jaringan internet yang sama. Melalui jaringan wifi yang tersedia di rumah ini aku bisa dengan mudah menembus laptop dan handphone cowok cabul itu. Aku juga sudah berhasil membobol semua media sosialnya mulai dari email, facebook dan twitter. Meretas media sosialnya ternyata lebih mudah karena cowok itu terlalu malas membuat varian password untuk setiap media sosialnya.

Melalui komputer, handphone dan media sosialnya aku mulai mencari tau dan membaca seperti apa sih kehidupan pribadi cowok sialan yang sudah berani-beraninya menyentuh tubuhku. Kebiasaanku saat meretas orang lain adalah, aku selalu mencari keburukan dari mereka. Tapi aku tidak menemukan apapun yang menarik. Tidak ada yang aneh di dalam setiap folder didalam laptopnya, kebanyakan hanyalah film, musik dan tugas-tugas kuliahnya. Padahal aku berharap menemukan foto memalukan atau video pribadinya dengan cewek. Karena setelah dia mengusik waktu tidurku, aku sangat kesal dan sempat berencana menyebarkan foto atau video pribadinya ke internet.

Begitupun juga dengan handphonenya. Aku tidak menemukan apapun kecuali dia selalu berfoto mesra dengan kakaknya sendiri. Menurutku mereka terlalu mesra sebagai kakak dan adik. Selain itu, tidak ada yang bisa aku gunakan untuk membalas cowok itu. Ternyata cowok itu tidak secabul yang kukira, malah kebanyakan isi pesan ataupun chat media sosialnya dipenuhi dengan pesan dari cewek-cewek yang ingin bertemu dan mengajaknya jalan. Tapi cowok itu tidak merespon mereka. Ada juga satu cewek yang rutin setiap hari mengirimkan foto foto sexy kepada cowok itu dan mengajaknya untuk bercinta. Tapi cowok itu selalu menolaknya. Aku heran, Kenapa sih cewek-cewek pada kegatelan sama cowok seperti dia?.

Sepertinya dia memang cowok normal dengan kehidupan pribadi yang flat dan membosankan. Pftt. Meskipun begitu, dia tetap cowok cabul karena sudah menyentuh tubuhku. Walaupun tidak sengaja, tetap saja dia sudah menyentuh payudaraku. Cowok cabul sialan. Aku benci banget sama dia karena dia telah melakukan itu.

Seandainya saja aku tidak sedang fokus dengan project yang sedang kukerjakan, pasti aku akan punya banyak waktu untuk menggali lebih dalam lagi tentang dia, dan pasti aku akan menemukan sesuatu. Tapi anehnya saat aku mencoba menyadap webcam laptopnya, aku selalu gagal. Sudah ada orang lain yang membobol laptop cowok itu dan menyadap webcam-nya itu sebabnya aku selalu gagal. Siapa? Dan kenapa orang lain ingin memata-matai cowok gak jelas seperti dia?.

Tidak berhenti di cowok itu, aku juga melakukan hal yang sama pada cewek yang tinggal di depan kamarku. Winry namanya, dia benar benar seorang nerd (kutu buku). Setiap hari saat di rumah, kebanyakan yang dia lakukan hanyalah membaca buku dan menonton film di laptopnya. Tapi meskipun dia seorang nerd, dia menyimpan puluhan film porno animasi di laptopnya. Bahkan saat aku iseng menyadap webcamnya di malam hari, aku sangat kaget saat mendapati dia bugil diatas tempat tidur sambil meraba raba tubuhnya dan menyentuh ‘miliknya’ sendiri. Tapi setelah dia selesai dengan ‘urusannya’, cewek itu menangis sambil memeluk gulingnya. Cewek yang aneh, apakah dia menangis karena merasa berdosa setelah melakukan hal menjijikkan seperti itu?

Kenapa sih rumah ini isinya orang-orang cabul semua?. Huft. “Jika bukan karena aku membutuhkan tempat untuk bersembunyi, aku ga akan tinggal disini” teriakku di dalam kamar.

kEy : sadarkah kalu kita sudah membahas cowo cabul itu selama satu jam lebih
kEy : sejak aku mengenalmu, ini pertama kalinya kamu membicarakan tentang cowo
kEy : awas loh, biasanya benci jadi cinta.

gh0st : cinta dengan cowo cabul seperti dia ?
gh0st : Najis

kEy : jangan salah, batas antara benci dan cinta itu tipis banget
kEy : perubahan dari benci menjadi cinta dan sebaliknya itu cepet.
kEy : sekarang kamu membenci cowo itu, suatu saat nanti kamu akan mencintainya

gh0st : jangan terlalu berharap
gh0st : aku bahkan ga pernah berpikir untuk mencintai orang lain. . Cinta itu hanya untuk para idiot.
gh0st : Jatuh cinta itu sama saja kamu membiarkan orang lain meretas (hack) hatimu.
gh0st : dan saat hati kita diretas, kita menjadi boneka yang emosional

kEy : ckck, kamu terlalu lama duduk didepan komputer sayang.

kEy : kamu memang cewe yang aneh
kEy : aku doain, suatu saat nanti kamu akan bertemu cowo yang akan mengubah prinsipmu itu.
kEy : siapa tau cowo itu adalah cowo cabul yang tinggal disebelah kamarmu.
kEy : wkwkwk

gh0st : Bullshit.
gh0st : kalaupun suatu saat nanti doamu terkabul, aku tidak akan jatuh cinta dengan cowok cabul seperti dia. Amit amit.
gh0st : sumpah aku masih kesel dia menggangu waktu tidurku.
gh0st : karena mereka terlalu berisik, pagi itu aku pergi dari sini.., dan kamu tau pagi itu aku pergi kemana? Aku pulang ke rumah, aku paling males kalau harus pulang ke rumah.

kEy : kamu ga kepikiran untuk pergi ke hotel daripada pulang?
kEy : Uangmu sebanyak itu sudah habis? Sampai ga bisa menyewa sebuah kamar hotel
kEy : tapi kalau aku jadi kamu, aku tidak akan kesal dengan mereka.
kEy : yang ada, aku akan envy dengan mereka.

gh0st : envy? Why?

kEy : Yap. Karena di pagi hari ‘punya’ cowo itu lebih keras. Pasti lebih enak.

gh0st : Shitt, kamu sama aja kaya cowok itu.
gh0st : sama2 cabul

kEy : wkwk. percuma, cewe FRIGID sepertimu ga bakal paham dengan hal2 seperti itu.

gh0st : Frigid? Apa itu?

kEy : Frigid itu sebutan untuk cewek dingin sepertimu yang ga berminat sama sekali untuk berhubungan seksual,
kEy : itu sebabnya sampai sekarang kamu masih V
kEy : a.k.a masih SEMPIT. Karena kamu cewe Frigid.
kEy : Hahahaha
kEy : Aku heran dengan cowo2, kok bisa cewek yang cantiknya seperti seorang supermodel dibiarin tetap perawan. wkwkwk

gh0st : FAAKKKYUUU

Banyak orang berkata kalau orang mabuk adalah orang yang paling jujur sedunia. Itu benar. Berawal dari pergi berdua dengan Kirana ke sebuah klub malam sebulan lalu. Malam itu menjadi bencana bagiku karena aku telalu banyak minum hingga membuatku mabuk. Dan saat aku mabuk, secara tidak sadar aku mengatakan semua yang seharusnya tidak kukatakan kepada orang lain. Termasuk mengatakan kepada Kirana kalau selama ini aku sama sekali tidak pernah dekat atau berhubungan dengan seorang cowok ataupun tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun. Sejak saat itu Kirana sering mengejek dan merendahkanku dan sering membuat candaan dengan itu. Bahkan dia pernah mengira kalau aku ini adalah seorang lesbian.

gh0st : Emangnya kenapa sih kalau aku belum pernah melakukan itu?
gh0st : seolah kamu anggap aku spesies aneh karena masih belum melakukannya
gh0st : Masih banyak hal lain yang lebih penting yang bisa kulakukan selain memikirkan itu

kEy : yaa..yaa..yaa.. itu karena kamu belum pernah merasakannya
kEy : sex is fun. a lot of fun
kEy : Sabtu malam kemarin sampai 3 kali aku melakukannya

gh0st : kok bisa?
gh0st : kamu kan ga punya pacar.

kEy : dasar idiot, kamu tidak perlu punya pacar untuk melakukan itu

gh0st : bukannya orang-orang melakukan itu untuk menunjukan rasa cinta, itu sebabnya disebut ‘bercinta’

kEy : ckckck,
kEy : kamu masih sangat polos dan tidak tahu apapun
kEy : inilah akibatnya jika kamu terlalu banyak duduk di depan komputer
kEy : kamu harus mencobanya,
kEy : kamu ingin tau dunia yang benar-benar baru? Carilah seorang cowo dan bercinta lah.
kEy : Yang perlu kamu lakukan adalah berikan cowo itu password untuk ‘membukamu’, lalu biarkan dia ‘manjelajahimu’ dan ‘menembusmu’
kEy : aku tau kamu suka tantangan, aku menantangmu untuk melakukan itu.

gh0st : apaan sih? GAK PENTING BANGET

kEy : bilang aja kamu takut melakukannya

gh0st : tidak ada alasan untuk takut, aku bukan anak kecil.

kEy : Jika kamu tidak takut, kenapa kamu tidak mau mengatakannya?
kEy : kamu pasti takut kan?
kEy : Hacker yang paling disegani dan ditakuti orang-orang ternyata takut untuk bercinta

gh0st : Aku tidak pernah mundur atapun takut dari tantangan.
gh0st : AKU AKAN MELAKUKANNYA.

kEy : Good Girl.
kEy : aku akan memberimu waktu sampai akhir semester genap.

gh0st : kenapa lama sekali? aku bisa melakukannya sebelum semester genap dimulai.

SHIT..SHIT..SHIT.. Apa yang sudah kulakukan? kenapa aku berkata seperti itu kepada Kirana? Arrghhhhhhhhh

kEy : Deal. Ini yang aku suka darimu Angel.

gh0st : Stupid, jangan sebut namaku disini

kEy : upss, sorry.
kEy : jadi ga sabar dengerin cerita pengalaman pertama seorang cewe frigid. xixi
kEy : btw, tentang project yang kamu katakan minggu lalu.
kEy : Katakan kepadaku kalau kamu tidak jadi melakukannya.

gh0st : project itu sudah berjalan

kEy : WTF ??????
kEy : kenapa kamu tidak memberitahuku?

gh0st : sebaiknya kamu jangan ikut2an,
gh0st : kali ini aku yang akan mengeksekusinya sendiri

kEy : Astaga Angel. kamu yakin ? Kamu tau siapa lawan pertarunganmu kali ini kan?
kEy : Mereka akan mencarimu !!.

gh0st : STOP MENYEBUT NAMAKU IDIOT
gh0st : aku tau kok apa yang aku lakukan ini berbahaya,
gh0st : itu sebabnya aku tidak mau melibatkanmu
gh0st : jangan berlebihan mengkhawatirkanku, mereka tidak akan menemukanku disini.

kEy : bodoh, kamu tidak bisa melakukan ini sendirian
kEy : dan yang paling penting, aku temanmu, kenapa kamu ga memberitahuku dari awal?

gh0st : karena aku tidak punya waktu untuk berdebat.
gh0st : aku tau kamu pasti akan melarangku.

kEy : itu pasti. Aku akan memastikanmu untuk tidak bertindak bodoh sendirian
kEy : karena jika kamu bermain main dengan api. Kamu akan terbakar
kEy : kita harus bertemu,
kEy : malam ini ditempat biasa?

gh0st : Fine, bawel !!
gh0st : aku mau tidur sebentar

Kirana sudah offline. Aku terdiam menatap layar monitor. Otakku nge blank seperti komputer yang sedang terserang virus. Aku sama sekali tidak memikirkan kekhawatiran Kirana mengenai apa yang sedang kulakukan, siapa yang sedang kulawan. Aku sedang memikirkan tantangan Kirana. Oh Tidakk, apa yang sudah aku lakukan?. Kenapa aku sok-sok an menerima tantangannya.? AKu Cuma tidak tahan dia terus-terusan merendahkanku.

Aku harus melakukan itu? FFUuckkk.

Aku akui kalau aku bukan tipe cewek baik-baik. Aku telah melakukan banyak hal gila didalam hidupku. Beberapa tahun ini aku hidup dengan melanggar banyak aturan. Aturan yang di buat mama, aturan yang dibuat kampus, aturan yang di buat negara, semuanya kulanggar. Aku juga tidak berniat mengikuti aturan larangan seks pranikah yang dulu diajarkan seorang guru pendidikan seks untuk anak yang pernah dipanggil mama ke rumah. Aku bukan tipe cewek yang berprinsip untuk melepaskan hal yang katanya paling berharga dari seorang wanita itu hanya saat sudah menikah. Bahkan aku tidak ingin menikah suatu saat nanti, karena aku tidak percaya dengan konsep sebuah pernikahan.

Melakukan hubungan seksual artinya aku harus melakukannya dengan seorang cowok. Masalahnya aku sangat sangat sangat benci dengan cowok. Mereka adalah makhluk cabul yang selalu mempunyai pikiran-pikiran kotor di otak mereka saat menatapku. Membayangkan harus telanjang berdua dengan cowok diatas tempat tidur membuatku muak.

Arghhhhh. Sialan Kirana. Ini tidak bisa dibiarkan, terlalu banyak gangguan dan distraksi, padahal aku sedang berusaha fokus agar project ini berjalan seperti apa yang aku inginkan. Dan akan terus terusan menganggu jika aku tidak segera melaluinya, tidak segera melakukannya. Aku harus tetap tenang, tidak ada yang tak bisa aku lakukan. Yang aku butuhkan hanya seorang cowok untuk membobol perawanku. Simpel.

Benarkah se-simpel itu?

Kujatuhkan kepalaku diatas meja.

DOK DOK

Pintu kamarku diketuk seseorang.

.

.

.

—-POV REGA—-

Berdiri di depan pintu kamarnya Angel. Aku merasa ada aura aura gelap menyeramkan yang keluar dari setiap celah pintu kamarnya. Sumpah nyeremin. Pintu kamarnya aja udah nyeremin, apalagi yang punya kamar. Aku jadi ragu untuk mengetuk pintu kamarnya. Apakah dia masih marah denganku? Sejak hari itu aku tidak pernah bertatap muka lagi dengannya. Dan kurasa sudah dua hari ini aku tidak melihatnya keluar dari dalam kamarnya. Apakah dia sedang sakit?

Tapi alasanku berdiri didepan kamarnya bukan karena aku peduli dengannya. Aku kesini untuk menyerahkan barang-barang yang dia minta, agar dia segera membayar uang sewa kamar yang dia tempati. Sudah lebih dari dua minggu dia tinggal di kamarnya tapi tidak masih belum juga membayar uang sewa satu tahun yang dia janjikan.

Untungnya ada Winry yang mau membantuku membelikan pembalut. Ga kebayang jika harus aku yang membeli pembalut. Selain itu, saat ini Winry dan juga Mira sedang nge-Mall untuk membeli beha untuk Angel. Winry dan Mira sangat membantu, aku berhutang banyak kepada mereka. Aku berjanji minggu depan mentraktir mereka makan malam di restoran mewah yang sering aku datengin berdua dengan Rein. Mungkin sebaiknya aku juga mengajak Luna.

Gara gara menuruti permintaan Angel semua jadi serba kerepotan. Bahkan Rein curiga saat aku tanya ukuran Bra nya. Aku terpaksa berbohong kepada Rein dengan mengatakan hanya iseng aja pengen tau ukuran bra nya, tidak mungkin aku bilang kepadanya kalau ada seorang cewek yang menyuruhku membeli Beha, Itu pasti sangat memalukan. Aku bertanya ukuran Bra nya Rein karena menurutku ukuran payudaranya Rein dan Angel itu sama. Sama-sama besar. Dan Ukuran Bra Rein ternyata 36D, meskipun kata Winry tiap merk memiliki standard ukuran yang berbeda tetapi setidaknya ukuran itu bisa jadi acuan.

Tiba-tiba terdengar suara Angel dari dalam kamar.

“Jika bukan karena aku membutuhkan tempat untuk bersembunyi, aku ga akan tinggal disini”

Hah? Bersembunyi?

Jadi alasan dia mau-maunya tinggal di sini dibandingkan dengan rumahnya yang seperti istana itu karena dia ingin bersembunyi. Tapi bersembunyi dari apa? Siapa? Mungkinkah dia sedang sembunyi dari keluarganya? Atau mungkin dia sedang sembunyi dari cowoknya? Entahlah bukan urusanku, aku tidak mau ikut campur. Belum tentu juga rumah besar di pusat kota itu rumahnya Angel. Sekal lagi itu bukan urusanku. Urusanku adalah menagih uang sewa kamar darinya.

DOK DOK, kuketuk pelan pintu kamarnya.

Tak lama pintu kamar terbuka, tapi hanya sedikit. Dia terlihat ragu-ragu untuk membuka pintu. Seolah tidak ingin aku melihat isi didalam kamarnya. Kamarnya telihat redup, aku tidak melihat cahaya dari celah pintu kamar yang terbuka. Tapi meskipun redup aku bisa melihat wajah Angel dengan jelas. Sore ini dia terlihat pucat dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Berapa lama dia tidak tidur? Dia terlihat begitu berantakan, bahkan rambut panjangnya yang biasanya tertata indah kini terlihat acak-acakan.

“mau apa?” Tanya dia jutek.

“nih..” Seruku sambil menunjukan padanya dua kantong plastik besar yang berisi barang-barang yang dia minta.

Kemudian dengan sangat hati-hati dia keluar dari dalam sambil tetap berusaha menutupi pandanganku ke dalam kamarnya lalu menutup pintu. Memang setiap orang punya privasi, apalagi seorang cewek. Tapi cara dia yang terlalu over menutupi privasinya membuatku semakin penasaran. Tapi dalam sekejap, rasa penasaranku akan isi di dalam kamarnya langsung hilang setelah aku memandang Angel.

Selalu. Aku selalu tidak bisa menghindar untuk memperhatikan tubuhnya Angel. Sore ini Angel hanya memakai tanktop ketat berwarna kelabu dan celana yang sangat sangat pendek dan sangat sangat ketat. Dengan pakaian seperti itu, lekuk tubuhnya yang indah terlihat sangat jelas. Aku bisa melihat jelas pahanya yang mulus. Dan aku selalu terpesona dengan payudaranya Angel, tidak peduli seberapa sering aku memandangnya, aku tidak akan pernah bosan melihat besar payudaranya Angel. Meskipun sore ini wajahnya terlihat lusuh, tapi dia benar-benar menggairahkan. Kalau kata Dicky, cewek dengan tubuh seperti Angel ini sangatlah fuckable.

“bisa nggak sih jangan neglihatin seperti itu?” Ucapnya membuatku terkejut “Balik badan” perintahnya.

“hah?”

“BALIK BADAN” Ucapnya dengan nada tinggi.

Aku reflek berbalik badan. Sial, aku lupa, aku tidak boleh berlama-lama memperhatikan tubuh Angel. Tamparan tangannya di wajahku masih tidak bisa aku lupakan. Rasa panasnya seketika terasa di wajahku saat aku mengingatnya.

“Dasar cabul. Kamu pikir aku ga tau apa yang ada di dalam otakmu yang mesum itu” Celotehnya. Dia sering banget ngata-ngatain aku seperti itu. Tapi aku heran, kenapa semua cewek pada tau apa yang sedang aku pikirkan.?

“kalau kamu ga suka aku memandangmu, jangan berpakaian seperti itu” Ucapku sinis. Semakin hari, kulihat banyak kemiripan antara Angel dan Rein. Seperti Angel, Rein juga selalu berpakaian seperti itu kalau sedang di rumah.

“ga usah sok ngatur ngatur cara berpakaianku, memang seperti ini yang selalu aku pakai. Kalau kamu gak bisa menahan otak cabulmu, lebih baik jangan melihatku !!” Ucapnya sambil mengambil kantong plastik di kedua tanganku kemudian dia memeriksa satu persatu isi di dalam kantong plastik itu.

Kenapa sih perasaan hatinya selalu buruk jika bicara denganku? Jutek banget jadi cewek. Mungkin kalian bosan jika aku berkata ‘Meskipun jutek, Angel mempunyai tubuh yang menarik untuk dilihat’. Memang kenyatannya seperti itu. Seandainya saja dia itu baik dan lembut seperti Luna, mungkin aku akan tertarik untuk berteman dengannya. Tapi karena kata-katanya yang selalu kejam dan songong, membuat minatku padanya menurun drastis. Sepertinya Dia sama sekali tidak ingin berteman denganku, malahan dia terlihat seperti ingin memusuhiku.

“Semuanya lengkap seperti yang kamu tulis” Ucapku “kecuali itu,, uhmm, bra… Winry sedang membelikannya. Kamu akan mendapatkannya nanti malam” Ucapku sedikti rasa malu dan rasa terhina saat menyebut bra. Aku malu saat membicarakan pakaian dalam dengan seorang cewek. Perasaan yang sama ketika aku minta bantuan winry membelikan bra untuk Angel. Sumpah malu banget. Aku juga merasa terhina karena Angel yang telah menyuruhku membeli bra itu.

“aku nggak butuh, lagipula aku jarang memakainya” Serunya, lalu kudengar dia membanting pintunya.

BRAKKKKK

Saat aku berbalik badan dia sudah tidak ada. FAAAKKKKKKKKK, Cewek Sialannnn, apa dia tidak sadar semua orang jadi kesusahan hanya karena menuruti permintannya. AAAAAARGGGGHHHHHHH. Dasar cewek Gila. Ingin rasanya aku mendobrak pintu kamarnya, mendorong tubuhnya ke tembok lalu kucium mulutnya yang selalu bikin kesel itu. lalu saat puas menciumnya, kubalik badannya, kuturunakan celana gemesnya lalu kumasukkan penisku dari belakang ke dalam memeknya Angel yang basah. Kuremas dari belakang payudaranya yang besar itu sambil penisku penetrasi di pantatnya. Mungkin Angel sangat menyukainya dan memohon aku untuk bergerak lebih cepat sampai cairan orgasmenya membasahi penisku. Aku akan terus bercinta dengannya semalaman, akan aku keluarkan spermaku di setiap bagian tubuhnya. Didalam memeknya, didalam mulutnya, diatas perutnya, diantara kedua payudaranya yang besar, dan mungkin di dalam anusnya.

Astaga. Apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa aku membayangkan seperti itu bersama Angel? Otakku benar-benar kacau setelah melihat Angel. Sama aja aku membenarkan celotehan Angel tentang otakku yang cabul. aku harus kembali ke kamar.

Atau mungkin aku harus melanjutkan imajinasiku di dalam kamar mandi? Sepertinya ide yang bagus. Hihi.

.

.

.

.

DI TEMPAT LAIN

—-POV WINRY—-

“seandainya punyaku sebesar ini” Ucap Mira didepan cermin sambil mencoba memasang cup bra di dadanya tanpa melepaskan bajunya. Ukuran bra itu terlalu besar untuk payudara Mira yang tidak seberapa. Karena memang bra itu seharusnya untuk Angel.

Setelah pulang dari Mall untuk membeli bra, Mira mengajakku ke rumahnya. Sekarang aku berada di dalam kamarnya Mira, duduk di atas tempat tidurnya Mira yang empuk. Melihat isi kamarnya Mira membuatku sedikit merindukan kamarku yang lama. Meskipun suasananya tidak se-girly dan tidak dipenuhi warna pink seperti kamarnya Mira ini, tapi aku merindukan kamarku.

Miranda mulai melepaskan celananya, mungkin dia akan mencoba pakaian dalam yang tadi dia beli. Selain beli untuk Angel, Mira juga beli bra dan celana dalam untuk dirinya sendiri. Dan tidak hanya membeli satu pasang, dia membeli beberapa. Aneh, apalagi dia membeli bra yang menurutku terlalu seksi karena ada yang transparan.

“buat apa kamu beli pakaian dalam sebanyak itu?” Tanyaku padanya.

“buat naik gunung” Seru dia

“Hah?”

“Ya dipake sehari-hari lah Win, kamu ada2 aja kalau tanya. Lihat !!” Serunya sambil berbalik badan menghadapku “punyaku ini terlalu kecil”

“Seandainya punyaku ini bisa lebih gede, seperti punya Angel, kak Manda, atau punya mommy. Tidak kecil seperti ini, aaahhhh dunia ini sungguh gak adil” Ucapnya kecewa lalu melepas semua pakaian dalamnya sampai telanjang. Lalu dia mencoba pakaian dalam yang tadi dia beli.

“kenapa kamu berharap punya yang lebih besar?” tanyaku.

“kalau punyaku gede, aku pasti terlihat lebih seksi, kebanyakan cowok lebih suka dengan tete yang gede”

Mendengar ucapan Mira, reflek Aku menatap payudaraku sendiri yang lebih rata daripada payudara Mira. Hopeless, ucapku dalam hati.

“eh Win, emang mereka selalu berantem ya?” Tanya Mira sambil tetap berdiri didepan cermin.

Mereka yang dimaksud Mira adalah Kak Rega dan Angel. Karena daritadi sejak di Mall, Miranda kepo pingin tau bagaimana keseharian cewek paling pintar sekampus itu.

“Yap. hampir di setiap mereka bertemu.” Jawabku “tau nggak, aku ngerasa ada yang aneh dengan Angel”

“Aneh kenapa?” Tanya Mira menatapku sebentar, lalu dia melanjutkan melepaskan pakaian dalamnya, dia bugil lagi. Lalu mencoba pakaian dalam yang lain yang berwarna hitam.

“Uhmm, aku ngerasa kalau dia itu punya kekuatan atau mungkin kelainan pada tubuhnya”

“Hahhh? Gimana sih maksudnya??” Tanya Mira kaget.

“inget apa yang terjadi pada Kak Amel saat ada orang lain yang menyentuh tubuhnya?” tanyaku

“inget Inget !! Kak Amel selalu mendesah saat Kak Rega menyentuh tangannya.” Ucap Mira

“Iya mirip kayak gitu, jadi siapapun yang menyentuh Angel, pasti bakalan langsung meninggal”

“Ih, serius? Kok bisa?”

“soalnya, Angel selalu berkata gini kepada Kak Rega. ‘kalau kamu berani menyetuhku, kamu mati’., gitu.”

Miranda langsung ketawa lepas mendengar candaanku. “bukannya beruntung tinggal bersama Angel yang toge, Kak Rega malah menderita” Ucap Mira sambil tetap tertawa.

Tetapi sebenarnya memang sejak awal aku rasa ada yang aneh dengan Angel. Seperti ada yang dia sembunyikan. Dan sejujurnya aku tidak suka dengan sifatnya yang selalu jutek kepada siapapun. Menurutku dia terlalu berlebihan kepada Rega. Tapi itu hanya penilaian awalku saja sih, karena aku belum begitu mengenalnya. Itu sebabnya bagiku Angel itu masih misterius. Selain dari itu, aku mengagumi karakternya yang kuat tidak seperti cewek cewek gemulai nan manja yang banyak aku temui di kampus, Angel sepertinya cewek yang dewasa, mandiri, apalagi dia pintar.

Apakah Mira sudah tahu kalau Kak Rega dan Luna sudah jadian?. Tapi benarkah mereka sudah jadian?. Ah pasti mereka sudah jadian karena waktu itu mereka… kalian sudah tau apa yang mereka lakukan, aku tidak perlu menyebutnya. Di kampus mereka juga terlihat semakin dekat. Apakah ini artinya aku tidak boleh terlalu akrab dengan Kak Rega?. Padahal aku sudah bisa terbiasa menatap matanya yang indah itu dari dekat. Karena itu membuatku bahagia. Mungkin terdengar konyol, tapi aku memang merasa bahagia hanya karena menatap mata Kak Rega yang selalu mengingatkanku dengan bintang.

Beberapa hari ini aku merasakan hal yang berbeda saat bicara dengan Kak Rega di ruang tengah atau dimanapun saat sedang bersamanya. Saat bicara dengannya aku selalu teringat dengan suara desahan dan lenguhan itu. Entah kenapa aku tidak bisa menyingkirkan suara-suara itu dari dalam kepalaku. Oiyah, bicara tentang itu.

“Mir, kamu beneran ga mau cerita tentang kamu yang tiba2 pergi saat aku di perpus? Dan apa yang terjadi saat aku meneleponmu?” Tanyaku.

Berkali-kali aku bertanya padanya tentang itu, tapi dia selalu mengalihkan pembicaraan. Dia Cuma meminta maaf kepadaku karena hari itu dia tiba-tiba menghilang tanpa menjelaskan apa yang terjadi. Mira masih terdiam di depan cermin tidak menanggapi pertanyaanku.

“Mira?”

“Aku ML dengan kak Fery” Ucapnya pelan tanpa melihatku.

Ternyata benar. Bahkan dugaanku juga benar soal dia sedang bersama kakak pembina ospek.

“Kalian sudah jadian?” Tanyaku. Mira terdiam lagi tidak menjawabku. Itu artinya, “pasti tidak,,” Seruku.

“Kenapa? kamu mau bilang aku cewe gampangan? makanya dari awal aku gak mau cerita sama kamu, karena kamu pasti akan berpikiran kayak gitu” Ucap Mira terdengar kesal, dia masih tidak melihatku.

“Mir, apa kamu gak berpikir kalau dia hanya menginginkan tubuhmu? Gak kepikiran kalau dia sama sekali tidak peduli denganmu, dia akan berkata apapun, melakukan apapun asal dia mendapatkan apa yang dia inginkan darimu, kamu tau kan kalau cowok,,,”

“Cowok berpikir untuk tidur dengan siapapun tanpa perlu alasan,, kamu pernah mengatakannya” Ucap Mira memotong ucapanku. Lalu dia berbalik badan menghadapku. “Jadi menurutmu aku tidak bisa menjaga diriku sendiri? bagaiamana kalau aku yang menginginkannya? Aku juga ingin melakukan itu, atau aku yang mengajak Kak Fery melakukan itu. apa kamu masih memarahiku?? ”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar ucapan Mira. Jika memang itu yang sebenarnya terjadi. Itu adalah sisi lain dari Mira. Setiap orang punya sisi lain dalam kepribadiannya, begitu juga denganku. Sisi lain yang selama ini tidak pernah kita lihat dalam diri orang itu. Tidak seharusnya aku menyalahkan atau menghakimi nya. Karena setiap orang punya keinginan mereka masing-masing.

“Sorry..” Ucapku lirih.

Mira mendatangiku hanya memakai bra dan celana dalam, duduk disebelahku lalu merangkul tubuhku. “Aku tau kamu mengkhawatirkanku, tapi aku bisa jaga diri kok, aku janji akan selalu berhati-hati ” Ucapnya. Aku mengangguk.

“kamu tau kan sudah lama aku putus dengan Adit, kamu juga sudah tau kalau aku sering melakukan itu dengan Adit. Uhmm,, aku bingung cara ngejelasinnya, apalagi kamu belum pernah. Intinya aku punya kebutuhan yang ingin segera kupenuhi”

Aku tau apa yang ingin dia sampaikan. Bagi sebagian orang, Bercinta bikin candu yang susah untuk dilepaskan. “kamu ga bisa nahan untuk tidak melakukannya? Setidaknya sampai kamu punya pacar lagi?”

“Semakin kutahan, semakin aku ingin segera melakukannya lagi,. Kamu gatau rasanya sih,, kamu pengen tau gimana rasanya?” Tanya Mira, mendekatkan wajahnya ke wajahku “rasa yang didapat dengan cara menahan kenikmatan selama mungkin agar tidak segera usai itu amazing, kamu gak pengen?”

“MIRAAAA”

“Hahahaha, sabar ya Win. Sebentar lagi kamu juga akan tau rasanya, aku tuh Cuma bosan sama Mister D”

Aku terperanjat mendengar ucapan Mira. “Astaga Mira, kamu sama om om?”

“Hush mulutmu ituloh Win!!” Serunya Kesal “Mr. D… Dild,, aku ingin yang asli.. ”

Lagi-lagi aku terperanjat ”kamu punya barang seperti itu?”

“Sebeneranya bukan punyaku, punya mommy. Diem-diem aku sering meminjamnya dari laci kamarnya. Mommy punya tiga”

Mamanya Mira mempunyai barang seperti itu?. Dan Mira menggunakannya untuk dirinya sendiri. Untuk masturbasi?

“Kamu sering?” tanyaku.

“apa? Masturbasi? Hampir setiap hari” Ucapnya.

Astaga. Aku sering berpikir kalau aku ini cewek yang tidak normal karena sering melakukan itu meskipun tidak setiap hari. Ternyata Mira malah melakukannya setiap hari. Tapi beberapa hari ini aku sering melakukannya.

“bagaimana rasanya?” Tanyaku. Aku bertanya seolah aku tidak tau bagaimana rasanya. Mira tersenyum menatapku.

“masturbasi itu menyenangkan” Ucapnya sambil kedua tangannya memegang pundakku, lalu dia mendorong tubuhku pelan hingga aku terbaring di atas tempat tidur. Kemudian tubuhnya yag hanya memakai pakian dalam menindih tubuhku. Wajahnya tepat di wajahku.

“tapi ML rasanya jauh lebih enak, apalagi melakukannya dengan cowok yang menyukaimu, cowok yang menginginkanmu.. pasti lebih dahsyat. Karena dia akan memuaskanmu, membuat kalian menjadi…. satu”

Deg deg deg, apa-apaan ini? apa yang terjadi kepadaku ? kenapa jantungku berderu semakin cepat membayangkan ucapan Mira. Terlalu banyak hal-hal aneh yang kudengar atau yang kucerna di kepalaku akhir-akhir ini, mulai dari telepon Mira, sisi lainnya Mira, apalagi setelah mendengar suara desahan Kak Rega dan Luna. Rasanya seperti ada sebuah dorongan yang begitu kuat dalam diriku yang minta untuk segera dibebaskan. Membuatku lebih sensitif dan membuatku…. Basah dibawah sana.

“Wajahmu memerah, Kamu pengen yah?” Tanya Mira.

Mungkin aku benar-benar sudah gila, aku harus membersihkan pikiranku, aku merasa seperti dirasuki oleh setan seks atau apapun itu. Hush hush Pergi !!

“apaan sih… Miraaa. Badanmu ini berat” Ucapku sambil berusaha mendorong tubuhnya Mira diatas tubuhku. Tapi dia malah semakin menindihku dan membenamkan wajahnya di samping wajahku. AKu menyerah, dia tidak mau pindah.

“Mir.. waktu kamu sama Kak Fery, dimana kalian melakukannya? Padahal tidak begitu lama aku didalam perpus. Secepat itu kalian pergi dari kampus?”

“kami melakukannya di kampus. ” Ucapnya pelan.

“Hah?? Dimananya?” Gila, mereka melakukannya di kampus.

“Kalau aku kasih tau, pasti kamu kepo untuk pergi kesana” Ucap Mira “Kamu tidak perlu tau, tempat itu ga baik untuk cewe sepertimu. Banyak serigala disana. Awalnya aku minta saran ke Kak Fery tentang UKM Modeling, eh lama-lama dia minta masukin.”

Jadi bukan Mira yang menginkan pertama kali?. AKu tidak mau mendebatnya lagi dengan Mira, aku harus percaya dia bisa jaga diri.

“Oiya, Kak Fery nyaranin aku untuk gabung HIMA, seperti Kak Rega. Ternyata kak Fery juga kenal dengan Kak Rega. Gabung yuk Win !!”

“kamu pasti sudah tau jawabanku. Kamu aja deh.” Ucapku. Aku tidak terlalu suka kegiatan bersosialisasi dan Mira tau itu.

“Win.. !!” Mira masih membenamkan wajahnya di sebelah wajahku. Lama-lama capek juga menyangga tubuhnya diatas tubuhku.

“apa?”

“kenapa kamu sangat peduli denganku dan selalu khawatir denganku, melebihi mommy”

“karena kamu masih kayak anak kecil, ceroboh, tidak pernah berpikir panjang” Jawabku.

“hihi, bisa nggak sih setidaknya kamu bohong sedikit.” Ucapnya “Win, berjanjilah kalau kamu akan selalu peduli denganku, selalu khawatir denganku, selalu menjagaku dari apapun, termasuk menjagaku dari diriku sendiri” Ucapnya. Tumben dia berkata seperti itu. Selalu. Aku akan selalu menjaganya, karena dia satu-satunya yang aku punya di dunia ini.

END – Lembaran Yang Hilang Part 10 | Lembaran Yang Hilang Part 10 – END

(Lembaran Yang Hilang Part 9)Sebelumnya | Selanjutnya(Lembaran Yang Hilang Part 11)