Kisah Lu Dia Gw Part 5

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Part 31Part 32
Part 33Part 34Part 35Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41

Kisah Lu Dia Gw Part 5

Start Kisah Lu Dia Gw Part 5 | Kisah Lu Dia Gw Part 5 Start

(Pov andi)

hubunganku dengan suci semakin mesra, kami semakin cinta antara satu sama lain. Aku merasakan bahagia bisa mendapatkan cinta suci.

“hhoooaaaammmmm” aku baru bangun tidur jam 9 pagi, ya hari itu adalah minggu. Setiap hari minggu memang kugunakan untuk bangun siang. Aku mulai bangun dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Rumahku saat itu sangat sepi, aku baru ingat bila ibuku sudah berangkat ke kota J untuk menjenguk pamanku yang masuk rumah sakit. Ibuku pergi selama satu minggu dan artinya selama satu minggu ini aku sendirian di rumah.

Setelah mencuci muka aku mengambil hp dan memeriksa bila ada chat dari suci. Ternyata memang benar, ada 3 panggilan terjawab dan 5 chat yang isinya mengucapkan selamat pagi dan menyuruhku bangun untuk sholat subuh. Dalam hati aku berbicara, “perhatian banget si suci hehe.” Akupun membalas chat suci dan meminta maaf karena baru bangun.

Aku: “selamat pagi sayang, maaf ya aku baru bangun hehe.” (isi chat ku)

(5 menit kemudian suci baru membalas)

Suci: “kamu tuh kebo banget, dari tadi aku telfon sama chat tapi gak bangun2.”

Aku: “iyaa maaf ya yang, engga gitu lagi deh.”

Suci: “iya aku maafin, jangan diulangin lagi. Yaudah sekarang kamu mandi trus sarapan dulu.” (balas suci khas seperti bawelnya seorang cewek haha)

Aku: “engga ada makanan yang, ibuku lagi ke kota j selama seminggu. Jadi aku gak ada yang masakin. (balasku sambil memberi emot sedih)

Suci: “uhh kasian banget sih kamu, kamu beli makan di luar aja yang.”

Aku yang saat itu mulai mencoba peruntungan untuk merayu suci supaya memasakan makanan untuk diriku hehe.

Aku: “kenapa gak kamu aja yang masakin aku makanan di rumahku? Haha”

Suci: “ih aku belum pintar masak, nanti malah gak enak.”

Aku: “gpp sayang, aku pasti makan masakanmu kok. Lagian kan kamu bisa masak yang simpel2 aja. Mau yaaa?”

Suci: “hmm gimana ya.”

Aku: “mau ya yangggg.”

(10 menit suci tidak membalas, lalu aku mengirim chat lagi ke suci.)

Aku: “sayang gimana? Mau dong ya yaaa. Pleaseeeee yang”

(chatku belum juga dibalas oleh suci, dan setelah 15 menit kemudian ada balasan dari suci)

Suci: “maaf yang, aku baru selesai mandi.”

Aku: “wiihhh coba foto kamu kalo emang udah mandi?”

Suci: “engga ah, aku aja belom pake baju.”

(aku membaca chat itu langsung berfikiran yang tidak2, dan kontolku pun mulai berdiri)

Aku: “yaudah deh kalo gak mau, jadi gimana? Mau masakin aku dirumah gak?”

Suci: “iyaaaa mau baweeellll.”

Aku: “wahhhh baiknya kamu haha.”

Suci: “dari dulu kali kalo aku baik hehe, yaudah aku mau pake baju dulu dari tadi gak jadi2 gara2 bales chat kamu. Kamu mandi sana yang!”

Aku: “siap sayangku.”

Aku lalu meletakan hpku dikamar dan langsung pergi untuk mandi. Setelah mandi aku langsung kembali ke kamar untuk memakai pakaian.

(suara hpku bunyi menandakan ada chat masuk dan aku langsung mengambil hpku untuk membukanya)

Suci: “yang, aku udah naik angkot nih. Kita ketemuan di sekolah aja ya.”

Aku: “siap komandan.” (balasku dengan semangat)

Aku langsung bersiap dan mengeluarkan motor untuk bertemu dengan suci. 10 menit jarak dari rumahku sampai sekolah dan ternyata aku yang sampai duluan daripada dia. Aku menunggu suci sambil bermain game di hp. Sedang asik nya aku bermain game, aku dikagetkan dengan sebuah tepukan di pundakku diringi suara perempuan, “bang ojek dong.” Aku yang menyadari hal itu langsung menolehkan kepalaku ke samping dan ternyata itu suci. Aku terkejut dengan penampilan suci, hari itu suci sangat cantik dan anggun (pokoknya bikin hati adem hehe). Ya, suci saat itu menggunakan gamis putih bercorak garis2 dengan ditambah balutan jilbab hitam. Aku yang melihat hal itu sempat bengong, dan suci menyadarkanku.

Suci: “malah bengong, jadi dimasakin gak nih.”

Aku: “eehhh iiya jadi dong.”

Suci: “yaudah ayok ini aku udah bawain sayuran.”

Aku: “yaudah ayok naik kita let’s go.” (kataku sambil mengambil tas plastik berisi sayuran yang dibawa dewi dan meletakkan di cantelan motorku.)

Suci langsung naik untuk memboncengku, posisi bonceng suci saat itu miring. Karena memang suci tidak bisa melangkahkan kakinya lebih lebar karena gamis panjangnya.

Skip skip

Setelah sampai dirumah, aku langsung mengajak suci untuk masuk ke rumahku dan aku langsung meletakan plastik yang berisi sayuran ke dapur. Setelah meletakan plastik itu, aku langsung mengambil teko untuk merebus air dan membuat minuman untuk kami berdua (aku menggunakan teko yang bisa berbunyi bila air sudah mendidih). lalu aku langsung kedepan untuk menemui suci dan ternyata suci sedang membelakangiku sambil melihat lukisan di rumah. Ruang tamu rumahku memang banyak terdapat lukisan, karena memang ibuku suka dengan lukisan dan selalu membeli lukisan yang menurutnya bagus. Aku yang hendak memanggil suci, mengurungkan niatku. Mataku terfokus dengan tubuh suci yang membelakangiku, mataku tertuju pada pantat suci yang terlihat sangat indah dibalik gamis putihnya.

Perlahan kontolku pun mulai berdiri, aku yang sudah terangsang perlahan melepas celana jeansku di kamar dan hanya memakai kaos dan boxer. Setelah itu aku kembali kedepan dan suci masih melihat2 lukisan. Aku mendekati suci perlahan, setelah aku sudah dibelakangnya aku mencium parfum suci yang sangat wangi. Itu membuatku semakin terangsang. Aku perlahan mulai memeluk suci dari belakang dan memposisikan kontolku di pantat suci.

Suci: “astaghfirullah, aku kaget yang ahh.” (kata suci)

Aku: “hmm wangi banget kamu sih yang.” (kataku sambil menciumi belakang kepala suci)

Suci: “ahh yang jangan gini dong.” (kata suci sambil berusaha melepaskan pelukanku)

Aku: “aku kangen kamu yang.” (kataku sambil menggesekan kontolku)

Suci: “udah ya sayang, katanya mau masak aahh hhmmm.”

Aku lalu membalikan tubuh suci dengan cepat dan langsung mencium bibirnya. “hhhmmm hhmmmm aahhh” hanya desahan2 yang terdengar saat itu. cukup lama kami berciuman bibir dan beradu lidah.

(tuuuttttttttttttt)

Sebuah suara membuat suci tersadar dan langsung melepas ciumanku dibibirnya , dan aku baru teringat bila sedang memasak air. Kami sempat terdiam, dan aku langsung menuju dapur untuk membuat minuman untuk kita berdua.

Aku kembali lagi ke depan dengan membawa 2 cangkir teh hangat untuk aku dan suci

Aku: “ini di minum dulu yang.”

Suci: “i.iya yang. Makasih” (kata suci sambil tertunduk malu, mungkin karena peristiwa tadi)

Aku: “enak kan teh buatanku? hehe.” (kataku sambil mencairkan suasana kembali)

Suci: “hmmm lumayan sih haha. Oiya yang, di rumahmu kok banyak lukisannya?”

Aku: “iya itu ibuku suka banget sama lukisan, makannya rumahku penuh lukisan kan haha”

(krucuk..krucuk)

Kami sama2 diam dan “hahaha perutnya udah bunyi tuh, kamu laper ya yang.” (kata suci)

Aku: “hehe iya yang” (jawabku dengan malu)

Suci: “yaudah anterin aku ke dapur trus aku masakin kamu, uhh kasian pacarku udah kelaperan” (suci sambil menarik tanganku untuk berdiri)

Kami langsung menuju ke dapur dan langsung membantu suci untuk memasak. Saat mempersiapkan sayuran dan bumbu2 untuk memasak, suci meneteskan air matanya. Aku yang kaget langsung mendekatinya, “kamu kenapa yang?”

Suci: “eh gpp kok yang” (sambil mengelap air matanya)

Aku: “gpp kok tiba2 nangis?”

Suci: “ehh ini yang, gara2 bawang merah” (jawab suci sambil memulai mengiris bawang merah)

Aku: “yaampun aku kira kenapa hehe” (kataku sambil bertanya2, sebenarnya ada apa dengan suci?)

Kegiatan kami saat itu hanya memasak dan kami makan masakan yang di masak oleh suci, setelah itu aku langsung mengantar suci ke sekolahan. Ya aku hanya mengantarkan suci hanya sampai sekolahan, karena suci melarangku mengantarkan sampai rumahnya. Nanti takut dimarahi ayahnya.

Bersambung

END – Kisah Lu Dia Gw Part 5 | Kisah Lu Dia Gw Part 5 – END

(Kisah Lu Dia Gw Part 4)Sebelumnya | Selanjutnya(Kisah Lu Dia Gw Part 6)