Kisahku Saat Mulai Kuliah Di Jakarta Part 4

Season 1     
Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5

Cerita Dewasa Kisahku Saat Mulai Kuliah Di Jakarta Part 4

Cerita Dewasa Kisahku Saat Mulai Kuliah Di Jakarta Part 4

Part 4 – Get Caught

Oke bosqiu, kembali lagi dengan gw Doni yang selalu bikin kentang. Ga perlu joke garing. Lanjut ya!

Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar gw..

TOK TOK!!

“Don.. Masih bangun ga lu?” terdengar suara pria yang ternyata bukan lain adalah teman sekosan, dari kamar sebelah si Anton. Dia cuman numpang minta air minum, soalnya galon di kamarnya sudah habis. Anton ini gw kenal sejak hari pertama gw ngekost disini. Orangnya agak nakal, dari mana gw tahu? Ya soalnya hampir setiap malam dia keluar dan tiap siang wanita yang keluar dari kamarnya berbeda-beda. Dengan sedikit kecewa, kubukakan pintu kamar dan membiarkan dia masuk dan mengambil air sendiri.

“Tumben lu belum keluar? Biasa jam segini uda ngilang dari kamar.” tanya gw sambil kembali ke PC gw dan berencana memulai game baru.

“Rencana.. tapi William make motor gw noh.. lom balik dia, gimana mau cabs coba?” jawabnya sambil manyun dan langsung duduk dikasur gw layaknya kamar dia sendiri. Memang Anton ini orangnya gampang dekat ma orang. Style dia itu SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). William juga merupakan temen kostan gw, kamarnya percis diseberang kamar gw. Dia mahasiswa semester akhir dan sedang mengurus skripsinya. Ngekost bareng berdua dengan pacarnya, Nelly.

Spoiler Nelly

“Jiah.. tumben Nelly mau naik motor? bukannya dia alergi kena debu. haha..” canda gw sambil melanjutkan permainan dan membiarkan Anton bercerita panjang lebar mulai dari pembahasan cewek ke pembahasan cewek dan diakhir tetap dengan pembahasan cewek. Gw sudah merasa biasa, soalnya khas Anton itu ya playboy, jadi pembahasan dia dipastikan semua tentang cewek.

Esoknya gw tetap melanjutkan aktifitas seperti biasa, dan tentu saja terjadi hal spesial. Pas di sore hari saat gw sudah selesai bermain DOT*, gw bawa beberapa helai pakaian kotor gw keatas untuk minta dicuciin. Ketika gw ketok kamar Bu Jo, tidak ada yang menyahut sama sekali. Sebagai gambaran, di lantai paling atas ini hanya ada 2 kamar, 1 buat pak Jo dan bu Jo suami istri, sedangkan 1 lagi buat kedua anaknya yang cantik.

Karena tidak ada yang menyahut, gwpun pindah ke kamar sebelah berencana mengetok pintu. Tetapi belum sempat gw ketok, pintu kamarnya terbuka dan keluarlah Aisyah yang memakai kaos yang kebesaran menutupi seluruh badannya. Gw hanya bisa terdiam melihat wajah cantiknya dan sedikit berpikiran kotor akan dirinya.

“Eh bang Don, kenapa bang? Mau nitip dicuciin ya? Letak aja bang di tumpukan sana, nanti juga dicuciin pas ibuk pulang” jawabnya sekenanya saja.

“Oh iya, disini ya Syah.. yang lain kemana? kok pada sepi? Siti mana?” tanya gw sambil meletak baju ditumpukan buat dicuci.

“Kak Siti masih ekskul di sekolah, ibuk sama bapak pergi belanja mingguan. Paling maleman baru balik bang.” katanya sambil duduk di sofa bekas yang ada di depan kamarnya. Setelah gw letak pakaian kotor ditempatnya, gw pun berbalik badan berencana turun kebawah. Alangkah terkejutnya gw ketika melihat ternyata Aisyah duduk sambil mengangkat kedua kakinya. bayangin posisi pakai kaos gede dan panjang banget terus ngangkat kaki sambil melihat hp yang tersambung ke handsfree ditelinganya.

Gw yang melihat keadaan itu sempat negatif thinking. Melihat pahanya yang sangat mulus. Awalnya gw sangka dia ga pakai celana, dan hanya menggunakan celana dalam. Pikiran itu terpaksa gw tepis karena dia ternyata memakai celana bahan yang pendek banget, mungkin pas nutupin pantat saja. Tapi tetap saja cukup buat cuci mata melihat pahanya yang putih dan mulus itu.

Namun pemandangan itu tidak berlangsung lama karena mungkin Aisyah sadar gw liatin, jadi dia langsung menurunkan kakinya sambil tetap memainkan handphonenya. Gw yang sedikit merasa kurang enak langsung berencana meninggalkan lantai 4 dan kembali ke kamar. Akan tetapi nasib berkehendak lain. Tiba-tiba Aisyah berdiri dari tempatnya duduk dan langsung jongkok dan berusaha melihat bawah sofa.

Ternyata gantungan handphone Aisyah ada yang jatuh dan dia mencoba mencarinya. Posisi badannya tiba-tiba membuat nafsu gw naik. Ntah ada angin apa hari itu, berkali kali nafsu gw dibuat naik olehnya. posisi berlutut, kepala mencoba melihat bawah sofa dan tangannya masuk satu mencoba meraih barang dibawah sofa. Pantatnya mau tidak mau terpaksa menungging dan baju yang dikenakannya sedikit melorot sehingga terlihat pinggul dan perut dia yang putih dan seksi.

Gw yang tadi berencana turun langsung mengurungkan niat gw dan menikmati pemandangan ini. Ini salah satu moment yang membuat gw berfantasi ingin mencoba bercumbu dengan Aisyah. Akan tetapi… belum nasibnya. Haha..

Beberapa hari berlalu tanpa ada kejadian menarik hingga suatu hari gw seperti biasa ke lantai 4 lagi. Tetapi gw tahu bahwa pak Jo dan bu Jo tidak ada diatas karena gw melihat sendiri mereka pergi. Sedangkan gw tahu kalau setiap Senin, Rabu, dan Jumat Siti ada jadwal ekskul. Jadi diatas hanya ada Aisyah. Sebelum gw ketuk pintunya, gw penasaran apa yang dilakukan oleh Aisyah didalam kamar. Jadi dengan sedikit keberanian, gw mencoba mengintip dari ventilasi jendela diatas pintu dengan cara memanjat sofa yang ada persis didepan kamarnya.

Spoiler Aisyah

Apa yang gw lihat sungguh diluar dugaan gw. Gw sangka Aisyah yang sedikit pendiam, cool, dan sedikit angkuh itu cewek yang polos. Ternyata yang gw lihat 180 derajat terbalik. Gw melihat Aisyah sedang mengenakan headset sambil bermasturbasi. Tangan kirinya memegang handphone dan tangan kanannya memainkan kemaluannya yang sudah tidak tertutup apapun. Kondisinya setengah telanjang, hanya pakai baju dan dari perut kebawah full telanjang.

Gw menikmati pemandangan indah ini. Aisyah menggesek-gesek kemaluannya semakin lama semakin cepat. Matanya tetap fokus melihat handphonenya yang gw duga pasti itu video mesum 3gp. Tangannya bermain sangat lihai dikemaluannya, pelan, cepat, naik turunnya seperti ada tempo tersendiri. Gw yang melihat keadaan ini jadi ikutan bernafsu. Tiba tiba gw memiliki niat jahat dimana gw langsung mengaktifkan handphone gw dan mulai merekam aksi yang dilakukan oleh Aisyah.

Aisyah masih tetap menikmati apa yang dilakukan olehnya, menggesek kemaluannya mengikuti tempo sesuai keinginannya sendiri. Setelah itu gw melihat hal yang sangat mengejutkan. Tangan Aisyah yang sedari tadi hanya mengelus, menggesek kemaluannya sendiri, tiba tiba mulai memasukkan jarinya ke kemaluannya dan mulai digerakkan keluar masuk. Aksi Aisyah semakin lama semakin panas, tangannya semakin lama semakin cepat dan tiba tiba dia mengeluh bersamaan dengan badannya yang sedikit mengejang.

Aisyah nampak puas menikmati permainannya sendiri dan masih berbaring istirahat. Namun tiba tiba saja mata Aisyah melihat ke arah gw yang sedang mengintipnya dari ventilasi diatas pintu. Gw yang terkejut langsung segera menyembunyikan diri dan turun dari lokasi menggunakan teknik langkah kaki seribu menghilang dari TKP. Sesampai gw di kamar, gw langsung berpikir kenapa gw mesti lari? Bukannya tadi itu situasi yang tepat agar bisa menikmati tubuh Aisyah?

Namun semua pemikiran gw langsung gw tepis karena gw takut jika Aisyah melaporkan ke paman kalau gw ngintipin dia. Memang gw punya video dia, tapi gw ga tega menjadikan ini bahan buat blackmail dia. Video dia ini cukup untuk koleksi pribadi jadi bahan coli saja. Ya hari itu dan saat itu juga langsung gw putar videonya dan bener bener dijadiin bahan coli di kamar mandi.

Malamnya gw diajak cari makan keluar oleh William, kamipun jalan kaki keluar sambil memikirkan enaknya makan apa. Nelly? Ga perlu dibilang, dia pasti minta dibungkusin. Orangnya terlalu high class untuk makan di pinggiran, naik motor ataupun panas-panasan. Padahal kondisi di malam hari, harusnya tidak panas. Ga perlu dibahas lebih, ya bisa dibayangin orangnya memang cantik, highclass cuman ya sedikit manja.

Saat sedang makan di tempat makan Ci*&Ch**, gw yang duduk menghadap luar tiba tiba melihat lagi wanita yang sebelumnya membuat gw terpana, Daisy. Gw kali itu juga hanya bisa terdiam lagi dan melihat dia tanpa berkedip sama sekali. Daisy yang sedang berjalan membawa plastik ind*m*rt bersama temannya tiba-tiba membalas melihat gw juga. Pandangan mata kami bertemu lagi dan kali ini gw beranikan diri memberikan senyuman ke dia. Tentu saja dia membalas senyuman gw kembali sambil terus melanjutkan perjalanan dia. Itulah kali ke 2 gw bertemu dengannya, dan gw masih bego kenapa ga langsung ajak kenalan!

Spoiler Daisy

Setelah makan selesai, kamipun balik ke kostan dan seperti biasa, gw kembali bermain dot*. Namun bedanya kali ini tidak sendirian, William bersama Nelly ke kamar gw. Gw bermain game bersama William, sedangkan Nelly menikmati momentnya sendiri berbaring diatas ranjang gw yang empuk sambil memainkan handphonenya.

Memang diantara semua kamar, kamar gw lah yang paling besar dan ada kamar mandi dengan shower dan air panas didalam kamar. Untuk kamar lain ternyata hanya 5 lagi yang memiliki kamar mandi dalam, tetapi tidak ada air panasnya. Kamar gw ini ternyata dulunya merupakan kamar paman gw saat rumahnya yang disebelah sedang dibangun. Jadi lengkap, sampai ke TV dan Springbed ukuran besar. Besarnya kamar gw ini bisa dibilang 2,5x dari ukuran kamar kecil lainnya.

Hari itu pertama kalinya Nelly memijakkan kaki di kamar gw dan malah menjadi keterusan. Malah menjadi basecamp buat dia. Mau mandi, sudah tidak pernah ke kamar mandi luar tetapi selalu ke kamar gw untuk mandi. Sampai kasur gw dipakai untuk berbaring istirahat karena menurut dia kasur gw sangat empuk, jauh dibandingkan dikamarnya. Selain waktunya untuk tidur, hampir seluruh waktunya dihabiskan di kamar gw. Dan gw? Ya hanya bisa pasrah. Untungnya Nelly cantik dan harum, jadi gw tidak begitu mempermasalahkannya.

Oh iya Nelly ini seorang model, walaupun tidak sampai terkenal banget, tetapi wajah dan bodynya sangat bagus menurut gw. Karena bujukan dan rayuan maut dari Nelly, akhirnya gw merelakan untuk tidak mengunci kamar. Jadi Nelly yang pagi-pagi butuh mandi tidak perlu menunggu sampai gw bangun dan bisa langsung masuk ke kamar gw.

Hari kembali berlalu seperti biasa dan tidak terasa seminggu lagi berlalu. Saat baru kembali dari luar, gw melihat pak Jo dan bu Jo keluar dari kostan. Sepertinya mereka pergi belanja mingguan lagi. Gw yang teringat kejadian minggu lalu kembali mencoba peruntungan gw lagi. Berharap melihat Aisyah bermasturbasi kembali.

Gw langsung menuju TKP tetapi merasa kecewa karena ternyata gw lihat Aisyah sedang bersih-bersih. Alhasil gw kembali ke kamar gw dan membersihkan diri. Saat keluar dari kamar gw dengan hanya berbalut handuk, gw melihat Nelly yang sedang memainkan handphonenya sambil berbaring di kasur gw.

“William mana Nel?” tanya gw sambil mengambil pakaian dari lemari gw dan dengan cuek kembali ke kamar mandi untuk mengenakannya.
“Mau ngegame ya??? Huuhh… Cowok gw lu embat mulu. Lagi keluar tuh. Ngurusin skripsi ama temannya.” katanya sambil berguling guling tidak jelas diatas kasurku.
“Kamar lu buat gw aja Don.. yayaya… pleaseeeee” ucapnya sambil tetap berguling guling menikmati kasur gw yang empuk.

“Yeee… GA MAOOO… lagian sekarang kamar gw uda hampir jadi milik lu tao?? ya kan?” ucapku sambil pura pura merajuk.
“Hahaha.. tapi kan tengah malam gw harus balik ke kamar gw lagi. Lu kan tahu gw harus tidur berdua di kasur ukuran kecil. Lu malah sendirian tidur di kasur ukuran gede gini.” katanya sambil mengomel ga jelas. Memang ukuran kasur gw termasuk besar, Single bed ukuran 180×200, sedangkan mereka hanya 120×200.

“Ya udaaaa.. Sini tiap malam tidur ama gw aja sini… Biarin William tidur sendiri.. Haha..” canda gw yang dibalas lemparan bantal olehnya.
“Mao lu ya!!! Tak bilangin Wil baru tahu lu. Temen makan temen!” katanya
“Sorry! Gw Gentleman, Ada Bro Code. Dalam Bro Code, Ga ada istilah temen makan temen. Ga boleh itu! Dilarang keras!” ucapku tiba tiba dengan nada serius.
“Temen makan temen cih ga level… Temen makan pacar temen baru boleh..” tambahku yang kali ini dibalas dengan lemparan guling gw lagi disambut tawa dia yang terbahak bahak..

“AWAS LU YAA!!! HAHA.. Lu tidur kamar gw, kami disini” ucap dia.
“Gini deh.. Gw disini ma Wil, Lu sendirian sana. Hush-hush! Haha.. ” kata gw dan kali ini dibalas dia dengan mencubit pinggang gw.
“Aduh.. Ampun nyerah nyerah.. Dah lu istirahat ato nonton sana ” kata gw sambil membawa tumpukan baju kotor keluar kamar, sekalian untuk dibawa ke lantai atas.

Sesampai gw diatas, tidak terlihat batang hidung Aisyah. Dugaan gw dia sekarang pasti ada dikamarnya. Kali ini gw mencoba peruntungan gw lagi dan mencoba mengintip dari ventilasi diatas pintu lagi. Benar dugaan gw, dia lagi masturbasi. Kali ini dia benar-benar bugil, telanjang dari atas sampai bawah. Payudaranya gw lihat sangat bulat mancung terawat tanpa turun sama sekali.

Gw menatapi dirinya sambil menelan ludah. Tangannya meremas remas payudaranya sambil sesekali memainkan pentilnya. Raut wajahnya sangat membuat nafsu gw naik, matanya yang sayu sayu merem melek sambil menggigit bibir bagian bawahnya. Tangannya yang terus meremas payudaranya, dan tangan satu lagi perlahan lahan melepaskan handphone yang dipegang menuju kemaluannya. Kedua tangannya memainkan seluruh tubuhnya secara perlahan.

Pandangan mata gw tertuju kepada payudara dan kelaminnya bergantian. Badannya sungguh sangat bagus, kedua tangannya terus melanjutkan aktifitas meraba dirinya sendiri diikuti oleh badannya yang menggeliat keenakan mengikuti remasan demi remasan. Tiba-tiba saat pandangan gw kembali ke wajahnya. Pandangan mata Aisyah ternyata dari tadi tertuju padaku, melihat diriku dengan tatapan binalnya.

Terus

Yeyy.. Kentang kentang kentang… Kenapa selalu Kentanggg….

(Cerita Dewasa Kisahku Saat Mulai Kuliah Di Jakarta Part 3)Sebelumnya | Selanjutnya(Cerita Dewasa Kisahku Saat Mulai Kuliah Di Jakarta Part 5)

Banyak Novel lain di Banyak Novel

Banyak Game lain di Banyak Game